cover
Contact Name
Achmad Jaelani
Contact Email
ach_jaelaniborneo@yahoo.com
Phone
+6281315933440
Journal Mail Official
ach_jaelaniborneo@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Adhyaksa No. 2 Kayu Tangi Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN
ISSN : 14121468     EISSN : 23553545     DOI : https://dx.doi.org/10.31602/zmip.v45i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini Fokus pada Hasil Penelitian yang Orisinil dan Ruang Lingkup jurnal pada Bidang : 1. Agronomy 2. Agrotechnology 3. Agribisnis 4. Animal Production 5. Animal Feed and Nutrition 6. Social and Economic agriculture 7. Forestry 8.Fisheries and Marine Technology 8. Food Technogy and Industry 9. Food Science
Articles 614 Documents
KARAKTERISTIK DAN STATUS KESUBURAN TANAH ULTISOL SEBELUM DAN SESUDAH DITANAM EDAMAME (Glycine max (L) Merrill) Wahdah, Rabiatul; Tuniah, Tuniah; Farah Diena, Nurin Nisa; Putripertiwi, Dwija
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18080

Abstract

Terbatasnya informasi status kesuburan tanah di kawasan budidaya tanaman menyulitkan dalam meningkatkan produktivitas lahan.Tujuan penelitian ini untuk memahami bagaimana status kesuburan tanah mineral berubah sebelum dan sesudah ditanami Edamame. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru. Metodologi penelitian ini melibatkan survei lapangan dengan mengambil sampel tanah dilahan sebelum dan setelah penanaman edamame, kemudian sampel tersebut diuji di laboratorium. Penggolongan data  hasil analisis mengacu pada kriteria penilaian sifat kimia tanah yang ditetapkan oleh Pusat Penelitian Tanah pada tahun 1983, selanjutnya akan ditentukan status kesuburan tanahnya berdasarkan status kesuburan tanah yang dikeluarkan oleh PPT Bogor (1995).Penelitian ini mengungkapkan bahwa tanah yang telah ditanami edamame memiliki sifat kimia berikut: pH tanah cenderung agak asam, kandungan C-organik tinggi, kadar N-total dan rasio C/N rendah, serta tingkat P-tersedia dan KB sangat rendah, kation-kation basa tergolong rendah, dan KTK tergolong tinggi. Evaluasi lebih lanjut menunjukkan bahwa tingkat kesuburan tanah pada lahan yang telah ditanami edamame adalah rendah.
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN TEMPAT PENYIMPANAN TERHADAP MUTU GREEN BEAN KOPI ROBUSTA Fahmi, Putri Mariska; Anissa, Nabillah; Mar’ah, Dian Lathifatul; Putri, Tika Leoni
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18930

Abstract

Kualitas green bean (biji kopi mentah) merupakan faktor krusial yang sangat menentukan mutu akhir produk kopi, baik dari segi nilai jual maupun cita rasa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis kemasan yang baik dan efektif untuk dilakukan penyimpanan pada suhu dan kelembaban yang berbeda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah biji kopi yang disimpan pada kemasan karung goni dan diletakkan di dalam box menunjukkan adanya kenaikkan bobot. Metode penelitian dilaksanakan mengunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan dan 10 kali pengamatan. Perlakuan 1 menggunakan kemasan hermatik (H1) dan goni (H2), sedangkan perlakuan 2 penyimpanan di kulkas (K1), ruang (K2), dan box (K3). Bobot awal biji kopi tersebut adalah 300 gram setelah dilakukan penyimpanan dengan menggunakan karung goni dan diletakkan di dalam box, bobot meningkat secara signifikan menjadi 322 gram. Sedangkan kemasan hermatik yang disimpan pada kulkas dengan kelembaban ±30% menurunkan bobot biji kopi menjadi 294 gram. Seiring dengan kenaikan bobot, kadar air green bean juga ikut bertambah. Kadar air awal biji kopi tersebut adalah 12,5% setelah dilakukan penyimpanan dengan menggunakan karung goni dan diletakkan di dalam box, kadar air meningkat secara menjadi 17%. Sedangkan kemasan hermatik yang disimpan pada kulkas dengan kelembaban ±30% menurunkan kadar air biji kopi menjadi 11,25%. Nilai warna RGB pada perlakuan karung goni menunjukkan nilai yang berbeda dibandingkan pada saat hari pertama pengamatan, yaitu nilai semua perlakuan yang menggunakan karung goni lebih besar dibandingkan nilai RGB green bean yang dikemas dengan menggunakan kemasan hermetik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN USAHA TERNAK KAMBING PERAH PERANAKAN ETTAWA (PE) DI KABUPATEN SLEMAN Achmad, Ferdian; Indrayanti, Temy; Sunardi, Sunardi; Prabowo, Sigid
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18581

Abstract

Usaha Ternak Kambing Perah Peternakan Ettawa (PE) di tingkat peternak perdesaan menghadapi berbagai kendala terkait input produksi yang harus dikeluarkan guna mengoptimalkan keuntungan. Penggunaan berbagai input produksi harus mempertimbangkan ketersediaan modal yang dimiliki peternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usaha Ternak Kambing Perah PE di Kabupaten Sleman. Metode analisis data menggunakan fungsi keuntungan Unit Output Price (UOP) Cobb douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan usaha ternak Kambing Perah PE di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman dipengaruhi secara signifikan oleh harga penyusutan kandang & peralatan, harga pakan konsentrat, harga pakan hijauan, dan harga bibit kambing. Variabel yang tidak berpengaruh secara nyata (non signifikan) terhadap keuntungan usaha ternak Kambing Perah PE, yaitu harga obat-obatan ternak, upah tenaga kerja, dan harga suplemen.
ISOLASI TOTAL BAKTERI DAN KOLIFORM PADA MEDIA PERTUMBUHAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY DARI FESES DOMBA DAN LIMBAH INDUSTRI PANGAN Aini, Nurul; Badruzzaman, Deden Zamzam; Marlina, Eulis Tanti; Hidayati, Yuli Astuti
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 3 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i3.19251

Abstract

Feses domba dan limbah industri pangan mengandung bakteri pathogen. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan limbah organik tersebut yaitu dilakukan pengolahan bahan organik melalui biokonversi dengan memanfaatkan maggot BSF akan menurunkan bakteri pathogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah total bakteri dan koliform pada media pertumbuhan maggot BSF yang berasal dari feses domba dan limbah industri pangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan analisis deskriptif. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu P1= media 100%, P2= media 100% limbah industri pangan, P3=media kombinasi 50% feses domba dan 50% limbah industri pangan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan total bakteri setelah didegradasi 15 hari oleh maggot BSF P1=26,83 x 1010 CFU/g, P2=50,83 x 1010 CFU/g, P3=25,67 x 1010 CFU/g. Sedangkan hasil total koliform pada P1=27,50 x 106 CFU/g, P2=26,83 x 1010 CFU/g, P3=25,33 x 1010 CFU/g yang menunjukan bahwa jumlah bakteri dan koliform mengalami penurunan setelah didegradasi oleh maggot BSF
ANALISIS FINANSIAL BUDIDAYA KACANG TANAH DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Putri, Tika Leoni; Kurniasih, Dedeh; Pangestu, Sri Valdo; Fahmi, Putri Mariska
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 3 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i3.19637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan budidaya kacang tanah dengan menggunakan teknologi bokasih ampas tahu sebagai pupuk organik. Metode yang digunakan adalah menghitung rasio profabilitas, pendapatan, BEP produksi dan BEP harga. Budidaya kacang tanah dengan penerapan bokasih ampas tahu menunjukkan peningkatan pendapatan dibandingkan dengan budidaya tanpa penggunaan teknologi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan budidaya kacang tanah menggunakan bokasih ampas tahu mencapai Rp. 736.000, sementara budidaya tanpa bokasih hanya menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 512.000. Pemberian pupuk bokashi ampas tahu dapat memberikan produksi yang lebih tinggi yaitu 3,6 ton/ha dibandingkan dengan tanpa pemberian bokashi ampas tahu yaitu 2,5 ton/ha sehingga teknologi ini layak diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha budidaya kacang tanah secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan rekomendasi pemanfaatan limbah ampas tahu sebagai bahan bokasih yang ekonomis dan ramah lingkungan dalam budidaya kacang tanah.
PERAN SIMPLISIA KUNYIT (Curcuma domestica) DALAM MENEKAN INFEKSI JAMUR PADA LARVA GURAME (Osphronemus gouramy) Iskandar, Andri; Husamuddin, Miqdad; Hadiroseyani, Yani; Mulya, Muhammad Arif; Wiyoto, Wiyoto; Wahyudi, Imam Tri
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21304

Abstract

Ikan gurame (Osphronemus gouramy) memiliki nilai ekonomi tinggi, namun sintasan larvanya masih rendah akibat infeksi patogen dan kondisi lingkungan yang sensitif. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perendaman larva ikan gurame dengan menggunakan simplisia kunyit (Curcuma domestica) sebagai agen antimikroba alami untuk meningkatkan kesehatan larva. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan: kontrol, P1 (30 mg/L simplisia kunyit pada media), dan P2 (30 mg/L pada media serta pakan cacing sutera direndam 1 g/L), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati terdiri dari pertumbuhan panjang mutlak, prevalensi jamur, sintasan, dan kualitas air selama empat minggu. Berdasarkan hasil analisis, tidak terdapat perbedaan yang nyata pada pertumbuhan antar perlakuan (P > 0,05). Prevalensi jamur menurun pada P1 (5,16%) dan P2 (4,01%) dibandingkan kontrol (15,71%), menegaskan aktivitas antijamur kunyit. Sintasan berkisar 74,44–82,22% tanpa perbedaan signifikan. Kualitas air tetap dalam kisaran layak. Secara umum, simplisia kunyit efektif menekan jamur tetapi belum meningkatkan pertumbuhan dan sintasan, sehingga diperlukan formulasi yang lebih efisien.
RISIKO HARGA PRODUSEN DAN KONSUMEN KOMODITAS CABAI RAWIT DI KABUPATEN GOWA Armansyah, Muh Reynaldi; Tahir, Ratnawati; Jumiati, Jumiati; Fattah, Muh Arifin; Natsir, Mohammad; Mardiyati, Sri
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21738

Abstract

Risiko harga cabai rawit merupakan salah satu aspek penting karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan produsen maupun beban pengeluaran konsumen. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Gowa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat risiko harga komoditas cabai rawit di Tingkat produsen dan konsumen di Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan yaitu data sekunder, data time series harga bulanan cabai rawit tingkat produsen dan konsumen dari bulan Januari 2022 hingga Oktober 2025 bersumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai risiko harga koefisien variasi produsen sebesar 0,46 %, bahwa risiko harga cabai rawit di tingkat produsen berada pada kategori risiko rendah karena angka KV lebih kecil dari 0,5. Serta nilai risiko harga koefisien variasi konsumen sebesar 0,36 % nilai koefisien variasi yang rendah di bawah 0,5. Hal ini dapat dilihat bahwa risiko biaya cabai rawit oleh produsen dan konsumen yakni pada cuaca yang tidak menentu serta fluktuasi harga saat menjelang hari besar.Kata kunci: Risiko Harga, Fluktuasi, Cabai Rawit, Produsen, Konsumen.
KONTRIBUSI PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PENGENDALIAN HAMA TERPADU PADA TANAMAN CABAI RAWIT DI DESA MOLAS KECAMATAN BONGOMEME KABUPATEN GORONTALO Ismail, Wandri; Tolinggi, Wawan K; Bempah, Irwan
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21215

Abstract

Penyuluhan pertanian memegang peran penting dalam membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dalam budidaya tanaman, termasuk dalam pengendalian hama secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi penyuluhan pertanian dalam pengendalian hama terpadu pada tanaman cabai rawit di Desa Molas, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory yang dilakukan terhadap 20 informan petani cabai rawit. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan transkripsi hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi penyuluhan masih belum optimal. Sebanyak 100% informan menyatakan bahwa kunjungan penyuluh hanya dilakukan 1–3 kali dalam sebula dan seminggu sekali, seluruh informan (100%) menyebutkan bahwa materi penyuluhan bersifat teori tanpa pelatihan lapangan maupun pendampingan teknis. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman petani terhadap penerapan PHT. Seluruh informan menyatakan bahwa media penyuluhan hanya menggunakan slide presentasi tanpa adanya demplot atau simulasi praktik. Akibatnya, 75% petani mengalami kesulitan dalam menerapkan teknik yang diajarkan, dan 70% informan menyatakan kurang memahami teknik PHT karena tidak mendapatkan pengalaman langsung. Selain itu, petani juga menghadapi kendala dalam implementasi PHT, seperti serangan hama yang tetap terjadi (25%), hasil panen yang tidak sesuai harapan (60%), dan metode yang dianggap kurang efektif karena hanya disampaikan secara teori (50%). Melalui proses axial coding, ditemukan tiga kategori utama yang menggambarkan kontribusi penyuluhan (1) Rendahnya kualitas pelaksanaan penyuluhan, (2) Keterbatasan media dan metode, serta (3) Kendala implementasi di lapangan. Berdasarkan hasil axial coding yang telah disusun, core category yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: "Kontribusi penyuluhan pertanian dalam pengendalian hama terpadu di Desa Molas masih belum optimal karena metode penyuluhan yang bersifat teoritis, keterbatasan media praktik, dan tidak adanya pendampingan lapangan, sehingga menghambat pemahaman dan implementasi teknik PHT oleh petani." Penelitian ini menekankan peningkatan kualitas penyuluhan melalui praktik lapangan, pelatihan langsung, dan penyediaan demplot untuk mendorong keberhasilan penerapan PHT.  
PERUBAHAN IKLIM DAN PEMBANGUNAN PERTANIAN INDONESIA: STUDI BLIBIOMETRIK, VOSVIEWERS, DAN STUDI LITERATUR REVIEW Az-zahra, Shafira Gaidtsa; Septiani, Talitha Ayu; Firdaus, Akmal Syah Fikran; Wati, Dewi Rohma
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.22293

Abstract

Perubahan iklim merupakan isu strategis yang berdampak signifikan terhadap sektor pertanian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perkembangan kajian perubahan iklim dan pertanian melalui analisis bibliometrik dan tinjauan literatur sistematis serta implikasinya bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Metode penelitian menggunakan analisis bibliometrik berbantuan VOSviewer dan systematic literature review (SLR) berdasarkan data sekunder dari Google Scholar periode 2010–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian didominasi oleh variabel suhu dan curah hujan, dengan peningkatan fokus pada strategi adaptasi, ketahanan pangan, dan keberlanjutan pertanian. Selain itu, kolaborasi antar institusi berperan penting dalam mempercepat penyebaran solusi ilmiah. Studi ini berkontribusi pada penguatan literasi iklim dan pertanian di pendidikan dasar serta menjadi dasar pengembangan kurikulum yang responsif terhadap perubahan iklim.
KUALITAS KARKAS DAN ANALISIS EKONOMI AYAM BROILER YANG DIBERI DUA JENIS KONSENTRAT KOMERSIAL Adhi Pratika, Vinka; Sukaryani, Sri
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21761

Abstract

ABSTRACTThe increasing demand for chicken meat requires strategic efforts to improve the carcass quality of broiler chickens. One approach to achieve this objective is through effective feed management. This study aimed to evaluate the effects of feeding two different commercial concentrates on carcass quality (carcass percentage and abdominal fat) and economic efficiency (feed cost per gain) of broiler chickens. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) and analyzed by analysis of variance (ANOVA), consisting of three dietary treatments with four replications, each replication containing three broiler chickens. The treatments included P1: broilers fed 100% commercial concentrate A; P2: broilers fed 100% commercial concentrate B; and P3: broilers fed a mixture of 50% commercial concentrate A and 50% commercial concentrate B. The optimal results were observed in P1, with a carcass percentage of 73.92%, abdominal fat percentage of 1.05%, and feed cost per weight gain of IDR 13,790. In contrast, the lowest results were recorded in P3 (50% commercial concentrate A and 50% commercial concentrate B), with a carcass percentage of 70.87%, abdominal fat percentage of 1.16%, and feed cost per weight gain of IDR 13,873. It can be concluded that the use of different commercial concentrates significantly affected carcass quality, particularly carcass percentage, but had no significant effect on abdominal fat percentage or feed cost per gain in broiler chickens.Keywords: abdominal fat, broiler chicken, feed cost per gain, carcass, commercial feed