cover
Contact Name
Fariz Al-Hasni
Contact Email
al.ihkam@uinmataram.ac.id
Phone
+6285934327883
Journal Mail Official
al.ihkam@uinmataram.ac.id
Editorial Address
Berugak Journal, Jln. Pendidikan No. 35, Kota Mataram Nusa Tenggara Barat 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-Ihkam: Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram
ISSN : 20881169     EISSN : 27146391     DOI : https://doi.org/10.20414/alihkam
Core Subject : Religion, Social,
Al-Ihkam Journal is one of the Faculty Sharia journals of the Departement Islamic Family Law (Ahwal Syakhshiyyah) Universitas Islam Negeri Mataram, which intensely tries to respond, criticize, and comprehensively analyze related issues in contemporary Islamic Family Law from various scientific perspectives.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 122 Documents
OPTIMALISASI PERAN PIK-R (PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA) DALAM MENEKAN ANGKA PERNIKAHAN DINI DI KECAMATAN NARMADA Wafiroh, Ani; Ahmad Fiqqih Alfathoni
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 15 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v15i1.9852

Abstract

Beberapa referensi menunjukkan bahwa faktor utama penyebab pernikahan dini adalah ekonomi dan kemiskinan. Akan tetapi berbeda halnya di Kecamatan Narmada, faktor utama pernikahan dini justru disebabkan oleh orang tua. Hal tersebut karena Remaja seringkali merasa tidak nyaman ketika berada di rumah. Oleh karena itu, perlu ada solusi lain seperti optimalisasi peran PIK-R sehingga remaja dapat dibantu dan memiliki wadah sendiri untuk berbagi. Penelitian ini memiliki dua tujuan, (1) mengetahui faktor penyebab pernikahan dini di Kecamatan Narmada, (2) optimalisasi peran Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dalam menekan angka pernikahan dini. Metode yang digunakan yakni metode kualitatif dengan mengamati fenomena pernikahan dini. Adapun hasil yang diperoleh yakni faktor utama penyebab pernikahan dini di Kecamatan Narmada ternyata berasal dari orang tua, teman sebaya, tokoh agama, lingkungan, pendidikan dan ekonomi atau kemiskinan, hasil yang kedua PIK-R harus terlibat aktif dalam membantu permasalahan remaja, sehingga remaja memiliki tempat/wadah untuk sharing ‘berbagi’ permaslahannya, baik masalah keluarga maupun lingkungan. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) permasalahan remaja dapat juga diatasi dari remaja dan untuk remaja itu sendiri (2) rumah harus menjadi tempat yang nyaman bagi remaja untuk tinggal.
REPRESENTASI FEMINISME DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI PULAU AMAZON LILY DALAM SERIAL ANIME ONE PIECE Sugitanata, Arif; Siti Aminah; Muhammad Hasyied Abdurrasyied
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 16 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v16i1.9922

Abstract

This research examines the representation of feminism and women's empowerment in "One Piece," specifically on Amazon Lily Island, as depicted in episodes 408 to 421 of the anime series. This study employs a literature review and a qualitative research approach with a descriptive-analytical method to investigate how Amazon Lily Island, as a matriarchal society, embodies feminist values through the independence, strength, and solidarity of its women. Unlike previous studies focusing on feminist characters in films and television series, this research emphasizes the distinctiveness of Amazon Lily Island in the "One Piece" narrative, reflecting key themes such as gender, power, and matriarchy. The findings reveal that the island's female characters, especially Queen Boa Hancock, epitomize strong and autonomous female archetypes yet grapple with the paradox of power and vulnerability. This study enriches the literature on feminism in media, particularly in anime, and discusses how the Amazon Lily Island narrative contributes to a broader understanding of women's empowerment and the challenges they encounter in a patriarchal society.
SIGNIFIKANSI KEPERCAYAAN SUAMI ISTRI DALAM MEMBENTUK KEHARMONISAN KELUARGA PADA PASANGAN MUDA MUSLIM (Studi Desa Batu Putih Kecamatan Sekotong Kab. Lombok Barat) Setiawati, Sulis; Abdullah
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 15 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v15i2.10016

Abstract

This research examines in depth two things, namely first, strategies for building trust between husband and wife in forming family harmony among young Muslim couples and second, the problems faced by husband and wife in building trust to form family harmony among young Muslim couples in Batu Putih Village, Sekotong District, Regency. West Lombok. The research method used in this research is a qualitative method, this research was carried out in Batu Putih village, West Sekotong District. The data collection methods used were observation methods, interview methods and documentation methods. The results of this research show that the Strategy for Building Trust between Husband and Wife in Forming Family Harmony in Young Muslim Couples in Batu Putih Village can be done in four ways, namely instilling honesty in the household, and the second is by instilling the nature of mutual trust in a household. respect and be wise in solving problems. There are three main underlying problems faced by husband and wife in building trust to form family harmony among young Muslim couples in Batu Putih Village, namely: poor communication relationships, the average economic condition of the community is low. and the Rights and Obligations of the Wife Ignored by the Husband.
ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM PENGADILAN AGAMA SELONG DALAM MEMUTUSKAN PERKARA WALI ADHAL KARENA FAKTOR ADAT (Studi Atas Putusan No.1104/Pdt.P/2022/PA.Sel) Imron Hadi; Achmad Hasan alfarisi
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 16 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v16i1.10083

Abstract

Keberadaan seorang wali dalam pernikahan merupakan syarat sahnya pernikahan itu sendiri. Namun tidak jarang wali nikah menjadi kendala dalam pernikahan karena wali nikah yang utama enggan menjadi wali nikah dengan berbagai alasan, baik syar’i maupun non syar’i. Wali yang menolak menikahkan disebut adhal (enggan). Mempelai wanita berhak mengajukan permohonan ke Pengadilan Agama untuk mengangkat wali adhal. Hal di atas memunculkan masalah penelitian ini. Pertama, Bagaimanakah prosedur penanganan perkara wali adhal yang dilatari faktor adat di Pengadilan Agama Selong? Kedua, Bagaimanakah pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara wali adhal karena faktor adat di Pengadilan Agama Selong? Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dimana sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primernya dari pihak Hakim, dan Staff Pengadilan Agama sedangkan sekunder dari buku-buku, al-Quran, al-Hadist, skripsi, tesis dan perundang-undangan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tata cara prosedur penanganan petugas adhal di Pengadilan Agama Kelas 1B Selong sudah sesuai dengan Hukum Acara Perdata yang dituangkan dalam HIR yaitu.Pertama, pihak harus mendatangi meja Informasi dan Pengaduan diri untuk mengetahui persyaratan permohonan wali adhal. Kedua, ke meja pendaftaran perkara untuk mendaftarkan perkara secara langsung atau melalui online. Ketiga meja pembayaran dengan menyerahkan slip pembayaran dari bank. Keempat, ke meja Penyerahan Produk Pengadilan . Adapun Pertimbangan hakim dalam penetapan wali adhal di Pengadilan Agama Selong, hakim dalam pertimbangannya berdasarkan fakta-fakta di dalam persidangan, berdasarkan sisi kemaslahatan dikarenakan faktor adat dan menurut Hakim alasan wali tidak dibenarkan.
SANKSI PIDANA PELAKU PELECEHAN SEKSUAL DALAM PERSEPEKTIF FIQH JINAYAH Muhammad Dimas Hidayatullah Wildan
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 16 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v16i1.10084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepektif fiqh jinayah dalam menangani kasus pelecehan seksual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang didasarkan pada persepektif fiqh jinayah. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku, jurnal serta penelitian yang relevan dengan pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam persepektif fiqh jinayah pelecehan seksual belum dijelaskan secara tegas dan terperinci akan tetapi para ulama bersepkata bahwa pelecehan seksual ini adalah perbuatan yang mendekati zina. Oleh karena itu sesuai bahasan Al-Qur’an dan hadist yang menyebutkan bahwa pelaku yang melakukan zina harus diberikan sanksi pidana baik secara Undang-Undang maupun hukum islam seperti jarimah ta’zir dimana hukuman ini didasarkan pada pelaku serta hukum masyarakat.
PESAN-PESAN FILOSOFIS PUASA PERSPEKTIF ALI SABUNI Husnawadi
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 16 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v16i1.10085

Abstract

Tulisan ini bertujuan menjelaskan pesan-pesan filosofis puasa perspektif Ali Sabuni, pesan filosofis dalam puasa menjadi sangat urgen untuk diungkap secara komprehensif sehingga dapat dijadikan acuan dalam menjalankan perintah agama khususnya puasa, Ibadah puasa sejatinya tidak sekedar kekuatan menahan lapar dan haus, akan tetapi menghindari gibah, khianat dan berdusta adalah bagian daripada berpuasa, sebab dengan berpuasa akan lahir insan-insan arif bijaksana, toleran dan humanis. Maka Pandangan filosofis Ali Sabuni mengenai puasa menjadi salah satu pilihan tepat dan refresentatif dalam ikhtiar membentuk insan bijaksana, toleran dan humanis. Empat utama pesan filosofis puasa menurut Ali Sabuni yaitu: Penghambaan sejati kepada Alloh, mengedukasi diri, menumbuhkan rasa cinta dan empati, dan pembersihan jiwa semuanya dibahas secara mendetail dalam tulisan ini. Di samping itu tulisan ini dilengkapi dengan pembahasan mengenai puasa-puasa yang diharamkan dalam fiqih Islam yang musti diketahui oleh ummat islam agar tidak terjerumus mengerjakan suatu ibadah yang dilarang.
MARGINALIZATION OF KHITBAH IN LOMBOK MUSLIM MARRIAGE IN WEST NUSA TENGGARA Hasbi, Hasbi Assyiddiqi; Abdullah
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 16 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v16i1.10207

Abstract

This study examines the first, is it true that there is marginalization of khitbah in the pre-marital process of Lombok Muslim society, second, what is the philosophical basis that causes this marginalization. Third, what are the alternative solutions so that khitbah can be applied in the midst of Muslim society as a pre-marital process. The research data includes primary data and secondary data, primary data obtained from respondents, informants and informants, in collecting data this research used interview and documentation techniques and then analyzed using a deductive method. This study found that sermons were indeed marginalized, this was evidenced by the implementation of khitbah only reaching 42% and 58% did not use khitbah, the marginal philosophical basis of sermons was 59% due to culture, 22% due to economic factors, 14% due to age and 5% due to social factors. law. Alternative solutions to this problem require the active role of religious leaders and community leaders in campaigning for the important role of khitbah and the government needs to establish more binding regulations.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERAN NENEK DALAM MENGASUH ANAK (Studi di Kelurahan Rukun Lima Atas Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende) Sri Rahayu; Muktamar; Ahmad Fiqqih Alfathoni
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 16 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v16i1.10356

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian peneliti terhadap peranan pengasuhan nenek pada anak dikarenakan orangtuanya harus bekerja dan meninggalkan anak-anaknya hingga bertahun-tahun lamanya sehingga anak harus dilimpahkan peranan pengasuhan sementara pada nenek untuk menjaga dan merawatnya, penerapan pengasuhan ini terjadi di masyarakat Kelurahan Rukun Lima Atas Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: pertama, bagaiamana peranan pengasuhan nenek pada anak di Kelurahan Rukun Lima Atas? Kedua, bagaimana tinjauan hukum islam (THI) terhadap peranan pengasuhan nenek pada anak di Kelurahan Rukun Lima Atas. Jenis metode penellitian yang digunakan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan empiris. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis datanyang digunakan berupa reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan hasil penelitian. Adapun hasil penelitian dapat peneliti sampaikan bahwa peranan pengasuhan nenek pada anak terjadi pada saat orangtua dari anak harus pergi bekerja yang dimana harus meninggalkan anak-anaknya, sehingga pelimpahan pengasuhan sementara di pindahkan ke nenek. Pola asuh orangtua yang bekerja dan nenek tentu berbeda diamana orangtua yang bekerja menggunakan pola asuh permisif mengabaikan atau penelantar dan nenek menggunakan pola asuh demokratis dan permisif-memanjakan
PERBEDAAN ORIENTASI SEKSUAL SEBAGAI ALASAN PEMBATALAN PERKAWINAN PERSPEKTIF HUKUM POSITIF Muh. Adistira Maulidi Hidayat; Muhammad Fadil Dzikru Rohmani; Magfira Aulia Zahra; Aden Rosadi
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 16 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v16i2.10535

Abstract

Abstract: The goal of matrimony is the establishment of a lasting and harmonious family according to both legal and religious norms. On the other hand, if there are factors that can disrupt this union, then the marriage can be annulled according to the law. In essence, by nature, Allah SWT has created humans in pairs, between men and women, to build a family and procreate offspring. However, in some cases, there are individuals who contravene His rules by engaging in same-sex attraction, commonly referred to as LGBT (lesbian, gay, bisexual, and transgender). The following will further discuss LGBT as grounds for annulment of marriage according to both the Law and the Compilation of Islamic Law (KHI).
PROBLEMATIKA PEMBAGIAN TUGAS SUAMI ISTRI DALAM KELUARGA DUAL INCOME (DUA PENDAPATAN) PADA ASN DI DESA NISA, KECAMATAN WOHA, KABUPATEN BIMA Ahmad Fiqqih Alfathoni; Hikmah, Nisrina Durratul
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 16 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v16i2.10957

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian peneliti terhadap problematika pembagian tugas suami istri dalam keluarga dual income yang terjadi pada ASN di Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Dalam praktiknya istrinyalah yang lebih dominan dalam mengelola kepengurusan anak, sehingga mengakibatkan ketidakoptimalan dalam pemenuhan kebutuhan dan perkembangan anak, kurangnya keterlibatan sang ayah menyebabkan anak-anaknya mengalami kesulitan dalam meraih prestasi akademis. Faktor yang dikaji yaitu bagaimana pembagian tugas suami istri dalam keluarga dual income pada ASN di Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima dan apa saja problematika yang terjadi dalam pembagian tugas suami istri dalam keluarga dual income pada ASN di Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Jenis metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan empiris. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pertama, pembagian tugas suami istri dalam keluarga dual income pada ASN yaitu : pembagian tugas pada Pendidikan anak, pembagian tugas pada pengasuhan anak, dan pembagian tugas pengelolaan keuangan. Kedua, problematika yang dihadapi dalam pembagian tugas suami istri dalam keluarga dual income pada ASN dapat dilihat dari beberapa kriteria, yaitu : Tantangan dalam pendidikan anak yaitu kurangnya waktu yang cukup untuk bersama-sama dengan anak karena kesibukan orang tua di tempat kerja dan dampak padatnya jadwal kerja orangtua membuat tidak ada yang menjeput anak ketika pulang sekolah. Tantangan dalam pengasuhan anak yaitu orang tua dalam keluarga dual income tidak memiliki waktu yang cukup untuk memberikan perhatian dan pengawasan yang optimal kepada anak-anak sehingga melibatkan kakek nenek untuk mengasuh anak-anaknya. Dan tantangan dalam pengelolaan keuangan yaitu perencanaan keuangan kurang matang menyebabkan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak.

Page 11 of 13 | Total Record : 122