cover
Contact Name
Novita Eka Muliawati
Contact Email
novita@stkippgritulungagung.ac.id
Phone
+6282232308788
Journal Mail Official
novita@stkippgritulungagung.ac.id
Editorial Address
STKIP PGRI Tulungagung Jl. Mayor Sujadi Timur No. 7 Plosokandang, Tulungagung, Jawa Timur, Kode Pos 66221
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika)
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24607800     EISSN : 25803263     DOI : 29100
Core Subject : Education,
JP2M is stands for Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika. JP2M is a high quality open access peer reviewed research journal that is published by Mathematics Education Department of STKIP PGRI Tulungagung. JP2M disseminates new research results in all areas of mathematics, mathematics education and their applications in learning by researchers, academicians, professional, practitioners and students from all over the world. Start from this year (September 2015), this journal will be published two times a year, in March and September.
Articles 359 Documents
Pelatihan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Menyusun Kisi dan Soal Hots Yuastutik, Ida
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v8i1.2371

Abstract

This school action study aims to improve teacher skills in compiling grids and questions at level 3 (based on HOTS). The results of the analysis of academic supervision in 2019 showed that 60% of the teachers in the cluster did not understand well the grid arrangement and level 3 questions to solve problems at school through training with the discovery learning model to be able to manage grids and questions. The research design is School Action Research (PTS). Increased teacher activity in observing the six stages of discovery learning, namely: a) Stage 1 Stimulation; b) Phase 2 Problem Formulation 3 Data Collection; d) Data Processing Stage 4 e) Stage 5 Verification; and f) Stage 6 Generalization. As a result, teacher training activities have increased from cycle I to cycle II as much as 11.34 (11.34%), for the cognitive aspect of teachers who got an A grade as many as 6 teachers (25%), class B as many as 15 teachers (62.5% ), and class C as many as 3 teachers (12,5%). The conclusion is that the use of the Discovery Learning model training can improve teacher training activities and skills in compiling grids and level 3 questions (HOTS) independently.
Pengembangan media pembelajaran berbasis augmented reality pada materi bangun ruang Listiawan, Tomi; Hayuningrat, Silfia; Anwar, Mohammad Khoirul
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v8i2.3637

Abstract

Dalam memahami konsep bangun ruang visualisasi sangat diperlukan dalam menunjang kegiatan guru dalam menyampaikan informasi terkait materi yang disampaikan. Seiring berjalannya waktu teknologi terus berkembang dan banyak trobosan media pembelajaran. Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan benda virtual dan benda nyata secara Realtime. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan proses dan hasil pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada materi bangun ruang untuk siswa SMK kelas XI Teknik Komputer Jaringan SMK Negeri 1 Kras. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and development) dengan menggunakan metode ADDIE. Langkah dalam penelitian ini adalah tahap Analisis, Desain, Development, Implementation, Evaluation. Untuk melakukan uji kelayakan dilakukan validasi ahli media, ahli materi, praktisi guru, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran bangun ruang berbasis Augmented Reality berdasarkan tabel penilain dapat dikategorikan sangat baik. Hal ini berdasarkan penilaian ahli media keseluruhan aspek mendapat perolehan nilai oleh ahli media 82,66%, oleh ahli materi 80%, praktisi pembelajaran 88%, uji kelompok kecil 83%, dan uji kelompok besar 86%, jika dirata-rata maka akan diperoleh hail presentase 84,93%, sehingga media berada pada kategori sangat baik untuk dijadikan media pembelajaran matematika. Dari pengujian tersebut dapat di simpulkan bahwa Pengembangan Media Pembelajaran berbasis Augmented Reality pada materi bangun ruang ini dapat digunakan guru sebagai inovasi media pembelajaran matematika untuk siswa SMA/SMK Kelas XI
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berupa Game Edukasi Berbasis Android Berbantu Software Construct 2 Rizki Armanto; Netriwati Netriwati; Rizki Wahyu Yunian Putra; Riyama Ambarwati
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v8i1.2427

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sebuah media pembelajaran berupa game edukasi berbasis android berbantu software construct 2 pada materi peluang yang digunakan pada  peserta didik kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP). Metode penelititian yang digunakan adalah RD  (research and development) dengan model pengembangan ADDIE yaitu: (1) analysis (Analisis), meliputi: analisis kebutuhan, analisis karakteristik siswa, dan analisis kurikulum, (2) design (Perencanaan), meliputi : pembuatan prototipe, menentukan materi, membuat instrumen, (3) development (Pengembangan), meliputi : pengembangan produk, validasi ahli materi, dan ahli media, (4) implementation (Implementasi), meliputi : uji coba media pada peserta didik, memberikan angket respon, (5) evaluation (Evaluasi). Berdasarkan penilaian yang diberikan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa desain pembelajaran matematika tingkat SMP dengan software Construct 2 berbasis android memperoleh nilai dari ahli materi  yaitu persentase rata-rata sebesar 89% dengan kriteria “sangat layak ,dan ahli media 75% dengan kriteria “layak”. Adapun hasil penelitian respon peserta didik di SMP Amal Bakti dengan uji coba kelompok kecil mendapatkan persentase sebesar 88% dengan kriteria “sangat menarik” dan uji coba kelompok besar mendapatkan persentse 95% dengan kriteria “sangat menarik”. Sedangkan uji coba di SMP Negeri 3 Jati Agung pada kelompok kecil mendapatkan persentase 90% dengan kriteria “sangat menarik”, dan pada uji coba kelompok besar mendapatkan persentase 89% dengan kriteria “sangat menarik” sehingga produk yang dikembangkan bisa dikategorikan sangat layak dan sudah memenuhi kualifikasi valid untuk digunakan dalam melakukan pembelajaran matematika. Kata Kunci: Construct 2, Game Edukasi, Android, Media pembelajaran.
Efektifitas Penggunaan Goole Classroom pada Mata Pelajaran Matematika di Tinjau dari Motivasi Belajar Siswa Farida Kusumaningrum
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2245

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pembelajaran daring menggunakan google classroom terhadap motivasi belajar siswa selama pandemic covid-19 di kelas X TKR SMK Muhammadiya Semin. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil pengisian angket dan wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKR SMK Muhammadiyah Semin. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi data.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada tingkat motivasi belajar siswa masuk kedalam kategori sedang. Presentase motivasi belajar siswa masuk kedalam kategori sedang. Dengan presentase pada tiap indikatornya yaitu: Ketekunan dalam belajar (67,30%) termasuk kategori cukup. Ketekunan dalam mengerjakan tugas (60,57%) termasuk kategori cukup. Ulet dalam menghadapi kesulitan (75,96%) termasuk kategori cukup. Senang bekerja mandiri (70,19%) termasuk kategori cukup. Senang mencari dan memecahkan jawaban soal matematika (55,28%) termasuk kategori kurang baik. Adanya hasrat dan keinginan berhasil (71,47%) termasuk kategori cukup. Dapat mempertahankan keyakinannya (71,15%) termasuk kategori cukup. Menunjukkan minat (55,44%) termasuk kategori kurang baik. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar (67,30%) termasuk kategori cukup.Guru diharapkan lebih meningkatkan kembali kekreativitasnya dalam pembelajaran daring agar siswa menjadi lebih tertarik dan juga berminat dalam mengikuti pembelajaran daring.Kata Kunci: Efektifitas, Google Classroom, Motivasi belajar, Pembelajaran daring, Matematika
Kemampuan numerasi ditinjau dari rasa ingin tahu terhadap matematika pada siswa SMK Cahyani, Cielo Dewi; Suyitno, Amin; Zaenuri, Zaenuri
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v8i2.2972

Abstract

Numerasi penting bagi siswa SMK karena kemampuan numerasi seringkali diterapkan ketika mereka memasuki dunia kerja. Peneliti berasumsi bahwa numerasi dapat ditingkatkan dengan cara menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap matematika. Artikel ini ditulis dengan tujuan yaitu: (1) menunjukkan bahwa rasa ingin tahu terhadap matematika berpengaruh signifikan terhadap kemampuan numerasi siswa, dan (2) mengetahui bagaimana menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap matematika guna meningkatkan kemampuan numerasi. Metode yang digunakan yaitu mixed method. Penelitian dianalisis secara kuantitatif dengan uji regresi sederhana dan uji paired-samples t test. Analisis selanjutnya yaitu kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) rasa ingin tahu terhadap matematika berpengaruh signifikan terhadap kemampuan numerasi siswa, dan (2) untuk meningkatkan kemampuan numerasi dapat diupayakan dengan menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap matematika, yaitu dengan cara: memberikan motivasi kepada siswa sebelum memulai pembelajaran, memberikan pertanyaan yang mendorong siswa agar siswa mampu memunculkan pertanyaan-pertanyaan lainnya, dan memberikan latihan soal secara rutin agar siswa terbiasa dalam mengerjakan soal yang dapat meningkatkan kemampuan numerasinya.
Kemampuan Metakognitif dan Berpikir Kreatif Matematis pada Model Pembelajaran SIMAS ERIC Sari, Meria; Anggoro, Bambang Sri; Suherman, Suherman
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v8i1.2386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SIMAS ERIC terhadap kemampuan metakognitif dan berpikir kreatif matematis peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Quasy Ekperimental design dengan rancangan penelitian menggunakan rancangan Posttest only control group design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes kemampuan metakognitif dan berpikir kreatif matematis pada materi matriks. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji One Way Manova. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa (1) Terdapat perbedaan kemampuan metakognitif dan berpikir kreatif matematis secara bersama-sama antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran SIMAS ERIC dan yang mengikuti model pembelajaran ceramah, (2) Kemampuan metakognitif peserta didik yang mengikuti model pembelajaran SIMAS ERIC lebih baik daripada peserta didik yang mengikuti model pembelajaran ceramah, dan (3) Kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik yang mengikuti model pembelajaran SIMAS ERIC lebih baik daripada peserta didik yang mengikuti model pembelajaran ceramah. Peneliti mengharapakan bahwa pada penelitian selanjutnya yang menggunakan model pembelajaran SIMAS ERIC (Skimming, Mind mapping, Questioning, Exploring, Writing and Communicating), hendaknya menggabungkan model pembelajaran SIMAS ERIC dengan pendekatan pembelajaran untuk mengukur kemampuan peserta didik lainnya agar proses pembelajaran dapat lebih efektif.
Model Pembelajaran DMR: Dampaknya Terhadap Literasi Matematis dan Sikap Peduli Lingkungan Siswa SMP Rantauni, Rizki Akbar; Anggoro, Bambang Sri; Suherman, Suherman
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v8i1.2503

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi model pembelajaran yang digunakan pendidik selama proses pembelajaran bersifat monoton. Hal ini menyebabkan pemahaman literasi matematis siswa belum maksimal. untuk mengetahui pengaruh literasi matematis antara siswa yang diberi model pembelajaran Diskursus Multi Representasi (DMR) dengan yang diberikan model pembelajaran ekspositori pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Jati Agung, Pengaruh literasi matematis antara kategori sikap peduli lingkungan tinggi, sedang, rendah pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Jati Agung, Interaksi antara model pembelajaran dengan kategori sikap peduli lingkungan dengan literasi matematis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII. Dalam penelitian ini, pengambilan sampel acak digabungkan dengan clustering random sampling, dan sampel penelitian dipilih melalui undian. Peneliti memetakan semua kelas, kelas pertama digunakan sebagai kelas eksperimen, yaitu kelas dengan model pembelajaran DMR. Selain itu, kelas kedua digunakan sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model ekspositori. Peneliti kemudian memutuskan menjadikan kelas VIII A sebagai kelas Eksperimen dan VIII B sebagai kelas Ekspositori (konvensional) Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes pada materi pola bilangan untuk mengukur literasi matematis dan untuk mengukur sikap peduli lingkungan menggunakan angket. Teknik analisis yang digunakan adalah uji ANAVA dua jalan. Hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa (1) Terdapat pengaruh antara siswa yang memperoleh model pembelajaran DMR terhadap kemampuan literasi matematis. (2) tidak terdapat pengaruh sikap peruli lingkungan tinggi, sedang, rendah terhadap kemampuan literasi matematis. (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran DMR dan sikap peduli lingkungan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis.
Perbedaan Hasil Belajar Model Pembelajaran Problem Posing dan Question Student Have pada Kelas IX Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Sis Kanti; Yuniar Ika Putri Pranyata
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2256

Abstract

Whether or not there are differences in learning outcomes using the Problem Posing and Question Student Have (QSH) learning models for class IX students at MTs Nurul Mubtadiin is the goal of this study. The quantitative method used in this research is a quasi- experimental type. All students of class IX MTs Nurul Mubtadiin for the academic year 2020/2021 were used as the population in this study. Purposive sampling method was used for sampling and then the experimental class 1 was selected, namely class IX-1 and class IX- 2 was selected as experimental class 2 in this study. Researchers used tests to obtain data. The test goes through the instrument test phase which consists of a validity test and a reliability test before being used. Normality test, homogeneity test, and hypothesis testing (Independent Sample T-Test) are the stages that are passed in analyzing the data in this study. It is known that there are differences in learning outcomes with the treatment of the Problem Posing and Question Student Have (QSH) models for class IX students at MTs Nurul Mubtadiin on the results of the study. In the hypothesis test conducted with the (Independent Sample T-Test) when testing the hypothesis by obtaining a significance value, which shows the number. In the experimental class 1 and 2, it was found that there was a difference in the average value. The experimental class 1 obtained an average score while the average value was obtained by the experimental class 2. So that it can be said, when compared to the Question Student Have (QSH) model, the Problem Posing model is a better model.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Teorema Pythagoras SMP Berdasarkan Kriteria Watson Kamilah, Adifa Shafa; Pujiastuti, Heni
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v8i2.2989

Abstract

Tinjauan ini bertujuan untuk menyelidiki kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan cerita pada materi teorema pythagoras di jenjang SMP didasarkan sepenuhnya pada kriteria Watson. Tinjauan ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif yang mengikutsertakan 23 siswa kelas VIII (8) SMPIT Tunas Harapan Ilahi, kota Tangerang, Banten sebagai subjek peneltian. Data yang akan diselidiki berasal dari tes berbentuk naratif atau soal cerita yang diselesaikan oleh siswa dan wawancara. Hasil penelitian memperlihatkan 22 siswa melakukan kesalahan yang bervariasi. Tipe kesalahan terbanyak dilakukan sang peserta didik adalah kesimpulan hilang atau ommited conclusion (OC), sedangkan tipe kesalahan yang jarang dibuat oleh siswa adalah jenis kesalahan prosedur tidak tepat atau inappropriate procedure (IP), data hilang atau ommited data (OD), dan manipulasi tidak langsung atau undirected manipulation (UM). Beberapa faktor penyebab kesalahan yang dibuat oleh siswa meliputi: (1) ketidaktelitian ketika membaca soal berbentuk naratif atau cerita; (2) tidak teliti dalam pengerjaan permasalahan matematis; (3) tidak sering mengadaptasi kebiasaan menuliskan kesimpulan; (4) waktu yang terbatas; (5) ketidakpercayaan diri (self-confidence) terhadap jawabannya; (5) dan memiliki pikiran atau masalah lain sehingga mengganggu aktifitas pengerjaan soal.
Pengembangan Modul Pembelajaran MatematikaMateri Peluang Bernuansa Islami Tingkat SMP Dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) saputra, aan
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v8i1.2391

Abstract

Abstrak:Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk membantu peserta didik dalam memahami pembelajaran matematematika khususnya materi bangun datar dengan berbantuan sebuah produk berbentuk modul materi peluang yang dintegrasikan nuansa islami dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Metode yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalahReseach and Development (RD) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara, angket validasi dan angket respon peserta didik. Proses analisis data dengan angket validasi mendapatkan kriteria layakoleh ahli materi dan agama sedangkan ahli materi mendapatkan kriteria sangat layak, bedasarkan agket respon peserta didik didapatkan kriteria sangat menarik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran matematika materi peluang yang teritegrasi nuansa islami dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dinyatakan layak dan menarik untuk digunakan.Kata Kunci:Peluang, Realistic Mathematics Education (RME), IslamiAbstract:This research and development aims to assist students in understanding mathematics learning, especially the flat shape material with the help of a product in the form of an opportunity material module that is integrated with Islamic nuances with a Realistic Mathematics Education (RME) approach. The method used in this research and development is Research and Development (RD) with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model. Data collection was carried out through the interview process, validation questionnaires and student response questionnaires. The process of data analysis with a validation questionnaire obtained the "appropriate" criteria by material and religious experts while the material expert obtained the "very feasible" criteria, based on the student response questionnaire the criteria were "very interesting". Therefore, it can be concluded that the mathematics learning module of opportunity material which is integrated with Islamic nuances with the Realistic Mathematics Education (RME) approach is declared feasible and interesting to use.Keywords:Probability, Realistic Mathematics Education (RME), Islamic