cover
Contact Name
Yusuf Rahman
Contact Email
ushuluna@uinjkt.ac.id
Phone
+628128340778
Journal Mail Official
ushuluna@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Tangerang Selatan
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 24609692     EISSN : 2721754X     DOI : 10.15408
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. The journal is published twice annually (June and December) and consists of articles on Qur’anic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles 225 Documents
REINTERPRETASI HADIS-HADIS KEPEMIMPINAN Hasanuddin, Hasanuddin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 7 No. 1 June 2021
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v7i1.21466

Abstract

This article discusses the reinterpretation of leadership hadiths which consist of four hadiths as the main hadiths. First, the hadith prohibits someone from asking to be appointed as a leader. Second, the hadith about the obligation of leadership to the Quraysh. Third, the hadith about female leaders will not be successful. Fourth, the hadith about the person most entitled to become a leader is the most qari/expert of fiqh. In this paper, the hadiths will be discussed one by one including the matan, the interpretation of the hadith, and the meaning of the hadith. Then the hadith is understood contextually but still in the maqashid shari'ah corridor. The results of this study indicate that these hadiths are not mutawatir hadiths and are not related to matters of faith and worship, so that conducting further research with reinterpretation is a necessity.
WAHYU MENURUT WILLIAM MONTGOMERY WATT DAN FAZLUR RAHMAN Jalaluddin, Mufti Labib
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 7 No. 2 December 2021
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v7i2.21512

Abstract

Wahyu menempati posisi fundamental dalam sistem kepercayaan agama samawi dan pembahasan tentangnya amatlah panjang dan tak berkesudahan. Secara umum, wahyu dalam Islam dipahami “sebagai komunikasi antara Tuhan dengan manusia yang termanifestasikan dalam kitab suci Al-Qur’an yang disampaikan melalui malaikat Jibril secara eksternal di luar diri Nabi.” William Montgomery Watt dan Fazlur Rahman memiliki pemahaman yang agak berbeda. Watt melacak cara pewahyuan menggunakan teori collective unconscious sedangkan Rahman dengan pemahaman filsafat Islam. Hasilnya, keduanya cenderung menolak pewahyuan oleh malaikat secara eksternal dari luar diri Nabi sekaligus menolak penampakan malaikat dalam peristiwa tersebut sebagaimana yang diyakini mayoritas umat Islam sebab menurut mereka wahyu disampaikan melalui hati Nabi secara internal. Watt melihat wahyu Al-Qur’an sebagai hasil komunikasi dua arah, sementara Rahman memandang wahyu sebagai panduan tata tertib kosmis.
HAK PEREMPUAN UNTUK MEMILIH PASANGAN HIDUP (STUDI FIQH AL-HADIS DAN FIKIH MUNAKAHAT) Mattalattang, Andi Nurfahmi; Magfirah, St.
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 7 No. 2 December 2021
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v7i2.21722

Abstract

Penelitian tentang hak perempuan dalam memilih pasangan hidup. Penelitian ini menggunakan metode tahlili dengan beberapa pendekatan, yaitu pendekatan ilmu hadis dan antropologi-sosiologi serta teknik interpretasi tekstual, intertekstual dan kontekstual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang hak perempuan dalam memilih pasangan hidup berkualitas sahih. Kesahihan hadis tersebut dibuktikan setelah melakukan takhrij al-hadis dan naqd hadis yang keseluruhan menunjukkan bahwa hadis tersebut berkualitas sahih. Kesimpulannya hadis tersebut mengandung suatu larangan bagi orang tua/wali dalam hal ini adalah ayah apalagi selainnya untuk menikahkan anak perempuannya sementara ia tidak menyukainya dan tidak sepadan atau bahkan ditakutkan akan merugikan anak perempuan. Relevansi hadis dengan fikih munakahat terdapat pendapat yang mendukung dan menolak di kalangan ulama. Ada yang membolehkan dan menolak seorang ayah menikahkan anaknya tanpa persetujuan putrinya yang kemudian muncul istilah ijbar. Istilah ijbar dimaknai dengan pemaksaan terhadap anak atas dasar tanggung jawab orang tua terhadap kebahagiaan anak perempuan.
SISTEM PERIWAYATAN AHLI HADIS DAN AHLI SEJARAH: Kajian Perbandingan antara Aḥmad ibn Ḥanbal dan Muḥammad ibn Isḥāq dalam Riwayat Perang Uhud Yaqin, Aenul
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 7 No. 2 December 2021
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v7i2.22577

Abstract

This article discusses the differences between the narration systems of hadith experts and historians. The figure who represents the hadith expert is Aḥmad ibn Ḥanbal and the figure who represents the historian is Muḥammad ibn Isḥāq. The case being compared is the history of the Uhud war. The results of this article show that hadith experts are very concerned about the chain of transmission, while historians pay attention to matn or stories.
GAGASAN HUBBUL WATHAN MINAL IMAN SEBAGAI PONDASI TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DAN PERSATUAN NASIONAL DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN KIAI ABDUL WAHAB HASBULLAH An Najmi, Muhammad Izzul Islam
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 7 No. 2 December 2021
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v7i2.22579

Abstract

 Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perspektif pemikiran dan perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah tentang nilai-nilai pluralitas yang di bingkai oleh semangat nasionalisme dan memaparkan gagasan Hubbul wathan minal Iman sebagai Pondasi penting bagi terciptanya Toleransi antar umat beragama dan persatuan Nasional, hasil dari penulisan ini menjelaskan mengenai KH. Abdul Wahab Hasbullah yang tidak hanya sekadar bapak dan pendiri NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia, melainkan pencetus gagasan hubbul wathan minal iman yang lalu menjadi salah satu tokoh yang berhasil mempersatukan dan menemukan titik temu antara Islam dan nasionalisme yang secara eksplisit pertemuan itu juga menjadi landasan besar bagi terciptanya pluralitas yaitu kerukunan dan toleransi umat beragamaThe purpose of writing this paper is to find out how the perspective of thoughts and struggles KH. Abdul Wahab Hasbullah about plurality values framed by the spirit of nationalism and explained the idea of Hubbul wathan minal Iman as an important foundation for the creation of tolerance between religious communities and national unity, the results of this paper explain KH. Abdul Wahab Hasbullah who not only offered the father and founder of NU, the largest Islamic mass organization in Indonesia, but also the originator of the idea of hubbul wathan minal iman who later became one of the figures who succeeded in uniting and finding a meeting.  between Islam and nationalism, which explicitly becomes a big foundation for the creation of plurality, namely harmony and tolerance of religious communities.
KEYAKINAN, SIKAP DAN KRISIS MENGETAHUI DI MASA PANDEMI Yazid, Rizky
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 7 No. 2 December 2021
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v7i2.22824

Abstract

Artikel ini mengulas problematika epistemologis pada masa pandemi  seputar klaim pengetahuan yang berkutat pada persoalan mendasar mengenai keyakinan, sikap maupun keabsahan dalam proses mengetahui. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bahwa konsep keyakinan, sikap dan proses mengetahui menjadi hal yang simpang-siur sehingga pemahamannya secara filosofis dari konsep-konsep tersebut menjadi dangkal. Pendekatan yang peneliti gunakan untuk membantu menjawab persoalan tersebut yaitu dengan menggunakan pendekatan refleksi-kritis. Dengan pendekatan tersebut, peneliti menemukan bahwa kesimpang-siuran mengenai konsep keyakinan, sikap dan krisis mengetahui disebabkan karena pemahaman mengenai istilah-istilah tersebut identik dengan persoalan yang berkaitan dengan kebiasaan dalam bertindak dalam keseharian (behaviour). Adapun mengenai kebiasaan bertindak dalam keseharian (behaviour), merupakan kajian filsafat mengenai epistemologi yang berkaitan dengan klaim kebenaran dan justifikasi pengetahuan.
RESEPSI ESTETIS: SENI BACA AL-QUR’AN DALAM ACARA PERNIKAHAN Mahfudhiyah, Silfi; Aini, Adrika Fithrotul
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 8 No. 1 June 2022
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.23435

Abstract

The tradition of wedding receptions created a new tradition in the art of reading the Qur'an. The Qur'an is recited at weddings with different rhythms. This difference is important to study. The purpose of the study was to determine the type of rhythm of the song recited by the qori at the wedding, the correlation between the theme of the wedding, the meaning of the verses of the Qur'an, and the rhythm of the recitation, as well as the response of the reciter and mustamik in the event. This research is qualitative research using field research for two months. The theory of ethnomusicology becomes a reference for the answers to the existing questions. The rhythm of the song at the wedding: ijᾱz, Rast, Sikᾱ,Nahᾱwand, Bayyᾱtī with various variations. The theme of the wedding ceremony focuses on verses that are following the meaning of the verses of the Qur'an about marriage, and the meaning of the verses of the Qur'an affect the reciter in reciting the verses of the Qur'an. The reception of the reciter is taḥadduṡ bi al-ni'mah through tawassul to the recitation teacher in the hope of obtaining blessings in reading the Qur'an. The mustamik reception of the reciter in marriage are different, listening and perceiving the meaning; listening to the rhythm and imitating readings; indifferent.
KONTROVERSI FUZZIFIKASI EPISTEMOLOGI DALAM ISLAMISASI SAINS Nurkhalis, Nurkhalis
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 7 No. 2 December 2021
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v7i2.23823

Abstract

Epistemologi akan mendorong kepada perkembangan pengetahuan pendekatan anything goes, aveything goes dan get-go. Fuzzifikasi epistemologi menjadikan sebuah kebenaran dalam tataran tipikal grade yang bersifat kajian phronesis, doxa, phronimos, eidos dan dikaiosune. Penelitian ini dikaji berdasarkan library research. Hasil studi ini menjelaskan bahwa fuzzifikasi epistemologi akan jatuh ke dalam kajian onto-epistemologi, semi-epistemologi, neo-epistemologi, etno-epistemologi, poor-epistemologi, dan semu-epistemologi. Sedangkan epistemologi Islam mengarah kepada epistemologi desiratum dengan perpaduan epistemologi bayani dan burhani serta sains dan manfaat praktis. Karena itu banyak para cendekiawan Muslim menggiring epistemologi Islam ke dalam kajian semi-epistemologi dengan mempertimbangkan aspek buruk kerusakan dan kepentingan modernitas. Kajian semi-epistemologi membuka epistemologi ke arah discovery dan inovatif.
AL-SHIRĀ’ AL-‘AQADĪ AL-WUJŪDĪ FĪ NUSANTARA FĪ AL-QARN AL-SĀBI’ ‘ASYARA AL-MĪLĀDĪ Arif, Basyir
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 7 No. 2 December 2021
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v7i2.23839

Abstract

This paper discusses the history of Islamic thought in Nusantara. The focus of discussion is on ideology conflict of wujudiyyah by Hamzah Fansuri and which were refufed by Nuruddin ar-Raniri and Abdurrauf singkil. Hamzah Fansuri was considered as a scholar who transmit Wujudiyyah in Nusantara in 17th century. Followed by his student Syamsuddin as-Sumatrani as his position as influencer of Wujudiyyah which causes debates and disputes in Islamic theology. Raniri who had lived after Fansuri and Sumatrani, he had ordered to fighted and considered their followers to be infidels; then Abdurrauf singkil was approach to a moderat dialogue between opposite opinions.
EPISTEMOLOGI PEMIKIRAN JANE DAMMEN MCAULIFFE TENTANG HUBUNGAN AL-QUR’AN DAN TAFSIR Khasanah, Mahfidhatul
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 6 No. 2 December 2020
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.24059

Abstract

AbstrakMufasir dan kaum Muslim pada umumnya menempatkan tafsir sebagai rujukan untuk memahami al-Qur’an, namun bagi McAuliffe penafsiran yang ada justru mengontrol adanya makna al-Qur’an. McAuliffe berpandangan bahwa keduanya tidak bisa dipersamakan dan disejajarka sebagai jalan untuk memahami al-Qur’an. Sehingga, pandangan satu tidak bisa untuk digeneralisirkan dalam mewakili pandangan umum Tujuan dari artikel ini adalah berusaha untuk menggambarkan pandangan Jane Dammen McAuliffe terhadap hubungan al-Qur’an dan tafsir. Untuk mengkaji lebih jauh pemikiran Jane Dammen McAuliffe metode yang penulis gunakan adalah library research dengan pendekatan konten analisisi. Adapun hasil dari artikel ini adalah: Pertama, McAuliffe menjelaskan bahwa tafsir al-Qur’an selama ini mengontrol makna al-Qur’an. Kedua, al-Qur’an secara morfologis tidak berubah, ia hidup secara semantik. Sedangkan, tafsir dianggap sebagai konfigurasi hermeneutis tertentu.Kata Kunci: Epistemologi, Janne Dammen McAuliffe, Hubungan Al-Qur’an dan TafsirCommentatory and Muslims generally place tafsir as a reference to understanding the Qur'an, but for McAuliffe the existing interpretation actually controls the meaning of the Qur'an. McAuliffe was of the view that the two could not be equated and paralleled as a way to understand the Qur'an. Thus, one's view cannot be generalized in representing the general view. The purpose of this article is to attempt to illustrate Jane Dammen McAuliffe's views on the qur'an's relationship and exegesis. To further examine jane Dammen McAuliffe's thinking method the method that the author uses is library research with an analytical content approach. Adapun hasil dari artikel ini adalah: Pertama, McAuliffe menjelaskan bahwa tafsir al-Qur’an selama ini mengontrol makna al-Qur’an. Kedua, al-Qur’an secara morfologis tidak berubah, ia hidup secara semantik. Sedangkan, tafsir dianggap sebagai konfigurasi hermeneutis tertentu.Keywords: Epistemologi, Janne Dammen McAuliffe, Relation of Al-Qur’an and Commentary

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 12 No. 1 June 2026 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 2 December 2025 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 1 June 2025 Vol 10, No 2 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 2 DECEMBER 2024 Vol 10, No 1 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 1 JUNE 2024 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 2 December 2024 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 1 June 2024 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 2 DECEMBER 2023 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 1 JUNE 2023 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 2 DECEMBER 2022 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 1 JUNE 2022 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 2 DECEMBER 2021 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 1 JUNE 2021 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 2 DECEMBER 2020 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 1 JUNE 2020 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 2 December 2019 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 1 June 2019 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 2 December 2018 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 1 June 2018 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 2 December 2017 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 1 June 2017 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 2 December 2016 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 1 June 2016 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 2 December 2015 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 1 June 2015 More Issue