cover
Contact Name
Irfan H. Djunaidi
Contact Email
jnt@ub.ac.id
Phone
0341553513
Journal Mail Official
jnt@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis (JNT)
Published by Universitas Brawijaya
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis (JNT) adalah jurnal bebas akses yang diterbitkan oleh Minat Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya. JNT adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. JNT bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan tentang nutrisi ternak ruminansia, nutrisi ternak non-ruminansia dan ilmu makanan ternak.
Articles 133 Documents
Enhancing Ruminant Fermentation with Bioethanol-Waste-Derived Yeast: In Vitro Evaluation of Digestibility, Gas Production, and NH? Concentration Nurzaky, Khoiri; Marjuki; Pamungkas, Dicky
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 1 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.01.6

Abstract

This study analyzed the effect of yeast extracted from bioethanol waste as a direct-fed microorganism for ruminant livestock. Testing was conducted in vitro to assess the effect of yeast on ruminant livestock through dry matter and organic matter digestibility, gas production, and NH3 concentration. This study was divided into two phases. The first phase of research involved yeast cell cultivation and yeast powder production. The second research phase is an in vitro digestibility, gas production, and NH3 concentration analysis. The results of the first research phase were intended to obtain yeast samples that were cultivated using inoculum from purified bioethanol waste, which would be used for testing materials in the second research phase. The results of cell viability in processed yeast were 37.79%. The results of the second research phase showed that adding yeast as a feed additive to complete feed significantly increased the value of dry matter digestibility, organic matter digestibility, gas production, and NH3 concentration. The results of the in vitro study showed the highest dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD) in the T3, which were 66.09% and 66.99%; the gas production results also showed the highest value in the T3 for total gas production 48h (161.15 ml/500 mg DM), gas production potential (171.24 ml/500 mg DM), and gas production rate (0.057 ml/hour). The T3 treatment also showed the highest NH3 concentration of 10.80 mM. The overall results of the research phases showed good results related to the use of yeast as an additive in complete feed, and the addition of 2% yeast gave the most significant results on the in vitro digestibility, gas production, and NH3 concentration.
Kualitas Fisik dan Kimiawi Telur Ayam Yang Diberi Penambahan Lactobacillus salivarius dalam Pakan dan Minum sebagai Alternatif Pengganti AGP Mahardhika, Brahmadhita Pratama; Kalsum, Umi; Suryanto, Dedi; Wadjdi, Muhammad Farid; Sudjoni, Noerhadi; Saputro, Arief Joko; Qur’ainia, Anita; Darmayani, Dian Eka
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 1 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.01.7

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini  untuk menganalisa dampak penggunaan probiotik terhadap kualitas fisik dan kimiawi telur ayam. Penelitan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga jumlah ternak yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 ekor ayam petelur. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini sebagai adalah P0= perlakuan pontrol (pemberian pakan basal ayam petelur), P1=perlakuan pemberian antibiotik Zink Bacitracin, P1= pemberian probiotik Lactobacillus salivarius  1 g/kg pakan (1 g probiotik memiliki dosis 107 CFU), P3= pemberian probiotik Lactobacillus salivarius  1 ml/L air minum (1 mL probiotik memiliki dosis 107 CFU). Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analysis of variance. Apablia didapatkan data yang berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil dari penelitian ini adalah pemberian probiotik L. salivarius secara sangat nyata (P<0.01) meningkatkan bobot telur, bobot albumin, tinggi albumin dan tinggi yolk. Pemberian probiotik L. salivarius secara sangat nyata (P<0.01) meningkatkan kandungan protein telur ayam serta menurunkan kolesterol telur. Penggunaan probiotik L. salivarius dapat dijadikan alternative penggunan Antibiotic Growth Promoter (AGP) untuk peningkatan kualitas fisik dan kimiawi telur ayam.
The Effect of Spirulina (Spirulina platensis) Supplementation on Production and Feed Efficiency of Laying Hens Tistiana, Heli; Setyawan , Enrico Brilly Fermi Yudo
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 1 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.01.8

Abstract

This study aims to determine the effect of adding spirulina on feed consumption, hen day production, egg weight, egg mass, and feed conversion in laying hens. The quail used was strain Hy-line at 89-95 weeks of age with a population 150 chicks. the basal feed used is quail feed for the layer phase produced by PT. Charoen Pokphand Indonesia. Feeding treatment used addictive (Spirulina platensis) purchased from e-commers. The method used was a completely randomize design consisting of 5 treatments and 5 replications. The addition of spirulina with a T? level (0%), T? level (0.25%), T? (0.5%), T? (0.75%), and last T? (1%). If it has a significant effect, it will be tested using Duncan’s multiple range test method. The result showed that the addition of spirulina to quail feed had no significant effect on feed consumption, hen day production, egg weight, egg mass, and feed conversion (P>0.05). The conclusion from the study, the addition of spirulina to feed gave the best result at an addition of (0.75%) for feed conversion.
Kinerja Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan Entok yang Diberi Ransum Mengandung Eceng Gondok Fermentasi Ciptavian, Dimas Aldi; Yuniati, Erna; Tanjungsari, Ardina; Husnassabil, Ahmad Hadin
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 2 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.02.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan fermentasi eceng gondok dalam ransum terhadap performa entok fase grower. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P0 (100% pakan pabrik), P1 (20% eceng gondok fermentasi + 80% pakan pabrik), P2 (30% eceng gondok fermentasi + 70% pakan pabrik), dan P3 (40% eceng gondok fermentasi + 60% pakan pabrik). Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Perlakuan terbaik diperoleh pada P3 dengan nilai konversi ransum terendah (36,06 ± 1,10), yang menunjukkan efisiensi penggunaan pakan lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.
Optimasi Penggunaan Fresh Aerotamarinas Untuk Menurunkan Amonia, pH, dan Kadar Air Ekskreta Pada Ayam Broiler Syafi'i, Rizal; Wadjdi, Muhammad Farid; Mahardhika, Brahmadhita Pratama
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 2 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.02.1

Abstract

Gas amonia terbentuk oleh penguraian protein sisa, pakan yang tidak tercerna sempurna pada pencernaan   dalam ekskreta unggas yang dilakukan oleh mikroba. Salah satu cara untuk mengurangi pembentukan amonia adalah dengan memanfaatkan berbagai spesies mikroba unggul terseleksi sebagai sumber probiotik. Salah satu mekanisme probiotik untuk menurunkan amonia dengan cara produk asam organik yang memiliki sifat antimikroba dan dapat menyeimbangkan mikriba usus. Pengkondisian agar saluran pencernaan ayam menjadi asam dilakukan dengan pemberian acidifier. Acidifier bisa ditemukan di beberap buah buahan seperti buah nanas dan asam jawa. Penggunaan acidifier asam jawa dan minuman fermentasi kulit nanas untuk mengevaluasi kadar amonia ekskreta dan litter ayam broiler. Pemberian acidifier dilakukan pada usia ayam broiler 15 hari hingga 35 hari. Penggunaan acidifier asam jawa, fermentasi kulit nanas dan juga campuran asam jawa dan fermentasi kulit nanas atau fresh aerotamarinas dapat menurunkan kadar ammonia, pH, dan kadar air ekskreta. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan fresh aerotamarinas. Penggunaan fresh aerotamarinas dapat memaksimalkan proses pencernaan dan penyerapan protein pada pencernaan yang terbukti dapat menurunkan kadar ammonia dari 63 ppm menjadi 24.05 ppm atau sebesar 62.61 % dan juga perlakuan  fresh aerotamarinas dapat menurunkan pH paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
Evaluasi Green Fodder Terhadap Kandungan Neutral Detergent FibeR (NDF), Acid Detergent Fiber (ADF) dan Kecernaan Nutrien Secara Invitro Respati, Adib Norma; Wulandari, Suci; Kusuma, Satria Budi; Bahariawan, Amal; Ramadhan, Firli
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 2 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.02.2

Abstract

Keterbatasan hijauan di musim kemarau dan semakin sempitnya lahan untuk menanam hijauan pakan masih menjadi salah satu permasalahan di bidang peternakan. Penggunaan green fodder dapat menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengatasi masalah tersebut, karena dapat dipanen dalam waktu yang singkat dan tidak tergantung pada musim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan NDF, ADF, KcBK dan KcBO dari berbagai macam green fodder. Materi yang digunakan untuk green fodder adalah biji jagung (Zea mays), biji padi (Oryza sativa), dan biji kacang hijau (Vigna radiata L). Metode penelitian ini ada beberapa tahap yaitu penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan, preparasi sampel dan pengujian sampel.  Variabel yang diamati adalah kandungan NDF, ADF, kecernaan invitro bahan kering (KcBK) dan kecernaan invitro bahan organik (KcBO). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 5 ulangan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA), apabila terdapat perbedaan signifikan (P<0,05) maka dianjutkan dengan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis green fodder berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan NDF (jagung 31,38%; padi 39,06%; kacang hijau 31,79%), ADF (jagung 15,38%; padi 25,96%; kacang hijau 31,92%), KcBK (jagung 78,56%; padi 63,05%; kacang hijau 72,40%) dan KcBO (jagung 82,10%; padi 64,76%; kacang hijau 74,56%). Kandungan KcBK dan KcBO meningkat seiring dengan menurunnya kandungan NDF dan ADF green fodder, semakin rendah kandungan NDF dan ADF akan menyebabkan tingginya kecernaan bahan pakan. Kesimpulan penelitian ini adalah jenis tanaman yang terbaik digunakan sebagai green fodder adalah jagung. Jagung memiliki kandungan NDF dan ADF terendah serta nilai KcBK dan KcBO tertinggi dibandingkan dengan padi dan kacang hijau
Evaluasi Penambahan Lactobacillus salivarius Terenkapsulasi Plus Bio Enzim Terhadap Konversi Pakan, Retensi Nitrogen Dan Energi Metabolis Pada Pakan Burung Puyuh Suroso; Umi Kalsum; Usman Ali
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 2 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.02.7

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi plus Bio Enzim dalam pakan burung puyuh terhadap konversi dan kecernakan pakan pada burung puyuh. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 pelakuan dan 4 ulangan. Perlakuan P0 = Pakan standar (tanpa probiotik plus Bio Enzim), P1 = Pakan standar + Probiotik terenkapsulasi plus Bio Enzim 1,5 g/kg, P2 = Pakan standar + Probiotik terenkapsulasi plus Bio Enzim 3 g/kg, dan P3 = Pakan standar + Probiotik terenkapsulasi plus Bio Enzim 4,5 g/kg. Selanjutnya, dilakukan analisis data menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik enkapsulasi plus Bio Enzim dalam pakan burung puyuh berpengaruh signifikan (P < 0,01) terhadap konversi pakan, retensi nitrogen, energi metabolis murni, dan energi metabolis murni terkoreksi nitrogen. Selain itu, perlakuan ini juga menyebabkan perbedaan yang signifikan (P < 0,05) pada energi metabolis semu dan energi metabolis semu terkoreksi nitrogen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan optimal terdapat pada perlakuan P3 (pakan standar + probiotik terenkapsulasi plus Bio Enzim 4,5 g/kg pakan) yang mampu menghasilkan konversi pakan(2,66 ± 0,06), retensi nitrogen (79,86± 6,18), energi metabolis semu (1919,92 ± 192,08), energi metabolis murni (2343,76 ± 69,66), energi metabolis semu terkoreksi nitrogen (1921,26 ± 192,18), dan energi metabolis murni terkoreksi nitrogen (2342,42 ± 69,58) yang lebih baik jika dibandingkan perlakuan lainnya.
Nutritional Profile and Silage Quality of Avocado Seed Meal as Herbal Feed Additive Enriched with Molasses Sadarman; Nurfitriani, Rizki Amalia; Harahap, Rakhmad Perkasa; Saleh, Eniza; Anugrah; Alfian, Aldi; Juliantoni, Jepri; Alridho, Dwi Putra Agung; Febrina, Dewi; Sastrawan, Sandri; Adegbeye, Moyosore Joseph; Khairi, Fitrah
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 2 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.02.9

Abstract

Avocado seed meal, a part of the avocado plant that is rich in antioxidants and various other nutrients and non-nutrient substances, has great potential to be utilized as an herbal additive in animal feed. This study aims to determine the effect of molasses addition on the nutrient profile and quality of avocado seed meal silage. The control treatment (P1) used plain avocado seed flour, while the experimental treatments (P2, P3, P4, and P5) incorporated increasing molasses concentrations of 1%, 1.50%, 2%, and 2.50% of dry matter, respectively. All treatments were silaged for 30 days at room temperature. Key parameters measured were nutrient content, temperature, pH, fungal growth, physical and fresh silage quality, dry matter loss, and Fleigh value. The data obtained were analyzed based on analysis of variance, differences in parameter values between treatments were further tested with DMRT at the 5% significance level. Results indicated that molasses significantly enhanced the silage's nutrient content and improved its physical and fresh quality by optimizing temperature, reducing dry matter loss, and increasing Fleigh value (P<0.05). The conclusion of this study suggests that adding 2.50% molasses can produce the highest-quality avocado seed meal silage as an optimal herbal feed for livestock.
Evaluasi Pertumbuhan Tiga Varietas Rumput sebagai Hijauan Pakan Sapi Bali pada Lahan Kampus Universitas Khairun Lestari, Sri; Salim, Muhammad Ade; Endrawati, Eny; Wahyuni, Sri
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 2 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.02.3

Abstract

Lahan Kampus IV Universitas Khairun di Dusun Bangko Halmahera Barat belum sepenuhnya terisi infrastruktur gedung. Perlu diberdayakan lahan yang kosong sebagai lokasi penanaman hijauan pakan ternak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hijauan pakan ternak dari tiga varietas rumput yang dapat dikembangkan sebagai pakan  ternak sapi Bali, menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok  (RAK) dan 3 perlakuan yaitu P1 (Rumput Gajah) ; P2 (Rumput Odot) dan P3 (Rumput Sudan) yang masing-masingnya diulang sebanyak 3 kali sebagai kelompok. Parameter penelitian : tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun. Data dianalis statistik menggunakan Analisis Ragam (Anova) dengan taraf nyata P < 0,05 (5%) dan sangat nyata P < 0,01 (1%) menggunakan Genstat 16. Hasil diperoleh perbedaan varietas berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman, jumlah helai daun, panjang daun, lebar daun, jumlah anakan rumput Gajah (Pennisetum pupureum), rumput Odot (Pennisetum pupureum cv. Mott) dan rumput Kano-Kano (Sorghum sudanense) pada pengamatan ke 1; 2 dan 3 sedangkan pada pengamatan ke 3, varietas tidak memberikan pengaruh (P>0,05) terhadap lebar daun. Kesimpulannya varietas rumput terbaik yang dapat dijadikan sebagai hijauan makanan pakan ternak berdasarkan paramater tinggi tanaman, panjang daun dan lebar daun adalah rumput Gajah dengan nilai masing-masing 84,85b±24,73cm, 66,90b±19,03cm dan 2,91b±0,77cm.
Pemberian Pakan Complete Feed Domba (CFD) Pada Usaha Pembibitan Domba Ditinjau Dari Nilai Ekonomis Studi Kasus di Peternakan UD Kambing Burja Lawang Kabupaten Malang Cahyanti, Ratih Laraswati Dwi; Aini, Fitria Nur; Sunaryono, Joko Gagung
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 2 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.02.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pemberian pakan Complete Feed Domba (CFD) terhadap tingkat kebuntingan domba melalui metode Inseminasi Buatan (IB) laparoskopi, serta menilai aspek ekonomis usaha pembibitan di peternakan UD Kambing Burja Lawang Kab. Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 sampai Desember 2024. Permasalahan utama yang diangkat adalah menurunnya populasi domba, sehingga IB laparoskopi menjadi alternatif untuk mempercepat peningkatan populasi. Namun, keberhasilan metode ini juga dipengaruhi oleh kualitas pakan yang diberikan. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, menggunakan teknik purposive sampling. Sebanyak 21 ekor domba betina jenis Awassi dan Lokal DEG digunakan sebagai sampel dan diberi pakan CFD. Analisis data menggunakan data primer dan sekunder yang bersifat kuantitatif dipaparkan secara deskriptif. Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, performa ternak (Body Condition Score, pertambahan bobot badan harian, dan Feed Conversion Ratio), tingkat keberhasilan IB laparoskopi, dan nilai ekonomis usaha. Hasil penelitian menunjukkan kandungan nutrisi pakan CFD telah memenuhi standar NRC, tetapi tingkat kebuntingan yang dicapai masih rendah, yaitu sebesar 38%. Hal ini disebabkan pemberian hijauan tidak konsisten sehingga jumlah konsumsi bahan kering pakan didapat 2,8% BB dengan kriteria tidak memenuhi standar NRC. Analisis nilai ekonomis dari aspek efisiensi ekonomi didapatkan nilai sebesar 1,13 dan nilai IOFC sebesar Rp 108.320 per ekor, menunjukkan bahwa pakan CFD efisien dan efektif secara ekonomi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan pakan CFD akan optimal memberikan nilai ekonomis dan peningkatan keberhasilan IB laparoskopi pada usaha pembibitan domba apabila manajemen pemberian pakan hijauan dan konsentrat CFD yang diberikan selalu konsisten tersedia untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak induk domba.