cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2022)" : 32 Documents clear
Pelatihan Stimulasi Perkembangan Anak Usia 0-6 Tahun Melalui Aplikasi “Sidetik” Selama Pandemi Covid-19 Mahyumi Rantina; Hasmalena Hasmalena; Syafdaningsih Syafdaningsih; Nabila Bilqis Adilla Rahma; Chaterine Nuzzahara Shakiila; Ita Loka; Mei First Veronica; Dian Ayu Lestari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.2770

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat perlu untuk diperhatikan, agar sesuai dengan tahap perkembangannya. Hal ini sangat bergantung pada peran orang tua dan guru dalam menstimulasi serta memperhatikan proses perkembangan anak dalam jangka waktu sedini mungkin. Sehingga, gangguan atau kelainan pada anak dapat dideteksi dan diatasi sedini mungkin melalui rangsangan stimulasi dan pelayanan kesehatan di lingkungan sekitar. Berdasarkan observasi di lapangan, orang tua dan guru telah melaksanakan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang anak, namun belum sesuai dengan perkembangan usia anak dan karakteristik anak seusianya. Selain itu tidak adanya intervensi terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di lapangan. Kebanyakan orang tua membawa anak ke posyandu, ke tempat pelayanan kesehatan saat sakit saja, dan di masa pandemi covid-19 orang tua dan guru sangat kesulitan untuk menstimulasi perkembangan anak. Tujuan pelatihan ini adalah untuk melakukan kegiatan pendampingan dan Pelatihan Stimulasi perkembangan Anak Usia 0-6 Tahun Melalui Aplikasi “Sidetik” Selama Pandemi Covid-19 Di Kecamatan Lempuing Jaya Ogan Komering Ilir. Sasaran dari pelatihan ini adalah orang tua dan guru. Model kegiatan yaitu pendampingan metode kegiatan yang digunakan presentasi dan peragaan serta unjuk kerja. Hasil pengabdian ini diperoleh bahwa Peserta guru dan orang tua sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan memiliki pengetahuan dan wawasan baru setelah mengikuti pelatihan dibuktikan dengan keseluruhan orang tua dan guru dapat menggunakan apliaksi sidetik sebagai aplikasi untuk mendeteksi dan menstimulasi perkembangan anak khususnya pada masa pandemi covid-19. The growth and development of children are very important to pay attention to so that they are following the stage of development. This is very dependent on the role of parents and teachers in stimulating and paying attention to the child's development process at the earliest possible time. Thus, disorders or abnormalities in children can be detected and overcome as early as possible through stimulation and health services in the surrounding environment. Based on field observations, parents and teachers have carried out stimulation and early detection of child growth and development. Still, it is not following the development of the child's age and the characteristics of children his age. In addition, there is no intervention against deviations that occur in the field. Most parents take their children to Posyandu, for health services when they are sick, and during the COVID-19 pandemic, parents and teachers find it very difficult to stimulate children's development. This training aims to conduct mentoring and developmental stimulation training for children aged 0-6 years through the "Sidetik" application during the Covid-19 pandemic in Ogan Komering Ilir, Lemembu Jaya District. This training targets parents and teachers to continue carrying out and stimulating children's development according to age during the pandemic, detect deviations that occur, and follow up on the detection of child growth and development. The activity model is mentoring activity methods used by presentations and demonstrations, and performances. The results of this dedication show that teacher and parent participants are very enthusiastic about participating in this activity and have new knowledge and insights after participating in the training as evidenced by 100% of parents and teachers being able to use sidetic applications as applications to detect and stimulate children's development, especially during the COVID-19 pandemic. 
Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Daring Interaktif Bagi Guru-Guru SD Sebagai Upaya Optimalisasi Pembelajaran Pada Masa Pandemi Widayati Widayati; Aan Hendroanto
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4865

Abstract

Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Madureso Kuwarasan Kebumen, selama masa pandemi kurang efektif, karena siswa masih tetap harus didampingi dalam belajar. Di sisi lain, guru juga belum memiliki kemampuan dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang interaktif secara daring. Dari dua permasalahan tersebut, guru memerlukan pelatihan pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan pemahaman siswa. Solusi dari permasalahan ini yaitu menggunakan media pembelajaran yang dipadukan dengan media waqom agar pembelajaran menjadi interaktif.  Pelatihan ini dilaksanakan menjadi dua tahap yaitu pelatihan pembuatan video menggunakan aplikasi screen recording dan pelatihan pembuatan video pembelajaran menggunakan pen tablet waqom. Selain itu dilaksanakan pendampingan bagi guru untuk menerapkan produk dalam pembelajaran matematika daring. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan bulan November 2021. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 4 pertemuan secara daring maupun luring dengan peserta sebanyak 25 guru. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan guru yang semula belum mengenal penggunaan screen recording dan waqom menjadi tertarik untuk mengaplikasikannya dalam kegiatan pembelajaran.During the pandemic period, learning at Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Madureso Kuwarasan Kebumen was less effective because students still had to be accompanied in learning. On the other hand, teachers cannot develop interactive online mathematics learning. From these two problems, teachers need interactive learning training to improve students' understanding. The solution to this problem is to use learning media combined with waqom media so that learning becomes interactive. This training was carried out in two stages: training on making videos using a screen recording application and training on making learning videos using a waqom pen tablet. In addition, mentoring is also provided for teachers to apply products in online mathematics learning. The activities are carried out from June to November 2021. This activity was held four times online and offline with 25 teachers. This activity showed that teachers who were previously unfamiliar with the use of screen recording and waqom became interested in applying them in learning activities.
Pelatihan Praktikum Kerja Ilmiah Pada Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru Patta Bundu; Rahmawati Patta; Erma Suryani Sahabuddin; Latri Latri; Muhammad Amran
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4707

Abstract

Praktikum IPA sering lebih berorientasi pada produk sehingga proses selama praktikum banyak terabaikan. Pada praktikum kerja ilmiah lebih difokuskan penilaian pada waktu praktikum berlangsung dengan mengidentifikasi kerja ilmiah apa saja yang teramati. Peserta diberi kesempatan untuk melakukan praktikum tanpa panduan yang ketat sehingga selalu ada alternatif langkah kegiatan yang bisa dilakukan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyrakat bertujuan untuk melatih guru-guru mampu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan panduan praktikum kerja ilmiah di sekolah dasar, dengan demikian panduan praktikum tidak lagi berbentuk resep (cookbook) yang tidak bisa lagi dirubah. Mitra kerja dalam pengabdian adalah guru sekolah dasar yang tergabung dalam kelompok kerja guru (KKG) Kecamatan Tanete Riaja dengan jumlah peserta 18 orang guru hari sabtu 24 Juli 2020. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode dengan pendekatan MIKIR dan ICARE. Hasil pelaksanaan kegiatan ini Semua proses saintifik tercapai dengan baik karena pada waktu prakikum setiap langkah teridientifikasi dengan baik Kemampuan mengamati dilakukan dengan menggunakan semua alat indera baik langsung maupun dengan bantuan alat tertentu. Pemahaman dan keterampilan melaksanakan praktikum, terutama yang berkaitan dengan kerja ilmiah meningkat yang ditandai dengan kemampuan dalam observasi, merencanakan, melakukan prediksi, mengabungkan hasil pengamatan dengan apa yang diprediksi (Intrepretasi) dan menyajikan hasil praktikum dengan baik.The science practicum is often more product-oriented, so the practicum process is neglected. In the scientific work lab, the assessment focuses on the time the practicum takes place by identifying what scientific work is observed. Participants are allowed to do practicum without strict guidelines so that there are always alternative steps for activities that can be carried out. Community service aims to train teachers to compile knowledge and skills in scientific work practicum guidelines in elementary schools. Thus the practical guide is no longer in the form of a recipe (cookbook) that can no longer be changed. Partners in the service are elementary school teachers who are members of the teacher working group (KKG) of Tanete Riaja District, with 20 teachers participating on Saturday, July 24, 2020. The implementation of activities uses the MIKIR and ICARE approaches. The results of the implementation of this activity, all scientific processes were achieved well because, at the valuable time, each step was well identified. Understanding and skills in carrying out practicums, especially those related to scientific work, are marked by the ability to observe, plan, make predictions, combine observations with what is predicted (interpretation) and present practical results well. 
Implementasi Keterampilan Massage Kepada Masyarakat di Kota Banjarbaru Aryadi Rachman; Athar Athar
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.2639

Abstract

Massage merupakan suatu ilmu alami masyarakat yang berkembang dengan pesat, massage sebagai salah satu kelompok pengobatan tradisional. Massage menjadi salah satu alternatif pengobatan yang diandalkan dalam pengobatan beberapa gangguan kesehatan manusia. Mitra dalam pengabdian ini adalah Aqilla’s Massage Therapy, beberapa terapisnya memiliki kekurangan kualitas pemahaman dan kemampuan massage yang ilmiah, hal ini menjadi masalah tersendiri di Aqilla’s Massage Therapy. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas terapis dengan memberikan metode dan teknik keterampilan massage, baik teori dan praktik, sehingga terapis Aqilla’s Massage Therapy dapat mengimplementasikannya di lapangan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini yaitu metode ceramah, diskusi dan praktik. Kegiatan ini melibatkan mitra penyedia jasa terapi pijat kebugaran yaitu Aqilla’s Massage Therapy yang berjumlah 9 orang terapis. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah menghasilkan terapis berkualitas yang dapat memberikan layanan kepada masyarakat di Kota Banjarbaru, pada tahun 2021 terdapat peningkatan permintaan layanan jasa di Aqilla’s Massage Therapy sebanyak 69%. Massage is a natural science of society that is growing rapidly, massage as a group of traditional medicine. Massage is one of the reliable alternative treatments in the treatment of several human health disorders. The partner in this service is Aqilla's Massage Therapy, some of the therapists have a lack of quality understanding and scientific massage skills, this is a problem in itself at Aqilla's Massage Therapy. This community service activity aims to improve the quality of therapists by providing methods and techniques of massage skills, both theory and practice, so that Aqilla's Massage Therapy therapists can implement them in the field. The method used in the implementation of this service is the lecture, discussion and practice method. This activity involves partners who provide fitness massage therapy services, namely Aqilla's Massage Therapy, which consists of 9 therapists. The result of this community service is to produce quality therapists who can provide services to the community in Banjarbaru, in 2021 there will be an increase in demand for services at Aqilla's Massage Therapy as much as 69%.
Pembekalan Pendidikan Kewirausahaan Berwawasan Gender bagi Mahasiswa Perintis Wirausaha di Banjarmasin Menuju Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Nurhikmah Nurhikmah; Devi Rusvitawati; Nor Anisa; Nadila Nadila
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4740

Abstract

Kesenjangan gender masih terjadi di berbagai bidang pembangunan, salah satunya di bidang ekonomi. Pemahaman gender saat ini banyak dipengaruhi oleh budaya lokal dan dibangun dari pemikiran yang tidak tepat dan mengakibatkan munculnya praktik diskriminatif dan kekerasan di masyarakat. Oleh karena itu, harus ada pemahaman yang benar dan tepat tentang kesetaraan dan keadilan gender. Pemahaman tersebut dapat terus dilembagakan di semua lapisan masyarakat, termasuk Perguruan Tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan peran Universitas dalam memfasilitasi bimbingan teknis dengan menggunakan Strategi Pengarusutamaan Gender. Selain itu juga memberikan pembekalan, pelatihan, dan pendampingan bagi Mahasiswa pionir wirausaha yang berperan sebagai agen informasi, edukasi, dan komunikasi melalui Strategi Pengarusutamaan Gender dalam pembangunan nasional, khususnya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan dalam pengabdian ini. Peserta, 25 Mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Banjarmasin, difasilitasi menerapkan PRA untuk merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi Kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa berbasis gender. Alhasil, penyusunan program Kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa yang responsif gender di Banjarmasin berhasil menumbuhkan kesadaran kuat Mahasiswa bahwa PRA adalah alat untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi. The gender gap still exists in the economic field. The current gender understanding is heavily influenced by local culture and built from inappropriate thinking, resulting in discriminatory practices and violence. Therefore, there must be a right and proper understanding of gender equality and equality.  The understanding can continue to be institutionalized in society through all levels, including Universities’ role in implementing the Tri Dharma. This study aimed to increase the University’s role in facilitating technical guidance for entrepreneurial pioneer students through Gender Mainstreaming Strategy in national development, especially community economic empowerment. A Participatory Rural Appraisal (PRA) was used to facilitate 25 students from six universities in Banjarmasin in planning, implementing, monitoring, and evaluating the Student Entrepreneurship Activities based on gender-oriented entrepreneurship. As a result, the preparation of programs for gender-responsive Student Entrepreneurship Activities in Banjarmasin has succeeded in raising students' strong awareness that PRA is a tool for realizing economic empowerment. 
Pemberdayaan Kader Taman Posyandu dalam Pengenalan Alat Permainan Edukatif pada Ibu Balita Wahyu Setyaningsih; Surachmindari Surachmindari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4646

Abstract

Kurangnya koordinasi program Stimulasi, Deteksi dan lntervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) dengan masyarakat, kemampuan kader masih minim dalam memberikan edukasi terkait stimulasi tumbuh kembang merupakan permasalahan terkait deteksi dini tumbuh kembang anak. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk melakukan pemberdayaan kader taman posyandu dalam pengenalan alat permainan edukatif (APE) pada ibu balita di Desa Petungsewu, Dau, Kabupaten Malang. Pada kegiatan ini dilakukan pelatihan kepada kader taman posyandu tentang upaya optimalisasi tumbuh kembang anak sesuai tugas perkembangan pada usianya dan APE. Evaluasi kegiatan mencakup evaluasi pengetahuan kader, ketrampilan kader, dan pengetahuan ibu balita. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan kader tentang SDIDTK sebelum pelatihan sebagian besar kurang (40%) dan setelah pelatihan baik (86,67%). Hasil penilaian ketrampilan kader dalam memberikan edukasi kepada ibu balita menunjukkan bahwa sebagian besar kader dalam kategori baik (93,33%) dan kategori kurang (6,67%). Pengetahuan ibu balita tentang upaya optimalisasi tumbuh kembang dan APE sebelum edukasi kader dalam kategori kurang (44,44%) dan setelah edukasi baik (84,44%). Kegiatan ini dilakukan untuk memberdayakan kader sebagai penggerak posyandu yang memiliki peran penting dalam sebagai educator bagi ibu balita dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang pada anak dengan menggunakan alat permainan edukatif sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terlaksananya program di Taman Posyandu sebagai upaya mendeteksi keterlambatan perkembangan anak. The lack of coordination between the Stimulation, Detection and Early Intervention of Child Development (SDEICD) program and the community, the ability of cadres to provide education related to stimulation of growth and development is a problem related to early detection of child development. This community service is carried out to empower Taman Posyandu cadres in introducing educational game tools (EGT) to mothers of toddlers in Petungsewu Village, Dau, Malang Regency. In this activity, training was conducted for Taman Posyandu cadres on efforts to optimize children's growth and development according to developmental tasks at their age and EGT. Evaluation of activities include evaluating cadres' knowledge, skills of cadres, and knowledge of mothers of children under five. The activity results showed that the knowledge of cadres about SDEICD before training was mostly lacking (40%) and after training was good (86.67%). The results of the assessment of the skills of cadres in providing education to mothers of children under five showed that most of the cadres were in a good category (93.33%) and the less category (6.67%). Mother's knowledge about efforts to optimize growth and development and EGT before cadre education is in the poor category (44.44%) and after education is good (84.44%). This activity is carried out to empower cadres as posyandu drivers who have an important role as educators for mothers of toddlers in providing growth and development stimulation to children using simple educational games. This activity is expected to encourage the implementation of the program at Taman Posyandu as an effort to detect delays in child development.
Penyuluhan dan Pendampingan Perancangan Model Pembelajaran Inovatif Melalui Lesson Study pada Guru SMP di Palu Gamar BN Shamdas; Mursito Bialangi; Amalia Buntu
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4659

Abstract

pengalaman belajar yang atraktif dan melibatkan siswa secara aktif. Keadaan ini dapat diciptakan dengan menerapkan model pembelajaran inovatif. Sayangnya banyak guru belum terampil merancang model pembelajaran inovatif. Tujuan program ini adalah melatih guru di sekolah mitra untuk bekerja dalam lesson study (LS) (1) merancang dengan mudah model pembelajaran inovatif, dan (2) mampu menghasilkan RPP berbasis PBL serta perangkat pembelajaran lainnya penunjang pembelajaran inovatif. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 dalam bentuk penyuluhan dan kerja praktek. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengamati kerja sama, komunikasi, peran anggota dan ketuntasan kerja dalam kegiatan lesson studi serta penyusunan perangkat berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan indikator amatan yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disusun sesuai sintaks PBL, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) memicu aktivitas siswa, media menarik minat belajar dan assesmen berkategori HOTS. Dilakukan wawancara tidak terstruktur sebagai pelengkap data. Mitra pada kegiatan ini adalah seluruh guru SMP Negeri 4 Palu  berjumlah 60 guru. Hasil observasi menunjukkan (1) guru sanggup bekerjasama dan berkomunikasi dengan baik dalam merancang model pembelajaran inovatif sesuai sintaksnya dalam tim lesson study, dan (2) guru sanggup menghasilkan RPP berbasis PBL serta perangkat pembelajaran lainnya yang menunjang pembelajaran inovatif. Hasil wawancara menginformasikan bahwa kegiatan lesson study menyebabkan guru-guru lebih mudah merancang pembelajaran inovatif. Selain itu, kolaborasi dalam LS dapat melatih guru mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih baik dan sesuai kebutuhan model pembelajaran yang digunakan. Kerjasama secara kolegatif dalam tim lesson study untuk merancang model-model pembelajaran inovatif penting dilanjutkan dan disebarluaskan.  The success of learning can be achieved when the teacher can provide an engaging learning experience and engage students actively. This state of being can be created by applying innovative learning models. Unfortunately, many teachers have not designed innovative learning models and used them correctly. This program aims to train teachers in partner schools to work in lesson study groups so that teachers can (1) easily design innovative learning models, (2) be able to produce PBL-based lesson plans and other learning tools to support innovative learning. This activity will be held in August 2021 in counselling and practical work. The instrument used is an observation sheet to observe cooperation, communication, member roles and work completeness in lesson study activities, as well as the preparation of PBL-based tools with observational indicators, namely lesson plans arranged according to PBL syntax, the student worksheet triggers student activity, media attracts interest in learning and assessments in the HOTS category. Unstructured interviews were conducted as a complement to the data. Partners in this activity are all 60 SMP Negeri 4 Palu teachers, totalling 60 teachers. The observations show (1) teachers can work together and communicate well in designing innovative learning models according to the syntax in the lesson study team, and (2) teachers can produce PBL-based lesson plans and other learning tools that support innovative learning. The interview results inform that lesson study activities make it easier for teachers to design innovative learning. In addition, collaboration in lesson study can train teachers to produce better learning devices according to the learning model's needs. Cooperation in lesson study teams to design innovative learning models is important to continue and disseminate.
Pelatihan Penulisan Buku Antologi Non-Fiksi Pengalaman Belajar Fisika pada Mahasiswa Calon Guru Fisika Lutfiyanti Fitriah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4363

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa menulis buku antologi non-fiksi tentang pengalaman hidup sehingga dihasilkan sebuah buku antologi yang dapat diterbitkan secara nasional. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, penugasan, dan corrective feedback (umpan balik korektif) dari dosen selaku mentor kepada mahasiswa. Instrumen penilaian yang digunakan pada kegiatan ini adalah lembar penilaian artikel antologi yang diadaptasi dari Badan Standar Nasional Pendidikan. Peserta kegiatan berjumlah 22 orang mahasiswa calon guru fisika di Program Studi Tadris Fisika FTK UIN Antasari Banjarmasin. Kegiatan workshop terselenggara secara daring dengan baik dan lancar pada tanggal 24 Juni sampai 10 Agustus 2021. Berdasarkan kegiatan yang diselenggarakan diketahui bahwa mahasiswa telah mampu menulis dengan baik. Hasil dari kegiatan ini adalah diterbitkannya sebuah buku antologi non-fiksi dengan judul “Aku dan Fisika: Penggalan Pengalaman Seru Saat Belajar Fisika” secara nasional. Selain itu, mahasiswa menjadi termotivasi untuk menghasilkan buku lainnya. This activity aimed to train students to write non-fiction anthology books about life experiences to produce an anthology book that can be published nationally. The methods used were lecture, question, assignment, and corrective feedback from the lecturer as a mentor to students. The assessment instrument used in this activity was an anthology article assessment sheet adapted from the Badan Standar Nasional Pendidikan. The activity participants were 22 prospective physics teacher students at Physics Education Department, FTK UIN Antasari Banjarmasin, from June 24 to August 10, 2021. Workshop activities were held online well and smoothly. Based on the activities held, it was known that students were able to write well. The result of this activity was the publication of a non-fiction anthology book with the title "Aku dan Fisika: Penggalan Pengalaman Seru Saat Belajar Fisika" nationally. In addition, students become motivated to produce other books.
Akses Internet Gratis untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah Menggunakan Teknologi Wireless Manajemen Channel Muhammad Yusuf Bagus Rasyiidin; Indra Hermawan; Asep Kurniawan; Fachroni Arbi Murad; Maria Agustin; Defiana Arnaldy
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4868

Abstract

Koneksi internet bertujuan untuk memfasilitasi sebuah komunikasi layanan file atau data yang sangat dibutuhkan. Pada saat pandemi COVID-19, dimana produktivitas masyarakat saat ini lebih banyak di rumah. Seiring dengan perkembangan penggunaan internet yang melonjak pada saat pandemik COVID, perlu menjadi perhatian karena tidak semua masyarakat yang menggunakan internet sudah berlangganan kepada penyedia internet. Pemberian teknologi tepat guna seperti internet gratis ini bermaksud agar produktivitas masyarakat secara daring dapat lebih meningkat.  Politeknik Negeri Jakarta dalam hal ini Program Studi Teknik Multimedia dan Jaringan bekerja sama dengan Kelurahan Tanah Baru Depok guna untuk menyelenggarakan sebuah program sosialisasi internet positif dan pemasangan internet gratis untuk masyarakat dalam usaha memaksimalkan usaha kecil mikro menengah (UMKM) serta aktivitas daring. Program tersebut dilaksanakan dalam rangka kepedulian dalam penggunaan internet yang semakin meningkat di masyarakat. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran dalam membantu pemerintah atau pelaksana peningkatan penjualan UMKM secara daring. Hal tersebut berguna untuk mengurangi aktivitas di luar sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus. Selain itu pengabdian ini menggunakan teknologi nirkabel sebagai media yang menghubungkan perangkat masyarakat menuju akses internet gratis. Adapun hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu 1) pemasangan perangkat jaringan internet, 2) sosialisasi internet positif dan 3) sosialisasi penggunaan internet gratis. Pengujian dilakukan secara kualitatif untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan. Masyarakat merasa terbantu dengan adanya fasilitas internet gratis dan sosialisasi internet sehat.  Internet connection aims to facilitate a needed file or data service communication during the COVID-19 pandemic, where people's productivity is currently more at home. The community group is the community. Internet use that surged during the pandemic needs to be considered because not all internet users have subscribed to internet providers. The provision of appropriate technology such as free internet is intended to increase public productivity online. In this case, the Jakarta State Polytechnic, the Multimedia and Network Engineering Study Program, collaborates with the Tanah Baru Depok Village to organize a positive internet socialization program and free internet installation for the community to maximize small and medium-sized enterprises (MSMEs) and online activities. The program was held in concern for increasing internet users in the community. This program aims to optimize its role in helping the government or implementers to increase sales of MSMEs online. This is useful for reducing outdoor activities to prevent the spread of the virus. In addition, this service uses wireless technology as a medium that connects people's devices to free internet access. The results of community service activities are installing internet network devices, positive internet socialization and socialization of free internet usage. The test was carried out qualitatively to determine community satisfaction with community service that had been carried out. People feel helped by the free internet facilities and healthy internet socialization. 
Pelatihan Pengembangan dan Penerapan Media Big Book untuk Pembelajaran Membaca yang MEA (Menyenangkan dan Aktif) bagi Guru-Guru SDN 30 Kendari Kasmawati Kasmawati; Chairan Zibar L Parizu; La Sisi; Arna Juwariyah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4669

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan dan penerapan media big book ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan dan menerapkan media big book dalam pembelajaran membaca yang menyenangkan dan mengaktifkan siswa, bagi guru-guru SDN 30 Kendari disajikan secara kualitatif. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap. Pertama, tahap persiapan meliputi survei dan mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan pelatihan. Kedua, tahap pelaksanaan program berupa pelatihan dan workshop. Pelatihan dan workshop ini dilakukan dengan metode ceramah, demontrasi, tanya jawab, unjuk kerja (praktik), simulasi dan diskusi. Ketersediaan tenaga ahli yang memadai dalam pengembangan media pembelajaran big book, antusiasme peserta, dukungan kepala sekolah terhadap pelaksanaan kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2021 dan diikuti oleh tujuh belas orang guru. Hasil kegiatan PKM secara garis besar mencakup beberapa komponen sebagai berikut: (1) keberhasilan target jumlah peserta pelatihan; (2) ketercapaian tujuan pelatihan; (3) ketercapaian target materi yang telah direncanakan; dan (4) kemampuan peserta dalam penguasaan materi. Target peserta pelatihan seperti direncanakan sebelumnya adalah paling tidak 17 orang, sesuai dengan jumlah guru yang mengajar di kelas rendah. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diikuti oleh 17 orang peserta. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa target peserta tercapai 100%. Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PKM dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti dapat dikatakan berhasil/sukses. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu program pelatihan pendampingan dan penerapan media big book dalam pembelajaran membaca yang Mea dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun meskipun belum semua peserta pendampingan menguasai dengan baik materi yang disampaikan. Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta mengikuti pendampingan dengan tidak meninggalkan tempat sebelum waktu pelatihan berakhir. This community service activity in the form of training in the manufacture and application of big book media is carried out to improve the abilities and skills of teachers in developing and applying big book media in learning to read that is fun and activates students, for teachers at SDN 30 Kendari it is presented qualitatively. The method of implementing the activity consists of three stages. First, the preparation phase includes surveys and preparing everything related to training. Second, the program implementation phase is in the form of training and workshops. This training and workshop are conducted using lecture, demonstration, question and answer methods, performance (practice), simulation and discussion. Availability of adequate experts in the development of big book learning media, participants' enthusiasm, and school principals' support for the implementation of activities. This activity was held on August 14, 2021, and was attended by seventeen teachers. The results of community service activities generally include the following components: (1) the success of the target number of training participants; (2) achievement of training objectives; (3) the achievement of the material targets that have been planned; and (4) the ability of participants in mastering the material. According to the number of teachers who teach in lower grades, the target of training participants as previously planned is at least 17 people. In its implementation, this activity was attended by 17 participants. Thus it can be said that the participants' target was achieved 100%. This figure shows that community service activities seen from the number of participants who follow can be successful. This activity concludes that the mentoring training program and the application of big book media in learning to read can be carried out properly and run smoothly according to the activity plan that has been prepared, although not all of the mentoring participants have mastered the material presented well. This activity received a very good response, as evidenced by the active participation of participants in the mentoring by not leaving the place before the end of the training.

Page 2 of 4 | Total Record : 32