cover
Contact Name
Masilva Raynox Mael
Contact Email
masilvamael@unesa.ac.id
Phone
+628175105391
Journal Mail Official
masilvamael@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung T2 Lantai 2 Jurnal Paramasastra Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya Jln. Kampus Lidah Wetan Surabaya, Tel / fax : 031 7522876 / 031 7522876 Kampus Lidah Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
ISSN : 23554126     EISSN : 25278754     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/parama.v6n2
discusses field-based research, literature research, and theoretical and methodological reflection on languages, literatures, and its teaching. This journal receives research-based articles or literary-based studies that will be published twice a year through the screening process. All articles sending to the editorial desk will be reviewed by at least two reviewers. Manuscripts relate to the fields below are welcome to submit.
Articles 395 Documents
INTERFERENSI DAN INTEGRASI BAHASA Firmansyah, Muhammad Arif
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 8, No 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v8n1.p46-59

Abstract

Dalam masyarakat bilingual, lazim terjadi fenomena kebahasaan berupa interferensi dan integrasi. Kedua fenomena kebahasaan ini muncul karena terjadinya kontak dua bahasa yakni bahasa pertama dan bahasa kedua. Saling kontak tersebut bisa berdampak merugikan atau menguntungkan. Jika kontak bahasa terjadi dan unsur bahasa pertama atau kedua yang digunakan oleh penutur bahasa bilingual ternyata berbeda, hal ini disebut sebagai interferensi dan mengakibatkan kesalahan berbahasa. Sebaliknya, jika kontak bahasa yang terjadi dan itu berarti terjadi peristiwa peminjaman atau penyerapan unsur-usur bahasa pertama ke bahasa kedua atau sebaliknya dan ternyata berdampak positif, yaitu memerkaya bahasa pertama atau kedua, fenomena ini disebut sebagai integrasi. Keduanya merupakan salah satu bahasan dalam kajian sosiolinguistik.Tujuan tulisan ini adalah membahas interferensi dan intergrasi bahasa pertama dan bahasa kedua dalam kajian sosiolinguistik.
COMPARATIVE LITERATUREOF NOVEL SURAT KECIL UNTUK TUHANAND OSCARAND THE LADY IN PINK Noryunita, Andri; Purwatiningsih, Dewi
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 2, No 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v2n2.p%p

Abstract

Comparative study is the way to make comparison of two (possibly more) things. In  literature,  there  are  some  aspects  that  could be  compared  such  as  the  literary work  itself. This  study discusses about  two  literary works  from different  culture and different author. The first one is novel which title Surat Kecil Untuk Tuhan by Agnes  Devauner  and  the  second  is  short  story  from  Eric-Emmanuel  Schmitt which  title Oscar and  the Lady  in Pink. The purpose of  this study  is  to compare about the intrinsic elements of both literary works and to compare about the main character  there.  The method which  is  used  to  this  study  is  qualitative  research because  of  the  data  collected  by  the  word  or  sentence  but  not  the  number. Qualitative  data  deals  with  descriptions  which  could  be  observed  and  not measured.  The  results  of  this  study  showed  to  the  reader  about  the  intrinsic elements  of  both  different  literary works  and  also  the  comparison  between  the main characters of each literary work. Hopefully this study will give the beneficial to the reader in terms of comparative study.
TUTURAN TABU DALAM FILM JEPANG TENTANG REMAJA Hamidiyah, Husnul
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n1.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji informasi mengenai tuturan yang dianggap tidak  sopan dan dapat membedakan bentuk, motif, fungsi, konteks emotif, dan strategi x-femisme pada penggunaan tuturan tabu dalam  situasi percakapan bahasa Jepang. Penelitian ini berlandaskan pada teori para ahli linguistik yaitu Allan dan Burridge (2006), Ullmann (2006), Searle (1975), Boeree (2006), Hughes (1991), Yonekawa (2008), dan Fargo (2009). Penelitian ini menggunakan metode telaah pustaka dan metode analisis deskriptif  kualitatif. Sumber data adalah film Jepang bertema tentang remaja yaitu  Confessions  (2010) karya Tetsuya Nakashima, Detroit Metal City  (2008) karya Toshio Lee, dan sekuel  Crows Zero (2007 dan 2009) karya Takashi Miike.Data penelitian ini berupa kalimat yang mengandung tuturan tabu  yang ditemukan sebanyak 70 data. Hasil pengklasifikasian dan analisis data menunjukkan bahwa (1) bentuk tuturan tabu dengan sistem ekskresi yaitu 1 data, organ tubuh yaitu 3 data, aktivitas seksual yaitu 5 data, kelainan seksual yaitu 2 data, kematian yaitu 2 data, pembunuhan yaitu 7 data, penamaan/ pengalamatan yaitu 13 data, tempat/ objek sakral/ religi yaitu 7 data, penyakit yaitu 2 data, hewan yaitu 6 data, fisik tidak ideal yaitu 1 data, mental di bawah normal yaitu 14 data, dan kotoran yaitu 7 data; (2) motif tuturan tabu dengan motif taboo of fear, yaitu 7 data, motif taboo of delicacy yaitu 11 data, dan motif taboo of propriety yaitu 52 data; (3) fungsi tuturan tabu dengan fungsi asertif yaitu 16 data, fungsi direktif yaitu 7 data, fungsi komisif yaitu 1 data, fungsi ekspresif yaitu 46 data, dan fungsi deklaratif nol data; (4) konteks emotif tuturan tabu dengan konteks keterkejutan yaitu 3 data, konteks ketakutan yaitu 4 data, konteks kemarahan yaitu 39 data, konteks kesedihan yaitu 7 data, konteks keinginan yaitu 7 data, konteks kebahagiaan yaitu 7 data, dan konteks kebosanan yaitu 3 data; (5) strategi x-femisme tuturan tabu dengan tipe disfemisme yaitu 27 data, ortofemisme yaitu 40 data, dan eufemisme yaitu 3 data. Hasil analisis dapat disimpulkan secara umum bahwa penggunaan tuturan tabu senantiasa didasari dengan latar belakang kebahasaan seperti bentuk, motif, fungsi, konteks emotif, dan strategi x-femisme. Kemudian, penggunaan tuturan tabu juga mempengaruhi keberhasilan komunikasi yang diharapkan antara penutur dan petutur.
RESEARCH OF TEXT AND CONTRIBUTION IN TEACHING JAPANESE Nurhadi, Didik
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 3, No 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v3n1.p%p

Abstract

This study aims to describe main problems of Japanese language text study, current text research and its application in Japanese language learning. Referring to the understanding of text as the largest and most comprehensive set of language study, the understanding of concepts and limitations in text study required for language learners, especially foreign languages learners, students should understand the concept and limitation of the text. The research method used descriptive qualitative research methods. The study results gained conclusion that text in Japanese language studies focused on study of text structure, especially discussion of text coherence. The views on this issue become a basis for understanding applied in teaching Japanese as a foreign language. This study focuses on discussion mentioned various research problems that can be raised and an example of text study research results applied with Japanese Language Text Structure Classification, Japanese Language Material Teaching, and contrastif language study
MENEROKA ASPEK RELIGI DRAMA GRAFITO KARYA AKHUDIAT Roesmiati, Dian
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v5n1.p%p

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek religi drama Grafito karya Akhudiat dan mendeskripsikan konflik antartokoh yang berkaitan dengan aspek religi. Tema-tema religi merupakan sesuatu yang lazim muncul dalam karya sastra. Bersikap religiositas adalah berserah diri pada kekuatan yang lebih besar untuk menciptakan kebahagiaan yang bersifat pribadi. Penelitian ini berkaitan dengan teori sosiologi sastra untuk menganalisis naskah drama. Sumber data penelitian adalah Grafito yang terdapat dalam Antologi 5 Lakon Akhudiat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kepustakaan, yaitu membaca naskah drama Grafito secara intens dan menginterpretasi serta memahami naskah drama tersebut, kemudian menganalisis. Hasil temuan penelitian ini adalah adanya konfik antartokoh yang berkaitan dengan beda pendapat tentang agama. Perbedaan agama dalam suatu pernikahan menjadi tema sentral drama Grafito. Analisis aspek religi naskah drama Grafito menghasilkan adanya hubungan dan respons religi dalam drama tersebut. Akhudiat sebagai pengarang berhasil membuka wawasan pembaca tentang “perbedaan yang indah” dalam suatu pernikahan beda agama. Penggambaran aspek religi muncul melalui peristiwa-peristiwa dalam dialog antartokoh. Berlatar belakang konflik pernikahan beda agama, yaitu Islam dan Kristen, drama Grafito menunjukkan keuniversalan tema tentang manusia dan Tuhan. Grafito karya Akhudiat ini dapat digolongkan sebagai drama bergenre komedi satire.Kata kunci: Aspek religi, naskah drama, komedi satire
THE ABSENCE OF MOTHER: THE RELATIONSHIP OF FATHER DAUGHTER IN GOTHIC FICTIONS Ayu, Hujuala Rika
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v4n1.p%p

Abstract

This paper discusses the bonding of father and daughter in Angela Carter’s “The Courtship of Mr. Lyon” and Intan Paramaditha’s “Pintu Merah” (transl. “The Red Door”). Carter and Paramaditha employ distinguished narrative structures to highlight the interaction among the characters. They utilizes third-person narrator and reproduces fairy tales. The absence of mother becomes an interesting pivot in both stories. In that situation, father is inevitably the daughter’s closest figure. In both stories, fathers are at the same time demanding and lame. While, daughters are those dependent, submissive yet tactical figures in facing their fathers as the sole counterparts in the story. Using the perspectives of Juliett Michelle and Nancy Chodorow on psychoanalysis feminism, this paper unveils the roles of father in daughter’s adolescent development. This study reveals that despite the dependencies of the daughters toward the familial relationship, they use their submissiveness as the weapons to break the patriarchal values represented by the fathers. 
MEMELIHARA RIAK SASTRA SUNDA Hendrayana, Dian
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v4n2.p%p

Abstract

Sastra merupakan wahana untuk mengekspresikan sebuah situasi tertentu pada periode tertentu pula melalui tafsir dan kacamata sastrawan. Dengan pengertian lain, sastra bisa menjadi media perekaman sosial kemasyarakatan tertentu untuk dibaca, ditelaah, dan dijadikan acuan untuk membentuk suasana serta karakter masyarakatnya di kemudian hari. Sastra Sunda tentu saja merupakan rekaman dari situasi kehidupan sosial masyarakat Sunda. Sastra Sunda bisa menjadi media dan menjadikannya album sosial kemasyarakatan untuk ditelaah dan dijadikan pijakan demi menunaikan pola sosial kemasyarakatan di kemudian hari bagi masyarakat Sunda yang lebih berkembang dan maju. Sementara itu, nyaris di setiap sudut, pengaruh asing seolah berlomba-lomba merangsek ke masyarakat kita. Tak terkecuali di masyarakat Sunda. Berkembangnya dunia teknologi, serta merta akan mampu mengubah cara bersikap dan berfikir bagi masyarakat agar tetap melaju sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zamannya.Persoalannya adalah, bagaimana masyarakat Sunda mampu memelihara dan mempertahankan keberadaan sastra Sunda sebagai media rekam masyarakatnya. Padahal, di samping upaya pemeliharaan dan pelestarian keberadaan sastra, baik tulis maupun lisan, pengaruh asing tadi begitu deras menerjang tatanan sosial kemasyarakatan di tatar Sunda. Sebagai sebuah entitas yang serta-merta bisa memorak-porandakan keberadaan sosial masyarakat, maka pengaruh asing itu jelas harus disikapi dengan hati-hati dan pikiran bijak.Tentu saja, upaya-upaya dengan cara bekerja keras dan upaya-upaya konstruktif harus segera dilakukan. Pemberlakuan upaya ini tentu dengan melibatkan berbagai pihak, lembaga-lembaga terkait baik pemerintah maupun swasta.  
GRAMATIKALISASI VERBA HEIN DAN SEIN Ridwan, Agus
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 3, No 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v3n1.p%p

Abstract

Linguistic units in any language will develop at a certain time. Such development can occur in the field of phonology, (morpho) syntax, and semantics. However, not all of linguistic units can develop in parallel on these three areas. It also occurs at the language units of German like verbs haben ‘have’ and sein ‘to be’. The verbs haben ‘have’ and sein ‘to be’ can have function as a full verb. In addition to a full verb, the verbs haben ‘have’ and sein ‘to be’ also serve as an auxiliary verb, a functional verb and a modality verb. The various functions of verbs especially the origin of their formation certainly created problems for language expert and observer, and also German language teachers/learners. In connection with the issue, this article tries to describe the development of verbs haben ‘have’ and sein ‘to be’. The theory used in the analysis is the theory of grammaticalization in the field of syntagmatic/paradigmatic (morpho) syntax and semantics.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN EJAAN DAN TANDA BACA DALAM MENULIS PENGALAMAN PRIBADI DENGAN TEKNIK JIGSAW SISWA KELAS VII-B SMP NEGERI 1 RENGEL KABUPATEN TUBAN Kustomo, Heri
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 2, No 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v2n2.p%p

Abstract

The  research  problem  is  the  low  ability  students  at  class  VII-B  SMP  Negeri  1 Rengel Tuban in using spelling and punctuation to write personal experience. It is seen  from  the  data:  1)  errors  capitalization  89.65%,  2) misuse  of  prepositions 86.20%, 3) misapplication dot 75.86%, and 4) error use commas 41.37% .  Researchers  chose  Jigsaw  technique  to  overcome  the  problems.  This  selection was  based  on  the  advantages  of  Jigsaw  technique  is  to  learn  together,  the problems faced by students can be resolved. Results of  the study: There was an  increase  in  the ability  to use correct spelling and  punctuation  in writing  personal  experience  of  students  of  class VII-B  SMP Negeri  1  Rengel  Tuban,  namely:  1)  errors  capitalization  decreased  by  41.38% from  82.75%  to  41,  37%,  2) misuse  of  prepositions  decreased  by  13.80%  from 79.31%  to  65.51%,  and  3)  the  use  of  punctuation  errors  decreased  by  75.86% from 82.75% to 6.89 %
PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL RARA MENDUT KARYA Y.B. MANGUNWIJAYA Septiana, Hespi
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v6n1.p%p

Abstract

This research aims to describe and explain: (1) the view of authors’ world about feminism Rara Mendut novel by Y.B. Mangunwijaya; (2) text structure Rara Mendut novel by Y.B. Mangunwijaya; (3) background of socio-historic Rara Mendut Novel by Y.B. Mangunwijaya. This research is a qualitative study with subject matter analysis method. Data collection technique used is non-interactive technique. Non-interactive technique covers noting the document or archive (content analysis) and interview. Data analysis technique uses interactive analysis technique. The results of this research are as follows: (1) the world view of Y.B. Mangunwijaya is a view of moderate feminism world, (2) structure of the text which is thematically is centered on Rara Mendut in her relation with other characters, from the interaction of Rara Mendut with other characters will be expressing the author’s world view (3) the structure of socio-historic novel Rara Mendut  is social structure of Mataram empire society.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 1 (2025): Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11 No. 2 Bulan September 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol.11 No.1 Bulan Maret 2024 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol.10 No.2 Bulan September 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Vol.10 No.1 Bulan Maret 2023 Vol. 9 No. 2 (2022): Vol.9 No.2 Bulan September 2022 Vol. 9 No. 1 (2022): Vol.9 No.1 Bulan Maret 2022 Vol. 8 No. 2 (2021): Vol.8 No.2 Bulan September 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol. 8 No. 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol. 7 No. 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol. 7 No. 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol. 6 No. 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol 6, No 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol. 6 No. 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol. 5 No. 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol. 4 No. 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol 4, No 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol. 3 No. 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol. 3 No. 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol. 2 No. 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol. 1 No. 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 Vol. 1 No. 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 More Issue