cover
Contact Name
Puji Anto
Contact Email
pujianto210579@yahoo.co.id
Phone
+6281383972448
Journal Mail Official
jurnal.visualheritage@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nangka No. 58c Tanjung Barat Jagakarsa Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 26230305     DOI : https://doi.org/10.30998/vh.v2i01
Core Subject : Humanities,
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya fokus untuk menerbitkan artikel hasil karya mahasiswa baik dalam bentuk penciptaan maupun pengkajian untuk semua aspek meliputi laporan penelitian terbaru, ide-ide konseptual, dengan menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif dalam bidang Desain, Ilustrasi, Fotografi, Seni, Budaya Visual serta bidang keilmuan seni dan humaniora lainnya. Ruang lingkup jurnal ini meliputi kajian tipografi, branding, fotografi, media, desain komunikasi visual, periklanan, animasi, ilustrasi, budaya visual, nirmana, film, videografi, dll.
Articles 308 Documents
Pelatihan Make Up Karakter Untuk Meningkatkan Keterampilan Merias Pada Ekstrakulikuler Teater Di SMAN Jogoroto Tasi'awati Salsa Kaliwanovia
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v6i1.8871

Abstract

Abstrak Proses untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dengan cara mengikuti pelatihan. Ekstrakulikuler teater di SMAN Jogoroto belum pernah dilatih untuk make up karakter tua, sehingga terdapat permasalahan yang kurang memahami tentang make up karakter yang baik. Hal tersebut yang mendasari peneliti melakukan pelatihan make up karakter tua untuk meningkatkan ketrampilan merias wajah pada ekstrakulikuler teater di SMAN Jogoroto. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan rancangan pre-test and post-test group design. Teknik pengumpulan data dengan observasi, test, dan angket. Analisis data pada penelitian ini menggunakan deskriptif dan uji-t. hasil penelitian menunjukan bahwa pelatihan make up karakter tua memperoleh penilaian dengan kategori sangat baik.terdapat peningkatan ketrampilan pada peserta pelatihan make up karakter tua sebelum dan sesudah diadakan pelatihan. Hasil respon peserta pelatihan makeup karakter tua menunjukan presentase 93,54% dengan criteria sangat baik.  Kata Kunci: Pelatihan, Make Up Karakter
Keroncong: jejak Akulturasi Budaya Dalam Musik Indonesia Dengan Portugis Alifia Ananda Putri; Anung Rachman; Ipung Kurniawan Yunianto
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v6i1.6712

Abstract

Tulisan ini mencoba untuk menganalisis kebudayaan lokal di Solo yang dapat disaksikan langsung. Salah satunya adalah Keroncong. Penulisan ini mengambil judul Keroncong: Jejak Akulturasi Budaya dalam Musik Indonesia dengan Portugis. Penulisan ini akan menerapkan 4 tahap metode sejarah yang mana adalah heuristik, kritik analisa, interpretasi, dan historiografi. Selain menggunakan metode sejarah, penulis akan memakai ilmu sosial yang berhubungan dengan penulisan. Karya ilmiah ini berisi tentang sejarah terbentuknya keroncong dan apa korelasinya antara keroncong dengan budaya portugis. Di dalamnya juga menjelaskan lebih rinci tentang keroncong dan menjelaskan bagaimana eksistensi kebudayaan keroncong sekarang di Indonesia dan juga disediakan hasil observasi langsung tentang budaya keroncong ini.
Feminitas Diatas Meja Judi: Representasi Gender Dalam Film Casino Royale Alfan Ghafar Zakaria; Alfan Ghafar Zakaria
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v6i1.6725

Abstract

Bond adalah karakter yang menarik dan hampir dimaknai sebagai manusia terkuat; James Bond memiliki gadget paling keren, selera humor yang unik, dan ketika dia harus melawan orang atau kelompok jahat, tidak ada yang bisa melakukannya lebih baik dari James Bond. Dalam serial James Bond terdapat rumusan yang sangat menarik bagi penonton untuk terus mengikuti perjalanan James Bond dari satu film ke film lainnya; salah satunya adalah perempuan atraktif yang sangat berperan dalam membentuk “Bond Formula” agar bisa diterima masyarakat. Dari berbagai “Bond Formulas” yang membuat James Bond begitu terkenal, keterlibatan karakter wanita yang menarik merupakan elemen yang sangat berpengaruh bagi jalan cerita dan bagaimana sebuah film Bond direpresentasikan. Dalam karakter James Bond, banyak hal yang melekat pada kepribadiannya dan fantasi yang digambarkan dalam film yang dapat membuat orang tertarik dengan James Bond. Terlepas dari kekurangan Bond dan statusnya sebagai ikon budaya populer, topik dikotomi nilai dan sejauh mana orang mampu mengidentifikasi dan menginternalisasi nilai gender melalui James Bond menjadikan Bond sebagai wacana ideal untuk diskusi antropologis.
Perancangan Board Game Untuk Mengenalkan Pakaian Adat DI Indonesia Bagi Anak Usia 10-12 Tahun Magh'firoh, Restu Hendriyani; Victory, Hellena Happy
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v6i1.8875

Abstract

Pakaian adat merupakan busana yang mengekspresikan identitas suatu daerah. Banyaknya provinsi di Indonesia mengakibatkan beragamnya pakaian adat yang ada. Namun seiring berkembangnya jaman, generasi muda mulai melupakan pakaian adat dan menganggap bahwa pakaian adat merupakan suatu hal yang ketinggalan zaman. Sehingga, banyak generasi muda yang bahkan tidak mengenali identitas pakaian adat Nusantara. Tujuan dari perancangan ini adalah merancang Board Game untuk mengenalkan kembali pakaian adat kepada anak usia 10-12 tahun, agar pakaian adat Nusantara ini bisa dikenal sejak dini oleh generasi muda bangsa. Dalam penelitian ini terdapat dua metode yang digunakan yaitu menggunakan data hasil wawancara dengan ahli Board Game dan juga data dari buku, jurnal dan internet. Hasil dari penelitian ini berupa Board Game dengan judul PAKSARA dengan Genre Race sebagai upaya untuk mengenalkan Pakaian Adat kepada anak anak usia 10 12 tahun. Board Game ini diharapkan dapat membuat anak anak sebagai generasi muda bangsa dapat kembali mencintai dan bangga terhadap pakaian adat yang ada di Indonesia.
Kesenian Drumblek Sebagai Sarana Kreativitas dan Persaudaraan di Desa Dukuh Krajan, Salatiga okky putri rahmawati; Atiqa Sabardila
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v6i1.6721

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang kreativitas dan persaudaraan yang terjadi dalam kesenian drumblek abiyoso yang ada di Kota Salatiga. Drumblek merupakan seni musik yang berbenuk perkusi, alat musiknya berasal dari barang-barang bekas. Kesenian drumblek pertama kali muncul di Pancuran, Salatiga dan menyebar ke wilayah sekitarnya. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bahwa kesenian drumblek ini dapat memunculkan kreativitas masyarakat dan menjalin rasa persaudaran dengan sesama. Dari kreativitas dan rasa persudaraan yang muncul dapat menorehkan hasil atau prestasi dalam berkesenian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan  mengumpulkan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan analisis deskriptif yang tidak menuntut perlakuan atau manipulasi, karena peristiwanya sudah ada dan tinggal mendekripsikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas dan persaudaraan benar-benar terjadi dalam kesenian drumblek ini, sehingga dapat diketahui kesenian tidak hanya untuk menyalurkan kreativitas tetapi juga  menjadi sarana untuk menjalin rasa persaudaraan. Dengan adanya kesenian drumblek di wilayah Kota Salatiga ternyata dapat mengasah kreativitas dan merekatkan rasa persaudaraan antar masyarakat. 
Desain Karakter Tanaman Tarum (Indigofera tinctoria) sebagai Pengenalan Ragam Flora Indonesia Zulfa Arrifqi Umaimah; Anung Rachman; Rendya Adi Kurniawan
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v6i1.6736

Abstract

Keberadaan flora Indonesia yang beragam jenisnya banyak tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dengan ciri khasnya masing-masing sesuai kondisi lingkungan. Kehadiran ragam flora juga dapat berpengaruh pada perkembangan budaya lokal karena dapat dijadikan sebagai sumber estetika nusantara seperti ragam corak dan motif pada kain batik, ukiran, dan sebagainya. Perancangan desain karakter menggunakan sumber ide utama yaitu tanaman tarum (Indigofera tinctoria) yang digunakan sebagai pewarna alami pada kain nusantara untuk menghasilkan warna indigo. Hal-hal lain yang berkaitan dengannya yaitu Sungai Citarum dan batik Pataruman dijadikan ide tambahan maupun pendukung terbentuknya konsep karakter. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan tanaman tarum (Indigofera tinctoria) sebagai salah satu contoh ragam flora yang ada di Indonesia kepada khalayak melalui desain karakter. Penggunaan metode design thinking pada perancangan desain karakter membantu dalam proses penciptaan karya.
Perancangan Microblog Instagram Tentang Kesehatan Jantung Untuk Usia 18-22 Tahun Arjuna Bangsawan; Benny Rahmawan Noviadji; Brenda Aprilia Spanic
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v6i1.8881

Abstract

Jantung merupakan salah satu organ penting dalam tubuh manusia yang bertugas mengalirkan darah, yang harus dijaga dan dirawat setiap individu agar aktivitas dapat berjalan optimal. Namun banyak masyarakat kurang peduli terhadap kesehatan jantungnya terutama usia 18-22 tahun yang kurang sadar untuk merawatnya. Penelitian ini dilakukan agar dapat merancang ilustrasi yang efektif pada microblog di platform Instagram untuk usia 18-22 tahun dengan membahas teori umum seputar kesehatan jantung. Perancangan ini dilakukan dengan pengumpulan data primer dan sekunder yaitu wawancara dokter spesialis jantung dan psikolog serta beberapa sumber seperti buku, jurnal dan internet. Tahapan perancangan ini menggunakan design thinking dengan 5 tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype dan test. Hasil akhir perancangan ini berupa konten microblog dalam akun Instagram yaitu jantung.sahabatku. Dengan media utama feed Instagram berjumlah 90, story Instagram berjumlah tiga set, reels Instagram berjumlah tiga set, filter Instagram berjumlah dua dan gif Instagram berjumlah tiga.Media digital maupun cetak sebagai media pendukung yaitu wallpaper smartphone, stiker Whatsapp, tumbler, notebook, gantungan kunci, tote bag, kaos, x-banner, stiker dan magnet kulkas. Perancangan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian usia 18-22 tahun untuk menjaga kesehatan jantung lebih baik lagi. 
Perancangan Film Dokumenter Berjudul "Desa Sade" Sebagai Media Informasi Tradisi Suku Sasak Yayah Rukiah; Dika Dwicahyo; Khikmah Susanti
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v6i1.8815

Abstract

Perancangan film dokumenter Tradisi Suku Sasak Berjudul Desa Sade, sebagai media pengenalan dan informasi kepada masyarakat luas dan juga para turis yang akan berkunjung ke Desa Sade, Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan analisis kualitatif deskriptif, karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman dan informasi yang dapat dipercaya. Metode kualitatif deskriptif ini digunakan untuk menghasilkan data secara deskriptif dalam bentuk kata-kata maupun tulisan mengenai media film dokumenter Tradisi Suku Sasak. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari sumber-sumber dari studi literatur berupa buku, artikel jurnal, observasi, dan wawancara dengan narasumber. Dengan data-data yang dikumpulkan dan di analisis bahwa Tradisi Suku Sasak adalah salah satu Tradisi yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaanya. Hasil yang diperoleh saat ini Desa Sade berfungsi sebagai media yang menampilkan pertunjukan Tradisi yang tidak dipublikasi, juga media yang ada sangat terbatas. Film dokumenter tradisi Suku Sasak ini salah satu media yang efektif untuk pengenalan dan informasi mengenai Desa Sade dan tradisinya.
Perancangan Video Animasi 2D Lagu Opo'Wanan Natase Dengan Teknik Limited Animation Carmelia Adolfin Bertha Karundeng; Michael Bezaleel; Birmanti Setia Utami
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v6i1.8510

Abstract

Perkembangan teknologi dan pengaruh globalisasi berdampak buruk pada menurunnya tren lagu daerah, terkhususnya di kalangan anak-anak. Lagu daerah merupakan salah satu kearifan lokal budaya seni dari leluhur. Salah satu lagu daerah yang berasal dari Minahasa yaitu lagu Opo’ Wana Natase, menyimpan nilai-nilai budaya kehidupan dan memberikan makna mengenai relasi kepada Tuhan, alam, dan sesama umat manusia. Perancangan ini dilakukan sebagai pengenalan pembelajaran budaya Minahasa untuk anak, terkhususnya lagu daerah. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan strategi linear meliputi pengumpulan data, analisis data, perancangan menggunakan teknik limited animation yang memanfaatkan pengurangan frames dan gerakan aset, kemudian pengujian terhadap target audiens dan narasumber ahli yang menunjukkan data bahwa animasi 2D Opo’ Wana Natase dapat dijadikan media pendidikan karakter dan telah sesuai dengan minat serta pemahaman target audiens. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa melalui perancangan video animasi 2D lagu Opo’ Wana Natase, anak memiliki ketertarikan untuk belajar mengenal lagu daerah dan diharapkan dapat menjadi salah satu wujud untuk menjaga dan melestarikan budaya. 
Representasi Bunga Genggong Dan Pesisir Kabupaten Probolinggo Sebagai Inovasi Penciptaan Motif Batik Sri Wulandari; Bayu Gilang Ramadhan
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v6i1.8885

Abstract

Batik merupakan produk budaya dan identitas asli bangsa Indonesia. Pembuatannya tak lepas dari nenek moyang yang mewariskan secara turun temurun. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri untuk merepresentasikan motif batik yang dimiliki, salah satunya di Kabupaten Probolinggo. Penelitian berawal dari temuan di lapangan masih minimnya pengrajin batik lokal di Kabupaten Probolinggo untuk mengembangkan motif. Sebagai akademisi yang berada dalam lingkup seni, peneliti merasa penting untuk berkontribusi memecahkan permasalahan tersebut. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menciptakan motif batik dengan menggali potensi-potensi di sekitar Kabupaten Probolinggo yakni dengan cara merepresentasikan bunga genggong dipadukan dengan keindahan pesisir. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penciptaan menggunakan teori Gustami. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yakni pemaparan penciptaan motif yang merepresentasikan bunga genggong dan pesisir Kabupaten Probolinggo yang terdiri dari 3 tahapan yakni: 1) tahap eksplorasi, 2) tahap perancangan, dan 3) tahap perwujudan. Diharapkan melalui penelitian ini dapat dijadikan rujukan inspirasi dan memotivasi pegiat seni batik untuk terus mengembangkan dan merevitaslisasi motif-motif berciri khas daerah Kabupaten Probolinggo lainnya..

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 7, No 3 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 7, No 2 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 7, No 1 (2024): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 6, No 3 (2024): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 6, No 2 (2024): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 5, No 3 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 5, No 1 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 3 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 2 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 1 (2021): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 3, No 3 (2021): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2021): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 2, No 03 (2020): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 2, No 02 (2020): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 3, No 1 (2020): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 2, No 01 (2019): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 1, No 03 (2019): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 1, No 02 (2019): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 1, No 01 (2018): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya More Issue