cover
Contact Name
Hadi Rianto
Contact Email
hdrianto@yahoo.com
Phone
+6281256972279
Journal Mail Official
hdrianto@yahoo.com
Editorial Address
IKIP PGRI Pontianak, Lantai Dasar Gedung B Jl Ampera No. 88 Kota Baru Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 23378891     EISSN : 25989510     DOI : http://dx.doi.org/10.31571/pkn.v3i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan berisikan tentang hasil penelitian pada bidang ke-PKN-an meliputi kajian tentang pendidikan, politik, HAM, startegi dan metode pembelajaran PKn
Articles 425 Documents
PENTINGNYA PEMAHAMAN WAWASAN NUSANTARA BAGI GENERASI Z UNTUK MEMBANGUN RASA NASIONALISME Saputri, Shipa Amalia; Najicha, Fatma Ulfatun
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7474

Abstract

Kajian ini dibuat untuk menjelaskan bagaimana pentingnya pemahaman nusantara pada Generasi Z untuk menumbuhkan rasa nasionalisme di tengah era globalisasi. Di era modern dan berkembang pesatnya teknologi memudahkan penyebaran berbagai informasi dari seluruh dunia. Globalisasi mempengaruhi pola pikir dan hidup generasi muda bahkan dapat mempengaruhi rasa nasionalisme mereka. Wawasan nusantara hadir sebagai suatu konsep yang bertujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan dan diwujudkan dengan mengutamakan kepentingan nasional dibanding kepentingan pribadi, kelompok atau golongan tertentu. Penelitian ini dirancang dan disusun menggunakan metode penelitian kualitatif di mana pengumpulan data menggunakan dokumentasi artikel dan jurnal-jurnal yang relevan dengan topik yang dibahas, serta pemaparan isi materi menggunakan deskripsi penjelas
PENDIDIKAN POLITIK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA SEBAGAI PEMILIH PEMULA DI KOTA SINGKAWANG Hasanah, Sitti Uswatun; Sulha
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7475

Abstract

Siswa sebagai warga negara Indonesia yang dikategorikan sebagai pemilih pemula yang baru pertama kali mengikuti kegiatan politik. Melalui pendidikan politik, siswa dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuannya dalam berpartisipasi politik baik di sekolah maupun dalam pemilihan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pendidikan politik dalam meningkatkan partisipasi politik siswa sebagai pemilih pemula. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan teknik penelitian angket/google form, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, pada siswa SMA/SMK/MA se-Kota Singkawang. Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu siswa sebagai pemilih pemula perlu memahami pentingnya pendidikan politik dan juga mendukung kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan politik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa pendidikan politik terhadap siswa di sekolah, dilaksanakan melalui mata pelajaran PPKn, kegiatan OSIS, kegiatan Pramuka, dan melalui sosialisasi pemilu yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang. Siswa yang memperoleh pendidikan tersebut, partisipasi politiknya menjadi meningkat ditandai dengan dengan kemampuan siswa berpendapat didalam kelas, dan kesadaran siswa berpartisipasi dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Pramuka, dan ikut aktif dalam Organisasi lainnya yang ada di sekolah. Partisipasi politik siswa juga terlihat dari kesiapan mereka yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih pemula, untuk ikut serta dalam pemilihan umum tahun 2024.
PERAN PENYELENGGARA PENDIDIKAN DALAM MENCEGAH PELECEHAN SEKSUAL: STUDI DI UNIVERSITAS MATARAM Aulia, Oktavia Putri; Sumardi, Lalu
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7476

Abstract

Pelecehan seksual bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, termaksud di kampus. Fenomena terjadinya pelecehan seksual di lingkungan kampus bukanlah merupakan hal yang baru. Pelecehan ini kerap kali dilakukan oleh para oknum dari kalangan terpelajar, baik sesama mahasiswa, staff dan karyawan universitas, maupun para tenaga pendidik dan itu juga berpengaruh terhadap penjalanan birokrasi kampus yang sampai hari ini belum membuat satgas pelecehan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyelenggara pendidikan terhadap pelecehan seksual Universitas Mataram. Jenis penelitian ini termaksud jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model interaktif yang dikembangkan Miles, Puberman, dan Saldana yang mencakup tiga tahapan yaitu: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan adanya upaya kebijakan rektor dalam mencegah pelecehan seksual yang merupakan penyelenggara pendidikan.
POLA INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DI ERA DIGITAL STUDY DI DESA PRINGGABAYA LOTIM Septayana, Ina; Sumardi, Lalu
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7477

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola interaksi sosial masyarakat di era digital di desa pringgabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data dari penelitian ini adalah masyarakat di desa pringgabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa teknik observasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah (1) bentuk interaksi sosial masyarakat diera digital di Desa Pringgabaya ada dua yaitu menggunakan media sosial atau secara tidak langsung dan tatap muka (2) dampak positif dan dampak negatif berkomunikasi secara tidak langsung. Adapun dampak negatifnya yaitu; timbulnya rasa saling tidak menyukai atau persaingan antar masyarakat, menimbulkan banyak konflik. Dampak positifnya yaitu; menghemat waktu, jangkaun komunikasi lebih luas, dan mempercepat penyebaran informasi (3) dampak negatifnya; kurang update dalam informasi atau kejadian terkini, tidak dapat melakukan komunikasi secara luas, tidak menghemat waktu dan tempat. Dampak positifnya; menumbuhkan rasa kebersamaan, dapat memberikan respon atau tanggapan secara langsung,, dan mempererat hubungan antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya (4) upaya menjaga kekompakan dan keharmonisan antar sesama masyarakat yaitu dengan membuat visi misi desa, mengadakan kegiatan bersama, mengadakan pertemuan, memperbanyak komunikasi, dan saling sapa menyapa saat bertemu.
GOLPUT SEBAGAI BENTUK KURANGNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM BERPOLITIK STUDI DI DESA PRINGGABAYA Septayana, Ina; Mustari, Mohamad
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7570

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola interaksi sosial masyarakat di era digital di desa pringgabaya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data adalah masyarakat di desa pringgabaya. Teknik pengumpulan data berupa teknik observasi. Hasil penelitian (1) bentuk interaksi sosial masyarakat diera digital di Desa Pringgabaya yaitu menggunakan media sosial (2) dampak positif dan dampak negatif berkomunikasi secara tidak langsung. Adapun dampak negatifnya yaitu; timbulnya rasa saling tidak menyukai atau persaingan antar masyarakat, menimbulkan banyak konflik. Dampak positifnya yaitu; menghemat waktu, jangkaun komunikasi lebih luas, dan mempercepat penyebaran informasi (3) dampak positif dan dampak negatif berkomunikasi secara langsung, adapun dampak negatifnya; kurang update dalam informasi atau kejadian terkini, tidak dapat melakukan komunikasi secara luas, tidak menghemat waktu dan tempat. Dampak positifnya; menumbuhkan rasa kebersamaan, dapat memberikan respon atau tanggapan secara langsung, lebih fokus mendengarkan informasi atau cerita dari masyarakat lainnya, tidak menimbulkan banyak drama atau kesalah fahaman, informasi atau cerita pribadi lebih aman, dan mempererat hubungan antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya (4) upaya masyarakat untuk menjaga kekompakan dan keharmonisan antar sesama masyarakat yaitu dengan membuat visi misi desa , mengadakan kegiatan bersama, mengadak pertemuan, memperbanyak komunikasi, dan saling sapa menyapa saat bertemu.
KARAKTER DISIPLIN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN UNIVERSITAS MATARAM Saputri, Tri; Sumardi, Lalu
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7571

Abstract

Saat ini banyak sekali kita melihat mahasiswa yang sering kali mengalami keterlambatan pada saat proses pembelajaran yang berlangsung ada saat perkuliahan. Hal ini tentunya disebabkan berbagai macam faktor seperti jarak rumah dari kampus terlalu jauh, kurang menghargai waktu, adanya urusan organisasi maupun karena ada hal yang lainnya. Tujuan penelitian ini juga melihat dampak dari keterlambatan mahasiswa dalam melaksanakan perkuliahan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara mahasiswa program studi pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan. Sumber data yang diambil dari mahasiswa pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan khususnya di kelas 3A. Teknik analisis data yang digunakan ialah metode intereaktif yang dikembangkan Mules, Huberman, dan Saldana yang mencakup tiga tahapan yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswi dan mahasiswa kelas 3A dengan jumlah mahasiswa 33 orang, dengan jumlah laki-laki 7 orang dan perempuan 26 orang. Pada penelitian ini terdapat juga cara penanggulangan keterlambatan mahasiswa dan mahasiswi tersebut diantaranya kesadaran dari diri mahasiswa, mempertegas dan menyepakati peraturan kelas yang ada.
DESAIN DAN OPTIMASI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF ANTI KORUPSI UNTUK MENUNJANG PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI MUDA Retnowati, Nurcahyani Dewi; Subarjo, Abdul Haris
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7572

Abstract

Pendidikan antikorupsi merupakan tindakan untuk mengendalikan dan mengurangi korupsi berupa keseluruhan upaya untuk mendorong generasi mendatang untuk mengembangkan sikap menolak secara tegas terhadap setiap bentuk korupsi. Dengan adanya pendidikan antikorupsi maka diharapkan dapat menjunjukkan moral Pancasila. Dalam mempelajari tentang Pendidikan anti korupsi dapat menggunakan suatu media pembelajaran interaktif. Oleh karena itu perlu dibuat desain media pembelajaran interaktif anti korupsi serta optimasinya. Desain media pembelajaran interaktif tersebut dapat membantu anak-anak sekolah dasar agar lebih paham tentang pendidikan anti korupsi. Hasil uji game terhadap 30 siswa sekolah dasar yang diambil secara acak maka terlihat bahwa 84% responden berpendapat bahwa aplikasi game dapat berjalan dengan sangat baik, 92% responden berpendapat bahwa bahasa yang digunakan pada aplikasi sangat baik, 88% responden berpendapat penggunaan gambar pada game mendukung materi, 88% responden berpendapat bahwa latihan pada game sesuai dengan materi, 76% responden berpendapat bahwa tampilan pada game sangat menarik.
PENGARUH MODEL DISCOVERYnLEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN PESERTA DIDIKIKELAS IV DI SD MUHAMMADIYAH 2 WARU Yulianti, Sofi Eka Yulianti; Indra K., Machful
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Desain penelitian One Group Pretest-Postest. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Dalam riset ini melibatkan responden sebanyak 20 peserta didik. Peserta didik yang dipilih yakni dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh karena peneliti beranggapan jumlah populasi terlalu kecil sehingga digunakan secara keseluruhan. Dalam penelitian ini pengujian digunakan melalui program SPSS 25 sebagai alat bantu olah data statistik. Dalam penelitian ini mendapatkan hasil bahwa 1) adanya pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar pendidikan pancasila dan kewarganegaraan Peserta Didik kelas IV SD Muhammadiyah 2 Waru. 2) besarnya pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar pada aspek kognitif peserta didik mata pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan kelas IV SD Muhammadiyah 2 Waru.
PENERAPAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERKARAKTER NASIONALISME PADA MATA PELAJARAN PPKN DI KELAS XI SMAN 2 SUNGAI RAYA Dewi; Bistari; Purnama, Shilmy
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7574

Abstract

Penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan materi Berkarakter Nasionalisme pada mata pelajaran PPKn dikelas IPA 1 SMA Negeri 2 Sungai Raya. Metode penelitian deskriptif. Subjek dari penelitian ini kepala sekolah, guru PPKn, dan siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Sungai Raya. Pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian bahwa penerapan rancangan pelaksanaan pembelajaran berkarakter nasionalisme pada pelajaran PPKn dikelas XI IPA 1 dilakukan melalui pembelajaran oleh guru dengan menjelaskan materi yang berkaitan dengan nilai berkarakter nasionalisme. Belajar mengajar dilakukan guru seperti mengucapkan salam saat masuk keruang kelas mengecek kerapian siswa, membersihkan sampah dalam laci siswa, absen kehadiran siswa, berdoa sebelum memulai pelajaran, guru membahas materi sebelumnya dan menyampaikan materi yang akan dipelajari. Nilai yang terdapat pada indikator yaitu bangga sebagai bangsa Indonesia, Cinta Tanah air, Menerima Kemajemukan, peduli social.
STUDI ANALISIS PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT PADA PEMILIHAN KEPALA DESA SERENTAK TAHUN 2022 DI KECAMATAN CIBADAK KABUPATEN LEBAK Anjarwati, Neneng; Juwandi, Ronni; Dewi, Ratna Sari
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi politik masyarakat pada pemilihan kepala desa serentak tahun 2022 di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menemukan hasil sebagai berikut : 1) Partisipasi Politik Masyarakat Desa di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak dapat dianggap cukup bagus kecuali di Desa Kadu Agung Tengah yang dibuktikan dengan tingkat partisipasi politik pada pemilihan kepala desa serentak tahun 2022 diatas 85% kecuali Desa Kadu Agung Tengah. 2) Tingginya Partisipasi Politik Masyarakat Desa di empat Desa yang melaksanakan Pilkades Serentak 2022 di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak dipengaruhi oleh faktor pemberian paket sembako dan janji kemudahan akses bantuan serta program pemerintah bagi masyarakat yang mendukung kepala desa terpilih. 3) Rendahnya angka partisipasi masyarakat Desa Kadu Agung Tengah adalah kurangnya kesadaran politik yang ditunjukkan masyarakat desa Kadu Agung Tengah dan lebih memilih tetap bekerja pada hari pencoblosan.