cover
Contact Name
Dr. Richard A.M. Napitupulu, ST. MT
Contact Email
journalmechanical@uhn.ac.id
Phone
+6281226670831
Journal Mail Official
parulian.nommensen@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommmensen Jalan Sutomo No. 4a, Medan 20234 Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Sprocket : Journal of Mechanical Engineering
ISSN : -     EISSN : 26858916     DOI : https://doi.org/10.36655/sproket.v1i1
SPROCKET Journal of Mechanical Engineering (SJoME) adalah jurnal ilmiah yang berisi tentang publikasi hasil karya penelitian, perancangan dan kajian teori di bidang ilmu teknik mesin dan permesinan, meliputi konversi energi, manufakturing, material dan perancangan desain produk. SJoME diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen, Medan Indonesia. SJoME terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan Agustus.
Articles 92 Documents
Simulasi CFD Distribusi Temperatur pada Pengering Biji Kopi dengan Sistem Konveksi Paksa Pasaribu, Humisar; Lumbangaol, Partahi; Napitupulu, Richard A.M; Siagian, Parulian; Siagian, Horas S; Setyawan, Eko Yohanes
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 5 No 1 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v5i1.1214

Abstract

Drying is a mass transfer and heat transfer process that is strongly influenced by temperature and air velocity. The importance of analyzing the temperature distribution and air velocity is expected to be used as a reference to optimize the drying process to be faster and better. This study aims to analyze the temperature distribution and air velocity that occurs in a coffee bean dryer with a forced convection system using CFD simulation. CFD simulations are carried out using ANSYS Fluent software. with steady conditions, and using a pressure-based solver method. The obtained temperature distribution occurs with an estimated absorber temperature difference with the drying chamber is 31% during the day.
Review Kapasitas Daya Dukung Dan Tinjauan Waktu Pelaksanaan Bore Pile Pada Pembangunan Jembatan Jalan Bebas Hambatan Binjai Pangkalan Brandan Saragi, Yetty; Pasaribu, Humisar; Saragi, Tiurma; Simanjuntak, Johan Oberlyn; Hutagalung, Bartholomeus; Simanjuntak, Salomo
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 5 No 1 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v5i1.1225

Abstract

In the Sei Wampu Bridge work project, Binjai Pangkalan Brandan carried out bore pile foundation installation work at the A2 foundation point with a total of 21 piles. Review of the bearing capacity of bore pile foundations using Analysis from Meyerhof (1956) and the Converse-Labarre Formula method for the calculation of pile group efficiency. The time of completion of work based on the time schedule plan is 125 calendar days. This research conducted a review using the Critical Chain Project Management (CCPM) method to obtain time efficiency, so that the project can be carried out on time. From the results of analysis and discussion, it was obtained that the largest foundation carrying capacity was the result of laboratory data using method C. Significant differences in results were obtained, especially laboratory data due to the correlation value used in each method. The result of calculating the bearing capacity of the foundation based on the method of Luciano Decourt (1987) using N-SPT data is 287,600.76 kN; Meyerhof's (1956) method using N-SPT data is 265,062.68 kN; a combination of Meyerhof's method (1976), Vesic's method (1977); the combination of the Vesic method (1977), the Coyle and Castello method (1981) and the results of foundation carrying capacity analysis using the All Pile program is 41,159.85 kN. The Critical Chain Project Management method is defined as the longest chain of interrelated events, where the linkage lies in the work or resources that are interconnected with each other, by cutting 50% of the duration of the work and replacing it as a buffer. The time comparison obtained from the calculation results using the CCPM method obtained a time efficiency of 116 days with a work time difference of 7.2% or about 9 days from the existing duration of the previous 125 days, while to compare the results of the CCPM method, calculations were carried out based on realization for 97 days, where the realization results were smaller than using the CCPM method and time schedule plan. Keywords : Bore pile, Carrying capacity, Time review
Pengaruh Waktu Pemanasan T6 Terhadap Struktur Mikro, Kuat Tarik, dan Kekerasan Pada Paduan Aluminium Tipe 7075 gunawan, yoshua gerry
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v6i2.1597

Abstract

Abstract A study has been conducted on the effect of artificial aging on the hardness, tensile strength, microstructure, and chemical composition of the Al 7075 alloy. The objective of the research is to determine the impact of the T6 heat treatment process on the mechanical properties, particularly hardness and tensile strength, of the Al 7075 alloy. Sintering heat treatment was performed at a temperature of 450°C for 1 hour. This was followed by rapid quenching in water, and then artificial aging heat treatment at a temperature of 210°C with holding times of 1 hour and 20 hours. The hardness test results showed an increase in hardness after sintering and rapid quenching, but a decrease in hardness with longer holding times. The tensile strength test on the Al 7075 alloy after the T6 process showed a reduction in tensile strength compared to the Al 7075 alloy sample before the heat treatment process. The microstructure observations using SEM showed phase changes indicated by an increase in hardness and tensile strength. Abstrak Telah dilakukan penelitian pengaruh penuaan buatan terhadap kekerasan, kuat Tarik, struktur mikro, dan komposisi unsur kimia pada paduan Al 7075. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh proses pemanasan T6 terhadap sifat mekanik khususnya kekerasan dan kuat Tarik pada paduan Al 7075. Pemanasan sintering pada suhu 450°C selama 1 jam. Kemudian di celup cepat dimedia air, selanjutnya pemanasan penuaan buatan pada suhu 210°C dengan waktu penahanan 1 jam dan 20 jam. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan nilai kekerasan bertambah setelah disintering dan celup cepat, namun terjadi penurunan nilai kekerasan dengan waktu tahan yang lebih lama. Pengujian kuat Tarik pada paduan Al 7075 setelah proses T6 mengalami kuat Tarik yang berkurang dibanding sampel paduan Al 7075 sebelum proses pemanasan. Hasil pengamatan struktur mikro dengan SEM memperlihatkan terjadinya perubahan pasal yang ditandai dengan kenaikan kekerasan dan kuat Tarik.
Analisa Kebisingan Generator Mesin Screw Press Kapasitas 12 Ton/Jam Dengan Jarak 50cm, 100cm Dan 150cm Arah Longitudional, Vertikal Dan Horizontal Di PT. SOCFIN Indonesia Sihombing, Suriady; Nababan, Wilson Sabastian; Peranginangin, Siwan Ediamanta; Sibarani, Michael
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v6i2.1805

Abstract

Tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh mesin pengepres kelapa sawit khususnya Generator Mesin Screw Press di pabrik kelapa sawit dapat diukur dengan pengukuran dari beberapa jarak. Dilakukan pada tiga jarak yang berbeda yaitu 50 cm, 100 cm dan 150 cm. Langkah pertama menyiapkan sound level meter sebagai alat pendeteksi kebisingan pada mesin Screw Press, kemudian mengukur jarak antara posisi mesin Screw Press dengan sound level meter. Pada langkah selanjutnya kita bisa mengetahui tingkat kebisingan yang terbaca pada sound level meter. Dari 5 kali pengukuran penelitian generator mesin screw press arah longitudional, vertikal dan horizontal maka didapatkan hasil Tingkat kebisingan tertinggi terdapat pada penelitian pengukuran kedua jarak pengukuran 50 cm arah vertikal yaitu 90,2 db. Tingkat kebisingan terendah terdapat pada penelitian pengukuran keempat jarak pengukuran 150 cm arah horizontal yaitu 82.4 db. Sesuai dengan Kapmanker berdasarkan analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa tingkat kebisingan pada stasiun felt di Pabrik Kelapa Sawit PT. Socfin Indonesia Kebun Sei Liput melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan Pemerintah Kep- 51/MEN/1999 yaitu 85 dB, disarankan hanya pekerja yang dapat diterima dengan batas waktu 7,5 menit per hari, maka selebihnya mereka diharuskan menggunakan pelindung telinga. nilai rata-rata dari cepat rambat gelombang kebisingan mesin screw press adalah 3,931 m/s.
Perancangan Dan Pengujian Alat Pemasak Energi Surya Photovoltaic Kapasitas 2 Liter Perangin-angin, Siwan Ediamanta; Nababan, Wilson Sabastian; Hutasoit, Richolin; Lumbanraja, Joy
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v6i2.1806

Abstract

The design of this solar cooker aims to utilize solar radiation as an energy source, in cooking ingredients such as indomie and 2 liters of water. To reduce the use of fossil fuels which is increasing day by day. Testing of this solar cooker was carried out on the roof of the Faculty of Mechanical Engineering building, HKBP Nommensen University, Medan. This solar cooker is intended for use by one family and is expected to be used in rural areas where electricity cannot reach. This design is a quantitative research, which calculates the power and capacity of the tool components to be designed by looking at previously existing journals. Equipment testing was carried out to find out how much power and time is needed to cook ingredients such as indomie and water with a capacity of 2 liters. Testing was carried out from 08.00 WIB to 16.00 WIB under sunlight. The conclusion from the design and testing of the Photovoltaic solar cooker is: the efficiency for cooking indomie with one liter of water is 93% and the efficiency for cooking two liters of water is 48%.
Evaluasi Kinerja Mesin Pengering Surya Type Kolektor Pelat Datar Sebagai Pengering Cabai yang Efektif Sianturi, Roy Lamrun; Nababan, Wilson Sabastian; Sihombing, Suriady
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v6i2.1849

Abstract

Studi ini menyelidiki efektivitas mesin pengering tenaga surya yang memanfaatkan sistem Kolektor Pelat Datar untuk pengeringan cabai. Studi ini bertujuan untuk menilai efisiensi pengering dalam berbagai kondisi lingkungan. Dalam studi ini, bertujuan untuk menilai efisiens dan mengevaluasi kinerja pengering cabai yang memanfaatkan energi matahari dengan sistem kolektor pelat datar Kolektor berukuran 2 meter x 0,8 meter digunakan untuk menangkap energi matahari, yang kemudian dialirkan ke ruang pengeringan berisi tiga rak baja tahan karat. Eksperimen menunjukkan bahwa pengering mampu menghasilkan suhu hingga 80°C. Pengukuran radiasi matahari dan kelembaban menunjukkan hubungan erat antara intensitas matahari siang hari dan kondisi pengeringan yang ideal. Laju pengeringan mengikuti pola tipikal pengeringan tenaga surya, dengan fase awal yang cepat diikuti fase yang lebih lambat. Efisiensi pengering mencapai puncaknya pada siang hari. Hasil ini memvalidasi desain pengering sebagai solusi potensial untuk pengeringan hasil pertanian yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut akan difokuskan pada optimasi desain dan material.
Analisa Pengaruh Perubahan dan Pengaturan L/G Terhadap Range, Approach, dan Efektifitas Kinerja Menara Pendingin Basuki, Diah Wilis Lestaring; Asmoro, Wahyu Panji; Santoso, Eko Budi
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v6i2.1853

Abstract

Cooling towers are critical heat exchange systems designed to lower water temperature by dissipating heat into the atmosphere. They are classified into two primary types: natural draft and mechanical draft. Natural draft cooling towers, also known as hyperbolic towers, utilize the temperature gradient between the heated water and the surrounding air to drive airflow without mechanical assistance. In contrast, mechanical draft towers incorporate large fans to enhance air circulation and improve heat dissipation. The interaction between air and water, facilitated by fill material, optimizes heat transfer efficiency by increasing contact time. Evaluating the impact of operational adjustments on key performance metrics, including thermal range, approach, and overall efficiency, is essential for enhancing cooling tower performance. Additionally, these systems can serve as refrigerant coolers in air conditioning applications. This study investigates the influence of variations in the liquid-to-gas (L/G) ratio on cooling tower efficiency, with a focus on temperature reduction, thermal range, and approach. Experimental findings demonstrate that adjustments in operational parameters significantly affect these performance indicators. Under the tested conditions, the cooling tower achieved an effectiveness of 70.94%, with a thermal range of 19°C and an approach temperature of 7.8°C.
Perancangan Dan Pengujian Alat Pemasak Energi Surya Photovoltaic Kapasitas 2 Liter Perangin-angin, Siwan Ediamanta
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v6i2.1813

Abstract

The design of this solar cooker aims to utilize solar radiation as an energy source, in cooking ingredients such as indomie and 2 liters of water. To reduce the use of fossil fuels which is increasing day by day. Testing of this solar cooker was carried out on the roof of the Faculty of Mechanical Engineering building, HKBP Nommensen University, Medan. This solar cooker is intended for use by one family and is expected to be used in rural areas where electricity cannot reach. This design is a quantitative research, which calculates the power and capacity of the tool components to be designed by looking at previously existing journals. Equipment testing was carried out to find out how much power and time is needed to cook ingredients such as indomie and water with a capacity of 2 liters. Testing was carried out from 08.00 WIB to 16.00 WIB under sunlight. The conclusion from the design and testing of the Photovoltaic solar cooker is: the efficiency for cooking indomie with one liter of water is 93% and the efficiency for cooking two liters of water is 48%.
Analisa Kebisingan Generator Mesin Screw Press Kapasitas 12 Ton/Jam Dengan Jarak 50cm, 100cm Dan 150cm Arah Longitudional, Vertikal Dan Horizontal Di PT. SOCFIN Indonesia Sihombing, Suriady; Nababan, Wilson Sabastian; Peranginangin, Siwan Ediamanta; Sibarani, Michael
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v6i2.1814

Abstract

Kebisingan yang dihasilkan oleh mesin pengepres kelapa sawit khususnya pada generator mesin Screw Press di pabrik kelapa sawit dapat diukur dengan pengukuran berdasarkan jarak. Dimana pada penelitian ini jarak yang diukur yaitu 50 cm, 100 cm dan 150 cm. Pengujian dilakukan dengan 5 kali pengukuran penelitian. Pengujian dilakukan pada generator mesin Screw Press arah longitudional, vertikal dan horizontal dan diperoleh hasil tingkat kebisingan tertinggi terdapat pada pengukuran kedua dengan jarak 50 cm arah vertikal yaitu 90,2 db. Tingkat kebisingan terendah terdapat pada penelitian pengukuran keempat jarak pengukuran 150 cm arah horizontal yaitu 82.4 db. Sesuai dengan Kepmenaker No. 51/MEN/1999 berdasarkan analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa tingkat kebisingan yaitu 85 dB, pada stasiun kempa di Pabrik Kelapa Sawit PT. Socfin Indonesia Kebun Sei Liput melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan. Disarankan pekerja yang dapat diterima dengan batas waktu 7,5 menit per hari, dan diharuskan menggunakan pelindung telinga. Dengan nilai rata-rata dari cepat rambat gelombang kebisingan adalah 3,931 m/s.
Analisa Pengaruh Perubahan dan Pengaturan L/G Terhadap Range, Approach, dan Efektifitas Kinerja Menara Pendingin Asmoro, Wahyu Panji; Basuki, Diah Wilis; Santoso, Eko Budi
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v6i2.1837

Abstract

Menara pendingin adalah perangkat yang berfungsi untuk menurunkan suhu air dengan menghilangkan panasnya dan melepaskannya ke udara. Secara umum, terdapat dua jenis utama menara pendingin, yaitu aliran alami dan aliran mekanis. Menara pendingin aliran alami, yang sering disebut sebagai menara hiperbolik, bekerja berdasarkan perbedaan suhu antara udara sekitar dan air panas di dalamnya, sehingga tidak memerlukan kipas untuk membantu aliran udara. Sebaliknya, menara pendingin aliran mekanis dilengkapi dengan kipas besar yang berfungsi untuk meningkatkan sirkulasi udara. Saat air mengalir dan menetes ke permukaan material pengisi, kontak antara udara dan air menjadi lebih lama, sehingga meningkatkan perpindahan panas dan efisiensi pendinginan. Penting untuk menganalisis bagaimana berbagai pengaturan dan penyesuaian dapat mempengaruhi jangkauan pendinginan, pendekatan suhu, serta kinerja keseluruhan menara pendingin. Selain itu, sistem ini juga dapat digunakan sebagai pendingin refrigeran dalam sistem pendingin udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perubahan rasio L/G terhadap jangkauan pendinginan, pendekatan suhu, serta efisiensi operasional menara pendingin, sekaligus menentukan sejauh mana dampaknya terhadap penurunan suhu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perubahan dalam pengaturan dapat mempengaruhi jangkauan pendinginan, pendekatan suhu, serta efektivitas operasional menara pendingin. Dalam penelitian ini, menara pendingin mencapai efektivitas sebesar 70,94%, dengan jangkauan pendinginan 19°C dan pendekatan suhu 7,8°C.

Page 7 of 10 | Total Record : 92