cover
Contact Name
Arief Hidayatullah
Contact Email
arief.stisipbima@gmail.com
Phone
+6281334936780
Journal Mail Official
arief.stisipbima@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pierre Tandean Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kombud
ISSN : 24433519     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan sebagai media publikasi karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi, peneliti dan mahasiswa.
Articles 97 Documents
RESOLUSI KONFLIK (Studi Konflik Antara Desa Ngali dengan Desa Renda Kecamatan Belo Kabupaten Bima) SYARIF AHMAD
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5, Nomor 2, Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.656 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “RESOLUSI KONFLIK: Studi Penyelesaian Konflik antar Desa Ngali dan Desa Renda Kecamatan Belo Kabupaten Bima. Penelitian dengan latar belakang maraknya konflik antar kampung yang terjadi di Kabupaten Bima. Konflik antar kampung merupakan konflik horizontal yang terjadi antara desa Ngali dengan desa Renda Kecamatan Belo Kabupaten Bima. Metodelogi dalam penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu menggali faktor-faktor penyebab terjadinya konflik antar kampung, khususnya yang terjadi antara Desa Ngali dengan desa Renda. Teori yang digunakan sebagai pendekatan konseptual dalam penelitian ini adalah teori George Simmel (1991), yang memandang bahwa konflik sesuatu yang tidak terhindarkan di dalam suatu masyarakat. Semakin konflik dapat dipahami sebagai sesuatu yang akan berakhir, semakin kurang kecenderungan konflik akan menjadi keras. Sikap Sentime dalam Masyarakat Desa Renda dan Ngali, Dendam yang Berkelanjutan, Peranan Pemerintah Daerah Bima dalam Penyelesaian Konflik antar Desa, Lemahnya Penegakan Hukum.Resolusi konflik antara desa Renda dan Ngali bukanlah hal yang mudah, dan juga konflik yang berlangsung di kedua desa ini cukup berdarah dan waktu yang cukup lama, sehingga membutuhkan banyak energi untuk dikerahkan dalam melakukan urung-rembung terhadap masalah yang sedang terjadi. Konflik yang berawal dari solidaritas kelompok didalam masyarakat Desa Renda maupun Desa Ngali ini cukup memberikan alasan yang kuat bagi kita untuk melirik aktivitas masyarakat sebagai bentuk solidaritas kelompok. Dalam mekanisme penyelesaian konflik Lewis A. Coser bahwa Ketgangan maupun rasa permusuhan yang mendasar tetap ada ditengah masyarakat/kelompok yang tidak terlihat atau yang bersifat laten (dibawah permukaan), solidaritas dan kekompakan yang nampak. Dalam mekanisme penyaluran konflik, ketegangan dapat terungkap melalui berbagai bentuk tindakan, baik antar pribadi maupun kelompok. Penyaluran konflik (safety valve) dapat berupa pengaturan terhadap resolusi konflik itu sendiri dari dalam masyarakat. Katup penyelamat merupakan suatu mekanisme khusus yang dipakai untuk mempertahankan kelompok dari kemungkinan konflik social.Proses resolusi konflik antara desa Renda dan desa Ngali terjadi berlangsung secara permanen, dan bersifat sementara. Penyelesaian konflik lewat musyawarah mufakat, dan lewat kepolisian atau pengadilan hanya bersifat sementara saja, pada substansinya permasalahan utama dari konflik tersebut belum tersentuh oleh berbagai pendekatan penyelesaian konflik pemerintah daerah Kabupaten Bima. Konflik yang terpendam (laten) terus mengontrol dan menumbuh kembangkan rasa permusuhan dari masyarakat itu sendiri. Potensi konflik antar desa di desa Renda dan desa Ngali bukan hanya terlahir sebagai solidaritas sosial semata, akan tetapi ada faktor yang paling mendasar pada semestinya mendapatkan sentuhan langsung dari pemerintah Kabupaten Bupati dan walikota Bima tanpa harus mengesampingkan persoalan- persoalan lainya dalam masyarakat
PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KABUPATEN BIMA (Studi pelaksanaan PKH di Kecamatan Monta) ADY ARDYANSAH; MAS'UD MAS'UD; HENDRA HENDRA
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 5, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.631 KB)

Abstract

PKH adalah program pemberian uang tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan dengan melaksanakan kewajibannya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengevaluasi sejauhmana pelaksanaaan PKH di Kabupaten Bima, dan bagaimana dampak pelaksanaan PKH, dan untuk mengetahui sejauh mana dukungan Pemerintah Kabupaten Bima  terhadap pelaksanaan PKH dalam Penanggulangan Kemiskinan. Selain itu penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah dalam hal penanggulangan kemiskinan, sehingga didapat model program yang ideal dalam hal penanggulangan kemiskinan.  Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bima Tepatnya dikecamatan Monta di mana Kecamatan tersebut terdri dari 14 desa yang terjaring PKH. Namun karena keterbatasan peneliti hanya mengambil 4 desa yang memiliki jumlah RTSM tertinggi. Populasi dalam penelitian ini adalah 603 KK/Orang, sedangkan sampel ditentutukan dengan teknik Probability Sampling yaitu penetuan sampel secara random/acak, sehingga diperoleh 98 orang sampel dari total Pesrta PKH yang diambil dari 4 desa yang memiliki jumlah RTSM terbanyak. Sedangkan untuk sampel Aparat Desa, Pihak Sekolah (Guru/Kepala Sekolah) dan Tenaga Kesehatan ( Bidan ) dan Pendamping PKH Kecamatan Monta menggunakan quata sampling sebanyak 20  dimana masing – msing dimabil 5 orang, untuk melihat dukungan Pemerintah terhadap PKH. Teknik yang digunakan adalah aksidental sampling yaitu ditemui di lokasi obyek sampai dengan terpenuhinya quata yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data yaitu dilakukan dengan observasi, wawancara, angket, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Sedangkan analisa data yaitu analisa deskriptif dan analiss statistik. Hasil penelitian ini menujukan bahwa pelaksanaan PKH di kabupaten Bima telah berjalan dengan baik hal ini di buktikan dari jawaban responden dari hasil penelitian ini sebagain besar responden memberiakn jawaban yang positif dan beberapa hasil wawancara yang dilakukan kepada beberapa informen penelitian. Demikian juga halnya dengan dampak PKH bagi keluarga miskin juga sebagain besar memberikan jawaban yang positif bahwa PKH memberikan manfaat yang juga cukup besar bagi kehidupan masyarakat miskin. Terkait dengan dukungan pemerintah bagi pelaksanaan PKH juga cukup baik seperti di siapkanya motor magi petugas PKH dan diberikan tambahan transport bagi pendamping PKH yang diterima sebagai tambahan gaji bagi pendamping PKH.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN MELALUI ALOKASI DANA DESA DI DESA WILAMACI KECAMATAN MONTA KABUPATEN BIMA Kamaluddin Kamaluddin
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksanaan Pembangunan Melalui Alokasi Dana Desa di Desa Wilamaci Kecamatan Monta Kabupaten Bima”. Masalah yang dijawabdalam penelitian ini adalah bagaimanakah partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan,pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur dari Alokasi Dana Desa diDesa Wilamaci Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitianini yakni untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan, pengambilankeputusan dan pelaksanaan pembangunan dari Alokasi Dana Desa di Desa Wilamaci KecamatanMonta Kabupaten Bima. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yangdigunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informannya adalah staf Desa Wilamaci,Ketua dan Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Wilamaci, pengurus PKK, RW, RT,tokoh­tokoh masyarakat Desa Wilamaci, masyarakat Desa Wilamaci, serta masyarakat lainnya diDesa Wilamaci Kecamatan Monta. Penentuan informan dalam penelitin ini penulis menggunakanteknik snowball sampling. Kemudian teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptifkualitatif, yang dimulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi dan pengambilan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat diungkapkandalam penelitian ini yakni: Pertama, masyarakat sangat aktif dalam pertemuan/rapat, partisipasimasyarakat dalam mengajukan usulan ketika rapat berlangsung, maupun partisipasi masyarakatdalam mengusulkan program. Kedua, masyarakat turut ikutserta dalam pengambilan keputusantersebut. Ketiga, partisipasi masyarakat yang berwujud dalam memberikan sumbangan tenaga,sumbangan material/uang, sumbangan pemikiran, dan partisipasi masyarakat dalam pembuatanjadwal kerja bhakti sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam pembangunan, maka hasil yangdiperoleh menjawab sudah aktif.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU RUMAH TANGGA MELALUI PEMANFAATAN ALAT TENUN BUKAN MESIN UNTUK MENINGKATKAN MUTU PRODUKSI HASIL TENUNAN DI KELURAHAN RABADOMPU TIMUR KECAMATAN RABA KOTA BIMA Tauhid NN; Mas'ud NN
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5, Nomor 2, Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.817 KB)

Abstract

Permasalahan dalam pengabdian ini adalah : 1. Penenun masih menggunakan alat tradisonal dalam pengolahannya, 2. Jumlah tenaga yang memproduksi kain tenun hanya 1 orang perumah, 3. Waktu menyelesaikan satu kain tenun cukup lama 1 minggu bahkan bisa sampai satu bulan. 4. Pemasaran produk kain tenun masih sekitar Kota Bima dan Kabupaten Bima. 5. Jumlah produk yang dihasilkan masih dalam jumlah yang terbatas, dan 6. Kurang adanya pembinaan dari pemerintah daerah dalam pengembangan industri kain tenun.. Dengan tujuan untuk mengetahui dan menggambarkan pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga melalui pemanfaatan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) untuk meningkatkan mutu produksi hasil tenunan di Kelurahan Rabadompu Timur Kecamatan Raba Kotaa Bima. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan prioritas mitra adalah perbaikan mutu produksi hasil kain tenunan melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Target dan luaran yang akan dihasilkan dalam pelaksanaan program PKM ini adalah menghasilkan kain tenun dengan mutu produksi berupa kain tenun dengan tampilan yang bagus sesuai Ruang Lingkup Akreditasi Lembaga Sertifikasi Produk No.12-02, dengan tingkat produksi perhari bisa dihasilkan 3 -5 meter kain dengan lebar 70, 90, dan 110 cm, dengan harga kain tenun bisa mencapai Rp 400.000 – 2.000.000 perhelai, dan pendapatan penenun meningkat di atas UMR. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama satu tahun yang terbagi dalam tiga tahap yaitu: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap evaluasi. Pendekatan yang digunakan ceramah, Display Study (foto dan film) dan Role Play dan Simulasi serta pendampingan. Hasil pengabdian bahwa : pertama; Sosialisasi Program teknologi Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) sebagai upaya untuk mengatasi rendahnya mutu hasil tenunan, dan masalah kuantitas produksi kain tenunan yang kurang maksimal sudah dilaksanakan dengan lancar sesuai dengan tahapan dan mekanisme kegiatan pelaksanaan program Kemitraan Masyarakat, kedua; Persiapan prakondisi sosial, yakni penguatan kelompok industri tenun, baik kelompok maupun forum sebagai media bertemu dan pemecahan masalahmasalah yang dihadapi petenun. Dan Ketiga; Pelaksanaan pelatihan Penggunaan Alat Tenun Bukan Mesin di Kelurahan Rabadompu Timur, dengan kegiatan meliputi : Pengadaan benang dan peralatan tenunan, Pemasangan benang dalam Alat Tenun Bukan Mesin, Pelaksanaan kegiatan tenunan. Dan Pemotongan kain tenun yang sudah jadi sesuai dengan ukuran. Jadi dapat disimpulkan bahwa Program Kemitraan Masyarakat untuk memberdayakan ibu- ibu rumah tangga dapat meningkatkan proses produksi tenunan dengan pemanfaatan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) agar memiliki kualitas produk tenunan supaya dapat bersaing, memiliki nilai seni yang lebih, serta mampu menjual produknya dengan harga yang lebih baik. Harapannya penenunn akan mendapatkan nilai tambah guna meningkatkan taraf hidup penenun serta masyarakat sekitar sebagai upaya memperkecil pengangguran khususnya di wilayah Kelurahan Rabadompu Timur, dimana kelurahan ini merupakan basis industry tenunan di Kota Bima.
Strategi Komunikasi Dinas Pariwisata Dalam Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Lokal Di Kota Bima Lubis Hermanto; Ariani Rosadi
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2019): Komunikasi Kearifan Lokal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.092 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui strategi komunikasi dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal melalui media massa pada Dinas Pariwisata Kota Bima; 2) Untuk mengetahui strategi komunikasi dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal melalui pementasan-pementasan budaya pada Dinas Pariwisata Kota Bima; 3) Untuk mengetahui strategi komunikasi dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal melalui melibatkan peran pemerintah pada Dinas Pariwisata Kota Bima. Adapun jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengambilan informan secara purposive sampling atau sistem pemilihan dengan snowball sampling. Kemudian teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis terhadap sejumlah variabel penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, maka hasil penelitian yang diperoleh yaitu: pertama, berdasarkan strategi komunikasi dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal melalui media massa, baik melaksanakan fungsi pengawasan dengan penyediaan informasi tentang pelestarian kebudayaan lokal, melaksanakan fungsi penghubung, melaksanakan fungsi tranfer budaya melalui sosialisasi dan pendidikan tentang pelestarian kebudayaan lokal, maupun melaksanakan fungsi hiburan tentang pelestarian kebudayaan lokal, maka hasilnya sudah cukup baik dan memadai. Kedua, berdasarkan strategi komunikasi dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal melalui pementasan-pementasan budaya, baik festival/pertunjukan tentang seni kebudayaan lokal, pameran-pameran kebudayaan lokal, maupun sarasehan/seminar tentang kebudayaan lokal, maka hasilnya sudah cukup baik dan memadai. Ketiga, berdasarkan strategi komunikasi dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal melalui peran pemerintah, baik melakukan pembinaan tentang kebudayaan lokal, melakukan pelestarian tentang kebudayaan lokal, maupun melakukan dalam pengembangan tentang kebudayaan lokal, maka hasilnya sudah cukup baik dan memadai. Dari beberapa kesimpulan di atas, maka disajikan beberapa saran, sebagai berikut: Pertama, walaupun hasil yang diperoleh berdasarkan strategi komunikasi dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal melalui media massa dengan hasilnya sudah cukup baik dan memadai, akan tetapi tetap disarankan agar mempertahankan hasil yang telah dicapai dan diusahakan agar hasilnya terus dimaksimalkan. Kedua, hasil yang diperoleh berdasarkan strategi komunikasi dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal melalui pementasan-pementasan budaya dengan hasilnya sudah cukup baik dan memadai, akan tetapi tetap disarankan agar mempertahankan hasil yang telah dicapai dan diusahakan agar hasilnya terus dimaksimalkan. Ketiga, hasil yang diperoleh berdasarkan strategi komunikasi pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal melalui melibatkan peran pemerintah, dengan hasilnya sudah cukup baik dan memadai, akan tetapi tetap disarankan agar mempertahankan hasil yang telah dicapai dan diusahakan agar hasilnya terus dimaksimalkan.
REVOLUSI MENTAL MELALUI WADAH KERUKUNAN DAN KETAHANAN MASYARAKAT LOKAL TASRIF TASRIF; MUHAMAD SUBHAN
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.467 KB)

Abstract

Hasil observasi awal peneliti memperoleh gambaran bahwa masyarakat Donggo adalah masyarakat yang sangat membanggakan hidup harmonis, baik secara sosial budaya, politik, hukum, maupun secara agama. Hal tersebut dibuktikan dengan masih kentalnya adat di daerah tersebut yang menjadi pedoman hidup bagi masyarakat donggo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Donggo, bentuk kebudayaan global yang dianggap oleh masyarakat lokal sebagai pengaruh yang akan membahayakan kebudayaan yang lama,dan dampak revitalisasi kearifan lokal dalam mengrevolusi mental masyarakat Donggo.Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, pertama ada beberapa nilai-nilai kearifan lokal yang masih tertanam, bahkan dipegang teguh oleh masyarakat Donggo sampai sekarang, yaitu Maja labo dahu (malu dan takut), Mbolo Weki (musyawarah bersama), dan tekara nee (sumbang sih/antar mahar). Kedua, terdapat beberapa bentuk kebuadayaan global yang dapat mengancam ketahanan masyarakat Lokal donggo yaitu, Rawa Mbojo (Nyanyian Daerah Bima) yang mengalami pergeseran nilai akibat munculnya orgen tunggal yang menyebabkan sering terjadinya perkelahian antarpemuda dan Perilaku konsumtif Tramadol oleh remaja di Donggo yang menyebabkan terjadinya kegilaan pada pengkonsumsinya bahkan dapat menyebabkan kematian. Ketiga, LASDO sebagai wadah kerukunan dan ketahanan masyarakat lokal dengan hukum adatnya mampu menjadi win-win solution dari berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Donggo saat ini.
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ DIFFICULTIES IN CONSTRUCTING ENGLISH SENTENCES A CASE STUDY AT SECOND GRADE STUDENTS OF SMAN 2 WERA IN THE ACADEMIC YEAR 2014/2015 Ariani Rosadi
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.504 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kesulitan­kesulitan murid­murid dalam mengkontruksi kalimat-kalimat bahasa Inggris khususnya kalimat deklaratif (afirmatif dannegatif ) untuk mengungkapkan aktifitas sehari-hari dengan memfokuskan pada kesesuaiansubjek dan predikat. Populasi dalam penelitian ini adalah murid­murid kelas dua SMAN2 Wera sejumlah 140 murid. Akan tetapi, peneliti hanya mengambil 1 kelas (kelas XI IPA 1)sebagai perwakilan dari seluruh populasi yaitu bsejumlah 36 murid. Data dikumpulkan denganmenggabungkan jawaban­jawaban beberapa tes seperti pilihan ganda, menulis, kuisioner, dankalimat rumpang. Peneliti menemukan bahwa murid­murid tidak mengerti bagaimana caramengkontruksi kalimat deklaratif negatif dibandingkan dengan kalimat deklaratif positif. Datamenunjukkan bahwa ada 83,33 % murid­murid yang mempunyai nilai yang berada dikatagoripaling bawah. Hal ini berarti bahwa kemampuan murud­murid adalah sangat rendah. Ada tigafaktor yang mengkontribusi kesulitan­kesulitan murid didalam mengkontruksi kalimat bahasaInggris antara lain Interference, Intralingual, and developmental errors.
KOMUNIKASI SOSIAL PEGAWAI (STUDI PADA SUB BAGIAN RUMAH TANGGA SEKRETARIAT DAERAH KOTA BIMA) Nike Ardiansyah; Megasuciati Wardani
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2019): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.456 KB)

Abstract

Komunikasi sosial mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri, untuk kelangsungan hidup, aktualisasi diri, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketergantungan, antara lain lewat komunikasi yang menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lain.Komunikasi sosial secara umum adalah adanya proses interaksi antara dua atau lebih subjek. Sedangkan pengertian komunikasi sosial secara sempit adalah proses penyampaian pesan oleh dua orang atau lebih baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Populasi dalam ini adalah semua pegawai pada Sub Bagian Rumah Tangga Sekretariat Daerah Kota Bima.  Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: pertama, berdasarkan keempat kemampuan komunikasi sosial antar pegawai, baik ketrampilan mendengarkan, ketrampilan memberi dan menerima umpan balik, ketrampilan menunjukkan ketegasan, maupun ketrampilan menangani konflik, maka hasilnya sudah sangat baik dan komunikasi sangat harmonis dan manusiawi; dan kedua, berdasarkan kesebelas indikator dari komponen komunikasi sosial yang efektif, baik adanya penerimaan yang cermat dari isi pesan yang dimaksud (pengertian), terjalinnya rasa saling akrab, hangat dan menyenangkan (kesenangan), mempengaruhi sikap, hubungan sosial yang baik, timbulnya tindakan nyata sebagai indikator tingkat persuasi dari komunikasi yang terjadi, sikap menghargai dan menghormati pasangan kita saat berkomunikasi (respek), kemampuan untuk memahami dan menempatkan diri kita di tengah orang-orang yang kita ajak berkomunikasi (empati), pesan yang disampaikan oleh komunikator harus dapat didengar dengan jelas dan dimengerti dengan baik oleh audiennya, perhatian, sikap rendah hati, maupun prinsip-prinsip persaudaraan sejati, maka hasilnya sudah sangat baik dan komunikasinya sangat lancar, harmonis, dan manusiawi.
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN BANJIR BANDANG KOTA BIMA PADA RUBRIK MEDIA ONLINE VISIONER.CO.ID EDISI 25 – 28 DESEMBER 2016 MUHAMAD WILDAN; ARIEF HIDAYATULLAH
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 5, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.098 KB)

Abstract

Media Online atau biasa disebut dengan internet adalah hasil dari persilangan teknologi komunikasi yang menawarkan kepada pengguna sebagai media yang berfungsi sebagai alat komunikasi antar manusia atau juga disebut media interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana framing tentang pemberitaan banjir bandang Kota Bima pada rubrik media online visioner.co.id edisi 25 – 28 Desember 2016. Metode yang digunakan adalah model analisis framing Pan dan Kosicki. Analisis framing merupakan versi terbaru dari pendekatan analisis wacana, khususnya untuk menganalisis teks media. Konsep framing telah digunakan secara luas dalam literatur ilmu komunikasi untuk menggambarkan proses penyeleksian dan penyorotan aspek-aspek khusus sebuah realita oleh media. Dari hasil analisis data maka framing media online visioner.co.id tentang banjir bandang di Bima sebagai berikut: (1) Dari struktur sintaksis pemberitaan media visioner.co.id kurang berimbang akibat tumpang tindihnya informasi dan kurangnya kutipan yang sesuai dengan pendapat penulis sebagai penguat informasi dalam pemberitaan. (2) Dari struktur Skrip How menjadi ciri khas tersendiri bagi media online visioner.co.id dimana informasi lebih, disajikan bagi para pembaca. (3) Struktur tematik menegaskan seorang tokoh menjadi lebih menonjol dimana visioner.co.id melakukan pencitraan terhadap tokoh-tokoh yang memiliki kedekatan dengan penulis. (4) Struktur Retoris penggunaan Idiom digunakan untuk mengajak pembaca agar ikut merasakan apa yang dirasakan oleh penulis. visioner.co.id adalah salah satu media online di Kota Bima yang memiliki ideologi dengan membingkai seorang tokoh untuk menjadi sorotan (pencitraan) dan selalu memberikan informasi lebih terperinci terhadap pemberitaannya menjadikan para pembaca untuk lebih pintar dalam menyerap informasi.
Pelayanan Publik Pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bima Dwi Arini Nursansiwi; Hairun Yasin
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2019): Komunikasi Kearifan Lokal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.244 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pelayanan Publik Pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bima,  dengan Masalah yang dijawab dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pelaksanaan prinsip kesederhanaan dalam memberikan pelayanan Publik pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bima? 2) Bagaimana pelaksanaan prinsip akurasi dalam memberikan pelayanan Publik pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bima? 3) Bagaimana pelaksanaan prinsip kelengkapan sarana dan prasarana dalam memberikan pelayanan Publik pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bima? 4) Bagaimana pelaksanaan prinsip kedisiplinan, kesopanan dan keramahan dalam memberikan pelayanan Publik pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bima? Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui pelaksanaan prinsip kesederhanaan dalam memberikan pelayanan Publik pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bima. 2) Untuk mengetahui pelaksanaan prinsip akurasi dalam memberikan pelayanan Publik pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bima. 3) Untuk mengetahui pelaksanaan prinsip kelengkapan sarana dan prasarana dalam memberikan pelayanan Publik pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bima. 4) Untuk mengetahui pelaksanaan prinsip kedisiplinan, kesopanan dan keramahan dalam memberikan pelayanan Publik pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bima. Untuk membahas Penelitian ini penulis menggunakan Jenis Penelitian yaitu Deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan besarnya sampel, penulis menggunakan purposive sampling atau sampel sengaja. Kemudian teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara kualitatif deskriptif. Berdasarkan analisis terhadap sejumlah variabel penelitian dengan menggunakan tabel frekuensi, maka hasil penelitian yang diperoleh yaitu: Pertama, berdasarkan analisis terhadap sejumlah variabel kaitan dengan penerapan prinsip kesederhanaan, baik mengenai unsur tidak berbelit-belitnya pelayanan, mudah dipahaminya pelayanan, maupun mudah dilaksanakannya pelayanan, maka rata-rata hasilnya sangat sederhana. Kedua, berdasarkan analisis terhadap sejumlah variabel kaitan dengan penerapan prinsip akurasi, baik mengenai unsur kebenaran, ketepatan waktu, maupun unsur kesahaan, maka rata-rata hasilnya sangat akurat. Ketiga, berdasarkan analisis terhadap sejumlah variabel kaitan dengan penerapan prinsip kelengkapan sarana dan prasarana, baik mengenai tersedianya sarana kerja, tersedianya prasarana kerja, tersedianya peralatan kerja, tersedianya pendukung lainnya yang memadai termasuk penyediaan sarana teknologi telekomunikasi, tersedianya sarana informatika (telematika), maka rata-rata hasilnya sangat lengkap. Keempat, berdasarkan analisis terhadap sejumlah variabel kaitan dengan penerapan prinsip kedisiplinan, keramahan, dan kesopanan, baik prinsip kedisiplinan, prinsip keramahan, maupun unsur kesopanan, maka rata-rata hasilnya sangat disiplin, ramah dan sopan. Beberapa saran juga dikemukakan di sini, antara lain: pertama, dengan melihat hasil yang cukup signifikan tentang penerapan prinsip kesederhanaan dengan rata-rata hasil sangat sederhana, maka disarankan minimal untuk dipertahankan dan seyogyanya ditingkatkan. Kedua, dengan melihat hasil yang cukup signifikan penerapan prinsip akurasi dengan rata-rata hasil sangat akurat, maka disarankan minimal untuk dipertahankan dan seyogyanya ditingkatkan. Ketiga, dengan melihat hasil yang cukup signifikan penerapan prinsip kelengkapan sarana dan prasarana dengan rata-rata hasil sangat lengkap, maka disarankan minimal untuk dipertahankan dan seyogyanya ditingkatkan. Dan keempat, dengan melihat hasil yang cukup signifikan penerapan prinsip kedisiplinan, keramahan, dan kesopanan dengan rata-rata hasilnya sangat disiplin, ramah, dan sopan, maka disarankan minimal untuk dipertahankan dan seyogyanya ditingkatkan.

Page 5 of 10 | Total Record : 97