cover
Contact Name
Fera Sartika
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
+6287815093560
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Building B 1st Floor RTA Milono St. Km.1,5 Palangka Raya 73111 INDONESIA
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
ISSN : -     EISSN : 26226111     DOI : https://doi.org/10.33084/bjmlt.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology is a Scientific Journal managed by Department of Medical Laboratory Technology Faculty of Health Science Universitas Muhammadiyah Palangkaraya and published twice a year (in October and April) by Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, contains articles of research and critical-analysis studies in Blood-transfusion Science, Clinical Chemistry, Hematology, Histopathology, Immunology, Microbiology, Parasitology, Toxicology, Food and drink Analysis, Molecular Biology, and other Medical Laboratory aspects.
Articles 196 Documents
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak dan Rimpang Jahe Merah terhadap Escherichia coli Harlita, Tiara Dini; Astiara, Astiara
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10416

Abstract

Resistensi antibiotik pada penyakit infeksi bakteri saluran cerna dapat diatasi dengan alternatif menggunakan tanaman obat seperti umbi bawang dayak dan rimpang jahe merah. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol umbi bawang dayak dengan rimpang jahe merah serta efektivitasnya dalam menghambat pertumbuhan E. coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap satu faktor yaitu kombinasi ekstrak etanol umbi bawang dayak dan rimpang jahe merah dengan 3 variasi perbandingan 1 : 1, 1 : 2 dan 2 : 1 pada konsentrasi 75 mg/mL. Uji dilakukan terhadap bakteri E. coli menggunakan teknik difusi Kirby Bauer, adapun kontrol positifnya Kloramfenikol 30 μg/mL dan kontrol negatifnya aquadest steril dan Polysorbat 80. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas penghambatan terbaik yang terbentuk dari kombinasi ekstrak perbandingan 2:1 (90,74 %) dengan efektivitas (38,13%). Pada uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai signifikan (p < 0,05) dapat disimpulkan bahwa seluruh perbandingan kombinasi ekstrak yang digunakan memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli, namun potensinya dibawah Kloramfenikol 30 μg/mL. Oleh karena itu, kombinasi ekstrak tidak dapat menggantikan Kloramfenikol 30 μg/mL sebagai antidiare, namun dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan penyakit diare yang disebabkan oleh E. coli.
Manajemen Pelayanan Kebidanan Terpadu Terhadap Kejadian Komplikasi Persalinan Aulia, Devy Lestari Nurul; Anjani, Arum Dwi; Romania, Dwi; Billa, Divani Salsa; Salsabilla, Indah Khairunnisa; Riani, Gracia Alfa; Aqeela, Nasha; Rahmadhani, Selvi Andini Isna; Nefertiti, Tera
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10418

Abstract

Manajemen pelayanan kebidanan terpadu merupakan pendekatan komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi, serta mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia. Pendekatan ini mencakup pelayanan antenatal care (ANC) yang meliputi enam kali kunjungan selama kehamilan, perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K), serta pelayanan pascapersalinan yang terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen pelayanan kebidanan terpadu dalam mengurangi komplikasi persalinan dan kematian ibu serta bayi, dengan menganalisis hasil penelitian terkait yang diterbitkan antara 2021 hingga 2025. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa implementasi ANC terpadu dapat menurunkan risiko komplikasi persalinan hingga 25%-30%. Program P4K terbukti efektif dalam mengurangi keterlambatan penanganan komplikasi dengan memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dan keterlibatan keluarga dalam proses pengambilan keputusan. Namun, tantangan yang dihadapi termasuk ketidakmerataan akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil dan keterbatasan pelatihan bagi tenaga medis dalam manajemen komplikasi. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan, peningkatan infrastruktur, serta penerapan model pelayanan berbasis bukti (evidence-based practice) dan berpusat pada pasien (patient-centered care) menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan terpadu. Secara keseluruhan, manajemen pelayanan kebidanan terpadu berpotensi besar dalam menurunkan AKI dan AKB, asalkan diiringi dengan kebijakan yang berbasis data dan peningkatan kolaborasi antara sektor kesehatan dan pemerintah.
Systematic Review : Efek Ekstrak Tanaman Tin Terhadap Bakteri Penyebab Acne (Propinibacterium Acnes) Salsabila, Lu’lu Luqyana Amirah; Syamsu , Rachmat Faisal; Tabri, Nur Ahmad
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10423

Abstract

Acne vulgaris merupakan masalah kulit yang umum, terutama pada remaja, dengan prevalensi tinggi dan cenderung meningkat setiap tahun. Terapi konvensional sering dikaitkan dengan efek samping dan resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif alami. Buah tin (Ficus carica L.) diketahui memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi yang menjanjikan, didukung oleh kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan polifenol yang mampu menghambat pertumbuhan berbagai bakteri penyebab infeksi kulit. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengetahui sifat antibakteri buah tin terhadap bakteri penyebab acne (Propinibacterium acnes). Pencarian dilakukan menggunakan basis data elektronik seperti Scopus, Sinta, dan Google Scholar. Basis data elektronik ini dinilai dari tahun 2019 hingga 2025. Penelitian tambahan juga diidentifikasi dengan mengambil dari daftar referensi berdasarkan judul jurnal dan kata kunci individual yang terkait dengan F. Carica dan antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah tin (Ficus carica L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes melalui mekanisme penghambatan pertumbuhan bakteri. Kandungan flavonoid, polifenol, dan vitamin berkontribusi pada efek antiinflamasi dan antioksidan yang mendukung perbaikan jaringan kulit. Efektivitas ekstrak ini, disertai minimnya efek samping, menunjukkan potensi buah tin sebagai agen terapi alami yang aman dan berkelanjutan untuk pengobatan Acne vulgaris.
Analisis Hasil Quality Control Pemeriksaan Asam Urat di Laboratorium RSUD Pasar Rebo Prasetyorini, Tri; Hariyanti, Ika; Purwanti, Angki; Djajaningrat , Husjain; Warida, Warida
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10546

Abstract

Asam urat atau gout arthritis disebabkan oleh penumpukan kristal monosodium urat, yang merupakan produk akhir metabolisme purin. Pemantapan mutu internal merupakan kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilakukan laboratorium untuk meminimalkan kesalahan hasil pemeriksaan, salah satunya melalui quality control (QC). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi QC pemeriksaan asam urat di RSUD Pasar Rebo menggunakan pendekatan aturan Westgard untuk menilai presisi dan akurasi. Penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang ini menggunakan data QC harian periode Januari–Juni 2023, diolah dengan Microsoft Excel 2019 dan dinyatakan dalam persentase. Hasil penelitian menunjukkan 98% nilai kontrol diterima, 1% berada pada batas peringatan 1–2SD, dan 1% ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa QC pemeriksaan asam urat selama periode penelitian berada pada batas yang dapat diterima sesuai distribusi nilai kontrol.
Gambaran Kadar Enzim Cholinesterase Dalam Darah Petani Bawang Merah Pengguna Organofosfat Di Desa Sumberbulu-Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Chusnul, Chotimah; Rahmawati, Previta Zeizar; Mahtuti, Erni Yohani
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10601

Abstract

Organofosfat merupakan golongan pestisida yang biasa digunakan dalam aktivitas pertanian. Pestisida ini diketahui memiliki pengaruh toksik terhadap sistem saraf melalui penghambatan enzim cholinesterase. Bahaya paparan organofosfat menyebabkan keracunan dengan gejala mual, muntah, sakit kepala, kejang-kejang, bahkan kematian. Sehingga keracunan organofosfat dapat dinilai dengan kadar enzim cholinesetrase dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar enzim cholineterase pada petani bawang merah di Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan 17 serum darah dari 24 petani bawang merah yang dipilih secara purposive sampling . Aktivitas enzim cholinesetrase diukur dengan instrumen fotometer biolyzer 100 menggunakan sampel serum darah dan menunjukkan hasil 2 (11,8%) dari 17 (100%) serum darah mengalami penurunan enzim cholinesetrase sedangkan 15 (88,2%) lainnya normal. Hasil analisis statistik hubungan parameter usia (p=0,016) dan kelengkapan APD (p=0,032) menunjukan hubungan signifikan terhadap cholinesetrase. Sedangkan parameter masa kerja (p=0,517) , lama penyemprotan (p=0,233), dan posisi penyemprotan (p=0,668) diketahui tidak memiliki hubungan terhadap penurunan kadar enzim cholinesetrase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui penurunan enzim cholinesetrase terjadi pada petani yang memiliki usia 46-60 tahun dengan penggunaan APD tidak lengkap. Sehingga parameter usia dan APD diketahui memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian penurunan kadar enzim cholinesetrase.
Literature Review: Kandungan dan manfaat daun bidara (Ziziphus mauritiana) Salma Umarella; Bamahry, Aryanti R; Lantara, A. Millaty Hafifah Dirgahayu
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10605

Abstract

Bidara (Ziziphus mauritiana) merupakan tanaman tropis dari famili Rhamnaceae yang memiliki berbagai kandungan bioaktif dengan potensi manfaat farmakologis. Studi ini merupakan literature review yang bertujuan merangkum kandungan dan manfaat daun bidara (Ziziphus mauritiana) berdasarkan publikasi 5 tahun terakhir (2021-2025) dengan pencarian literatur dilakukan melalui Goggle scholar, Pubmed, dan NCBI. Hasil telaah menunjukan bahwa daun bidara kaya akan flavonoid (rutin, quercetin, kaempferol), fenolik, alkaloid, saponin, tanin, dan senyawa triterpenoid yang berkontribusi pada berbagai aktivitas biologis. Secara farmakologis, ekstrak daun bidara terbukti memiliki efek antioksidan, antiinflmasi, analgesik, antibakteri, antipiretik, merangsang pertumbuhan rambut, serta berpotensi sebagai terapi alternatif untuk sindrom ovarium polikistik (PCOS). Aktivitas antioksidan terutama terkait dengan kandungan fenolik dan flavonoid, sedangkan efek antiinflmasasi dan analgesik dikaitkan dengan penghambatan mediator inflamasi seperti COX-2, TNF-α, IL-6. Aktivitas antibakteri berasal dari senyawa metabolit sekunder yang dapat mengganggu permeabilitas membran sel bakteri. Dengan berbagai efek farmakologis ini, daun bidara memiliki potensi besar sebagai sumber agen terapeutik alami yang mendukung pengembangan obat herbal berbasis bukti ilmiah.
Hubungan Kadar Leukosit Dengan Kadar Eritrosit Pada Pasien Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) Di RSUP DR. Sardjito Yogyakarta Dwiarta, Dicky Chabib; Ismarwati, Ismarwati; Amalia, Arifiani Agustin
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10638

Abstract

Leukemia Limfoblastik Akut merupakan jenis kanker sel limfoblas yang ditandai oleh proliferasi sel leukosit tidak normal yang dapat mengganggu produksi komponen darah lain, termasuk eritrosit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar leukosit dengan kadar eritrosit pada pasien leukemia limfoblastik akut di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain observasional analitik cross-sectional dengan data sekunder rekam medis pasien leukemia limfoblastik akut periode Januari-Desember 2024. Sampel diperoleh melalui teknik total sampling, dengan kriteria inklusi pasien berusia 0–17 tahun yang memiliki data pemeriksaan kadar leukosit dan kadar eritrosit pada saat diagnosis awal. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi α=0,05. Kebanyakan pasien memiliki kadar leukosit tinggi (51,7%) dan kadar eritrosit rendah (75,0%), terutama dalam kelompok usia 0–5 tahun dan pada jenis kelamin laki-laki. Namun, uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kadar leukosit dan eritrosit (p=0,463). Meskipun secara klinis kadar leukosit meningkat dan eritrosit menurun pada pasien LLA, tidak terdapat hubungan statistik signifikan antara keduanya. Penelitian lanjutan dengan desain prospektif diperlukan untuk eksplorasi lebih lanjut hubungan tersebut. Temuan ini penting untuk pemantauan dan pengelolaan hematologi pasien LLA secara lebih komprehensif.
Pengaruh Penundaan Sampel Terhadap Nilai Agregasi Trombosit Darah Sitrat Pada Suhu Ruang (25ºC) Putri, Gela Setya Ayu; Ulya, Iha Himatul; Sukeksi, Andri
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10651

Abstract

Pemeriksaan agregasi trombosit merupakan pemeriksaan penting untuk mengevaluasi fungsi trombosit. Pemeriksaan ini bersifat sangat sensitif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti konsentrasi sodium sitrat, jumlah trombosit, suhu penyimpanan, dan waktu penundaan pemeriksaan. Metode pemeriksaan dapat dilakukan secara otomatis maupun manual, salah satunya menggunakan metode Velaskar. Permasalahan yang sering terjadi di laboratorium adalah penundaan pemeriksaan, yang berpotensi menyebabkan kerusakan fungsi trombosit sehingga meningkatkan persentase agregasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan persentase agregasi trombosit berdasarkan variasi waktu penundaan sampel darah sitrat pada suhu ruang (25°C). Desain penelitian yang digunakan adalah analitik eksperimental. Sampel darah vena diperoleh dari enam responden, kemudian dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan yaitu kelompok segera diperiksa (kontrol), ditunda 2 jam, 3 jam, dan 4 jam. Agregasi trombosit diperiksa menggunakan metode Velaskar dengan pewarnaan Giemsa. Data dianalisis dengan One-Way Anova dan Post-Hoc. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase agregasi trombosit pada kelompok kontrol, penundaan 2 jam, 3 jam, dan 4 jam berturut-turut adalah 56,3%, 59,6%, 71,5%, dan 75,5%. Analisis One-Way Anova menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), menandakan adanya perbedaan bermakna antar kelompok. Uji Post Hoc mengungkap bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan penundaan 2 jam (p>0,05), sedangkan penundaan 3 dan 4 jam menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05). Dengan demikian, pemeriksaan agregasi trombosit masih dapat dilakukan hingga 2 jam setelah pengambilan sampel pada suhu ruang, namun penundaan lebih dari 2 jam tidak direkomendasikan karena dapat memengaruhi akurasi hasil.
Analisis Cross-Sectional Faktor Manusia, Organisasi Dan Kesesuaian Teknologi Terhadap Implementasi Electronic Medical Record Di RSU Kota Tidore Kepulauan Samad, Fahrianti; Hadi, Muhammad; Suherman, Suherman
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10711

Abstract

Perkembangan era digital mendorong transformasi layanan kesehatan, termasuk melalui kebijakan pemerintah yang mewajibkan implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di seluruh fasilitas kesehatan. RME berperan penting dalam meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat akses informasi medis, serta memperkuat koordinasi antar tenaga kesehatan. Dalam perspektif Islam, pemanfaatan teknologi kesehatan sejalan dengan prinsip itqan dan maqashid syariah, khususnya dalam menjaga keselamatan pasien dan meningkatkan kualitas layanan. Namun, keberhasilan implementasi RME dipengaruhi oleh faktor manusia, organisasi, dan teknologi sebagaimana dijelaskan dalam kerangka UTAUT. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis cross-sectional implementasi RME terhadap faktor manusia, organisasi dan kesesuaian teknologi di RSU Kota Tidore Kepulauan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei untuk mengumpulkan data empiris yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi RME (β = 0,154; p = 0,046). Faktor organisasi juga berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,499; p = 0,000). Kesesuaian teknologi menjadi faktor dominan dengan pengaruh terbesar terhadap implementasi RME (β = 0,506; p = 0,000). Secara simultan, ketiga variabel tersebut berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan implementasi RME di RSU Kota Tidore Kepulauan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi RME dipengaruhi oleh faktor manusia, organisasi, dan terutama kesesuaian teknologi sebagai faktor paling dominan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan digital memerlukan penguatan kompetensi tenaga kesehatan, dukungan organisasi, serta penerapan teknologi yang sesuai dan berkelanjutan.
Pengaruh Pemberian Infusa Akar Bajakah Kalalawit (Uncaria rhynchophylla) Terhadap Fungsi Ginjal Mencit (Mus musculus) Diabetik Muthaharoh, Raudatul; Sukarya, I Gede Andika; Azahra, Sresta; Raharjo, Eko Nugroho
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10740

Abstract

Diabetes mellitus merupakan keadaan terjadinya peningkatan kadar gula darah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga mengganggu proses filtrasi di glomerolus ditandai dengan peningkatan kadar kreatinin dan ureum. Banyak masyarakat yang menggunakan obat paten untuk mengatasi suatu penyakit, namun memberikan efek samping apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang, sehingga beralih ke pengobatan alternatif. Salah satunya menggunakan akar bajakah dengan kandungan alkaloid, flavonoid dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antioksidan, dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa akar bajakah kalalawit (Uncaria rhynchophylla) terhadap fungsi ginjal pada mencit (Mus musculus) diabetes. Jenis penelitian True Eksperimen menggunakan metode The Pretest Posttest Only Control Group Design, 16 ekor mencit diabetes diberi infusa akar bajakah dua kali sehari selama 2 minggu secara oral. Data diuji dengan uji statistik Dependent T-test. Nilai rata-rata pada kelompok dengan pemberian infusa akar bajakah yaitu kreatinin sebelum 6,80 dan kreatinin setelah 3,56 sedangkan nilai rata-rata ureum sebelum yaitu 86,19 dan ureum setelah 57,56. Nilai uji statistik Dependent T-test pada kelompok mencit diabetes yang diberi infusa akar bajakah didapatkan nilai signifikansi kreatinin 0,000 dan ureum 0,018. Terdapat perbedaan signifikan antara pemberian infusa akar bajakah (Uncaria rhynchophylla) terhadap kadar kreatinin dan ureum pada mencit diabetes.