cover
Contact Name
Fera Sartika
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
+6287815093560
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Building B 1st Floor RTA Milono St. Km.1,5 Palangka Raya 73111 INDONESIA
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
ISSN : -     EISSN : 26226111     DOI : https://doi.org/10.33084/bjmlt.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology is a Scientific Journal managed by Department of Medical Laboratory Technology Faculty of Health Science Universitas Muhammadiyah Palangkaraya and published twice a year (in October and April) by Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, contains articles of research and critical-analysis studies in Blood-transfusion Science, Clinical Chemistry, Hematology, Histopathology, Immunology, Microbiology, Parasitology, Toxicology, Food and drink Analysis, Molecular Biology, and other Medical Laboratory aspects.
Articles 196 Documents
Hubungan Antara Status Gizi dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di RSD Kota Tidore Kepulauan Guraci, Vaya Gaby; Safitri, Asrini; Hamzah, Pratiwi Nasir; Royani, Ida; Mulyadi, Farah Ekawati
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9346

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah yang dapat mengganggu pasokan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. Prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia, dengan lansia menjadi kelompok yang paling berisiko. Faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, pola makan, merokok, dan obesitas berperan dalam terjadinya hipertensi. Indeks massa tubuh (IMT) sering digunakan untuk menilai status gizi dan berhubungan erat dengan risiko hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hipertensi pada lansia di RSD kota Tidore Kepulauan, untuk mengetahui status gizi pada lansia di RSD kota Tidore Kepulauan, serta untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di RSD kota Tidore Kepulauan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data rekam medis. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 91 sampel didapatkan prevalensi hipertensi pada lansia lebih banyak pada perempuan, yaitu 69,2%. Kelompok usia terbanyak adalah lanjut usia (elderly) yaitu 70,3%. Status gizi terbanyak adalah obesitas yaitu 52,7%. Jenis hipertensi terbanyak adalah hipertensi tingkat 1 yaitu 64,8%. Hasil analisis dengan chi square menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia (p = 0,023). Kesimpulan: Berdasarkan jenis kelamin, prevalensi hipertensi pada lansia didapatkan lebih banyak pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Berdasarkan status gizi, didapatkan indeks massa tubuh berlebih dan obesitas lebih banyak pada lansia dibandingkan dengan indeks massa tubuh normal dan kurang. Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di RSD Kota Tidore Kepulauan.
Analisis Kadar Vitamin D Pada Diabetes Mellitus Tipe 2 Ariza, Desyani; Aspul, Ayudia Asmarani; Dirga, Ayusti; Wahid, Rifky Saldi A.
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9352

Abstract

Vitamin D diyakini membantu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin yang bertanggung jawab dalam mengatur kadar gula darah sehingga dapat mengurangi resiko resistensi insulin yang seringkali menjadi awal dari Diabetse Mellitus (DM) tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin D pada pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 30 yang diperiksa menggunakan Metode ELISA. Nilai normal kadar vitamin D 30-100 ng/mL. Hasil analisis kadar vitamin D pada pasien DM tipe 2 yaitu pasien dengan kadar vitamin D rendah sebanyak 7 pasien (23,3%), kadar vitamin D normal sebanyak 18 pasien (60%) dan kadar vitamin D tinggi sebanyak 5 pasien (16,6%). Kesimpulan pasien dengan kadar vitamin D normal lebih banyak dibandingkan dengan kadar vitamin D rendah dan kadar vitamin D tinggi.
Kadar Timbal (Pb) pada Petugas SPBU di Tulungagung Lathifah, Qurrotu A'yunin; Hermawati, Anyanita Hanif; Tristanti, Duwi
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9366

Abstract

Plumbum (Pb) adalah logam berat yang secara alami terdapat di dalam kerak bumi dan pada asap kendaraan berbahan bakar bensin. Unsur ini terdapat pada pembakaran knalpot kendaraan dan dari uap bensin, hal ini dapat dijumpai pada petugas SPBU yang terpapar Plumbum dari pembakaran knalpot kendaraan dan uap bensin dapat meningkatkan kadar Plumbum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Plumbum (Pb) dalam urine pada petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tulungagung. Metode yang digunakan yaitu Deskriptif Non Analitik. Sampel penelitian ini adalah urine petugas SPBU di Kabupaten Tulungagung yang diambil menggunakan teknik Random sampling. Jumlah sampel Urine yang didapatkan 25 sampel. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Kimia Universitas Muhamadiyah Malang menggunakan metode Spektrofotrometri Serapan Atom (SSA). Hasil pemeriksaan sampel urine petugas SPBU menunjukkan kadar Pb rata-rata 0,039 µg/L, dimana nilai normal kadar Pb yaitu ≤ 10 µg/L. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar Pb pada Petugas SPBU seluruhnya normal. Penggunaan APD sangat penting untuk kesehatan petugas SPBU. Petugas SPBU seharusnya menggunakan APD saat bekerja untuk mengurangi paparan dari uap bensin.
Hubungan Kadar HbA1c Terhadap Kejadian Ulkus Kaki Diabetik pada Penderita DM Tipe 2 RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Tahun 2023 Syafi, Talita Syadia; Sommeng, Faisal; Rusdam, Sulfikar; Purnamasari, Reeny; Hamza, Pratiwi Nasir
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9397

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin atau kerja insulin. Ulkus kaki diabetik (UKD) merupakan salah satu komplikasi kronik yang berisiko menyebabkan amputasi. Sekitar 25% penderita DM mengalami UKD, yang berisiko terjadi amputasi 5-25% dalam 6-18 bulan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan kadar HbA1c dengan kejadiaan UKD pada pasien penderita DM tipe 2 di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Tahun 2023. Metode: Retrospektif observasional dengan menggunakan data sekunder rekam medik. Hasil: Penelitian dilakukan pada 133 sampel pasien DM, didapatkan perempuan sebanyak 55,6% dan laki-laki 44,4% dengan prevalensi terbanyak pada usia paruh baya yaitu 51,1% dan terjadi peningkatan pada dewasa muda yaitu 21,8%. Prevalensi pasien dengan kadar HbA1c tidak terkontrol 61,7%. Uji statistik chi-square menunjukkan hubungan bermakna antara kadar HbA1c dan kejadian UKD (p-value < 0,001) di mana kontrol glukosa yang buruk meningkatkan risiko terjadi UKD. Kesimpulan: Kadar HbA1c yang tinggi memiliki kolerasi bermakna terhadap kejadian ulkus kaki diabetik pada penderita DM tipe 2 RSUD Dr. Chasan Boesoirie Ternate 2023.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Serai (Cymbopogon Citratus) Terhadap Kadar Low Density Lipoprotein pada Tikus Putih Dengan Obesitas Assofi, A. Syarifah Balqis; Hidayati, Prema Hapsari; Irmayanti; Kamaluddin, Irna Diyana Kartika; Mulyadi, Farah Ekawati
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9398

Abstract

Peningkatan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) berperan signifikan dalam proses aterosklerosis yang mendasari PJK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pemberian ekstrak etanol serai (Cymbopogon citratus) terhadap penurunan kadar LDL pada tikus putih yang obesitas. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan pre and post test control group design dengan menggunakan tikus putih (Rattus novergicus) yang obesitas. Hasil pada uji normalitas pada penelitian ini didapatkan data tidak terdistribusi normal sehingga digunakan uji wilcoxon untuk menilai perbandingan kadar LDL sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai signifikan pada kelompok kontrol positif dengan nilai p 0,043, kelompok ekstrak 150 mg/dl dengan nilai p 0,043, dan kelompok ekstrak 200 mg/dl dengan nilai p 0,042. Pada uji pos hoc mann whitney didapatkan nilai yang signifikan pada perbandingan kelompok kontrol negatif dan ekstrak 200 mg/dl dengan nilai p 0,036. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol serai dapat dipertimbangkan sebagai alternatif terapi alami dalam mengurangi kadar LDL, terutama pada individu dengan obesitas.
Gambaran Fungsi Kognitif pada Pasien Lanjut Usia Dengan Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Ramadhani, Zhafirah Yasmin; Arfah , Arni Isnaini; Mulyadi, Farah Ekawati; Nurhikmawati; Tahir, Akina Maulidhany
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9399

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Lansia memiliki risiko lebih tinggi terhadap PJK akibat perubahan fisiologis yang menyebabkan kekakuan pada jantung dan pembuluh darah. Selain itu, lansia dengan PJK juga berisiko mengalami penurunan fungsi kognitif, yang dapat berdampak pada kualitas hidup dan kemandirian mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penyakit jantung koroner pada pasien lanjut usia di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, serta untuk mengetahui gambaran fungsi kognitif pada pasien lanjut usia dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden yaitu pasien lanjut usia dengan penyakit jantung koroner terbanyak adalah berjenis kelamin laki-laki, rentang usia terbanyak adalah dengan rentang usia 60-74 tahun, tingkat pendidikan terbanyak adalah SD dan pekerjaan terbanyak adalah yang telah pensiun. Gambaran fungsi kognitif pada pasien lanjut usia dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar terbanyak adalah mengalami gangguan fungsi kognitif ringan pada rentang usia 60-74 tahun. Maka dapat disimpulkan bahwa pasien lanjut usia dengan PJK di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar paling banyak mengalami gangguan fungsi kognitif ringan.
Perbedaan Penggunaan Antikoagulan K3EDTA Konvensional dan Vacutainer Terhadap Kadar Indeks Eritrosit Menggunakan Hematology Analyzer Fu'ana, Yan; Ulya, Nala Fidarotul; Pratiwi, Chalies Diah; Ningrum, Dyah Setyowati
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9414

Abstract

Antikoagulan adalah zat yang digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan pada sampel darah. Pada pemeriksaan hematologi yang sering digunakan adalah antikoagulan K3EDTA. Keunggulan  K3EDTA adalah tidak mempengaruhi morfologi dari komponen darah. Ketersediaan EDTA ada 2 bentuk yaitu konvensional (dengan melarutkan EDTA dari bentuk serbuknya) dan vacutainer (EDTA yang sudah siap pakai di tabung vacutainer ungu). Penggunaan 2 bentuk EDTA tersebut memiliki kelebihan dan kekurangn masing – masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan antikoagulan K3EDTA konvensional dan vacutainer terhadap kadar indeks eritrosit menggunakan hematology analyzer. Analisis data menggunakan uji T Independen. Setelah dilakukan pengujian, diperoleh p>0.05 yang artinya tidak terdapat perbedaan.  Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan penggunaan antikoagulan K3EDTA konvensional dan vacutainer terhadap kadar indeks eritrosit menggunakan hematology analyzer.
Perbandingan Ph Urine pada Pasien Batu Saluran Kemih dengan dan Tanpa Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Ibnu Sina Tahun 2022-2024 Kamandali, Buok Aria; Hidayati, Prema Hapsari; Darussalam, Andi Husni Esa; Kartika, Irna Diyana; Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9426

Abstract

Penyakit batu saluran kemih (BSK) merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan sering dikaitkan dengan berbagai faktor metabolik, termasuk diabetes melitus (DM) tipe 2. Pasien dengan DM memiliki risiko lebih tinggi mengalami urolitiasis, terutama batu asam urat, akibat pH urine yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pH urine pada pasien batu saluran kemih dengan dan tanpa diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Ibnu Sina pada tahun 2022–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan desain studi kasus-kontrol. Penelitian ini melibatkan 50 pasien batu saluran kemih, yang terdiri atas 25 pasien dengan DM tipe 2 dan 25 pasien tanpa DM tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien batu saluran kemih di Rumah Sakit Ibnu Sina pada tahun 2022–2024 adalah laki-laki, yaitu sebanyak 31 orang (62%), dengan kelompok usia terbanyak berada dalam rentang 46–55 tahun (36%). Pasien batu saluran kemih tanpa DM tipe 2 cenderung memiliki pH urine basa (>5,5) sebesar 64%, sedangkan pasien dengan DM tipe 2 cenderung memiliki pH urine asam (≤5,5) sebesar 60%. Hasil uji mann-whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai p = 0,048 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pasien dengan DM tipe 2 memiliki pH urine yang lebih asam, yang dapat meningkatkan risiko pembentukan batu saluran kemih
Analisa Status Gizi Anak yang Mendapatkan Obat Cacing pada Puskesmas Pattingalloang Makassar Afriawan, Andi Farel; Hadi, Santriani; Hamzah, Pratiwi Nasir; Darma, Sidrah; Fattah, Nurfachanti
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9483

Abstract

Indonesia masih menghadapi masalah kecacingan yang tinggi akibat iklim tropis, kelembapan udara, serta rendahnya tingkat kebersihan dan kesadaran masyarakat. Infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah (Soil-Transmitted Helminth/STH) terutama menyerang anak usia sekolah, menyebabkan gangguan penyerapan gizi dan anemia yang berdampak pada pertumbuhan serta produktivitas. Pemberian obat cacing seperti albendazol atau mebendazol secara rutin setiap enam bulan menjadi strategi utama dalam pengendalian kecacingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi anak sebelum pemberian obat cacing, mengetahui status gizi anak setelah pemberian obat cacing, serta untuk menganalisis perbandingan status gizi anak sebelum dan setelah pemberian obat cacing. Penelitian ini adalah deskriptif analitik yang dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak memiliki status gizi normal (82%) sebelum pemberian obat, dengan distribusi lainnya meliputi risk of overweight (10%), overweight (4%), dan gizi kurang (4%). Setelah pemberian obat, terjadi penurunan anak dengan status gizi normal menjadi 78%, sementara kasus overweight meningkat menjadi 12% dan risk of overweight 10%. Pemberian obat cacing memberikan dampak signifikan terhadap status gizi anak dengan peningkatan rata-rata dari 3,14 menjadi 3,34 (didapatkan nilai P-value 0,04). Maka dapat disimpulkan bahwa Pemberian obat cacing secara rutin menunjukkan perubahan pada distribusi status gizi anak. Mayoritas tetap dalam kategori gizi normal, dengan beberapa pergeseran pada kategori overweight dan risk of overweight.
Gambaran Faktor Penyebab Stres Psikologi pada Penderita Tuberkulosis yang Menjalani Rawat Inap di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Ramadhani, Karlinda Novira; Sommeng, Faisal; Abdullah, Rezky Putri Indarwati; Anggita, Dwi; Ismail, Muhammad Wirasto
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9485

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang berdampak pada kesehatan, ekonomi, dan sosial. Peningkatan kasus TB di Indonesia, termasuk di Makassar, disertai dengan stigma dan tekanan ekonomi, yang dapat memicu stres pada penderita. Durasi pengobatan yang panjang serta efek samping obat turut memperburuk kondisi psikologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stres psikologi pada penderita tuberkulosis yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Ibnu Sina YW UMI Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pekerjaan, pendapatan, dan dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan tingkat stres pada pasien tuberkulosis paru yang menjalani rawat inap. Dukungan keluarga merupakan faktor yang paling berpengaruh, dengan mayoritas penderita mengalami stres ringan. Sementara itu, faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kepatuhan minum obat tidak berhubungan dengan tingkat stres. Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam mengurangi stres pada pasien tuberkulosis paru. Upaya peningkatan dukungan sosial dan ekonomi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien.