cover
Contact Name
Achmad Jaelani
Contact Email
ach_jaelaniborneo@yahoo.com
Phone
+6281315933440
Journal Mail Official
ach_jaelaniborneo@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Adhyaksa No. 2 Kayu Tangi Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN
ISSN : 14121468     EISSN : 23553545     DOI : https://dx.doi.org/10.31602/zmip.v45i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini Fokus pada Hasil Penelitian yang Orisinil dan Ruang Lingkup jurnal pada Bidang : 1. Agronomy 2. Agrotechnology 3. Agribisnis 4. Animal Production 5. Animal Feed and Nutrition 6. Social and Economic agriculture 7. Forestry 8.Fisheries and Marine Technology 8. Food Technogy and Industry 9. Food Science
Articles 583 Documents
PENGARUH PUPUK CAIR PHOTOSYNTHETIC BAKTERI (PSB) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEMBANG KOL (Brassica oleracea var Botrytis) Saputro, Iksan Adi; Sundari, Sundari; Rahmawati, Eka
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui Pengaruh Photosynthetic Bakteri Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kembang Kol. Penelitian ini di laksanakan pada bulan oktober 2024 bertempat di PT Bramasta Sakti, Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini di susun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan perlakuan Photosynthetic Bakteri (P) dan empat kali ulangan. Perlakuan Photosynthetic Bakteri meliputi enam taraf yaitu: p0 (tanpa perlakuan), p1 (5 ml/1 air), p2 (10 ml/1 air), p3 (15 ml/1 air), p4 (20 ml/1 air), p5 (25 ml/1 air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Photosynthetic Bakteri berpengaruh tidak  nyata terhadap parameter tinggi tanaman, Jumlah daun,terhadap umur berbunga, Lingkar Bunga, Bobot Bunga Tanaman, Hasil bunga kol t/ha. Hasil tertinggi diperoleh dari taraf perlakuan dengan hasil p3 (11,54 t ha-1)   dan yang paling terendah  p4 (4,93 t ha-1).
PERUBAHAN TERENCANA UNTUK OPTIMALISASI PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK MENJADI PUPUK ORGANIK MELALUI FORCE FIELD ANALYSIS Meyzita, Chania; Euriga, Epsi; Fauziah, Nicky Oktav
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18611

Abstract

Kajian ini membahas tentang penerapan perubahan terencana di Gabungan Kelompok Tani Patri Kalurahan Selopamioro, Bantul, DIY.  Tujuan kajian untuk mengidentifikasi faktor pendorong dan faktor penghambat optimalisasi pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik serta menganalisis perubahan terencana untuk optimalisasi pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik melalui force field analysis (FFA). Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dengan 10 informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan focus group discussion. Hasil analisis menunjukkan faktor pendorong diantaranya bahan melimpah, pengetahuan membuat dan kebiasaan menggunakan pupuk organik, adanya bahan pengemas pupuk organik, sedangkan faktor penghambat diantaranya  peralatan kurang memadai, starter dirasa mahal, lamanya fermentasi, kurangnya pengetahuan tentang starter, rendahnya kesadaran pentingnya fermentasi, banyak petani berusia lanjut. Hasil menunjukkan faktor pendorong memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan faktor penghambat. Untuk itu, perlu dilakukan tujuh langkah perubahan terencana berdasarkan hasil analisis force field.
ANALISIS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PETERNAK SAPI PERAH DI WILAYAH KERJA KPBS PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT Aiman, Rifdah Yasmin Mumtaazah; Mauludin, Mochamad Ali; Sulistyati, Marina
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18370

Abstract

Pemberdayaan perempuan, khususnya di subsektor peternakan, menjadi isu penting yang terus menjadi perhatian dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia. Program pemberdayaan perempuan dari PT. XXX diinisiasi untuk memberikan dukungan kepada peternak perempuan dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan perempuan peternak sapi perah pada Program pemberdayaan perempuan dari PT. XXX telah diimplementasikan di Wilayah Kerja KPBS Pangalengan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan 27 informan yang terdiri dari peternak perempuan dan pihak terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak perempuan dalam pengelolaan usaha peternakan, serta membuka peluang diversifikasi usaha. Selain itu program ini juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan kualitas hidup peternak perempuan, yang pada gilirannya mendukung ketahanan pangan nasional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut dalam pemberdayaan perempuan di subsektor peternakan. Kata kunci: Pemberdayaan Perempuan, Peternak, Peternakan Sapi Perah
PENGARUH PERBEDAAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP PANJANG HIPOKOTIL KOPI ROBUSTA (Coffea robusta. L) Ismoyojati, Roni; Ratnasari, Ika Fitriana Dyah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18794

Abstract

The intensity of sunlight is an environmental factor that plays a very important role as a key to success in cultivating plants, especially robusta coffee plants. During the growth and development period, coffee, which is a C3 plant, does not really need maximum sunlight intensity, but it is necessary to know the optimum light intensity to get the best hypocotyl length growth. This research was conducted in the experimental field of Lamandau Polytechnic from March to May 2024. The field experiment was arranged using a Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments, each treatment was N0 = Treatment without using Paranet as a shade; N1 = Treatment using 1 layer of paranet; N2 = Treatment using 2 layers of paranet; N3 = Treatment using 3 layers of paranet; N4 = Treatment using 4 layers of paranet. Observations were made by observing the intensity of sunlight, the time of emergence of seedlings, germination power and hypocotyl length. Data analysis using ANOVA and if there is a significant difference, it will be continued using the 5% DMRT test. Regression analysis was used to determine the relationship between sunlight intensity and coffee hypocotyl length. The results of the study showed that shade treatment using 3 layers of paranet (N3) and 4 layers (N4) with an average light intensity below 30% was able to optimally increase the length of the hypocotyl from observations 50, 60 and 70 days after sowing compared to other treatments.
POLA PENGAMBILAN KEPUTUSAN RUMAH TANGGA PETANI KELAPA SAWIT SWADAYA KECAMATAN TERAMANG JAYA KABUPATEN MUKOMUKO Sari, Indah Permata; Romdhon, Muhamad Mustopa; Trisusilo, Agung; Suryana, Anggita Tresliyana
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis curahan waktu kerja wanita dalam kegiatan rumah tangga petani kelapa sawit swadaya di Kecamatan Teramang Jaya Kabupaten Mukomuko. Penelitian ini mengkaji curahan waktu dalam kegiatan produktif, domestik, sosial, dan waktu luang. Penelitian ini fokus pada rumah tangga petani kelapa sawit swadaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk mengevaluasi data yang dikumpulkan melalui survei dan wawancara dengan 92 wanita dalam rumah tangga petani kelapa sawit swadaya di Kecamatan Teramang Jaya. Hasil dari penelitian ini adalah pembagian waktu kerja dan pola pengambilan keputusan wanita dalam rumah tangga petani kelapa sawit. Rata-rata curahan waktu terbesar adalah leisure time sebesar 86,02 jam per minggu , rata-rata waktu domestik sebesar 47,56 jam per minggu, rata-rata waktu produktif sebesar 21,98 jam per minggu dan rata-rata waktu sosial sebesar 12,45 jam per minggu. Pola pengambilan keputusan dalam rumah tangga petani kelapa sawit yang menyangkut kegiatan produktif dan sosial dominan ditentukan secara bersama-sama suami istri dan pada kegiatan domestik dominan ditentukan istri
STRATEGI PENGEMBANGAN DAN KELAYAKAN FINANSIAL USAHA KUE KERAWANG DI IKM DAHLIA KELURAHAN PADEBUOLO KECAMATAN KOTA TIMUR Rahayu, Baiq Handiningrat; Halid, Amir; Saleh, Yanti
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18299

Abstract

Micro, small, and medium enterprises are business activities that are able to expand employment opportunities and provide economic services widely to the community.This study aims to (1) formulate effective development strategies for the Kerawang cake business at IKM Dahlia and (2) analyze the financial feasibility of the Kerawang cake business at IKM Dahlia. The study was conducted from May to July 2024 utilizing a descriptive qualitative research method. Data were collected through purposive sampling, including interviews, observations, and questionnaires directed at the owners and employees of IKM Dahlia. The data analysis employed in this study involved SWOT analysis to determine strategic planning and financial feasibility analysis to evaluate the business’s economic viability. The SWOT analysis result placed the Kerawang cake business at IKM Dahlia in Quadran I, with scores of 3.32 and 2.9. This positioning indicates that an SO. Furthermore, the financial feasibility analysis shows that the Kerawang cake business at IKM Dahlia has an R/C ratio of 2.1, indicating high revenue compared to costs. The B/C ratio of 1.1 suggests that the benefits equal the costs. The payback period for the business is calculated at 0.9 years, reflecting a quick return on investment. The break-even point (BEP) for the 400-gram product size is IDR 219,254 per piece, with a production volume of 1,134.14 pieces per year. For the 200-gram product size, the BEP is achieved for IDR 72,871 per piece and a production volume of 2,268.28 pieces per year. Meanwhile, for the jar-sized product, the BEP is reached for IDR 428,713 per piece and a production volume of 332.68 pieces per year. Keywords:  IKM Dahlia, Development Strategies, Financial Feasibility Usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Merumuskan strategi pengembangan yang baik untuk diterapkan pada usaha kue kerawang di IKM Dahlia. (2) Menganalisis kelayakan finansial usaha kue kerawang di IKM Dahlia. Penelitian dilakukan pada bulan Mei - Juli 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu melalui teknik wawancara, observasi dan memberikan kuesioner kepada pemilik dan pegawai di IKM Dahlia. Teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT dan analisis kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis SWOT untuk strategi pengembangan usaha kue kerawang di IKM Dahlia berada pada kudran I yang berada pada angka 3,32 dan 2,9 yaitu dengan menggunakan strategi SO. Hasil analisis kelayakan finansial usaha kue kerawang di IKM Dahlia memiliki nilai R/C ratio sebesar 2,1, nilai untuk B/C ratio sebesar 1,1, nilai payback period (pp) adalah 0,9 dan nilai BEP untuk ukuran 400 gr memiliki BEP harga sebesar Rp 219.254,-/pcs, BEP produksi sebesar 1.134,14 pcs/tahun. Nilai BEP untuk ukuran 200 gr memiliki BEP harga sebesar Rp 72.871,-/pcs, BEP produksi sebesar 2.268,28  pcs/tahun. Nilai BEP untuk ukuran toples memiliki BEP harga sebesar Rp 428.713,-/pcs, BEP produksi sebesar 332,68 pcs/tahun. Kata Kunci : IKM Dahlia, Strategi Pengembangan, Kelayakan Finansial Usaha
KORELASI UMUR DENGAN DIMENSI TUBUH SEBAGAI ALAT PENDUGAAN BOBOT BADAN SAPI BALI DI AREA LAHAN SAWIT Hakim, Hafiz Noor; Rostini, Tintin; Jaelani, Achmad; Sugiarti, Sugiarti
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.19125

Abstract

Kebutuhan daging yang meningkat menyebabkan penurunan persediaan sapi, salah satunya akibat inbreeding yang berdampak pada pertumbuhan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara dimensi tubuh dan umur sapi Bali betina. Dilaksanakan pada Maret - April di Kelompok Tani Maju, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 22 ekor sapi Bali betina dengan umur yang berbeda. Variabel yang diamati meliputi umur, dimensi tubuh, dan bobot badan, dengan analisis menggunakan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umur 2-4 tahun, korelasi tertinggi antara umur dan lingkar dada 0,85, sedangkan terendah antara umur dan panjang badan 0,39. Pada umur 4,5-7 tahun, korelasi tertinggi terdapat antara umur dan panjang badan 0,88, sedangkan yang terendah antara umur dengan tinggi badan -0,55. Korelasi positif lebih dominan, meskipun beberapa negatif muncul pada umur tertentu. Disimpulkan bahwa dengan bertambahnya umur maka bobot semakin meningkat dan dimensi tubuh semakin menurun.
PENGUKURAN KUALITAS AIR PADA PEMELIHARAAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) DI EMBER DENGAN PENAMBAHAN ARANG Mantuh, Yusanti; Agustinus, Frid; Setyani, Deby
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18494

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Perikanan, Universitas Kristen Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, selama 2,5 bulan yaitu bulan April juli tahun 2024. Bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan arang terhadap kualitas air pada pemeliharaan ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) di ember, dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL), dengan 3 (tiga ) perlakuan dan 3 ( tiga ) ulangan, perlakuan A diberi arang kayu 400 gr, perlakuan B diberi arang batok kelapa 400 gr dan perlakuan C tanpa arang, parameter uji adalah suhu, pH, DO dan amonia dan hasil pengujian parameter kualitas air dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA dan BNT 5%. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa penambahan arang memberi pengaruh pada kualitas air yaitu pH dan DO dimana pada hasil uji BNT 5% pH dinyatakan bahwa Perlakuan A (arang kayu) tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan B (arang batok kelapa), hal ini karena ember yang diberi arang mampu mengontrol kadar pH air selama penelitian. Pada pengukuran oksigen terlarut (DO) disini dinyatakan bahwa pada pengujian BNT 5% perlakuan A (arang kayu) tidak berbeda nyata dengan perlakuan B (arang batok kelapa) dan perlakuan C (tanpa arang), namun perlakuan B (arang batok kelapa) memberikan pengaruh yang nyata dibandingkan perlakuan C (tanpa arang).
ANALISIS KANDUNGAN ABU, BAHAN ORGANIK, DAN KADAR SERAT PADA TIPOLOGI LAHAN KUBAH GAMBUT DI DESA DAYUN Rahayu, Vinna Sartika; Nasrul, Besri; Nelvia, Nelvia
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18380

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan abu, bahan organik, dan kadar serat pada tipologi lahan kubah gambut di Desa Dayun. Penelitian ini menggunakan metode survei lahan gambut. Jumlah titik pengeboran gambut yang ditetapkan adalah sebanyak 28 titik, setiap sampel diambil 3 sampel yaitu pada kedalaman 0-50 cm, 100-150 cm, dan 300-350 cm. Total sampel sebanyak 83 sampel tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah gambut yang dimiliki Desa Dayun memiliki ketebalan gambut yang beragam mulai dari 2-17 m. Kadar abu berkisar 1,31%-8,525%, C-organik 45,74%-49,35%, rasio C/N 72,62%-144,44%, dan kadar serat 4,00%-57,30%. Kadar abu memiliki hubungan searah yang kuat dengan kedalaman, sementara kadar C-organik berbanding terbalik dan memiliki hubungan yang sangat lemah dengan kedalaman. Rasio C/N juga menunjukkan hubungan yang sangat lemah dengan kedalaman gambut, meskipun berbanding lurus. Selain itu, kadar serat berhubungan lemah dan searah dengan kedalaman gambut.
ANALISIS PENGARUH CAMPURAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK KOMPOS TERHADAP NILAI RESISTIVITAS TANAH KONFIGURASI WENNER Pramudita, Anggi Diana; Anggraeni, Firdha Kusuma Ayu; Yushardi, Yushardi
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18846

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesuburan tanah dengan metode resistivitas dari hasil aplikasi pemberian campuran biochar-kompos sebagai media tanam dengan dosis yang berbeda. Biochar adalah hasil dari proses pembakaran biomassa yang dibakar dengan keadaan oksigen yang terbatas. Pupuk kompos berasal dari penguraian bahan organik alami. Ketika biochar dicampur dengan kompos dapat meningkatkan agregat dan porositas tanah. Resistivitas tanah merupakan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kesuburan tanah. Penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2024/2025 di Green House UPA Taman Agroteknologi Universitas Jember. Sampel diletakkan pada polybag ukuran 40 cm x 40 cm dengan massa tanah 9 kg sebanyak 6 polybag. Massa biochar yang digunakan yaitu 150 g, 180 g, 210 g, 270 g, dan 300 g, pupuk kompos yang digunakan yaitu 150 g, 180 g, 240 g, 270 g, dan 300 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar 270 g + kompos 180 g menunjukkan nilai resistivitas terendah di minggu ke-2 yaitu 7,82Ωm.