cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 735 Documents
Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Menuju Desa Cerdas Kesehatan Di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik Qurrota A'yuni; Alfa Akustia Widati; Harsasi Setyawati; Atik Widiyanti; Purkan Purkan; Miratul Khasanah; Tokok Ardiarto; A. Budi Prasetyo; Aning Purwaningsih; Siti Wafiroh; Sri Sumarsih; Rico Ramadhan; Sofijan Hadi; Kariza Makanty; Ahlan Riwahyu Habibi; Aulianitha Salsabella
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5253

Abstract

Hand sanitizer merupakan cairan atau gel pembersih tangan yang memiliki sifat sebagai antibakteri dalam menghambat hingga membunuh bakteri. Dengan demikian hand sanitizer lebih efektif dalam membasmi kuman. Berdasarkan penelitian The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% dapat berfungsi sebagai antibakteri maupun antivirus. Hand sanitizer pernah menjadi barang langka di puncak pandemi pada tahun 2020, karena pembelian yang masif dari masyarakat Indonesia. Langkanya hand sanitizer di beberapa toko dan apotek membuat harganya menjadi mahal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan akan pentingnya kesehatan dan kemungkinan penyebaran kuman terutama virus dan bakteri serta upaya untuk mengantisipasinya. Tujuan yang lain yaitu untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pembuatan hand sanitizer. Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik pada Bulan November-Desember 2021 secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan dengan peserta Ibu-Ibu PKK dan Kader PKK. Kegiatan ini dilakukan melalui metode pendampingan dan demonstrasi dengan presentasi materi dan praktik langsung. Kegiatan ini memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Desa Cangkir dalam menghadapi Pandemi Covid-19 saat ini. Hand sanitizer is a liquid or gel that has antibacterial properties to inhibit and kill bacteria. Thus, hand sanitizer is more effective in eradicating germs. Based on research from The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), alcohol-based hand sanitizers that contain at least 60% alcohol can function as both antibacterial and antivirus. Hand sanitizer was once a scarce item at the height of the pandemic in 2020, due to massive purchases from the Indonesian people. The scarcity of hand sanitizers in some shops and pharmacies makes the price expensive. This Community Service activity aims to increase knowledge of the importance of health and the possibility of spreading germs, especially viruses and bacteria, and efforts to anticipate them. Another aim is to improve community skills in making hand sanitizers. This series of activities were held in Cangkir Village, Driyorejo District, Gresik Regency in November-December 2021 via offline by implementing health protocols with PKK women and PKK Cadres as participants. This activity is carried out through mentoring and demonstration methods with presentations and hands-on practice. This activity has a positive impact on the Cangkir Village community in dealing with the current Covid-19 Pandemic. 
Sosialisasi Pentingnya Nilai-nilai Pancasila dan Eksistensinya bagi Mahasiswa Sepriandison Saragih
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5151

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk membantu mahasiswa HKBP Nommensen Universitas Pematangsiantar menggunakan dan menyebarluaskan karakter Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, karena Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Indonesia sendiri merupakan negara multikultural, yang dibuktikan dengan keragaman ras, suku, agama dan budaya. Metode Kegiatan sosialisasi ini di lakukan dengan tiga tahap yaitu adalah penyerahan materi, bagian dari sesi tanya jawab dengan mahasiswa, pembagian hadiah kepada mahasiswa. Hasil dari kegiatan sosialisasi ini adalah banyak adat istiadat yang diungkapkan dalam bahasa Pancasila, yaitu Bhineka Tunggal Ika, memiliki arti yang berbeda tetapi tetap sama. Pancasila sebagai dasar negara harus menjadi ruh budaya individu negara. Dengan mengajarkan karakter Pancasila sejak dini, Indonesia akan kuat dan fleksibel dalam menghadapi kesulitan. Oleh karena itu kesimpulan yang ditarik dan kegiatan sosialisasi ini adalah bahwa Pancasila ingin mencerminkan harkat dan martabat dunia yang dikenal agar dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata. Semoga karakter Pancasila ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. This socialization activity aims to help HKBP Nommensen students at Pematangsiantar University use and disseminate the character of Pancasila in their daily lives because Pancasila is the basis of the Indonesian state. Indonesia is a multicultural country, as evidenced by the diversity of race, ethnicity, religion and culture. Methods: This socialization activity was carried out in three stages: submission of materials, part of a question and answer session with students, and distribution of prizes to students. The result of this socialization activity is that many customs expressed in the language of Pancasila, namely Bhineka Tunggal Ika, have different meanings but remain the same. As the basis of the state, Pancasila must be the individual state's cultural spirit. By teaching the character of Pancasila from an early age, Indonesia will be strong and flexible in facing difficulties. Therefore, the conclusion drawn from this socialization activity is that Pancasila wants to reflect the dignity of the known world so that it can be realized in real life. Hopefully, this Pancasila character can be applied in everyday life.
Pendampingan Penyusunan Proposal Program Kreatifitas Mahasiswa Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Darussalam Gontor Andi Triyawan; Diajeng Nurul; Rafiqah Hijiriani; Bella Annisa; Haznelly Maisya; Ismatul Maula
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5261

Abstract

Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) adalah program yang sangat diminati oleh kebanyakan mahasiswa di seluruh penjuru dunia. Pemahaman yang minim terhadap program ini menjadikan mahasiswi Universitas Darussalam Gontor kurang berkontribusi aktif untuk mengikuti event tersebut, dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang mengusulkan program pembelajaran dengan tahap pelatihan dan pendampingan. Target serta tujuan diadakannya program ini adalah bahwa mahasiswa dapat dengan mudah memahami pengertian PKM dan luaran yang kami sajikan berupa modul dan jurnal serta output dari kegiatan ini menjadi outcome dari program tersebut yaitu proposal PKM. Program Pelatihan dan Pendampingan ini dilaksanakan pada tahun 2021 di bulan April. Metode yang digunakan berupa pelatihan di meeting hall bersama mentor yang berpengalaman dalam program PKM kemudian dilanjutkan dengan pembuatan proposal yang bermutu. Maka Hasil yang diperoleh meliputi kemampuan peserta pelatihan dalam  pembuatan proposal PKM dengan skor pemahaman sebelum pembelajaran sebesar 70% dan sesudah pembelajaran meningkat hingga 90% dan score untuk pembuatan proposal sebelum pembelajaran sebesar 60% meningkat hingga 80%. Diperoleh simpulan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan minat mahasiswa dalam pengertian PKM dan cara pembuatan proposal PKM. The Student Creativity Program (SCP)is a program that is in great demand by most students around the world. The lack of understanding of this program makes Darussalam Gontor University students less active in participating in the event. The thematic Real Work Lecture program proposes a learning program with training and mentoring stages. The target and purpose of this program are that students can easily understand the meaning of SCP and the outputs that we present in the form of modules and journals. The output of this activity becomes the outcome of the program, namely the SCP proposal. This Training and Mentoring Program will be held in 2021 April. The method used is training in a meeting hall with experienced mentors in the SCP program, then followed by making quality proposals. Then the results obtained include the ability of the trainees to make SCP proposals with a score of understanding before learning by 70% and after learning increasing to 90% and scores for making proposals before learning by 60% rising to 80%. It was concluded that there was an increase in students' understanding and interest in understanding SCP and how to make SCP proposals. 
Pelatihan Pembuatan dan Penambahan Prebiotik Ubi Jalar pada Pakan Ikan Lele (Clarias sp.) di Pulau Semambu, Ogan Ilir Tanbiyaskur Tanbiyaskur; Yulisman Yulisman; Sefti Heza Dwinanti; Retno Cahya Mukti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5251

Abstract

Permintaan akan kebutuhan ikan lele ukuran konsumsi terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan permintaan ini berkorelasi positif dengan adanya peningkatan produksi ikan lele. Hal ini mengambarkan bahwa budidaya ikan lele memiliki prospek yang menjanjikan jika dilakukan dengan benar. Salah satu penentu keberhasilan produksi ikan lele melalui kegiatan budidaya adalah aplikasi teknologi untuk meningkatkan kelangsungan hidup ikan dan mempercepat pertumbuhan ikan budidaya. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas kegiatan budidaya ikan lele di Desa Pulau Semambu melalui peningkatan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan lele dengan aplikasi penambahan prebiotik ekstrak ubi jalar pada pakan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2019 di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Fish Under Crew Pulau Semambu, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Metode kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berupa transfer teknologi yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu memberikan penyuluhan, pelatihan/peragaan berupa demonstrasi langsung serta dilakukannya kegiatan pendampingan berupa bimbingan selama 6 bulan atau dua kali siklus produksi ikan lele. Pendampingan secara langsung dapat dijadikan pedoman teknis budidaya yang baik dan benar oleh petani pembudidaya sehingga menambah keterampilan dan kemampuan petani pembudidaya yang pada akhirnya dapat meningkatkan produksi budidaya ikan lele di Desa Pulau Semambu. Pengabdian telah dilakukan dan terlihat masyarakat memberikan respon positif dan dengan antusias mengkuti penyampaian materi dan demonstrasi yang diberikan tim pengabdian, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani ikan lele di UPR Fish Under Crew dalam membuat prebiotik ubi jalar serta pemberian pakan prebiotik pada pakan ikan lele. The demand for consumption size catfish continues to increase from year to year. This increase in demand is positively correlated with an increase in catfish production. This illustrates that catfish farming has promising prospects if done properly. One of the determinants of the success of catfish production through aquaculture activities is the application of technology to increase fish survival and accelerate the growth of cultured fish. This service is carried out to increase the productivity of catfish farming activities in Pulau Semambu Village by increasing the survival and growth of catfish by adding prebiotic sweet potato extract to feed. This activity was carried out in August-October 2019 at the Fish Under Crew People's Hatchery Unit (UPR) on Semambu Island, Ogan Ilir Regency, South Sumatra Province. The method of service activities carried out is in the form of technology transfer, which consists of several stages, namely providing counselling, training/demonstrations in the form of direct demonstrations and conducting mentoring activities in the form of guidance for six months or twice a catfish production cycle. Direct assistance can be used as technical guidelines for good and correct cultivation by cultivating farmers to increase their skills and abilities, which in turn can increase catfish farming production in Pulau Semambu Village. The service has been carried out, and it is seen that the community gives a positive response and enthusiastically follows the delivery of material and demonstrations given by the service team, increasing the knowledge and skills of catfish farmers at UPR Fish Under Crew in making sweet potato prebiotics and providing prebiotic feed on catfish feed.  
Pelatihan dan Pendampingan Model Blended Learning dengan Bahasa Indonesia yang Benar bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah di Desa Cibeureum, Kabupaten Bandung Huriah Rachmah; Asri Nuranisa Dewi; Irma Yulita Silviany; Lasmanah Lasmanah; Alma Husnul Tazkia; Shafanissa Alifa Shafira; Muhammad Lucky Fahrezi; Adena Dwi Fauziah; Septiani Melawati Dewi; Rudy Gunawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5376

Abstract

Efek pandemi Covid-19 menyasar pembelajaran di sekolah dasar.   Saat pandemi, pembelajaran dilakukan melalui sepenuhnya daring, namun ketika laju pandemi sudah mengalami penuruan, pembelajaran harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, yakni belajar menggunakan metode blended learning, yakni model pembelajaran yang memadukan antara pembelajaran dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Pembelajaran campuran berdampak pada penggunaan bahasa Indonesia yang kurang optimal karena kurangnya praktik dan kebiasaan menggunakan bahasa daerah. Pembelajaran campuran menuntut guru untuk mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang dapat mengakomodir kebutuhan saat ini. Saat siswa melaksanakan pembelajaran daring, masih bisa menghadirkan pembelajaran yang mudah dipahami, menarik, juga tetap berkaitan dengan pembelajaran secara langsung di sekolah atau luring dengan bahasa yang sama. Tujuan pengabdian ini adalah mengadakan pelatihan dan pendampingan membuat pembelajaran yang komprehensif berbasis digital agar dapat memenuhi kebutuhan pembelajaran daring dan luring secara bersamaan. Guru diberikan pelatihan mengenai berbagai media pembelajaran digital yang dapat menunjang pembelajaran bahasa sampai menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang dapat digunakan dalam model blended learning.  Pelatihan dan pendampingan dilaksanakan secara offline dan online dalam rentang bulan Januari s.d Maret 2022 dan diikuti oleh 18 peserta.  Hasilnya peserta pelatihan dapat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan model blended learning dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sama baiknya di rumah dan sekolah. The effects of the Covid-19 pandemic are targeting learning in elementary schools. During a pandemic, learning is done entirely online. However, when the pace of the pandemic has decreased, learning must adapt to new habits, namely learning to use the blended learning method. This learning model combines online and offline learning. Mixed learning impacts the use of Indonesian, which is less than optimal due to the lack of practice and habits in using local languages. Mixed learning requires teachers to be able to present learning innovations that can accommodate current needs. When students carry out online learning, they can still present learning that is easy to understand, interesting, and related to direct learning at school or offline in the same language. This service aims to provide training and assistance in making comprehensive digital-based learning to meet online simultaneously and offline learning needs. Teachers are given training on various digital learning media that can support language learning to develop learning implementation plans that can be used in blended learning models. The training and mentoring were carried out offline and online from January to March 2022 and were attended by 18 participants. As a result, the training participants developed a learning implementation plan following the blended learning model by using the Indonesian language equally well at home and school.  
Edukasi Dampak Negatif Narkotika Serta Optimalisasi Perdes dan Pararem di Desa Pejarakan I Ketut Nadiasa; Kadek Devi Kalfika Anggria Wardani; Anak Agung Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5025

Abstract

Peredaran narkotika di Bali kian memprihatinkan, tidak hanya menyasar kelompok masyarakat di kota-kota besar, tetapi juga merambah ke pelosok desa, seperti Desa Pejarakan.  Penyebaran yang tergolong masif dan kurangnya pemahaman masyarakat akan dampak negatif dari narkotika menjadi alasan utama kenapa masyarakat di Desa Pejarakan menjadi pengguna (pecandu). Selain itu, pihak keluarga pecandu belum memahami benar cara menghadapi dan memfasilitasi apabila salah satu dari keluarga mereka menjadi seorang pecandu narkotika. Berdasarkan masalah yang telah teridentifikasi tersebut kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan bertujuan untuk memberikan edukasi tentang dampak negatif narkotika serta sosialisasi Peraturan Desa (perdes) dan aturan desa adat (pararem) tentang narkoba bagi masyarakat di desa Pejarakan. Dalam jangka pendek diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai dampak negatif narkotika dan perdes serta pararem desa mengenai penyalahgunaan narkoba. Dalam jangka panjang kegiatan ini diharapkan dapat berdampak pada perubahan perilaku masyarakat agar lebih aktif untuk berpartisipasi dalam menekan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika. Pada tahap selanjutnya dapat terwujud masyarakat Desa Pejarakan yang bebas narkoba lebih sehat, sejahtera, dan mandiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan edukasi. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan aparat desa mitra, tetapi juga tokoh-tokoh masyarakat yang disegani serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk memberikan pandangan dan kontribusi positif. Berdasarkan observasi yang dilakukan diketahui bahwa pelaksanaan kegiatan edukasi telah berjalan dengan baik. Hal tersebut dilihat dari adanya peningkatan pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai dampak negatif narkoba serta perdes dan pararem yang berlaku di Desa Pejarakan mengenai narkoba. Peningkatan wawasan dan pengetahuan masyarakat tersebut dapat membentengi mereka dari bahaya narkotika dan menekan peredaran narkotika. Secara berkelanjutan aparat desa setempat dapat terus mengembangkan dan memonitoring kegiatan edukasi yang dilakukan serta menambah fasilitas pemuda untuk berkegiatan positif agar dampak kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terus dapat dirasakan kebermanfaatannya. The circulation of narcotics in Bali is increasingly concerning, targeting community groups in big cities and reaching remote villages, such as Pejarakan Village. The massive spread and lack of public understanding of the negative effects of narcotics are the main reasons people in Pejarakan Village become addicts. In addition, the families of addicts do not understand properly how to deal with and facilitate if one of their families becomes a narcotics addict. Based on the problems that have been identified, this community service activity is carried out to provide education about the negative effects of narcotics as well as socialize Village Regulations (perdes) and customary village rules (pararem) regarding drugs for the community in Pejarakan village. In the short term, it is hoped that the community will know and understand the negative impacts of narcotics and village regulations and village pararem regarding drug abuse. In the long term, this activity is expected to change people's behaviour to be more active in suppressing illicit trafficking and narcotics abuse. In the next stage, the drug-free people of Pejarakan Village are healthier, more prosperous, and independent. The methods used in this service activity are observation, Focus Group Discussion (FGD), and education. This activity does not only involve partner village officials but also respected community leaders and the Bhayangkara Supervisor of Community Security and Order (Bhabinkamtibmas) to provide positive views and contributions. Based on the observations, it is known that the implementation of educational activities has been going well. This can be seen from the increase in public knowledge and insight regarding the negative impact of drugs and the village regulations and pararem that apply in Pejarakan Village regarding drugs. Increased insight and knowledge of the community can fortify them from the dangers of narcotics and suppress the circulation of narcotics. On an ongoing basis, local village officials can continue to develop and monitor educational activities and add youth facilities for positive activities so that the impact of this community service activity can continue to be felt.
Pembuatan Lotion Anti Nyamuk dari Batang Serai sebagai Upaya Pencegahan Demam Berdarah oleh Masyarakat Desa Bendiljati Wetan Tulungagung Yunita Diyah Safitri; Ekke Dwinda Intaningtyas; Nurdiana Choirunnisa; Nurisma Tria Harwiyanti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5406

Abstract

Demam berdarah merupakan salah satu kasus penyakit tropis yang masih sering ditemui di berbagai wilayah di Indonesia. Pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat untuk terhindar dari penyakit demam berdarah adalah dengan pemakaian anti nyamuk, tetapi anti nyamuk yang banyak digunakan masyarakat saat ini diketahui menggunakan bahan kimia N,N-diethyl-3-methylbenzamide (DEET) yang juga memiliki efek negatif ke kulit yang sensitif. Pemanfaatan bahan alam bisa dijadikan solusi pengganti lotion anti nyamuk yang lebih ramah lingkungan dan aman untuk kulit yang sensitif. Berdasarkan penelitian yang ada, tanaman serai memiliki kandungan minyak serai yang efektif untuk mengusir serangga, salah satunya adalah nyamuk. Kadungan utama minyak serai adalah citronellal, citronellol dan geraniol yang diketahui memiliki efektifitas sebagai penolak nyamuk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bahaya demam berdarah serta memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengolah tanaman serai menjadi lotion anti nyamuk yang aman dan murah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan Januari 2022. Metode yang dilakukan yakni dengan pemberian pre-test dan post-test terkait pengetahuan masyarakat terhadap demam berdarah, dilanjutkan sosialisasi, edukasi serta pembuatan lotion anti nyamuk yang dibimbing langsung oleh pengabdi. Hasil pengabdian ini menunjukkan tercapainya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang bahaya demam berdarah dari 48% menjadi 85%, serta keberhasilan masyarakat untuk membuat lotion anti nyamuk dari batang serai secara mandiri. Dengue fever is a tropical disease still often found in some regions in Indonesia. Dengue prevention can be done by using mosquito repellents, but the mosquito repellents widely used today are known to use the chemical N, N-diethyl-3-methylbenzamide (DEET), which also harms sensitive skin. Some natural ingredients are known to have the ability to repel mosquitoes; one of them is lemon grass. Based on existing research, the lemongrass plant contains lemongrass oil which is effective for repelling insects, such as mosquitoes. The main ingredients of citronella oil are citronellol, citronellol and geraniol, which are known to have effectiveness as a mosquito repellent. This community service series aims to educate about the dangers of dengue fever and empower the surrounding community to process lemongrass plants into mosquito repellent lotions that are safe and inexpensive. This community service activity is carried out from December 2021 to January 2022. The method used is by giving pre-test and post-tests related to public knowledge about dengue fever, followed by socialization, education and making mosquito repellent guided directly by the service. The results of this service show the achievement of increasing public knowledge about the dangers of dengue fever from 48% to 85%, as well as the community's success in making mosquito repellent lotions from lemongrass stems independently. 
Peningkatan Kewaspadaan dan Adaptasi pada Anak Usia 8-10 Tahun terhadap Corona Virus pada Masa Pandemi Covid-19 di SDN Pepelegi 1 Sidoarjo Made Indra Ayu Astarini; Ninda Ayu Prabasari; Linda Juwita
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5235

Abstract

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pepelegi 1, merupakan sekolah dasar yang berada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Sekolah ini berencana untuk melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Fasilitas untuk cuci tangan sudah tersedia berupa tempat cuci tangan, sabun, dan saluran air. Namun fasilitas berupa hand sanitizer belum tersedia di beberapa tempat yang mudah dijangkau oleh siswa. Berdasarkan keterangan dari bagian tata usaha SDN Pepelegi 1, siswa belum pernah mendapatkan edukasi tentang pencegahan COVID-19. Belum ada informasi tentang kepatuhan siswa dalam penggunaan masker, dan kepatuhan dalam cuci tangan sehingga perlu untuk dievaluasi tentang sikap siswa dalam pelaksanaan penerapan protokol kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan anak dan adaptasi anak pada masa pandemi COVID-19. Metode yang diterapkan adalah berupa pendidikan kesehatan tentang penularan, pencegahan, dan vaksinasi COVID-19 bagi anak. Selain itu juga ada demonstrasi cara mencuci tangan. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 17 Desember 2022, peserta adalah siswa kelas 2 dan 5 SDN Pepelegi 1 Sidoarjo, sebanyak 135 siswa sebagai peserta kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan peningkatan kewaspadaan dan adaptasi anak yang dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan. Pengetahuan anak dalam kategori baik sebanyak 92% setelah diberikan Pendidikan kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan Pemberian Pendidikan Kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan anak, kewaspadaan dan adaptasi anak pada masa COVID-19.   SDN Pepelegi 1 was an elementary school located in the Sidoarjo Regency. The school plans to conduct face-to-face learning on a limited basis. Facilities for hand washing were available in the form of hand washing facilities, soap, and water channels. However, facilities in the form of hand sanitisers were not yet available in several places that were easily accessible by students. Based on information from the administrative section of SDN Pepelegi 1, students had never received education about preventing COVID-19. There was no information about student compliance in the use of masks and compliance in hand washing, so it was necessary to evaluate students' attitudes toward implementing health protocols. This community service activity aimed to increase children's awareness and adaptation of children during the COVID-19 pandemic. The method applied was in health education about the transmission, prevention, and vaccination of COVID-19 for children. There was also a demonstration on how to wash hands. This activity was carried out on grade 2 and 5 students of SDN Pepelegi 1 Sidoarjo, with as many as 135 students as participants. The result of this activity was an increase in children's awareness and adaptation, which can be seen from the increase in knowledge. Knowledge of children in the good category is as much as 92% after health education. The evaluation results showed that health education could increase children's knowledge, awareness, and adaptation during the COVID-19 period.
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Dusun Gedongan Desa Bangunjiwo dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19 Zuhud Rozaki; Nur Rahmawati; Arie Kusuma Paksi; Sofa Nur Azizah; Yudhi Pramudya
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5236

Abstract

Pandemi membuat kehidupan masyarakat menjadi menurun terutama dari sisi ekonominya. Banyak upaya sudah dilakukan oleh berbagai pihak untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimasa pandemi dengan mengembangan UMKM dan kelompok sosial yang ada. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan peningkatan kapasitas mitra secara fisik. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada rentang bulan Januari – Maret 2021. Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pada kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan mitra terkait strategi pemasaran dimasa pandemi ini. Kemudian juga dengan memperbaiki dan meningkatkan kapasitas kondisi mitra dari sisi fisik dan produksi. Mitra sangat antusias dan berkomitmen untuk mengembangkan usahanya meskipun masih pandemi. Harapannya dari pengembangan UMKM dan kelompok PKK di Dusun Gedongan ini, masyarakat di wilayah ini bisa meningkat kejahteraan dan terus berkembang meskipun pandemi mempengaruhi kehidupan mereka. The pandemic has made people's lives decline, especially in the economy. Many efforts have been made by various parties to assist the economic recovery of the community. This service activity aims to improve the community's welfare during the pandemic by developing SMEs and existing social groups. The method used is outreach and physical capacity building of partners. This activity was conducted from January to March 2021. Efforts to improve community welfare in this service activity are carried out by increasing partner knowledge regarding marketing strategies during this pandemic. Then also by improving and increasing the capacity of partners in terms of physical and production conditions. Partner of this activity shows high motivation to improve their business during a pandemic and after. The hope is that from the development of SMEs and social groups in Gedongan Village, people in this region can improve their welfare and continue to develop even though the pandemic affects their lives. 
Pelatihan Membuat Akun Toko di Tokopedia pada Pelaku Industri Rumah Tangga (IRT) di Desa Rejomulyo Kota Kediri Wahyu Dede Gustiawan; Gandung Satriyono
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5429

Abstract

Usaha Kecil Menengah di kota kediri mulai berkembang dengan munculnya pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang menghasilkan olahan-olahan produk selain tahu. Permasalahan muncul ketika pandemi Covid19 melanda dunia, pelaku usaha kecil yang dulunya menjual produknya di kantin-kantin sekolah maupun universitas sekitar tempat tinggal mereka tidak bisa lagi menjual produknya dikarenakan pembelajaran dialihkan menggunakan metode online/daring untuk mencegah penyebaran virus. Pemasaran yang dilakukan hanya melalui status WhatsApp untuk menawarkan produknya setelah itu akan diantar penjual ataupun diambil sendiri oleh pembeli di rumah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengenalkan manfaat adanya marketplace (Tokopedia) kepada pelaku industri rumah tangga di Desa Rejomulyo Kota Kediri dan juga membuat akun toko yang terverifikasi di Tokopedia. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah metode pelaksanaan, yang terdiri dari tahap persiapan, tahap input, dan tahap proses. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2021, diawali dengan menanyakan permasalahan pemasaran yang biasanya dilakukan, pemberian kuesioner (pre-test), sosialisasi pengenalan marketplace dan cara membuka akun toko di Tokopedia, dan pemberian kuesioner (post-test). Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para mitra ternyata belum memahami mengenai manfaat berjualan di toko online, selain itu mereka juga harus dibimbing secara perlahan untuk memanfaatkan teknologi di usahanya. Kesimpulannya adalah para mitra harus didampingi secara maksimal dan bertahap untuk bisa menggunakan teknologi dan memanfaatkannya untuk menunjang usahanya. Small and Medium Enterprises in kediri city began to develop with the emergence of small and medium enterprises (SMEs) that produce processed products in addition to tofu. Some types of food and beverage products that began to appear are processed products of chips, such as intestinal chips, breadfruit chips, mbothe chips. One area with several household industry players engaged in food and beverage is the village of Rejomulya Kediri City. Problems arise when the Covid19 pandemic hits the world. Small businesses that used to sell their products in school canteens and universities around where they live can no longer sell their products because learning is diverted using online methods to prevent the spread of the virus. Marketing that is done only through WhatsApp status to offer the product will be delivered by the seller or taken by the buyer at home. This community service aims to introduce the marketplace (Tokopedia) to household industry players in Rejomulyo Village, Kediri City. After participating in the training, it is expected that business actors understand the benefits of selling their products in the marketplace and can open a store account on Tokopedia. The method used in community service is the implementation method, which consists of the preparatory stage, the input stage, and the process stage. The activity began by asking about marketing problems that are usually done, giving questionnaires (pre-test), socializing the introduction of the marketplace and how to open a store account on Tokopedia, and giving questionnaires (post-test). This community service activity results in the partners not understanding the benefits of selling in online stores. Besides, they must also be guided slowly to utilize technology in their business. The conclusion is that partners must be accompanied optimally and gradually to be able to use technology and use it to support their business.