cover
Contact Name
Hadi Rianto
Contact Email
hdrianto@yahoo.com
Phone
+6281256972279
Journal Mail Official
hdrianto@yahoo.com
Editorial Address
IKIP PGRI Pontianak, Lantai Dasar Gedung B Jl Ampera No. 88 Kota Baru Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 23378891     EISSN : 25989510     DOI : http://dx.doi.org/10.31571/pkn.v3i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan berisikan tentang hasil penelitian pada bidang ke-PKN-an meliputi kajian tentang pendidikan, politik, HAM, startegi dan metode pembelajaran PKn
Articles 425 Documents
APLIKASI CANVA SEBAGAI DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN PANCASILA DI SMPN 1 KARAWANG BARAT Fajri, Dyah Sabrina; Saylendra, Nadya Putri; Nugraha, Yogi
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7857

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aplikasi canva sebagai desain media pembelajaran pendidikan Pancasila di SMPN 1 Karawang Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Canva adalah salah satu desain grafis digital yang dapat membantu guru Pendidikan Pancasila untuk mendesain media pembelajaran berbasis digital. Canva memberikan kemudahan untuk membantu guru Pendidikan Pancasila dalam mendesain dan mempersiapakan bahan ajar. Pemanfaatan canva untuk desain media pembelajaran adalah dengan adanya fitur-fitur , grafis, dan template yang tidak berbayar. Kolaborasi antar akunbelajar.id dan canva juga menjadi keuntungan bagi guru dan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi pada abad 21. Dengan menggunakan canva guru lebih mempunyai inovasi dalam pembuatandesain media pembelajaran, bahan ajar bahkan modul ajar digital. Pembuatan presentasi dan beberapa kombinasi antara audio dan visual lebih menarik dan dapat diberikan beberapa ikon atau gambar sesuai dengan tema materi pembelajaran. Canva memberikan ruang inovatif serta efektif dan efisien bagi guru untuk menciptakan ruang belajar digital yang kreatif.
PENGUATAN CITIZENSHIP TRANSMISSION PADA PEMBELAJARAN PPKn UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN KRISIS IDENTITAS NASIONAL PADA GENERASI Z DI MTsS ISLAMIYAH SEI KAMAH II Nurr, Afni; Abdinur Batubara
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7881

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran guru PPKn dalam menguraikan penyebab krisis identitas nasional pada generasi Z dan budaya lokal sebagai penguatan identitas nasional. Krisis identitas nasional muncul akibat percampuran budaya global dengan budaya lokal, didorong oleh percepatan digitalisasi dan perubahan sosial yang signifikan. Transmisi kewarganegaraan ialah suatu proses pewarisan kebudayaan di dalam masyarakat, era globalisasi ini kemajuan teknologi dan zaman memudahkan budaya asing untuk masuk kedalam bangsa kita, maka dari itu sangat penting pewarisan kewarganegaraan untuk dipelajari oleh siswa generasi z supaya mereka mengetahui dan mendalami kebudayaan yang dimiliki dan diwariskan kepada mereka. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penguatan citizenship transmission pada pembelajaran PPKn dapat memperkuat identitas nasional di kalangan siswa hal ini dicapai melalui integrasi budaya lokal dan metode pembelajaran yang interaktif. Globalisasi menjadi tantangan utama yang menyebabkan krisis identitas nasional, namun dengan pendekatan yang tepat seperti pengajaran nilai-nilai budaya lokal, penguatan citizenship transmission yang mempromosikan dan menunjukkan kebanggaan nasional, kerjasama antara guru dan orang tua, siswa dapat dibimbing untuk memahami dan menghargai identitas nasional mereka. Kegiatan seperti pentas seni dan kunjungan ke tempat bersejarah efektif dalam meningkatkan kesadaran dan apresiasi siswa terhadap warisan budaya mereka.
PERAN GURU PPKN DALAM MENUMBUHKAN NILAI NASIONALISME UNTUK MENGATASI SIKAP FANATISME IDOL K-POP PADA SISWA DI SMP N 37 MEDAN Rinnauli Saragih; Abdinur Batubara
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan mengetahui peran guru PPKn dalam menumbuhkan nilai nasionalisme guna mengatasi fanatisme idol K-Pop pada siswa di SMP Negeri 37 Medan, yang beralamat di Jl. Timor No. 36B, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek terdiri dari 3 guru PPKn dan 25 siswa kelas VIII. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, serta sumber sekunder dari buku dan jurnal terkait. Analisis data mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan model pembelajaran Project Based Learning untuk menghubungkan minat siswa pada K-Pop dengan nilai kebangsaan. Selain itu, guru juga membantu siswa menyeimbangkan hobi mereka dengan kewajiban sebagai warga negara melalui kegiatan kreatif dan materi ajar yang disesuaikan dengan budaya populer. Meskipun sudah ada upaya dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, penerapan nilai nasionalisme di kalangan siswa masih perlu ditingkatkan.
STRATEGI PENGUATAN NILAI KESEDERHANAAN PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN ANTI KORUPSI MAHASISWA PPKn UNIVERSITAS JAMBI ANGKATAN 2022 Ervika Agnes Yulia; Irzal Anderson; Tohap Pandapotan Simaremare
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7900

Abstract

Korupsi di Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Jambi. Korupsi merupakan masalah struktural yang mendalam dalam masyarakat Indonesia, dan pendidikan anti-korupsi di perguruan tinggi diharapkan dapat menanamkan sikap kritis serta nilai-nilai moral, termasuk kesederhanaan, untuk mencegah perilaku koruptif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk memahami penerapan nilai kesederhanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa PPKn telah mendapatkan pendidikan tentang kesederhanaan, penerapan nilai ini dalam kehidupan sehari-hari masih rendah. Strategi penguatan nilai kesederhanaan meliputi pendekatan kolaboratif dan proyek berbasis pembelajaran, tetapi terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu dan pengaruh lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pengajaran yang lebih fleksibel dan dukungan lingkungan sosial yang kuat dapat meningkatkan efektivitas penerapan nilai kesederhanaan di kalangan mahasiswa.
PERAN GURU PPKn DALAM MENCEGAH SINDROM FoMO MELALUI PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA ELEMEN BERNALAR KRITIS DI MTsS AL WASHLIYAH 27 FIRDAUS Arinda Risna Cherylia Siregar; Abdinur Batubara
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7904

Abstract

Dalam penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana peran guru PPKn dalam mencegah sindrom FoMO melalui penguatan profil pelajar pancasila elemen bernalar kritis. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif yakni metode yang berdasarkan filsafat postpositivisme, dipakai guna meneliti pada kondisi obyek alamiah. Research kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Hasil research menjelaskan bahwasanya melalui penguatan profil pelajar Pancasila dapat mencegah terjadinya Sindrom FoMO. Penguatan Profil Pelajar Pancasila bagi Guru PPKn yakni konsep perencaan pembelajaran yang mengarah terhadap pembentukan nilai-nilai Pancasila. Kemudian memanfaatkan media sosial dan teknologi sebagai alat edukasi kepada siswa mengenai dampak negatif akan Sindrom FoMO dan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat membantu mereka menghadapi permasalahan FoMO. Dengan memberikan penguatan profil pelajar Pancasila elemen bernlar kritis dalam setiap metode pembelajaran yang digunakan dapat memastikan bahwa siswa selalu diajak untuk berpikir mendalam dan kritis.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN TAHUN AJARAN 2024/2025 Valentina, Agnes; Jamaludin
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran diferensiasi dalam meningkatkan sikap toleransi siswa kelas X SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Pembelajaran diferensiasi dirancang sesuai minat dan gaya belajar siswa dengan penyesuaian konten, proses, dan produk. Sikap toleransi adalah sikap saling menghargai perbedaan untuk mencapai kedamaian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Experiment, menguji hubungan sebab akibat antara pembelajaran diferensiasi (variabel X) dan sikap toleransi (variabel Y). Data dikumpulkan melalui angket, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran diferensiasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap toleransi siswa, terutama di kelas eksperimen X-6, yang mengalami peningkatan signifikan dalam sikap toleransi berdasarkan hasil uji statistik. Kata Kunci: Pembelajaran Berdiferensiasi, Sikap Toleransi
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT CITIZEN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA TEMA P5 SUARA DEMOKRASI DI SMP N 1 PERCUT SEI TUAN Sabina, Sarah; Maryatun Kabatiah
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran project citizen dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII-6 pada salah satu tema P5 yaitu suara demokrasi di SMP N 1 Percut Sei Tuan. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan nonquivalent control group design. Adapun subjek penelitian ini adalah kelas VIII-6 sebanyak 29 siswa dan kelas VIII-5 sebanyak 32 siswa ditentukan dengan teknik purposive sampling Instrument penelitian ini menggunakan dokumentasi, angket, pretest dan postest yang terdiri dari 20 soal pilihan berganda. Data dianalisis menggunakan uji paired sampel T-test dengan syarat uji Kolmogrov- Smirnov melalui bantuan program SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji paired sample T-test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran project citizen dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada tema P5 suara demokrasi di SMP N 1 Percut Sei Tuan dengan nilai rata-rata kelas eksperimen untuk pretest 34,50 dan 75,25 untuk postest. Sedangkan nilai rata-rata untuk kelas kontrol memperoleh 37,50 untuk pretest dan 49,62 untuk postest. Berdasarkan uji N-Gain score menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-gain score untuk kelas eksperimen adalah 61,18% dikategorikan cukup efektif. Sementara pada kelas kontrol uji N- Gain score adalah 19,24% dikategorikan tidak efektif.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PPKN MELALUI PENDEKATAN TPACK DALAM MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 PEMATANGSIANTAR Siboro, Ruth Lidya; Jamaludin
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7926

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi pembelajaran PPKn melalui pendekatan TPACK untuk meningkatkan berpikir kritis siswa kelas VII SMP Negeri 7 Pematangsiantar. Jenis penelitian ini yaitu Quasi Eksperiment yakni untuk melihat hubungan sebab akibat antara variable independent (Pendekatan TPACK sebagai variabel X) dan variable dependent (kemampuan berpikir kritis sebagai variabel Y). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui angket pretest dan posttest, wawancara, serta dokumentasi. Sample pada penelitian ini ditentukan dengan purposive sampling terdiri dari dua kelas yaitu kelas VII-7 sebagai kelas eksperimen dan VII-4 sebagai kelas kontrol.  Data-data yang ditemukan dianalisis secara statistik dengan analisis deskriptif dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS, uji normalitas, uji paired, sample t-test, uji homogitas, dan uji independent sample t-test. Seluruh uji yang dilakukan diolah menggunakan SPSS Versi 16.0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan terhadap berpikir kritis siswa yang menerima pembelajaran dengan pendekatan TPACK atau kelas eksperimen. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata (mean) postest berpikir kritis kelas eksperimen sebesar 51.83 dan meningkat menjadi 83.83. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi pembelajaran PPKn melalui Pendekatan TPACK memiliki pengaruh dan efektivitas dalam meningkatkan berpikir kritis siswa kelas VII SMP Negeri 7 Pematangsiantar.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK NAPOSO NAULI BULUNG LAERIAS SEBAGAI WUJUD PEMBENTUKAN CIVIC DISPOSITION DI DESA PERJUANGAN KECAMATAN SUMBUL KABUPATEN DAIRI Gultom, Gunawan; Hodriani
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang pemberdayaan kelompok Naposo Nauli Bulung sebagai wujud pengembangan civic disposition pemuda di Desa Perjuangan, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah Pemerintah Desa, Pengurus Kelompok Naposo Nauli Bulung, dan Orang tua dari Naposo Nauli Bulung tersebut. Jenis data yang dipakai pada penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan, data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, dan website yang terkait dengan topik penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data (reduction), penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Naposo Nauli Bulung Laerias sebagai organisasi kepemudaan dapat diberdayakan sebagai wadah pembentukan karakter kewarganegaraan (civic disposition) pada pemuda dimana kelompok naposo nauli bulung laerias menunjukkan komitmen untuk turut serta untuk membentuk karakter pemuda dan mengembangkan potensi pemuda. Kendati demikian, kelompok naposo nauli bulung laerias mendapat beberapa kendala dalam memberdayakan pemuda. Oleh karena itu, perlu perhatian setiap elemen masyarakat untuk dapat memberdayakan kelompok naposo nauli bulung laerias dalam membentuk karakter kewarganegaraan pada pemuda.
KOLABORASI MASYARAKAT PERBATASAN ACEH DAN SUMATERA UTARA DALAM MEMPERKUAT KOHESI SOSIAL Irwan Putra; Maimun; Dinatul Adawiyah; Muhammad Yunus
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.8023

Abstract

Wilayah perbatasan provinsi merupakan wilayah yang memiliki tingkat heterogenitas yang tinggi karena perbedaan latar belakang etnis, agama, dan bahasa. Oleh karena itu, kawasan perbatasan seringkali menjadi kawasan yang berpotensi konflik karena tidak adanya integrasi antar masyarakat yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji realitas kolaborasi masyarakat di wilayah perbatasan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara dalam memperkuat kohesi sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas kolaborasi masyarakat di perbatasan belum terdapat kolaborasi terstruktur dari pemerintah desa. Namun terdapat kerjasama dan interaksi sosial antar masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak perlu adanya kolaborasi terstruktur dari pemerintah untuk menghubungkan kedua desa tersebut. Masyarakat di desa perbatasan telah menjalin hubungan sosial dan kerjasama dalam aktivitas sehari-hari baik antar individu maupun kelompok. Upaya masyarakat dalam memperkuat kohesi sosial adalah dengan saling menghormati, menghargai, menjaga keharmonisan dan komunikasi agar tidak terjadi perbedaan paham. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah membuat program kerjasama terstruktur antar desa perbatasan untuk mempererat hubungan sosial. Penelitian ini juga menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan sampel yang lebih luas dan beragam serta menggunakan metode yang lebih efektif untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.