cover
Contact Name
Yohanes Hendro Pranyoto
Contact Email
yohaneshenz@stkyakobus.ac.id
Phone
+6281295111706
Journal Mail Official
jumpa@stkyakobus.ac.id.
Editorial Address
Jl. Missi 2, Mandala, Merauke, Papua, Indonesia, 99616
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
ISSN : 23553294     EISSN : 26150751     DOI : 10.60011
Jurnal Masalah Pastoral atau disingkat JUMPA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke secara berkala pada bulan April dan Oktober setiap tahunnya. Jurnal ini membahas persoalan pastoral Gereja meliputi masalah: Pendidikan, Katekese, Teologi, Fenomenologi Agama, Liturgi, dan permasalahan umat lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 170 Documents
Konseling Pastoral Sebagai Kebutuhan Pendampingan Bagi Anak Jalanan Di Kelurahan Maro-Distrik Meruake Meran, Markus
Jurnal Masalah Pastoral Vol 11 No 1 (2023): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v11i1.53

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling pastoral sangat urgen dan membawa dampak bagi anak jalanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berusaha untuk menggambarkan suatu gejala sosial. Konseling pastoral menjadi sebuah kebutuhan yang menolong anak untuk bisa mengubah kehidupannya. Konseling pastoral yang dilakukan terhadap anak jalanan bertujuan memulihkan hubungan yang sudah tidak harmonis (dirinya, orang tua dan Tuhan). Konseling pastoral menjadi sebuah kebutuhan yang menggiatkan fungsi dari sebuah pendampingan pastoral yaitu membimbing (guiding), mendamaikan/memperbaiki hubungan (reconciling), menopang/menyokong (sustaining), menyembuhkan (healing) dan mengasuh (nurturing). Faktor penyebab anak turun ke jalan ialah masalah ekonomi keluarga. Konseling pastoral menjadi dimensi gereja yang perlu diberikan kepada anggota gereja yang sedang tersesat. Hasil dari pendampingan yang dilakukan bagi anak jalanan yaitu anak-anak sadar, mengerti, paham, menyesal, dan memiliki kemauan untuk berubah. Konseling Pastoral menjadi sebuah kebutuhan yang dinantikan bagi anak jalanan untuk mengembalikan mereka kepada keluarga sehingga dapat menempuh pendidikan (sekolah) demi mengubah masa depan.
Tubuh Religius dan Tubuh Konsumen Dalam Masyarakat “Zaman Now” Embu, Alfons No
Jurnal Masalah Pastoral Vol 6 No 1 (2018): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v6i1.54

Abstract

Manusia sekaligus merupakan homo religious dan homo consumer. Secara material, tubuh manusia yang satu dan sama sekaligus merupakan tubuh religius dan tubuh konsumen. Kini, dalam masyarakat konsumen dengan budaya konsumsi muncul problem dalam pemaknaan seorang makhluk religius terhadap tubuhnya. Umumnya, peningkatan religiositas seseorang dalam agama, salah satu upayanya adalah dengan pengontrolan, pengaturan dan pengendalian hasrat kebertubuhan umatnya. Sementara itu, budaya konsumsi yang menggiurkan mengedepankan eksploitasi berbagai sumber kenikmatan dan kepuasan konsumsi. Ada ambiguitas dalam pemaknaan dan pengalaman kebertubuhan seseorang sebagai insan religious dan manusia konsumen “zaman now”.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua, Budaya Sekolah dan Motivasi Belajar Terhadap Disiplin Belajar Siswa SMP Di Lingkungan YPPK Distrik Merauke Berangka, Dedimus
Jurnal Masalah Pastoral Vol 6 No 1 (2018): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v6i1.55

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pola asuh orang tua, budaya sekolah dan motivasi belajar terhadap disiplin belajar siswa SMP Di Lingkungan Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik (YPPK) di distrik Merauke Kabupaten Merauke. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 285 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 22 for windows. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pola asuh orang tua terhadap disiplin belajar 3,5%, budaya sekolah terhadap disiplin belajar 46,9%, motivasi belajar terhadap disiplin belajar 39,9%, pola asuh orang tua dan budaya sekolah terhadap disiplin belajar 46,5%, pola asuh orang tua dan motivasi belajar terhadap disiplin belajar 40,9%, budaya sekolah dan motivasi belajar terhadap disiplin belajar 50,9% dan pola asuh orang tua, budaya sekolah dan motivasi belajar terhadap disiplin belajar 50,7%. Saran penelitian ini adalah pentingnya orang tua memperhatikan model pola asuh yang sesuai dengan perkembangan zaman anak untuk meningkatkan disiplin belajar anak. Bagi sekolah diharapkan mengembangkan budaya sekolah yang sudah ada untuk meningkatkan mutu sekolah dan disiplin belajar siswa. Bagi siswa pentingya motivasi belajar dalam mencapai dan meningkatkan prestasi belajar.
Pokok-pokok Penyelenggaraan Katekese: Analisis Dokumen Catechesi Tradendae Oleh Paus Yohanes Paulus II Pranyoto, Yohanes Hendro
Jurnal Masalah Pastoral Vol 6 No 1 (2018): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v6i1.56

Abstract

Tulisan ini ingin menelaah pokok-pokok penyelenggaraan katekese menurut dokumen Catechesi Tradendae oleh Paus Yohanes Paulus II. Dokumen yang merupakan anjuran apostolik paus tentang katekese ini secara khusus berbicara mengenai penyelenggaraan katekese dewasa ini. Paus menyadari bahwa katekese merupakan urat nadi dalam kehidupan menggereja. Oleh karena itu di dalam dokumen ini paus menjelaskan tentang makna, hakikat, metode, sarana, bahan, isi dan kedudukan katekese dalam hidup menggereja. Katekese dimaknai sebagai pendidikan dan pengajaran iman yang sistematis dengan menggunakan sarana dan metode yang menarik dan kontekstual. Hal-hal ini penting untuk dipahami seluruh umat, secara khusus para praktisi dalam bidang pewartaan dan katekese supaya lebih menyadari akan pentingnya tugas dan tanggung jawab mereka dalam mengembangkan Gereja.
Praktik Hidup Doa Dalam Keluarga Sebagai Gereja Rumah Tangga Tibo, Paulinus
Jurnal Masalah Pastoral Vol 6 No 1 (2018): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v6i1.57

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hidup doa dalam keluarga dan praktik hidup liturgi (leiturgia) keluarga sebagai Gereja Rumah Tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Berdasarkan penelitian kualitatif maka teknik penentuan informan dilakukan dengan cara purposive sampling dan snowball sampling. Tempat peneliti melakukan penelitian adalah di Stasi Bakal Paroki Santa Maria Pertolongan Orang Kristen. Temuan penelitian ini adalah belum seluruhnya keluarga di stasi ini melaksanakan doa dan praktik hidup doa sehari-hari dalam keluarga. Orangtua yang melaksanakan doa bersama dan praktik hidup doa dalam keluarga mengupayakan terlaksananya doa dalam keluarga dengan berusaha melaksanakan doa pribadi, doa makan bersama, dan aktif dalam kegiatan hidup liturgi (leiturgia) di gereja.
Pengembangan Supervisi Observasi Kelas oleh Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SMA Negeri 2 Merauke Sarang, Rikardus Kristian
Jurnal Masalah Pastoral Vol 6 No 1 (2018): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v6i1.58

Abstract

The aim from the process of this research is to find, to understand, and to describe management development of class observation supervision in order to improving the teacher performance. How far the headmaster and the teacher in SMA Negeri 2 Merauke has practiced the class observation supervision. In the next process, the teacher performance will be seen the progress within few class observation supervision cycles. According to the data finding and the analysis of the research result can be concluded that some basic points: First; the class observation supervision by the headmaster must be a routine activity that has to do in SMA Negeri 2 Merauke. With this supervision class observation that continually preserved, the headmaster and the teachers will be able to understand of the most important message of the activity (the performance of teachers is increasing). Second; the teacher performance enhancement is find as: a) having maximum ability in planning and preparing the teaching-learning process, b) having maximum ability in doing the teaching learning process, c) having maximum ability in managing the class, and d) having maximum ability to evaluating the teaching-learning process.
Tradisi Mangupa Lahiron Daganak Sebagai Representasi Penghayatan Iman Kristiani Umat Suku Batak Toba Di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang Riau Keuskupan Padang Lisdiyanto, Stephanus
Jurnal Masalah Pastoral Vol 10 No 2 (2022): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v10i2.59

Abstract

Dalam tulisan ini penulis ingin menyampaikan penghayatan iman umat Katolik Batak Toba di paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang Riau Keuskupan Padang berkaitan dengan tradisi Mangupa Lahiron Daganak yang dilakukan dalam masyarakat suku Batak Toba. Tradisi Mangupa Lahiron Daganak merupakan salah satu upacara menyambut dan bersyukur atas kelahiran anak dalam keluarga Batak Toba. Tradisi ini tidak lagi dilakukan secara lengkap oleh umat Katolik Batak Toba di paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang Riau. Terdapat beberapa instrumen yang digunakan dalam ritual upacara Mangupa Lahiron Daganak. Fungsi dari instrumen ini adalah agar upacara berjalan dengan lancar, hikmat dan bermakna. Instrumen-instrumen yang digunakan dalam upacara tersebut mengandung simbol-simbol yang bermakna dalam kehidupan masyarakat. Tujuan dari penulisan ini adalah ingin menemukan dan memaknai simbol-simbol yang ada dalam upacara Mangupa Lahiron Daganak, tidak hanya dari segi sosial tetapi lebih pada makna teologis yang dapat memperkuat penghayatan iman umat Katolik, khususnya umat Batak Toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat Katolik Batak Toba di paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang Riau mampu menemukan makna sosial yang kemudian ditransformasikan ke dalam penghayatan iman Kristiani, meskipun umat Batak Toba di paroki Santo Yohanes Pembaptis Perawang Riau tidak lagi mengadakan upacara Mangupa Lahiron Daganak secara lengkap.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Facebook Terhadap Perilaku Belajar Mahasiswa Di Asrama Asmat Kelapa Lima Merauke Pranyoto, Yohanes Hendro; Pinim, Apang
Jurnal Masalah Pastoral Vol 10 No 2 (2022): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v10i2.60

Abstract

Topik tulisan ini terinspirasi oleh situasi dan kondisi yang terjadi di asrama Asmat Merauke yakni hampir 90% mahasiswa penghuni asrama lebih dominan menggunakan akses internet yang disediakan untuk mengakses media sosial Facebook sebagai sarana untuk kesenangan semata dan bukan untuk menunjang proses belajar. Tulisan ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh media sosial khususnya Facebook terhadap perilaku belajar mahasiswa di asrama Asmat Kelapa Lima Merauke. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model regresi. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa di asrama Asmat sebanyak 53 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan ialah angket dengan model skala Likert yang dikembangkan dalam 4 skala penilaian. Hasil pengujian persyaratan analisis meliputi uji normalitas, linieritas dan heterokedastisitas menunjukkan bahwa data layak diuji secara parametrik untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 5% (< 0,05) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak dengan kata lain terdapat pengaruh media sosial Facebook terhadap perilaku belajar mahasiswa di asrama Asmat. Variabel penggunaan media sosial Facebook berpengaruh secara signifikan terhadap variabel perilaku belajar mahasiswa Asmat sebesar 78%, sementara 22% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat sangat kuat dan signifikan. Hal tersebut ditunjukkan dari nilai Pearson Correlation dengan nilai sebesar 0,883. Dari penelitian ini dihasilkan rumus persamaan regresi untuk model penelitian ini adalah Y= -23,179 + 1,654X. Dari penelitian ini penulis menyarankan agar perlunya ditingkatkan fungsi kontrol atau pengawasan atas fasilitas yang ada di asrama khususnya jaringan internet, pemberdayaan fungsi pengelola asrama dan pembinaan mahasiswa asrama oleh orang tua, pengelola ataupun pemerintah daerah agar mahasiswa mampu meningkatkan motivasi dan kemampuan mengelola waktu belajar dengan efektif dan efisien.
Kekerasan Simbolik Di Mimbar Sabda: Pelecehan Terhadap Keluhuran Liturgi Ekaristi Subu, Yan Yusuf; Wea, Donatus
Jurnal Masalah Pastoral Vol 10 No 2 (2022): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v10i2.61

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menemukan bukti bahwa kekerasan simbolik di mimbar sabda merupakan salah satu bentuk pelecehan terhadap keluhuran liturgi ekaristi. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara yang dibagikan kepada 10 informan yang adalah anggota paroki yang tersebar di dua paroki di kawasan pinggiran kota Merauke (Wendu dan Kuper). Hasil pengolahan data, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, menunjukkan bahwa kekerasan simbolik kerap dilakukan oleh otoritas Gereja di mimbar sabda, tanpa disadari, dan berdampak pada pelecehan terhadap keluhuran liturgi ekaristi yang merupakan satu kesatuan yang integral yang dimulai dengan ritus pembuka dan berakhir dengan ritus penutup. Apalagi liturgi sabda, yang berpusat di mimbar sabda, merupakan persiapan amat penting untuk masuk ke dalam perayaan misteri keselamatan yang dipuncaki oleh liturgi ekaristi, yang berpusat di atas altar suci. Selain melecehkan keluhuran liturgi ekaristi, kekerasan simbolik oleh otoritas Gereja di mimbar sabda juga membawa dampak terhadap ketidaknyamanan umat secara batiniah ketika mengikuti perayaan ekaristi dan juga terhadap imam itu sendiri sebagai pemimpin perayaan ekaristi. Temuan ini menyadarkan setiap otoritas Gereja untuk menggunakan mimbar sabda sesuai dengan fungsinya yang kudus. Selain itu, imam sebagai peimpin liturgi ekaristi perlu berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan kata-kata untuk menjelaskan sabda Allah kepada umat beriman melalui homili di mimbar sabda supaya dapat dimengerti dan dipraktekkan dalam kehidupan mereka setiap hari.
Implikasi Pendidikan Anak Dalam Keluarga Terhadap Angka Anak Putus Sekolah Di Kelurahan Maro Distrik Merauke Berangka, Dedimus
Jurnal Masalah Pastoral Vol 10 No 2 (2022): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v10i2.62

Abstract

Penelitian ini berjenis kualitatif-deskriptif. Lokasi penelitian kelurahan Maro, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua. Penelitian ini akan dilakukan dalam kurun waktu dua bulan yakni Agustus sampai dengan September 2021. Subjek penelitiannya adalah Kepala Desa/Lurah, ketua RT, kepala sekolah SD di Kelurahan Maro, orang tua dan anak-anak putus sekolah. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di kelurahan Maro distrik Merauke adalah baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil yang menunjukkan bahwa pendidikan nilai pada umumnya dilakukan dalam bentuk pemberian nasehat-nasehat saleh mengenai tindakan yang baik dan yang buruk, artinya mana yang boleh dilakukan anak dan mana yang tidak boleh dilakukan. Selain itu orang tua juga menanamkan nilai-nilai kearifan lokal budaya setempat di antaranya menanamkan nilai-nilai kekeluargaan, keharmonisan dengan alam, dan lain-lain. Nilai-nilai lain yang tidak kalah penting untuk ditanamkan adalah nilai-nilai Kristiani seperti cinta kasih, pengampunan, persaudaraan, kerendahan hati. Orang tua menyadari akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka khususnya pendidikan dini dan pendidikan tingkat dasar. Bagi orang tua pendidikan adalah proses anak untuk mengenal, melakukan dan mengembangkan segala kemampuan yang ada dalam diri mereka agar meraih keberhasilan. Keberhasilan dan kesuksesan yang diperoleh anak, akan menjadi kebanggaannya dan juga orang tua. Anak putus sekolah adalah keadaan di mana anak mengalami ketelantaran yang disebabkan oleh; pertama: pergaulan yang mereka ikuti yang memberi dampak negatif seperti malas belajar dan lebih memilih untuk bermain dengan teman-temannya sehingga berpengaruh kepada pendidikan yang mereka ikuti, kedua; kesibukan membantu orang tua bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan ketiga; kesulitan ekonomi keluarga yang menyebabkan kesulitan memenuhi fasilitas belajar dan membayar biaya sekolah.

Page 6 of 17 | Total Record : 170