cover
Contact Name
Mohamad Gazali
Contact Email
mohamadgazali@utu.ac.id
Phone
+6281343240218
Journal Mail Official
mohamadgazali@utu.ac.id
Editorial Address
komplek perumahan polisi, desa peunaga rayeuk, kec. meureubo
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 26847051     EISSN : 26847051     DOI : 10.35308
The scientific article, published in this journal covers a wide range of research topics in the field of marine biology, marine ecology, oceanography, marine acoustic, marine remote sensing,marine geographical information system (GIS), marine macrobiology, marine pollution, mariculture, marine bioprospecting, marine fisheries, other studies relevant to current topics.
Articles 130 Documents
Identifikasi Molekuler Gurita (Family: Octopodidae) dari Perairan Lombok Berdasarkan Marka Gen Sitokrom Oksidase Sub Unit I Mulyani, Laily Fitriani; Mukhlis, Alis; Marzuki, Muhammad; Cokrowati, Nunik; Diniarti, Nanda; Yonita, Nuansa Azma
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i1.11392

Abstract

Lombok waters are a potential commodity area for fishing. One of the potential commodities caught is the octopus species from the octopodidae family. A recent study revised the generic taxonomy of the Octopodidae family, and several groups of species previously included in Octopus are now recognized as independent genera. However, knowledge of the phylogenetic relationships among taxa in the Octopodidae family is still lacking. This study aims to identify octopuses belonging to the genus Octopus in Lombok Waters, namely: Sari Gong Beach, Ketapang Beach, Beraringan Beach, Cemara Lembar Beach molecularly. The study was conducted from January to June 2024. Octopus samples caught by fishermen were analyzed morphologically and molecularly. The study will be conducted for 6 months from January to June 2024 in Lombok Waters. Octopus sampling was carried out once a month, observations representing the conditions of the dry season and rainy season with an interval of 30 days. The research methods used include: octopus sampling, identification, molecular identification, alignment of 16S rRNA gene nucleotide sequences, genetic distance. It is hoped that this study will be useful for providing basic information on octopus species belonging to the genus Octopus found in Lombok Waters. This information can be used for further studies on octopus biology, octopus resource potential, and studies on octopus resource management strategies in Lombok Waters. The octopus species caught in Lombok Waters were identified morphologically and molecularly as Octopus cyanea. In addition, the nucleotide base sequence can be used to design specific COI gene primers for O. cyanea
Komparasi Kualitas Air pada Perairan Ekosistem Terumbu Karang di Dalam dan di Luar Kawasan Konservasi Kota Bontang Kalimantan Timur Afifah, Aprilya Nur; Abdunnur, Abdunnur; Effendi, Muchlis
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i1.12348

Abstract

Kualitas air merupakan salah satu faktor yang dapat memberikan dampak terhadap ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air dan parameter yang berpengaruh terhadap indeks pencemaran pada perairan ekosistem terumbu karang di dalam dan di luar Kawasan Konservasi Kota Bontang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Januari 2025. Sampel air diambil pada 4 (empat) stasiun, metode pengukuran parameter kualitas air in situ dan laboratorium. Analisis data secara deskriptif untuk mengetahui kondisi kualitas air dan parameter yang berpengaruh terhadap indeks pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan kondisi kualitas air bervariasi, indeks pencemaran umumnya menunjukkan kategori kondisi baik hingga tercemar ringan. Perbandingan kualitas air menunjukkan bahwa kondisi di luar kawasan konservasi cenderung lebih baik daripada di dalam kawasan konservasi.
Inventarisasi dan Karakteristik Makroalga pada Substrat Berbatu di Pulau Reusam, Aceh Jaya Lisdayanti, Eka; Najmi, Nurul; Rahmawati, Rahmawati; Lubis, Friyuanita; Marlian, Neneng
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i1.10945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi karakteristik makroalga yang terdapat di substrat berbatu Pulau Reusam, Aceh Jaya. Survey ini dilakukan menggunakan metode ekplorasi pada tiga stasiun pengamatan, dengan pencatatan visual dan pengambilan sampel makroalga. Masing-masing stasiun diamati sepanjang 50 m sehingga seluruh stasiun pengamatan sepanjang 150 m. Identifikasi dilakukan berdasarkan morfologi makroalga yang mencakup bentuk, warna, dan struktur talus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pulau Reusam memiliki keanekaragaman makroalga yang terdiri dari dua divisi utama, yaitu Chlorophyta (alga hijau) dan Phaeophyta (alga cokelat). Spesies yang ditemukan meliputi Dictyota dichotoma, Sargassum aquifolium, Iyengaria stellata, Hincksia mitchelliae, Chaetomorpha indica dan C. crassa. Gangguan lingkungan seperti substrat berbatu, paparan sinar matahari langsung dan hantaman gelombang kemungkinan menjadi faktor penentu jenis alga pada lokasi ini. Data ini menjadi studi pendahuluan yang dapat digunakan untuk Upaya konservasi dan pengelolaan dalam melindungi keanekaragaman makroalga di Pulau Reusam, Aceh Jaya. Selain itu, juga dapat menjadi data dasar yang penting untuk pengembangan potensi sumber daya laut di wilayah tersebut.
Kondisi Terumbu Karang di Kawasan Gosong Menara dan Gosong Tihi-Tihi Perairan Kota Bontang Kalimantan Timur Rahayu, Fadillah Yumina; Effendi, Muchlis; Novia, Rani
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i1.12368

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem unik di daerah tropis dengan keanekaragaman hayati yang kaya dan produktivitas yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase tutupan, kondisi, dan tipe (genera) terumbu karang di Gosong Menara dan Gosong Tihi-tihi Bontang, Kalimantan Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 sampai dengan Maret 2025. Data terumbu karang diambil dari 2 (dua) Gosong yang masing-masing Gosong terdiri dari 2 (dua) titik stasiun menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) dengan cara menyelam. Data dianalisis untuk mengetahui persentase tutupan, kondisi, dan tipe (genera) terumbu karang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tutupan terumbu karang di Gosong Menara sebesar 41,46% dalam kondisi sedang dan di Gosong Tihi-tihi sebesar 57,84% dalam kondisi baik. Ditemukan 19 genera yang terdiri dari 11 famili di Gosong Menara dan 21 genera yang terdiri dari 12 famili di Gosong Tihi-tihi.
Meta Analisis Pengaruh Kedalaman Terhadap Life Form Karang Astuti, Anggini Fuji; Hanami, Cindy Claudea; Madduppa, Hawis; Astini, Lita; Nur, Syarifudin; Agustini, Nella Tri
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i1.11325

Abstract

AbstractTerdapat beberapa faktor fisik dan kimia yang dapat mempengaruhi distribusi pertumbuhan karang diantaranya suhu perairan, kecepatan arus, salinitas, kecerahan perairan, pH, dissolved oxygen (DO), nitrat, fosfat, sulfida, dan TSS . Faktor lingkungan tidak hanya menentukan pola sebaran dan kelimpahan karang, tetapi juga mempengaruhi bentuk morfologi pertumbuhannya. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama yaitu mengetahui sebaran dan kelimpahan karang pada tiap kedalaman, dan menganalisis pengaruh kedalaman terhadap life form karang. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan meta-analisis. Analisis data menggunakan uji statistik non- parametrik Mann-Whitney. Data yang digunakan berasal dari data sekunder yang diperoleh dari beberapa jurnal atau karya tulis ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan sebaran dan jenis karang yang ditemukan di seluruh lokasi pengamatan yaitu Acropora Branching, A. Encrusting, A. Submassive, A. Digitae, A. Tabulate, Coral Encrusting, C. Foliose, C. Massive, C. submassive, C. Heliopora, C. Millepora, dan C. Mushroom. Kelompok terumbu karang jenis C. Massive merupakan jenis yang paling mendominasi dengan nilai persentasi sebesar 7,90%. Berdasarkan hasil uji statistik, Z hitung lebih besar dari Z tabel maka H0 ditolak dan dapar disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bentuk pertumbuhan karang terhadap perubahan kedalaman perairan.
Kondisi dan Struktur Komunitas Terumbu Karang di Gosong Beras Basah Perairan Kota Bontang Kalimantan Timur Azhari, Witri Ananda; Effendi, Muchlis; Novia, Rani
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i1.12352

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase tutupan, kondisi, jenis (genus) dan struktur komunitas terumbu karang di Gosong Beras Basah. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024 hingga Maret 2025. Data terumbu karang diambil pada 4 (empat) titik stasiun menggunakan metode LIT (Line Intercept Transect) dengan scuba diving. Data dianalisis untuk menentukan persentase tutupan, kondisi, jenis terumbu karang serta struktur komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan persentase tutupan terumbu karang sebesar 31,3% dengan kondisi sedang. Ditemukan 9 famili yang terdiri dari 14 genus. Secara keseluruhan terumbu karang memiliki keanekaragaman rendah, penyebaran individu yang tidak merata serta terjadi dominansi jenis tertentu.Kata Kunci: Bentuk Pertumbuhan, Karang Keras, Karang Lunak, LIT
Pengaruh Penempatan Posisi Rumpon Terhadap Hasil Tangkapan Nelayan Di Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil Hanzala, Nasri; Burhanis, Burhanis; Rizal, Rizal; Hafinuddin, Hafinuddin
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i2.11096

Abstract

Rumpon adalah sebuah alat tangkat modifikasi benda mengapung yang ramah lingkungan , yang terbuat dari berbagai jenis benda yang dapat mengapung. Alat ini berperan sebagai tempat berlindung, mencari makanan, tempat pemijahan, serta sebagai lokasi berkumpulnya ikan. Penempatan rumpon memiliki dampak signifikan terhadap hasil tangkapan di sekitarnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertimbangkan posisi rumpon yang optimal dalam aktivitas penangkapan ikan, sesuai dengan standar operasional dan regulasi yang berlaku. Waktu penelitian adalah bulan Oktober hingga Desember 2022, sedangkan metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah eksperimen, dengan lokasi pengamatan dibagi menjadi dua titik, yaitu di Pulau Balai dan Pulau Baguk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sekitar rumpon yang menggunakan atraktor ijuk, terdapat sepuluh jenis ikan yang berhasil ditangkap, dengan rincian bobot dan panjang sebagai berikut: ikan sure (Auxis thazard), ikan gurik-gurik (lutjanus synagris), ikan kakap tompel (lutjanus synagris), ikan gabu (Carangoides ortogrammus), ikan kerapu (Ephinephilinae), ikan kerapu sunil (Plectromus leopardus), ikan kerapu hitam (Carangoides ortogrammus), ikan kerapu pandan (Epinephelus tauvina), ikan talang (Scomberoides lysan), dan ikan salam (Elagatis bipinnulata). Berdasarkan analisis statistik, diperoleh nilai Asymp.sig (2-tailed) sebesar 0,005. Karena nilai ini lebih kecil dari 0,05, maka hipotesis diterima, yang menunjukkan di Pulau Baguk memiliki hasil tangkapan yang lebih banyak di bandingkan Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak di Kabupaten Aceh Singkil.
Struktur Komunitas Ikan Karang di Perairan Gosong Beras Basah Kota Bontang Kalimantan Timur Fadilah, Nur; Effendi, Muchlis; Novia, Rani
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i2.12390

Abstract

Ikan karang merupakan ikan yang hidup pada daerah terumbu karang sejak masa juvenil hingga dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah dan jenis (genus) serta struktur komunitas ikan karang di kawasan perairan Gosong Beras Basah Kota Bontang Kalimantan Timur. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024 hingga Maret 2025. Data ikan karang diambil dari 4 (empat) titik stasiun menggunakan metode UVC (Underwater Visual Cencus) melalui scuba diving. Data analisis untuk menentukan jumlah dan jenis (genus) serta struktur komunitas ikan karang. Hasil pengamatan menunjukkan jumlah jenis/genus ikan karang pada Gosong Beras Basah sebanyak 474 individu yang terdiri dari 43 genus. Indeks struktur komunitas ikan karang pada Gosong Beras Basah menunjukkan Keanekaragaman tinggi, Keseragaman tinggi, Dominansi rendah, dan Kekayaan Jenis tinggi.
Frekuensi Bertelur dan Identifkasi Ancaman Populasi Penyu Hijau (Chelonia mydas) Di Pulau Sangalaki, Berau, Kalimantan Timur Nurfadilah, Nurfadilah Dilah; Novia, Rani; Abdillah, Achmad Thoriqin Nabiel; Auliansyah, Auliansyah
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i2.11373

Abstract

Penyu merupakan salah satu jenis vertebrata laut yang tergolong terancam punah, karena faktor alam dan manusia, sehingga perlu dilakukannya perlindungan bagi penyu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui frekuensi peneluran dan identifikasi faktor ancaman bagi populasi penyu. Penelitian ini dilakukan di Pulau Sangalaki pada 19 – 30 Juni 2024. Metode yang digunakan yaitu pengamatan langsung jumlah penyu yang bertelur dan kuisioner untuk identifikasi ancaman penyu. Hasil yang didapatkan sebanyak 141 penyu yang mendarat, 96 penyu bertelur dan 45 penyu memeti. Berdasarkan indentifkasi keterancaman populasi penyu didapatkan sebanyak 90% dipengaruhi oleh faktor manusia,suhu dan perubahan garis pantai.
Pola Pertumbuhan Ikan Parang-Parang (Chirocentrus dorab) Yang Didaratkan Di Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Sukmawati, Mifta; Gelis, Ester Restiana Endang; Yunita, Lauura Hermala; Nurhayati, Nurhayati; Nelwida, Nelwida; Hasanah, Hasanah
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i2.12648

Abstract

Ikan parang-parang yaitu salah satu potensi sumberdaya perikanan yang mempunyai potensi besar dan nilai ekonomi. Ikan parang-parang (Chirocentrus dorab) mempunyai bentuk badan memanjang dan tipis, dengan gigi bagian rahang seperti taring, bagian sirip punggung berada di belakang titik tengah tubuh, perut tanpa sisik yang tebal, sirip bagian dada pendek, dan sisi hijau kebiruan tua. Tujuan studi ini yakni menjelaskan tipe pertumbuhan ikan parang-parang yang ditangkap di Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Pengumpulan sampel ikan pada studi ini yakni metode simpel random sampling. Jumlah ikan yang diteliti yaitu 130 sampel. Hasil studi ini menjelaskan bahwa ukuran panjang ikan parang-parang di Perairan Kampung Nelayan yaitu 210 – 553 mm dengan berat 35-572. Hasil interpretasi, menunjukkan hubungan antara panjang serta berat ikan parang-parang ditemukan W = 0,00001L2,799. Kesimpulan dari penelitian ini pola pertumbuhan ikan parang-parang yang ditangkap di Perairan Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat berada dalam kategori allometrik negatif, yang mana pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan berat.

Page 12 of 13 | Total Record : 130