cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 735 Documents
Pemanfaatan Limbah Sawit sebagai Pakan Produksi Ruminansia Tri Mustika Sarjani; Siska Rita Mahyuny; Ruhama Desy M; Andi Nova
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.6070

Abstract

Desa Sukaramai Dua, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang mempunyai potensi sumber daya alam berupa perkebunan kelapa sawit yang luas dan ternak ruminansia milik kelompok Tani warga. Potensi ini dapat dimanfaatkan dengan mengolah hasil limbah kelapa sawit pelepah segar menjadi potensi sumber pakan organik yang dapat diolah menjadi pakan ternak ruminansia. Terbatasnya ketersediaan pakan utama ternak berupa semua jenis rumput pada musim kemarau dan penghujan membuat peternak ruminansia kesulitan menyediakan pakan. Tujuan kegiatan pengabdian adalah memanfaatkan limbah kelapa sawit berupa pelepah segar yang tidak dipakai dan dibuang oleh petani menjadi alternatif pakan ruminansia pada musim kemarau dan penghujan sebagai cadangan stok pakan. Pelatihan diberikan kepada Kelompok usaha ternak Replita Tani yang terdiri dari masyarakat Desa Sukaramai Dua. Kegiatan dilaksanakan mulai dari tanggal 3 Juni sampai 25 juni 2022, Metode pelaksanaan kegiatan melalui dua tahap yaitu  tahap pertama survey lapangan, sosialisasi dan pelatihan pengelolaan bahan campuran serta pengemasan, tahap kedua pendampingan fermentasi hasil bahan olahan selama 21 hari sebelum pakan diberikan kepada sapi. Hasil produk berupa olahan pakan ternak yang dapat meningkatkan kuantitas serta kualitas daging  dari komposisi campuran pada pembuatan dengan berbagai bahan tambahan dapat meningkatkan kualitas daging sapi. Pelatihan yang di berikan kepada Kelompok Replita Tani Desa Sukaramai  Dua sangat bermanfaat dengan mengembangkan potensi desa yang mempunya lahan perkebunan kelapa sawit kemudian diolah menjadi pakan ternak ruminansia. Dengan adanya pelatihan ini masyarakat dapat mandiri menyediakan stok pakan ruminansia dengan daya simpan lebih lama sehingga tidak kesulitan pada saat musim penghujan dan musim kemarau. Sukaramai Dua Village, Seruway District, Aceh Tamiang Regency, has potential natural resources in the form of extensive oil palm plantations and ruminant livestock belonging to the resident farmer group. This potential can be utilized by processing palm oil waste from fresh midrib into a potential source of organic feed that can be processed into ruminant animal feed. The limited availability of main feed for livestock in the form of all types of grass in the dry and rainy seasons makes it difficult for ruminant farmers to provide feed. The purpose of this service activity is to utilize palm oil waste in the form of fresh midribs that are not used and disposed of by farmers as an alternative to ruminant feed in the dry and rainy seasons as a reserve for feedstock. The training was given to the Replita Tani livestock business group consisting of the people of Sukaramai Dua Village. The activity was carried out starting from June 3 to June 25, 2022; the method of carrying out the activities was through two stages, namely the first stage of field surveys, socialization and training in the management of mixed materials and packaging, and the second stage of mentoring the fermentation of processed materials for 21 days before the feed was given to cows. The product results in processed animal feed, which can increase the quantity and quality of meat from the composition of the mixture in the manufacture with various additional ingredients that can improve the quality of beef. The training provided to the Replita Tani Group in Sukaramai Dua Village is very useful for developing the potential of villages with oil palm plantations which are then processed into ruminant animal feed. With this training, the community can independently provide a stock of ruminant feed with a longer shelf life so that it is not difficult during the rainy and dry seasons.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembuatan Peta Wisata dan Penunjuk Jalan (Sign Systems) di Kawasan Desa Wisata Yusvika Ratri Harmunisa; Heru Subiyantoro
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6134

Abstract

Kabupaten Magetan memiliki destinasi wisata baru yaitu wisata edukasi Kampung Susu Lawu (KSL) di Dusun Singolangu. Saat ini, program wisata KSL belum dikembangkan secara maksimal karena kurangnya pengetahuan masyarakat setempat dalam mengelola wisata yang ada. Salah satu permasalahan yang terjadi adalah kurang optimalnya fasilitas pendukung wisata seperti tidak adanya penunjuk jalan dan peta di sekitar lokasi wisata. Selain itu, lokasi berada di Kawasan permukiman sehingga membuat pengunjung kesulitan untuk mengakses beberapa fasilitas umum yang ada. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2021 dan bertujuan untuk melakukan pendampingan serta pemberdayaan masyarakat dengan membuat peta wisata dan papan penunjuk jalan (Sign Systems). Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara kepada pengelola wisata setempat. Peta wisata berbentuk billboard dengan ukuran 120 x 80 cm akan dipasang di area Pusat Informasi Wisata Kampung Susu Lawu. Sedangkan papan penunjuk jalan berukuran 50 x 25 cm akan diletakkan di lima persimpangan jalan Dusun Singolangu. Selain itu, pamflet wisata Kampung Susu Lawu akan disebarkan di sekitar Kawasan Kampung Susu Lawu dan objek wisata lain di Wilayah Magetan agar dikenal oleh masyarakat luas. Dengan berkembangnya destinasi wisata Kampung Susu Lawu diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat Dusun Singolangu. Magetan Regency has a new tourist destination: the Kampung Susu Lawu (KSL) educational tour in Singolangu Hamlet. Currently, the KSL tourism program has yet to be developed optimally due to the lack of knowledge of the local community in managing existing tourism. One of the problems is the need for optimal tourism support facilities, such as the absence of guides and maps around tourist sites. In addition, the location is in a residential area, making it difficult for visitors to access some of the existing public facilities. Therefore, this activity was carried out in December 2021 and aims to provide assistance and community empowerment by making tourist maps and sign systems (Sign Systems). The method used is observation and interviews with local tourism managers. A tourist map in the form of a billboard with a size of 120 x 80 cm will be installed in the area of the Kampung Susu Lawu Tourism Information Center. Meanwhile, road signs measuring 50 x 25 cm will be placed at five intersections in the Singolangu Hamlet. In addition, the Kampung Susu Lawu tourist pamphlet will be distributed around the Kampung Susu Lawu area and other tourist attractions in Magetan Regency so that it is better known by the wider community. With the development of the Kampung Susu Lawu tourist destination, it is hoped that it can improve the standard of living and the economy of Singolangu Hamlet. 
Peningkatan Capacity Building Kurikulum Merdeka bagi Guru-guru IPA Se-Kota Pagaralam Kodri Madang; Rahmi Susanti; Elvira Destiansari; Didi Jaya Santri
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6742

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang berfokus pada pengembangan hasil belajar peserta didik secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter untuk mengawali sumber daya manusia yang unggul. Tujuan Pengadian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru tentang Kurikulum Merdeka jenjang SMP dan memberikan pelatihan serta pendampingan guru untuk menyusun modul ajar IPA jenjang SMP sebagai salah satu perangkat pembelajaran di Kurikulum Merdeka. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini  menggunakan  empat tahapan, yaitu Pendahuluan, Pelaksanaan, Pendampingan dan Bimbingan Penyusunan Modul Ajar serta Evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan Oktober tahun 2022. Pelatihan dilaksanakan secara terstruktur secara luring dan daring. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan angket. Khalayak sasaran sebanyak 40 guru. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman guru mengenai Kurikulum Merdeka dilihat dari hasil post-test dengan kategori baik sekali (67,5%), baik (12,5%), cukup (10%) dan kurang (10%). Ini lebih baik dibandingkan dengan hasil pre-test dengan kategori baik (5%), cukup (35%) dan kurang (60%). Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan guru telah memiliki kemampuan menyusun modul ajar sebagai salah satu perangkat pembelajaran pada Kurikulum Merdeka. Selain itu, hasil evaluasi kegiatan secara menyeluruh menunjukkan bahwa rata-rata penilaian terhadap aspek kualitas penyampaian materi narasumber dan program pelatihan menunjukkan kategori sangat baik. The Merdeka Curriculum is a curriculum that focuses on developing student learning outcomes holistically by realizing the Pancasila Student Profile, which includes competence and character to initiate superior human resources. The purpose of this Community Service is to increase teachers' understanding of the Merdeka Curriculum in junior high school and to provide training and mentoring for teachers to develop teaching modules as one of the learning tools in the Merdeka Curriculum. The method used in this service uses four stages, namely Introduction, Implementation, Assistance and Guidance in the Preparation of Teaching Modules and Evaluation. This activity will be carried out from July to October 2022. The training is carried out in a structured way, offline and online. Data collection is done through observation, documentation, and questionnaires. The target audience is 40 teachers. The evaluation results showed that there was an increase in teachers' understanding of the Merdeka Curriculum seen from the post-test results with very good (67.5%), good (12.5%), sufficient (10%) and poor (10%) categories. This is better than the pre-test results with good (5%), sufficient (35%) and poor (60%) categories. Based on the results of the evaluation shows that the teacher can compile teaching modules as one of the learning tools in the Merdeka Curriculum. In addition, the evaluation of the activities as a whole showed that the average assessment of the quality aspects of the delivery of resource materials and the training program was in a very good category.
Numerical and Religious-Based School Management Training to Support the Vision-Mission of Educational Institutions Mohammad Faizal Amir; Muhlasin Amrullah; Machful Indrakurniawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5812

Abstract

School management focuses on achieving educational goals and visions. In reality, the school's vision mission is not on needs but only used during accreditation. This happened at SDN Legokulon 1 Kasreman; most teachers did not understand school management enough to support the school's vision-mission. Numeracy-based and religious school management training is needed to support a quality school's mission. Training was held at SDN Legokulon 1 Kasreman on 18-19 February 2022. This activity used participatory rural appraisal for training and evaluation. Eight SDN Legokulon 1 Kasreman teachers attended this training. Based on evaluations, 87.5% of participants understood numeracy and religious-based school management. In addition, numeracy and religious-based school management are generally good. So, this training affects SDN Legokulon 1 Kasreman stakeholders' understanding of numeracy and religious-based school management to support the school's vision mission.
Pelatihan Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Silika Penyerap dan Biobriket Aster Rahayu; Farrah Fadhillah Hanum; Siti Salamah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.5796

Abstract

Meningkatnya jumlah populasi penduduk sangat linier dengan kebutuhan dan timbulan volume limbah yang dihasilkan baik dari limbah domestik ataupun limbah pertanian. Kondisi ini terjadi di Desa Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul. Daerah yang didominasi oleh kawasan persawahan serta masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan ibu rumah tangga, mengakibatkan perlunya berbagai informasi mengenai Teknologi Tepat Guna khususnya penanganan limbah domestik dan limbah pertanian dengan baik dan benar. Oleh karena itu, pada kegiatan pengabdian kali ini dilakukan penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan limbah hasil pertanian (sekam padi) menjadi silika penyerap dan biobriket. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Oktober 2021. Harapan kegiatan ini yaitu meningkatkan ilmu pengetahuan penduduk tentang penanganan limbah yang baik dan benar serta dapat meningkatkan perekonomian penduduk di Desa Mulyodadi dengan adanya ilmu baru dalam pemanfaatan dan pengolahan limbah menjadi produk yang bernilai ekonomi (recycle dan reproduct) seperti briket dan silika penyerap. Briket yang dihasilkan dari abu pembakaran sekam padi yang merupakan limbah hasil pertanian dapat digunakan oleh penduduk setempat sendiri ataupun didistribusikan ke penjual-penjual sate sebagai bahan baku utama usaha mereka. Silika penyerap yang juga merupakan hasil pemanfaatan sekam padi tentunya dapat digunakan untuk pada kegiatan rumah tangga, ataupun dijual dengan kemasan yang lebih menarik. The increase in population is very linear with the need for and the volume of waste generated from domestic or agricultural waste. This condition occurred in Mulyodadi Village, Bambanglipuro, Bantul. The area, which is dominated by rice fields and the majority of people who work as farmers and housewives, results in the need for various information regarding Appropriate Technology, especially handling domestic and agricultural waste properly and correctly. Therefore, in this community service activity, counselling and training were carried out on using agricultural waste (rice husk) in absorbent silica and bio briquettes. The activity will be carried out from April to October 2021. This activity hopes to increase residents' knowledge about proper and correct waste handling and to improve the economy of residents in Mulyodadi Village with new knowledge in the utilization and processing of waste into products that have economic value (recycling) and reproduction) such as briquettes and absorbent silica. Briquettes produced from the ashes of burning rice husks which are agricultural waste can be used by residents or distributed to satay sellers as the main raw material for their business. Absorbent silica, which is also the result of utilizing rice husks, can be used for household activities or sold in more attractive packaging. 
Pelatihan Pembuatan Soal Literasi Matematika Berbasis Ethnomatematika Kalimantan Selatan Bagi Guru Peserta MGMP Matematika SMP Kabupaten Barito Kuala Hidayah Ansori; Iskandar Zulkarnain; Indah Budiarti; Taufiq Hidayanto; Korianto Korianto; Dewi Nisrina Nadia; Rifadtun Nufus
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6118

Abstract

Paradigma pembelajaran abad 21 menekankan pada kemampuan siswa dalam mencari tahu dari berbagai sumber, merumuskan permasalahan, berpikir analitis dan kerja sama serta berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah. Penyelesaian masalah ini lebih banyak diarahkan pada permasalahan sehari-hari siswa. Literasi matematika memiliki peran penting dalam membantu siswa menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penerapan matematika dalam kehidupan. Namun, hasil PISA menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menumbuhkan kemampuan guru dalam Menyusun soal literasi matematika berbasis ethnomate­matika Kalimantan Selatan bagi guru peserta MGMP matematika SMP Kabupaten Barito Kuala.  Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu pelatihan. Pelatihan dilakukan dengan penyampaian materi secara daring dan dilanjutkan dengan penugasan serta pendampingan penyusunan soal literasi matematika. Berdasarkan produk soal yang dihasilkan dari penugasan yang diberikan, didapat bahwa terdapat 14 (77%) guru telah menyusun soal literasi matematika berkonteks lahan basah. Dari 14 guru yang menyusun soal, 8 diantarnya telah menyusun soal berbasis ethnomatematika. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan dapat menumbuhkan kemampuan peserta dalam menyusun soal literasi matematika berkonteks lingkungan lahan basah dan berbasis ethnomatematika Kalimantan Selatan.The 21st-century learning paradigm emphasizes the ability of students to find out from various sources, formulate problems, think analytically and collaborate and collaborate in solving problems. Solving this problem is more directed at students' daily problems. Mathematical literacy has an important role in helping students solve problems related to the application of mathematics in life. However, the results of the PISA show that the mathematical ability of students in Indonesia still needs to improve. The purpose of this service is to build teachers' ability to prepare math literacy questions based on ethnomathematics in South Kalimantan for teachers of Junior High School who participate in the Mathematics MGMP at Barito Kuala District. The method used in this service is training. The training is carried out by delivering material online, followed by assignments and assistance in preparing mathematical literacy questions. Based on the product of the questions generated from the assignments given, it was found that there were 14 (77%) teachers who had compiled mathematical literacy questions in the context of wetlands. Eight of the 14 teachers who compile the questions have compiled ethnomathematical-based questions. This shows that the training carried out can build participants' ability to prepare mathematical literacy questions in the context of a wetland environment and based on ethnomathematics in South Kalimantan. 
Peningkatan Pengetahuan Generasi Muda dalam Etika Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Ibnur Rusi; Masiratul Lailiya; Dwi Slamet Riyadi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5772

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) oleh mahasiswa Jurusan Sistem Informasi FMIPA Universitas Tanjungpura sesuai surat nomor 4195/UN22.8/PL.18.01/2022 dilaksanakan pada SMP Al-Kholiqiah Kampung Teluk Lerang dalam bentuk sosialisasi mengenai etika penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Berdasarkan observasi dan wawancara terdapat permasalahan siswa SMP Al-Kholiqiah yaitu kurangnya pengetahuan siswa-siswi SMP Al-Kholiqiah terhadap cara dan etika dalam menggunakan TIK yang baik. Melalui PkM ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa-siswi SMP Al-Kholiqiah, sehingga dapat lebih pintar dalam menyikapi perkembangan TIK. Metode pelaksanaan PkM dilakukan secara terprogram dan sistematis, dimulai dari penyusunan program dan rencana PkM, survey dan identifikasi permasalahan, persiapan sebelum pelaksanaan kegiatan, pelaksanaan PkM, dan terakhir dilakukan evaluasi. Bentuk PkM yaitu transfer pengetahuan mengenai etika atau cara penggunaan TIK yang baik dan benar, dan evaluasi bertujuan untuk mendapatkan informasi ada atau tidaknya peningkatan pengetahuan siswa-siswi SMP Al-Kholiqiah tentang etika penggunaan TIK dari sebelum dan setelah penyampaian materi. PkM bagi siswa-siswi SMP Al-Kholiqiah ini dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2022 dan berjalan dengan lancar, dibuktikan dengan adanya antusiasme peserta PkM. Implikasi dari pelaksanaan PkM ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa-siswi SMP Al-Kholiqiah mengenai etika dan cara penggunaan TIK sebesar 12,94%, dan kemampuan dalam penerapan filtering informasi atau konten berbahaya (negatif) dari web browser menggunakan fitur SafeSearch, baik pada laptop maupun handphone. Community Service (CS) by students of the Information Systems Department, FMIPA, Universitas Tanjungpura, was held at Al-Kholiqiah Junior High School, Teluk Learning Village, in the form of socialization regarding the ethics of using Information and Communication Technology (ICT). Based on observations and interviews, there are problems for Al-Kholiqiah Junior High School students, namely the lack of knowledge of Al-Kholiqiah Junior High School students on the ways and ethics of using ICT properly. Through this CS, it is hoped that it can increase the insight and knowledge of Al-Kholiqiah Middle School students, so they can be more competent in responding to ICT developments. The CS implementation method is programmatically and systematically, from preparing CS programs and plans, surveys and subsequent activities, preparation before execution, implementation of CS, and finally, an evaluation. The form of CS is the transfer of knowledge about ethics or how to use ICT properly and correctly, and the evaluation aims to obtain information on whether or not there is an increase in the understanding of Al-Kholiqiah Middle School students about the ethics of using ICT before and after the delivery of the material. CS for students of SMP Al-Kholiqiah was held on June 18, 2022, and went smoothly, as evidenced by the enthusiasm of CS participants. The implementation of this community service implies that there is an increase in knowledge and understanding of Al-Kholiqiah Middle School students regarding ethics and how to use ICT by 12.94%, and the ability to apply filtering of harmful (negative) information or content from web browsers using the SafeSearch feature, both on laptops and smartphones.
Pelatihan Pengembangan Instrumen Asesmen Berbasis Literasi untuk Guru Giati Anisah; Ari Abi Aufa
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.5613

Abstract

Kemampuan guru dalam mengajarkan dan menilai kemampuan literasi perlu terus ditingkatkan mengingat banyak guru yang masih kesulitan dalam hal asesmen kemampuan literasi. Pengabdian ini bermaksud untuk memberikan pelatihan kepada guru dalam hal pengembangan instrumen asesmen literasi. Pengabdian ini menggunakan pendekatan proyek dengan metode utama yaitu tutorial dan praktik langsung yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2021. Berdasarkan hasil angket, 88% guru setuju bahwa pelatihan memberikan tambahan pengetahuan mengenai literasi. 83% menyatakan setuju bahwa pelatihan ini memberikan dampak positif pada peningkatan kompetensi guru dalam hal menyusun instrumen asesmen literasi. Selain itu, 81% guru setuju bahwa pelatihan serupa perlu dilaksanakan kembali dengan topik yang berbeda. Instrumen asesmen hasil pelatihan ini divalidasi secara mandiri oleh peserta dan 68 dari 89 peserta (76%) instrumen asesmen yang dihasilkan memili kevalitan 61-80% dari seluruh soal yang dihasilkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan pengembagan instrumen asesmen berbasis literasi untuk guru ini telah berhasil membuat guru guru lebih kreatif dalam menyusun instrumen asesmen berbasis literasi, jenis soal lebih variatif, dengan validitas dan reliabilitas yang terjamin.  Dengan demikian, diharapkan siswa akan lebih terlatih dan kompeten dalam bidang literasi.  The teacher's ability to teach and assess literacy skills needs to be continuously improved, considering that many teachers still have difficulties assessing literacy skills. This service intends to train teachers in terms of developing literacy assessment instruments. This service uses a project approach, with the main technique being tutorials and hands-on practice, which will be held in October 2021. Based on the questionnaire results, 88% of teachers agree that the training provides additional knowledge about literacy. 83% agreed that this training positively improved teacher competence in terms of preparing literacy assessment instruments. In addition, 81% of teachers agreed that similar training should be re-implemented with a different topic. The participants independently validated the assessment instrument resulting from this training, and for 68 of the 89 participants (76%), the resulting assessment instrument had a validity of 61-80% of all questions generated. Thus, the training in developing literacy-based assessment instruments for teachers has provided additional knowledge, increasing teacher competence in preparing literacy assessment instruments.
Sosialisasi Aplikasi Identifikasi Anak dengan Hambatan Akademik (SIMAK) Berbasis Android di Kecamatan Aranio Dewi Ratih Rapisa; Eviani Damastuti; Nahdiati Nahdiati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6417

Abstract

Mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus berdasarkan karakteristik yang dapat diamati merupakan hal yang belum sepenuhnya dikuasai oleh para guru, sehingga anak memperoleh label tidak tepat, penanganan yang salah, dan performa belajar anak tidak menunjukkan perkembangan. Berdasarkan permasalahan tersebut, guru memiliki kebutuhan berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan dalam identifikasi anak dengan hambatan akademik. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengetahui hasil penggunaan Aplikasi Identifikasi Anak dengan Hambatan Akademik (SIMAK) dalam meningkatkan pengetahuan guru untuk menemukenali anak dengan hambatan akademik. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi dan praktek penggunaan SIMAK. Sosialisasi PKM dikuti oleh tiga puluh guru di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Hasil evaluasi dari kegiatan PKM menunjukkan bahwa sosialisasi pemanfaatan aplikasi SIMAK terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengenali anak dengan hambatan akademik berupa kesulitan  belajar, lamban belajar, dan hambatan intelektual.One of the competencies teachers in public schools must possess identifying children with special needs based on observable characteristics. The achievement of these competencies will embody the philosophy of inclusive education, namely, education for all. There are still teachers who still need to be able to identify children with academic barriers, resulting in children receiving inappropriate labels, incorrect handling, and children's learning performance not showing progress. Based on these problems, teachers have needs related to knowledge and skills in identifying children with academic barriers. This community service aims to find the results of using the Application for Identification of Children with Academic Barriers (SIMAK) to increase teacher knowledge to identify children with academic barriers. The method used is the lecture method, discussion and practice of SIMAK. Thirty teachers in Aranio District, Banjar Regency, attended this community service socialization. The results of the evaluation of PKM activities showed that the socialization of the use of the SIMAK application was proven to improve teachers' knowledge and skills in recognizing children with academic barriers in the form of learning difficulties, slow learning, and intellectual barriers.
Pendidikan Kesehatan Gigi dan Pelatihan Kartu Terampil Menyikat Gigi Berbasis Inter Professional Colaboration (IPC) pada Guru dan Murid di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Muaro Jambi Mira Sri Gumilar; Rina Kurnianti; Retno Dwi Sari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5401

Abstract

Keadaan rongga mulut yang tidak sehat pada anak-anak dapat menyebabkan karies pada gigi. Penyakit karies pada gigi dapat dicegah dengan peningkatan pendidikan anak melalui penyuluhan kesehatan gigi. Keberhasilan proses pendidikan tidak terlepas  dari peran besar para guru, sehingga perlu melibatkan guru sebagai salah satu pemberi edukasi kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut, meningkatkan keterampilan menyikat gigi dan menilai keberhasilan menyikat gigi pada sasaran. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di SLBN Muaro Jambi tanggal 23 April 2022 dan 14 Mei 2022 dengan jumlah sasaran langsung sebanyak 45 orang yang terdiri dari 33 orang Guru dan 12 orang kader kesehatan Desa Bukit Baling. Sasaran tidak langsung terdiri dari 102 orang siswa SLBN Muaro Jambi. Pelatihan ini meliputi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, praktik keterampilan menyikat gigi, dan praktik evaluasi keberhasilan menyikat gigi dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktik. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta keterampilan menyikat gigi pada guru dan kader sebesar 93%. Hasil evaluasi keberhasilan menyikat gigi yang dilakukan pada 55 orang siswa menunjukkan sebesar 78% siswa berhasil menyikat gigi dengan baik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan edukasi kesehatan gigi dan mulut pada guru melalui pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan kebersihan gigi dan mulut pada siswa berkebutuhan khusus.  The condition of the oral cavity that is not healthy in children can cause dental caries. Dental caries can be prevented by increasing children's dental health education. The success of the education process cannot be separated from the great role of teachers, so it is necessary to involve teachers as one health education provider. This community service aims to increase knowledge in maintaining dental and oral health, improve tooth brushing skills and assess the success of brushing teeth on target. Community service was carried out at SLBN Muaro Jambi on 23 April 2022 and 14 May 2022 with a direct target of 45 people consisting of 33 teachers and 12 health cadres in Bukit Baling Village. The indirect target consisted of 102 SLBN Muaro Jambi students. This training includes dental and oral health education, practising brushing skills and evaluating the success of brushing teeth using lecture, discussion, demonstration and practice methods. The activity evaluation results showed an increase in knowledge of oral and dental health and tooth brushing skills for teachers and cadres by 93%. The evaluation of the success of brushing teeth on 55 students showed that 78% of students managed to brush their teeth well. The evaluation results show that improving teachers' oral and dental health education through community service can improve dental and oral hygiene for students with special needs.