Articles
190 Documents
PENGARUH WAKTU KERJA EFEKTIF TERHADAP KINERJA PEMBONGKARAN MUATAN CURAH DARI KAPAL PADA TERMINAL KHUSUS PT. KRAKATAU BANDAR SAMUDERA DI PELABUHAN CIGADING, BANTEN
Dadang Suyadi S;
Jasief S. Putrahardja;
Rizky Ichwan
LOGISTIK Vol 3 No 2 (2010): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu kerja efektif (effective time) terhadap kinerja bongkar muatan curah dari kapal dilaksanakan di PT. Krakatau Bandar Samudera. Dalam penulisan ini diuraikan kegiatan di bagian Down Stream Departemen Jasa Pelabuhan. Metode yang digunakan adalah metode kepustakaan, dan untuk pengolahan data menggunakan metode observasi lapangan langsung dan dokumentasi data kegiatan perusahaan serta interview dengan nara sumber yang dapat memberikan informasi secara jelas. Kelancaran serta kecepatan kegiatan pembongkaran muatan curah dari kapal di pelabuhan merupakan pelayanan yang harus diberikan kepada pemakai jasa pelabuhan. Dalam kegiatan pembongkaran waktu yang ada harus bisa dioptmalkan karena akan mempengaruhi lamanya kapal tersebut sandar di dermaga. Dalam hal ini, banyak faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bongkar di pelabuhan tersebut. Salah satunya adalah waktu kerja efektif (effective time), semakin efisien waktu kerja efektif (effective time) maka kinerja dari kegiatan pembongkaran tersebut semakin efektif. Sehingga waktu kerja efektif (effective time) memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam kegiatan pembongkaran ataupun pemuatan. Dari hasil observasi di lapangan dan hasil analisis data yang pengolahannya menggunakan persamaan regressi linear sederhana, penulis mendapati bahwa korelasi antara waktu kerja efektif (effective time) dan kinerja bongkar muatan curah dari kapal memang ada dan hubungannya kuat (r=0,7365). Adapun pengaruh waktu kerja efektif terhadap kinerja bongkar cukup signifikan (r2 = 0,5424 yaitu Koefisien Determinasi = 0,5424). Hal ini berarti sumbangan waktu kerja efektif (effective time) sebesar 54,24% terhadap variasi naik turunnya kinerja bongkar muatan curah dari kapal. Hal ini menunjukan bahwa waktu kerja efektif (effective time) berpengaruh cukup signifikan terhadap kinerja bongkar muatan curah dari kapal.
PERAN AWAK KAPAL PANDU DI PELABUHAN INDONESIA PT (PERSERO) II CABANG TANJUNG PRIOK
adhi purnomo;
Vivian Karim Ladesi;
Setya Triatmaja
LOGISTIK Vol 3 No 2 (2010): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Divisi Kepanduan adalah Divisi yang terdapat pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, yang mempunyai tugas utama yaitu menyediakan jasa pemanduan kapal dan menyediakan sarana bantu pemanduan, pemanduan kapal tidak terlepas oleh peranan penting awak kapal pandu yang mempunyai tugas dan fungsi untuk memberi pengetahuan kepada nahkoda kapal dalam hal olah gerak kapal diwilayah perairan pelabuhan demi terciptanya keselamatan dan kelancaran. Laporan ini bertujuan untuk mengetahui peran dari awak kapal pandu dalam rangka mengoptimalkan tugas, fungsi serta kinerja dari para awak kapal pandu. Metode penulisan yang dugunakan penulis adalah metode observasi, wawancara dengan petugas yang berwenang dan dengan melakukan peninjauan kepustakaan. Dalam kegiatannya, Pengawakan menemukan hal – hal yang dapat menghambat kesiapan kinerja para awak kapal yaitu terjadinya kekurangan awak kapal pandu. Hal yang harus dilakukan dalam meningkatkan peran awak kapal pandu adalah dengan menambah awak kapal, meningkatkan kinerja serta melakukan pelatihan untuk keterampilan. Dari permasalahan tersebut diatas, maka penulis memberian saran agar menambah SDM sebanyak 3 (Tiga) orang untuk awak kapal pandu dan memberikan pendidikan keterampilan sesuai dengan KM 70 dalam hal persyaratan keahlian dan ketrampilan pengawakan
UPAYA MEMPERTAHANKAN MOTIVASI KERJA PADA PROSES BONGKAR MUAT KENDARAAN DARI/KE KAPAL YANG DIAGENI OLEH PT. MITRA SAMUDERA JAYA LINES
Dadang Suyadi S;
Jasief Putrahardja;
Yolla Listia
LOGISTIK Vol 4 No 1 (2011): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kegiatan bongkar muat kendaraan (vechile) di kapal roro internasional yang ditangani oleh PT. Mitra Samudera Jaya Lines. Di dalam penulisan ini diuraikan kegiatan bongkar muat kendaraan. Metode yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini adalah metode kepustakaan, di dalam penulisan data penulis menggunakan Metode Wawancara, Metode Observasi Lapangan dan Metode kuesioner. Perusahaan pelayaran sebagai pengguna jasa Tanjung Priok Car Terminal mengharapkan agar kapalnya berada di Tanjung Priok Car Terminal dalam waktu yang singkat, hal ini dapat diwujudkan dengan kinerja bongkar muat, karena kinerja bongkar muat yang tinggi sangat mempengaruhi lamanya kapal berada di pelabuhan. Kecepatan serta kelancaran bongkar muat kendaraan di dalam Tanjung Priok Car Terminal sangat tergantung pada kinerja Sumber Daya Manusia (SDM), Fasilitas dan pelayanan pelabuhan itu sendiri. Banyaknya faktor yang mempengaruhi tingkat kinerja sumber daya manusia untuk menghasilkan hasil kinerja yang sesuai dengan target yang sudah ditetapkan oleh Tanjung Priok car Terminal sebanyak seratus lima puluh unit per jam. Dari hasil kuesioner yang telah disebar kepada lima puluh orang pengemudi dengan empat puluh satu pertanyaan maka diperoleh hasil bahwa target pencapaian sudah sangat baik, karena dari perusahaan bongkar muat Bandar Krida Jasindo sudah dapat melampaui target yaitu sebanyak seratus delapan puluh hingga dua ratus unit perjam.
MODEL SIMULASI KEGIATAN PEMBONGKARAN DAN DELIVERY PETIKEMAS IMPOR TERHADAP KAPASITAS LAPANGAN PENUMPUKAN PETIKEMAS IMPOR DENGAN SISTEM DINAMIK
winoto hadi;
Mahfud
LOGISTIK Vol 4 No 1 (2011): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemodelan yang tepat sehingga diketahui perilaku yang terjadi di lapangan penumpukan impor terminal petikemas PT. Mustika Alam Lestari dan juga untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi jumlah penumpukan container di lapangan penumpukan petikemas impor. Setiap kapal yang melaksanakan bongkar di terminal, terlebih dahulu muatan akan ditumpuk di lapangan penumpukan. Petikemas yang telah dibongkar dan ditumpuk di lapangan impor, telah dapat diambil oleh pemilik muatan (consignee). Pada proses penumpukan ini tentu akan mempengaruhi tingkat penggunaan lapangan penumpukan (Yard Occupancy Ratio). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model simulasi dengan sistem dinamik. Simulasi dilakukan dengan membuat model kegiatan pembongkaran dan pengiriman (delivery) petikemas di terminal dengan menggunakan software Powersim Constructor 2.5. Hasil simulasi menunjukkan adanya penyimpangan terhadap sistem nyata. Hal ini disebabkan adanya perbedaan jumlah petikemas 20 ft dan 40 ft. Dalam simulasi 20 ft menunjukkan nilai yang tetap terhadap jumlah pembongkaran, namun dalam sistem nyata menunjukkan nilai yang berubah-rubah (random). Hasil simulasi model sistem dinamis untuk tingkat penggunaan lapangan impor per harinya sebagai obyek penelitian, menunjukan bahwa tingkat penggunaan lapangan impor ini mengalami fluktuasi penumpukan yang kurang tajam seperti yang terlihat dalam grafik hasil simulasi, dengan penurunan tingkat penumpukan di lapangan impor adalah sebesar 1,13 % atau sekitar 21 petikemas per harinya
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS BONGKAR MUAT CONTAINER KAPAL KEAGENAN PT. MITRA SAMUDRA JAYA LINES DI JAKARTA INTERNASIONAL CONTAINER TERMINAL (JICT)
Henita Rahmayanti;
Achmad Tirtayadi
LOGISTIK Vol 4 No 1 (2011): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan produktivitas bongkar muat container di PT. JICT Tanjung Priok. Metode yang digunakan oleh penulis untuk menyusun tugas akhir ini adalah metode kepustakaan dan untuk pengolahan data penulis menggunakan metode observasi lapangan langsung dan dokumentasi data kegiatan perusahaan serta interview dengan narasumber yang dapat memberikan informasi secara jelas kepada penulis. Berdasarkan dari kegiatan produktivitas bongkar muat container di PT. Mustika Alam Lestari. Maka permasalahan yang dapat mempengaruhi kegiatan produktivitas bongkar muat container kapal keagenan PT. MSJL di dermaga PT. JICT antara lain; Lahan penumpukan yang terbatas dan kurang memadai di PT. Mustika Alam Lestari. Kelancaran dan keterhambatan kegiatan bongkar muat container dengan ketersediaan alat masih kurang dari PT. Mustika Alam Lestari dengan perbandingan satu unit QCC, dilayani dua RTGC dilapangan dan Head Truck / Chassis empat unit. Dari hasil observasi di lapangan maka penulis memberikan solusi atas permasalahan tersebut yaitu : Agar kegiatan produktivitas bongkar muat container di dermaga PT. MAL maka semua tempat, tat letak lokasi, lay out, stowage, plan hendaknya dilaksanakan sesuai rencana. Apabila terjadi keterlambatan head truck dan chassis melakukan manufer pada lahan yang terbatas, supaya disiapkan alat-alat mechanic yaitu forklip dengan kapasitas angkut 30 ton dan top loder. Dua unit RTGC, sepuluh unit Head Truck untuk mempercepat bongkar muat container terhadap lahan penumpukan yang terbatas dan kurang memadai agar penumpukan petikemas disusun vertical ke atas dengan tear yang maksimal atau optimal
OPTIMALISASI KEGIATAN STACKING DI LAPANGAN IMPOR YANG MEMPENGARUHI TRUCK ROUND TIME DALAM KEGIATAN DELIVERY DI TERMINAL PETI KEMAS KOJA
sumarno;
Santoso Sri Handoyo;
M. Luthfie
LOGISTIK Vol 4 No 1 (2011): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada dasarnya dalam kegiatan delivery, consignee menyerahkan SP2 (Surat Penyerahan Peti Kemas) di gate in, kemudian apabila tidak sesuai SP2 maka dikembalikan kepada consignee. Apabila sesuai maka dilakukan gate in transaction, kemudian consignee dapat segera menerima peti kemasnya sesuai lokasi penumpukan yang tertera di SP2, hal tersebut dimaksudkan agar consignee dapat dengan cepat mengeluarkan peti kemasnya dari lapangan penumpukan dan truk tidak perlu berlama-lama berada di dalam terminal peti kemas. Untuk menghasilkan optimalnya waktu yang cepat dibutuhkan pelayanan yang memadai. Tingkat pelayanan yang cepat sangat berpengaruh terhadap optimalnya waktu Truck Round Time dalam kegiatan delivery. Semakin cepatnya waktu Truck Round Time, maka semakin optimalnya proses kegiatan delivery, dan sebaliknya. Dari hasil pengamatan, penulis menemukan masalah yaitu salah satunya peti kemas yang akan diambil oleh consignee tidak berada di lokasi SP2 karena telah mengalami perubahan posisi yang tidak di perbaharui oleh petugas lapangan dan kurang maksimalnya alat dalam proses lift on sehingga berdampak pula dalam proses kegiatan delivery. Kesimpulan beberapa faktor dominan penyebab lamanya waktu yang dibutuhkan oleh consignee untuk mengambil peti kemasnya, yaitu kurangnya rasa disiplin dari petugas lapangan untuk memperbaharui posisi terbaru, sehingga lamanya proses delivery peti kemas impor. Selain itu penulis juga masukan beberapa saran kepada terminal atas faktor sulitnya mencari petikemas yang berdampak pada bertambahnya waktu Truck Round Time.
POTENSI PENGGUNAAN PARKIR OFF STREET DI DKI JAKARTA
winoto hadi;
Hendri Dunant Hamidi;
Anisah
LOGISTIK Vol 4 No 1 (2011): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengetahui titik-titik potensi yang dapat dijadikan tempat atau lahan parkir di wilayah DKI Jakarta. Tujuan parkir ini adalah merupakan salah satu alat pengendali lalu lintas dimana sebagai suatu sistem pembatasan kendaraan dan lalu lintas jalan yang dikelompokkan dalam satu tempat. Adapun parkir juga bisa mengganggu lali lintas jalan bila lokasinya berada pada lalu lintas yang tingkat kepadatannya tinggi sehingga perlu adanya pemindahan lokasi parkir ke suatu tempat yang tetep masih mendukung kegiatan kegiatan di sekitar lokasi parkir tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data-data antara lain; Pengumpulan Data Potensi Lokasi Park Off Street terbagi dua, yaitu data primer dan data sekunder, dimana data primer diambil langsung di lapangan melalui : Survey Inventarisasi Potensi Lokasi Parkir, Survey Geometrik Jalan, Survey Visualisasi, Survey Pendukung. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari instansi pemerintah daerah yang terkait dengan pengelolaan parkir seperti : Data potensi lokasi parkir di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Data lokasi dan kondisi parkir di wilayah DKI Jakarta.
EFISIENSI YARD OCCUPANCY RATIO (YOR) DI PT. INDONESIA KENDARAAN TERMINAL
Yusfita Chrisnawati;
Julia Rachmagiyanti Putri
LOGISTIK Vol 7 No 2 (2014): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan penggunaan lapangan penumpukan di PT. IKT. Berdasarkan hasil analisis data sekunder yang menunjukan YOR rata-rata tahun 2013 mencapai 70,25%. Solusi yang diperlukan adanya perluasan lahan lapangan penumpukan serta ketegasan pihak IKT terhadap pemilik barang yang menumpuk melebihi batas waktu yang ditentukan untuk segera mengeluarkan kargo.
KEGIATAN KAPAL KEAGENAN PT. SRIJAYA SEGARA UTAMA DALAM PROSES PORT CLEARANCE UNTUK PERCEPATAN KEGIATAN BONGKAR PELABUHAN TANJUNG PRIOK
Sungkono Ali;
Fandry H Sipahutar
LOGISTIK Vol 7 No 2 (2014): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam mengoprasikan kapal terdapat permasalahan yaitu pada proses kegiatan/aktivitas penanganan masuk dan keluar kapal dalam pelaksanaannya banyak ditemui hambatan-hambatan tersebut berupa dokumen atau sertifikat kapal tersebut. hambatan-hambatan tersebut berupa dokumen atau sertifikat kapal yang sudah habis masa berlakunya, informasi kedatangan kapal yang kurang akurat di terima oleh agen pelayaran mengakibatkan penetapan PPKB (Permintaan Pelayanan Kapal dan Barang) menjadi terlambat dan belum tersedianya fasilitas dermaga untuk tempat sandar kapal karena masih di tempati oleh kapal lain. Ketiga hal tersebut apabila tidak cepat–cepat di tangani, maka akan menghambat kelancaran operasional kapal selama di pelabuhan.Sebaiknya dengan mengatur perencanaan kedatangan kapal atau sandar kapal dengan baik yang dibuat oleh PT. Srijaya Segara Utama harus disesuaikan lagi dengan adanya rapat kordinasi kapal untuk mengetahui dan merencanakan akan melakukan pembongkaran muatan kapan dan dimana kapal akan sandar, agar tidak terjadinya keterlambatan kapal.
PENGARUH JUMLAH RTG TERHADAP TINGGINYA WAKTU TURN ROUND TRUCK DI TPK KOJA
Nugroho Subroto;
Rahmadi Hutomo Putro
LOGISTIK Vol 7 No 2 (2014): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Ketersediaan RTG Terhadap Tingginya Turn Round Truck di Terminal Petikemas Koja. KSO TPK Koja yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa terminal petikemas, yaitu meliputi : loading-discharge, receiving-delivery, transhipment, over brengen dan behandle. Untuk mendukung kegiatan operasional TPK Koja agar tersedianya fasilitas yang memadai, salah satu fasilitas penting di sebuah terminal petikemas adalah RTG (Rubber Tyred Gantry). Peran RTG sangat vital di suatu terminal petikemas karena ketersediaan RTG akan banyak mempengaruhi kelancaran kegiatan di terminal petikemas. Jadi jika fasilitas tidak cukup memadai, maka kegiatan di terminal tersebut akan terganggu atau bahkan menghambat arus keluar masuk barang yang ditandai dengan tingginya waktu Turn Round Truck (TRT) Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ketersediaan RTG di TPK Koja masih kurang dari standar, oleh karena itu TPK Koja harus menambah RTG sesuai dengan standar yang telah ditentukan, agar kegiatan operasional dan pelayanan terhadap pengguna jasa dapat berjalan lancar.