cover
Contact Name
Hernita Pasongli
Contact Email
pangea@unkhair.ac.id
Phone
+62 852-6080-9368
Journal Mail Official
pangea@unkhair.ac.id
Editorial Address
http://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/pangea/about/editorialTeam
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23551674     EISSN : 27163121     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Pangea merupakan media informasi para akademisi dan peneliti yang menggeluti dan memiliki topik yang berlatar belakang keilmuan geografi maupun pendidikan geografi dan berisikan artikel - artikle hasil penelitian, kajian teori dan esensi pustaka mengenai keilmuan geografi maupun pendidikan geografi sebagai inovasi pembelajarannya.
Articles 96 Documents
Pengembangan Kerajinan Kain Tenun Khas Buton Sebagai Pewarisan Budaya dan Pendorong Ekonomi Kreatif Masyarakat di Desa Gumanano Kabupaten Buton Tengah Baharudin, Baharudin; E., Hariyadi; A., Iskandar
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 6, No 1 (2024): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v6i1.9468

Abstract

Tradisi menenun menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) di Desa Gumanano Kabupaten Buton Tengah perlu untuk terus dilestarikan, namun tantangan yang dihadapi masih terdapat sebagian generasi muda memiliki minat yang rendah dalam mempelajari proses menenun kain tenun khas Buton. Disisi lain kain tenun khas Buton dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif yang bertujuan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Adapun tujuan penelitian ini mendeskripsikan proses pembuatan sarun tenun sebagai pewarisan budaya dan upaya pngembangan kain tenun menjadi produk kreatif sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah pemerintah desa, pengusaha tenun, dan para pengrajin kain tenun Buton. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari lembar panduan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pada tahapan analisis data, data yang dikumpulkan dianalisis dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan kain tenun khas Buton di Desa Gumanano masih menggunakan cara tradisional sedangkan bahan benang menggunakan benang buatan pabrik yang diperoleh dari bantuan pemerintah atau dibeli dari toko terdekat. Penggunaan berbagai jenis benang dalam menenun menghasilkan beberapa motif dan tekstur serta haraga yang bervariatif. Selain itu kain tenun Buton memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi beberapa produk kreatif seperti kampurui (ikat kepala), syal, tas, dan gantungan kunci yang memiliki variasi harga. Hal ini menunjukkan bahwa potensi pengembangan kain tenun Buton dapat dikembangkan menjadi produk kreatif lainnya yang dapat meningkat ekonomi masyarakat di Desa Gumanano, Kabupaten Buton Tengah.
Analisis Kejadian Kabut Tebal di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA): Studi Kasus 19-22 Oktober 2023 Annisa, Nindya Sekar; Rohman, Muhammad Faisal; Orleando, Rio Putra; Haryanto, Yosafat Donni
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 6, No 1 (2024): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v6i1.9469

Abstract

Kabut merupakan salah satu fenomena cuaca kekaburan yang dapat mengganggu penerbangan karena mengurangi jarak pandang. Pada tanggal 19-22 Oktober 2023 terjadi fenomena kabut tebal pada Bandara Internasional Yogyakarta. Kabut tebal ini dapat dibuktikan dari data observasi di Stasiun Meteorologi Yogyakarta yang melaporkan adanya kabut dengan fenomena Mist (BR) sepanjang bulan Oktober yang puncaknya terjadi pada tanggal 19-22 Oktober 2023. Kabut tebal yang melanda ini menjadi bukti dari kompleksitas faktor-faktor meteorologi yang saling mempengaruhi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi pendukung terjadinya pembentukan kabut di lokasi penelitian. Data-data yang digunakan ialah data global berupa data reanalysis suhu permukaan laut dan angin vector dan ditambah dengan data observasi dari Stasiun Meteorologi Klas II Yogyakarta yakni temperature, kelembapan, dan jarak pangan. Kabut tebal ini dipicu oleh adanya pertemuan massa udara panas dari Australia dan massa udara dingin dari Samudera Hindia menjadi salah satu penyebab utama terbentuknya kabut. Ketika dua massa udara ini berinteraksi di atas permukaan laut yang hangat, uap air mulai berkondensasi dan membentuk kabut tebal yang menyelimuti pantai. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai langkah preventif bagi pihak-pihak terkait untuk terus mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kabut tebal di Pantai Selatan Yogyakarta serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi dampak negatifnya, terutama dalam menjaga keamanan dan kelancaran operasi penerbangan. 
Dampak Keberadaan Pertambangan PT.IWIP Terhadap Masyarakat Di Desa Lelilef Sawai Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah Hairil, Wahyuni; Robo, Tamrin; Adjam, Syarifuddin
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 6, No 2 (2024): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v6i2.9569

Abstract

Pertambangan merupakan salah satu aktivitas yang memanfaatkan sumber daya alam. Pemanfaatan sumber daya alam ini dapat dilakukan dengan pencairan, penggalian atau bahkan peledakan guna memperoleh hasil tambang yang diharapkan. Kegiatan pertambangan banyak dilakukan pada kawasan hutan yang memiliki potensi, bahkan sejumlah kawasan pertambangan telah mengubah fungsi hutan menjadi ka wasan kematian meskipun terdapat upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup namun tidak seimbang. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) merupakan Kawasan Industri terpadu untuk pengolahan logam berat yang berlokasi di Desa Lelilef, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Berdiri pada 30 Agustus 2018, IWIP merupakan: Proyek Prioritas Nasional berdasarkan PERPRES No. 18 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024 dan Berstatus sebagai Obyek Vital Nasional berdasarkan Keppres No. 63 Tahun 2004. Terdapat beberapa dampak yang ditimbulkan akibat adanya perusahan, pertama dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di masyarakat Desa Lelilef Sawai dimana perusahaan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), setelah beroperasi lebih memberikan dampak positif dari segi ekonomi yaitu dapat mempekerjakan masyarakat yang tadinya belum memiliki pekerjaan atau menganggur, ada juga dampak dari segi sosial yaitu sering terjadinya keributan seperti perkelahian antara suku. ada juga dampak secara lingkungan yaitu kerusakan hutan yang diakibatkan aktivitas pertambangan yang membuat sebagian besar hutan Desa Lelilef Sawai mengalami kegundulan yang dapat menyebabkan banjir ketika hujan deras, selain itu dampak negatif yang terjadi di Desa Lelilef Sawai yang sering terjadi yaitu terdapat banyak debu apabila terjadinya musim kemarau.
Analisis Hasil Belajar Siswa Dengan Pendekatan (LOC-R) Di SMPN 7 Kota Ternate Jalali, Irma; Pasongli, Hernita; Agustang, Andi Tenri Pada
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 6, No 1 (2024): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v6i1.9570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Literacy, Orientation, Collaboration, Reflection (LOC-R) terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 7 Kota Ternate dan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 7 Kota Ternate dengan menggunakan pendekatan Literacy, Orientation, Collaboration, Reflection (LOK-R). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design, jenis One-Shot Case Study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 siswa kelas VIIIC dengan menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar siswa dan lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan One sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran LOCR efektif terhadap hasil belajar siswa, hal ini terlihat dari nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,011, 0,05 maka H0 ditolak, sehingga rata-rata hasil belajar siswa lebih besar dari 75. Peningkatan hasil belajar siswa pada topik geografi berada pada kategori sangat baik sebesar 31%, baik 56%.
Analisis Kepuasan Pengunjung Terhadap Ketersediaan Fasilitas Pada Objek Wisata Pantai Akebay Di Pulau Maitara Kota Tidore Kepulauan) Hasbun, Ilga; Tolangara, Abdulrasyid; Adjam, Syarifuddin
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 6, No 2 (2024): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v6i2.9568

Abstract

Objek Wisata merupakan dasar bagi kepariwisataan, tanpa adanya daya tarik disuatu tempat tertentu kepariwisataan sulit untuk berkembang. Fasilitas wisata sangat berpengaruh terhadap kepuasan pengunjung dan perkembangan fasilitas. Selain itu, ketersediaan fasilitas sangat penting untuk tujuan wisata, fasilitas wisata harus disediakan oleh penyedia jasa untuk dinikmati konsumen. Tujuan pada penelitian untuk mengetahui kepuasan pengunjung terhadap ketersediaan fasilitas wisata Pantai Akebay Pulau Maitara, Kota Tidore Kepulauan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Untuk teknik pengumpulan dilakukan secara langsung di pantai Akebay dengan cara accidental sampling terhadap pengunjung yang berkunjung ke objek wisata. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepuasan pengunjung Objek Wisata Pantai Akebay dilihat dari kesesuaian harapan dengan persentase keseluruhan sebesar 90,8% termasuk kategori sangat puas, minat berkunjung kembali dengan persentase keseluruhan sebesar 84,4% termasuk kategori sangat puas, kesediaan merekomendasikan dengan persentase keseluruhan sebesar 81,3% termasuk kategori puas, fasilitas utama dengan persentase keseluruhan sebesar 88,9% termasuk kategori sangat puas, terhadap fasilitas pendukung dengan persentase keseluruhan sebesar 84,2% termasuk kategori sangat puas, fasilitas pelengkap dengan persentase keseluruhan sebesar 86,4% termasuk kategori sangat puas, untuk jumlah hasil keseluruhan sebesar 86,2% termasuk kategori sangat puas.
Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah Bagi Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi Keluarga Di Kelurahan Tubo Kecamatan Ternate Utara Iksan, Iksan; Adjam, Syarifuddin; Salam, Ramdani
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 7, No 1 (2025): Vol 7, No 1 (2025): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geogr
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v7i1.10366

Abstract

Lahan pekarangan merupakan halaman kosong atau lahan yang dimiliki oleh setiap rumah dan umumnya terdapat di sekeliling rumah dan banyak memiliki fungsi yang dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga maupun meningkatkan ketersedian pangan bagi keluarga. Khususnya di Kelurahan Tubo, dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan baik, maka akan juga mendapatkan keuntungan yang sangat besar terutama dalam pemenuhan kebutuhan keluarga sehari-hari serta dapat menambah pendapatan ekonomi rumah tangga dan masyarakat pada umumnya yang memanfaatakan lahan pekarangannya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga di Kelurahan Tubo. Teknik yang digunakan dalam pengambilan informan ini menggunakan teknik purposive sampling yang mana informan yang dipilih ialah Masyarakat yang memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya, Lurah Kelurahan Tubo, dan Pengelola Dasawisma. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pemanfaatan lahan pekarangan rumah banyak dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran, ada juga yang dimanfaatkan untuk menanam tanaman obat, tanaman hias, juga ada yang lahannya disewakan sebagai tempat praktikum para mahasiswa, dan ada yang tidak memanfaatkan lahan pekarangannya. Lahan pekarangan yang dimanfaatkan untuk menanam berbagai macam jenis hasilnya dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Kesimpulannya ialah, dengan adanya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta, pemanfaatan pekarangan rumah di Kelurahan Tubo dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan ketahanan pangan bagi keluarga.
Dinamika Produksi Padi di Pulau Jawa: Identifikasi Faktor Penyebab Penurunan dan Implikasinya Suliandini, Indah; Nazhiiroh, Naadiyah Nuhaa; Hotimah, Oot; Apriliani, Preccilia Intan
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 7, No 1 (2025): Vol 7, No 1 (2025): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geogr
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v7i1.10276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika produksi padi di Pulau Jawa, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penurunan, serta memberikan rekomendasi solusi untuk meningkatkan produksi padi. Data sekunder yang digunakan adalah data Time Series produksi padi dari Badan Pusat Statistik. Hasil analisis menunjukkan fluktuasi produksi padi di enam provinsi di Pulau Jawa, dengan penurunan signifikan pada tahun 2023 dan 2024. Faktor penyebab penurunan produksi padi meliputi cuaca ekstrem, perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu global, penurunan kesuburan tanah, distribusi hama dan penyakit tanaman, peralihan penggunaan lahan untuk non-pertanian, tantangan kebijakan dan teknologi pertanian, serta peningkatan biaya produksi dan akses pasar. Penurunan produksi padi berdampak negatif terhadap ekonomi, ketahanan pangan, dan stabilitas sosial masyarakat, yang berpotensi meningkatkan kemiskinan dan urbanisasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengamanan produksi untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan meningkatkan efisiensi pertanian. Rekomendasi mencakup peningkatan penggunaan alat dan mesin pertanian serta pengelolaan sumber daya yang lebih baik untuk mendukung petani dan menjamin ketahanan pangan di Indonesia.
Identifikasi Problematika Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X IPS SMA Negeri 6 Kepulauan Sula Umamit, Sri Ningsih; Rasyid, Rusman; Sufia, Rohana
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 7, No 1 (2025): Vol 7, No 1 (2025): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geogr
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v7i1.10292

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini, yaitu: Untuk mengetahui problematika belajar siswa pada mata pelajaran Geografi kelas X SMA Negeri 6 Kepulauan Sula dan untuk mengetahui solusi dari problematika belajar siswa pada mata pelajaran Geografi kelas X SMA Negeri 6 Kepulauan Sula. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa sajakah problematika belajar siswa pada mata pelajaran Geografi kelas X SMA Negeri 6 Kepulauan Sula dan bagaimana solusi dari problematika belajar siswa pada mata pelajaran Geografi kelas X SMA Negeri 6 Kepulauan Sula, metode yang di pakai adalah kualitatif. Adapun temuan masalah yang menyebabkan kesulitan belajar dalam mata pelajaran Geografi terdiri atas minat dan motivasi belajar. Berkaitan dengan minat, guru mata pelajaran Geografi mengungkapkan bahwa selama jam pelajaran, masih ada siswa yang tidak mengikuti pelajaran dengan sangat antusias, terlebih lagi saat jam pelajaran Geografi disiang hari, siswa sering mengantuk di kelas sehingga menyebabkan kurangnya konsentrasi saat pembelajaran berlangsung. Penyebab lainnya adalah kurangnya perhatian siswa kelas X IPS SMA Negeri 6 Kepulauan Sula terhadap mata pelajaran Geografi, dikarenakan belajar Geografi membutuhkan konsentrasi yang tinggi seperti memahami materi tentang karakteristik lapisan bumi atau (atmosfer). Siswa sering merasa kesulitan dalam materi tersebut, karena cenderung menekankan siswa untuk tetap fokus dan tidak memikirkan hal lain diluar jam pelaran berlangsung.
Hubungan Tingkat pengetahuan Dengan Sikap Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Banjir di Desa Bobong Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu Baema, Desya Sabrina; Salam, Ramdani; Rasyid, Rusman
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 7, No 1 (2025): Vol 7, No 1 (2025): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geogr
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v7i1.10278

Abstract

Desa Bobong merupakan salah satu desa di Kabupaten Taliabu yang rentan terkena banjir, karena letaknya yang berada di dekat bantaran Sungai Fangahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh tingkat pengetahuan masyarakat terhadap sikap kesiapsiagaan masyarakat di Desa Bobong Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu dalam menghadapi bencana banjir. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis data korelasi untuk mengetahui hubungan antar variabel dan analisis regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh antar variabel. Objek dalam penelitian ini yaitu masyarakat Desa Bobong sebanyak 98 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat termasuk ke dalam kriteria sangat tinggi dengan rata-rata 94,44%. Sebaran pengetahuan kognitif masyarakat tiap tingkatan atau tiap indikator yaitu pengetahuan (93,02%), pemahaman (95,23%), dan penerapan (95,05%). Selanjutnya sikap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir termasuk ke dalam kriteria tinggi dengan rata-rata persentase 88,24%. Berdasarkan hasil pengujian korelasi terdapat hubungan yang positif antara variabel tingkat pengetahuan terhadap sikap kesiapsiagaan masyarakat dengan tingkat hubungan sangat kuat dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,952 dan signifikansi 0,000. Menunjukkan bahwa hubungan yang positif antara tingkat pengetahuan terhadap sikap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir, semakin tinggi pengetahuan maka semakin tinggi pula sikap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir.
Studi tentang Persepsi dan Sikap Siswa Terhadap Isu-isu Lingkungan dan Keberlanjutan setelah Mengikuti Pembelajaran Geografi di SMA Negeri 6 Maluku Tengah Asrul, Asrul
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 7, No 1 (2025): Vol 7, No 1 (2025): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geogr
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v7i1.10359

Abstract

Provinsi Maluku secara geografis rentan terhadap isu lingkungan seperti abrasi pantai dan potensi bencana alam, sehingga pemahaman siswa terhadap isu-isu ini menjadi sangat penting. Dalam konteks ini, pendidikan, khususnya mata pelajaran Geografi, memiliki peran strategis dalam membentuk individu yang tidak hanya berpengetahuan luas, tetapi juga memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi dan sikap siswa terhadap isu-isu lingkungan dan keberlanjutan setelah mengikuti pembelajaran Geografi di SMA Negeri 6 Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Sebanyak 75 siswa kelas XI menjadi responden, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi dan sikap terhadap berbagai isu lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki persepsi yang baik hingga sangat baik, khususnya dalam memahami perubahan iklim dan dampaknya. Sikap positif paling menonjol terlihat dalam penghematan sumber daya alam dan kepedulian terhadap lingkungan lokal. Namun demikian, terdapat kesenjangan antara pengetahuan yang dimiliki dengan partisipasi aktif dalam aksi lingkungan maupun edukasi kepada orang lain. Oleh karena itu, pembelajaran Geografi perlu diperkaya dengan pendekatan berbasis aksi nyata guna mendorong keterlibatan siswa secara lebih proaktif dalam isu keberlanjutan.

Page 6 of 10 | Total Record : 96