cover
Contact Name
Fariz Al-Hasni
Contact Email
al.ihkam@uinmataram.ac.id
Phone
+6285934327883
Journal Mail Official
al.ihkam@uinmataram.ac.id
Editorial Address
Berugak Journal, Jln. Pendidikan No. 35, Kota Mataram Nusa Tenggara Barat 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-Ihkam: Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram
ISSN : 20881169     EISSN : 27146391     DOI : https://doi.org/10.20414/alihkam
Core Subject : Religion, Social,
Al-Ihkam Journal is one of the Faculty Sharia journals of the Departement Islamic Family Law (Ahwal Syakhshiyyah) Universitas Islam Negeri Mataram, which intensely tries to respond, criticize, and comprehensively analyze related issues in contemporary Islamic Family Law from various scientific perspectives.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 122 Documents
IMPLEMENTASI PASAL 152 KOMPILASI HUKUM ISLAM TENTANG PEMBERIAN NAFKAH IDDAH ISTRI CERAI TALAK DI DESA SORINOMO KECAMATAN PEKAT KABUPATEN DOMPU Mentari, Dwi Radha Putri
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 16 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v16i2.10958

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian peneliti terhadap impelementasi pasal 152 KHI tentang nafkah iddah istri cerai talak di Desa Sorinomo, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Permasalahannya yakni tidak terimplementasinya pasal 152 KHI tentang pemberian nafkah iddah istri cerai talak yang mengakibatkan ketidakpastian hukum dan dapat mengakibatkan kesulitan finansial bagi para mantan istri. Dalam praktiknya mantan suami tidak memberikan nafkah iddah kepada mantan istri karna tidak adanya rasa kepeduliian dari sang suami. Hal tersebut akan mengakibatkan ketidakpastina hukum dan dapat mengakibatkan kesulitan finansial bagi para mantan istri. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : pertama, Bagaimana praktik pemberian nafkah iddah pasca cerai talak di Desa Sorinomo Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Kedua, Bagaimana implementasi pasal 152 KHI tentang pemberian nafkah iddah istri cerai talak di Desa Sorinomo Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Jenis metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan empiris. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pertama, Praktik Pemberian Nafkah Iddah Pasca Cerai Talak Di Desa Sorinomo: keterbatasan sumber daya, kedua kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat, ketiga, faktor budaya dan tradisi. Kedua, Implementasi pasal 152 KHI tentang pemberian nafkah iddah istri cerai talak di Desa Sorinomo: kurangnya pemahaman, keterbatasan sumber daya, kurangnya edukasi dari lembaga desa dan KUA, faktor budaya dan tradisi.
POLA ASUH IBU BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI DESA WANASABA LAUK KECAMATAN WANASABA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Mahmudin, Deri; Nisfawati Laili jalilah
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 16 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v16i2.10959

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk dan dampak pola asuh ibu bekerja dan tidak bekerja pada anak usia prasekolah di desa wanasaba lauk. Fokus yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bentuk pola asuh ibu bekerja dan tidak bekerja pada anak usia prasekolah di desa wanasaba lauk kecamatan wanasaba kabupaten Lombok timur (2) kendala pengasuhan ibu yang bekerja dan tidak bekerja pada anak usia prasekolah di desa wanasaba lauk kecamatan wanasaba kabupaten lombok timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu File Research (Penelitian Lapangan). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan; Pertama, bentuk pola asuh ibu bekerja dan tidak bekerja pada anak usia prasekolah di Desa Wanasaba Lauk Kecamatan Wanasaba Kabupataen Lombok Timur yaitu dengan menggunakan beberapa bentuk pola asuh yaitu pola asuh demokratis, pola asuh otoriter, pola asuh permisif dan pola asuh gabungan. Kedua, Kendala pengasuhan ibu yang bekerja dan tidak bekerja pada anak usia prasekolah yang ada di desa wanasaba lauk kecamatan wanasaba kabupaten Lombok timur itu berbeda-beda. Dimana bagi ibu yang bekerja kendala yang dihadapi dalam mengasuh anak yaitu karena lingkungan bermain anak dan kurangnya pengawasan orang tua. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh ibu yang tidak bekerja yaitu karena penggunaan handphone sejak dini, lingkungan bermain anak, dan kurangnya pengawasan orang tua.
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA REMAJA DALAM KELUARGA MUSLIM DI DESA SONDOSIA KECAMATAN BOLO KABUPATEN BIMA Rahmawati, Auliah; Ani Wafiroh
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 16 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v16i2.10960

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil dari penelitian lapangan dengan latar belakang adanya pergaulan bebas yang dilakukan oleh sebagian remaja di Desa Sondosia dimana orangtua kurang peduli dengan pola asuh yang harus diterapkan serta kurang mengontrol dan membiarkan pergaulannya sehingga anak terlibat dalam pergaulan yang menyimpang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya orang tua dalam pembentukan karakter anak usia remaja yang dimana di Desa tersebut adalah mayoritas muslim. Lokasi penelitian ini bertempat di Desa Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif  dengan menggunakan pendekatan empiris. Dalam pengumpulan data tekhnik yang digunakan ialah observasi nonpartisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: Pertama kehidupan anak usia remaja di Desa Sondosia. Kecamatan Bolo Kabupaten Bima dapat dikatakan kurang baik karena masih ada ditemuinya pergaulan negatif yang ditemui pada sebagian remaja di Desa Sondosia seperti penggunaan tramadol, merokok di usia dini, tawuran remaja, bolos sekolah, berkata kasar dan tidak sopan terhadap orang tua, tidak ta’at, keluturan tengah malam serta jarang beribadah karena kurangnya kontrol dan pengawasan dari orang tua. Walaupun masih ada ditemui remaja yang memiliki sikap dan sifat teladan dan terpuji seperti memiliki sopan santun, rajin beribadah dan lain sebagainya. Kedua, upaya orang tua dalam pembentukan karakter anak usia remaja dengan menggunakan pola asuh yang yaitu pola asuh permisif, demokratis dan otoriter
PERSPEKTIF TOKOH ANTAR AGAMA TERHADAP KEABSAHAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DI WILAYAH KABUPATEN JOMBANG Lukman, Lukman Afifudin; Abd. Holik
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 16 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v16i2.11255

Abstract

Penelitian ini berfokus pada keabsahan perkawinan beda agama menurut perspektif tokoh agama di Kabupaten Jombang, wilayah yang dikenal dengan keragaman agamanya. Indonesia merupakan negara multikultural dengan enam agama yang diakui secara resmi: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kompleksitas keberagaman agama ini sering kali menyebabkan terjadinya perkawinan beda agama yang menghadapi tantangan sosial maupun hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif para tokoh agama dari berbagai keyakinan mengenai keabsahan perkawinan tersebut. Menggunakan metode kualitatif, wawancara mendalam dilakukan terhadap sepuluh tokoh agama dari berbagai keyakinan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pandangan tokoh agama sangat beragam, terutama terkait bagaimana perkawinan beda agama disesuaikan dengan hukum agama. Beberapa tokoh agama secara tegas melarang perkawinan beda agama berdasarkan larangan kitab suci, sementara tokoh lainnya memperbolehkannya dengan syarat-syarat tertentu, seperti upacara pernikahan atau peraturan hukum tertentu. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana tokoh-tokoh agama tersebut menafsirkan hukum nasional dan teks-teks keagamaan untuk mendukung atau menolak keabsahan perkawinan beda agama. Studi ini memberikan wawasan baru dengan menekankan perspektif praktis yang diperoleh langsung dari wawancara, bukan sekadar analisis teoretis. Penelitian ini berkontribusi pada diskusi yang terus berlangsung tentang perkawinan beda agama di Indonesia dengan memberikan pandangan yang lebih luas dan inklusif dari para tokoh agama. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi pembuat kebijakan dalam menciptakan kerangka hukum yang lebih inklusif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh pasangan beda agama
PERTANGGUNG JAWABAN ORANGTUA TERHADAP ANAK YANG BEKERJA UNTUK MEMBANTU PEREKONOMIAN KELUARGA PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH DAN UU NO 35 TAHUN 2014 PERUBAHAN ATAS UU NO 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK (Studi Kasus di Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat) Sherina Pramasela; Hery Zarkasih
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 15 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v15i2.11369

Abstract

This research was motivated by researchers' attention to the phenomenon of minors working as the backbone of the family in Seteluk District, West Sumbawa Regency. The type of method used is a qualitative method with a juridical-empirical research approach. The data collection methods used were observation and interviews. The researcher explains the form of parental coverage for children who work to help the family's economy in Seteluk District, West Sumbawa Regency, and uses children, parents, and village and sub-district governments as primary data sources. Data collection techniques in this thesis are observation and interviews. The data that has been collected is then analyzed and conclusions are drawn. The results of this research are the first form of parental coverage for children who work to help the family economy in Seteluk District, West Sumbawa Regency, namely providing a living and good nutrition, giving education rights to some working children, and giving children the right to participate.
- KONSEP KELUARGA IDEAL MENURUT AL-QUR'AN DAN HADITS: - Fiddha Nafisah, Fiddha Nafisah; Salimul Jihad, Salimul Jihad
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 17 No. 1 (2024): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v17i1.11491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep keluarga ideal berdasarkan perspektif Al-Qur'an dan Hadits, mengingat keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang berperan penting dalam membentuk generasi berakhlak mulia. Al-Qur'an dan Hadits memberikan panduan yang komprehensif mengenai struktur, peran, serta hubungan antar anggota keluarga yang ideal. Dalam penelitian ini, metode analisis isi digunakan untuk menelaah ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits yang berkaitan dengan pembentukan keluarga yang harmonis, penuh tanggung jawab, serta dilandasi rasa kasih sayang. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi ayat-ayat dan hadits yang menjelaskan kewajiban, hak, serta peran masing-masing anggota keluarga dalam menjaga kesejahteraan dan keharmonisan rumah tangga. Hasil penelitian menemukan bahwa keluarga ideal dalam Islam adalah keluarga yang didasarkan pada nilai-nilai keimanan, keadilan, tanggung jawab sosial, dan kebersamaan. Setiap anggota keluarga, baik suami, istri, maupun anak-anak, memiliki peran yang saling melengkapi, mulai dari pemenuhan tanggung jawab moral, spiritual, hingga sosial, yang kesemuanya bertujuan untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang sejahtera dan diridhai oleh Allah SWT. Kesimpulannya, konsep keluarga ideal dalam Al-Qur'an dan Hadits menekankan pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab moral, spiritual, serta sosial dalam kehidupan keluarga, sehingga tercipta rumah tangga yang harmonis, adil, dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI SEMA NO.1 TAHUN 2022 PLENO KAMAR AGAMA TENTANG PERKAWINAN DALAM MENGURANGI TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA MATARAM KELAS 1A) Hammad Farobi Syahuda; Darmini
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 16 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v16i2.11549

Abstract

Dalam undang-undang perkawinan No.1 tahun 1974 perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa dengan demikian undang-undang ini menganut asas mempersukar terjadinya perceraian. Namun angka perceraian di Indonesia masih terbilang tinggi yang didominasi alasan perselisihan terus menerus. Mahkamah Agung yang berwenang sebagai pengawas peradilan di bawahnya mengeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No.1 Tahun 2022 Tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2022 Sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi SEMA No.1 Tahun 2022 kamar agama hukum perkawinan poin b serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan Implementasi SEMA No.1 Tahun 2022 kamar agama hukum perkawinan poin b efektif dalam mempersukar terjadinya perceraian dengan alasan perselisihan terus menerus saja, dan tidak efektif menurunkan angka perceraian, meskipun angka perceraian turun dibandingkan tahun sebelumnya, namun meningkatnya perceraian dengan alasan perselisihan terus menerus adalah indikator menurunnya angka perceraian bukan karena  kebijakan  SEMA No.1 Tahun 2022 dalam kamar agama hukum perkawinan huruf b . Faktor pendukung dalam implementasi  adalah :1).Isi Kebijakan yang jelas dan dimengerti oleh pelaksana kebijakan; 2). Terlibatnya lini PTSP dan POSBAKUM; 3).Para hakim dan pegawai  lini PTSP dan POSBAKUM bersama-sama menaati sesuai porsi tugas mereka;4).Penggugat mematuhi nasihat PTSP agar lebih baik tidak mendaftarkan perkara yang belum memenuhi persyaratan berdasarkan SEMA No.1 Tahun 2022, faktor penghambatnya adalah 1). Penggugat enggan mendengarkan nasihat PTSP dan tidak jujur terkait  jangka waktu pisah rumah. 2). SEMA No.1 Tahun 2022 kamar hukum agama tentang perkawinan huruf b terbatas hanya mengatur perceraian dengan alasan perselisihan terus menerus tidak bisa memperketat perceraian dengan alasan lain.
TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP FAKTOR KEGAGALAN MEDIATOR DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERCERAIAN: STUDI KASUS PENGADILAN AGAMA CIAMIS TAHUN 2022 Muhammad, Hanifah Salma; Putra, Mochamad Dhimas Danindra; Ibrahim, Malik
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 17 No. 1 (2024): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mediasi merupakan salah satu cara hakim dan mediator dalam proses pengoptimalan usaha perdamaian bagi para pihak yang berperkara dan dapat meminimalisir perkara yang diajukan di Pengadilan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu sebagai inovasi dalam mempercepat beracara di Pengadilan yang dilakukan secara sederhana, cepat, dan biaya ringan. Adapun mekanisme pelaksanaan mediasi perkara perceraian oleh mediator hakim berdasarkan PERMA No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi. Oleh karena itu, penelitian ini akan melakukan studi kasus di Pengadilan Agama Ciamis untuk melihat efektifitas hakim dan mediator dalam mengurai penumpukan perkara dan meningkatkan keberhasilan mediasi di Pengadilan yang saat ini masih rendahnya tingkat keberhasilan mediasi perceraian. Penelitian ini dilakukan dengan field research di Pengadilan Agama Ciamis, melalui sifat penelitian dekriptif-analitis, dan pendekatan yuridis sosiologis. Adapun teori dalam menemukan jawaban dalam rumusan masalah yaitu menggunakan teori sosiologi hukum dan efektivitas hukum, kemudian juga melihat dari sisi mediasi secara peraturan yang ada serta kewenangan dari mediator. Dimana dengan menggunakan metode penelitian dan teori penelitian tersebut. maka mekanisme pelaksanaan mediasi dapat diselidiki atas kesesuaian hukum dan efektivitas peranan mediator hakim melalui pengamatan langsung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa kompetensi mediator hakim dalam memediasi, terdapat hambatan yang menjadikan faktor kegagalan hakim secara sosiologis. Rendahnya keberhasilan mediasi, akibat terbatasnya mediator hakim dan kompetensi mediator. Secara sosiologi, efektivitas PERMA No.1 Tahun 2016 tidak dapat menuntut para pihak beritikad baik dalam mediasi.
STRATEGI PENERAPAN LOVE LANGUAGE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HUBUNGAN KELUARGA KARIR Ahmad Fiqqih Alfathoni; Darmini; Nurnadiyah Syuhada
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 17 No. 1 (2024): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v17i1.13944

Abstract

Love language is a trendy term these days. However, the application of love language is largely ignored by society, especially career families. For this reason, this study aims to describe how career families apply love language strategies in improving the quality of their relationships and how it impacts their family harmony. This research was prepared using a qualitative research method with a phenomenological approach. Data collection techniques were used through in-depth interviews and observations of career families. The results of this study are career families who apply the concept of love language in their families will make it easier for them to improve the quality of family relationships where there are many demands by career families both at work and very little time with family. Therefore, love language is very necessary in career families. In addition, there are impacts if career families do not apply love language in their families, so that small conflicts arise in the household, such as infidelity, differences of opinion, and damage to the relationship between children and parents. Keywords : Love Language, Relationship, Career Family
KRITIKAL ‘URFIY DALAM PELAKSAAN TAUKIL WALI AKAD NIKAH MASYARAKAT DI DESA LAWALLU KECAMATAN SOPPENG RIAJA KABUPATEN BARRU Usman, Rahma
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 17 No. 1 (2024): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v17i1.6942

Abstract

Dalam hal perkawinan, wali adalah seseorang yang diberi wewenang untuk persetujuan untuk menikah atas nama seseorang. Secara umum, wali amanat adalah orang yang karena kedudukannya berhak bertindak melawan dan untuk orang lain. Dalam akad nikah, wali amanat adalah orang yang bertindak atas nama mempelai wanita dalam akad nikah. Sebaliknya, jika wali tidak dapat memenuhi kewajibannya sebagai wali karena keadaan yang disebabkan oleh udzur syar', ia dapat mewakilkan haknya sebagai wali kepada orang lain yang memenuhi syarat sebagai wali nikah. sendiri, dalam hal ini disebut Wali Taukil. Dan bahkan kebanyakan orang tua yang ingin menikahkan anaknya menjadikan Taukil Wali. Diperkenalkannya tokoh masyarakat. Pelaksaan taukil wali masyarakat di Desa Lawallu disebabkan oleh bermacam-macam faktor. Penelitian lapangan (field research) ini menjadi penelitian yang digunakan oleh penulis yang dianalisis dengan menggunakan strategi subjektif atau biasa disebut metode kualitatif. Sumber informasi diperoleh dari data primer dan sekunder. Penelitian ini juga dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosiologis yakni pelaksanaan taukil wali  di dalam masyarakat dan pedekatan yuridis yaitu suatu pendekatan yang berdasarkan aturan-aturan hukum yang berlaku dan pendekatan normatif (syar’i) yaitu pendekatan yang berdasarkan denga ketentuan syariat Islam seperti Al-Qur’an dan hadist. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian teori yang digunakan yakni teori ‘urf. Hasil penelitian Kritikal ‘urf  dalam pelaksanaan taukil wali akad nikah  masyarakat di Desa Lawallu adalah sebagai berikut: Bagaimana taukil penjaga upacara pernikahan yang biasa dilakukan Masyarakat desa Lawallu tergolong al-'urf al-'amal. Hal ini didasarkan pada kepercayaan bahwa taukil wali merupakan adat komunal dalam bentuk berkas keperdataan muamalah Penerapan taukil wali akad nikah tergolong dalam ruang lingkup “urf 'aam” Menurut Hukum Syarah, pelaksanaan taukil wali dianggap “urf sahih” dari segi legalitas apabila pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku sebagaimana tertuang dalam Ikhtisar Hukum Islam (KHI) dan Surat Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia (PMA) Nomor 20 Tahun 2019 dan alasan melakukan Taukil Wali merupakan alasan yang diperbolehkan menurut UU Siaria. Dan bisa menjadi urf fasid jika alasan taukil wali adalah alasan yang tidak diperbolehkan syariat.

Page 12 of 13 | Total Record : 122