cover
Contact Name
Ari Khususmadewi
Contact Email
jurnalbikotetik@unesa.ac.id
Phone
+628563191981
Journal Mail Official
jurnalbikotetik@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Bimbingan dan Konseling Gd. O3 lantai 1, Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya City, East Java 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik)
ISSN : -     EISSN : 25805827     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/bikotetik.v3n1
Bikotetik: This journal is for guidance and counseling practitioners (teacher, counselor, observer, etc), and academics. Access to unpaid journal (FREE) for both reader and author. Articles published for this journal may include research results, community service results in the area of Counseling and Guidance, and literacy studies in counseling guidance.
Articles 239 Documents
Editorial Bikotetik Admin Bikotetik
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 6 No. 1 (2022): Volume 6 Number 1, May 2022
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v6n1.pi-iv

Abstract

-
Analisis Karakteristik Kepribadian Mahasiswa dengan Teori Kepribadian Humanistik Carl R. Rogers: The Fully Functioning Person Riva Sutisna; Nandang Rusmana; Mamat Supriatna
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6 Number 2, November 2022
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v6n2.p68-78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan kepribadian pada Mahasiswa berdasarkan Teori kepribadian humanistik rogers dan implikasinya terhadap Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi. Partisipan adalah 61 mahasiswa PGPAUD pada salah satu Perguruan Tinggi di Indonesia tahun akademik 2021. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kepribadian adalah instrumen Kepribadian Humanistik Carl Rogers yang didalamnya termasuk aspek (1) Meningkatnya keterbukaan terhadap pengalaman, (2) Kecenderungan terhadap hidup yang eksistensial, (3) Meningkatnya kepercayaan pada organisme, (4) Kebebasan memilih, (5) Kreativitas (6) Konstruktif dan terpercaya, dan (7) Kehidupan yang kaya warna. Berdasaran hasil hasil uji analisis deskriptif, diperoleh hasil bahwa Karakteristik Kepribadian Mahasiswa masuk pada kategori tinggi dalam semua aspek teori kepribadian humanistik Carl R. Rogers: The Fully Functioning Person. Hasil Penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan program dan layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi. Kata Kunci: Teori Kepribadian Humanistik Rogerian, Karakteristik Kepribadian Mahasiswa, Bimbingan dan Konseling
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Jalur Kartu Jakarta Pintar (KJP) Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Metode Group Dynamics Pada Siswa Kelas VII SMP Nurul Adhiyati
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6 Number 2, November 2022
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v6n2.p84-89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk upaya meningkatkan motivasi belajar siswa jalur Kartu Jakarta Pintar (KJP) melalui layanan bimbingan kelompok dengan metode group dynamics pada siswa kelas VII SMP“dengan jumlah 10 siswa. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan angket motivasi belajar, observasi terstruktur, wawancara terstruktur, dan penilaian. Koefisien relialibilitas penelitian angket motivasi belajar dianalisa menggunakan teknik korelasi Product Moment hasilnya senilai 0,732 dan termasuk kategori tinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMP jalur KJP mengalami peningkatan ke arah yang semakin baik dengan meningkatnya hasil rata-rata skor pada setiap siklus. Hasil rata-rata skor pada pra tindakan adalah sebesar 106,5 meningkat menjadi 148,9 pada siklus III. Tingkat motivasi belajar pada siklus I 122,8, pada siklus II 134,0, dan pada siklus III 148,9. Selain itu hasil wawancara, observasi dan penilaian pun mengalami peningkatan yang baik pada setiap siklus. Siklus I menunjukkan belum mampu membangkitkan motivasi dalam belajar. Hal ini dapat dimaknai bahwa dinamika jigsauw masih belum sesuai dengan kondisi siswa jalur KJP sehingga siswa masih berada pada tahap penerimaan informasi. Pada siklus II menunjukkan bahwa siswa sudah berada pada tahap untuk memperoleh tingkat motivasi belajar yang lebih tinggi akan tetapi hal ini belum sampai pada tingkat kesadaran terhadap motivasi belajar. Pada siklus III menunjukkan bahwa pada progresif relaxation mampu memberikan  topik yang sesuai dengan kebutuhan siswa jalur KJP, sehingga siswa mampu memunculkan keinginan dalam diri dan mampu membangkitkan motivasi dalam belajar. Simpulan dari penelitian ini adalah melalui layanan bimbingan kelompok dengan metode group dinamycs dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII-E jalur KJP SMP.
Pengaruh Kualitas Teman Sebaya Terhadap Perencanaan Karier Siswa Di SMA Heni Sulusyawati; Juwanto Juwanto
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6 Number 2, November 2022
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v6n2.p90-94

Abstract

Berdasarkan hasil observasi masih ditemukan siswa kurang memikirkan kompetensi yang dimiliki teman sebaya. Siswa cenderung berpikir yang terpenting banyak teman, tanpa memikirkan apakah teman tersebut dapat membantu dirinya dalam mempersiapkan perencanaan karier yang sesuai dengan potensi dirinya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian yaitu untuk mendeskripsikan pengaruh kualitas teman sebaya terhadap perencanaan karier siswa. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif, yang lebih mengutamakan pendekatan natural setting atau bersifat alamiah. Penarikan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan tri anggulasi. Analisis data penelitian menggunakan metode Miles Hurberman, dimana terdapat tiga tahapan  analisis data meliputi data reduction, display, dan conclusion drawing/verification. Analisis data dilakukan dari awal sampai pada akhir penelitian. Hasil penelitian ini mengemukakan kualitas teman sebaya memberikan pengaruh terhadap perencanaan karier siswa. Hal tersebut ditunjukkan dari pengakuan dan saling menjajaga, saling membantu dan memberikan petunjuk, dan pemecahan konflik.
Pengembangan Media Book Planner Self-Management Untuk Mengurangi Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Andhika Sing Wicaksana; Nurbaity Nurbaity; Evi Rahmiyati
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6 Number 2, November 2022
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v6n2.p111-116

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda-nunda suatu perkerjaan oleh siswa secara sadar. Prokrastinasi akademik berdampak negatif terhadap perkembangan akademik siswa, seperti berkurangnya waktu, menurunkan harga diri, bahkan menurunnya prestasi belajar. Salah satu upaya mengurangi prokrastinasi akademik yaitu dengan meningkatkan kemampuan self management. Penelitian ini dilaksanakan guna mengembangkan media book planner self-management. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengambarkan proses pengembangan media book planner self-management dalam mengurangi perilaku prokrastinasi akademik pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model PPE (Planning, Production, and Evaluation). Subjek dalam penelitian ini yaitu ahli media, ahli materi dan praktisi atau dalam hal ini yaitu guru bimbingan dan konseling. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hasil uji validasi oleh ahli materi sebesar 88% dengan kategori sangat layak, oleh ahli media sebesar 93,5% dengan kategori sangat layak dan hasil dari tanggapan praktisi berdasarkan aspek keindahan media sebesar 92,4% dan berdasarkan kualitas isi media yaitu sebesar 90,4% dengan kategori sangat layak. Hasil dari penilaian tanggapan guru bimbingan dan konseling yang dilakukan kepada lima orang guru menghasilkan kesimpulan bahwa media book planner self-management sudah sangat layak untuk digunakan oleh guru bimbingan dan konseling untuk dijadikan pedoman guru dalam mengurangi perilaku prokrastinasi akademik siswa di SMA.
Pengembangan Panduan Konseling Singkat Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Self-Regulated Learning Siswa SMP di Kota Kediri Galang Surya Gumilang
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6 Number 2, November 2022
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v6n2.p52-61

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota Kediri sering ditemui siswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik namun kurang berprestasi. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi siswa kurang berprestasi karena kurangnya kemampuan siswa mengatur dirinya dalam belajar (self-regulated learning). Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam meningkatkan self-regulated learning siswa adalah pendekatan Konseling Singkat Berfokus Solusi. Karakteristik dari konseling ini adalah berfokus solusi, singkat, praktis, berorientasi tujuan, masa sekarang dan masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun panduan konseling singkat berfokus solusi untuk meningkatkan self-regulated learning siswa SMP yang memenuhi kriteria keberterimaan melalui uji ahli, uji kelompok kecil dan uji kelompok terbatas serta menghasilkan suatu panduan Konseling Singkat Berfokus Solusi yang teruji efektif untuk meningkatkan self-regulated learning siswa SMP. Desain penelitian ini diadaptasi dari prosedur Borg & Gall (1983) yang dikemas dalam tiga tahapan yaitu studi pendahuluan, pengembangan dan uji coba. Kegiatan pada tahap studi pendahuluan adalah melakukan need asessment, studi literatur, menentukan subjek penelitian. Hasil uji ahli dengan menggunakan interrater agreement model menunjukkan kriteria 1 dalam artian prototipe yang dikembangkan dinilai sangat akseptabel. Begitu pula dengan hasil penilaian ahli produk yang diolah dengan uji statistik dekriptif menunjukkan rerata atau mean 3,57 dengan standar deviasi 0,50 artinya prototype yang dikembangkan telah akseptabel. Penilaian ahli isi yang diolah dengan uji statistik dekriptif menunjukkan rerata atau mean 3,46 dengan standar deviasi 0,58 artinya prototype yang dikembangkan telah memenuhi syarat keberterimaan. Hasil uji efektifitas menggunakan multiple baseline cross subjects terhadap tiga orang siswa, menunjukkan hasil yang nyata bahwa setelah mengikuti kegiatan konseling singkat berfokus solusi rata-rata siswa mengalami peningkatan keterampilan self-regulated learning. Hal ini dapat dilihat dari hasil skor skala self-regulated learning siswa berkategori rendah dan sedang pada baseline dan meningkat menjadi tinggi dan sangat tinggi pada intervensi. Hal ini berarti bahwa panduan Konseling Singkat Berfokus Solusi efektif untuk membantu meningkatkan self-regulated learning siswa. Oleh karena itu, disarankan kepada konselor untuk menerapkan Konseling Singkat Berfokus Solusi di sekolah untuk membantu meningkatkan self-regulated learning siswa. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian untuk skala yang lebih luas lagi. Selain itu, perlu dilakukan penilaian keefektifan konseling singkat berfokus solusi setelah beberapa saat dilakukan intervensi konseling singkat berfokus solusi (misalnya hasil belajar akhir semester). Kata Kunci: panduan konseling singkat berfokus solusi, self regulated learning Abstract This research is motivated by one of the Junior High Schools (SMP) in the city of Kediri often found students who have good academic abilities but lack achievements. One of the important factors that influence students' underachievement is due to the lack of students' ability to regulate themselves in learning (self-regulated learning). One approach that can be used to improve students' self-regulated learning is the Solution-Focused Brief Counseling approach. The characteristics of this counseling are solution focused, concise, practical, goal oriented, present and future. This study aims to develop a solution-focused short counseling guide to improve self-regulated learning for junior high school students who meet the acceptance criteria through expert testing, small group testing and limited group testing and to produce a Solution Focused Short Counseling guide that has been proven effective for improving self-regulated learning. junior high school students. The design of this study was adapted from the procedure of Borg & Gall (1983) which was packaged in three stages, namely preliminary study, development and trial. Activities at the preliminary study stage are conducting need assessments, literature studies, determining research subjects. The results of the expert test using the interrater agreement model showed criterion 1 in the sense that the prototype developed was considered very acceptable. Likewise, the results of product expert assessments processed by descriptive statistical tests showed a mean or mean of 3.57 with a standard deviation of 0.50 meaning that the prototype developed was acceptable. The content expert's assessment which was processed by descriptive statistical tests showed an average or mean of 3.46 with a standard deviation of 0.58, meaning that the prototype developed had met the acceptance requirements. The results of the effectiveness test using multiple baseline cross subjects on three students, showed tangible results that after participating in short solution-focused counseling activities, on average, students experienced an increase in self-regulated learning skills. This can be seen from the results of the self-regulated learning scale scores of students in the low and medium categories at the baseline and increased to high and very high in the intervention. This means that the Solution Focused Short Counseling guide is effective in helping to improve student self-regulated learning. Therefore, it is recommended for counselors to apply Solution Focused Short Counseling in schools to help improve students' self-regulated learning. For further researchers, it is recommended to conduct research on a wider scale. In addition, it is necessary to assess the effectiveness of solution-focused brief counseling after a short solution-focused counseling intervention (eg, end-of-semester learning outcomes). Keywords: handbook of solution focused brief counseling, self regulated learning
Pemahaman Siswa Terhadap Kekerasan Seksual Pada Anak Usia Sekolah Melalui Media Sosial Indriani Indriani; Evia Darmawani; Arizona Arizona
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6 Number 2, November 2022
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v6n2.p95-100

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemahaman siswa terhadap kekerasan seksual pada anak usia sekolah melalui media sosial di Sekolah “x”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap kekerasan seksual pada anak usia sekolah melalui media sosial di Sekolah “x”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan survey. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap kekerasan seksual pada anak usia sekolah melalui media sosial termasuk ke tingkat pemahaman rendah dengan persentase 43,2%, tingkat pemahaman sedang 33,3% dan tingkat pemahamn tinggi 23,5%. Dengan pemahaman mereka yang tergolong rendah mengenai kekerasan seksual maka tidak menutup kemungkinan akan terjadinya kekerasan seksual. Maka dari itu saran dari penelitian ini adalah informasi-informasi mengenai kekerasan seksual sangat dibutuhkan dan diperlukan untuk generasi milenial seperti sekarang ini.
Analisis Pemahaman Kode Etik Profesi Konseling Pada Guru Bimbingan dan Konseling di MAN Akhir Pardamean Harahap; Alya Rojwa Darus; Mutiara Azizah Siregar; Wulandari Rahmadana
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6 Number 2, November 2022
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v6n2.p101-110

Abstract

Kode etik profesi bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari kehidupan dan pekerjaan seorang guru bimbingan dan konseling (konselor). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar penerapan kode etik yang diterapkan di dalam sekolah tersebut. Metode dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dimana untuk mendapatkan informasi yang akurat langsung kepada guru BK dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Objeknya dalam penelitian ini adalah guru BK. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kode etik perlu ditegakkan disekolah lingkup sekolah, ditegakkan oleh pimpinan atau kepala sekolah. Sedangkan untuk konseling (ABKIN) dilakukan untuk penegakan kode etik sekolah dapat dilakukan salah satunya dengan cara melakukan sosialisasi tentang aturan sekolah. Saran dalam penelitian ini adalah agar meningkatkan mutu kode etik konseling guru BK di sekolah agar dapat meningkatkan motivasi siswa di sekolah.
Konseling Kelompok Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk Meningkatkan Self-Efficacy Karir Siswa SMK, Efektifkah? Bakhrudin All Habsy; Miming Suryoningsih
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6 Number 2, November 2022
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v6n2.p46-51

Abstract

Self-efficacy karir adalah keyakinan individu akan kemampuannya dalam mencapai tahapan perkembangan karier yang dilalui sesuai dengan rentang usia perkembangan karir yang dihadapi dan mampu mencapai tujuannya. Konseling kelompok teknik restrukturisasi kognitif membantu konseli mengubah pikiran negatif, mengubah pikiran irasional menjadi positif yang dapat diterapkan pada perilaku sehari-hari. Rancangan penelitian yang dipakai dalam paenelitian ini adalah penelitian pre eksperimen design dengan rancangan pre-test post-test one group design, yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed ranks test. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket skala kecenderungan self-efficacy karir. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon signed ranks test, diperoleh hasil bahwa kelompok eksperimen mengalami kenaikan self-efficacy karir. Dari hasil analisis diperoleh nilai asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,008, karena harga 0,008 < dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa, konseling kelompok teknik restrukturisasi kognitif efektif dalam meningkatkan self-efficacy karir siswa SMK.
Perilaku Membolos Di Sekolah Terhadap Performa Belajar Pada Siswa Maryam Qothrunnada Santoso; Syifa Tiara Kusuma; Gita Aulia Nurani
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 7 No. 1 (2023): Volume 7 Number 1, May 2023
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v7n1.p63-68

Abstract

Perilaku membolos merupakan perilaku dimana siswa tidak menghadiri pembelajaran yang ada di sekolah dan tentunya hal ini membuat resah jika hal tersebut sampai berdampak negatif untuk siswa dan juga pihak sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pengaruh pengaruh perilaku membolos sekolah terhadap performa belajar siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menggunakan 12 artikel ilmiah yang membahas terkait perilaku membolos dan performa belajar. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku membolos berpengaruh pada performa pembelajaran siswa, yaitu yaitu diberi sanksi, skorsing, tidak dapat melakukan ujian akhir, juga menurunnya skor akademik dari siswa tersebut, bahkan sampai dikeluarkan dari sekolah. Perilaku bolos sekolah dapat diatasi dengan berbagai macam cara, salah satunya yaitu konseling oleh guru bimbingan dan konseling yang berpengalaman atau oleh konselor. Kata Kunci: Performa Belajar, Perilaku Membolos.