cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Jl. Telaga Warna Blok C, Tlogomas, Malang, Jawa Timur Tel / fax : (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : 26857650     DOI : 10.33366
Core Subject : Social,
Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) merupakan jurnal ilmu komunikasi yang diterbitkan oleh Unitri Press Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Jurnal Komunikasi Nusantara menerima tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk naskah hasil penelitian atau kajian teori dan konsep.. Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) fokus pada artikel-artikel yang berisi penelitian dan pemikiran kontemporer dalam bidang Ilmu Komunikasi dalam berbagai perspektif.
Articles 145 Documents
Women in Sexual Harassment News in Indonesian Online Media Fianto, Latif; Kusufa, Fendiyatmi; Ghofur, M. Abdul; Askiyanto, Mohammad
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2221

Abstract

Sexual violence experienced by women is nothing new. However, reports in various mass media have left women in an increasingly worse position. This research is intended to uncover and analyze in depth the position of women in online media news texts. This research was operated using quality research, which specifically uses the discourse analysis method which was coined or developed by Sara Mills. The research results explain that the subject position explains the event or thing that is the object. Different from the subject-object position, the writer-reader position explains the writer's position when writing news text and the reader's position when reading the news text that has been written. The reader's position describes what kind of position the author wants to control the reader when reading the text. From this analysis it emerged that the position of women in the subject-object relationship in news texts is still placed as an object, where the existence of women is still ignored. Their existence in the text is represented by other parties who are men, so that women cannot represent themselves, either in social reality or in the text. Abstrak Kekerasan seksual yang dialami perempuan sudah bukan hal baru. Akan tetapi pemberitaan di berbagai media massa telah menyebabkan perempuan berada di posisi yang semakin buruk. Penelitian ini dimaksudkan untuk membongkar sekaligus mengalisa secara mendalam posisi perempuan dalamm teks berita media online. Penelitian ini dioperasikan dengan menggunakan penelitian kaulitas, yangs ecara khusus menggunakan metode analisis wacana yang dicetuskan atau dikembangkan oleh Sara Mills. Hasil penelitian menjelaskan bahwa posisi subjek menjelaskan peristiwa atau sesuatu hal yang menjadi objek. Berbeda dengan posisi subjek-objek, posisi penulis-pembaca menjelaskan bagaimana posisi penulis ketika menulis teks berita dan bagaimana posisi pembaca ketika membaca teks berita yang sudah ditulis tersebut. Posisi pembaca menggambarkan posisi seperti apa yang ingin dikendalikan oleh penulis terhadap pembaca ketika membaca teks. Dari analisis ini kemudian dihasilkan bahwa posisi Perempuan dalam relasi subjek-objek dalam teks berita masih ditempatkan sebagai objek, di mana keberadaan Perempuan masih terabaikan. Keberadaannya di dalam teks diwakili oleh pihak lain yang notabene laki-laki, sehingga Perempuan tidak bisa merepresentasikan diri mereka sendiri, baik di realitas sosial maupun di dalam teks.
Kemampuan Literasi Digital Orang Tua Milenial pada Aktivitas Sharenting di Instagram Chasanah, Nuri Fitrianingrum; Alamiyah, Syifa Syarifah
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.431

Abstract

Sharenting is the behavior of parents who share information about their children on social media. One of the causes of sharenting practices on Instagram is the lack of digital literacy in parents. The purpose of this study is to describe the digital literacy skills of millennial parents in their sharenting activities on Instagram social media. The method used in this research is qualitative with descriptive research with Steve Wheeler's digital literacy concept. Wheeler said that there are nine components in digital literacy, namely, social networking, transliteracy, maintaining privacy, managing digital identity, creating content, organising and sharing content, reusing/repurposing content, filtering and selecting content, and self broadcasting. The results of this study show that the digital literacy skills of millennial parents who do sharenting activities on social media Instagram have proficiency in digital literacy, especially in the aspects of the ability to use Instagram and utilize the features available for sharenting activities, aspects of the ability to manage children's privacy, aspects of digital identity management, aspects of the ability to create and manage children's content, while in the aspect of filtering and sorting children's content, parents still do not have sufficient awareness. Abstrak Sharenting merupakan perilaku orang tua yang membagikan informasi mengenai anak-anak di media sosial. Salah satu penyebab adanya praktik sharenting di Instagram adalah kurangnya literasi digital pada orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi digital orang tua milenial pada aktivitas sharenting yang mereka lakukan di media sosial Instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan konsep literasi digital Steve Wheeler. Wheeler menuturkan bahwa terdapat sembilan komponen dalam literasi digital yakni, Kehadiran sosial, transliterasi, menjaga privasi, mengelola identitas digital, membuat konten, mengelola dan membagikan konten, memanfaatkan ulang konten, menyaring dan memilih konten, dan siaran mandiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital orang tua milenial yang melakkukan aktivitas sharenting di media sosial Instagram memiliki kecakapan dalam literasi digital, terutama pada aspek kemampuan penggunaan Instagram dan pemanfaatan fitur yang tersedia untuk aktivitas sharenting, aspek kemampuan pengelolaan privasi anak, aspek pengelolaan identitas digital, aspek kemampuan pembuatan dan pengelolaan konten anak, sementara pada aspek penyaringan dan pemilahan konten anak, orang tua masih belum memiliki awareness yang cukup.
Pengelolaan Manajemen Media Sosial Instagram dan Youtube Pemerintah Kota Semarang Kusumaningrum, Dwi Nugrahini Tri
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.539

Abstract

Social media offers various conveniences in communication to build interactive relationships between citizens and government because it has the potential for four strengths, namely: collaboration, participation, empowerment and time. The use of social media by local governments in Indonesia is still not optimal, including in the Semarang area. The aim of this research is to see the success and provide an in-depth understanding of how Instagram @pemkotsemarang and the Semarang City Government YouTube account can be managed well so that they can become a representation of the Semarang City government. This research uses a qualitative research method using a case study approach and is carried out in a naturalistic manner. Data collection techniques using interviews, observation and literature study. The research results show that the management of social media in the Semarang city government, both Instagram @pemkotsemarang and the Semarang city government's YouTube platform as information media can be managed well and receive a good response from the public. This is proven by the high level of engagement or interaction with followers of their social media accounts and the educational and informative content that makes researchers want to explore their social media management strategies. Abstrak Media sosial menawarkan berbagai kemudahan berkomunikasi untuk membangun hubungan yang interaktif antara warga negara dan pemerintah karena memiliki empat kekuatan potensial yaitu: collaboration, participation, empowerment and time. Penggunaan media sosial oleh pemerintah daerah di Indonesia masih belum optimal, termasuk di wilayah Semarang. Penelitian ini bertujuan yaitu ingin melihat keberhasilan dan menyajikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana Instagram @pemkotsemarang dan akun youtube Semarang Pemkot dapat dengan baik dikelola dengan baik sehingga dapat menjadi representasi pemerintahan Kota Semarang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan dilakukan secara naturalistik. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan manajemen social media di pemerintahan kota Semarang baik instagram @pemkotsemarang maupun platform Youtube Semarang Pemkot menjadi media informasi dapat dikelola dengan baik dan mendapat respon yang baik dari masyarakat. Hal ini terbukti dengan tingkat engagement atau interaksi dengan pengikut akun media sosial mereka yang tinggi dan konten-konten edukatif nan informatif membuat peneliti ingin menggali bagaimana strategi pengelolaan media sosial mereka.
Impelementasi Media Relations dalam Citra Positif Polres Batu Pada Pengamanan Wilayah Hukum Kota Wisata Batu Jeharut, Delagracia Monika; Rinata, Asfira Rachmad; Widodo, Herru Prasetya
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2124

Abstract

This research aims to analyze the media relations built by the Public Relations (PR) department of the Batu Police Resort (Polres Batu) with the mass media, particularly journalists. Media relations is a key function of public relations, aimed at maintaining good communication between an organization and the media. This relationship is not only focused on institutional image-building but must also consider the public interest. As a law enforcement institution, Polres Batu requires a strong relationship with the media to ensure that the information delivered to the public is accurate, appropriate, and well-received. Therefore, fostering good relations with journalists can positively impact the Batu Police Resort in rebuilding public trust in the police. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method, collecting data through interviews with the Public Relations department of Polres Batu and local media journalists. The results show that Polres Batu has established good relations with the media by implementing various forms and strategies needed to build relationships with the media, though there are challenges in maintaining the continuity of information and transparency. Trust and openness are essential elements in enhancing the effectiveness of media relations between the Public Relations department of Polres Batu and the mass media. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan media (media relations) yang dibangun oleh Humas Kepolisian Resor (Polres) Batu dengan media massa, khususnya wartawan. Media relations merupakan salah satu fungsi penting dalam kehumasan yang bertujuan untuk menjaga komunikasi yang baik antara organisasi dan media. Hubungan ini tidak hanya berorientasi pada pencitraan lembaga, tetapi juga harus memperhatikan kepentingan publik. Polres Batu sebagai institusi penegak hukum membutuhkan hubungan yang baik dengan media untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tepat, akurat, dan dapat diterima dengan baik. Maka dari itu membangun hubungan yang baik dengan wartawan dapat memberikan dampak yang baik bagi kepolisian resor Kota Batu dalam hal membangun Kembali kepercayaan publik terhadap kepolisian. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak Humas Polres Batu dan wartawan media lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polres Batu telah membangun hubungan yang baik dengan media dengan menerapakn bentuk dan strategi apa saja yang harus dilakukan dalam membangun hubungan dengan media, meskipun terdapat beberapa tantangan dalam menjaga kesinambungan informasi dan transparansi. Faktor kepercayaan dan keterbukaan menjadi elemen penting dalam meningkatkan efektivitas media relations antara Humas Polres Batu dan media massa.
Digital Religion Practices in The Generation Native and Immigrant Fajrie, Mahfudlah; Muslimin, Khoirul; Arianto, Dwi Agung Nugroho
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2222

Abstract

This research aims to analyze digital religion practices carried out by digital natives and digital immigrants. The research method used was qualitative with a phenomenological approach, data collection using observation, interviews and virtual documentation via social media accounts and digital platforms. The practice of digital religion is online religious activity. However, in reality digital natives and digital immigrants actually choose to take part in learning or religious studies directly face to face with ustadz or kyai, rather than through online media. The practice of digital religion is only considered as a complement and helps fulfill the need for religious knowledge. In a religious context, social media or digital platforms have not been able to replace the direct religious learning process between ustadz or teachers and their students. This research contributes to media and communication studies, specifically Islamic communication to understand the perceptions of teenagers and parents in responding to digital religion practices which are widespread in various circles of society and other religions. The research is a study of media and religion with a phenomenological perspective with virtual ethnographic supporting data to understand people's religious practices both directly and through digital platforms. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik keagamaan digital yang dilakukan oleh digital natives dan digital imigran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi virtual melalui akun media sosial dan platform digital. Praktik agama digital adalah kegiatan keagamaan secara online. Namun pada kenyataannya, para digital native dan digital imigran justru memilih mengikuti pembelajaran atau kajian agama secara langsung dengan bertatap muka dengan ustadz atau kyai, dibandingkan melalui media online. Pengamalan agama digital hanya dianggap sebagai pelengkap dan membantu pemenuhan kebutuhan akan ilmu agama. Dalam konteks keagamaan, media sosial atau platform digital belum mampu menggantikan proses pembelajaran agama secara langsung antara ustadz atau guru dengan santrinya. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian media dan komunikasi khususnya komunikasi Islam untuk memahami persepsi remaja dan orang tua dalam menyikapi praktik keagamaan digital yang marak di berbagai kalangan masyarakat dan agama lain. Penelitian tersebut merupakan kajian media dan agama berperspektif fenomenologis dengan data pendukung etnografi virtual untuk memahami praktik keagamaan masyarakat baik secara langsung maupun melalui platform digital.
Pengaruh Pesan Kampanye #FORESPONSIBLE Terhadap Brand Image Fore Coffee Pada Followers Instagram @FORE.COFFEE Putra, Aditya Eka; Sembiring, Yosua; Fianto, Latif
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2239

Abstract

According to Good Stats 2023 data, Fore Coffee ranked third among the most popular local coffee shops in 2023 with 7.5%. In contrast, its competitors, Kopi Kenangan and Janji Jiwa, ranked first and second with 39.7% and 39.5%, respectively. This significant gap in popularity indicates that Fore Coffee still lacks public attention. Despite this low level of attention, Fore Coffee launched the #FOREsponsible campaign, which promotes environmental sustainability. This research aims to examine the influence of the #FOREsponsible campaign on Fore Coffee's brand image as an environmentally conscious company and the extent of this influence. This research employs a quantitative explanatory causal method by distributing questionnaires to 100 respondents. The data was analyzed using the coefficient of determination test, Pearson Product Moment correlation test, and simple linear regression analysis. The analysis revealed a moderately strong positive influence (31.4%) of the #FOREsponsible campaign message on Fore Coffee's brand image as an environmentally conscious company. Abstrak Berdasarkan data dari Good Stats 2023, Fore Coffee menempati urutan ketiga kedai kopi lokal terpopuler 2023 dengan 7.5%. Sedangkan kompetitornya, Kopi Kenangan berada diurutan teratas dengan 39.7% dan Janji Jiwa diurutan kedua dengan 39.5%. Dapat dilihat terdapat perbandingan angka yang jauh antara Fore Coffee dengan kedua brand lokal tersebut, oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa atensi publik terhadap Fore Coffee masih sangat kurang karena memiliki popularitas yang rendah. Ditengah kurangnya atensi masyarakat Indonesia yang dapat dibuktikan dari tingkat popularitas yang rendah, Fore Coffee membentuk kampanye #FOREsponsible yang memliki pesan pelestarian lingkungan. Akan tetapi apakah pesan kampanye tersebut bisa membawa pengaruh terhadap brand image Fore Coffee ditengah atensi publik yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh antara pesan kampanye #FOREsponsible terhadap brand image Fore Coffee yang peduli terhadap lingkungan dan seberapa pesar pengaruhnya. Penelitian ini disusun menggunakan metode kuantitatif eksplanatif kausalitas dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden. Data yang dianalisis dengan menggunakan uji koefisien determinasi, uji korelasi Pearson Product Moment, dan uji regresi linier sederhana. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang cukup kuat sebesar 31,4% antara pesan kampanye #FOREsponsible terhadap brand image Fore Coffee yang peduli terhadap lingkungan.
Penerapan Social Information Processing dalam Mempertahankan Pengikut Akun Instagram Food Curator Dapurbalikpapan Saputra, Randi; Sary, Kezia Arum
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.377

Abstract

Instagram is a social media that is widely used by the public, especially among Millennials and Gen Z. One of the user terms is called Food Curator which is a reviewer about culinary tourism that is starting to bloom in the city of Balikpapan, Dapurbalikpapan is one of the Food Curators in the city of Balikpapan which has a large number of followers, this research is to find out the application of Social Information Processing in maintaining the relationship between Dapurbalikpapan with followers. This study uses a qualitative descriptive research method, the types of data presented are observations and interviews using primary data through data sources from key informant and informants, secondary data through document sources, e-journals, books, and articles. The analysis technique used is qualitative data analysis with an interactive model developed by Miles & Huberman with a research focus on 3 stages of social information processing, namely interpersonal information, impression formation, relationship development. Based on the results of the research, the data analysis that the researchers have done found that, Dapurbalikpapan implements these three stages and Dapur balikpapan as a Food Curator is able to develop relationships with their followers, and create a relationship that is called hyperpersonal. Hyperpersonal is a relationship that occurs in computer-mediated interactions and is more interesting than facet-to-face interactions in the same position. Abstrak Instagram merupakan media sosial yang ramai digunakan oleh masyarakat, terutama pada golongan Milenial dan Gen Z. Salah satu istilah penggunanya disebut Food Curator yang merupakan pengulas tentang wisata kuliner mulai marak di kota Balikpapan, Dapurbalikpapan merupakan salah satu Food Curator yang ada di kota Balikpapan yang memiliki jumlah pengikut yang banyak, penelitian ini untuk mengetahui penerapan Social Information Processing dalam mempertahankan hubungan Dapurbalikpapan dengan pengikutnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, jenis data yang disajikan yaitu observasi dan wawancara menggunakan data primer melalui sumber data key informan dan informan, data sekunder melalui sumber dokumen, e-journal, buku-buku, dan artikel. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data kualitatif model interaktif yang dikembangkan oleh Miles & Huberman dengan fokus penelitian 3 tahap social information processing yaitu interpersonal information, impression formation, relationship development. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data yang telah dilakukan, menemukan bahwa, Dapurbalikpapan menerapkan ketiga tahapan tersebut dan Dapurbalikpapan sebagai Food Curator mampu mengembangkan hubungannya dengan para pengikutnya, dan menciptakan suatu hubungan yang disebut hyperpersonal. Hyperpersonal merupakan hubungan yang terjadi dalam interaksi bermediasi komputer dan lebih menarik dibandingkan dengan interaksi face-to-face dalam posisi yang sama.
"Mukbang Syar’i" Advertising Content: Representation and Reputation Trough Digital Communication Rohimah, Afifatur
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.458

Abstract

The phenomenon of "Mukbang" shar’i has become a habit on Instagram. This is done to avoid the negative stigma of society as a devoted Muslim. This study employed a critical discourse analysis method to reveal the representation behind the advertising content of "mukbang" advertising content by women in hijab. Researchers promise the discovery of a reality in a "mukbang" advertising content by dismantling the relationship of signs and texts with the context in society. This study presents the women in hijab who perform “mukbang” become proof of the existence of a Muslim in a competition dominated by non-Muslim broadcasts jokey. The discourse of resistance is depicted in a text with an irony theme to avoid netizens' negative stigma. The application of Islamic courtesy as a form of representation of self-image as a good and moral Muslim. The better the self-image is formed, the better the reputation is in endorsement. Abstrak Fenomena “Mukbang” syar’i sudah menjadi kebiasaan di Instagram. Hal ini dilakukan untuk menghindari stigma negatif masyarakat sebagai seorang muslim yang taat. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis untuk mengungkap representasi dibalik konten iklan konten iklan “mukbang” yang dibawakan oleh perempuan berhijab. Peneliti menjanjikan penemuan realitas dalam sebuah konten iklan “mukbang” dengan membongkar hubungan tanda dan teks dengan konteks di masyarakat. Penelitian ini menghadirkan perempuan-perempuan berhijab yang melakukan “mukbang” menjadi bukti eksistensi seorang muslim dalam sebuah kompetisi yang didominasi oleh tayangan-tayangan non-Muslim yang bersifat lawakan. Wacana perlawanan tersebut tergambar dalam teks bertema ironi untuk menghindari stigma negatif warganet. Penerapan sopan santun Islami sebagai bentuk representasi citra diri sebagai seorang muslim yang baik dan bermoral. Semakin baik citra diri yang terbentuk maka semakin baik pula reputasinya dalam endorsement.
Framing Media Kompas.com dan Tempo.co Terkait Hilangnya Diagram Sirekap KPU Silviagustin, Valentina
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.507

Abstract

The disappearance of the KPU's vote count graph resulted in negative evaluations and criticism from several Indonesian political experts. This disappearance occurred after the 2024 election and was widely covered by local media. This study aims to understand how Kompas.com and Tempo.co framed the news about the missing KPU vote count graph. The research method used is descriptive qualitative with Robert Entman's framing model applied to articles from Kompas.com and Tempo.co from March 6-13, 2024. The findings show that both media outlets criticized KPU policies by highlighting the lack of transparency, but they also provided space for KPU to offer explanations, resulting in more balanced reporting. Kompas.com focused more on the negative image of KPU as a problematic institution due to the cessation of the graph's display, while Tempo.co emphasized the overall conduct of the 2024 election. Kompas.com demonstrated a stronger bias in criticizing the KPU, whereas Tempo.co, despite headlines suggesting significant criticism, showed a more moderate bias. Abstrak Hilangnya grafik diagram perolehan suara KPU menghasilkan penilaian buruk dan kritikan dari beberapa pakar politik Indonesia. Hilangnya grafik tersebut terjadi setelah Pemilu 2024 dilangsungkan dan banyak diliput oleh media lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media Kompas.com dan Tempo.co membingkai berita tentang hilangnya grafik diagram perolehan suara KPU. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan model framing Robert Entman pada media Kompas.com dan Suara.com periode 6-13 Maret 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media mengkritisi kebijakan KPU dengan menyoroti kurangnya transparansi, namun tetap memberikan ruang bagi KPU untuk memberikan penjelasan sehingga berita ditulis bukan hanya dari sudut pandang pengkritik saja. Kompas.com lebih fokus pada citra negatif KPU sebagai lembaga yang bermasalah akibat penghentian penayangan grafik, sementara Tempo.co lebih menekankan pada penyelenggaraan Pemilu 2024 secara keseluruhan. Kompas.com menunjukkan keberpihakan yang lebih kuat dalam mengkritisi KPU. Sedangkan Tempo.co, meskipun terdapat judul berita yang menunjukkan banyak kritik, menunjukkan keberpihakan yang lebih moderat.
Analisis Engagement Rate Pada Konten Video di Akun Tiktok Grup Idol Virtual Plave @plave official Alifah, Tadzkiah; Wahdiyati, Dini; Rahman, Nurlina
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2265

Abstract

Tiktok, which is a social media platform that contains short videos to build creativity and achieve popularity quickly, makes Tiktok one of the places to build engagement in helping digital marketing. This research aims to find out how Plave (Vlast Entertainment) uses the Tiktok platform to get good engagement so that Plave can be increasingly known and can create interaction relationships with the audience on Tiktok more widely. The method used is qualitative content analysis to see from the content of the Tiktok content that has been created by Plave whether or not it has achieved good engagement, so as to be able to create an interaction relationship with a wider audience. From the results of the analysis of the Tiktok Plave account, Plave has made good use of its Tiktok account so that the account can get a good engagement rate and from the acquisition of a good engagement rate, Plave can reach a large audience and can create interaction relationships with fans and other audiences on Tiktok. Abstrak Tiktok yang merupakan platform media sosial yang berisi video pendek untuk membangun kreativitas dan mencapai popularitas dengan cepat, membuat Tiktok menjadi salah satu tempat untuk membangun engagement dalam membantu pemasaran digital. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana cara pihak Plave (Vlast Entertaiment) memanfaatkan platform Tiktok untuk memperoleh engagement yang bagus sehingga Plave bisa semakin dikenal dan bisa menciptakan hubungan interaksi dengan audiens di Tiktok lebih luas. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif untuk melihat dari isi konten Tiktok yang telah dibuat pihak Plave sudah mencapai engagement yang bagus atau belum, sehingga mampu menciptakan hubungan interaksi dengan audiens yang lebih luas. Dari hasil penelitian analisis akun Tiktok Plave, pihak Plave sudah memanfaatkan akun Tiktoknya dengan baik sehingga akun tersebut dapat memperoleh engagement rate yang bagus dan dari perolehan engagement rate yang bagus tersebut plave bisa meraih audiens yang banyak dan bisa menciptakan hubungan interaksi dengan penggemar serta audiens lain di Tiktok.

Page 11 of 15 | Total Record : 145