cover
Contact Name
Novita Eka Muliawati
Contact Email
novita@stkippgritulungagung.ac.id
Phone
+6282232308788
Journal Mail Official
novita@stkippgritulungagung.ac.id
Editorial Address
STKIP PGRI Tulungagung Jl. Mayor Sujadi Timur No. 7 Plosokandang, Tulungagung, Jawa Timur, Kode Pos 66221
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika)
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24607800     EISSN : 25803263     DOI : 29100
Core Subject : Education,
JP2M is stands for Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika. JP2M is a high quality open access peer reviewed research journal that is published by Mathematics Education Department of STKIP PGRI Tulungagung. JP2M disseminates new research results in all areas of mathematics, mathematics education and their applications in learning by researchers, academicians, professional, practitioners and students from all over the world. Start from this year (September 2015), this journal will be published two times a year, in March and September.
Articles 359 Documents
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Model e-learning Berbasis Web pada Materi Trigonometri di Kelas XI SMK Husniati, Kholis; Hariyani, Sri; Fayeldi, Trija
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v8i1.2505

Abstract

Technology is growing rapidly, one of which is in the aspect of education. E- learning media can be a means to apply technological developments by utilizing facilities in schools such as the internet. ADDIE development model is used in this development research. This study aims to develop an e-learning model of learning media and to determine the validity and practicality of the media as teaching materials for teachers and learning media for students. The research instrument used was a validation sheet and a google form response questionnaire. The validity of e-learning media is based on the results of the media expert's validation score of 3.67 and material expert 3.53, both of which are valid criteria. The practicality of the media according to the results of expert practitioner assessments and the responses of 10 students in a limited trial was 3.60. As for the practicality in the broad trial as many as 29 students were obtained at 3.42 in practical criteria. Thus it can be concluded that learning mathematics on trigonometric material is valid and practical using web-based e-learning learning media.
Perbedaan Hasil Belajar Model Pembelajaran Creative Problem Solving dan Discovery-Inquiry pada Peserta Didik Kelas X Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Khumairoh Lailatul Fadilah; Yuniar Ika Putri Pranyata
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2257

Abstract

Finding differences in learning outcomes between the Creative Problem Solving (CPS) model and the Discovery-Inquiry model is the goal of the research. The low student learning outcomes due to their inability to participate in learning activities are the things that underlie the research objectives. The model in this study emphasizes the enthusiasm of students in solving problems. Purposive Sampling technique is used in the selection of research classes by providing the same learning material. The data was obtained from the validity test and the reliability test was obtained from the instrument test. Then the normality test, homogeneity test, and hypothesis testing were carried out in the process of analyzing research data. The results obtained with a significance value of less than 0.05, namely 0.017. This shows that there are differences in learning outcomes between the Creative Problem Solving (CPS) model and the Discovery-Inquiry model for class X students which coincided at SMA Negeri 1 Kutorejo in the 2019/2020 school year. Another difference is also seen in the class average score. In the Discovery-Inquiry class the average score is 71.78, while in the Creative Problem Solving (CPS) class the average value is84.22. Some of these things are enough to prove that compared to the Discovery-Inquiry model, it is better to apply the Creative Problem Solving (CPS) model.
Analisis Kesulitan Belajar Sistem Persamaan Linier Siswa SMP di Pasca Pandemik Iswanto, Ahmad; Kristianti, Kristianti; Kurniasih, Meyta Dwi
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v8i2.3236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik SMP di masa pembelajaran pasca pandemik. Penelitian dilakukan di SMP daerah Jakarta Barat dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini mengambil subjek 2 (dua) peserta didik yang sudah ditentukan oleh guru matematika. Data penelitian didapat dengan menggunakan tes uraian, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa subjek S1 tingkat kesulitan yang dihadapi pada pembelajaran matematika yaitu tidak dapat mengatur waktu saat mengerjakan soal yang diberikan dan kurangnya kemampuan literasi matematis; sedangkan untuk subjek S2 tingkat kesulitan yang dihadapi pada pembelajaran matematika yaitu kurangnya pemahaman terhadap matematika khususnya pada materi SPLDV, kurangnya literasi matematis, kurangnya usaha dalam mengerjakan soal tersebut.
Pengaruh Model Pembelajaran ECIRR dan PQ4R terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Self Efficacy Septianingsih, Rika; Netriwati, Netriwati; Gunawan, Wawan
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v8i1.2403

Abstract

This research is motivated by the low mathematical problem solving ability of students where the learning process is still teacher-centered which causes students to become passive, so an appropriate learning model is needed in the learning process. This study aims to determine the effect of differences in the use of the ECIRR and PQ4R learning models on mathematical problem solving abilities in terms of students' self-efficacy. The method used in this research is Quasi Experimental Design. The population in this study were seventh grade students of SMP Darul Ulum Sekampung. Sampling using Cluster Random Sampling. It was obtained that class VII.2 as the experimental class 1 used the ECIRR model, class VII.1 as the experimental class 2 used the PQ4R model, and class VII.3 as the control class used the Direct Instruction model with fractional material. Data collection techniques using tests, questionnaires, and documentation. Hypothesis testing using a two-way ANOVA (Analysis of Variance) test of unequal cells with a significance level of 5%. Based on the results of the study, it was concluded that (1) there was an effect of differences in the use of the ECIRR learning model, the PQ4R learning model, and the Direct Instruction model on mathematical problem solving abilities, (2) there was an effect of mathematical problem solving abilities among students who had high self-efficacy, moderate , and low, and (3) there is no interaction between the ECIRR and PQ4R learning models with self efficacy on students' mathematical problem solving abilities.
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal aritmatika sosial berdasarkan taksonomi solo pada kelas VII SMP Waras, Arista Neldis; Hariyani, Sri; Fayeldi, Trija
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v8i2.2678

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan siswa ketika mengerjakan soal aritmatika sosial yang didasarkan pada taksonomi SOLO. Kesalahan pada siswa berdasarkan taksonomi SOLO ditinjau dari 5 level antara lain Extended AbstractRelasional, Multistruktural, Unistruktural dan Prastruktural. Pendekatan secara kualitatif digunakan pada riset ini dengan penggunaan metode deskriptif. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini merupakan hasil tes tertulis serta wawancara. Data penelitian diperoleh dari siswa kelas VII-E SMPN 17 Malang yang berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Pada penelitian ini siswa dibagi kedalam 3 golongan yaitu siswa yang memiliki kemampuan tinggi, golongan siswa yang berkemampuan sedang, serta siswa dalam kategori berkemampuan rendah berdasarkan skor yang diperoleh siswa saat tes tertulis. Hasil penelitian ini yaitu siswa yang berkategori tinggi, bisa melewati semua level dengan baik, siswa yang berkategori sedang, melakukan kesalahan di level relasional, serta siswa dengan kategori rendah, melakukan kesalahan pada level prastruktural, level multistruktural sampai level extended abstract.
ANALISIS PENERAPAN GOOGLE CLASSROOM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Wariska Ocvi Afifah
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2259

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan Google Classroom sebagai media pembelajaran di masa pandemi covid-19 pada mata pelajaran matematika kelas XI IPA 5 MAN 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik.Data yang diperoleh dari angket respon siswa menunjukkan bahwa persentase setiap aspeknya, pada aspek 1 (kegunaan) sebesar 78% sehingga termasuk pada kriteria respon positif, pada aspek 2 (kemudahan pengguna) sebesar 81% sehingga termasuk pada kriteria respon sangat positif, pada aspek 3 (kemudahan belajar) sebesar 74% sehingga termasuk pada kriteria respon positif, dan pada aspek 4 (tingkat kepuasan siswa) sebesar 70% sehingga termasuk pada kriteria respon positif. Berdasarkan hasil angket dapat disimpulkan bahwa dari 4 aspek, 1 aspek yang termasuk kriteria respon sangat positif dan terdapat 3 aspek yang termasuk kriteria positif. Adapun data yang diperoleh dari hasil wawancara diketahui bahwa terdapat kendala saat menggunakan Google Classroom yaitu jaringan yang tidak stabil dan tidak ada pemberitahuan pada smartphone jadi jika ingin mengetahui ada tugas atau mulai pembelajaran harus membuka Google Classroom terlebih dahulu.Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Google Classroom sebagai media pembelajaran di masa pandemi covid-19 pada mata pelajaran matematika kelas XI IPA 5 MAN 1 Surakarta baik dan positif digunakan meskipun ada beberapa kendala.
Model Berpikir Kreatif Guru Dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Teknologi Dan Non Teknologi Zamzam, Kenys Fadhilah
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v8i2.3505

Abstract

Guru berperan penting dalam kegiatan pembelajaran untuk dapat memaksimalkan potensi dari siswa. Oleh karena itu ketrampilan guru harus selalu ditingkatkan. Salah satunya keterampilan guru dalam berpikir kreatif dalam mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis teknologi dan non teknologi. Pada penelitian sebelumnya membahas berpikir kreatif guru dalam memecahkan masalah matematika tetapi belum mengungkapkan berpikir kreatif guru dalam mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis teknologi dan non teknologi. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini menyelidiki model berpikir kreatif guru dalam mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis teknologi dan non teknologi. Tahap awal melibatkan lima orang guru dengan kemampuan matematika bervariasi dan jenis kelamin berbeda beda. Peneliti kemudian meminta guru mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis teknologi dan non teknologi. Berdasarkan media pembelajaran yang dikembangkan guru dikategorikan model berpikir guru dalam tiga model berpikir kreatif yaitu guru MT masuk model berpikir kreatif construction serta guru FA, BA, SN, dan FF termasuk dalam model berpikir kreatif Modification. Hal ini menunjukkan model berpikir kreatif guru dalam mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis teknologi dan non teknologi masih dalam kategori model berpikir kreatif Modification.
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbantuan MIT App Inventor terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Novanto, Oki; Anggoro, Bambang Sri; Gunawan, Wawan
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v8i1.2417

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan pengajaran yang berupa Aplikasi himpunan berbantuan MIT App Inventor terhadap kemampuan pemahamanan konsep matematis pada materi Himpunan. Dengan menggunakan Aplikasi Himpunan dapat memperoleh informasi dimana pun dan kapan pun, mampu dibawa kemana saja untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif, efisien dan menarik. Subyek penelitian ini ialah siswa-siswi SMP Amal Bakti Lampung Selatan. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa angket validator yang diberikan kepada ahli materi, ahli media, dan angket respon kemenarikan peserta didik. Metode penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (RD) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Hasil analisis data yang diperoleh dari ahli materi dan ahli media dinyatakan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat layak digunakan dengan rata-rata skor 3,89 ahli materi dan 3,49 ahli media. Hasil respon peserta didik menyatakan media pembelajaran yang dikembangkan atau dihasilkan sangat menarik untuk digunakan dengann rata-rata skor 3,75 untuk uji coba kelas kecil dan 3,71 untuk uji coba kelas besar. Dikarekan dampak COVID-19 yang menyebar diseluruh dunia dan kebijakan PPKM level 4 yang sedang diterapkan pemerintah menyebabkan penelitian memiliki batasan pada tahap Development saja, kemudian pengujian keefektivitas Aplikasi Himpunan dalam pembelajaran tidak dapat dilaksanakan.
ANALISIS KETERLIBATAN KELOMPOK MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN KONSEP INTEGRAL MELALUI PENERAPAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEA) Diesty Hayuhantika; Eka Yuliana Sari
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v9i1.4007

Abstract

Penelitian ini berfokus pada keterlibatan mahasiswa yang bekerja dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan Model Eliciting Activity (MEA) Task. Pembelajaran dilakukan secara online melalui media zoom. Data diperoleh berdasarkan pengamatan terhadap interaksi selama pembelajaran berlangsung yang terekam pada recording zoom dan didukung dengan hasil wawancara dan pengisian angket keterlibatan. Satu kelompok yang terdiri dari 2 mahasiswa yang berpartisipasi aktif dan 2 mahasiswa yang pasif dikaji secara mendalam keterlibatannya dengan mengacu pada konsep Engagement Structure Goldin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika dihadapkan dengan MEA Task, kelompok tersebut menunjukkan berbagai Engagement Structure yang mengarahkan mereka untuk sukses dalam penyelesaian tugas MEA. Dalam penelitian ini juga ditemukan adanya Engagement Structure baru yaitu Together we can yang memicu aktivasi Engagement Structure pada mahasiswa yang pasif sehingga menjadi aktif dalam diskusi kelas. Hasil penelitian ini memberikan overview tentang setting aktivitas diskusi kelompok untuk menyelesaikan permasalahan matematika yang produktif dengan dimediasi teknologi.
DEVELOPMENT OF NUMERACY LITERACY MODULE ON MEASUREMENT MATERIAL IN ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL Muhammad Ilman Nafi'an
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v9i1.3551

Abstract

This study aims to develop a design and test the feasibility of numeracy literacy modules, as well as see the response of students. Modules are important in the learning process but teachers still convey concepts orally, limited reading books, inadequate learning resources so that students' numeracy literacy skills are low.  This research involved 29 students of class III PKBM Quins Tulungagung for the trial. The type of research and development in this study is using Research and Development (RD) with the ADDIE model (Analyze, Design¸ Develop, Implement, and Evaluate). The instruments in this study were interviews, observations, documentation, questionnaires assessed by material experts and teaching material experts, and student response questionnaires. The results showed that (1) the validation results showed that the learning module was feasible to use in the learning process with an average score of 3.7 and 3.8. (2) the results of the initial field trial showed that the learning module was feasible to use in the learning process with an average score of 1.97 while the results of the operational field trial showed that the learning module was feasible to use in the learning process with an average score of 1.92. For this reason, future researchers can develop numeracy literacy modules for other material concepts and conduct wider trials.