cover
Contact Name
Arief Hidayatullah
Contact Email
arief.stisipbima@gmail.com
Phone
+6281334936780
Journal Mail Official
arief.stisipbima@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pierre Tandean Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kombud
ISSN : 24433519     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan sebagai media publikasi karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi, peneliti dan mahasiswa.
Articles 97 Documents
PEMANFAATAN FACEBOOK MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI STISIP MBOJO BIMA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DAN INFORMASI Irham, Irham; Ahmad, Syarif
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 1 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.619 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pemanfaatan Facebook sebagai Media Komunikasi dan Informasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi STISIP Mbojo Bima. Penelitian dilakukan di lingkungan STISIP Mbojo Bima khususnya pada mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi. Adapun yang mendorong peneliti melakukan penelitian yaitu  pemanfaatan sekaligus penyebaran informasi tentang topik-topik ilmu komunikasi melalui media sosial facebook baik dalam akses berita maupun promosi terupdate dalam bentuk maya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar Tingkat Pemanfaatan Facebook mahasiswa ilmu komunikasi STISIP Mbojo Bima sebagai media komunikasi dan Informasi. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Ilmu Komunikasi STISIP Mbojo Bima angkatan tahun 2017 yang berjumlah 48 orang dengan subjek penelitian atau populasi yang diambil kurang dari 100 orang yang memiliki atau menggunakan akun facebook. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada sampel yang menjadi objek penelitian, selanjutnya data kuesioner diolah dan dianalisa menggunakan aplikasi SPSS versi 20.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tingkat Pemanfaatan Facebook sebagai Media Komunikasi dan Informasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi STISIP Mbojo Bima cukup tinggi. Terdapat akumulasi keseluruhan jawaban dari responden bahwa pemanfaatan facebook dapat membantu sebagai ruang komunikasi, kolaborasi, promosi dan informasi tentang topik-topik terupdate mengenai kajian Ilmu komunikasi dengan persentase sebesar 31,51%. Untuk fasilitas yang sering digunakan dalam mengakses facebook adalah handphone pribadi dengan persentase 54,17%.
PERILAKU MENYIMPANG REMAJA SEBAGAI DAMPAK DARI TERPAAN PORNOGRAFI DI DESA BAJO KECAMATAN SOROMANDI KABUPATEN BIMA Sita Komariah; Adilansyah NN
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5, Nomor 2, Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.507 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul perilaku menyimpang remaja sebagai dampak dari terpaan pornografi di Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Mudahnya mendapatkan konten pornografi membuat para remaja menonton video porno dimanapun mereka inginkan. Perilaku menyimpang terjadi di kalangan remaja Desa Bajo lebih disebabkan oleh melihat hal-hal yang berbau pornografi yang terlalu sering dan terjadi berkali-kali. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perilaku menyimpang remaja sebagai dampak dari terpaan pornografi di Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima dan upaya pihak sekolah serta masyarakat dalam menanggulangi bahaya pornografi dalam kehidupan remaja Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Pornografi mempunyai peran yang sangat kuat dalam mempengaruhi pola pikir dan perilaku para remaja hal ini dibuktikan dengan banyaknya perilaku menyimpang remaja yang terjadi di Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil pembahasannya adalah banyak kasus perilaku menyimpang yang terjadi di kalangan remaja lebih disebabkan oleh kebiasaan menonton video porno. Intesitas menonton video porno membuat remaja melakukan perilaku menyimpang yaitu seks pranikah. Pornografi mendorong para remaja untuk meniru melakukan tindakan seksual dan membentuk sikap serta perilaku negatif.
MAKNA KALONDO WEI SEBAGAI WARISAN BUDAYA MASYARAKAT DI KELURAHAN PENANAE KOTA BIMA RAHMI RAHMI
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.422 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul Makna Kalondo Wei Sebagai Warisan Budaya Masyarakat Di Kelurahan Penanae Kota Bima, dengan permasalahan sebagai berikut: 1). Bagaimana masyarakat menganggap makna kalondo wei sebagai warisan budaya di Kelurahan Penanae Kota Bima. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati.         Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, dan dokumentasi. Penentuan pengamatan observasi dalam penelitian ini penulis dalam penentuan observasi  dilakukan dengan teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif yang didahului dengan informan penelitian), yang menjadi informan atau narasumber dalam penelitian ini terdiri dari Pemerintah Kelurahan Penanae, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Pemuda yang ada di Kelurahan Penanae Kota Bima. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa 1.) masyarakat menganggap makna kalondo wei bahwa dalam kehidupan masyarakat kelurahan penanae, tergantung dari pada masyarakat memaknai arti dari kalondo wei itu, karena pernikahan ini sudah menjadi peristiwa dan keadaan masyarakat sebagai tradisi dou mbojo untuk membantu satu sama lain dalam memeriahkan acara pernikahan yang dikenal dikalangan masyarakat yaitu kalondo wei yang dimana kalondo wei sebagai budaya warisan yang selalu dijalankan pada pernikahan berlangsung.
Pola Komunikasi Tokoh Adat dalam Melestarikan Budaya Tradisional Suku Sambori Arief Hidayatullah; Firdaus Firdaus
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2019): Komunikasi Kearifan Lokal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.789 KB)

Abstract

Judul Penelitian, peran tokoh adat dalam melestarikan budaya tradisional suku sambori. Sambori merupakan sebuah desa yang ada di wilayah Kecamatam Lambitu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa Sambori merupakan sebuah desa yang berada didataran tinggi pengunungan Lambitu Kabupaten Bima.  Kehidupan masyarakat di Desa Sambori masih tergolong sangat tradisional, dimana masyarakat masih mempertahankan nilai-nilai, norma dan aturan yang sudah sejak lama tertanam secara turun-temurun. Masyarakat Sambori memiliki adat-istiadat yang berbeda dengan orang Bima pada umumnya. Seperti bahasa, sistem mata pencaharian, sistem kekerabatan, tradisi kesenian dan norma sosial. Masyarakat Sambori, sebagainnya masih tinggal dalam rumah adat yang di sebut “Uma Lengge”. Kehidupan sosial masyarakat suku Sambori masih sangat kental dengan “nuntu ra mufaka” yang lebih di kenal dengan musyawarah. Biasanya Suku Sambori menyelesaikan setiap masalahnya dengan melakukan musyawarah untuk mendapatkan kesepatakan bersama. Tokoh adat masyarakat Sambori memiliki peran yang sangat penting dalam mewarisi serta melestarsikan berbagai budaya suku Sambori tersebut. Pola komunikasi merupakan aktivitas komunikasi yang dilakukan secara berluang (terus-menerus) hingga menjadi tanda yang melekat pada proses komunikasi tersebut. Menurut Onong Uchjana Effendy (2010) bahwa pola komunikasi dikelompokan menajadi tiga, yakni pola komunikasi primer, sekunder dan linear. Sedangkan menurut Deddy Mulyana (2003) pola komunikasi meliputi; pola komunikasi satu arah, pola komunikasi dua arah dan pola komunikasi banyak arah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dekskriptif kualitatif. Subyek penelitian ditentukan dengan purposive sampling, yakni tokoh adat masyarakat Sambori. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data, yakni mereduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan adalah dengan triangulasi data. Data disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif tentang pola komunikasi tokoh ada dalam melestarikan budaya tradisional di Sambori. Pola komunikasi yang dilakukan Ompu Alwi kalau dilihat dari perspekti pola komunikasi, maka pola komunikasi yang dilakukan Ompu Alwi adalah pola komunikasi linear atau  pola komunikasi  dua arah  (two ways  communication).  Ompu Alwi  selalu  menjalin komunikasi dua arah dengan seluruh elemen  masyarakat Sambori. Ompu Alwi berperan sebagai komunikator sekaligus sebagai komunikan. Menurut Ompu Alwi, hal tersebut dilakukan untuk menarik perhatian dari masyarakat. Sebap, dengan mendengarkan masukan dari masyarakat, maka masyarakat merasa dihargai oleh pimpinan dalam lingkunganya. Dengan demikian, setiap aktivitas masyarakat bisa diselelsaikan secara bersama sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. Demikian juga dalam hal pelestarian kebudayaan masyarakat Sambori.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGAWASAN PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA (APBDESA) DORO’O.O KECAMATAN LANGGUDU KABUPATEN BIMA Muhamad Dong; Arif Budiman
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2019): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.914 KB)

Abstract

Judul penelitian: Partisipasi Masyarakat Dalam Pengawasan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDesa) Desa Doro’O.o Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Rumusah Masalah : 1). Bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam mengawasi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBDesa) di Desa Doro’O.o Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima ? 2). Bagaimana tingkat transparansi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) di Desa Doro’O.o Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima ? Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam mengawasi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBDesa) di Desa Doro’O.o Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. 2). Untuk mengetahui tingkat transparansi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) di Desa Doro’O.o Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima Manfaat Penelitian : 1). Sebagai syarat untuk memenuhi kinerja Dosen pada Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu politik (STISIP).Mbojo. 2). Hasil Penelitian ini juga diharapkan berguna untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat ketercapaian program pembangunan di Desa Doro’O.o Kecamatan Langgudu melalui pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Jenis Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian : petikan Wawancaranya : Apakah Bapak melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan APBDesa Doro’O.o Tahun 2018 ? berikut jawaban beliau : “ Iya kami melakukan Musyawarah Desa dulu sebelum APBDesa dilaksanakan, sebab APBDesa ini harus dimusyawarahkan bersama masyarakat dan Pemerintah Desa, apa dan bagaimana hasil keputusan dalam musyawarah desa itulah yang harus dilaksanakan dan masyarakat dapat melakukan pengawasan secara ketat baik secara tim maupun secara partisipatif sehingga dengan pengawasan yang baik ini APBDesa dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Desa secara Jujur dan adil”(Wawancara,27 Juni 2018). Kesimpulan : Dari hasil wawancara peneliti dengan beberapa informan diatas kaitan dengan pelibatan masyarakat terhadap perencanaan, pelakasanaan dan evaluasi APBDesa Doro’O.o tahun 2018, dinilai cukup baik hal ini diungkapkan oleh beberapa informan yang diwawancarai langsung oleh peneliti. Saran : Didalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDesa), lebih khusunyan pada Pemerintah Daerah hendaknya selalu mengontrol dan mengevaluasi kinerja pemerintah desa dalam kaitanya dengan pengelolaan APBDesa, bukan hanya melakukan evaluasi diawal penetapan anggaran APBDesa. 
PENGARUH KOMUNIKASI PIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI KELURAHAN RABADOMPU TIMUR Ahmad Yani
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.535 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Komunikasi Pimpinan Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Kelurahan Rabadompu Timur”. Tujuan penelitian 1). Untuk mengetahui prosesstrategi komunikasi pimpinan terhadap pegawai, 2). Untuk mengetahui hambatan­hambatanapa saja yang terjadi selama proses strategi pimpinan terhadap pegawai. Dalam pembahasanpenelitian ini penulis menggunakan jenis Jenis penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yangmenjelaskan kausal antara variabel–variabel melalui pengujian hipotesis, dengan teknikpengumpulan data yang digunakan yaitu, Angket sebagai pengumpul data primer. Sedangkanwawancara, observasi dan dokumentasi sebagai pengumpul data pendukung/sekunder. Hasilpenelitian ini berdasarkan dari hasil uji hipotesis yang telah penulis uraikan diatas, makapenulis berkesimpulan antara lain sebagai berikut ini : 1). Hubungan antara variabel X dan Ydilakukan dengan melihat besarnya korelasi dari hasil perhitungan. Adapun kedua variabelyang telah diuji yakni. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat menjawab rumusan masalah.2). Frekuensi tatap muka dari pimpinan kepada bawahan dapat meningkatkan kedisiplinanapabila para bawahan mempunyai kemampuan dalam melaksanakan tugas masing­masing.Hal ini dapat dibuktikan dari analisis tanggapan responden tersebut. 3). Efektivitas pesan yangdisampaikan oleh pimpinan melalui komunikasi antar pribadi dapat member motivasi parabawahan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu, sehingga pekerjaanyang diberikan berjalan dengan lancar. 4). Melalui komunikasi personal yang dilakukanpimpinan dengan pegawai, dapat terlihat efek pesan dalam menimbulkan inisiatif dan rasatanggung jawab dari bawahan terhadap pekerjaan yang telah ditugaskan pimpinan kepadanya,dengan demikian kinerja pegawai dapat tercapai dengan lebih baik.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA DI WILAYAH DESA MARIA KAMALUDDIN KAMALUDDIN; AKHYAR AKHYAR
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 5, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.574 KB)

Abstract

Hasil karya yang berjudul : Implementasi Kebijakan Alokasi Dana Desa di Wilayah Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimanakah Implementasi Kebijakan Alokasi Dana Desa di Wilayah Desa maria  Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi Kebijakan Alokasi Dana Desa dan Faktor-Faktor apa yang mempengaruhi implementasi kebijakan Alokasi Dana Desa di Wilayah Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Penelitian ini dikategorikan penelitian survei dengan tipe penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini 142 orang. Sebagai sampel ditentukan secara simple random sampling dengan mengambil 30 % dari total populasi dan dibulatkan menjadi 50 orang. Di samping itu dilakukan observasi dan pengumpulan dokumen di lapangan. Data dan informasi yang diperoleh dianalisa secara deskriptif kualitatif. Hasil pembahasan dan penulisan karya ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama : Pelaksanaan kebijakan Penggunaan alokasi dana desa di Desa Maria  Kecamatan Wawo Kabupaten Bima berhasil dilaksanakan sesuai dengan penilain responden 48,30%. Kesimpulan tersebut juga diperkuat oleh hasil wawancara peneliti dengan penilaian responden berhasil dilaksanakan. Meski tidak bisa dipungkiri masih terdapat berbagai hal yang mesti ditingkatkan terutama partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan yang dibiayai dari Alokasi Dana Desa tersebut. Kedua; Faktor Komunikasi/intesitas sosialisasi, kemampuan sumberdaya manusia, sikap dan struktur birokrasi ini berpengaruh terhadap pelaksanaan Kebijakan Penggunaan alokasi dana desa, Hal ini sesuai dengan penilaian responden 47,75%. Kesimpulan tersebut juga diperkuat oleh hasil wawancara peneliti dengan penilaian responden bahwa faktor komunikasi/intesitas sosialisasi, kemampauan sumberdaya manusia, sikap pelaksana serta struktur organisasi birokrasi pelaksana tersebut berpengruh terhadap implelementasi kebijakan penggunaan alokasi dana desa.
Komunikasi Antarbudaya Suku Sasak Dengan Suku Mbojo Pada Masyarakat Transmigran Di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima-NTB Yayu Rahmawati Mayangsari; Rahmi Rahmi
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2019): Komunikasi Kearifan Lokal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.759 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Komunikasi Antar Budaya Suku Sasak dengan Suku Mbojo (Studi Kasus Akulturasi Budaya Masyarakat Transmigran Di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima-NTB). Dilatarbelakangi keingintahuan peneliti tentang akulturasi budaya masyarakat transmigran suku Sasak dengan suku asli Mbojo di Kecamatan Tambora. Sebab Kedua-duanya berada di dalam wilayah pemerintahan propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun memiliki latar belakang budaya yang berbeda, dimana Suku Sasak dipengaruhi oleh Suku Bali yang bercorak Hindu-Budha sedangkan Suku Mbojo dipengaruhi Suku Bugis yang bercorak Islam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana akulturasi budaya yang terjalin antar Suku Sasak sebagai pendatang atau transmigran terhadap Suku Mbojo sebagai warga asli?. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana akulturasi budaya yang terjadi antar Suku Sasak sebagai pendatang atau transmigran terhadap Suku Mbojo sebagai warga asli, untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal dan komunikasi sosial transmigran melakukan proses akulturasi, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses akulturasi transmigran. Hasil penelitian ini bahwa suku Sasak berhasil beradaptasi dengan budaya serta kebiasaan suku Mbojo sebagai warga asli. Walaupun pada awalnya sempat merasa cemas dan tidak pasti. Namun dengan cara ikut andil dalam acara-acara suku Mbojo, menjalin kedekatan interpersonal dengan masyarakat sekitar akhirnya suku suku Sasak mulai bisa beradaptasi dan berbaur dengan masyarakat setempat. Ketika komunikasi antarbudaya suku Sasak dan Mbojo terjalin dengan baik, maka terjadilah akulturasi kedua budaya tersebut. Akulturasi yang terjadi antara lain: Akulturasi budaya materil yaitu: (1) Transmigran sudah tidak menggunakan sarung sepanjang hari di berbagai aktivitasnya dan mulai menggunakan celana untuk aktivitas-aktivitas tertentu; (2) Transmigran (suku Sasak) mulai bisa makan sayur ro’o parongge serta bentuk rumah para transmigran sesuai dengan yang disediakan oleh pemerintah; Akulturasi budaya non-material yaitu: (1) Masyarakat transmigran (suku Sasak) sudah bisa menggunakan bahasa Mbojo jika berkomunikasi dengan suku Mbojo; (2) Transmigran sudah beradaptasi dan ikut melakukan budaya weha rima yaitu budaya saling membatu misalnya pada saat panen tiba; (3) Transmigran sudah beradaptasi dan ikut melakukan budaya teka ra ne,e yaitu membantu keluarga melaksanakan hajatan dengan membawakan sesuatu berupa kue, beras atau uang yang diberikan kepada yang punya hajat (4) Transmigran sudah ikut melakukan budaya Mbolo weki yaitu kegiatan musyawarah mufakat persiapan hajatan.
VARIASI BAHASA: SAMBORI DAN MASYARAKAT MBOJO KONTEMPORER Ariani Rosadi; Lubis Hermanto
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5, Nomor 2, Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.637 KB)

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang perbedaan mendasar dari dialek masyarakat adat desa sambori kecamatan lambitu kabupaten bima dengan masyaraka mbojo pada umumnya. Bahasa merupakan alat seseorang dalam mengenal dunia dan memahami kehidupannya. Seseorang tidak dapat hidup tanpa adanya komunikasi. Pola komunikasi khususnya pada bahasa verbal merupakan sebuah khazanah ilmu pengetahuan yang harus tetap dicari arti dan maknanya. Hakikat dalam komunikasi itu sendiri adalah mencari makna dari segala sesuatu yang ada di alam ini, baik secara verbal maupun non verbal. Daerah Kabupaten Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat, sungguh banyak memiliki keanekaragaman budaya khusunya dalam keanekaragaman bahasa aslinya. Salah satu suku yang masih kental dengan penggunaan bahasa asli ibunya adalah suku sambori. Sambori adalah wajah lama Bima yang memiliki keunikan tersendiri baik dari sisi sejarah maupun budayanya. Salah satu dari keunikan itu adalah Bahasa (Dialek) yang dituturkan warganya yang berbeda dengan bahasa Bima atau Nggahi Mbojo. Bahasa Sambori menyebar di sejumlah kampung dan Desa yang ada di gugusan pegunungan La Mbitu di tenggara Kota Bima seperti di Desa Tarlawi, Kaboro, Teta, Kalodu, Sambori, Kadi dan Kuta. Desa-desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan pemekaran La Mbitu. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data penelitian antara lain: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kemudian teknik analisa data dengan menggunakan reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan (verifikasi).          
FUNGSI HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN CITRA SEKOLAH BERPRESTASI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 KOTA BIMA AINI ANNISYA
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.844 KB)

Abstract

Persoalan sekolah selalu menarik perhatian banyak orang sepanjang hayat. Sekolah merupakan "pabrik manusia" yang akan menentukan arah peradaban manusia di masa mendatang. Maju mundurnya, baik buruknya sebuah bangsa dipengaruhi juga oleh manusia hasil produk sekolah. Rumusan masalah yang diangkat dalam pembahasan ini yaitu, Bagaimana peran humas dalam membangun cira SMK Negeri 2 Kota Bima sebagai sekolah berprestasi? Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan humas dalam membangun citra SMK Negeri 2 Kota Bima sebgai sekolah berprestasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yakni prosedur penelitian ini akan menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata yang tertulis atau dengan menggunakan media lisan yang disampaikan, dengan fokus kepada orang/manusia yang diamati. Berdasarkan analisis terhadap sejumlah variable penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, maka hasil penelitian yang diperoleh yaitu :Keberadaan PR dalam suatu organisasi terutama difungsikan untuk menunjang fungsi-fungsi manajemen perusahaan untuk mencapai tujuan bersama. Adanya berbagai kemajuan telah mengakibatkan terjadinya pembaruan dalam masyarakat. Cara hidup mesyarakat yang semakin modern dan semakin terspesialisasi dalam bidang-bidang tertentu, semakin mempengaruhi fungsi tersebut. Kondisi di atas jelas memerlukan keahlian khusus di bidang PR.

Page 4 of 10 | Total Record : 97