cover
Contact Name
Jurnal Sasindo Unpam
Contact Email
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Jalan Raya Puspiptek, Buaran, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sasindo Unpam
Published by Universitas Pamulang
Core Subject : Education,
Jurnal Sasindo Unpam merupakan media publikasi penelitian dan kajian pemikiran bidang Sastra, Linguistik, dan kegiatan lainnya yang relevan. Diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia Universitas Pamulang
Articles 181 Documents
STRUKTURALISME DALAM KUMPULAN CERPEN NASIB SEORANG PENEBANG KAYU DAN KISAHB LAINNYA KARYA SOESILO TOER Velayati Khairiah Akbar
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 8, No 2 (2020): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v8i2.1-16

Abstract

Berbicara mengenai sosial dalam sebuah karya sastra tentu juga memiliki nilai sosial yang tinggi pula. Berbicara mengenai karya tentu ada pengarang yang tentunya memiliki latar sosial juga. Karya dan soial memang sangat dekat, seperti penelitian ini yang membahas keterkaitan pengarang dengan karyanya melalui tinjauan sosiologi pengarang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik yang ada dalam kumpulan cerpen Nasib Seorang Penebang Kayu Dan Kisah Lainnya karya Soesilo Toer. (2) Mendeskripsikan unsur ekstrinsik yang berkaitan dengan kumpulan cerpen NSPKDKL. (3) Melakukan analisis dan pengelompokan data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kesimpulan dalam penelitian ini ialah unsur-unsur yang terdapat dalam kumpulan cerpen sangat mencerminkan antara pengalaman dan kehidupan pengarang. Banyak pengetahuan yang disampaikan melalui kisah-kisah inspiratif di setiap cerpennya. Menonjolkan latar belakang dan itegritasnya dalam berkarya mengindikasikan sktrukturalisme antara karya dan kehidupan pengarang merupakan orang yang aktif di masyarakat maupun di dunia kepenulisan, terlebih dalam aksi sosial.
METAFORA KONSEPTUAL HIDUP ADALAH PERJALANAN DALAM TETRALOGI LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA Merry Lapasau; Sulis Setiawati; Apriani Riyanti
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 9, No 1 (2021): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v9i1.60-71

Abstract

Setiap budaya memahami hidup dengan caranya sendiri dan setiap bahasa mempunyai cara tersendiri dalam mengungkapkan makna hidup secara metaforis. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan metafora konseptual kehidupan adalah perjalanan dalam Tetralogi Laskar Pelangi (selanjutnya ditulis TLP) karya Andrea Hirata. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan kerangka teoretis conceptual metaphor theory (CMT) dari Lakoff & Johnson (1980/2003) dalam ranah kognitif linguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora konseptual kehidupan adalah perjalanan dalam TLP mempunyai domain sumber sebagai berikut: 1) arah hidup, 2) haluan hidup, 3) ekspedisi hidup, 4) jembatan, 5) labirin, 6) orientasi hidup, 7) tiket, dan 8) siklus. Dalam teori metafora kognitiv, analisis metafora memberikan jawaban atas pertanyaan tentang bagaimana kita membangun dunia dari pola-pola yang kita kenal. Melalui analisis metafora konseptual kehidupan adalah perjalanan, kita dapat memahami bagaimana masyarakat Melayu memaknai hidup seperti yang tertuang dalam TLP melalui karya Andrea Hirata, yaitu hidup haruslah dijalani sesuai dengan arah yang tepat, orientasi dan haluan yang benar, penuh petualangan (ekspedisi), berliku-liku (labirin, siklus) dan tidak selalu mudah (melalui jembatan, membeli tiket). Walaupun hidup tidak selalu mudah namun harus dijalani dengan sebaik-baiknya dengan berpedoman pada arahan yang tepat yang berlaku di masyarakat, hidup harus menghormati orangtua dan mengambil contoh dari perilaku baik orangtua, dan kita harus senantiasa berusaha hidup lebih baik dengan cara senantiasa memperbaiki diri sendiri.Kata kunci: Metafora Konseptual hidup adalah perjalanan, CMT, Tetralogi Laskar Pelangi, Andrea Hirata 
ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGI DALAM ARTIKEL PENDIDIKAN SURAT KABAR ONLINE DI ERA NEW NORMAL 2020 Nurlaely Aulia; Nori Anggraini
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 8, No 2 (2020): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v8i2.56-69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan morfologi yang terdapat pada artikel surat kabar online bertema pendidikan di era new normal 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis isi untuk menganalisis kesalahan morfologi. Sumber data yang digunakan sebagai objek analisis menggunakan lima sumber data yaitu lima teks artikel berita yang diunduh tanggal 10 Juni 2020. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data sekunder berupa referensi dan objek penelitian dari surat kabar online. Hasil analisis dari artikel pertama dari surat kabar online Pasundan Ekspres “Adaptasi Pendidikan di Era New Normal” mendominasi kesalahan pada penggunaan afiksasi partikel prefosisi “di” yang berjumlah tiga kesalahan. Hasil analisis surat kabar online Jurnaba “Dunia Pendidikan di Era New Normal Life” mendominasi kesalahan pada penggunaan kata seasal yang tidak sesuai dengan bentuk bakunya berjumlah dua kesalahan. Hasil analisis surat kabar online Kependudukan Lipi “Evaluasi Pemerintah, Penentu Kebijakan Pendidikan di Era New Normal” mendominasi kesalahan afiksasi partikel preposisi berjumlah dua dan kesalahan bentuk seasal berjumlah satu  hasil analisis surat kabar onine Tribun News “Tak Ingin Sekolah Jadi Klaster Baru, Jokowi Masih Godok Penerapan New Normal Sektor Pendidikan” mendominasi kesalahan reduplikasi berjumlah satu. Hasil analisis surat kabar online Detik Manado “Wajah Pendidikan di Era New Normal” hanya terdapat kesalahan prefikasi dan sufiksasi berjumlah satu, untuk kesalahan dalam prefiks berjumlah satu. 
KEKERASAN REZIM ORDE LAMA TERHADAP SENIMAN DALAM ANTOLOGI PUIS TIRANI DAN BENTENG KARYA TAUFIQ ISMAIL Ulfah Julianti; Royihanul Jannah
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 9, No 1 (2021): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v9i1.1-10

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah antologi puisi Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail. Beberapa puisi digunakan dari Antologi puisi Tirani dan Benteng yang diperoleh dengan menggunakan teknik dasar berupa membaca antologi puisi dalam hal pengumpulan data, menentukan data tertulis, memindahkan data tersebut kedalam catatan, mengumpulkan sumber data pustaka dan membaca sumber data pustaka. Berdasarkan penelitian di atas maka penulis menyimpulkan kekerasan rezim orde lama dalam antologi puisi Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail terdapat: (1) Puisi berjudul Catatan Tahun 1965, (2) Pidato Ricarda Huch di Depan Kongres Pengarang Jerman, Seusai Perang Dunia, (3) Pagi Terakhir di Sebuah Losmen di Jalan Gerdjen, (4) Yell, (5) Horison, dan (6) Rendez-vous. Faktor Penyebab Lahirnya Antologi Puisi “Tirani dan benteng” Karya Taufiq Ismail diantaranya: (1) Sikap Kritis Taufiq Ismail atas Berkuasanya Rezim Orde Lama (Rezim Soekarno), (2) Taufiq Ismail merespon Sikap LEKRA yang bergabung dengan pemerintahan Orde Lama, (3) Menggambarkan keadaan masyarakat Indonesia pada masa Rezim Orde Lama, (4) Bentuk kegelisahan Taufiq Ismail ketika terjadi inflasi pada tahun 1965.
INTERFERENSI DAN INTEGRASI PADA TUTURAN SANTRIWATI PONPES MODERN AL-GHOZALI Aini Syifa; Tri Pujiati
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 8, No 2 (2020): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v8i2.40-55

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat interferensi dan integrasi pada tuturan santriwati Ponpes Modern Al-Ghozali di Gunungsindur Bogor. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Data diambil dari tuturan santriwati. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat bentuk interferensi fonologis sebanyak 12 data, interferensi morfologis sebanyak 6 data, interferensi sintaksis sebanyak 12 data, dan interferensi semantis sebanyak 3 data. (2) terdapat bentuk integrasi audial sebanyak 7 data, integrasi visual sebanyak 5 data, integrasi penerjemahan langsung sebanyak 4 data, integrasi penerjemahan konsep sebanyak 4 data.
PROBLEMATIKA HARI PUISI DI INDONESIA Washadi Washadi
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 9, No 1 (2021): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v9i1.72-80

Abstract

UNESCO telah menetapkan Hari Puisi Dunia pada tanggal 21 Maret, tidak sama dengan tanggal yang ditetapkan kebanyakan negara-negara Eropa, yaitu tanggal 15 Oktober, berdasarkan tanggal lahir Publius Vergilius Maro atau yang biasa dikenal dengan Virgil. Di Indonesia, Hari Puisi diperingati pada tanggal 26 Juli dan 28 April merujuk pada hari kelahiran dan kematian Chairil Anwar. Penulis tertaik dengan dua tanggal tersebut karena dalam perkembangannya menimbulkan problematika. Dalam kajian pustaka, Penulis mencari referensi dan sumber-sumber ilmiah berkaitan dengan Hari Puisi. Hasil penelitian ini diharapkan agar problematika Hari Puisi di Indonesia segera terselesaikan demi kepentingan bersama, baik penyair, pemerhati puisi, maupun penikmat puisi, dan seluruh bangsa Indonesia pada umumnya.Kata kunci: Hari, Puisi, Indonesia, Nasional
PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA DINI USIA 3 DAN 4 TAHUN DI BIMBA AIUEO PERMATA PAMULANG Rai Bagus Triadi; Dewi Ainur Rokhmah
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 8, No 2 (2020): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v8i2.70-78

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pemerolehan bahasa pada anak usia dini yang diakibatkan banyak faktor, antara lain seperti stimulus respon, kognitif dan lingkungan anak tersebut berkembang. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan pemerolehan bahasa pada anak usia dini di BIMBA AIUEO Permata Pamulang pada tataran fonologi yang meliputi pemerolehan fonem vokoid, fonem kontoid, diftong dan kluster dari tutur kata yang dilafalkan oleh subjek penelitian ; (2) mendeskripsikan pemerolehan bahasa pada anak usia dini di BIMBA AIUEO Permata Pamulang pada tuturan sintaksis yang meliputi perhitungan pemerolehan kalimat melalui MLU. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah tuturan yang dihasilkan dari anak usia 52 bulan dan 46 bulan di sekolah BIMBA AIUEO Permata Pamulang, Tangerang Selatan. Data yang diperoleh dari penelitian berdasarkan tataran fonologi dan sintaksis adalah 95 kata dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan catat lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian 1 telah menguasai fonem /a/, /i/, /u/, /U/, /e/, /ɛ/, /o/ dan /ə/ yang letaknya terdapat pada awal, tengah, dan akhir kata. Subjek penelitian 2 telah menguasai fonem /a/, /i/, /u/, /U/, /e/, /ɛ/, /o/ dan /ə/ yang letaknya terdapat pada awal, tengah, dan akhir. Bunyi konsonan yang telah dikuasai yaitu /b/, /c/, /d/, /h/, /j/, /k/, /m/, /n/, /p/, /q/, /t/, /w/, /y/, subjek 1 telah mampu menguasai konsonan tersebut yang letaknya berada di awal, tengah dan akhir kata. Subjek 2 menguasai bunyi pada konsonan /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /s/, /t/, /w/, /y/, yang letaknya pada awal, tengah, dan akhir kata. Sementara itu, diftong yang mampu dilafalkan oleh subjek 1 yaitu /ay/ dan subjek 2 mampu melafalkan diftong /ay/. Pada subjek 1 telah mampu melafalkan /tr/  dan subjek 2 mampu melafalkan /pr/.  Sementara itu pada tataran sintaksis dihasilkan perhitungan MLU pada subjek 1 yaitu 3,7 sehingga pada tataran sintaksis subjek penelitian yang berusia 46 bulan dapat dinyatakan baik. Subjek 2 dengan hasil perhitungan mendapatkan rata-rata panjang tuturan 5,2 tataran sintaksis subjek penelitian yang berusia 46 bulan dapat dinyatakan baik.   
PRONOMINA PADA KARANGAN CERITA FANTASI SISWA Hikmah Nur Azizah; Hilda Hilaliyah; Memmy Dwi Jayanti
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 9, No 1 (2021): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v9i1.11-23

Abstract

Abstract This study aims to analyze the use of types of pronouns in fantasy story compositions of seventh grade students of SMP Harjamukti Depok. This type of research is descriptive qualitative. The data collection technique used was note reading technique. Analysis of the data used the split and match methods. The results of this study indicate that the use of personal prounouns is more dominant than other pronouns. This is because the personal pronouns has the potential and plays a role in developing essays that tell humans as characters, especially in fantasy stories. Keywords: Pronouns, fantasy stories, student essays. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penggunaan pronomina pada karangan cerita fantasi siswa kelas VII SMP Harjamukti Depok. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif sehingga bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Sumber data yang digunakan adalah karangan cerita fantasi siswa kelas VII SMP Harjamukti Depok sebagai acuan analisis serta berbagai buku dan artikel sebagai sumber data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pronomina persona lebih dominan dibanding pronomina lainnya sebab pronomina ini berperan dalam mengembangkan karangan yang menarasikan manusia sebagai tokohnya. Kata Kunci: Pronomina, cerita fantasi, karangan siswa. 
Kajian Semiotika Bartes Cerpen Putik Safron di Sayap Izrail Karya Akmal Nasery Basral Natalia Endah Hapsari
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 9, No 1 (2021): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v9i1.44-59

Abstract

Pandemi Covid 19 berpengaruh pada karya-karya sastra yang dihasilkan oleh para penulis atau sastrawan di Indonesia. Penelitian ini berfokus untuk meneliti karya sastra dalam bentuk cerita pendek atau cerpen Putik Safron di Sayap Izrail karya Akmal Nasery Basral yang terbit di Harian Republika pada tanggal 17 Mei 2020. Cerpen ini dianalisis dengan menggunakan metode semiotika Roland Barthes. Dalam prosedur pengumpulan data langkah-langkah yang dilakukan adalah melakukan pembacaan  terhadap  cerpen  serta studi  pustaka. Setelah itu peneliti akan memecah teks ke dalam  beberapa leksia yang selanjutnya leksia-leksia akan dikelompokkan dalam lima macam kode pembacaan yaitu kode hermeneutik, kode semik, kode simbolik, kode proaeretik, dan kode kultural atau referensi.Dari hasil penelitian diketahui cerpen ini memiliki 67 leksia dan diperoleh kesimpulan bahwa cerpen ini mengangkat isu kesehatan yang saat ini melanda seluruh dunia serta hadir pula penggambaran tentang kedaruratan penyakit tersebut yang menimbulkan kecemasan sosial yang berujung pada kematian.Kata kunci: cerpen, cerita, leksia, pandemi, semiotika
Study of The Meaning of Lelaki, Bujang and Bujangan Words in the Utilisation of Indonesian Corpus Librilianti Kurnia Yuki
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 9, No 1 (2021): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v9i1.81-93

Abstract

This study aims to examine the meaning of the words man, single, and bachelors in the use of the Indonesian language corpus and how the semantic and pragmatic meanings of the use of the words male, single, and bachelor are seen from their collocation. The method used in this research is descriptive qualitative. Data were collected using Leipzig corpora and word sketch engine of the linguistic corpus for Indonesian. The word male appeared 69,907 times, the word single appeared 1,473 times, and the word bachelor appeared 69,907 times. The researcher uses discourse analysis for the word male, which can be used according to the meaning of the word/semantics. In a colocation sense, it turns out that men have the equivalent of nine words, while bachelors have a colocation with ten words and bachelors have a colocation with thirteen words.  

Page 10 of 19 | Total Record : 181