cover
Contact Name
Awis Hamid Dani
Contact Email
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Phone
+6282219457664
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesehatan Cirebon Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jl. Brigjen Dharsono No 12 B Bypass Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : 10.38165
Core Subject : Health,
Lingkup naskah jurnal kesehatan mencakup bidang ilmu : kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, radiodiagnostik dan radioterapi, farmasi serta laboratorium kesehatan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2024)" : 10 Documents clear
GAMBARAN KECUKUPAN GIZI DAN STATUS GIZI IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS SIDOREJO LOR KOTA SALATIGA Davidson, Sarah Melati; Lia, Eka; Dary, Dary
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.410

Abstract

Kecukupan gizi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi proses menyusui. Faktanya banyak penelitian yang menemukan ketidakcukupan energi pada ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kecukupan energi, protein, lemak dan karbohidrat serta status gizi ibu menyusui. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan melibatkan 51 responden di Puskesmas Sidorejo Lor, Salatiga. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner wawancara, Food Recall 2x24 jam dan pengukuran antropometri menggunakan timbangan digital dan microtoise. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden mayoritas berstatus gizi normal sebanyak 27 orang (52,9%), sedangkan selebihnya adalah overweight sebanyak 10 orang (19,6%) dan obesity sebanyak 13 orang (25,5%). Tingkat kecukupan energi dan zat gizi makro responden menunjukkan paling rendah berada pada kategori defisit berat. Kecukupan gizi dengan status gizi ibu menyusui tidak memiliki hubungan yang signifikan didapatkan nilai (p0,05). Hal ini dikarenakan responden melakukan pembatasan asupan agar segera menurunkan berat badan. Perlu dikaji lebih lanjut untuk menganalisis variabel lainnya yang mempengaruhi status gizi pada ibu menyusui.Kata Kunci: Menyusui Eksklusif; Ibu Menyusui; Gizi Ibu Menyusui Abstract Adequate nutrition is an important factor that can impact the breastfeeding process. Numerous studies have identified insufficient energy intake among breastfeeding mothers. The objective of this study is to assess the adequacy of energy, protein, fat, and carbohydrates in relation to the nutritional status of breastfeeding mothers. The research methodology employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sampling method utilized an accidental sampling technique, involving 51 respondents from the Sidorejo Lor Health Center in Salatiga. The research instruments included interview questionnaires, repeated recall 24 hours, and anthropometric measurements using digital scales and microtoices. The findings of this study revealed that the majority of respondents had a normal nutritional status, with 27 individuals (52.9%), while the remaining individuals were overweight (10 people, 19.6%) or obese (13 people, 25.5%). The assessment of energy and macronutrient adequacy among the respondents indicated that the lowest category was classified as severe deficit. The study did not find a significant relationship between nutritional adequacy and the nutritional status of breastfeeding mothers (p0.05). This could be attributed to the respondents' self-imposed dietary restrictions to achieve immediate weight loss. Further research is warranted to explore other variables that may influence the nutritional status of breastfeeding mothers. Keywords: Exclusive breastfeeding; Breastfeeding mothers; Nutrition during Breastfeeding
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI VAKSINASI COVID-19 Natapraja, R. Bayu Kusumah; Tresnawan, Teten
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.390

Abstract

Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemik. 8 bulan kemudian kasus Covid-19 hampir menyerang seluruh dunia. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu dengan cara 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan/mobilisasi), upaya preventifnya yaitu dengan vaksin Covid-19. Tujuan penelitian untuk mengetahui adakah pengaruh faktor perhatian, pengetahuan, status pernikahan, riwayat penyakit, dan riwayat terpapar Covid-19 terhadap persepsi masyarakat mengenai vaksinasi Covid-19. Hasil uji statistik diperoleh nilai p0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, riwayat PTM, riwayat terpapar Covid-19, dan pengetahuan dengan persepsi masyarakat tentang vaksinasi Covid-19, hanya riwayat pernikahan yang tidak hubungan dengan nilai p=0,919 atau 0,05. Simpulan terdapat hubungan antara umur, pendidikan, riwayat PTM, riwayat terpapar Covid-19, dan pengetahuan dengan persepsi masyarakat tentang vaksinasi Covid-19. Disarankan Pemerintah Desa Cicukang diminta secara aktif untuk terus bersosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan informasi, baik itu tentang upaya agar Covid-19 tidak lagi mengalami peningkatan kasus aktif dan informasi tentang vaksin agar masyarakat mau dan ingin segera untuk divaksin.Kata kunci: Persepsi; Vaksin; Covid-19 AbstractOn January 30, 2020 WHO declared Covid-19 a pandemic. 8 months later Covid-19 cases almost attacked the whole world. One of the efforts made by the government is by 3M (wearing masks, washing hands and staying away from crowds / mobilization), preventive efforts are the Covid-19 vaccine. The purpose of the study was to determine whether there is an influence of attention factors, knowledge, marital status, history of illness, and history of exposure to Covid-19 on people's perceptions of Covid-19 vaccination. The statistical test results obtained a p value 0.05, so it can be concluded that there is a significant relationship between age, education, history of NCD, history of exposure to Covid-19, and knowledge with public perceptions of Covid-19 vaccination, only marriage history has no relationship with a p value = 0.919 or 0.05. It is concluded that there is a relationship between age, education, history of NCD, history of exposure to Covid-19, and knowledge with community perception of Covid-19 vaccination. It is recommended that the Cicukang Village Government be actively asked to continue to socialize with the community to provide information, both about efforts so that Covid-19 no longer has an increase in active cases and information about vaccines so that people want and want to be vaccinated immediately.Keywords: Perception; Vaccine; Covid-19 
ALUR KERJA PENGGUNAAN PACS PADA DIGITAL RADIOGRAPHY DI RUMAH SAKIT PRIMA PEKANBARU Yoshandi, Tengku Mohammad; Bisra, Marido; Alwardah, Zahara Ossa
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.401

Abstract

Picture Archiving and Communication System (PACS) adalah sistem berbasis komputer yang berfungsi sebagai penyimpanan, distribusi, dan tampilan elektronik dari gambar yang diperoleh mendukung diagnosis klinis. PACS berkembang tak hanya untuk melayani instalasi radiologi saja, namun menjadi sistem yang mampu melayani kebutuhan data pencitraan di beberapa bagian rumah sakit. Tujuan dari penelitian adalah Untuk mengetahui  gambaran penggunaan PACS pada Digital Radiography di Rumah Sakit Prima Pekanbaru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RS Prima Pekanbaru pada bulan Agustus. Prosedur penelitian ini dengan cara mengumpulkan data dengan mendeskripsikan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan penggunaan sistem PACS yang digunakan adalah merk JiveX . Hasil pemeriksaan pasien akan terkirim ke semua ruangan poli yang ada di RS Prima Pekanbaru. Tidak hanya untuk poli saja, namun sistem PACS terdapat di IGD, ICU, OK. Sistem yang digunakan tidak menggunakan sistem komputer seperti pada ruangan radiografi, namun hanya menggunakan komputer LED. Kesimpulannya bahwa PACS sudah menjalankan perannya dalam proses akuisisi gambar. Dengan menggunakan PACS, hasil citra radiologi dapat dilihat dari berbagai unit yang memerlukan informasi klinis pasien.Kata Kunci: PACS; Radiograf; JiveXAbstract Picture Archiving and Communication System (PACS) is a computer-based system that functions as storage, distribution, and electronic display of images obtained to support clinical diagnosis. PACS has developed not only to serve radiology installations but has become a system capable of serving another part of the hospital. The research aims to determine the description of PACS usage in the Radiology Facility at Prima Pekanbaru Hospital. This research used a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation. This research was conducted at the Radiology Installation of Prima Pekanbaru Hospital in August 2023. The procedure for this research is to collect data by describing the research results. Based on the research results, shows that the PACS system used is the JiveX brand. The results of the patient's examination from the system were sent to all rooms at Prima Pekanbaru Hospital. Not only for polyclinics, but PACS systems are available in the ER, ICU, and OK. The system used does not use a computer system like in the radiography room but only uses an LED computer. The conclusion is that PACS has played its role in the image acquisition process. By using PACS, radiology image results can be viewed from various units that require patient clinical information.Keywords: PACS , Radiograph, JiveX. 
PENGARUH JUS ALPUKAT MENTEGA (PERSEA AMERICANA MILL) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA PENDERITA HIPERKOLESTEROLEMIA Kasmad, Kasmad; Kadafi, Amirul; Al Ghozi, Muhamad Ilfan
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.395

Abstract

Kestabilan kadar kolesterol penderita hiperkolesterolemia saat ini masih sulit untuk dikendalikan karena kurangnya pengetahuan untuk melakukan penanganan jika kadar kolesterol mengalami penigkatan. Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk mengetahui pengaruh jus alpukat terhadap penurunan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterolemia. Metode yang digunakan penelitian ini menggunakan pra eksperimental dengan rancangan penelitian One group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini merupakan penderita hiperkolesterolemia di Yayasan Harapan Robbani Kota Cirebon sebanyak 50 orang, teknik sampling total sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu paired sample t-test. Setelah dilakukan penelitian didapatkan bahwa rata-rata kadar kolesterol responden sebelum diberikan jus alpukat yaitu 224 mg/dL dan setelah diberikan jus alpukat kadar kolesterol mengalami penurunan dengan rata-rata yaitu 209 mg/dL. Uji statistik paired sample t-test diperoleh p-value 0,00 0,05 artinya ada pengaruh pemberian jus alpukat mentega terhadap penurunan kadar kolesterol penderita hiperkolesterolemia. Senyawa yang terkandung dalam buah alpukat seperti omega- 9 dapat menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan meningkatkan kadar HDL, Beta sitosterol merupakan derivat dari fitodterol menurunkan kadar kolesterol dengan menghambat absorpsi kolesterol dan meningkatkan ekskresi kolesterol dalam darah, vitamin B3 (niasin) dapat menurunkan produksi VLDL, sehingga kadar IDL dan LDL juga menurun yang akan berdampak menurunnya kadar kolesterol total serum, vitamin C membantu reaksi hidroksilasi dalam pembentukan asam empedu sehingga meningkatkan ekskresi kolesterol dan menurunkan kadar kolesterol total dalam darah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian jus alpukat mentega terhadap penurunan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterolemia di Yayasan Harapan Robbani Kota Cirebon. Saran: Diharapkan penderita hiperkolesterolemia dapat menkonsumsi jus alpukat untuk membantu menurunkan kolesterol.Kata Kunci: Jus Alpukat; Kadar kolesterol; HiperkolesterolemiaAbstract The stability of cholesterol levels in hypercholesterolemia sufferers is currently still difficult to control due to a lack of knowledge on how to treat cholesterol levels if they increase. This article is written to determine the effect of avocado juice on reducing cholesterol levels in hypercholesterolemia sufferers. This research used a pre-experimental research design with a group pretest-post-test design. The population in this study was 50 people suffering from hypercholesterolemia at the Harapan Robbani Foundation, Cirebon City, total sampling technique. The statistical test used is the paired sample t-test. After the research was carried out, it was found that the average cholesterol level of respondents before being given avocado juice was 224 mg/dL and after being given avocado juice the cholesterol level decreased by an average of 209 mg/dL. The paired sample t-test statistical test obtained a p-value of 0.00 0.05, which means that there is an influence of giving avocado butter juice on reducing cholesterol levels in hypercholesterolemia sufferers. Compounds contained in avocados such as omega-9 can reduce total cholesterol levels, and LDL cholesterol and increase HDL levels, Beta sitosterol is a derivative of phytosterol, lowers cholesterol levels by inhibiting cholesterol absorption and increasing cholesterol excretion in the blood, vitamin B3 (niacin) can reduce VLDL production, so that IDL and LDL levels also decrease which will have an impact on reducing total serum cholesterol levels. Vitamin C helps the hydroxylation reaction in the formation of bile acids thereby increasing cholesterol excretion and reducing total cholesterol levels in the blood. It can be concluded that there is an effect of giving avocado butter juice on reducing cholesterol levels in hypercholesterolemia sufferers at the Harapan Robbani Foundation, Cirebon City. Suggestion: It is hoped that hypercholesterolemia sufferers can consume avocado juice to help lower cholesterol.Keywords: Avocado juice, cholesterol levels, hypercholesterolemia.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH DAN DAUN MENGKUDU SEBAGAI BIOLARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti Chaeni, Annisa Nur; Mujahid, Ikhsan; Wardani, Dita Pratiwi Kusuma; Almanfaluthi, Muhammad Lutfhi
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.424

Abstract

Pengendalian nyamuk Aedes aegypti dengan menggunakan bahan kimia memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan maupun organisme hidup. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan maka digunakan lavarsida alami dari tanaman yang memiliki potensi untuk membunuh Aedes aegpyti pada stadium larva. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih dan daun mengkudu sebagai biolarvasida terhadap mortalitas larva nyamuk Ae. aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan desain post test only with control group design. Sampel pada penelitian ini sebanyak 825 ekor. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling. Kelompok penelitian ini adalah temefos 1% dan aquadest, kelompok perlakuan ekstrak bawang putih (A. sativum) dan daun mengkudu (M. citrifolia) dengan masing – masing konsentrasi 0,2%, 0,4% dan 1%. Analisis data menggunakan uji Friedman, dilanjutkan dengan uji Post Hoc Mann-Whitney U dan analisis probit dilakukan untuk mengetahui nilai LC50 dan LC90. Setelah dilakukan olah data hasil penelitian menunjukan bahwa yang efektif dalam mortalitas larva 56% dan 30.4% dalam waktu 120 menit. Teirdapat peirbandingan antara eikstrak bawang puitih dan dauin meingkuidui seibagai biolarvasida teirhadap larva nyamuik Aei. aeigypti pada waktui peingamatan 120 meinit pada eikstrak bawang puitih yaitui 56% deingan meidian 14,00 (13-15) dan eikstrak dauin meingkuidui meincapai 30,4% deingan meidian 8,00 (7-8) seidangkan kombinasi eikstrak bawang puitih dan dauin meingkuidui yaitui 36% deingan meidian 9,00 (8-10), nilai LC50 dan LC90 ekstrak bawang putih adalah 0.135% dan 1.033% sedangkan nilai LC50 dan LC90 ekstrak daun mengkudu adalah 0.081% dan 1.621%. Bagi peneliti selanjutnya peirlui dilakuikan uiji kombinasi keiduianya deingan konseintrasi yang leibih tinggi dan seibaiknya dilakuikan uiji LT (Leithal Timei) sebagai larvasida alami yang ramah lingkungan.Kata Kunci: A. aegypti; Bawang Putih; Biolarvasida; Daun MengkuduAbstractControlling Aedes aegypti mosquitoes using chemical substances can have negative impacts on the environment, health, and other living organisms. To minimize these negative effects, natural larvicides derived from plants with the potential to kill Aedes aegypti larvae are utilized. This research aims to determine the effectiveness of garlic extract and noni leaves as bio-larvicides against the mortality of Aedes aegypti mosquito larvae. This true experimental research used a post-test-only control group design. The sample size was 825 larvae, selected through random sampling. The research groups included a temephos 1% and aquadest control group, a garlic extract (A. sativum) treatment group with concentrations of 0.2%, 0.4%, and 1%, and a noni leaves (M. citrifolia) treatment group with the same concentrations. Data analysis involved the Friedman test, followed by the Mann-Whitney U post-hoc test, and probit analysis to determine LC50 and LC90 values. The results show that the most effective treatment resulted in a larval mortality of 56% and 30.4% within 120 minutes. The LC50 and LC90 values for garlic extract are 0.135% and 1.033%, respectively, while for noni leaves, they are 0.081% and 1.621%. Future research is expected to further explore the potential of garlic and noni leaves as environmentally friendly natural larvicides.Keywords: A. aegypti; Garlic; Biolarvicides; Noni Leaves
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA TENAGA KEPENDIDIKAN DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN CIREBON TAHUN 2024 Rahmawati, Eneng; Fatria, Ilham; Sari, Mariel Daba Sekar; Ferdyastari, Nathasya
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.441

Abstract

Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang bersumber dari tulang belakang, saraf dan otot pada punggung bagian bawah. Terdapat 60 – 80% populasi di dunia terdampak LBP selama hidupnya. Penderita low back pain juga mengalami gangguan kemampuan fungsional. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misal usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), Level aktifitas Fisik dan Durasi duduk, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik responden, Akatifitas fisik, Durasi duduk, IMT, dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon.Metode Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tenaga kependidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon dengan cara melakukan wawancara dan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square.Penelitian yang telah dilakukan pada bulan November 2023 sampai maret 2024 diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian LBP (0,014), terdapat hubungan usia dengan kejadian LBP (0,044), terdapat hubungan IMT dengan kejadian LBP (0,033), terdapat hubungan level aktifitas fisik dengan kejadian LBP (0,020), terdapat hubungan durasi duduk dengan kejadian LBP (0,034).Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna meliputi karakteristik individu, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktifitas Fisik dan Durasi duduk dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Saran bagi Perguruan Tinggi STIKes Cirebon, diharapkan dapat rutin mengadakan senam pagi sekali seminggu pada karyawan untuk meningkatkan kualitas produktivitas karyawan serta upaya meminimalisir risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).Kata Kunci: LBP; Level aktifitas fisik; IMT; Jenis Kelamin; durasi duduk Abstract Low Back Pain (LBP) is a pain disorder that originates from the spine, nerves, and muscles in the lower back. There are 60 – 80% of the world's population affected by LBP during their lives. Low back pain sufferers also experience impaired functional abilities. Several factors related to the incidence of LBP include individual characteristics, for example age, gender, Body Mass Index (BMI), level of physical activity and duration of sitting. The aim of the study was to determine the relationship between respondent characteristics, physical activity, duration of sitting, BMI, and the incidence of LBP in educational staff at the Cirebon College of Health Sciences.The research method is descriptive analytical research with a cross-sectional approach carried out on educational staff at the Cirebon Health Sciences College by conducting interviews and filling out questionnaires. The sampling technique used the cross-sectional formula with a sample size of 68 people. Data were analyzed using the chi square test.Research conducted from November 2023 to March 2024 showed that there was a relationship between gender and the incidence of LBP (0.014), there was a relationship between age and the incidence of LBP (0.044), there was a relationship between BMI and the incidence of LBP (0.033), there was a relationship between levels of physical activity with the incidence of LBP (0.020), there is a relationship between sitting duration and the incidence of LBP (0.034)The conclusion of this study is that there is a significant relationship including individual characteristics, Body Mass Index (BMI), Physical Activity and Sitting Duration with the incidence of LBP in education staff at the Cirebon Health Sciences College. Suggestions for the Cirebon STIKes College, it is hoped that they can routinely hold morning exercise once a week for employees to improve the quality of employee productivity as well as efforts to minimize the risk of Low Back Pain complaints.Keywords: LBP; Physical activity level; BMI; Gender; sitting duration
FAKTOR RISIKO ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III Indragiri, Suzana; Wahyuni, Sri; Herawati, Cucu; Kristanti, Iin; Yulistiyana, Laili Nurjannah; Dani, Awis Hamid; Aeni, Heni Fa'riatul
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.434

Abstract

Anemia memiliki dampak besar pada masa kehamilan, kelahiran, masa nifas, dan bayi. Faktor risiko anemi dapat dipengaruhi oleh faktor internal ibu dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil trimester III.Desain penelitian survey analitik digunakan dalam penelitian ini. Seluruh ibu hamil 234 orang dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dalam trimester ketiga yang dirawat di ruang aurum. Sampling total digunakan untuk mengumpulkan 234 responden. Penelitian ini menggunakan format pengumpulan data sekunder dari lembar asesmen kebidanan rawat inap dari rekam medis responden. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara paritas (p value 0,035), kepatuhan konsumsi tablet Fe (p value 0,046), kunjungan ANC (p value 0,022), dan status gizi (p value 0,000) dengan kejadian anemia dan tidak terdapat hubungan antara jarak kehamilan (p value 0,641) dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III.Kata Kunci: Anemia; Paritas; Tablet Fe; ANC; Status Gizi.Anemia has a major impact on pregnancy, birth, puerperium, and infancy. Risk factors for anemy can be influenced by internal maternal and environmental factors. The purpose of this study was to analyze risk factors for anemia in III trimester pregnant women. Analytical survey research design was used in this study. All 234 pregnant women in the study were all pregnant women in the third trimester who were treated in the aurum room. Total sampling was used to collect 234 respondents.  This study used a secondary data collection format from inpatient midwifery assessment sheets from respondents' medical records. Data analysis techniques use univariate analysis and bivariate analysis with Chi Square test.The results of the study obtained a relationship between parity (p value 0.035), adherence to Fe tablet consumption (p value 0.046), ANC visits (p value 0.022), and nutritional status (p value 0.000) with the incidence of anemia and there was no relationship between pregnancy distance (p value 0.641) with the incidence of anemia in third trimester pregnant women.Keywords: Anemia; Parity; Fe Tablets; ANC; Nutritional Status.
KONSUMSI KURMA (PHOENIX DACTYLIFERA) TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN PADA REMAJA DENGAN ANEMIA Handayani, Trisna Yuni; Sari, Desi Pramita; Tarigan, Renny Adelia
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.422

Abstract

Anemia pada remaja merupakan keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah pada remaja 12 gr/dl. Remaja yang mengalami anemia dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksinya. Penatalaksanaan anemia remaja dapat dilakukan dengan pemberian tablet Fe dan meningkatkan asupan gizi dari makanan seperti asupan kurma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja. Desain penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan 2 grup pre post design dengan jumlah sampel 30 remaja dengan anemia di Kota Batam. Penelitian dilakukan dengan pemberian kurma ajwa 100 gr perhari selama 4 minggu kepada kelompok intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar Hb pada kelompok intervensi sebesar 0,89 gr/dl yaitu dari 11,13 gr/dl (sebelum pemberian buah kurma) meningkat menjadi 12,02 gr/dl (setelah pemberian kurma). Hasil analisis bivariat dengan uji T didapatkan p value = 0,000 artinya secara statistik ada perbedaan yang signifikan rata-rata kadar hemoglobin antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Diharapkan remaja dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya sehingga remaja tidak mengalami anemia.Kata Kunci: Anemia, Remaja, KurmaAbstract Anemia in adolescents is a condition which the hemoglobin level in the blood of adolescent is 12 gr/dl. Adolescents who experience anemia can affect the growth and development of their reproductive organs. The intevention of anemia’s adolescent can be done by administering Fe tablets and increasing nutritional intake from foods such as dates. The aim of this study was to determine the effect of consuming dates to increasing hemoglobin levels in adolescents with anemia. The research design is quasi-experimental with 2 pre-post design groups with a sample size of 30 adolescents with anemia. The research was conducted by giving 100 grams of  ajwa’s dates per day for 1 month to the intervention group. The results of the research showed that there was an increase in hemoglobin levels in the intervention group 0.89 gr/dl, namely from 11.13 gr/dl (before giving dates) increased to 12.02 gr/dl (after giving dates). The results of  bivariat analysis usethe T test showed p value = 0.000, meaning that statistically there was a significant difference in the average hemoglobin levels between the intervention group and the control group. It is hoped that adolescent can fulfil their nutritional intake so the adolescentdo not suffer anemia.Keywords: Anemia, Adolescent, Dates
PENGEMBANGAN PERMAINAN TRADISIONAL MUL-MULAN SEBAGAI MEDIA EDUKASI JARING-PTM PADA ANAK REMAJA Mujito, Mujito; Sepdianto, Tri Cahyo; Abiddin, Andi Hayyun
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.402

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) saat ini semakin meningkat, tidak hanya terjadi pada dewasa, namun juga terjadi pada remaja. Promosi kesehatan salah satu cara dalam mencegah penyakit tidak menular. Promosi perilaku hidup sehat dengan perilaku Cerdik pada anak remaja merupakan upaya dini pencegahan faktor risiko penyakit tidak menular. Tujuan penelitian ini menghasilkan media edukasi Jaring-PTM untuk meningkatkan perilaku pencegahan penyakit tidak menular pada anak remaja. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development dengan prosedur pengembangan ADDIE. Subyek penelitian yaitu 10 responden guru dan tenaga pendidikan sebagai partisipan focus group discussion (FGD), dan 60 responden siswa Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar tahun 2021 sebagai subyek dalam perancangan media yang diambil menggunakan teknik porpusive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi: siswa kelas XI dan bersedia menjadi responden. Obyek yang diteliti adalah kualitas, kepraktisan serta efektifitas media. Pengambilan data menggunakan wawancara, diskusi terarah, check list dan kuesioner. Data dianalis secara univariat dengan menyajikan frekuensi dan persentase. Pengukuran kualitas media dari ahli materi, skor 84% Layak, ahli media, skor 75% Layak. Pengukuran kepraktisan dari responden: uji coba 1 diperoleh rerata skor 86% Sangat Layak dan skor praktisi 81% Layak, uji coba 2 diperoleh rerata skor 82% Layak dan dari praktisi skor 86% Sangat layak. Kesimpulannya media edukasi Jaring-PTM sangat layak dimanfaatkan sebagai media belajar dalam pencegahan PTM dengan perilaku Cerdik. Tenaga pendidik diharapkan mampu menggunakan media edukasi Jaring-PTM sebagai media alternatif dalam edukasi kesehatan di sekolah sesuai kearifan lokal.Kata Kunci: Pengetahuan; Sikap; Media Edukasi; Jaring-PTM Abstract Non-communicable diseases (NCDs) are currently increasing, not only occurring in adults, but also in teenagers. Health promotion is one way to prevent non-communicable diseases. Promotion of healthy living behavior with smart behavior in teenagers is an early effort to prevent risk factors for non-communicable diseases. The aimed of this research is to produce Jaring-PTM educational media to improve non-communicable disease prevention behavior in teenagers. This research used a Research and Development design with the ADDIE development procedure. The research subjects were 10 respondents from teachers and education personnel as focus group discussion (FGD) participants, and 60 respondents from Blitar City State Madrasah Aliyah students in 2021 as subjects in media design who were taken using a porpusive sampling technique in accordance with the inclusion criteria: class XI students and willing to be a respondent. The objects studied are the quality, practicality and effectiveness of the media. Data collection used interviews, focused discussions, check lists and questionnaires. Data were analyzed univariately by presenting frequencies and percentages. Measuring media quality from material experts, score 84% Decent, media experts, score 75% Decent. Measurement of practicality from respondents: trial 1 obtained an average score of 86% Very Feasible and a practitioner score of 81% Feasible, trial 2 obtained an average score of 82% Feasible and from practitioners a score of 86% Very feasible. In conclusion, the Jaring-PTM educational media was very suitable to be used as a learning medium in preventing NCDs with smart behavior. Educators are expected to be able to use the Jaring-PTM educational media as an alternative media in health education in schools according to local wisdom.Keywords: Knowledge; Attitude; Educational Media; Jaring-PTM
EDUKASI PINTAR REMAJA TENTANG STUNTING DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING SECARA DINI Dewi, Winasari; Ainurrahmah, Yusni; Sutrisno, Nisa Wening Asih
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.415

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan pada balita yang terjadi karena adanya kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting, salah satunya adalah memberikan pengetahuan yang memadai mengenai stunting dan pentingnya pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) pada remaja. Remaja sebagai calon orangtua di masa yang akan datang akan memiliki peran besar dalam mewujudkan generasi yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, maka upaya tepat dalam pencegahan stunting adalah diawali dari mereka sendiri, yaitu kelompok remaja. Mendasari hal tersebut, sangat perlu bagi remaja untuk mendapatkan pendidikan parenting, pemahaman kesehatan dan penerapan pola gizi seimbang, serta perencanaan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas edukasi pintar bagi remaja dalam meningkatkan pengetahuan tentang stunting sebagai upaya dalam pencegahan stunting secara dini. Metode penelitian menggunakan rancangan quasi eksperimental pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI di SMA Negeri 13 Garut dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden diambil secara purposive sampling. Berdasarkan hasil pretest, sebagian responden (51,5%) berpengetahuan cukup. Sedangkan setelah diberikan edukasi, hasil postest menunjukkan sebagian besar responden (64,9%) berpengetahuan baik. Hasil Paired Sample T-Test dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan postest, sehingga terdapat pengaruh yang bermakna dari perlakuan yaitu edukasi yang diberikan. Kegiatan penelitian berbasis edukasi sebagai upaya dalam pengenalan dan pencegahan dini stunting pada remaja direkomendasikan untuk dilaksanakan kembali baik dalam bentuk penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat diberbagai jenjang institusi pendidikan.Kata Kunci: edukasi; stunting; remaja; pencegahan Abstract Stunting is a health problem in toddlers that occurs due to failure to thrive in toddlers due to chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life (HPK). Many things can be done to prevent stunting, including providing adequate knowledge about stunting and the importance of caring for teenagers in the First 1000 Days of Life (HPK). Teenagers as future parents will have a big role in creating a quality generation. Based on this, the right effort to prevent stunting is to start with them themselves, namely the youth group. Based on this, teenagers must receive parenting education, understand health, and implement balanced nutritional patterns and family planning. This research aims to determine the effectiveness of smart education for teenagers in increasing knowledge about stunting as an effort to prevent stunting early. The research method uses a quasi-experimental pretest-posttest design. The research subjects were class XI students at SMA Negeri 13 Garut with a total sample of 97 respondents taken using purposive sampling. Based on the pretest results, some respondents (51.5%) had sufficient knowledge. Meanwhile, after being given education, the post-test results showed that most of the respondents (64.9%) had good knowledge. The results of the Paired Sample T-Test with a significance value (2-tailed) 0.05 indicate a significant difference between the pretest and post-test results so there is a significant influence from the treatment, namely the education provided. Education-based research activities as an effort to recognize and prevent early stunting in adolescents are recommended to be carried out again, both in the form of research and community service at various levels of educational institutions.Keywords: education; stunting; teenager; prevention

Page 1 of 1 | Total Record : 10