cover
Contact Name
Enza Resdiana
Contact Email
fisip.publiccorner@wiraraja.ac.id
Phone
+6282331740805
Journal Mail Official
fisip.publiccorner@wiraraja.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja Sumenep Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451 Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Public Corner
ISSN : 24430714     EISSN : 2621475X     DOI : https://doi.org/10.24929/fisip.v14i2.888
Jurnal Public Corner (p-ISSN: 2443-0714, e-ISSN: 2621-475X) merupakan media publikasi artikel ilmiah penelitian dan pengembangan ilmu di bidang ilmu Politik dan ilmu Sosial yang terbit dua kali dalam satu tahun (Bulan Juni dan Desember). Jurnal Public Corner menerbitkan artikel dari hasil penelitian, pengembangan dan ulasan di bidang sosial dan politik dengan ruang lingkup sebagai berikut: 1. Administrasi Publik dan Bisnis 2. Komunikasi dan Politik 3. Ilmu pemerintahan 4. Hubungan Internasional Kami menerima naskah publikasi dari hasil penelitian dan ulasan artikel (non- penelitian), namun kami lebih menekankan pada naskah artikel dari hasil penelitian. Public Corner sebagai jurnal publikasi bidang ilmu politik dan sosial ini telah menggunakan sistem OJS (open jurnal system) dan terindeks oleh Google Cendikia.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 2 (2022): Public Corner" : 12 Documents clear
The The Exploitation of Laura Edelenyi's Departure: A Study of Social Semiotics in the Deddy Corbuzier Podcast Tesalonika Hasugian; Patricia Robin
PUBLIC CORNER Vol 17 No 2 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i2.2101

Abstract

The diversity of media trends appears on podcast channels channeled through YouTube. Podcasts have been considered a development form of digital radio. One of the famous YouTubers in Indonesia is Deddy Corbuzier, the owner of the YouTube channel "Corbuzier Podcast: Close The Door". Her video podcast titled “GOODBYE LAURA... NETIZEN, DENGAR SAYA KALI INI !!” caught the audience’s attention when creating and uploading the video with all the emotional attributes. The research discussion uses the study of social semiotics goals to describe the signs of the semiotic resources presented and the interaction of images with the audience. This research method will focus on the qualitative description. The data collection used a literature study. The Research Team saw that the content presented contained an element of exploitation for the departure of Laura Edelenyi was immediately deliberately displayed by Deddy Corbuzier, a sign owner with a specific motivation behind it. The results showed Deddy and Laura's personal relationship had created a deep meaning of loss. However, the insertion of advertising in no way corresponds to the signs symbolized by the communicator.
The Narrative Analysis of Todorov Film Story of Dinda Bernard Realino Danu Kristianto; Maria Carolina Itu Leba; Angela Merici Elvina
PUBLIC CORNER Vol 17 No 2 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i2.2112

Abstract

Various film themes adorn cinema screens and digital platforms, but the theme of romance is still in demand by the people of Indonesia. The success of the film Later Kita Stories About Today, which presented a spin-off of the story in the film Story of Kale, made the production team experiment with packaging the story from a different point of view, with a similar plot in the film Story of Dinda. This study discusses narrative analysis in the film Story of Dinda with the aim of revealing the narrative picture of the film Story of Dinda so as to obtain a description of the discourse in terms of language, text and visuals. Using Tzvetan Todorov's narrative analysis method, this study aims to reveal the storyline from balance, disturbance to ending balance. The results of this study reveal that the film Story of Dinda tries to provide a discourse on toxic relationships in the form of emotional abuse by presenting the main plot of the story, a scene that takes place only in one location in a conversation between characters. The flashback scene can be concluded as a minor plot that is inserted with the aim of adding dramatization to the story, but its existence does not have a significant dramatic impact, only as a sweetener for the story.
PENGEMBANGAN DESA WISATA ALAM DAN BUDAYA MELALUI PENDEKATAN PENTA-HELIX Humam Santosa Utomo; Hendro Widjanarko; Suratna Suratna
PUBLIC CORNER Vol 17 No 2 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i2.2195

Abstract

Wukirsari is one of the natural and cultural tourism villages that has developed in Bantul, Yogyakarta. The uniqueness of natural and culture in Wukirsari is offered to domestic and foreign tourists. This study aims to determine the role of each stakeholder in the development of a cultural tourism village in Wukirsari. The results of this study are expected to be best practice for cultural tourism village managers in other places. Sources of data were collected using in-depth interviews and focus group discussions involving all stakeholders. Qualitative data were analyzed to determine the role of each stakeholder. The results of this study indicate that the community, government, universities, the business world, and the media play an active and collegial role in developing Wukirsari as a cultural tourism village. Keywords: natural and Cultural tourism village, wukirsari, stakeholders
PERANAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES SEJAHTERA) DALAM MENINGKATKAN EKONOMI DESA CARIGADING KECAMATAN AWANGPONE KABUPATEN BONE Andi Amitya Resty Dwiyanti
PUBLIC CORNER Vol 17 No 2 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i2.2204

Abstract

Economic development can improve the standard of living of many people. The village government in this case is required to develop relevant policies to build a prosperous and civil society. One of the efforts made by the village government is the procurement of Village-Owned Enterprises (BUMDes) which are believed to be a forum for residents to improve themselves and also maximize the use of assets and resources owned by the village. Through BUMDes, economic improvement is carried out entirely by the village community. This study uses a qualitative descriptive method to explain more about the role of BUMDes in improving the village economy by using data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results show that BUMDes Sejahtera Carigading Village has a role in regulating the economy in the village, especially in the field of the rental business, simple social business, service business, microfinance business, community joint effort, in this case, the procurement of Pertamina and the rental of newlyweds. The success of BUMDes in Carigading Village is inseparable from obstacles so it is hoped that there will be an increase in financial assistance and the implementation of work programs can be thought out more carefully so that efforts to improve the village economy and village communities can be carried out optimally. Keywords: Role, Village-Owned Enterprises (BUMDes), Economy, Carigading Village
PENGEMBANGAN WISATA BUKIT TAWAP LENG-LENG DALAM PERSPEKTIF COLLABORATIVE GOVERNANCE Rillia Aisyah Haris; Findriasih .; Imam Hidayat
PUBLIC CORNER Vol 17 No 2 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i2.2223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengembangan Wisata Bukit Tawap Leng-Leng dalam Perspektif Collaborative Governance. Dasar dilakukannya pengembangan secara Collaborative Governance oleh BUMDes karena pengembangan wisata mengalami permasalahan yang berupa keterbatasan sumber daya, kemampuan dan minimnya modal. Ketidakmampuan BUMDes dalam mengembangkan wisata sehingga dilakukan collaborative governance oleh Pihak BUMDes dengan investor, pokdarwis dan Pemerintah Desa Pagarbatu. Pengembangan wisata ini dilatarbelakangi dari adanya motivasi dari Kepala Desa bahwa kita tidak akan keluar dari pandemi covid-19 ini jika kita tidak bergerak untuk melakukan sesuatu dalam meningkatkan ekonomi masyarakat pada saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sedangkan fokus penelitian pada proses collaborative governance menurut Ansell dan Gash (2007) yang terdiri lima indikator yaitu dialog tatap muka (Face to Face), membangun kepercayaan (Trust Building), komitmen terhadap proses (Commitment to Process), pemahaman bersama (Share Understanding) dan hasil antara (Intermediate Outcomes). Namun sebelum menjelaskan lima indikator tersebut peneliti terlebih dahulu menjelaskan stakeholder yang terlibat beserta peran-perannya dalam proses kolaborasi pada penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan pengembangan wisata tidak lepas dari adanya pihak-pihak yang terlibat beserta peran-perannya. Adanya face to face dialogue tau pertemuan yang dilakukan secara rutin dan berdasrkan kebutuhan. Trust building dilakukan dengan membangun citra yang baik, Commitmen to the process dilakukan dengan menggugah komitmen, memberikan motivasi, dan pemahaman bersama. Share understanding dilakukan dengan pemahaman tujuan, peran stakeholders, dan pembagian hasil keuntungan, dan Intermediate outcomes yaitu hasil pembangunan wisata telah mencapai 50-60% tahap penyelesian. Hambatan yang dihadapi adalah dalam pengumpulan dana untuk proses pembangunan wisata yang tidak mudah. Kata Kunci: Collaborative Governance, BUMDes dan Pengembangan Wisata.
PENGGUNAAN HAK INISIATIF ANGGOTA DPRD KABUPATEN SUMENEP PERIODE 2019-2024 DALAM PROSES PEMBUATAN PERATURAN DAERAH Dwi Listia Rika Tini; Nur Inna Alfiyah
PUBLIC CORNER Vol 17 No 2 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i2.2241

Abstract

Semenjak diberlakukannya UU Nomer 32 Tahun 2004 dan diperkuat lagi dengan UU Nomer 23 Tahun 2014, penyelenggaraan pemerintahan daerah dilaksanakan oleh Kepala Daerah bersama DPRD. DPRD mempunyai tugas dan wewenang membentuk peraturan daerah yang dibahas dengan Bupati/Walikota untuk mendapat persetujuan bersama. Konsepsi di atas juga menegaskan adanya hak inisiatif yang dimiliki setiap anggota dewan dalam hal pengajuan rancangan peraturan Daerah. Namun dalam implementasinya bahwa hak inisiatif (prakarsa) pembuatan rancangan peraturan daerah di atas selalu datang dari kepala daerah, bukan dari DPRD. Salah satu buktinya di Kabupaten Sumenep, pelaksanaan fungsi legislatif pada DPRD Sumenep periode 2019-2024 juga masih sangat lemah. Pada tahun 2020-2022 DPRD Kabupaten Sumenep periode 2019-2024 sudah menetapkan sebanyak 19 Perda, dari 19 perda tersebut, 8 perda yang berasal dari inisiatif DPRD Kabupaten Sumenep. Pelaksanaan fungsi legislasi ini, dapat dikatakan DPRD Kabupaten Sumenep belum maksimal dalam menjalankan haknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan hak inisiatif anggota DPRD Kabupaten Sumenep dalam pembuatan peraturan daerah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara langsung dengan anggota DPRD periode 2019-2024 dan lebih khusus kepada anggota Komisi B, panitia khusus pembahas Raperda serta mantan Sekda Kabupaten Sumenep dan observasi partisipatif. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan model analisa interaktif dari Miles dan Huberman yang terbagi dalam tahap reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan.
Implementasi Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Afiqurrahman .; Hadi Soetarto; Roos Yuliastina
PUBLIC CORNER Vol 17 No 2 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i2.2247

Abstract

Kabupaten Sumenep salah satu Kabupaten di Indonesia yang mendapatkan nominasi 100 kota smart city oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Untuk menggapai smart city terdapat beberapa indikator diantaranya smart government, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi smart government di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi dan kajian dokumen. Teori fokus menggunakan Implementasi Kebijakan menurut Edward yang terdiri dari Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi dalam kebijakan dilaksanakan terstruktur melalui rapat dua kali dalam semester yang dilaksanakan secara hybrid melibatkan beberapa stakeholder seperti instansi terkait dan juga perguruan tinggi sebagai peserta dalam evaluator kebijakan, disamping itu bupati menerbitkan SK Dewan dan Pelaksana Smart City sebagai media komunikasi dan masterplan smart city. Sumber Daya secara materi terdiri dari fisik dan finasial memenuhi kebutuhan kebijakan dan beberapa regulasi terkait, dan sumber daya non materi dengan SDM yang secara kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan, disposisi dimana sikap para pelaksana yang antusias dalam program ini dan struktur birokrasi yang jelas sesuai surat keputusan yang dikeluarkan oleh bupati tentang instansi yang terlibat dan perananya dalam program smart government.
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK PENENTUAN KEGIATAN BRANDING PT TELKOMSEL AREA MADURA Anis Kurli; Ida Syafriyani; Ahmed David Anugerah; Lily Elserisa; M. Harun Rasyid Ridlo; Rachmad Rizal
PUBLIC CORNER Vol 17 No 2 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i2.2250

Abstract

Abstract The decision-making process the branding activities of PT Telkomsel Area Madura is an important agenda that the company needs to pay attention to in balancing the development of competitors in the market. Branding as a product education media is an extension of the company to get closer to its consumers so that product knowledge is more detailed and open. This research aims to determine the decision-making process carried out by the company to determine the branding activities that will be carried out. The method used in this research is descriptive qualitative, namely the researcher tries to describe the decision-making process carried out by PT Telkomsel Area Madura in determining product branding activities on outdoor media and outlets/retailers. The results of the research on the decision-making process for determining the company's branding activities are: first, in a top-down manner related to branding activities in outdoor media based on the results of product assessments carried out by leaders in each region. Second, bottom-up related to branding activities at outlets/retailers based on market share results and sales data obtained from the marketing team in the field, these results are used as input to superiors in making branding decisions at each outlet/retailer. Keywords: Decision Making Process, Branding, and Products
Strategi Komunikasi Pembangunan Pariwisata Madura Syamsul Arifin; Ach. Andiriyanto; Fathurrohman .
PUBLIC CORNER Vol 17 No 2 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i2.2265

Abstract

Abstract Madura Island is a unique and interesting island with all the tourism potential it has, such as historical, cultural, religious attractions, natural beauty, including its well-known culinary specialties. However, the magnitude of Madura's tourism potential has not received serious attention from the government, the private sector and the community itself. This study is a conceptual study that provides a new perspective on the communication strategy of Madura tourism development. Some of the concepts of Madura tourism development which are described include the participation of the government as a facilitator and implementer whose role is to make regulations governing the tourism industry, the private sector can play a role in supporting tourism development through funding for development while the community as an actor plays a role in maintaining and maintaining the tourism environment. In realizing participation among the three actors, an open communication system is needed so that through this communication collaboration is built in tourism development. In addition, the Madura tourism development process also needs to be followed by a good promotional strategy in an effort to bring in tourists from outside the island of Madura. Finally, the need for the use of new internet media as a means to introduce Madura tourism widely. Keywords: Madura tourism, development communication, promotion, internet Abstrak Pulau Madura merupakan pulau yang unik dan menarik dengan segala potensi wisata yang dimiliki seperti objek wisata sejarah, budaya, religi, keindahan alam termasuk juga kekhasan kulinernya yang telah dikenal luas. Walaupun demikian, besarnya potensi pariwisata Madura belum mendapat perhatian serius dari pemerintah, pihak swasta dan masyarakat sendiri. Kajian ini sebagai kajian konpseptual yang memberikan pandangan baru tentang strategi komunikasi pembangunan pariwisata Madura. Beberpa konsep pembangunan pariwisata madura yang dijabarkan diantaranya partisipasi pemerintah sebagai fasilitator dan implementator berperan untuk membuat regulasi-regulasi yang mengatur industri pariwisata, sektor swasta dapat berperan mendukung pembangunan pariwisata melalui pendanaan untuk pembangunan sedangkan masyarakat sebagai aktor yang berperan menjaga, dan memelihara lingkungan pariwisata. Dalam mewujudkan partisipasi diantara ketiga aktor tersebut, diperlukan system komunikasi terbuka sehingga melalui komunikasi ini terbangun kolaborasi dalam pembangunan pariwisata. Selain itu proses pembangunan pariwisata madura juga perlu diikuti dengan strategi promosi yang baik dalam upaya mendatangkan wisatawan dari luar pulau madura. Terakhir perlunya pemanfaatan media baru internet sebagai sarana untuk mengenalkan wisata Madura secara luas. Kata Kunci: Pariwisata Madura, komunikasi pembangunan, promosi, internet
DESAIN BRANDING KERIS PARIWISATA SUMENEP Ahmed David Anugerah; Lily Elserisa; M Harun Rasyid Ridlo; Rachmad Rizal
PUBLIC CORNER Vol 17 No 2 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i2.2267

Abstract

Branding pariwisata Kabupaten Sumenep merupakan salah satu usaha dalam membangun citra positif destinasi pariwisata yang harus dilakukan secara masif dan progresif dengan memuat berbagai realitas kehidupan sosial dan potensi pariwisata Kabupaten Sumnep. Desain branding destinasi adalah proses yang digunakan untuk mengembangkan identitas dan kepribadian unik yang berbeda dari semua tujuan destinasi wisata. Kajian konseptual ini menghuraikan beberapa dapatan kajian yang dikumpulkan dalam struktur pembahasan sistematis meliputi Pertama konsep umum branding pariwisata yang memandang bahwa branding destinasi sebagai fokus utama dalam rencana pembangunan pariwisata, Kedua implementasi branding keris Kabupaten Sumenep dilakukan dalam usaha melestarikan budaya keris masyarakat sumenep, Ketiga dijadikannya keris sebagai branding utama pariwisata sumenep dapat menjadi pembeda dari pariwisata diberbagai daerah Indonesia, Keempat bahwa keris sebagai identitas pariwisata sumenep sangat penting karena sesuai dengan konsep pembentukan identitas branding wisata yang meliputi aspek Physique, Aspek personality, Aspek culture, Aspek relationship, Aspek reflection dan Self Image.

Page 1 of 2 | Total Record : 12