cover
Contact Name
Rizki Wahyudi
Contact Email
rizki.key@gmail.com
Phone
+6281329125484
Journal Mail Official
jpkmi@icsejournal.com
Editorial Address
Perum Pasir Indah Blok K. No. 22, Pasir Lor, Kec. Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53161, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia)
ISSN : -     EISSN : 2721026X     DOI : 10.36596/jpkmi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), dengan nomor ISSN 2721-026X (online), JPKMI Terdaftar di CrossRef system dengan Digital Object Identifier (DOI) prefix 10.36596/jpkmi adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh ICSE (Institute of Computer Science and Engineering). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG), kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) menerbitkan jurnal empat kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, November. Kontributor dalam jurnal ini merupakan peneliti, dosen dari perguruan tinggi di indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3: Agustus (2022)" : 10 Documents clear
Edukasi Menjaga Kesehatan Fisik Dan Mental Saat Siswa Menjalani Study From Home Udin Rosidin; Dadang Purnama; Umar Sumarna; Nina Sumarni; Furkon Nurhakim; Kosim Kosim
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.456

Abstract

Abstrak: Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam proses belajar mengajar adalah ditetapkannya Study from Home. Dampak yang dirasakan oleh siswa dari kebijakan tersebut adalah dampak positif maupun dampak negatif(Fatimah and Puspaningtyas 2020). Permasalahan yang muncul sebagai dampak negatif dari sistem pembelajaran study from home diantarnya  adalah gangguan fisik maupun psikis yang kerap kali dirasakan siswa. Kesehatan fisik dan psikis adalah dua hal penting yang saling berkaitan dan harus dikelola secara seimbang. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sehingga diharapkan adanya peningkatan perilaku kesehatan baik fisik dan psikologis  selama melaksanakan Study from Home. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada siswa. di SMA Negeri 1 Baleendah Bandung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 29,28 point.  Rata rata nilai pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan sebesar 66,07 dan rata-rata nilai pengetahuan setelah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 95,35. Dengan meningkatnya pengetahuan siswa tentang cara mengatasi gangguan kesehatan saat menjalani study from home maka akan berdampak pada perlaku siswa untuk melakukan hidup sehat.Abstract: The Large-Scale Social Restriction Policy in the teaching and learning process is the stipulation of Study from Home. The impact felt by students from the policy is a positive impact as well as a negative impact. Problems that arise as a negative impact of the study from home learning system include physical and psychological disorders that are often felt by students. Physical and psychological health are two important things that are interrelated and must be managed in a balanced way. The purpose of this activity is to increase students' knowledge about the importance of maintaining physical and mental health so that it is hoped that there will be an increase in both physical and psychological health behavior while carrying out Study from Home. The method used to achieve this goal is to carry out health education activities for students. at SMA Negeri 1 Baleendah Bandung. The results of the activity showed an increase in the average value of students' knowledge before and after health education was carried out by 29.28 points. The average value of knowledge before health education is 66.07 and the average value of knowledge after health education is 95.35. With the increasing knowledge of students about how to overcome health problems when undergoing study from home, it will have an impact on student behavior to lead a healthy life.
Pengenalan dan Pelatihan Augmented Reality untuk Pemberdayaan Masyarakat Digital pada Komunitas Bogor Mengabdi Hilda Rachmi; Rachmat Suryadithia; Abdul Hamid; Putie Maharani Basa
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.454

Abstract

Abstrak: Augmented Reality (AR) digunakan untuk pembelajaran maupun permainan anak-anak. Para penggunanya dapat berinteraksi real time. Augmented Reality memberikan pengalaman kepada pengguna untuk berinteraksi dengan konten virtual di dunia nyata. Dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai Augmented Reality, maka dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui webinar dengan tema pengenalan dan pelatihan pembuatan aplikasi Augmented Reality. Peserta pengabdian kepada masyarakat ini adalah anggota Komunitas Bogor Mengabdi dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan praktik pembuatan Augmented Reality. Pada akhir kegiatan disampaikan angket untuk mengetahui perbedaan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian masyarakat, serta menguji keberhasilan kegiatan bagi peserta dalam mendapatkan pengetahuan Augmented Reality melalui transfer pengetahuan, penguasaan materi, kejelasan penyampaian materi, dan ketepatan alokasi waktu. Dari hasil penyebaran angket didapatkan rata-rata persentase pemahaman peserta mengenai Augmented Reality sebelum kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah lebih kecil dari 10 persen dan setelah kegiatan meningkat menjadi 96,42%. Luaran kegiatan ini dapat membantu dalam membentuk masyarakat digital, khususnya anggota Komunitas Bogor Mengabdi yang memiliki pemahaman mengenai Augmented Reality dan pembuatannya.Abstract: Augmented Reality (AR) is used for learning and children's games. The users can interact in real time. Augmented Reality provides users with an experience to interact with virtual content in the real world. With the aim of increasing participants' understanding of Augmented Reality, community service is carried out through webinars with the theme of introduction and training in making Augmented Reality applications. Participants in this community service are members of the Bogor Mengabdi Community using the lecture, demonstration, and practice of making Augmented Reality. At the end of the activity, it was presented to find out the differences in the knowledge of the participants before and before community service, as well as to test the success of the participants in gaining knowledge through knowledge transfer, mastery of material, giving materials, and time allocation. From the results of the questionnaire distribution, it was found that the average percentage of participants' understanding of Augmented Reality before this community service activity was less than 10 percent and after the activity increased to 96.42%. The output of this activity can help in shaping a digital society, especially members of the Bogor Serving Community who have an understanding of Augmented Reality and its creation.
Implementasi discovery learning dalam pembelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 1 Desa Parebok Indana Zulfa Mawaddah; Hadma Yuliani
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.464

Abstract

Abstrak: Peran aktif peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dapat menciptakan pembelajaran yang lebih efektif. Penggunaan model pembelajaran tepat di dalam kelas perlu diterapkan guna dapat mewujudkan tujuan pembelajaran yang direncanakan. Suatu kelas perlu diterapkan model pembelajaran berbasis students centered dalam penyelenggarannya. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN 1 Parebok melalui implementasi model discovery learning dalam pembelajaran di kelas IV. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan tujuan: 1) meningkatkan hasil pembelajaran IPA peserta didik kelas IV; dan 2) meningkatkan semangat belajar peserta didik. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan tiga kali PTMT (Pertemuan Tatap Muka Terbatas) secara offline dengan subjek sebanyak 16 orang peserta didik. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan hasil pembelajaran IPA peserta didik sejak pertemuan pertama sebesar 73,69 sampai pada pertemuan tiga yang memberikan rata-rata hasil pembelajaran IPA peserta didik sebesar 82,25. Semangat belajar peserta didik pun mengalami peningkatan setelah diterapkan model discovery learning berdasarkan antusias peserta didik selama berdiskusi.Abstract: The active role of students in learning activities can create more effective learning. The use of appropriate learning models in the classroom needs to be applied in order to realize the planned learning objectives. A class needs to apply a student-centered learning model in its implementation. Therefore, community service activities were carried out at SDN 1 Parebok through the implementation of the discovery learning model in learning in class IV. Service activities are carried out with the objectives of: 1) improving the science learning outcomes of fourth grade students; and 2) increase students' enthusiasm for learning. The service activities were carried out with PTMT (Limited Face-to-Face Meeting) three times offline with a subject of 16 students. Based on the service activities that have been carried out, the results show that the application of the discovery learning model can improve students' science learning outcomes from the first meeting of 73.69 to the third meeting which gives an average of 82.25 students' science learning outcomes. The learning enthusiasm of students also increased after the discovery learning model was applied based on the enthusiasm of students during the discussion.
Pendampingan Pengembangan Soal Literasi Matematika pada Kelompok Kerja Guru Gugus 01 Kecamatan Panti Kabupaten Jember Ridho Alfarisi; Arika Indah Kristiana; Lela Nur Safrida; Robiatul Adawiyah
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.281

Abstract

Abstrak: Berdasarkan data dari PISA tahun 2018 posisi indonesia berada di peringkat 74 dari 79 negera dan TIMSS melaporkan bahwa posisi indonesia pada tahun 2015 yaitu 44 dari 49 negara. Literasi siswa indonesia masih rendah atau dengan kata lain masih belum memuaskan. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah menyelenggarakan program asesmen nasional terkait penguatan literasi dan numerasi. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam pengembangan soal literasi matematika di Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 01 Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Kegiatan Pelatihan tentang ruang lingkup literasi matematika, AKM, dan posisi Indonesia di PISA. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu pelatihan, pendampingan dan pembimbingan. Kegiatan Pendampingan, mendampingi pendidik menyusun soal literasi matematika dan membuat rubrik penilaian terkait soal literasi matematika. Kegiatan Pembimbingan, dalam pengembangan soal literasi matematika mulai tahap awal pengenalan, pembuatan dan implementasi. Hasil pengabdian ini, pendidik tidak merasa kesulitan dalam mengembangkan soal literasi matematika dan produk pengabdian berupa paket tes.Abstract: Based on data from PISA in 2018, Indonesia's position was ranked 74 out of 79 countries and TIMSS reported that Indonesia's position in 2015 was 44 out of 49 countries. It can be concluded that the literacy of Indonesian students is still low or in other words it is still not satisfactory. To overcome this problem, the government organizes a national assessment program related to strengthening literacy and numeracy. This service aims to provide assistance in the development of mathematical literacy questions in KKG Gugus 01, Panti District, Jember Regency. Training activities on the scope of mathematical literacy, AKM, and Indonesia's position in PISA. Mentoring Activities, assisting educators in preparing mathematical literacy questions and making assessment rubrics related to mathematical literacy questions. Guidance Activities, in the development of mathematical literacy questions starting from the initial stages of introduction, manufacture and implementation. Through the three activities above carried out in this service, educators do not find it difficult to develop mathematical literacy questions. The output of this service is that education can develop mathematical literacy problems.
Eksplorasi kreativitas masyarakat Desa Kalipancur Ngaliyan Semarang melalui pelatihan pembuatan kerajinan tulang daun Rita Ariyana Nur Khasanah; Dinda Aulia Qotrunnada
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.455

Abstract

Abstrak: Desa Kalipancur, Ngaliyan, Semarang memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dapat dimanfaatkan di bidang ekonomi kreatif. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kreativitas masyarakat desa Kalipancur melalui pelatihan pembuatan kerajinan tulang daun. Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram dari Rumah (KKN-MIT DR) kelompok 52 UIN Walisongo Semarang yang dilaksanakan di desa Kalipancur Rukun Warga IV Ngaliyan, Semarang. Peserta terdiri dari karang taruna dan ibu PKK yang berjumlah 15 orang. Kegiatan ini terdiri dari rapat koordinasi persiapan kegiatan, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Peserta mengikuti serangkaian kegiatan dengan baik dan antusias. Terdapat kendala seperti cuaca yang tidak mendukung (hujan) saat hari pelaksanaan kegiatan, akan tetapi kendala tersebut dapat teratasi dengan mengganti jadwal kegiatan di hari berikutnya. Selain itu, tidak semua anggota dapat mengikuti karena memiliki kesibukan lainnya. Output yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah peserta dapat membuat produk kerajinan dari tulang daun seperti gantungan kunci, pembatas buku, dan kolase foto 3D. Selain itu, peserta terinspirasi untuk membuka peluang usaha kerajinan tulang daun.Abstract: Kalipancur Village, Ngaliyan, Semarang has the potential of natural resources and human resources that can be utilized in the creative economy. This community service research aimed to explore the creativity of the Kalipancur village community through training in making leaf bone crafts. This training activity was part of the Programmed Self-Employed Real Work Lecture program from Home (KKN-MIT DR) of 52nd group of UIN Walisongo Semarang which was held in Kalipancur village Rukun Warga IV Ngaliyan, Semarang. Participants consisted of 15 people forom both youth groups and PKK mothers.. This activity consisted of a coordination meeting for the preparation of activities, preparation of tools and materials, implementation of activities, and evaluation. Participants participated in a series of activities well and enthusiastically. There were some obstacles such as unfavorable weather (raining) on the day of the activity, but these obstacles could be overcome by changing the schedule of activities on the next day. In addition, not all members could participate because they had other activities. The output of this activity was that participants could make craft products from leaf bones such as key chains, bookmarks, and 3D photo collages. In addition, participants were inspired to open up leaf bone craft business opportunities.
Pelatihan Bebas Diaper dalam Pelaksanaan Toilet Training pada Anak Balita Saferatul Khair; Rima Yulianti; Indah Afriani; Delvi Sai'dah; Anggi Wahyudi; Khaidar Ismail; Oswati Hasanah
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.400

Abstract

Abstrak: Toilet training ialah suatu cara yang dilakukan agar anak mampu mengendalikan buang air kecil dan buang air besar secara mandiri. Toilet training merupakan bagian dari tahap perkembangan anak saat berusia toddler. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan diaper pada anak dengan memberikan pelatihan kepada orang tua mengenai  pelaksanaan toilet training pada anak balita. Sasaran pada kegiatan pelatihan ini ialah ibu yang mempunyai anak balita yang berusia 25-36 bulan dan lebih dari 36 bulan yang masih menggunakan diaper. Jumlah peserta dalam kegiatan pelatihan adalah 10 ibu yang masing-masing memiliki anak balita. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan secara daring selama 7 hari melalui grup WhatsApp dengan melakukan pre test dan post test menggunakan kuesioner dan pemberian video edukasi. Video edukasi terdiri dari dua jenis yaitu video edukasi untuk orang tua dan video animasi untuk diperlihatkan pada anak. Meskipun tidak dilaksanakan secara tatap muka, orang tua sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan toilet training pada anak dan penurunan ketergantungan terhadap diaper. Jumlah anak yang memakai diaper sebelum diberikan pelatihan adalah 10 anak (100%) dan setelah diberikan pelatihan, jumlah anak yang memakai diaper adalah 2 anak (20%). Hasil ini menunjukkan bahwa 8 anak (80%) mampu bebas dari diaper setelah diberi pelatihan. Orang tua yang sudah memahami pelaksanaan toilet training akan membantu anaknya untuk lepas dari ketergantungan terhadap diaper sehingga mampu buang air secara mandiri di toilet.Abstract: Toilet training is defined as an effort to train the children to control urination and defecation independently in toilet. Toilet training is the part of development stage of  toddler. The purpose of this training activity was to reduce the level of dependence on diapers by providing training to parent regarding the implementation of toilet training for toddler. The number of participants of this training were 10 mothers who had toddlers aged 25-36 months and more that 36 months that still wore diapers. During the pandemic, the training activity were carried out online using WhatsApp group by conducting post test and pre test questionnaires and providing educational video. The educational video consisted of two types, namely educational video for parents and animated video for children. Although it was not carried out face-to-face, the participants were enthusiastic to participate in 7 days training activity. The result showed the increase of toilet training abilities in children and the decrease in level of independence on diapers. The number of children who wore diapers before the training was 10 children (100%). After the training, the number of children who wore diapers became 2 children (20%). It showed that 8 children (80%) were no longer wearing diaper after the training. Parents who already understand the implementation of toilet training will help their children to be free from dependence on diapers so that they are able to urinate and defecate independently in toilet.
Pelatihan Literasi Sumber Bahan Ajar Daring Matematika dan IPA kepada Guru di Sekolah Menengah Pertama Hasianna Nopina Situmorang; Lisa Melvi Ginting; Ferry Indra Sinaga
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.457

Abstract

Abstrak: Penyediaan sumber bahan ajar daring yang tepat menjadi salah satu perhatian di dalam sektor pendidikan pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini dikarenakan banyaknya bahan-bahan belajar yang dapat diunggah secara bebas melalui internet dan tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya untuk kegiatan akademik formal. Kegiatan pengabdian yang dilakukan untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan melakukan pelatihan literasi sumber bahan ajar. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh sumber ajar daring yang sahih dan tepat. Pelatihan literasi sumber bahan ajar dilaksanakan kepada guru-guru yang mengajarkan mata pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 31 Medan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dengan menjaga protokol kesehatan yang ketat. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, para guru diberikan pelatihan untuk dapat mengetahui sumber-sumber yang resmi dan menerapkannya untuk menemukan bahan ajar daring yang sesuai untuk kegiatan pembelajaran Matematika dan IPA kepada siswa. Berdasarkan umpan balik yang diberikan oleh para peserta pelatihan melalui kuesioner, diketahui bahwa proses pelaksanaan, kebermanfaatan, dan penyampaian materi dinilai baik, dengan nilai rata-rata dan standar deviasi untuk proses pelaksanaan sebesar 4,61±0,56, kebermanfaatan 4,70±0,53, dan penyampaian materi 4,76±0,50. Keberlanjutan kegiatan-kegiatan pelatihan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan di masa mendatang.Abstract: The provision of appropriate online sources of teaching materials is one of the concerns in the education sector during the Covid-19 pandemic. There are many learning materials that can be uploaded freely via the internet and cannot be accounted for for their use in formal academic activities. The activity carried out to be able to solve this problem is by conducting literacy training on teaching materials. This activity aims to obtain valid and appropriate online teaching resources. Literacy training on teaching materials was carried out for teachers who teach Mathematics and Natural Sciences at SMP Negeri 31 Medan. Training activities are carried out face-to-face by maintaining strict health protocols. Through this community service activity, teachers are given training to be able to find official sources and apply them to find suitable online teaching materials for Mathematics and Natural Science learning. Based on the feedback provided by the training participants through questionnaires, it was found that the implementation process, usefulness, and delivery of materials were considered good, with the average value and standard deviation for the implementation process 4.61±0.56, usefulness 4.70±0.53, and delivery of material 4.76±0.50. Sustainability of training activities is needed to increase knowledge and insight in the future.
Psikoedukasi Antisipasi Stres Akademik di Masa Pandemi COVID-19 melalui Seminar Daring Martaria Rizky Rinaldi; Jelang Hardika
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.434

Abstract

Abstrak: Perubahan metode pembelajaran yang awalnya dengan tatap muka di kampus menjadi diberlakukan pembelajaran jarak jauh karena terjadinya pandemi COVID-19 membuat mahasiswa menghadapi beragam tantangan baru. Stres akademik merupakan salah satu kondisi yang dapat dialami mahasiswa di masa pandemi COVID-19 dampak dari perubahan yang terjadi. Stres akademik adalah kombinasi dari tuntutan terkait akademik yang melebihi sumber daya yang tersedia pada individu. Jika stres akademik terjadi pada mahasiswa maka terdapat beragam dampak negatif seperti rendahnya kualitas tidur, kesulitan konsentrasi, dan cemas. Tujuan pengabdian yang dilakukan yaitu melakukan psikoedukasi antisipasi stres akademik melalui seminar daring untuk meningkatkan pengetahuan mengenai stres akademik, penyebab, dampak, cara pengelolaan dan pencegahannya. Seminar daring dilaksanakan dengan media Zoom meeting. Peserta dari psikoedukasi yaitu mahasiswa aktif yang menjalani perkuliahan jarak jauh. Hasil dari proses pelaksanaan kegiatan pengabdian berdampak pada meningkatnya pengetahuan peserta tentang stres akademik dan cara pencegahan dan pengelolaannya yang ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata skor pret-test dan Post-test yaitu dari 7,3 menjadi 9,5. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi penting untuk dilakukan kepada mahasiswa.Abstract: The change in learning methods from face-to-face on campus to distance learning due to the COVID-19 pandemic has forced students to face new challenges. Academic stress is one of the conditions that students can experience during the COVID-19 pandemic due to the changes that occur. Academic stress is a combination of academic related demands that exceed the resources available to the individual. If academic stress occurs in students, there are various negative impacts such as poor sleep quality, difficulty concentrating, and anxiety. The purpose of this service is to provide psychoeducation to anticipate academic stress through online seminars to increase knowledge about academic stress, its causes, impacts, how to manage and prevent it. The online seminar is held with the Zoom meeting media. Participants from psychoeducation are active students who undergo distance learning. The results of the process of implementing community service activities have an impact on increasing participants' knowledge about academic stress and how to prevent and manage it. This shows that it is important to provide education to students.
Pembangunan Lantai Jemur Pupuk Kompos bagi Kelompok Tani Songgo Mulyo pada Kabupaten Langkat Guna Meningkatkan Produktivitas Nofriadi Nofriadi; Dina Tri Septiningtiyas; Mizanuddin Sitompul; Samiran Samiran
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.350

Abstract

Abstrak: Pupuk sangat diperlukan tanaman agar bisa tumbuh subur. Dibanding pupuk kimiawi, petani di Kelompok Tani Songgo Mulyo Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat lebih memilih pupuk kompos karena banyak keunggulan. Pupuk kompos karena berasal dari limbah organik sehingga aman untuk tanaman. Pupuk kompos juga relatif mudah pembuatannya. Kelompok Tani Songgo Mulyo mulai memproduksi pupuk kompos sejak tahun 2017. Karena memang fasilitas yang tersedia masih sangat terbatas sehingga mengurangi produktifitas pupuk kompos yang seharusnya bisa ditingkatkan. Dalam pengolahan sehari-hari, kelompok tani menggunakan bangunan sederhana dan untuk penjemuran menggunakan lantai tanah. Penjemuran bahan pupuk kompos pada lantai tanah tentu tidak efektif dalam mengurangi kadar air, terutama saat musim hujan. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan ini berupa pembangunan lantai jemur sebagai tempat penjemuran bahan pupuk kompos di bawah sinar matahari untuk mengurangi kadar airnya. Pelaksanaan dimulai dengan pengukuran dan pemasangan bowplank, kemudian pembersihan dan perataan tanah/lahan, pemasangan pondasi batu kali keliling, pengurugan dan pemadatan tanah/lahan, pengurugan dengan pasir urug di atas lapisan tanah urug setebal 5 cm, pengecoran beton rabat 1pc : 3ps : 5kr, tebal 10 cm, dan finishing lantai dengan acian pc. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah lantai jemur ukuran 5 x 10 m. Setelah kegiatan pengabdian, penjemuran limbah organik dilakukan pada lantai jemur yang telah dibangun dan hanya membutuhkan 1 hari saja untuk mendapatkan kekeringan yang diinginkan, dimana sebelum kegiatan, pengeringan membutuhkan waktu ± 2 hari.Abstract: Fertilizer is necessary for plants to thrive. Compared to chemical fertilizers, farmers in the Songgo Mulyo Farmer Group, Sidomulyo Village, Stabat District, Langkat Regency prefer compost because of its many advantages. Compost because it comes from organic waste so it is safe for plants. Compost is also relatively easy to make. The Songgo Mulyo Farmer's Group started producing compost since 2017. Because the available facilities are still very limited, thus reducing the productivity of compost which should be increased. In daily processing, farmer groups use simple buildings and for drying use earthen floors. Drying compost material on the ground floor is certainly not effective in reducing water content, especially during the rainy season. The solution offered in this activity is the construction of a drying floor as a place for drying compost material under the sun to reduce its water content. The implementation begins with measuring and installing the bow plank, then cleaning and leveling the soil/land, installing a stone foundation around the river, backfilling and compacting the soil/land, backfilling with backfill sand on top of a 5 cm thick layer of backfill, casting concrete rebates 1pc : 3ps : 5kr , 10 cm thick, and floor finishing with PC repair. The result of this activity is a drying floor measuring 5 x 10 m. After the devotion, drying of organic waste is carried out on the drying floor that has been built and only takes 1 day to get the desired dryness, where before the devotion, drying takes ± 2 days.
Program Donasi Hand Sanitizer untuk Masyarakat di Desa Jatireja Kabupaten Bekasi Sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Nisa Nurhidayanti; Miftakul Huda; Erina Rulianti; Nani Hartati
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.437

Abstract

Abstrak: Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk dapat mencegah penyebaran virus COVID-19 adalah dengan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 menyebabkan kebutuhan hand sanitizer yang mengalami peningkatan. Ketersediaan hand sanitizer yang terbatas dan tingginya permintaan masyarakat menyebabkan peningkatan harga jual hand sanitizer. Oleh karena itu perlu inisiatif akademisi bekerjasama dengan masyarakat dalam memproduksi hand sanitizer dengan formula yang tepat untuk mendapatkan produk hand sanitizer yang efektif dalam mengurangi penyebaran virus COVID-19. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan kontribusi pemanfaatan produk hasil penelitian dosen yang dimanfaatkan oleh masyarakat di desa jatireja dalam mencegah penyebaran jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 serta untuk mensosialisasikan bagaimana proses pembuatan hand sanitizer yang sesuai standar WHO. Metode pengabdian masyarakat ini dibagi menjadi tiga tahap kegiatan yaitu persiapan bahan dan alat untuk membuat hand sanitizer, proses pembuatan hand sanitizer dan proses distribusi produk hand sanitizer yang dihasilkan kepada warga masyarakat di desa Jatireja. Kegiatan PkM dosen dan mahasiswa dalam pembagian hand sanitizer kepada masyarakat di desa Jatireja berjalan dengan lancar dan tertib serta mendapatkan dukungan penuh dari perangkat desa, lembaga pemberdayaan masyarakat, masyarakat desa Jatireja, civitas akademika dan Yayasan Pelita Bangsa. Abstract: One of the efforts that can be made to prevent the spread of the COVID-19 virus is to use hand sanitizers before and after carrying out activities. The increase in the number of confirmed cases of COVID-19 has led to an increase in the need for hand sanitizers. The limited availability of hand sanitizers and high public demand have led to an increase in the selling price of hand sanitizers. Therefore, it is necessary to take the initiative of academics in collaboration with the community in producing hand sanitizers with the right formula to get hand sanitizer products that are effective in reducing the spread of the COVID-19 virus. The purpose of this community service is to contribute to the use of lecturer research products that are utilized by the community in Jatireja village in preventing the spread of the number of confirmed cases of COVID-19 and to socialize how the process of making hand sanitizers is according to WHO standards. This community service method is divided into three stages of activity, namely the preparation of materials and tools to make hand sanitizers, the process of making hand sanitizers and the process of distributing hand sanitizer products produced to residents in Jatireja village. The PkM activities of lecturers and students in distributing hand sanitizers to the community in Jatireja village went smoothly and orderly and received full support from village officials, community empowerment institutions, Jatireja village communities, the academic community and the Pelita Bangsa Foundation.

Page 1 of 1 | Total Record : 10