cover
Contact Name
Fera Sartika
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
+6287815093560
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Building B 1st Floor RTA Milono St. Km.1,5 Palangka Raya 73111 INDONESIA
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
ISSN : -     EISSN : 26226111     DOI : https://doi.org/10.33084/bjmlt.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology is a Scientific Journal managed by Department of Medical Laboratory Technology Faculty of Health Science Universitas Muhammadiyah Palangkaraya and published twice a year (in October and April) by Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, contains articles of research and critical-analysis studies in Blood-transfusion Science, Clinical Chemistry, Hematology, Histopathology, Immunology, Microbiology, Parasitology, Toxicology, Food and drink Analysis, Molecular Biology, and other Medical Laboratory aspects.
Articles 196 Documents
Perbedaan Angka Khamir Saliva Perokok Aktif Konvensional dan Elektrik pada Pekerja Tambang Merrydian S, Gladys; Azahra, Sresta; Harlita, Tiara Dini; Wahyutri, Endah
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10769

Abstract

Kebiasaan merokok dapat mempengaruhi kesehatan rongga mulut, termasuk meningkatkan risiko pertumbuhan jamur seperti Candida albicans yang menyebabkan kandidiasis oral. Rokok menghasilkan asap konvensional dari pembakaran tembakau yang mengandung nikotin, tar, karbon monoksida dan logam berat, sedangkan rokok elektrik menghasilkan uap dari cairan nikotin tanpa proses pembakaran. Perbedaan utama pada komposisi kimia dan mekanisme kerja kedua jenis rokok tersebut dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap kolonisasi khamir dalam air liur. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan angka khamir air liur perokok aktif konvensional dan elektrik pada pekerja tambang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berupa 50 orang air liur pekerja tambang, terdiri dari 25 orang perokok konvensional dan 25 orang perokok elektrik, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Sampel dianalisis di laboratorium menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), kemudian dihitung dalam satuan CFU/ml. Analisis data menggunakan uji Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden usia dewasa awal sebanyak 24 (48%), lama pemakaian rokok ≥ 1 tahun berjumlah 42 (84%). Angka khamir positif lebih banyak ditemukan pada perokok konvensional dengan rata-rata koloni sebesar 431,304 CFU/ml, sedangkan pada perokok elektrik hanya sebesar 0,6 CFU/ml. Pertumbuhan khamir lebih banyak ditemukan pada kelompok dewasa awal sebanyak 10 (20%) dan merokok ≥ 1 tahun sebanyak 21 (42%). Hasil Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0.022 (p<0,05) yang terdapat perbedaan signifikan antara perokok konvensional dan elektrik, dengan angka khamir lebih tinggi ditemukan pada perokok konvensional.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Laboratorium Pada Penderita Gangguan Tiroid Di RSUD Kabupaten Temanggung Muhajir, Fiqri; Irfani , Farida Noor; Hadi , Wahid Syamsul
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10809

Abstract

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon Thyroxine (T4) dan Triiodothyronine (T3) yang berperan penting dalam metabolisme tubuh. Di Indonesia, prevalensi hipertiroid mencapai 40–48% dari seluruh gangguan tiroid, dengan Jawa Tengah mencatat prevalensi 0,5% dan angka kejadian lebih tinggi pada perempuan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hasil laboratorium kadar TSH, T3, dan T4 serta menganalisis hubungan usia dan jenis kelamin dengan gangguan tiroid.Metode yang digunakan deskriptif-analitik pendekatan potong lintang (cross-sectional) menggunakan data sekunder dan total sampling. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium RSUD Kabupaten Temanggung dan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta pada Agustus 2024–Juni 2025. Dari 30 pasien, perempuan mendominasi (86,7%) dibandingkan laki-laki (13,3%). Insidensi tertinggi ditemukan pada kelompok usia dewasa (19–59 tahun) sebesar 38,2%. Uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia (p=0,414) maupun jenis kelamin (p=1,000) dengan gangguan tiroid (p>0,05).Rata-rata hasil laboratorium menunjukkan remaja (10–18 tahun) memiliki kadar TSH terendah namun T3 dan T4 tertinggi, sedangkan lansia (≥60 tahun) menunjukkan penurunan kadar T3 dan T4 dengan TSH relatif stabil. Temuan ini mengindikasikan adanya perubahan fungsi tiroid seiring bertambahnya usia, namun faktor usia dan jenis kelamin tidak terbukti berhubungan signifikan secara statistik dengan gangguan tiroid.
Hubungan Beban Kerja Petugas Laboratorium Dengan Kepatuhan Identifikasi Pasien Di Puskesmas Kota Denpasar Adnyana, Dewa Gede Agus; Putra, Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna; Putri, Luh Nova Dilisca Dwi; Hayati, Mardiyah
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10828

Abstract

Identifikasi pasien yang benar merupakan aspek penting dalam pelayanan laboratorium untuk mencegah kesalahan diagnosis dan meningkatkan keselamatan pasien. Beban kerja yang tinggi diduga mempengaruhi kepatuhan petugas dalam melakukan identifikasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja petugas laboratorium dengan kepatuhan identifikasi pasien di Puskesmas Kota Denpasar. Metode Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh petugas laboratorium di 11 Puskesmas Kota Denpasar (27 orang) yang diambil dengan total sampling. Data beban kerja dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan kepatuhan identifikasi pasien diukur melalui observasi dengan checklist. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Dari hasil penelitian  mayoritas petugas laboratorium memiliki beban kerja kategori berat (55,6%). Tingkat kepatuhan identifikasi pasien mayoritas berada pada kategori kurang patuh (51,9%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara beban kerja dengan kepatuhan identifikasi pasien (p=0,001; r=-0,616). Semakin tinggi beban kerja petugas laboratorium, semakin rendah tingkat kepatuhan dalam identifikasi pasien. Disarankan agar Puskesmas melakukan evaluasi distribusi beban kerja dan peningkatan pelatihan kepatuhan terhadap SOP.
Pemeriksaan Mikroskopis Pediculus Humanus Capitis Pada Santri di Pesantren Raudhatul Jannah Palangka Raya Tahun 2025 Wahfiudin, M. Noval; Ramdhani, Fitria Hariati; Rahmah, Windya Nazmatur; Sartika, Fera
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10972

Abstract

Pediculus humanus capitis atau kutu kepala merupakan ektoparasit obligat pada manusia yang menetap dan bereproduksi di kulit kepala serta batang rambut. Penularan utamanya terjadi melalui kontak langsung antar kepala atau melalui pemakaian bersama benda pribadi seperti sisir, jilbab, sarung bantal, dan penutup kepala. Lingkungan pesantren memiliki kondisi yang mendukung mekanisme penularan tersebut karena para santri tinggal secara Bersama-sama di asrama, beraktivitas dalam kelompok, dan sering berbagi perlengkapan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran mikroskopis Pediculus humanus capitis pada santri di Pesantren Raudhatul Jannah, Kota Palangka Raya tahun 2025. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 19 santri yang dipilih melalui teknik total sampling. Hasil dari penelitian ini didapatkan satu telur yang sudah menetas dan tidak didapatkan nimfa maupun kutu dewasa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 94,7% (18) santri di pesantren Raudhatul Jannah kota Palangka Raya tidak terinfeksi pedikulosis kapitis, sementara 5,3%. (1) santri terinfeksi pedikulosis kapitis.
Cover, Content, and Editorial Note from Borneo J Med Lab Tech Vol. 8 No. 1 Oktober 2025 Chief Editor of Borneo J Med Lab Tech
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.11488

Abstract

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulillahirabbil ‘alamin. After a long wait of almost 12 years from the first stand, the scientific journal of the Department of Analyst Health (Medical Laboratory Technology) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya can be published. BJMLT is published every 6 months (2 issues/year) every October and April. This journal aims to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field but not limited to Blood transfusion, Clinical Chemistry, Hematology, Histopathology, Immunology, Microbiology, Parasitology, Toxicology, Food and Beverage Analysis, Molecular Biology, Medical Biology, and related fields that are of interest to medical laboratory technologies, such as epidemiology, health promotion, professional ethics, and laboratory management, It was first published online in October 2018 using Open Journal System (OJS) 3.1 platform with e-ISSN 2622-6111 by URL http://journal.umpr.ac.id/index.php/bjmlt. This edition contains 14 articles on Hematology, Microbiology, Clinical Chemistry, and Epidemiology. Editorial boards are fully aware that there is still room for improvement in this edition; hence with all humility, they are willing to accept constructive suggestions and feedback for improvements to the publication for the next editions. The publication of BJMLT certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers from UM Palangkaraya and other universities. The editorial board would like to thank the University, all editors and reviewers, and contributors of the scientific articles who have provided the repertoire in this issue. We hope that all parties, especially the contributors of the articles, could re-participate the publication's success in the next edition in April 2026.
Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Arang Tempurung Kelapa dan Jeruk Nipis Terhadap Bakteri Gram Positif dan Negatif Kurniawan, Kurniawan -; Fitri, Hidayah Anisa; Sudarsono, Tantri Analisawati
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.8850

Abstract

Sabun cuci piring dapat dibuat menggunakan alkali, trigliserida dan ditambah dengan berbagai jenis bahan alam yang mengandung senyawa antimikroba  seperti ekstrak jeruk nipis dan arang tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kombinasi ekstrak etil asetat jeruk nipis dan ekstrak etil asetat arang tempurung kelapa dalam menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan negatif dan untuk mengetahui konsentrasi kombinasi ekstrak jeruk nipis dan ekstrak arang. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental yang diawali dengan tahap ekstraksi sampai tahap uji efektivitasnya dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etil asetat jeruk nipis dan arang tempurung kelapa efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif (S. aureus dan B. subtilis) dan bakteri Gram negatif (E. coli dan P. aeruginosa) yang ditunjukkan dengan adanya zona hambat di sekitar kertas cakram. Kemampuan kombinasi kedua jenis ekstrak tersebut dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji memiliki konsentrasi optimal yang berbeda-beda (P4, P5 dan P2). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak etil asetat jeruk nipis dan arang tempurung kelapa efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif (S. aureus dan B. subtilis) dan bakteri Gram negatif (E. coli dan P. aeruginosa) yang ditunjukkan dengan adanya zona hambat di sekitar kertas cakram, dan terdapat tiga konsentrasi kombinasi ekstrak etil asetat jeruk nipis dan arang tempurung kelapa yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri yaitu konsentrasi 75% jeruk nipis dan 25% arang tempurung kelapa (S. aureus dan B. subtilis), konsentrasi 100% arang tempurung kelapa (E. coli) dan konsentrasi 25% jeruk nipis dan 75% arang tempurung kelapa (P. aeruginosa).