cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 735 Documents
Kerja Sama Guru dan Dosen Sebagai Upaya Persiapan Mengikuti Kompetisi Sains Nasional Bidang Fisika di Kota Prabumulih Ismet Ismet; Ketang Wiyono; Nely Andriani; Supardi Supardi; Murniati Murniati; Abidin Pasaribu; Saparini Saparini
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.4438

Abstract

Pemberian pendampingan Kompetisi Sains Nasional (KSN) diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kapabilitas guru MGMP Fisika kota Prabumulih untuk membuat persiapan, pelaksanaan dan pendampingan dalam Olimpiade Sains Nasional khususnya bidang fisika sehingga secara langsung dapat meningkatkan kemampuan peserta didik sehingga mampu dan terlatih dalam menyelesaikan soal-soal yang membutuhkan kemampuan critical thinking. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini yaitu melatih guru MGMP fisika kota Prabumulih untuk menyelesaikan soal KSN bidang fisika dan melatih guru MGMP fisika kota Prabumulih untuk membimbing peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal KSN. Model dan metode yang digunakan adalah model pendampingan berupa kegiatan pelatihan dengan metode presentasi, workshop, diskusi dan pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober sampai 18 Oktober 2021 yang diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari guru fisika dan dosen pendidikan fisika FKIP Universitas Sriwijaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kapabilitas Guru MGMP Fisika kota Prabumulih dalam membuat persiapan, pelaksanaan dan pendampingan dalam KSN khususnya bidang fisika di buktikan sebanyak lebih dari 70% guru telah mampu menyusun rencana pembinan Kompetisi Sains Nasional di sekolah masing-masing dan menyelesaikan soal-soal berstandar KSN bidang Fisika. Assistance activities for the National Science Competition are expected to have a significant impact on increasing the capability of the  Physics teachers in Prabumulih to prepare, implement, and assist in KSN, especially in the field of physics. This activity aims to train Prabumulih city physics MGMP teachers to solve KSN questions in the field of physics and to train Prabumulih city physics MGMP teachers to guide students in solving KSN questions. The model and method used is a mentoring model in training activities with the presentation, workshop, discussion, and mentoring methods. This activity was carried out from October 9 to October 18, 2021, attended by 28 participants consisting of physics teachers and physics education lecturers, FKIP Sriwijaya University. The activity results showed an increase in the capability of Physics Teachers in making preparations, implementation, and assistance in the KSN, especially in the physics field. It was proven that more than 70% of teachers had been able to develop plans for fostering the National Science Competition in their respective schools and solving problems. - Standard questions for the National Science Olympiad in Physics. 
Membangun Jiwa Wirausaha pada Orang dengan HIV AIDS dan Pekerja Seks Komersial Bersama Yayasan Kerti Praja Dewa Putu Yudi Pardita; I Made Setena; Ni Putu Ayu Tika Kurniawati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5804

Abstract

Program pelatihan kewirausahaan terhadap Orang dengan HIV AIDS (ODHA) dan Pekerja Seks Komersial (PSK) merupakan modal pengembangan diri dalam memperbaiki hidup serta perekonomian mereka. Tujuan dari pelatihan ini adalah membangun jiwa wirausaha dan pemberdayaan, khususnya dengan meningkatkan kompetensi peserta dalam hal pengetahuan, keterampilan dan kewirausahaan.  Tahapan pelaksanaannya antara lain pemetaan melalui observasi, ceramah keagamaan, peningkatan keterampilan melalui pelatihan yang berkelanjutan, perintisan atau pengembangan usaha. Berdasarkan data yang diperoleh melalui diskusi dengan 20 peserta pelatihan, 40 persen memiliki niat sebagai wirausaha, 50 persen belum berniat menjadi wirausaha dengan alasan utama keterbatasan modal, dan hanya 10 persen dari peserta yang membuka usaha sebagai penjual makanan pada siang hari. Peserta program harus menerima pelatihan yang disesuaikan dengan keterampilan dan minat mereka sebelum diberikan alat dan dana yang diperlukan untuk meluncurkan bisnis. Hal ini dilakukan dengan maksud agar peserta program segera melanjutkan kegiatan pelatihan berupa rencana aksi usaha wirausaha yang menguntungkan. Pendekatan dukungan peralatan dan modal ini tidak hanya akan membantu peserta dalam menciptakan usaha menguntungkan yang mencerminkan minat mereka, tetapi juga akan menginspirasi peserta untuk melihat bagaimana upaya ini dapat membantu mereka menemukan usaha bisnis lain yang menguntungkan lebih memenuhi kebutuhan mereka. Entrepreneurship training programs for People with HIV AIDS (PLWHA) and Commercial Sex Workers (CSWs) are self-development capital in improving their lives and economy. The purpose of this training is to build an entrepreneurial spirit and empowerment, in particular by increasing the competence of participants in terms of knowledge, skills and entrepreneurship. The implementation stages include mapping through observation, religious lectures, skill improvement through continuous training, and pioneering or business development. Based on data obtained through discussions with 20 trainees, 40% had the intention of becoming an entrepreneur, 50% had no intention of becoming an entrepreneur due to limited capital, and only 10% of the participants opened a business as food sellers during the day. Program participants must receive training tailored to their skills and interests before being provided with the tools and funds needed to launch a business. This is done with the intention that program participants immediately resume training activities as a profitable entrepreneurial business action plan. This equipment and capital support approach will assist participants in creating profitable businesses that reflect their interests and inspire participants to see how this endeavour can help them find other profitable business ventures that better meet their needs.
Pelatihan Strategi Pemasaran Produk Unggulan Olahan Hasil Ikan bagi Masyarakat Desa Wisata Ujung Pandaran Arna Purtina; Sonedi Sonedi; Ahmad Syarif
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5816

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar dapat memahami bagaimana cara pemasaran produk olahan mereka dengan strategi pemasaran sehingga dengan strategi tersebut memberikan pemahaman untuk dapat menawarkan produk, serta dapat memberikan pemahaman dan skill penggunaan teknologi untuk memasarkan produk secara online. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah mulai dari mempersiapkan dilanjutkan pada berlangsungnya kegiatan dan terakhir dilakukan pengevaluasian.  dalam bentuk pemaparan materi pelatihan, diskusi mendalam tentangstrategi pemasaran, dan praktik membuat media pemasaran yang mudah di kenali oleh orang lain. Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, karena mereka yang awalnya strategi pemasaran yang dilakukan masih tradisional dan cakupan pemasaran produk yang masih terbatas. Dari paparan materi dan diskusi materi strategi pemasaran. Antusiasme peserta sosialisasi ini sangat besar hingga banyak gagasan baru yang dapat diaplikasikan pada pemberian merk produk, kemasan yang lebih menarik dan lain-lain. Pengabdian kepada masyarakat yang laksanakan begitu bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman serta skill berkaitan dengan strategi pemasaran. This service activity aims to understand the public understand how to market their processed products with a marketing strategy. This strategy provides an understanding of being able to offer products and provide understanding and skills in using technology to market products online. The method used in this community service starts with preparing, continuing with the activities, and finally evaluating. In the form of presentation of training materials, in-depth discussions on marketing strategies, and the practice of creating marketing media that are easily recognizable by others. This service activity directly benefits the community because those who initially carried out marketing strategies were still traditional, and the scope of product marketing was still limited. From the material exposure and discussion of marketing strategy material. The participants' enthusiasm for this socialization was so great that they could provide many new ideas in product branding, more attractive packaging, etc. Community service that is carried out is very beneficial for the community and can increase knowledge and understanding as well as skills related to marketing strategies. 
Penerapan Teknologi Pengemasan untuk Peningkatan Daya Tahan Produk Siomay di Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Sinar Perbawani Abrina Anggraini; Ayu Chandra Kartika Fitri; Fikka Kartika Widyastuti; Hesti Poerwanto; Fenni Suryanti; Yuni Eka Fajarwati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.5830

Abstract

: Usaha kecil menengah Fanda di Kelurahan Tambakasri Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang memproduksi makanan Siomay. Masalah yang dihadapi oleh mitra adalah produk tidak dapat tahan lama dalam pengemasan. Selama ini hanya menggunakan hand sealer untuk mengemas produk sehingga ada kemungkinan terjadi kontaminasi dari udara luar. Selain itu terdapat masalah dalam manajemen usaha yang kurang baik. Dari permasalahan diatas, maka perlu adanya pelatihan dan pendampingan penyusunan pembukuan keuangan sederhana, teknik pemasaran dan memberikan alat vacuum sealer. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesejahteraan mitra dengan meningkatkan proses pengemasan produk dan manajemen usaha. Metode kegiatan dengan memberikan pelatihan komunikasi pemasaran dan pengendalian mutu produk, memberi bantuan alat berupa mesin vacuum sealer dan pelatihan SOP tentang operasional alat vacuum sealer serta cara perawatan alat, selanjutnya memberikan pelatihan analisa BEP, analisis SWOT dan penyusunan laporan keuangan sederhana. Hasil dari kegiatan ini adalah produksi siomay semakin meningkat 20%, produk lebih tahan lama 50% dalam suhu kamar, pemasaran semakin luas 25%, dan adanya pembukuan keuangan. Fanda's small and medium enterprises in Tambakasri Village, Tajinan District, Malang Regency produce Siomay food. The problem faced by partners is that the product cannot last long in packaging. So far, only hand sealers have been used for packaging products, so contamination from the outside air is possible. In addition, there are problems with poor business management. From the problems above, it is necessary to provide training and assistance in preparing simple financial bookkeeping, marketing techniques, and providing a vacuum sealer. This activity aims to improve partners' welfare by improving the product packaging process and business management. The method of activity is to provide marketing communication training and product quality control, provide equipment assistance in the form of a vacuum sealer machine and SOP training on the operation of vacuum sealers and how to maintain equipment, then provide training on BEP analysis, SWOT analysis, and preparation of simple financial reports. The results of this activity are that the production of dumplings has increased by 20%, the product is more durable 50% at room temperature, the marketing is getting more comprehensive by 25%, and there is financial accounting.
Sosialisasi Motivasi Menulis Karya Fiksi Melalui Strategi Tiga Kata Kepada Mahasiswa di Asrama Ma’had Al-Jami’ah IAIN Palangka Raya Sri Normuliati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6130

Abstract

Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan keterampilan menulis karya fiksi melalui strategi tiga kata kepada mahasiswa di asrama Ma’had Al-Jami’ah IAIN Palangka Raya. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan media zoom meeting dengan membuka kesempatan kepada para mahasiswa untuk berdiskusi seputar menulis fiksi.  Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 Januari 2022 dan diikuti oleh 164 mahasiswa dari berbagai program studi di IAIN Palangka Raya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah dan tanya jawab. Hasil yang didapatkan pada pengabdian ini menunjukkan bahwa permasalahan ketidaktahuan para mahasiswa dalam memulai menulis fiksi teratasi dengan menggunakan strategi tiga kata.  Dalam pengabdian kepada masyarakat ini didapatlah beberapa poin kesimpulan, yaitu kesulitan menulis fiksi di kalangan mahasiswa dikarenakan mereka tidak tahu bagaimana mengolah ide dan bagaimana memulai sebuah cerita, faktor eksternal terutama dari lingkungan keluarga yang tidak mendukung aktivitas menulis, dan adanya keraguan untuk menekuni dunia menulis fiksi dikarenakan latar belakang mahasiswa yang bukan dari fakultas/prodi bahasa dan sastra. Dengan terbukanya mereka terhadap permasalahan yang dimiliki, terutama di faktor yang berhubungan dengan keterampilan menulis, maka menerapkan strategi tiga kata adalah cara yang dapat dilakukan. Strategi ini dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan menulis fiksi. This service aims to improve fiction writing skills through a three-word strategy for students at the Ma'had Al-Jami'ah dormitory IAIN Palangka Raya. This community service uses the media zoom meeting by opening opportunities for students to discuss writing fiction. This activity was held on January 3, 2022, and was attended by 164 students from various study programs at IAIN Palangka Raya. The method used in this service is the lecture and question and answer method. The results obtained in this service indicate that the problem of students' ignorance in starting to write fiction is resolved by using a three-word strategy. In this community service, several conclusion points were obtained, namely the difficulty of writing fiction among students because they do not know how to process ideas and how to start a story, external factors, especially from the family environment that does not support writing activities. There are doubts about pursuing the world of writing fiction because of the background of students not from the faculty/study program of language and literature. With their openness to their problems, especially in factors related to writing skills, applying the three-word strategy is the way to go. This strategy can help students in improving their fiction writing skills.: This service aims to improve fiction writing skills through a three-word strategy for students at the Ma'had Al-Jami'ah dormitory IAIN Palangka Raya. This community service uses the media zoom meeting by opening opportunities for students to discuss writing fiction. This activity was held on January 3, 2022, and was attended by 164 students from various study programs at IAIN Palangka Raya. The method used in this service is the lecture and question and answer method. The results obtained in this service indicate that the problem of students' ignorance in starting to write fiction is resolved by using a three-word strategy. In this community service, several conclusion points were obtained, namely the difficulty of writing fiction among students because they do not know how to process ideas and how to start a story, external factors, especially from the family environment that does not support writing activities. There are doubts about pursuing the world of writing fiction because of the background of students not from the faculty/study program of language and literature. With their openness to their problems, especially in factors related to writing skills, applying the three-word strategy is the way to go. This strategy can help students in improving their fiction writing skills
Pelatihan Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Menggunakan Mobile Application Berbasis Android di SDN Tinggiran II.1 Tamban Barito Kuala Amka Amka; Mirnawati Mirnawati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5783

Abstract

Permasalahan yang seringkali dihadapai oleh guru/pendidik dalam pelaksanaan mengidentifikasi atau menemukenali anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif adalah rendahnya kemampuan guru dalam menyusun intrumen dan melaksanakan identifikasi anak berkebutuhan khusus sesuai prosedur. Instrumen identifikasi dalam bentuk lembaran dapat dikemas dalam bentuk aplikasi yang dapat diaplikasikan dengan menggunakan gawai. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah adanya peningkatan pemahaman guru terhadap prosedur pelaksanaan identifikasi anak berkebutuhan khusus dengan menggunakan mobile application berbasis android yang menarik dan lebih praktis. Metode pelaksanaan kegiatan PkM dilaksanakan dalam bentuk workshop identifikasi anak berkebutuhan khusus menggunakan mobile application berbasis android melalui tahapan diskusi, ceramah dan praktik secara langsung dengan melibatkan guru kelas dan guru mata pelajaran di SDN Tinggiran II.1 Tamban Desa Tinggiran, Tamban, Barito Kuala pada bulan Juli 2022. Guru sangat antusias dan semangat selama mengikuti pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman guru terhadap prosedur pelaksanaan identifikasi anak berkebutuhan khusus meningkat. Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru dapat memanfaatkan secara optimal penggunaan gawai sebagai alat identifikasi ABK di sekolah inklusi. The problem that is often faced by teachers in implementing the identification of children with special needs in inclusive schools is the low ability of teachers to develop instruments and carry out the identification of children with special needs according to procedures. Identification instruments in sheet form can be packaged in the form of applications that can be applied using a device. This community service aims to increase teachers' understanding of the procedures for identifying children with special needs using an attractive and more practical Android-based mobile application. Methods of implementing service activities included a workshop on identifying children with special needs using an Android-based mobile application with direct discussion, talk and practice stages involving class teachers and subject teachers at SDN Tinggiran II.1 Tamban Tinggiran Village, Tamban, Barito Kuala in July 2022. The teacher was very enthusiastic during the training. The evaluation results showed that teachers' understanding of the procedures for implementing the identification of children with special needs increased. Through this activity, it is hoped that teachers can make optimal use of gadgets to identify children with special needs in inclusive schools.
Peningkatan Branding dengan Pelatihan Branding Awareness terhadap Kelompok Petani Wanita Jahe di Desa Arjowinangun, Malang Eny Latifah; Hari Wisodo; Nugroho Adi Pramono; Mochamad Khoirul Rifai; Sahal Fawaiz; Assa Eka Oktaviani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.4335

Abstract

Pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease) telah memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, tidak terkecuali dalam sektor ekonomi. Salah satu pelaku ekonomi terdampak akibat adanya pandemi adalah Kelompok Petani Wanita Jahe (KPWJ) Kota Malang. Produk hilir yang dihasilkan KPJW adalah sirup rempah JaEnak yang memiliki nilai penjualan yang rendah, yakni kurang dari 100 pak/bulan, padahal Sirup JaeNak berpotensi meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemik. Telah dilaksanakan upaya peningkatan pemasaran dengan memberikan pelatihan Branding Awarness dengan sumber dana PKM Universitas Negeri Malang. Metode peningkatan pemasaran dilaksakan dengan memberikan pelatihan digital marketing sebagai bagian dari Branding Awarness untuk memperbaiki pola pemasaran tradisional. Peserta pelatihan adalah anggota PKJW dan pertisipan PKJW. Metode evaluasi hasil pelatihan dilaksanakan dengan analisis deskriptif atas hasil kuisioner kepada peserta pelatihan. Hasil kusisioner menunjukkan bahwa peserta siap menerapkan hasil pelatihan. Pelatihan digital marketing ini menghasilkan media sosial pemasaran bagi PKJW yakni IG https://instagram.com/kampungbejo_malang?igshid=YmMyMTA2M2Y=. Telah dihasilkan kesadaran legalitas produk dalam bentuk terbitnya PIRT dan evolusi nama produk sirup menjadi wejangan sebagai bentuk branding developing.   The COVID-19 (Corona Virus Disease) pandemic has broadly impacted various sectors of people's lives, including the economic sector. One of the economic actors affected is the Women Ginger Farmer Group (KPWJ) in Malang City. KPJW produced JaEnak spice syrup with a low sales value of fewer than 100 packs/month, even though JaeNak syrup can potentially increase body immunity during a pandemic. The efforts to improve marketing could be by providing Branding Awareness training with funds from the State University of Malang (UM) Community Service. The marketing improvement method is carried out by providing digital marketing training as a part of Branding Awareness to improve traditional marketing patterns. The training participants were PKJW members and others. We evaluated the training results by using descriptive analysis of some questionnaires. As a result, the participants were ready to apply for this Digital Marketing training. This training has some outcomes: social media marketing for PKJW, namely IG https://instagram.com/kampungbejo_malang?igshid=YmMyMTA2M2Y=. As the representation of awareness of branding, we also achieved the legality of the product in the form of the publication of PIRT and the evolution of the name of the syrup product. 
Go Green School Melalui Daur Ulang Sampah Organik di SMP Negeri 2 Ende Selatan Yulius Saprianus Dala Ngapa; Ainun Jariyah; Veronika P. Sinta Mbia Wae
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6652

Abstract

Kegiataan pengabdian dan peningkatan keterampilan peserta didik berupa transfer pengetahuan dan teknologi melalui program Go Green School adalah upaya untuk memanfaatkan potensi sampah organik yang ada di lingkungan sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi dalam mengatasi permasalahan sampah organik dan non-organik yang timbul di lingkungan sekolah, serta memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik tentang mengelola sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai jual dengan membuat pupuk kompos dari sampah organik menggunakan metode Takakura. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Minggu ketiga bulan September – minggu kedua bulan Oktober 2022 di SMP Negeri 2 Ende Selatan kabupaten Ende. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian materi atau sosialisasi dan demonstrasi. Hasil  evaluasi  terhadap kegiatan Go Green School  di SMPN 2 Ende Selatan   memperlihatkan     adanya     peningkatan pengetahuan peserta didik tentang kompos dan teknik pembuatannya.  Transfer teknologi pembuatan pupuk kompos memberikan manfaat yang besar yaitu adanya peningkatan pengetahuan peserta didik tentang manfaat bahan sisa sampah organik sebagi bahan baku pembuatan kompos. Service activities and improving students' skills in the form of knowledge and technology transfer about composting with the go green school program are efforts to utilize the potential of organic waste in the surrounding environment. The purpose of this activity is to provide education in overcoming the problems of organic and non-organic waste that arise in the school environment, as well as provide knowledge and skills to students about managing organic waste into something useful and of sale value by making compost from organic waste using the organic waste method Takakura. This activity is held on the third week of September – the second week of October at SMP Negeri 2 Ende Selatan, district of Ende. The method used in this activity is presenting material or socialization and demonstration. The results of the evaluation of the achievement of activity objectives can be stated as follows. The Go Green School activities at SMPN 2 Ende Selatan show increased knowledge about compost and its manufacturing techniques. Students, as participants, know and understand the strategy for processing organic waste through recycling waste into compost can turn waste into something of economic value. Transfer of technology for making compost provides great benefits, namely an increase in student's knowledge about the benefits of organic waste residue as raw material for making compost.
Penggunaan Barang Bekas Sebagai Alternatif Wadah Tanaman di Desa Jati Kabupaten Kediri Mariyono Mariyono; Nina Lisanty; Yesy Nur Gunariyati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5674

Abstract

Masyarakat Desa Jati Kabupaten Kediri pada umumnya khawatir bepergian keluar rumah baik yang jauh maupun dekat karena takut terpapar Covid-19. Sebagian besar mereka terus tinggal di rumah dan tak jarang mengeluh merasa jenuh. Oleh karena itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berinisiasi mengajak dan memberdayakan masyarakat untuk melakukan budidaya tanaman sayuran di lingkungan sekitar rumahnya. Dalam rangka budidaya tanaman ini ternyata timbul beberapa masalah, salah satu masalah yang dihadapi adalah cara mendapatkan pupuk dan wadah tanaman yang terjangkau oleh kantong masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini berfokus dan bertujuan memanfaatkan kemasan bekas atau barang tidak terpakai di lingkungan rumah sebagai wadah tanaman yang dibudidayakan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk dapat mengedukasi serta mengajak peran aktif masyarakat Desa Jati, khususnya remaja (karang taruna dan remaja masjid) dalam pemanfaatan lahan dan pengelolaan limbah kemasan plastik. Pendekatan yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan. Pelatihan dilangsungkan dari bulan Agustus hingga Oktober 2021. Produk yang dihasilkan dari pelatihan langsung digunakan oleh warga. Selepas pelatihan, para remaja peserta secara aktif mengimplementasikan hasil pelatihan di rumah mereka dan tetangga sekitar masing-masing. Pendampingan dilanjutkan hingga Januari 2022. Hal ini sangat bermanfaat bagi lingkungan sosial dan alam sekitar Desa Jati. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menginspirasi warga untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi dan berdaya guna bagi masyarakat mitra.  The people of Jati Village, Kediri Regency, are worried about travelling out of their homes, far and near, due to the fear of being exposed to Covid-19. Most of them often complain of feeling bored. Initially, the Community Service team aimed to invite and empower the community to cultivate vegetable crops in the environment around their homes. In the context of cultivating this plant, it was discovered that several problems arise; one of the problems faced was how to get fertilizer and plant containers that are affordable by the community's pockets. Therefore, this community service activity focused on and aimed to utilize used packaging or unused items in the home environment as a container for cultivated plants. The main activity was to educate and invite the active role of the Jati Village community, especially teenagers, in yard use and packaging waste management. The approach used was socialization and training. The training was conducted from August to October 2021. Residents directly used the products resulting from the training. After the training, the youth participants actively implemented the training results in their homes and neighbours. The accompaniment was continued until January 2022. The program was beneficial for the social and natural environment around Jati Village. Moreover, the activity is expected to inspire residents to produce economic value products.
Sosialisasi Mitigasi Bencana Banjir Bagi Siswa di SMAN 4 Samarinda Edwardus Iwantri Goma; Yulian Widya Saputra; Novi Setyiani; Galih Perkasa
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5586

Abstract

Banjir yang pada hakikatnya merupakan sebuah proses alamiah dan dapat menjadi bencana bagi manusia bila proses itu mengenai manusia dan menyebabkan kerugian jiwa maupun materi. Kerugian terjadinya bencana banjir yaitu berupa kesehatan, harta, benda, terganggunya aspek perekonomian dan pendidikan dan sebagainya. Kegiatan sosialisasi merupakan proses pengubahan perilaku yang dilakukan melalui penyebarluasan informasi, komunikasi dan motivasi dan edukasi oleh penyuluh sosial baik secara lisan maupun peraga pada kelompok sasaran, sehingga muncul pemahaman yang sama, pengetahuan, dan kemauan guna berpartisipasi seperti aktif dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa SMAN 4 Samarinda tentang mitigasi bencana banjir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 09 Juni 2022 dengan peserta sebanyak 22 orang yang merupakan siswa SMAN 4 Samarinda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara tatap muka langsung di salah satu ruangan laboratorium yang dimiliki SMAN 4 Samarinda. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu tahapan pra-pengabdian masyarakat, tahapan pelaksanaan pengabdian masyarakat dan tahap tindak lanjut atas pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil feedback dari peserta diketahui bahwa semua peserta mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa dalam kehidupan bermasyarakat dan maupun di lingkungan sekolah.  Flooding is essentially a natural process and can be a disaster for humans if the process affects humans and causes loss of life and material. Losses from flood disasters include health, property, objects, disruption of economic and educational aspects and so on. Socialization activities are a process of changing behaviour carried out through the dissemination of information, communication and motivation and education by social instructors both verbally and visually to the target group so that the same understanding, knowledge, and willingness to participate as actively in the implementation of social welfare emerges. This community service aims to increase students' understanding of SMAN 4 Samarinda about flood disaster mitigation. This community service activity was carried out on June 9, 2022, with 22 participants who were students of SMAN 4 Samarinda. This community service activity was carried out face to face directly in one of the laboratory rooms owned by SMAN 4 Samarinda. This activity is carried out in three stages: the pre-community service stage, the stage of implementing community service and the follow-up stage for implementing community service activities. The results of feedback from participants showed that all participants said this activity was very beneficial for students in social life and the school environment.