cover
Contact Name
Nyoman Pasek Nugraha
Contact Email
paseknugraha@gmail.com
Phone
+6281999131789
Journal Mail Official
paseknugraha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana, Kampus Tengah, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha
ISSN : 26141876     EISSN : 26141884     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjtm.v7i1.18616
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknik. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan teknik mesin bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 292 Documents
Analisis Perbandingan Tegangan Statik Material Galvanized Steel Dengan Material Aluminium Alloys 7076-T6 (Sn) Pada Frame Ganesha Scooter Underwater (GSU) Menggunakan Software Solidworks Firdaus, Kholid; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v8i1.27302

Abstract

Dalam penenlitian ini dilakukan analisis tegangan statik pada rancangan Frame Ganesha  Scooter Underwater dengan perbandingan material galvanized steel dan aluminuium alloys 7076-T6 menggunakan software Solidworks dengan tanpa beban pengendara dan pembebanan dari pengendara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tegangan statik terbesar pada Frame Ganesha Scooter Underwater menggunakan material galvanized steel dan aluminium alloys 7076-T6 dengan beban 80 Kg dan tanpa beban. Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada frame dengan material galvanized steel dan aluminium alloys 7076-T6 (SN) tanpa beban pengendara maupun dengan beban pengendara mengalami penurunan setelah dilakukan penggantian material aluminium alloys 7076-T6 (SN) yaitu sebesar 8,4% dan juga tegangan maksimum pada frame dengan material galvanized steel dengan beban pengendara mengalami penurunan setelah dilakukan penggantian material aluminium alloys 7076-T6 (SN) yaitu sebesar 8,4%. Kemudian hasil faktor keamanan (factor of safety) pada frame material galvanized steel tanpa beban pengendara mengalami peningkatan setelah dilakukan penggantian material aluminium alloys 7076-T6 (SN) yaitu sebesar 63%. Dan juga faktor keamanan (factor of safety) pada frame standar material galvanized steel dengan beban pengendara mengalami peningkatan setelah dilakukan penggantian material aluminium alloys 7076-T6 (SN) yaitu sebesar 63,02%, sehingga dapat dikatakan bahwa pergantian material galvenized steel dengan aluminium alloys 7076-T6 lebih baik dan lebih kuat untuk digunakan.Kata Kunci :Aluminium Alloys, Frame, Galvanized Steel,Tegangan  Von MisesDaftar RujukanBudarma, K. (2016). Analisis komparatif tegangan statik pada frame ganesha electric vehicles 1.0 generasi 1 berbasis continous variable transmission (cvt) berbantuan software ansys 14.5, [Skripsi], Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia.Fadila, A. (2013). Analisis simulasi struktur chassis mobil mesin usu  berbahan besi struktur terhadap beban statik dengan menggunakan perangkat lunak ansys 14.5.[skripsi], Teknik Mesin, Universitas Sumatera Utara.Ihsan, E., Emira dkk.(2017). Aluminium. Jurnal Mahasiswa Kimia, Universitas Negeri       Padang, Inodonesia. https://www.slideshare.net/nandifirdaus/jurnal-aluminium diakses 18 juni 2017.Joko, P.  (2010). Aplikasi metode elemen hingga (meh) pada struktur rib bodi angkutan publik. [Skripsi], Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret.Novita, S. (2018). Analisis laju korosi dan kekerasan pada stainless steel 304 dan baja nikel laterit dengan variasi kadar ni (0. 3. dan 10%) dalam medium korosif. [Skripsi] Jurusan Fisika Universitas Lampung.Setya, B. (2005). Modul chasis sepeda motor. [modul], Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Yogyakarta (diakses 18 Juni 2018)Saputra, I. N. A. A. (2018). Analisis tegangan statik pada rancangan frame mobil listrik ganesha sakti (gaski) menggunakan software solidworks 2014. [Skrisi], Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan Ganesha.Ongga, P., Dkk. (2009). Konsepsi mahasiswa tentang tekanan hidrostatis”. Universitas Yogyakarta (diakses 25 Januari 2020)Pratama., Syahrul, B. (2016). Analisis tegangan statik pada rangka sepeda motor jenis matic menggunakan software catia p3 v5r14. [Skrisi], Teknik Mesin, Universitas Lambung Mangkurat Banjar baru.Purwanto., Joko., Rofikoh, U. (2014). Rancang bangun perangkat eksperimen hukum archimedes. Inklusi, Jurnal Vol. 1 No.1 (diakses 25 Januari 2020)Perdhna, Syohan, D., dkk.(2017). Studi laju korosi pada plat stainless steel (ss) dengan variasi media korosi. Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Kelautan. http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-16971- 4307100005-paperpdf.pdf diakses (18 juni 2017).Sari, S. P.,  Santoso, P. (2014). Analisis tegangan statik pada rangka sepeda motor jenis matic menggunakan software catia p3 v5r14. [Skripsi] Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi IndustriWili, C., Maha. (2014). Aplikasi finite elemen analysis pada struktur rib bodi angkutan publik. [Tugas Akhir], Jurusan Teknik Mesin, Universitas Indonesia  
Perbandingan Efisiensi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang Kendaraan Teknologi VVT-I Dengan Dual VVT-I Prasetyo, Imam; Saputro, Yoyo; Khalilullah, Aulia Rafif
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v9i1.31385

Abstract

Belakangan ini pabrikan berlomba lomba melakukan penelitian untuk mendapatkan mesin kendaraan yang lebih efisien, ramah lingkungan namun tetap bertenaga. Salah satu teknologi yang ideal adalah teknologi VVT-I dengan melakukan pengaturan overlapping pada katup intake. Pada perkembangan nya katup exhaust juga di pasangkan teknologi pengaturan katup, biasa di kenal dengan Dual VVT-I, teknologi Dual VVT-I melakukan overlapping pada katup intake dan exhaust sehingga di klaim lebih efisien dan ramah lingkungan dari VVT-I. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efisiensi bahan bakar, dan perbandingan emisi gas buang CO dan HC kendaraan teknologi VVT-I dengan Dual VVT-I. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat gas analyzer untuk mengetahui nilai konsentrasi CO dan HC, sedangkan untuk pengujian efisiensi bahan bakar menggunakan metode full to full untuk mengetahui komsumsi bahan bakar km/liternya. Berdasarkan hasil pengujian, kendaraan Dual VVT-I memiliki keunggulan konsumsi bahan bakar lebih irit 0,38 liter atau setara 1,17 Km/L di banding kendaraan dengan VVT-I. Sedangkan pada pengujian emisi gas buang kendaraan dengan Dual VVT-I menghasilkan kadar emisi gas buang CO dan HC yang lebih baik di banding kendaraan dengan VVT-I. Kata kunci: VVT-I, Dual VVT-I, Efesiensi, Emisi Gas BuangRecently, manufacturers are competing to conduct research to get a vehicle engine that is more efficient, environmentally friendly but still powerful. One of the ideal technologies is the VVT-I technology by adjusting the overlapping of the intake valves. In its development, the exhaust valve has also been fitted with valve control technology, commonly known as the Dual VVT-I, the Dual VVT-I technology overlaps the intake and exhaust valves so that it is claimed to be more efficient and environmentally friendly than VVT-I. The purpose of this study was to determine the difference in fuel efficiency, and the comparison of exhaust emissions from CO and HC from VVT-I technology vehicles with Dual VVT-I technology. Testing is done using a gas analyzer to determine the value of CO and HC concentrations, while for testing fuel efficiency using the full to full method to determine fuel consumption km / liter. Based on the test results, the Dual VVT-I vehicle has the advantage of more efficient fuel consumption of 0.38 liters or the equivalent of 1.17 Km / L compared to vehicles with VVT-I. Meanwhile, testing vehicle exhaust emissions with Dual VVT-I resulted in better CO and HC emission levels compared to vehicles with VVT-I.Keywords : VVT-I, Dual VVT-I, Efficiency, Exhaust Emission  DAFTAR RUJUKAN Bakeri, M., & Syarief, A. (2012). Analisa Gas Buang Mesin Berteknologi EFI dengan Bahan Bakar Premium. INFO TEKNIK, 13(1), 81–90.Maulana, A. (2016). Mengenal Mesin Dual VVT-I. Otomania.Com. https://otomania.gridoto.com/read/241177243/mengenal-teknologi-mesin-dual-vvt-iMunthe, I. (2019). Perbandingan Emisi Gas Buang Mesin Berteknologi VVT-I dan Non VVT-i. PISTON, 4(1), 13–21.Nugroho, R. B. (2019). Perbedaan Teknologi Katup VVT-I dan VTEC Untuk Meningkatkan Efisiensi Mesin. Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, 8(2), 2019. https://doi.org/10.22201/fq.18708404e.2004.3.66178Prasetyo, I., & Fahrurrozi, M. (2020). Penggunaan Catalytic Converter dari Bahan Kuningan dengan Ketebalan 0 , 2 mm terhadap Emisi Gas Buang Kendaraan pada Motor 2 Tak. Accurate, 1(2), 1–5.Prihartono, J. (2020). Perbedaan Pengaruh Sistem Injeksi Bahan Bakar Elektrik Dengan dan Tanpa Dilengkapi Sistem Pengaturan Waktu Buka Tutup Katup, Terhadap Peforma Mesin, Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang. PRESISI, 22(1), 10–17.Sianturi, T. A., & Tarigan, K. (2020). Pengaruh Celah Katup Terhadap Daya Mesin Pada Mobil Toyota Kijang Inova. Jurnal Teknologi Mesin UDA, 1(1), 23–39.Sitorus, T. B. (2009). Tinjauan Teoritis Performansi Mesin Berteknologi VVT-i. Jurnal Dinamis, I(5), 19–29.Surbakti, A. (2009). Perbandingan Antara Mesin Bensin Yang Berteknologi VVT-1 Dengan Platina Selesai. JURNAL ILMIAH CORE IT, 4, 86–89.Toyota Indonesia. (2018). Teknologi Dual VVT-I Toyota. https://www.toyota.co.id/news-and-update/toyotas-dual-vvti-technology?lang=idWahyu, M., & Rahmad, H. (2017). Rekayasa Uji Konsumsi Biogasoline Kendaraan VVT-I dan Dual VVT-I. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Terapan, 5, 56–63. 
Pengaruh Elektroda Pengelasan Pada Baja AISI 1045 Dan SS 202 Terhadap Struktur Mikro Dan Kekuatan Tarik Winardi, Yoyok; Fadelan, Fadelan; Munaji, Munaji; Krisdiantoro, Wisnu Nurandika
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v8i2.27772

Abstract

Pengelasan logam adalah suatu proses pengelasan yang dilakukan pada dua jenis atau paduan logam yang berbeda. Pengelasan logam beda jenis banyak dipakai di berbagai industri, misalnya pembangkit listrik, industri transportasi, kontruksi sipil, dan lain-lain. Baja merupakan material yang banyak digunakan untuk kontruksi. Aplikasinya banyak disambung dengan logam lain. Penyambungannya dilakukan dengan pengelasan. Dalam penggabungan dua logam yang berbeda permasalahan yang sering timbul dalam pengelasan antara lain perbedaan titik lebur, koefisien muai, sifat fisis dan mekanis. Oleh karena itu dengan pemilihan elektroda pengelasan yang tepat akan menghasilkan sambungan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis elektroda pada baja AISI 1045 dan SS202 terhadap struktur mikro dan kekuatan tarik. Elektroda yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis E 6013 dan E 7018. Metode pengelasan menggunakan las SMAW. Struktur mikro dikarakterisasi menggunakan mikroskop optik. Kekuatan mekanik diuji menggunakan mesin uji tarik. Hasil pengamatan struktur mikro pada masing-masing spesimen menunjukkan adanya perbedaan susunan. Struktur mikro didominasi oleh ferit dan perlit. Dengan menggunakan elektroda E7018, menghasilkan perlit yang lebih halus. Berdasarkan uji tarik, terdapat perbedaaan yang signifikan. Pada spesimen E 6013 memiliki kekuatan tarik rata-rata sebesar 275,7 kN/mm2, sedangan E 7018 memiliki kekuatan rata-rata sebesar 419,5 kN/mm2. Sehingga bisa disimpulkan, jenis elektroda mempengaruhi kekuatan tarik pengelasan baja AISI 1045 dan SS202Kata Kunci: AISI 1045; elektroda; kekuatan tarik; SS202; struktur mikro Daftar RujukanArifin J, Purwanto H, Syafa’at I. (2017). Pengaruh jenis elektroda terhadap sifat mekanik hasil pengelasan smaw baja ASTM A36. Momentum, 13(1), 27–31.Budiarsa, I. N. (2008). Pengaruh besar arus pengelasan dan kecepatan volume alir gas pada proses las GMAW terhadap ketangguhan aluminium 5083. CAKRAM, 2(2), 112–116.Gutama H.K, Wulandari D. (2000). Pengaruh Arus Pengelasan Dan Jenis Elektroda Terhadap Kekuatan Tarik Pada Steel 42. Jurnal Teknik Mesin Fakultas Teknik Unesa, (1), 1–5.Huda M, Respati B.S.M, Purwanto H. (2018). Pengelasan plat kapal dengan variasi jenis elektroda dan media pendingin. Momentum, (14), 50–56.Kurniawan. Dwi. (2019). Analisa pengaruh variasi elekroda pengelasan smaw sambungan logam baja jis g 3131 sphc dengan baja aisi ss 201 terhadap sifat mekanis. [Skripsi] Institut Teknologi Nasional MalangNasrul,Y. L.M., H. Qolik S.A, (2016). Pengaruh variasi arus las smaw terhadap kekerasan dan kekuatan tarik sambungan dissimilar stainless steel 304 dan st 37. Jurnal Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang (1), 1-12.Pareke S, Muchsin A.H, Leonard J. (2014). Pengaruh pengelasan logam berbeda (AISI 1045) dengan (AISI 316L) erhadap sifat mekanis dan struktur mikro. Sains dan teknologi, 3(2), 191–198.Pramono, A. (2011). Karakteristik mekanik proses hardening baja AISI 1045 Media Quenching Untuk Aplikasi Sprochet Rantai. Cakram 5(1), 32–38.Sugestian, M Rizsaldy. (2019). Analisa kekuatan sambungan las smaw horizontal down hand pada plate baja jis 3131sphc dan stainless steel 201 dengan aplikasi piles transfer di mesin thermoforming (stacking unit). [Skripsi] Institut Teknologi Nasional Malang.Suhermana , R. M. Ambaritab , R. K. Simangunsongc , P.J. Simanjuntak (2018). Pengaruh jenis elektroda E6013 pada pengelasan SMAW terhadap sifat fisis dan mekanis baja SA106 grade B. Prosiding Seminar Nasional Era Industri (SNEI) UPMI Medan, 50–54Tarkono, Zulhanif, Trisulohadi Ben Fikma (2013). Pengaruh kedalaman alur back chipping pada pengelasan listrik SMAW baja karbon sedang AISI 1045 terhadap uji kekuatan tarik. Fema, 1, 18–27.Trianto A. (2016). Penelitian stainless steel 202 terhadap pengaruh pengelasan gas tungsten arc welding(GTAW) untuk variasi arus 50 A, 100 A, Dan 160 A dengan uji komposisi kimia, uji struktur mikro, uji kekerasan dan uji impact. [Skripsi]. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik UMS.Veranika R.M, Fauzie M.A, Ali H, Solihin M, (2019). Studi pengaruh variasi elektroda e 6013 dan e 7018 terdahap kekuatan tarik dan kekerasan pada bahan baja karbon rendah. Desiminasi Teknologi, 7.Wijoyo, & Aji, B. K. (2015). Kajian kekerasan dan struktur mikro sambungan las GMAW baja karbon tinggi dengan variasi masukan arus listrik. SIMETRIS, 6(2), 243–248. Yakub Y, Nofri M, (2018). Variasi arus listrik terhadap sifat mekanik mikro sambungan las baja tahan karat aisi 304. E-Jurnal WIDYA Eksakta, 1(I).7-11
Pengembangan Handle Rem Sepeda Motor Berbahan Limbah Plastik Hasil Cetakan S 45c Satriadyanto, Irawan; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v8i1.27300

Abstract

Perkembangan teknologi banyak menimbulkan dampak positif  dan negatif.  Adanya material baru yang biasanya digunakan oleh aktifitas manusia, termoplastik merupakan salah satu bentuk material baru. Salah satu bahan termoplastik adalah plastik yang biasa kita gunakan untuk aktifitas sehari-hari.Yang akan dibahas bagaimana rancangan handle rem berbahan limbah plastik dan bagaimana proses pembuatan handle rem berbahan limbah plastik. pengecoran adalah suatu proses penuangan material cair seperti logam dan plastik yang dimasukan kedalam cetakan dan jenis-jenis cetakan tersebut berupa cetakan grafit, cetakan pasir, cetakan permanen, cetakan keramik, cetakan plaster dan cetakan shell Pada proses pembuatan handle ini peneliti hanya mengambil 5 jenis plastik sebagai bahan dasar yang akan digunakan untuk pembuatan handle rem, yaitu jenis Polyethylene Terephthalate (PET/PETE),  High Density Polyethylene (HDPE), Low Density Polyethylene (LDPE), Polypropylene (PP), Polystyrene (PS). Sebelum memulai penelitian ini melakukan proses pemisahan material plastik yang sudah dikumpulkan berdasarkan jenisnya. Pada proses pengecoran handle rem penelitian ini mengkombinasikan beberapa jenis plastik anatara lain jenis PET dengan LDPE, PET dengan PP, PET dengan PS, dan PP dengan HDPE. berdasarkan hasil visualitas perbandingan campuran limbah plastik yang digunakan untuk pembuatan handle rem bahan limbah plastik dengan jenis PP dan HDPE merupakan hasil cetakan yang baik. Karena dari awal pengerjaan hingga akhir tidak mengalami kendala yang begitu berat untuk proses pengerjaan handle rem. Pada saat proses pelepasannya handle sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.Kata Kunci: Daur ulang limbah plastik, pengecoran limbah plastik, handle rem limbah plastikDaftar RujukanFebriansyah, 2019, “Inovasi Baru Mengubah Sampah Plastik Jadi Kertas yang Mudah  Terurai”. Tersedia pada https://tirto.id/inovasi-baru-mengubah-sampah-plastik-jadi-kertas-yang-mudah-terurai-dftk (diakses tanggal 8 Juni 2019)Khoirumansyah, 2012, “Macam-Macam Cetakan Logam”. Tersedia pada http://khoirumansyahbtr.blogspot.com/2012/11/macam-macam-cetakan-logam.html (diakses tanggal 7 Juni 2019)Logam Ceper, 2014, : ”Cetakan Pasir (Sand Moulding)”. Tersedia pada https://logamceper.com/cetakan-pasir-sand-moulding/ (diakses tanggal 7 Juni 2019)Nurhenu Karuniastuti. Bahaya Plastik  Terhadap Kesehatan Dan Lingkungan.Prof. Drs. Soegyarto Mangkuatmodjo, maret 2014 “Stastik Lanjutan”, Jakarta: PT Asdi Mahasatya.Raggne, May 11, 2015, “Arti Kode Kemasan Plastik: PET(E), HDPE, PVC, LDPE, PP, PS” Tersedia pada  https://raggne.wordpress.com/2015/05/11/arti-kode-kemasan-plastik-pete-hdpe-pvc-ldpe-pp-ps/(diakses tanggal 13 November 2018)Samsudi, Fuad  dan Yugohindra, 2011, Analisa Pengaruh Pengecoran Ulang Terhadap Sifat Mekanik Paduan Alumunium ADC 12.STP Team , November 24, 2016, “Heat Treatment of Carbon Steel – S45C / C45 Steel”. Tersedia pada https://www.steelindopersada.com/2016/11/heat-treatment-of-carbon-steel-aisi-s45c-steel-grades.html (diakses tanggal 7 Juni 2019)sugiyono. (2010) Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.Wikipedia, 30 November 2017, “Rem” tersedia pada https://id.wikipedia.org/wiki/Rem (diakses tanggal 13 November 2018)
Studi Komputasi: Pengaruh Desain Guide Vane Terhadap Performa dan Pola Aliran di Sekitar Turbin Angin Savonius Wicaksono, Yoga Arob
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v8i2.26856

Abstract

Turbin angin adalah salah satu alternatif untuk mengurangi beban listrik di wilayah perkotaan. Di wilayah perkotaan terdapat gedung bertingkat dengan jumlah yang cukup banyak. Sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk aplikasi turbin angin sekaligus mengurangi beban listrik. Tipe turbin yang tepat untuk aplikasi gedung bertingkat adalah turbin angin sumbu vertikal (VAWT). Salah satu jenis VAWT adalah turbin Savonius. Turbin angin Savonius konvensional memiliki kinerja yang rendah seperti koefisien daya dan torsi yang rendah dibandingkan dengan turbin angin jenis lain. Ini terjadi karena aliran angin dapat menyebabkan tekanan negatif pada salah satu sisi sudu. Untuk mengatasi masalah ini, turbin angin Savonius konvensional dikombinasikan dengan guide vane. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh guide vane terhadap performa dan karakteristik pola aliran sekitar turbin angin Savonius. Model numerik dihitung menggunakan persamaan Navier-Stokes dengan model turbulen k-ε standar. Analisa  menggunakan software ANSYS-Fluent R15. Simulasi dilakukan pada arah angin yang berbeda, antara lain: 0o, 30o, 60o pada kecepatan angin 2 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guide vane mampu menambah laju aliran udara yang menuju sudu turbin dan meningkatkan performa turbin angin Savonius sebesar 22,2%. Kata kunci: CFD, guide vane, performa, pola aliran, turbin angin SavoniusDaftar RujukanAkwa, J. V., Alves, G., & Petry, A. P. (2012). Discussion on the veri fi cation of the overlap ratio in fl uence on performance coef fi cients of a Savonius wind rotor using computational fl uid dynamics. 38, 141–149. https://doi.org/10.1016/j.renene.2011.07.013Akwa, J. V., Vielmo, H. A., & Petry, A. P. (2012). A review on the performance of Savonius wind turbines. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 16(5), 3054–3064. https://doi.org/10.1016/j.rser.2012.02.056Alessandro, V. D., Montelpare, S., Ricci, R., & Secchiaroli, A. (2010). Unsteady Aerodynamics of a Savonius wind rotor : a new computational approach for the simulation of energy performance. Energy, 35(8), 3349–3363. https://doi.org/10.1016/j.energy.2010.04.021Chong, W. T., Fazlizan, A., Poh, S. C., Pan, K. C., Hew, W. P., & Hsiao, F. B. (2013). The design , simulation and testing of an urban vertical axis wind turbine with the omni-direction-guide-vane q. APPLIED ENERGY, 5–8. https://doi.org/10.1016/j.apenergy.2012.12.064Chong, W. T., Poh, S. C., Abdullah, N., Naghavi, M. S., & Pan, K. C. (2010). Vertical Axis Wind Turbine with Power-Augmentation-Guide-Vane for Urban High Rise Application 3 . Building integrated wind-solar hybrid energy generation system and rain water collector. (September), 1–6.Damak,  a., Driss, Z., & Abid, M. S. (2013). Experimental investigation of helical Savonius rotor with a twist of 180?? Renewable Energy, 52, 136–142. https://doi.org/10.1016/j.renene.2012.10.043Hasan, M. H., Muzammil, W. K., Mahlia, T. M. I., Jannifar, A., & Hasanuddin, I. (2012). A review on the pattern of electricity generation and emission in Indonesia from 1987 to 2009. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 16(5), 3206–3219. https://doi.org/10.1016/j.rser.2012.01.075Mohamed, M. H., Janiga, G., Pap, E., & Thévenin, D. (2010). Optimization of Savonius turbines using an obstacle shielding the returning blade. Renewable Energy, 35(11), 2618–2626. https://doi.org/10.1016/j.renene.2010.04.007Nobile, R., Vahdati, M., & Barlow, J. F. (2013). Unsteady flow simulation of a vertical axis wind turbine : a two-dimensional study. (July), 1–10.Pope, K., Rodrigues, V., Doyle, R., Tsopelas,  a., Gravelsins, R., Naterer, G. F., & Tsang, E. (2010). Effects of stator vanes on power coefficients of a zephyr vertical axis wind turbine. Renewable Energy, 35(5), 1043–1051. https://doi.org/10.1016/j.renene.2009.10.012Ricci, R., Romagnoli, R., Montelpare, S., & Vitali, D. (2016). Experimental study on a Savonius wind rotor for street lighting systems q. Applied Energy, 161, 143–152. https://doi.org/10.1016/j.apenergy.2015.10.012Roy, S., & Saha, U. K. (2015). Wind tunnel experiments of a newly developed two-bladed Savonius-style wind turbine. Applied Energy, 137, 117–125. https://doi.org/10.1016/j.apenergy.2014.10.022Soo, K., Ik, J., Pan, J., & Ryu, K. (2015). Effects of end plates with various shapes and sizes on helical Savonius wind turbines. Renewable Energy, 79, 167–176. https://doi.org/10.1016/j.renene.2014.11.035Tartuferi, M., D’Alessandro, V., Montelpare, S., & Ricci, R. (2015). Enhancement of Savonius wind rotor aerodynamic performance: a computational study of new blade shapes and curtain systems. Energy, 79, 371–384. https://doi.org/10.1016/j.energy.2014.11.023Walker, S. L. (2011). Building mounted wind turbines and their suitability for the urban scale — A review of methods of estimating urban wind resource. Energy & Buildings, 43(8), 1852–1862. https://doi.org/10.1016/j.enbuild.2011.03.032 
Peningkatan Laju Pendinginan Ruangan Dengan Media Pendingin Kombinasi Udara Dan Air Disisi Kondensor Pada Mesin Pendingin Tipe Split Air Conditioning Wiratmaja, I Gede; Dantes, Kadek Rihendra; Artha, Edy Agus Juny
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v9i1.33220

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mendapatkan data- data performansi mesin pendingin antara AC Split dengan kondensor berpendingin udara dan dengan kondensor berpendingin kombinasi udara dan air sehingga dari perbandingan data ini dapat memberikan gambaran mengenai pengaruh penggunaan media pendingin air terhadap peningkatan performansi mesin pendingin. Secara khusus tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari variasi media pendingin disisi kondensor AC Split yang pada akhirnya mengarah kepada usaha untuk menjaga performansi mesin pendingin dan memperpanjang usia pemakaian (lifetime). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dimana proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik penelitian diskriptif kuantitatif dimana data hasil penelitian akan ditabulasikan serta ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik serta dilakukan analisis data untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan media pendingin air yang dikombinasikan dengan udara disisi kondensor terhadap performansi dari suatu mesin pendingin. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil berupa laju pendinginan ruangan  tertinggi terjadi pada mesin pendingin dengan kondensor berpendingin kombinasi udara dan air, dimana terjadi peningkatan laju pendinginan ruangan sebesar 70 % jika dibandingkan dengan laju pendinginan ruangan menggunakan mesin pendingin dengan kondensor berpendingin udara saja.Kata kunci: Pengkondisian udara, Laju Pendinginan Ruangan, Media Pendingin, Pelepasan Kalor, Kondensor. This research is an experimental study that aims to obtain data on the performance of cooling machines between Split air conditioning and air-conditioned condensers and with air and water combination refrigerated condensers so that from the comparison of this data can provide an idea of the effect of water cooling media use on the performance of cooling machines. In particular, the purpose of this study was to determine the effect of variations in cooling media on the side of split air conditioning condensers which ultimately led to efforts to maintain the performance of the cooling machine and extend the lifetime.The method used in this study uses experimental methods in which the data collection process is carried out through observation and documentation. The data analysis techniques used in this study use a scripted research technique in which the data of the results of the study will be tabulated and displayed in the form of tables and graphs and continue to data analysis to find out how much influence the use of water cooling media combined with condenser-side air on the performance of a cooling machine. From the research that has been done obtained the results in the form of the highest cooling rate of the room occurred in the cooling machine with a cooling condenser combination of air and water, where there was an increase in the cooling rate of the room by 70 % when compared to the cooling rate of the room using an air conditioning machine with an air-conditioned condenser. Keywords: Air Conditioning, Air Cooling Rate, Cooling Media, Heat  Release, Condenser.DAFTAR RUJUKANAbdi Pranata, I. G., Dantes, K. R., & Pasek Nugraha, I. N. (2019). Studi Komparasi Perbandingan Air Dan Udara Sebagai Media Pendingin Kondensor Terhadap Pencapaian Suhu Optimal Siklus Primer Pada Prototipe Water Chiller. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha, 7(1), 18. https://doi.org/10.23887/jjtm.v7i1.18754Algawe, K. ., Matey, M. ., & Gudadhe, N. . (2013). Experimental Analysis of Window Air Conditioner using Evaporative Cooling. International Journal Of Engineering Research & Technology (IJERT), 2(3), 1–10.Asroni, M., Widodo, B., & Bakti, D. (2015). Kaji Eksperimental Karakteristik Termodinamika Dari Pemanasan Refrigerant 12 Terhadap Pengaruh. Jurnal Flywheel, 6(September), 41–46.Bharambe, S., Mulay, S., & Jadhav, S. (2017). Design and Analysis of Water Cooled Condenser. International Journal of Mechanical Engineering, 4(6), 1–5. https://doi.org/10.14445/23488360/ijme-v4i6p101Ridhuan, K., & Angga, I. G. (2015). Pengaruh Media Pendingin Air Pada Kondensor Terhadap Kemampuan Kerja Mesin Pendingin. Turbo, 3(116), 1–6.Saksono, P. (2012). Analisis Pengaruh Gangguan Heat Tansfer Kondensor Terhadap Performansi Air Conditioning. 4(1), 39–43.Setyawan, D. L., Widodo, E., & Hasby, R. (2016). Analisis Variasi Media Pendingin Kondensor Terhadap Rasio Pelepasan Kalor Dan Coefisien Of Performance ( COP ) Pada Mesin Pendingin. Jurnal Rotor, 2(2), 18–22.Singh, M., Rai, B., & Vasudev, V. (2016). A Study on Performance Comparison of Air Cooled and Water Cooled Condenser in Vapour Absorption and Compression Refrigeration Systems. Internatonal Journal of Innovative Science, Engineering & Technology, 3(4), 462–468.Sukri, M. F., Lokman, R., Muhajir, A., Wasbari, F., Damanhuri, A. A. M., & Sumeru, K. (2020). The effect of condensate water on the performance of automotive air conditioning system under difference evaporator air inlet temperature. International Journal of Nanoelectronics and Materials, 13(Special Issue ISSTE2019), 85–94.Zhu, X., Wu, J., Lin, B., Tan, Y., Huang, C., Li, H., Cao, L., & Liu, Z. (2015). Air-conditioning condenser integrated with a spray system utilizing condensate water. ASTRU Innovative Power Engineering Conference.
Review Pengaruh Range Dan Approach Terhadap Efektivitas Cooling Tower di PT. IP Ahluriza, Pradipta; Sinaga, Nazaruddin
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v9i2.34899

Abstract

Saat ini sistem pembangkitan energi di dunia masih  didominasi  oleh  energi  fosil. Pada pembangkit listrik tenaga panas bumi, Cooling Tower digunakan untuk sirkulasi air pendingin yang dikontakkan dengan gas tak jenuh , sehingga sebagian dari zat cair itu akan menguap, dan suhu zat cair akan menurun. PT. Indonesia Power Kamojang dalam proses pembangkitan energi listrik menggunakan mesin Cooling Tower untuk melakukan pendinginan. Dalam upaya untuk menentukan performa sebuah mesin Cooling Tower, maka diperlukan pengukuran efektivitas. Dalam penelitian ini dilakukan analisis mengenai efektivitas pendinginan dan  pengukuran  efektivitas dilakukan dengan nilai approach dan range. Dalam penelitian ini menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness, untuk mendapatkan nilai availability, performance efficiency, dan rate of quality. Maka pada saat musim kemarau memiliki efekvtivitas yang lebih baik dibandingkan dengan musim hujan. Hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan, serta temperatur air kondensat yang masuk ke dalam Cooling Tower. Semakin tinggi temperatur air kondensat yang masuk, maka efektivitas pendinginan di dalam Cooling Tower semakin rendah karena proses pendinginan tidak maksimal. Hal ini menyebabkan temperature yang dihasilkan oleh Cooling Tower tidak mencapai temperature yang diinginkan.Kata kunci: Cooling Tower; Efektivikasi; PerformansiCurrently, the energy generation system in the world is still dominated by fossil energy. In geothermal power plants, Cooling Tower is used to circulate cooling water that is contacted with unsaturated gases, so that some of the liquid will evaporate, and the temperature of the liquid will decrease. PT. Indonesia Power Kamojang, in the process of generating electrical energy, uses a Cooling Tower engine for cooling. In an effort to determine the performance of a Cooling Tower engine, it is necessary to measure its effectiveness. In this study, an analysis of the effectiveness of cooling was carried out and the measurement of its effectiveness was carried out using the approach and range values. In this study using the Overall Equipment Effectiveness method, to get the value of availability, performance efficiency, and rate of quality. So during the dry season it has better effectiveness than the rainy season. This is due to environmental factors, as well as the temperature of the condensate water that enters the Cooling Tower. The higher the temperature of the incoming condensate water, the lower the cooling effectiveness in the Cooling Tower because the cooling process is not optimal. This causes the temperature produced by the cooling tower to not reach the desired temperature.Keywords : Cooling Tower, Effectiveness; PerformanceDAFTAR RUJUKANAwwaluddin, M., & Santosa, P. (2012). Perhitungan Kebutuhan Cooling Tower Pada Rancang Bangun Untai Uji Sistem Kendali Reaktor Riset. Prima (Aplikasi Dan Rekayasa Dalam Bidang Iptek Nuklir), 9(1), 34–41.Dewan Energi Nasional. (2020). Bauran Energi Nasional.Elok nurul Faizah. (2020). Analisa Performa Kinerja Cooling Tower Induced Draft Counter Flow Dengan Bahan Pengisi Aluminium Semicircular ARC.Kasbani, K. (2009). Tipe Sistem Panas Bumi Di Indonesia Dan Estimasi Potensi Energinya. Buletin Sumber Daya Geologi, 4(3). https://doi.org/10.47599/bsdg.v4i3.184Muhsin, A., & Pratama, Z. (2018). Analisis Efektivitas Mesin Cooling Tower Menggunakan Range and Approach. Opsi, 11(2), 119. https://doi.org/10.31315/opsi.v11i2.2552Triyansah, O., & Witanto, Y. (2020). Efektivitas cooling tower fan 6p - 4051 – gb. di pt. pupuk sriwidjaja sektor stg – bb, palembang, sumatera selatan. Rekayasa Mekanik, 4 No 1, 9–12.Widyaningsih, G. A. (2017). Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 4(1). https://doi.org/10.38011/jhli.v4i1.53Gunawan, Y., Setiadanu, G. T., Zuhaidi., Ahadi, K., & Didi Sukaryadi, S. N. (2020). Karakteristik Operasi Sistem Orc Di Sumur Pad 29a Pt . Geodipa Energi Dieng Operating Characteristics Of Orc System. 19(1), 1–12.
Desain Assembly Lash Adjuster Cylinder Head Sebagai Alat Bantu Dalam Menghemat Waktu Proses Produksi Sugiyanto, Didik; Susanto, Herry; Djabumir, Sendi Setiawan
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v9i2.31580

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia Industri saat ini sangat cepat dan semakin tajamnya persaingan di dunia industri otomotif mengharuskan suatu perusahaan untuk lebih meningkatkan efisiensi kegiatan operasinya. Mempunyai macam-macam jenis hasil produksi mesin, sehingga waktu produksi dan tenaga harus dimanfaatkan dengan baik agar bisa mencapai target yang sudah ditentukan, salah satunya adalah dengan meciptakan alat bantu produksi yang dapat menghemat waktu produksi sekaligus tenaga. Dalam pemasangan kepala silinder secara manual ada beberapa kendala yang sering dihadapi adalah proses yang sering dilakukan secara berulang-ulang dikarenakan satu orang operator harus melakukan sebanyak enam belas kali prosesd untuk satu assembly cylinder head dan butuh waktu banyak. Fokus dari penelitian ini bagaimana membuat sebuah alat bantu assembly last adjuster untuk memasang cylinder head. Hasil dari penelitian adalah sebelum menggunakan alat bantu assembly lash adjuster, waktu yang dibutuhkan lumayan banyak karena sering melakukan proses yang berulang secara terus menerus, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemasangan lash adjuster ke cylinder head ± 1 – 1.15 menit untuk melakukan penyelesain proses assembly. Sesudah menggunakan alat bantu assembly lash adjuster, proses yang berulang sudah tidak dilalui oleh operator saat melakukan assembly sehingga waktu yang dibutuhkan lebih sedikit sehingga waktu produksi lebih efisien. waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemasangan lash adjuster ke cylinder head adalah ± 24 – 34 detik untuk melakukan penyelesain proses perakitan.Kata kunci: lash adjuster; kepala silinder; alat bantuThe development of technology in the industrial world today is very fast and the increasingly sharp competition in the automotive industry requires a company to further improve the efficiency of its operations. Having various types of machine production, so that production time and energy must be utilized properly in order to achieve predetermined targets, one of which is by creating production aids that can save both production time and energy. In manually installing the cylinder head, there are several problems that are often faced, which is a process that is often done repeatedly because one operator has to do sixteen processes for one cylinder head assembly and it takes a lot of time. The focus of this research is how to make a last adjuster assembly tool to install the cylinder head. The result of the research is that before using the lash adjuster assembly tool, the time required is quite a lot because of frequent repetitive processes, the time required to install the lash adjuster to the cylinder head is ± 1 - 1.15 minutes to complete the assembly process. After using the lash adjuster assembly tool, the operator does not go through the repetitive process during assembly so that it takes less time so that production time is more efficient. The time required to install the lash adjuster to the cylinder head is ± 24 - 34 seconds to complete the assembly process.Keywords : lash adjuster; cylinder head; toolsDAFTAR RUJUKANAnwar, M. S., Setiawan, H., & Ummi, N. (2015). Perancangan Sistem Informasi Jadwal Perawatan Mesin Untuk Meminimasi Troubleshooting Mesin Produksi PT.XYZ. Jurnal Teknik Industri, Vol. 3 No. 2 Juli 2015, ISSN: 2302-495XAnonim. (1995). New Step 1 Training Manual. Jakarta: PT. Toyota Astra MotorChoi, M., & K. Min, K. (2011). Influential Factors for HLA Pump Up in A Roller Finger Follower Engine. International Journal of Automotive Technology, Vol. 12, No. 4, pp. 469−474.Ferreira, D., Howell,T., & Peter, J. (2016). Hydraulic Lash Adjuster Compatible Engine Brake. SAE International doi:10.4271/2016-01-8063 saeeng.saejournals.org, pp. 2287.Maeno, E., Bunko, H., & Katsuhisa Yamaguchi, K. (2007). Development of an End-Pivot Type Mechanical Lash Adjuster. NTN Technical Review No.75. pp.78.Parr A. (2003). Hidrolika dan Pneumatika. Alih Bahasa Gunawan Prasetyo, Jakarta. PenerbitSularso., & Kiyokatsu, S. (2004). Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin. Jakarta: PT Pradnya Paramita
Pengembangan Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Powtoon Mata Pelajaran Sistem Refrigerasi Bagi Siswa SMK Wibawa, D M Satria; Dewi, L J Erawati; Nugraha, I N Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v9i2.27598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran audio visual berbasis PowToon pada Mata Pelajaran Sistem Refrigerasi bagi siswa SMK. 2) Untuk mengetahui tingkat kelayakan  media pembelajaran audio visual berbasis PowToon menurut ahli materi dan ahli media pada Mata Pelajaran Sistem Refrigerasi bagi siswa SMK. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian (R&D) Research and Development, dengan model pengembangan 4D (Four-D Models), yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (development), dan tahap penyebaran (deseminate). Pada penelitian ini hanya dilakukan 3 tahap, yaitu tahap pendefenisian (define), tahap perancangan (design), dan tahap pengembangan (development). Hasil penelitian ini adalah 1) memahami pengembangan media pembelajaran audio visual berbasis PowToon pada Mata Pelajaran Sistem Refrigerasi bagi siswa SMK, 2) mengetahui tingkat kelayakan dan tanggapan siswa pada media pembelajaran audio visual berbasis PowToon menurut ahli materi, ahli media, uji kelompok kecil dan uji kelompok besar pada Mata Pelajaran Sistem Refrigerasi bagi siswa SMK. Penilaian dari ahli materi yaitu sangat layak dengan persentase nilai sebesar 87,70%. Penilaian dari ahli media memperoleh kriteria sangat layak dengan persentase nilai sebesar 91,16%. Dalam Uji Coba Kelompok Kecil memperoleh kriteria sangat layak dengan persentase nilai sebesar 90,33%. Dalam Uji Coba Kelompok Besar memperoleh kriteria sangat layak dengan persentase nilai sebesar 88%. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan media ini sangat layak dari segi materi dan media, serta tanggapan dari siswa, sehingga media ini dapat dinyatakan sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran.Kata Kunci : Audio Visual, Dasar-dasar Refrigerasi, Media Pembelajaran, PowToon.This study aims to: 1) Find out the development of PowToon-based audiovisual learning media on the Refrigeration System Subjects for vocational students. 2) Determine the feasibility of PowToon-based audiovisual learning media according to material experts and media experts in the Refrigeration System Subjects for vocational students. This research uses Research and Development (R&D) type, with the development model of the 4D (Four-D Models) which consists of 4 stages: the defining stage, the design stage, the development stage, and the deployment stage (disseminate). There are three stages used in this study: the defining stage, the design phase, and the development stage. The results of this study are: 1) understanding the development of PowToon-based audiovisual learning media on Refrigeration System Subjects for vocational students, 2) knowing the level of eligibility and student responses to PowToon-based audiovisual learning media according to material experts, media experts, small group tests and tests large groups on Subjects Refrigeration Systems for vocational students. The assessment of the material experts is very feasible with a percentage value of 87.70%. The assessment of the media experts obtained a very decent criterion with a percentage value of 91.16%. In the small group trial, the criteria are very feasible with a percentage value of 90.33%. In the large group trial, the criteria are very decent with a percentage value of 88%. Based on these results it can be stated that this media is very feasible in terms of material and media, as well as responses from students so that this media can be declared very feasible to use in the learning process.Keywords: Audiovisual, Learning Media, PowToon, Refrigeration Basics.DAFTAR RUJUKANAiken L. R. (1985). Three coeffcient for analyzing the reliability and validity of ratings. Education and psychological measurement. 45,131-142Anastasi, A., Urbina, u. (1997). Psychological testing. New Jersey Prentice-Hall.IncAriana, I G. (2019). Pengembangan media pembelajaran berbasis video animasi software solidworks 2014 dan adobe flash cs3 pada mata pelajaran teknologi dasar otomotif (tdo) materi motor bakar. (Skripsi Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, FTK, Undiksha)Arsyad, Azhar. (2013). Media pembelajaran. Depok: PT Rajagrafindo PersadaAzwar, S. (2012) reabilitas dan validitas. Edisi 4. Yogyakarta : Pustaka PelajarBorg & Gall, (2003). Education research. New York : Allyn and Bacon.Dale, Edgar. (1969). Audio visual methods in teaching, New Yorg: Holt, Rinehart and Winston Inc. The Dryden Press.Daryanto. (2013). Media pembelajaran perannya sangat penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.Hermawan, Asep Herry. (2007). Pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.Krisnadi, Elang. (2004). Pemanfaatan program CAI sebagai sarana untuk membantu siswa dalam menyerap konsep-konsep matematika dengan pendekatan abstrak-konkret. Jakarta: pustekkom dan Pusat InformasiMusfiqon. (2012). Pengembangan media dan sumber pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka.Putra, Nusa. (2012). Metode penelitian kualitatif pendidikan. (Jakarta: Rajawali Pers).Sadiman, Arief S. (2006). Media pendidikan pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Salim, A. (2003). Pengertian animasi dan multimedia pembelajaran. Jakarta : Elec Media Komputindo.Slamet. (2013). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.Sudaryono, dkk. (2013). Pengembangan insrumen penelitian pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.Sudjana, Nana. (2007). Teknologi pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad. (2013). Media pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.Sugiyono. (2016). Statistika untuk penelitian. Bandung: AlfabetaSuheri, Agus. (2006). Animasi multimedia pembelajaran. Jakarta : Elec media Komputindo.Sukmadinata, Nana Syaodih. (2010). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PTRemaja Rosdakarya.Sutopo, Ariesto Hadi. (2003). Multimedia interaktif dengan flash. Yogyakarta: Graha IlmuTalizaro Tafonao, Jurnal Komunikasi Pendidikan (2018:2). Peranan media pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar siswa. STT KADESI YogyakartaThiagarajan. (1974). four D Model-model pengembangan perangka pembelajaran. Tersedia pada https://bustangbuhari.wordpress.com/2011/08/25/four-d-model-model-pengembangan-perangkat-pembelajaran-dari-thiagarajan -dkk/. (Diakses tanggal 2 Desember 2018)Trianto. (2010). Model pembelajaran inovatif-progresif konsep, landasan, dan implementasi pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana
Pengembangan Video Pembelajaran Kelistrikan Kendaraan Ringan Berbasis Animaker Terintegrasi Youtube Firdaus, Hendi; Atikah, Cucu; Ruhiat, Yayat
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v9i2.33579

Abstract

Penggunaan video pembelajaran pada mata pelajaran kelistrikan kendaraan ringan sangat terasa kebutuhannya, karena sebagian besar materi pembelajaran yang  dilaksanakan adalah suatu proses atau langkah yang memerlukan adanya visualisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendesain dan mengetahui kelayakan video pembelajaran berbasis Animaker terintegrasi YouTube. Untuk mencapai hal tersebut, dikembangkanlah video pembelajaran kelistrikan kendaraan ringan kompetensi perawatan sistem starter. Metode penelitian  yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode R&D model 4 D dengan 4 (empat) tahapan yaitu (1)Define, (2) Design, (3) Develop, (4) Disseminate. Manfaat pengembangan video pembelajaran ini adalah dapat digunakan peserta didik kelas XI kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif SMKN 4 Kota Serang. Untuk validasi pengembangan video pembelajaran dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan peserta didik. Setelah dilakukan validasi oleh ahli materi, ahli media, dan peserta didik selanjut video pembelajaran digunakan pada pembelajaran kelistrikan. Hasil tes menunjukan pengembangan video pembelajaran layak untuk digunakan pada proses pembelajaran kelistrikan.Kata Kunci: Animaker, Kelistrikan, Model 4 D, Video, YoutubeThe use of instructional videos in light vehicle electricity subjects is very much needed, because most of the learning material carried out is a process or a step that requires visualization. The purpose of this study was to design and determine the feasibility of YouTube-integrated Animaker-based learning videos. To achieve this, a light vehicle electrical learning video for the starter system maintenance competence was developed. The research method used in this research is to use the 4 D model R & D method with 4 (four) stages, namely (1) Define, (2) Design, (3) Develop, (4) Disseminate. The benefit of developing this learning video is that it can be used by class XI students in the competency of automotive light vehicle engineering skills at SMKN 4 Kota Serang. To validate the development of learning videos carried out by material experts, media experts, and students. After validation by material experts, media experts, and students, the learning videos are used in electricity learning. The test results show that the development of learning videos is feasible for use in the electrical learning process.Keywords: Animaker, Electrical, 4 D Models, Video, YoutubeDAFTAR PUSTAKAAnam, K., & Choifin, M. (2017). Implementasi Model Four-D (4D) Untuk Pembelajaran Aplikasi Multiplatrform Penggolongan Hewan Berdasarkan Makananya (Studi Kasus: SMP Negeri 1 Bluto). Teknika : Engineering and Sains Journal, 1(2), 111–116Badri Munawar, Ade Farid Hasyim, M. M. (2020). Desain Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbantuan Aplikasi Animaker Pada PAUD Di Kabupaten Pandeglang. 04(2), 310–320Burgess J, Greend J. (2018). YouTube Digital Media and Society. UK: Polity PressFadhli, M. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Kelas IV. (February). https://doi.org/10.24269/dpp.v3i1.157Fauzan, M. A., & Rahdiyanta, D. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video. 2, 82–88Munir. (2012). Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung: AlfabetaNurdin, M. (2014). Siswa Kelas Xi Teknik Kendaraan Ringan Smk Piri 1 Yogyakarta Tahun Pelajaran. 1(2), 330–343.Nuzuliana, A. H., Bakri, F., Budi, E., Fisika, J., Universitas, F., & Jakarta, N. (2015). Pengembangan Video Pembelajaran Fisika Pada Materi Fluida Statis Di Sma SNF2015-II-27 SNF2015-II-28. IV, 27–32Pribadi A. Benny. (2017). Media dan Teknologi dalam Pembelajaran. Jakarta: KencanaSugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:  AlfabetaSukmadinata S Nana. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja RosdakaryaSuratun, Irwandani, S. L. (2018). Video Pembelajaran Berbasis Problem Solving Terintegrasi Chanel Youtube : Pengembangan Pada Materi Cahaya Kelas Viii Smp Learning Video Based Integrated Problem Solving Chanel Youtube : Development In Light Class Market Viii Kemajuan dibidang Teknologi In. Indonesian Journal of Science and Mathematics Education, 01(November), 271–282. Retrieved from https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/IJSME/indexThiagarajan, Sivasailam; And Others. (1974). Instructional Development for Training Teachers of Exceptional Children: A Sourcebook. Blomingtoon, Indiana: National Center for Improvement of Educational Systems (DHEW/OE),Utami, P., Putra, A. A. S. T., Santoso, D., Fajaryati, N., Destiana, B., & Ismail, M. E. (2018). Video Moving Surveillance Yang Terintegrasi Youtube Menggunakan Raspberry Pi 3. Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education), 3(1), 113–123. https://doi.org/10.21831/elinvo.v3i1.20797Yani Wulandari , Yayat Ruhiat, L. N. (2020). Pengembangan Media Video Berbasis Powtoon Pada Mata Pelajaran Ipa Di Kelas V. 8, 269–279. https://doi.org/10.24815/jpsi.v8i2.16835Yudela, S., & Putra, A. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis YouTube pada Materi Perbandingan Trigonometri. 2(6), 526–539

Page 9 of 30 | Total Record : 292