cover
Contact Name
Irfan H. Djunaidi
Contact Email
jnt@ub.ac.id
Phone
0341553513
Journal Mail Official
jnt@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis (JNT)
Published by Universitas Brawijaya
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis (JNT) adalah jurnal bebas akses yang diterbitkan oleh Minat Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya. JNT adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. JNT bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan tentang nutrisi ternak ruminansia, nutrisi ternak non-ruminansia dan ilmu makanan ternak.
Articles 133 Documents
Pengaruh Metode Pengeringan Oven dan Microwave Terhadap Kualitas Fisik Pakan Indah Puspita Sari; Osfar Sjofjan; Eko Widodo
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 7 No. 1 (2024): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2024.007.01.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah microwave dapat digunakan untuk menentukan kandungan bahan kering pakan tanpa mengerahuhi kualitas fisik pakan tersebut. Kandungan bahan kering dan kualitas fisik pakan yang dikeringkan dengan microwave dibandingkan pengeringan menggunakan metode oven standar. Penelitian ini menggunakan microwave dengan tingkat daya 200 W pada suhu 60-65 °C dengan waktu pengeringan 15 menit.  Pengeringan dengan oven menggunakan metode menurut SNI 01-2891-1992 butir 5.1.  pada suhu 105 °C dengan lama waktu pengeringan 3 jam. Sampel yang digunakan adalah pakan komplit ayam pedaging masa akhir komersial yang berasal dari lima perusahaan yang berbeda (pakan 1, 2, 3, 4 dan 5). Pakan tersebut masing – masing diukur kadar airnya dengan menggunakan oven dan microwave sebanyak 10 kali ulangan menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola tersarang. Kualitas fisik pakan yang diukur adalah persentase bahan kering, kerapatan jenis, kerapatan jenis bahan kering dan mikrostruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase bahan kering, kerapatan jenis dan kerapatan jenis bahan kering tidak berbeda (P>0,05) antara pengeringan dengan oven maupun microwave, namun terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) antara perlakuan pakan yang tersarang pada metode pengeringan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa microwave dapat digunakan untuk menentukan kandungan bahan kering tanpa mempengaruhi kerapatan jenis dan kerapatan jenis bahan kering pakan dengan hasil yang sama dengan metode pengeringan oven standar dengan waktu pengeringan yang lebih cepat dan suhu yang lebih rendah. Pakan yang dikeringkan dengan microwave memiliki struktur berpori yang lebih banyak daripada pengeringan oven karena gelombang mikro menembus bahan sehingga terjadi penguapan air massif dan cepat.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Maserasi Kulit Bawang Putih pada Ransum Itik Magelang Terhadap Kadar Kolesterol, Warna, dan Bobot Kuning Telur Hendrawan; Anastasia Putri Setyawati; Muhammad Akbar Firmansyah; Nur Sofiatul Zuhriah; Tri Puji Rahayu
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 7 No. 1 (2024): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2024.007.01.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstak kulit bawang putih yang sudah dimaserasi pada ransum itik Magelang terhadap warna yolk, bobot yolk, dan kadar kolestrol yolk. Pembuatan ekstrak meliputi maserasi kulit bawang putih metode maserasi dengan pelarut etanol 96% sdengan perbandingan 1000 gram:7,5 liter (1:7,5) selama 3x24 jam, setelah itu dilakukan penguapan menggunakan rotary evaporator setelah pelarut tidak menetes dilanjutkan pemekatan dengan waterbath hingga diperoleh ekstrak. Penelitian ini dilakukan secara in vivo selama 28 hari menggunakan 40 ekor bebek betina berumur 20 minggu yang sudah bertelur. Pemeliharaan empat perlakuan dan masing-masing 5 ulangan yaitu P0= sebagai kontrol tanpa tambahan ekstrak kulit bawang; P1= 98% ransum basal + 2% ekstrak bawang putih; P2= 96% ransum basal + 4% ekstrak bawang putih; P3= 94% ransum basal + 6% ekstrak bawang putih. Hasil yang diperoleh penambahan ekstrak kulit bawang putih tidak berpengaruh nyata menurunkan kadar kolestrol pada minggu ke-3 dan ke-4. Warna yolk berpengaruh nyata antar perlakuan dengan perlakuan kontrol didapatkan hasil bahwa perlakuan kontrol memiliki warna tergelap, sedangkan pada bobot yolk tidak berpengaruh nyata.
Efisiensi Pakan, Energi Bruto Dan Feed Conversion Ratio Sapi Friesian Holstein Indonesia Pada Periode Laktasi Yang Berbeda Didik Nur Edi; St. Theresia Sri Wulandari Setiawanti; Arnanda Padang Rachmasari
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 7 No. 1 (2024): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2024.007.01.3

Abstract

Efisiensi pakan merupakan refleksi dari Feed Conversion Ratio dan Feed Conversion Efficiency. Energi bruto mewakili total energi yang tersedia dalam pakan, sebagian dari energi itu hilang menjadi feses. Penelitian ini bertujuan membandingkan dan mengidentifikasi efisiensi pakan, energi bruto dan feed conversion ratio sapi FH Indonesia pada beberapa periode laktasi yang berbeda. Materi yang digunakan 15 ekor sapi perah Friesien Holstein (FH) Indonesia dengan periode laktasi I-IV masing-masing sebanyak 6,4,3 dan 2 ekor. Data dianalisis secara deskriptif analitis dengan menghitung rata-rata. Parameter yang dihitung meliputi efisiensi pakan, feed conversion ratio dan efisiensi energi bruto. Hasil penelitian menunjukkan periode laktasi ketiga adalah paling optimal dalam mengkonversi nutrien pakan untuk menjadi produk susu dengan nilai efisiensi pakan, feed convertion ratio dan efisiensi energi bruto masing-masing sebesar 82,85%, 1,21 dan 0,26
Komponen Bioaktif pada Tanaman Centrocema Pubescens dan Potensinya sebagai Pakan Ternak Peni Wahyu Prihandini; Henny Leondro; Yuli Arif Tribudi; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani; Dewi Khosiya Robba; Dyah Tuwi Ramsiati; Mochammad Chanafi; Wahyuni Indah Wulansari
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 7 No. 1 (2024): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2024.007.01.6

Abstract

Centrosema pubescens adalah leguminosa merambat yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena kandungan proteinnya yang tinggi. Namun, penelitian seputar tanaman Centrosema pubescens masih sangat minim, terutama dalam bidang identifikasi senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak Centrosema pubescens. Bagian daun, batang dan bunga tanaman Centrosema pubescent diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70%, dipekatkan menggunakan rotary evaporator, kemudian dianalisis menggunakan perangkat LC-MS. Hasil analisis LC-MS menunjukkan keberadaan 86 senyawa yang diketahui. Kromatogram pada tanaman Centrosema pubescens terdapat satu puncak tertinggi dengan komposisi 3,490% yaitu senyawa prodephinidin C2 (golongan senyawa flavonoid). Lebih lanjut, senyawa golongan flavonoid glikosida seperti rutin, naringin, dan kaempferol juga terindentifikasi pada legum ini. Untuk senyawa yang teridentifikasi yaitu 20-hydroxyecdysone. Berdasarkan banyaknya senyawa bioaktif pada Centrosema pubescens, maka dapat direkomendasikan sebagai fitobiotik pada pakan ternak
Pengaruh Usia Potong dan Dosis Pupuk Urea Terhadap Kandungan Nutrien dan Kecernaan Sorgum Varietas Samurai 1 Sebagai Pakan Ruminansia Anwar Efendi Harahap; Luki Abdullah; Panca Dewi Manuhara Karti; Despal
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 7 No. 1 (2024): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2024.007.01.1

Abstract

Kesulitan penyediaan pakan hijauan pada pengembangan peternakan ruminansia dapat diatasi dengan penggunaan sorgum  karena  mampu menghemat biaya pakan akibat pemanenan yang dilakukan berkali kali pada satu periode penanaman. Penelitian bertujuan mengevaluasi nilai nutrien dan kecernaan sorgum samurai akibat waktu panen dan pupuk urea yang berbeda pada panen pertama. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu RAL Pola Faktorial (3x3) dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan usia potong 80, 85 dan 90 hari setelah tanam (HST) dan faktor kedua adalah perlakuan dosis pupuk urea terdiri dari 200, 300 dan 400 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi (p<0.05) pada perlakuan protein kasar dan NDF, bahan kering dipengaruhi (p<0.05) usia potong serta ADF (p<0.05) dipengaruhi dosis pupuk urea. WSC dan GE tidak dipengaruhi (p>0.05) usia potong, dosis pupuk dan interaksinya. Selanjutnya KcBK dan KcBO juga tidak dipengaruhi (p>0.05) usia potong dan pemberian pupuk  Waktu panen sorgum samurai 1 usia potong 80 HST dan dosis pupuk urea 200 kg ha-1 menjadi pilihan peternak karena mampu menghasilkan pakan kaya nutrisi sebagai bahan baku pakan ternak ruminansia.
Transformasi Silase: Profil Terbaru Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv Mott) Dan Dedak Padi Dengan Penggunaan Sirup Afkir Sadarman, Sadarman; Juliantoni, Jepri; Febrina, Dewi; Bayu Prastyo, Agustin; Fazly, Mhd; Qomariyah, Novia
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 7 No. 1 (2024): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2024.007.01.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan sirup komersial afkir terhadap sifat silase yang terbuat dari campuran dedak halus dan rumput odot. Dalam percobaan ini, efektivitas metode penyimpanan pakan dinilai sebagai cara untuk menjamin ketersediaan pakan disaat kekeringan. Eksperimen ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Intervensi yang disediakan antara lain: P1 (kontrol), berupa rumput odot dan dedak padi 5% dari bahan kering (BK), ditambah sirup afkir masing-masing sebanyak 2,50%, 5%, 7,50%, dan 10% DM pada P2, P3, P4, dan P5. Setelah itu, campuran didiamkan selama 30 hari pada suhu kamar. Unsur-unsur yang diamati adalah kandungan nutrien, suhu, pertumbuhan kapang, aroma, tekstur, dan warna silase. Berdasarkan data analisis, suhu, tekstur, dan aroma silase terbukti nyata (P<0,05) dipengaruhi oleh penambahan sirup afkir pada konsentrasi tertentu. Meskipun suhu silase tidak berbeda secara signifikan antara perlakuan, penggunaan sirup afkir pada konsentrasi 2,50-10% BK dapat meningkatkan kualitas nutrisi dan sifat fisik silase secara keseluruhan. Perlakuan terbaik terlihat pada penambahan 5% sirup afkir (P3) yang menghasilkan silase dengan nilai nutrisi dan karakteristik fisik yang optimal. Oleh karena itu, pemanfaatan sirup komersial afkir dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas silase dari campuran rumput odot dan dedak padi halus.
Efek Penambahan Acidifier Pada Pakan Bentuk Pelet Terhadap Karakteristik dan Gambaran Histomorfometri Villi Sekum Kelinci New Zealand White Analis Wisnu Wardhana; Dipo Aramando Lif Rizky; Heli Tistiana
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 7 No. 1 (2024): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2024.007.01.8

Abstract

Kelinci usia muda atau lepas sapih memiliki tingkat kematian yang tinggi. Tingkat kematian yang tinggi disebabkan oleh masalah pakan, gangguan dan masalah pencernaan disertai dengan kondisi mikroflora usus yang belum seimbang didalam sistem pencernaan. Salah satu metode untuk mengatasi kondisi tersebut adalah dengan memberikan imbuhan pakan. Acidifier merupakan jenis imbuhan pakan yang diketahui berperan baik dalam menekan pertumbuhan bakteri patogen, meningkatkan penyerapan nutrisi dan perbaikan kesehatan sistem pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan acidifier dalam pakan kelinci terhadap pH, viskositas dan histomorfometri tinggi villi sekum. Penelitian ini dilaksanakan dengan materi penelitian yang digunakan antara lain kelinci New Zealand White berjenis kelamin jantan dan berusia 35 hari (lepas sapih) sebanyak 32 ekor, pakan pelet dan acidifier. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan lapang dimana kelinci dipelihara selama 6 minggu didalam kandang dan diberi pakan perlakuan. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 8 kelompok. Perlakuan terdiri dari P0 = pakan kontrol, P1 = pakan kontrol + acidifier 0,1%, P2 = pakan kontrol + acidifier 0,2%, P3 = pakan kontrol + acidifier 0,3%, sedangkan variabel penelitian yang diamati adalah pH sekum, viskositas sekum dan histomorfometri tinggi villi sekum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan acidifier dalam pakan memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05) terhadap nilai pH sekum dan memberikan hasil yang tidak signifikan atau tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap nilai viskositas sekum kelinci. Penambahan acidifier dalam pakan diketahui memberikan dampak terhadap peningkatan panjang vili di setiap perlakuannya. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penambahan acidifier dengan berbagai konsentrasi pada pakan dapat menurunkan nilai pH, meningkatkan nilai viskositas dan meningkatkan tinggi vili pada sekum. Level penambahan acidifier sebanyak 0,3% dalam pakan menunjukkan hasil terbaik terhadap semua variabel penelitian.
Unlocking The Potential of Lampung Agricultural Waste: Banana Kepok Peel Silage (Musa × Paradisiaca) for Ruminant Nutrition Through an Optimization of Ensiling Time Deviany, Deviany; Yusuf, Reggina Aulia; Raqin, Mohammad Rayhan; Ramadhan, Aditia Fajar; Nugraha, Dea Amanda; Afriliza, Tiara Fitri
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 7 No. 2 (2024): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2024.007.02.1

Abstract

This study investigates the optimization of ensiling time for fermenting Kepok/Saba banana peel into silage for ruminant nutrition. Two ensiling durations were compared: T1 with a 7-day ensiling time and T2 with a 14-day ensiling time. The results of the experiment reveal that while T2 demonstrated certain advantages, such as enhanced aroma and texture due to extended fermentation, the physical quality of silage from T1 was comparable, and the proximate analysis indicated no significant difference in nutritional content between T1 and T2. Additionally, T1 silage exhibited a lower crude fiber content compared to T2, suggesting potentially better digestibility and nutrient availability for livestock. These findings emphasize the practicality of choosing T1 to expedite production without compromising physical quality or nutritional integrity. The study underscores the potential of Kepok/Saba banana peel waste to be processed into silage, offering a sustainable solution for utilizing Lampung’s agricultural by-products for ruminant nutrition enhancement.
Pengaruh Teknologi Amofer Terhadap Kualitas Fisik dan pH Jerami Padi Organik dan Anorganik Husnaeni, Husnaeni; Tatra, Afsitin Joan; Bahari, Doddy Ismunandar
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 7 No. 2 (2024): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2024.007.02.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi amofer terhadap kualitas fisik dan pH jerami padi organik dan anorganik. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial (2 faktor), yaitu faktor A: jenis jerami padi (organik dan anorganik) dan faktor B: jenis starter (kontrol, EM4, dan MOL), setiap perlakuan diulang 4 kali. Proses dimulai dengan pembuatan MOL (mikroorganisme lokal) dan dilanjutkan dengan pengolahan jerami padi menggunakan teknologi amofer. Parameter yang diamati meliputi aroma, tekstur, warna, jamur, dan pH. Uji Kualitas fisik dilakukan dengan skoring penilaian silase, sementara pH diukur menggunakan pH meter. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA, dengan uji wilayah berganda Duncan untuk perbandingan lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jenis jerami padi (faktor A) dan jenis starter (faktor B) tidak berpengaruh signifikan terhadap aroma, tekstur, warna, jamur, dan pH (P>0,05). Faktor A menunjukkan pengaruh tidak signifikan terhadap semua parameter yang diamati. Namun, faktor B, terbukti memberikan peningkatan signifikan pada aroma, warna, tekstur, dan pH (P<0,01) dibandingkan jerami segar. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan EM4 dan MOL sebagai starter pada proses amofer jerami padi, baik organik maupun anorganik, terbukti meningkatkan kualitas jerami padi secara fisik dan mampu menurunkan nilai pH dibandingkan dengan jerami segar. Tidak ditemukan interaksi signifikan antara jenis jerami padi dan jenis starter terhadap kualitas jerami padi amofer
Uji Kecernaan Nutrien Secara In Vitro dan Analisis Komponen Serat Kasar Limbah Bunga Sedap Malam (Polianthes tuberosa L.) Terfermentasi Aspergillus niger Badriyah, Nufus Imamil; Ali, Usman; Sumartono, Sumartono
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 7 No. 2 (2024): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2024.007.02.6

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh dan mempelajari dosis paling efisien dari penggunaan Aspergillus niger pada fermentasi limbah bunga sedap malam (Polianthes tuberosa L.) dengan parameter Kecernaan Bahan Kering (KcBK), Kecernaan Bahan Organik (KcBO), Kecernaan Protein Kasar (KcPK) secara in vitro, kandungan Neutral Detergent Fiber (NDF), Acid Detergent Fiber (ADF), dan Hemiselulosa. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 200 gram limbah bunga sedap malam (BK 94,83%), 2% molases, dan 274 ml air. Penggunaan dosis Aspergillus niger yang berbeda terdiri dari P0 : Kontrol (Tanpa Fermentasi), P1 : 1 x 107 CFU/g BK Bahan,  P2 : 3 x 107 CFU/g BK Bahan, P3 = 6 x 107 CFU/g BK Bahan, dan P4 : 9 x 107 CFU/g BK Bahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan nutrien dan komponen serat kasar. Dosis 9 x 107 CFU/g BK Bahan terbukti memberikan hasil terbaik diantara dosis yang lainnya ditinjau dari beberapa parameter yang telah diukur yaitu 46,62±1,1% KcBK, 46,26±0,16% KcBO, 52,86±0,07% KcPK, 28,96±0,28% NDF, 22,64±0,43% ADF dan 6,32±0,35% Hemiselulosa. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan Aspergillus niger sebagai inokulan dalam proses fermentasi limbah bunga sedap malam meningkatkan KcBK, KcBO, dan KcPK serta diikuti dengan penurunan kandungan NDF, ADF dan Hemiselulosa.

Page 11 of 14 | Total Record : 133