cover
Contact Name
Rizki Wahyudi
Contact Email
rizki.key@gmail.com
Phone
+6281329125484
Journal Mail Official
jpkmi@icsejournal.com
Editorial Address
Perum Pasir Indah Blok K. No. 22, Pasir Lor, Kec. Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53161, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia)
ISSN : -     EISSN : 2721026X     DOI : 10.36596/jpkmi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), dengan nomor ISSN 2721-026X (online), JPKMI Terdaftar di CrossRef system dengan Digital Object Identifier (DOI) prefix 10.36596/jpkmi adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh ICSE (Institute of Computer Science and Engineering). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG), kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) menerbitkan jurnal empat kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, November. Kontributor dalam jurnal ini merupakan peneliti, dosen dari perguruan tinggi di indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4: November (2022)" : 10 Documents clear
Sosialisasi Program Cerdik Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Udin Rosidin; Witdiawati Witdiawati; Dadang Purnama; Umar Sumarna; Nina Sumarni
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.545

Abstract

Abstrak: Saat ini penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian terbesar dari seluruh kasus kematian yang terjadi di seluruh dunia. Peningkatan kematian akibat penyakit tidak menular di masa mendatang diproyeksikan akan terus terjadi akibat perubahan perilaku manusia dan lingkungan yang cenderung tidak sehat. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan media promosi kesehatan tentang pencegahan penyakit tidak menular dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit tidak menular melalui program cerdik. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melakukan kegiatan pemasangan media promosi berupa spanduk program cerdik dan komunikasi kelompok untuk membahas pesan pesan dalam spanduk.  Hasil kegiatan menunjukkan terpasangnya media promosi program cerdik di 3 (tiga) titik strategis dan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 23 point. Dengan terpasangnya spanduk program cerdik di 3 titik yang mudah untuk dibaca akan berdampak pada peningkatan pengetahuan masyarakat. Rata-rata nilai pengetahuan masyarakat sebelum dilakukan kegiatan sosialisasi adalah sebesar 67 dan setelah dilakukan sosialisasi meningkat menjadi 90 point. Peningkatan 23 point pengetahuan masyarakat tentang cara melakukan upaya pencegahan penyakit tidak menular akan berdampak pada pemahaman masyarakat dalam melaksanakan perilaku pencegahan penyakit tidak menular.Abstract: Currently, non-communicable diseases are the biggest cause of death from all deaths that occur worldwide. The increase in deaths from non-communicable diseases in the future is projected to continue to occur due to changes in human behavior and the environment that tend to be unhealthy. The purpose of this activity is expected to increase health promotion media about prevention of non-communicable diseases and increase public knowledge about prevention of non-communicable diseases through smart programs. The method used to achieve this goal is to carry out promotional media installation activities in the form of clever program banners and group communication to discuss the messages in the banners. The results of the activity showed that clever program promotion media were installed at 3 (three) strategic points and an increase in the average value of public knowledge before and after health education was carried out by 23 points. By installing clever program spanduks at 3 points that are easy to read, it will have an impact on increasing public knowledge. The average value of community knowledge before the socialization activity was carried out was 67 and after the socialization was carried out it increased to 90 points. An increase in 23 points of public knowledge on how to prevent non-communicable diseases will have an impact on public understanding in implementing non-communicable disease prevention behaviors. 
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Tenun dengan Teknik Patchwork bagi Komunitas Pengrajin Tenun Diah Mahmuda; Winda Apriani; Ee Zurmansyah; Pande Putu Agus Santoso
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.490

Abstract

Abstrak: Kerajinan tenun merupakan salah satu produk unggulan industri mikro masyarakat Desa Sumber Harapan, Kabupaten Sambas. Sudah sejak lama limbah kain tenun dibiarkan menumpuk di gudang atau dibakar sehingga menimbulkan asap dan gas yang mencemari lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan transfer ilmu dan wawasan terkait dengan pemanfaatan limbah kain tenun sambas yang dapat diolah kembali menjadi produk baru bernilai jual dengan teknik patchwork. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah komunitas pengrajin tenun dari Desa Sumber Harapan, Kabupaten Sambas. Metode pelaksanaan pengabdian berupa sosialisasi program kepada mitra, membagi mitra menjadi kelompok kecil yang beranggotakan 4-5 orang dan membagikan alat dan bahan serta modul. Materi pelatihan berupa teknik dasar patchwork, dimulai dari pemilihan kain, penghitungan kebutuhan kain, pembuatan cetakan pola, pemindahan pola ke kain, pemotongan kain, pembuatan HST (half square triangle) dan flying geese, penjahitan potongan kain, perataan kampuh, penjahitan barisan blok, pembuatan bingkai (border) hingga pembuatan sambungan antarblok (sashing). Selanjutnya seluruh mitra dibimbing untuk praktik secara mandiri dan mengerjakan proyek kelompok. Hasilnya mitra mampu mengaplikasikan ilmu dan mengembangkan keterampilannya dalam memanfaatkan dan mengolah limbah kain tenun menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomi seperti foodmat, placemat, alas kulkas, dan totebag. Aneka kreasi produk yang dihasilkan kedepannya diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi para pengrajin tenun Desa Sumber Harapan.Abstract: Weaving craft was one of the superior products of the micro-industry community of Sumber Harapan Village, Sambas Regency. For a long time, woven fabric waste has been allowed to accumulate in warehouses or be burned, causing smoke and gases that pollute the environment. The purpose of this community service activity was to provide knowledge transfer and insight related to the utilization of sambas woven waste which can be reprocessed into new products using patchwork techniques. Partners in this service activity were the community of weaving craftsmen from Sumber Harapan Village, Sambas Regency. The method of community services implementation was socializing the program to partners, dividing partners into small groups consisting of 4-5 people and distributing tools, materials and modules. The training materials are in the form of basic patchwork techniques, starting from fabric selection, calculating fabric needs, making pattern prints, transferring patterns to fabric, cutting fabric, making HST (half square triangle) and flying geese, sewing pieces of fabric, smoothing seams, sewing block rows, making frames (borders) to making connections between blocks (sashing). Furthermore, all partners are guided to practice independently and work on group projects. As a result, partners can apply their knowledge and develop their skills in utilizing and processing woven waste into various products of economic value such as food mats, placemats, refrigerator mats, tote bags, and masks. The various product creations produced are expected to be a source of additional income for the weaving craftsmen of Sumber Harapan Village.
Meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang Penggunaan Gigi Tiruan melalui Penyuluhan, Pembuatannya dan Evaluasi Kepuasan Penggunaan di SMK Assa’adah Jakarta Endang Prawesthi; Lorenta Marpaung; Tarsilah Tarsilah
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.555

Abstract

Abstrak: Penggunaan gigi tiruan pada remaja dengan kehilangan gigi sangat penting, karena pada kondisi ini jika tidak segera dilakukan rehabitasi akan berpengaruh terhadap kesehatan secara umum. Remaja merupakan anak dengan usia 10-19 tahun, siswa-siswi SMK Assa’adah merupakan anak usia remaja yang mengalami perubahan anatomis, fisiologis maupun psikologis, sehingga mereka perlu pengetahuan tentang penyebab gigi hilang dan penggunaan gigi tiruan. Tujuan dari kegiatan ini ingin mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang penyebab kehilangan gigi dan penggunaan gigi tiruan, pemeriksaan gigi untuk mengetahui frekuensi kehilangan gigi dan dilakukan pembuatannya, evaluasi kepuasan terhadap penggunaan gigi tiruan. Metode berupa penyuluhan dengan ceramah melalui media power point dan video, pemeriksaan gigi, pembuatan gigi tiruan dan evaluasi kepuasan dengan mengisi kuesioner. Peserta  kegiatan terdiri dari  65 orang siswa-siswi SMK Assa’adah Jakarta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan nilai rata-rata  siswa sebelum dan setelah penyuluhan sebesar 33,54 poin. Rata-rata nilai pre-test 53,077 dan  post-test yaitu 86,615 dan berdasarkan uji satistik  Wilcoxon Signed Test  didapatkan  ada pengaruh bermakna, nilai p = 0,00 (p 0,05). Pada pemeriksaan gigi, dijumpai banyak siswa yang mengalami kelainan gigi (55,4% ) termasuk 6,1% (4 siswa) yang kehilangan gigi dan tidak ada yang menggunakan gigi tiruan. Untuk 4 siswa dengan  kehilangan gigi dibuatkan gigi tiruan dan 1 minggu setelah penggunaan dilakukan evaluasi kepuasaan dengan mengisi kuesioner. Berdasarkan data dari kuesioner, didapatkan hasil interpretasi kepuasaan dengan skor 92,5% (ketegori sangat baik). Dengan meningkatnya pengetahuan tentang penyebab kehilangan gigi dan penggunaan gigi tiruan maka akan berdampak pada perilaku siswa untuk selalu menjaga kesehatan giginya dan dapat meningkatkan fungsi estetik dan pengunyahan pada siswa.Abstract: The use of dentures in adolescents with lost teeth is very important because this condition if not immediately rehabilitated will affect general health. Adolescents are children aged 10-19 years, SMK Assa’adah students are teenagers who experience anatomical, physiological, and psychological changes, so they need knowledge about the cause of loss tooth and the use of dentures. The purpose of this activity is to determine adolescents' level of knowledge about the use of dentures, and dental examinations to determine the frequency of lost teeth and make dentures, and evaluate satisfaction with the use of dentures. The methods include counseling using power point and video, dental examinations, making dentures, and evaluating satisfaction by filling out questionnaires. The participants consisted of 65 students of SMK Assa'adah Jakarta. The results of this activity showed an increase in knowledge of the mean value of students before and after counseling by 33.54 points. The mean value of the pre-test was 53.077 and the post-test was 86.615 and the Wilcoxon Signed Test statistical test found that there was a significant, p-value = 0.00 (p 0.05). In the dental examination, it was found that many students had dental abnormalities (55.4%) including 6.1% (4 students) who lost their teeth and none of them used dentures. For 4 students who lost their teeth, dentures were made and 1 week after use, satisfaction was evaluated by filling out a questionnaire. The results of the questionnaire of interpretation criteria of satisfaction with the use of dentures obtained a score of 92.5% (excellent category). With increasing knowledge about the causes of tooth loss and the use of dentures, it will have an impact on students' behavior to always maintain their dental health and can improve the aesthetic and masticatory function of students.
Pelatihan Mengucapkan Salam dalam Bahasa Jepang Tingkat Dasar bagi Pemuda-Pemudi Desa Penglipuran Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ni Wayan Meidariani; I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri; Rifaldo Antonio Nicholas Vianey
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.505

Abstract

Implementasi dari Tri darma perguruan tinggi adalah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk membantu permasalahan yang terjadi salah satunya dalam meningkatkan kemampuan berbahasa asing yaitu bahasa Jepang bagi pemuda dan pemudi di desa Penglipuran sebagai desa wisata yang telah dikenal oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Peran pemuda-pemudi dalam meningkatkan kualitas berbahasa asing lebih dari satu memberikan suatu daya tarik tersendiri bagi wisatawan Jepang karena secara otomatis hospitality yang diberikan memberikan kenyamana berwisata di desa yang mendapat penghargaan sebagai desa terbersih ini karena sudah memahami budaya masyarakat Jepang yang jauh berbeda dengan budaya lokal. Kegiatan pengabdian dengan memberikan pelatihan Bahasa Jepang dalam mengucapkan salam tingkat dasar ditunjang dengan pemahaman budaya tutur. Kegiatan dilaksanakan dalam kurun waktu empat bulan dengan jadwal pelatihan setiap minggu secara luring bertempat di wantilan desa Penglipuran. Pemuda–pemudi yang mengikuti pelatihan sangat antusias terlihat perkembangan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang secara perlahan mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara sebelum pelatihan dan hasil tes setelah pelatihan dilaksanakan. Peserta mampu dengan baik menuturkan salam, serta bersikap sopan sesuai budaya yang dimiliki oleh masyarakat Jepang.
Pendampingan Pengembangan E-LKPD berbasis Inquiry Based Learning Terintegrasi Internet of Thing (IoT) sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Pedagogik Digital Guru Rafiantika Megahnia Prihandini; Susi Setiawani
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.556

Abstract

Abstrak: Kondisi pendidik di SDN 03 Panti Kabupaten Jember yang masih minim dalam penggunaan teknologi di setiap proses pembelajaran dapat diatasi dengan kegiatan Pendampingan Pengembangan E-LKPD Berbasis Inquiry Based Learning Terintegrasi Internet of Thing (IoT) sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Pedagogik Digital Guru. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan membuat E – LKPD dengan aplikasi Liveworksheet. Pelaksanaan pelatihan ini dilaksanakan secara offline dengan jumlah peserta pelatihan sebanyak 30 orang pendidik. Berdasarkan nilai signifikansi (2-tailed) yaitu 0.000 (p 0.05) dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pendidik sebelum dan sesudah pelatihan dengan metode pelatihan Goad. Goad memiliki lima tahapan yaitu: 1) Analisis kebutuhan pelatihan (Analyze to determine training requirements), 2) Desain pendekatan pelatihan (Design The Training Approach), 3) Pengembangan materi pelatihan (Develop The Training Materials), 4) Pelaksanaan pelatihan (Conduct The Training), dan 5) Evaluasi dan pemutakhiran pelatihan (Evaluate and Update The Training). Pendampingan ini telah memberikan dampak yang positif bagi kemampuan pendidik dalam mengembangkan bahan ajar berupa E – LKPD dengan bantuan Liveworksheets.Abstract: The teachers at Public Elementary School 3 of Panti in Jember regency have been grappling with finding ways to integrate technology in learning process. This issue raises the urgency for developing an electronic worksheet, known as e-LKPD, framed in inquiry-based learning. Integrating Internet of Thing (IoT), this measure is presumed a viable strategy to improve the teachers’ digital pedagogical competence. This research aimed at training the teachers in developing e-LKPD with the aid of Liveworksheet application. The training was carried out offline and involved 30 teachers. Our analysis results demonstrated that the teachers achieved significantly higher digital pedagogical competence after the training with the Goad training method, as indicated by p0.05 (2-tailed). Goad has five stages, which involves 1) analysis of training requirements, 2) designing the training approach), 3) development of training materials, 4) conducting the training, and 5) evaluating and updating the training. This training has been proven fruitful in helping teachers to develop e-LKPD with the aid of Liveworksheet
Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik dan Edukasi untuk Meningkatkan Gerakan Makan Sayur di Panti Asuhan Jakarta Bety Semara Lakhsmi; Zahra Nurusshofa; Irena Ujianti
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.377

Abstract

Abstrak: Sayur-sayuran kaya dengan vitamin dan nutrisi, serta serat-serat yang dapat membantu proses pencernaan. Anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan sangat membutuhkan sayuran, namun karena keterbatasan lahan banyak yang tidak bisa menanam sayur. Panti asuhan Siti Walidah di Jakarta memiliki 51 anak asuh yang menjadi tanggung jawab institusi dan pengelola. Kehidupan sehari-hari di Panti adalah mereka menyiapkan sendiri makan utama dengan memasak secara bergiliran. Dari daftar menu yang dihidangkan jarang menyediakan sayuran. Tujuan dari kegiatan ini merupakan pelatihan menanam tanaman hidroponik dan edukasi makan sayur diharapkan meningkatkan pengetahuan dan ketersediaan sayur dapat dipenuhi secara mandiri dan berkesinambungan  di rumah. Metode penyelesaian masalah dilakukan dengan memberikan edukasi melalui gerakan makan sayur, kemudian memberikan pelatihan cara menanam tanaman hidroponik yang dapat dilakukan di rumah, tidak membutuhkan lahan luas, kemudian dilanjutkan dengan mengisi kuesioner pengetahuan dan perilaku makan sayur, serta pengukuran berat badan dan tinggi badan. Hasil evaluasi dari anak asuh dan pengelola Panti sangat antusias sekali terhadap kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat oleh tim FK UHAMKA. Tingkat kehadiran anak asuh adalah 45 dari 51 anak atau mencapai 88,2%, anak asuh yang tidak hadir karena ada kegiatan di sekolah. Pengetahuan tentang gizi, fungsi makanan, kebiasaan sarapan, menu seimbang, jumlah dan jenis sayuran adalah sangat baik, namun belum diikuti dengan perilaku makan sayur setiap hari, 2-3 porsi sayur.Abstract: Vegetables are rich in vitamins and nutrients, as well as fiber that can help the digestive process. Children who are still growing really need vegetables, but because of limited land, many cannot grow vegetables. The Siti Walidah Orphanage in Jakarta has 51 foster children who are the responsibility of the institution and administrator. Daily life at the Panti is that they prepare their own main meal by taking turns cooking. From the list of menus served rarely provide vegetables. The purpose of this activity is training to grow hydroponic plants and education on eating vegetables is expected to increase knowledge and the availability of vegetables can be fulfilled independently and sustainably at home. The problem-solving method is carried out by providing education through the movement of eating vegetables, then providing training on how to grow hydroponic plants that can be done at home, does not require large land, then followed by filling out questionnaires on knowledge and behavior of eating vegetables, as well as measuring weight and height. The results of the evaluation of the foster children and the manager of the orphanage were very enthusiastic about the community service and empowerment activities by the UHAMKA Medical Faculty team. The attendance rate for foster children was 45 out of 51 children or reached 88.2%, foster children were absent because there were activities at school. Knowledge of nutrition, food functions, breakfast habits, balanced menu, number and types of vegetables is very good, but has not been followed by the behavior of eating vegetables every day, 2-3 servings of vegetables.
Peran Keluarga Membangun Sumber Daya Manusia melalui Mesjid Pasca Pandemi COVID-19 di Bambanglipuro Bantul Yogyakarta Yusutria Yusutria; Abdul Hopid Hopid; Rina Febriana Rina; Nisa Amalia Kholifah
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.526

Abstract

Abstrak: Peran keluarga sangat dibutuhkan di masa pandemi melalui masjid dalam membangun sumber daya manusia. Sebab, kualitas sumber daya manusia ditentukan oleh pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Demikian kegiatan pengabdian masyarakat terkait peran keluarga dalam membangun sumber daya manusia melalui masjid pada masa pandemi COVID-19 di Masjid At-Taqwa Cangkring Mulyodadi, Bambanglipuro Bantul, Yogyakarta. Metode kegiatan pengabdian masyarakat secara bertahap; identifikasi masalah, tinjauan lapangan, kemudian merumuskan solusi dan solusi dan menentukan keluaran. Kegiatan ini sudah dilaksanakan mulai Sabtu, 26 Maret 2022 hingga Minggu, 27 Maret 2022 dengan jumlah peserta 60 orang. Hasil pengabdian menemukan bahwa keteladanan itu sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak dalam keluarga berdasarkan hasil yang diperoleh sebanyak 92%, hal ini didukung oleh 59% responden menjawab sangat lancar dalam membaca Alquran. Hal ini berdampak 55% telah menutup aurat dan konsisten dalam memakai baju muslim sehingga orang tua menitipkan pendidikan agama anaknya untuk diserahkan ke Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) sebanyak 92% dalam membangun sumber daya manusia.Abstract: The role of the family is needed during the pandemic through mosques in building human resources. Because, the quality of human resources is determined by education, health, and the economy. So community service activities related to the role of the family in building human resources through the mosque during the COVID-19 pandemic at the Cangkring Mulyodadi At-Taqwa Mosque, Bambanglipuro Bantul, Yogyakarta. Methods of community service activities in stages; problem identification, field overview, then formulate solutions and solutions and determine outputs. This activity will be held from Saturday, March 26, 2022, to Sunday, March 27, 2022, with 60 participants. The results of the dedication that example is very important in instilling religious values in children in the family based on the results obtained as much as 92%, this is supported by 59% of respondents answering very fluently in reading the Koran. This has an impact that 55% have covered their genitals and are consistent in wearing Muslim clothes so that parents entrust their children's religious education to be handed over to the Al-Qur'an Education Park (TPA) as much as 92% in building human resources.
Pemanfaatan Record Macro dalam Pembuatan Formulir Entri Data sebagai Sarana Penguatan Keterampilan Siswa/I SMK Andri Widianto; Dewi Kartika; Yeni Priatna Sari; Elang Bimantoro
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.465

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan ini adalah memberikan tambahan keterampilan lulusan khususnya dalam membuat formulir entri data menggunakan record macro sehingga proses penginputan serta perhitungan data yang biasa dilakukan secara berulang sudah terotomatisasi dan berdampak pada kemudahan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan keterampilan komputer dengan praktik langsung di laboraturium komputer SMK Islam Nusantara Comal. Keterampilan dalam menggunakan Microsoft office (word, excell, ppt, dsb)  merupakan suatu keharusan dalam menunjang kemampuan di lingkungan kerja. Siswa perlu dikenalkan dan dilakukan pendampingan intens khususnya dalam pemanfaatan fitur dalam microsoft excel baik macro vba ataupun record macro sehingga siswa/I tersebut dikemudian hari merasakan kemudahan dalam menjalankan pekerjaannya. Berdasarkan hasil penilaian atas kasus yang diberikan menunjukan bahwa dari 25 siswa yang mengikuti kegiatan mendapatkan nilai 80-100 sekitar 19 siswa kemudian untuk nilai 70-80 sekitar  4 siswa dan 60-70 hanya 2 siswa sedangkan yang mendapatkan nilai kurang dari 60 tidak ada. Hal ini menandakan bahwa pemaparan materi dan pelatihan yang disampaikan oleh kedua pemateri dikatakan sukses.Abstract: The purpose of this activity is to provide additional graduate skills, especially in creating data entry forms using record macros, so that the process of inputting and calculating data that is usually done repeatedly has been automated and has an impact on the ease of completing a job. The form of this community service activity is computer skills training with direct practice in the computer laboratory of SMK Islam Nusantara Comal. Skills in using Microsoft office (word, excel, ppt, etc.) are a must in supporting abilities in the work environment. Students need to be introduced and provide intense assistance, especially in the use of features in Microsoft Excel, both macro vba or record macros so that the student will feel easy in carrying out his work in the future. Based on the results of the assessment of the cases given, it shows that of the 25 students who took part in the activity, 19 students got a score of 80-100, then for a score of 70-80 around 4 students and 60-70 only 2 students while those who got a score of less than 60 did not exist. This indicates that the presentation of the material and training delivered by the two presenters is said to be a success.
Implementasi Pelayanan Medis dan Bantuan Obat kepada Warga Terdampak Banjir di Desa Labansari Nisa Nurhidayanti; Arum Tarina; Emmelia Tan; Dadang Heri Kusumah; Tri Ngudi Wiyatno; Edi Widodo
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.528

Abstract

Abstrak: Kabupaten Bekasi merupakan kabupaten yang mengalami musibah banjir pada Sabtu, 20 Februari 2021, musibah ini telah melanda 17 kecamatan dan 40 desa dengan ketinggian air antara 40 – 150 sentimeter. Hal ini disebabkan karena intensitas curah hujan yang tinggi, meluapnya beberapa aliran sungai sebagai akibat dari berkurangnya lahan hijau dan meningkatnya pembangunan. Dampak negatif pasca banjir adalah kotornya rumah warga akibat lumpur yang harus segera dibersihkan, beberapa kerugian material dan munculnya beberapa penyakit akibat banjir yaitu penyakit kulit dan diare. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ( PkM) ini bertujuan untuk memberikan bantuan pelayanan medis dan obat-obatan kepada warga yang terdampak banjir. Kegiatan PkM ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil PkM menunjukkan sebanyak 12,18% warga yang berobat dengan keluhan penyakit kulit dan diare; batuk flu sebanyak 35,90%; darah tinggi sebanyak 11,54% ; diabetes, asam urat dan kolesterol sebanyak 27,56% dan lain-lain sebanyak 12,82%. Dampak positif dari PkM ini yaitu terlaksananya program pelayanan medis dan bantuan obat-obatan yang dapat membantu meringankan beban ekonomi warga dalam melakukan pengobatan gratis, kemudahan akses dan pelayanan yang baik dari petugas yang ramah.Abstract: Bekasi Regency is a district that experienced floods on Saturday, February 20, 2021, this disaster hit 17 sub-districts and 40 villages with air altitudes between 40-150 centimeters. This is due to high rainfall, excessive rainfall, multiple river flows as a result of reduced green land and development. negative post-flood are residents' houses due to mud that must be cleaned immediately, some material losses and the emergence of several diseases due to flooding, namely skin diseases and diarrhea. This community service activity (PKM) aims to provide medical services and medicines to residents in the form of floods. This PkM activity is divided into 3 stages, namely the planning stage, the implementation stage and the evaluation stage. The results of the PkM show that as many as 12.18% of residents who seek treatment with complaints of skin diseases and diarrhea; cough flu as much as 35.90%; high blood pressure as much as 11.54%; diabetes, uric acid and cholesterol as much as 27.56% and others as much as 12.82%. The positive impact of this PkM is the implementation of a medical service program and medical assistance that can help ease the economic burden of residents in providing free treatment, easy access and good service from friendly officers.
Diseminasi Teknologi Pengolahan Pakan Fermentasi Guna Meningkatkan Kemandirian Pakan di Kelompok Tani Ternak Subur Berkah Nur Widodo; Roni Yulianto; Himmatul Khasanah
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.484

Abstract

Abstrak: Program Pengabdian Kemitraan ini bermitra dengan Kelompok Tani Ternak Subur Berkah yang berada di Desa Sulek, Kecamatan Telogosari, Kabupaten Bondowoso. Beberapa permasalahan mitra yang dirumuskan berdasarkan hasil forum group discusion (FGD) yang dilakukan pada tanggal 1 Maret 2021 adalah: ketersediaan hijauan pakan ternak (rumput unggul dan leguminosa) masih sangat sedikit, kelangkaan pakan di musim kemarau mengakibatkan produktivitas ternak menurun, pemeliharaan ternak masih dilakukan secara tradisional dan belum memenuhi standar oprasional pemeliharaan ternak yang baik, kontruksi dan letak kandang belum mendukung produktivitas dan kesehatan ternak, limbah ternak belum dimanfaatkan dan mempunyai potensi mencemari lingkungan air, tanah, dan udara serta rendahnya pengetahuan peternak tentang panen dan pasca panen hasil ternak. Solusi dan pemecahan masalah yang akan dilakukan mulai dari: Menyelenggarakan sosialisai program, pelatihan dan praktek penanaman hijauan pakan ternak unggul, pelatihandan praktek teknologi pengolahan pakan fermentasi,pelatihan dan praktek manajeman budidaya ternak, pelatiahan manajeman pengolahan limbah, pembuatan kandang kelompok, dan pelatihan penguatan kelembagaan dan akses pasar. Target dari kegiatan ini yaitu pemberdayaan petani peternak untuk mampu mengidentifikasi bahan pakan lokal, menanam hijauan pakan ternak unggul, menerapkan teknologi pengolahan pakan fermentasi, manajemen budidaya yang tepat, dan pengelolaan ternak dilakukan dikandang kelompok. Luaran dari program ini yaitu dapat mengaplikasikan beberapa aspek dibidang pengabdian masyarakat khususnya terkait peternakan, antara lain sebagai berikut: (a) adopsi teknologi pakan fermentasi, (b) kemandirian pakan, (c) pemeliharaan ternak di kandang kelompok.Abstract: The Partnership Service Program partners with the Berkah Subur Livestock Farmer Group located in Sulek Village, Telogosari District, Bondowoso Regency. Several partner problems were formulated based on the results of the forum group discussion (FGD) conducted on March 1, 2021, namely: the availability of forage fodder (high-yielding grass and legumes) is still very small, feed scarcity in the dry season results in decreased livestock productivity, livestock rearing is still carried out traditionally and have not met the operational standards of good livestock maintenance, construction and location of the cages have not supported the productivity and health of livestock, livestock waste has not been utilized and has the potential to pollute the water, soil and air environment as well as the low knowledge of farmers about harvesting and post-harvesting livestock products. Solutions and problem solving that will be carried out starting from: Organizing program socialization, training and practice of planting superior forage forage, training and practice of fermented feed processing technology, training and practice of livestock cultivation management, training on waste management management, making group cages, and strengthening training institutions and market access. The target of this activity is to empower farmers to be able to identify local feed ingredients, plant superior forage forage, apply fermented feed processing technology, proper cultivation management, and livestock management is carried out in group cages. The output of this program is that it can apply several aspects in the field of community service, especially related to animal husbandry, including the following: (a) adoption of fermented feed technology, (b) feed independence, (c) livestock rearing in group cages.

Page 1 of 1 | Total Record : 10