cover
Contact Name
Fera Sartika
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
+6287815093560
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Building B 1st Floor RTA Milono St. Km.1,5 Palangka Raya 73111 INDONESIA
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
ISSN : -     EISSN : 26226111     DOI : https://doi.org/10.33084/bjmlt.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology is a Scientific Journal managed by Department of Medical Laboratory Technology Faculty of Health Science Universitas Muhammadiyah Palangkaraya and published twice a year (in October and April) by Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, contains articles of research and critical-analysis studies in Blood-transfusion Science, Clinical Chemistry, Hematology, Histopathology, Immunology, Microbiology, Parasitology, Toxicology, Food and drink Analysis, Molecular Biology, and other Medical Laboratory aspects.
Articles 196 Documents
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak Di RS Ibnu Sina Tahun 2021 - 2023 Khairunnisa, Siti Fayka; Wahyu, Sri; Gayatri B., Sri Wahyuni; Safitri, Asrini; Arfah, Arni Isnaini
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.9666

Abstract

Salah satu faktor yang berperan dalam kejadian DBD adalah status gizi, yang berpengaruh terhadap respons imun tubuh dalam menghadapi infeksi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa anak dengan status gizi kurang maupun obesitas lebih berisiko mengalami DBD dengan derajat yang lebih berat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023, mengetahui status gizi pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023, serta untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan derajat Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 - 2023. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian analitik deskriptif. Hasil peneltian menunjukkan bahwa karakteristik penderita pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023 memiliki mayoritas penderita dengan jenis kelamin perempuan dan usia antara 6 – 10 tahun serta derajat infeksi terbanyak yang datang rawat inap adalah DBD Grade. Hasil menunjukkan bahwa status gizi terbanyak pada pasien anak Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023 adalah status gizi baik (Health Weight). Terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan derajat Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2021 – 2023. Maka dapat disimpulkan bahwa status gizi berperan dalam tingkat keparahan DBD pada anak, sehingga pemantauan status gizi dapat menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan penanganan DBD.
Hubungan Kualitas Tidur dan Kadar Gula Darah Puasa Pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Gosal, Agnes Feterina Parwati; Hidayati, Prema Hapsari; Darussalam, A. Husni Esa; Yanti, Andi Kartini Eka Yanti; Kamaluddin , Irna Diyana Kartika
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.9960

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang umum di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat. Kadar glukosa darah yang tinggi pada penderita DM sering disebabkan oleh resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengelolaan DM adalah kualitas tidur, yang diketahui dapat mempengaruhi kadar glukosa darah puasa (GDP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dan kadar GDP pada pasien DM di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 36 pasien DM yang memenuhi kriteria inklusi. Kualitas tidur diukur menggunakan kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan kadar GDP diukur menggunakan glukometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% pasien mengalami kualitas tidur yang buruk, dengan 55,6% pasien memiliki kadar GDP yang tidak terkontrol (≥126 mg/dL). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara kualitas tidur dan kadar GDP (p-value 0,049), di mana pasien dengan kualitas tidur baik memiliki kontrol gula darah yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas tidur merupakan faktor penting dalam pengelolaan diabetes, dan memperbaiki kualitas tidur dapat membantu meningkatkan kontrol glikemik pada pasien. Oleh karena itu, intervensi yang fokus pada perbaikan kualitas tidur, seperti manajemen stres dan kebiasaan tidur sehat, harus menjadi bagian dari strategi pengelolaan diabetes.
Analisis Faktor Penyebab Infeksi Cacing Tambang Pada Petani Dengan Gejala Anemia Di Desa Cibelok Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang Ghofur, Abdul; Humeira, Hanun Nurfadilla
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.9970

Abstract

Penyakit kecacingan merupakan penyakit yang diakibatkan infeksi cacing atau helminth. Spesies utama yang menginfeksi manusia adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura), dan cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale). Cacing tambang merupakan cacing yang cukup berbahaya. Penyakit yang ditimbulkan oleh cacing tambang yaitu Ankilostomiasis, dapat menyebabkan anemia bagi penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi telur cacing tambang sp. pada petani dengan gejala anemia di Desa Cibelok Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pemeriksaan sampel penelitian dilakukan dengan metode sedimentasi untuk mendeteksi telur cacing tambang dengan memanfaatkan gaya sentrifugasi untuk memisahkan telur cacing dari sampel. Hasil pemeriksaan didapatkan bahwa seluruh sampel yang diperiksa adalah negatif telur cacing tambang. Hasil tersebut dikarenakan sebagian besar responden telah menerapkan personal hiegene yang baik, seperti mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan, rutin memotong kuku minimal satu  minggu sekali, dan tidak membuang air besar di lingkungan sawah. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya telur cacing tambang sp. pada petani dengan gejala anemia di Desa Cibelok, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.
Determinants of Nurses’ Job Satisfaction: A Cross-Sectional Study in an Indonesian Public Hospital Rachmiana , Aida; Suryadi, Suryadi
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10186

Abstract

Job satisfaction is a key element in achieving optimal performance and quality of care among nurses, particularly in public healthcare institutions where structural and psychological challenges often intersect. This study aims to identify and analyze six workplace factors such as job characteristics, promotion opportunities, working conditions, salary, supervision, and peer relationships that influence nurses' job satisfaction at Meuraxa General Hospital in Banda Aceh, Indonesia. A quantitative, cross-sectional study was conducted involving 77 civil servant nurses selected through total sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using bivariate and multivariate linear regression. The results revealed that job characteristics, salary, and peer relationships had a statistically significant positive effect on job satisfaction in both bivariate and multivariate models. In contrast, promotion, supervision, and working conditions were significant only in the bivariate analysis, suggesting their influence diminishes when analyzed alongside stronger variables. The study concludes that meaningful job design, fair compensation, and collegial support are essential drivers of job satisfaction in the nursing profession. These findings offer valuable input for hospital management and policymakers to enhance nurse engagement, reduce turnover, and improve service quality. Future research may expand to include qualitative perspectives and explore these dynamics across various healthcare settings in Indonesia.
Analisa Tingkat Capaian Pelaporan Hasil Kritis Laboratorium Sebelum Dan Sesudah Penggunaan Laboratory Information System (LIS) Sari, Ni Putu Yuli Purnama; Cahyani, Anak Agung Ayu Eka; Bintari, Ni Wayan Desi; Parwati, Putu Ayu
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10230

Abstract

Hasil kritis laboratorium adalah hasil yang menunjukkan adanya resiko yang dapat mengancam nyawa pasien dan segera dilaporkan. Pelaporan hasil kritis laboratorium berhasil tercapai dengan baik dengan memperhatikan waktu pelaporan ≤ 30 menit, capaian indikator mutu 100%, dan informasi pelaporan lengkap terdokumentasi. Rumah Sakit menerapkan sistem LIS yang terintegrasi dengan Hospital Information System (HIS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat capaian pelaporan hasil kritis laboratorium sebelum dan sesudah penggunaan LIS di RS Bangli Medika Canti. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh capaian kegiatan pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium tahun 2023 dan 2024 di RS Bangli Medika Canti. Hasil analisa sebelum penggunaan LIS adalah waktu pelaporan 36 menit, capaian indikator mutu 94,3%, dan informasi tidak terdokumentasi lengkap. Hasil analisa sesudah penggunaan LIS adalah waktu pelaporan 10 menit, capaian indikator mutu 100%, dan informasi lengkap terdokumentasi.Berdasarkan hasil tersebut tingkat capaian pelaporan hasil kritis laboratorium tercapai dengan baik dengan penggunaan LIS. Peran LIS dapat membantu meningkatkan efisiensi komunikasi untuk pelaporan hasil kritis laboratorium karena sedikit melibatkan pihak lain dan informasi lengkap pada sistem
Hubungan Tekanan Darah terhadap Kadar Kreatinin pada Perokok Aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Haryanti, Wahyu; Hartini, Supri; Hendriani, Dwi; Irwadi, Didi
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10281

Abstract

Kebiasaan merokok berperan dalam meningkatkan risiko gangguan pada sistem kardiovaskular dan fungsi ginjal. Kandungan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan vasokonstriksi dan memicu peningkatan tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi dapat berdampak terhadap kadar kreatinin serum, yang sering digunakan sebagai indikator fungsi filtrasi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara tekanan darah dengan kadar kreatinin pada perokok aktif di wilayah kerja Puskesmas Palaran. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 41 laki-laki perokok aktif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan tekanan darah serta kadar kreatinin serum. Uji normalitas dilakukan menggunakan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis hubungan dilakukan dengan uji Pearson dan Spearman. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara tekanan darah dan kadar kreatinin serum (r = 0,511; p < 0,001) dengan kekuatan hubungan sedang. Selain itu, jumlah rokok yang dikonsumsi per hari juga memiliki hubungan signifikan dengan tekanan darah (r = 0,443; p = 0,004) serta kadar kreatinin (r = 0,492; p = 0,001). Disimpulkan bahwa peningkatan tekanan darah memiliki keterkaitan dengan peningkatan kadar kreatinin pada perokok aktif. Upaya edukasi kesehatan dan pemeriksaan rutin penting dilakukan guna mengantisipasi risiko Hipertensi dan gangguan ginjal sedini mungkin.
Perbandingan Hasil Pemeriksaan Gula Darah Puasa Pada Serum dan Plasma Natrium Fluorida Yang Segera Diperiksa Dan Dilakukan Penundaan 6 Jam Ramadani, Selina Fathriska; Rahmawati, Previta Zeizar
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10309

Abstract

Pemeriksaan gula darah puasa merupakan pemeriksaan laboratorium yang bertujuan untuk menunjang diagnosa penyakit diabetes mellitus. Pada pemeriksaan glukosa umumnya digunakan spesimen berupa serum dan plasma NaF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa puasa pada sampel serum dan plasma natrium fluorida yang segera diperiksa dan yang ditunda 6 jam. Penundaan pemeriksaan dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti terhambatnya pengiriman sampel, terjadinya kerusakan pada alat, dan kurangnya tenaga yang bertugas. Jenis penelitian yakni pra-eksperimen dengan teknik kuota sampling. Sampel penelitian berupa serum dan plasma dari 12 responden. Uji statistik yang digunakan yaitu uji normalitas Saphiro Wilk dan uji Wilcoxon. Hasil uji normalitas pada serum dan plasma yang segera dan ditunda, seluruhnya tidak terdistribusi normal. Hasil rata-rata kadar glukosa serum yang segera diperiksa yakni 188,25 mg/dl dan yang ditunda 6 jam 174,75 mg/dl. Rata-rata kadar glukosa plasma yang segera diperiksa 190,66 mg/dl dan yang ditunda 6 jam 179,41. Pada uji Wilcoxon antara serum segera dan ditunda terdapat perbedaan α < 0,05. Hasil uji Wilcoxon pada plasma yang segera dan ditunda juga terdapat perbedaan α < 0,05. Pada kelompok serum yang segera dan ditunda, didapati selisih rerata 13,5 mg/dl (7%). Pada kelompok plasma yang segera dan ditunda, didapati selisih rerata 11,25 mg/dl (6%).
Manajemen Analisis Beban Kerja Ahli Teknologi Laboratorium Medis di Puskesmas Kota Denpasar Sutha, I Made Wira; Cahyani, Anak Agung Ayu Eka; Yanti, Ni Luh Gede Puspita; Sudarsana, I Dewa Agung Ketut
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10384

Abstract

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memainkan peran penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) memiliki fungsi vital dalam mendukung proses diagnostik. Beban kerja yang tinggi dapat menyebabkan kelelahan dan menurunkan mutu pelayanan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian beban kerja dengan jumlah tenaga ATLM di Puskesmas Kota Denpasar menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan total sampling terhadap 24 ATLM di 11 Puskesmas. Data dikumpulkan melalui kuesioner WISN dan dokumentasi aktivitas kerja, lalu dianalisis menggunakan perhitungan beban kerja nyata dan waktu kerja efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,8% Puskesmas mengalami kekurangan tenaga ATLM. Rata-rata beban kerja tahunan melebihi waktu kerja efektif (5.571 jam vs. 1.752 jam). Total kekurangan tenaga ATLM mencapai 11 orang. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar Puskesmas di Kota Denpasar belum memiliki jumlah tenaga ATLM yang sesuai dengan beban kerja aktual.
Uji Efektivitas Eco-enzyme sebagai Hand Sanitizer Alami dalam Meminimalisir Angka Kuman pada Tangan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Nirmala, Nirmala; Harlita, Tiara Dini; Aina, Ganea Qorry; Sukarya , I Gede Andika
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10407

Abstract

Kebersihan tangan merupakan langka penting dalam mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Hand sanitizer berbahan alkohol efektif membunuh kuman, namun penggunaannya secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi kulit. Oleh karena itu, alternatif berbasis bahan alami seperti eco-enzyme yang berasal dari fermentasi limbah organik seperti kulit jeruk nipis dan daun singkong dapat menjadi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas eco-enzyme sebagai hand sanitizer alami dalam meminimalisir angka kuman pada tangan mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis. Penelitian menggunakan metode Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 30 responden. Sampel diambil menggunakan metode swab sebelum dan sesudah penggunaan hand sanitizer alami berbasis eco-enzyme, lalu dikultur pada media PCA menggunakan metode tuang. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan metode Uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan rata-rata angka kuman sebelum penggunaan hand sanitizer alami adalah 9 CFU/cm² dan setelah penggunaan menurun menjadi 5 CFU/cm². Berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value sebesar 0,006 (p<0,05), maka hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada jumlah angka kuman sebelum dan sesudah penggunaan hand sanitizer berbasis eco-enzyme pada tangan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis. Dengan demikian, hand sanitizer berbasis eco-enzyme efektif dalam menurunkan angka kuman pada tangan mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis.
Perbandingan Kualitas Blok Parafin Jaringan Apendiks Pada Pewarnaan Hematoksilin Eosin Berdasarkan Lama Penyimpanan Duda, Alya Putri Ananda; Rahmawati, Yeni; Nailufar, Yuyun
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10412

Abstract

Penyimpanan blok parafin merupakan tahapan penting dalam manajemen spesimen histopatologi untuk diagnosis lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas blok parafin jaringan apendiks berdasarkan lama penyimpanan pada 5 tahun dan 10 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain potong lintang dan analisis kualitatif. Sampel terdiri dari 10 blok parafin (5 tahun 5 blok dan 10 tahun 5 blok) serta 20 preparat hasil pewarnaan hematoksilin eosin. Penilaian dilakukan secara makroskopis yang dinilai oleh observer ATLM dan peneliti serta, mikroskopis oleh observer dokter spesialis patologi anatomik dan peneliti. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-April 2025. Hasil menunjukkan blok dari kedua kelompok memiliki kualitas baik. Tidak ditemukan perbedaan berdasarkan lama penyimpanan, dibuktikan melalui hasil pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Simpulan penelitian ini adalah blok parafin jaringan apendiks 5 tahun dan 10 tahun menunjukkan kualitas yang layak digunakan kembali, mendukung pentingnya penyimpanan yang baik.