cover
Contact Name
Yafid Effendi
Contact Email
mbjtm@umt.ac.id
Phone
+6281320262711
Journal Mail Official
mbjtm@umt.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Tangerang Jl. Perintis Kemerdekaan No.1/33, RT.007/RW.003, Babakan, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Indonesia 15118
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 25495038     EISSN : 25804979     DOI : -
Motor Bakar adalah jurnal online prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Tangerang berisi tentang artikel hasil penelitian dibidang Konversi Energi, Perancangan dan Teknik Manufaktur serta Rekayasa Teknik Otomotif. Sebagai wadah bagi para dosen maupun mahasiswa dalam membuat karya ilmiah, karena sesuai dengan tuntutan perguruan tinggi Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu, Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, maka dibuatlah Jurnal Teknik Mesin.
Articles 192 Documents
Analisis Pengaruh Viskositas Pelumas terhadap Suhu Kerja Mesin Sepeda Motor Matic Menggunakan Honda Diagnostic Tool (HiDS) Aditya Bagas Damara; Muhammad Safi'i; Althesa Androva
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10.i1.16219

Abstract

Pemilihan viskositas pelumas yang tepat merupakan faktor krusial dalam menjaga stabilitas suhu operasional mesin sepeda motor matic. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi viskositas pelumas SAE 10W-30 dan SAE 10W-40 terhadap temperatur kerja mesin pada kondisi statis (idling). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experimental) dengan sampel sebanyak 30 unit sepeda motor matic Honda. Pengambilan data suhu mesin (Engine Coolant Temperature) dilakukan secara real-time menggunakan Honda Diagnostic Tool (HiDS) yang terhubung ke sistem ECU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pelumas SAE 10W-30 menghasilkan suhu rata-rata yang lebih rendah dibandingkan SAE 10W-40 dengan selisih mencapai 8,46°C. Hasil uji statistik Independent Sample T-Test mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah pelumas dengan viskositas lebih rendah memiliki kemampuan perpindahan panas konveksi yang lebih efektif dan gesekan internal fluida yang lebih kecil, sehingga lebih optimal dalam menjaga kestabilan suhu mesin pada kondisi operasional harian.
Analisis Eksperimental Efisiensi Penyaringan Debu pada Dust Collector dengan Blower Sentrifugal 750 W Riki Candra Putra; Ali Rosyidin
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10.i1.16309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan efisiensi pengendalian debu pada sistem blower dust collector menggunakan motor listrik sentrifugal 750 watt melalui perancangan dan pengujian kinerja filter. Pengendalian debu menjadi aspek penting dalam industri karena partikel debu yang tidak terkelola dengan baik dapat menurunkan kualitas lingkungan kerja, mengganggu kesehatan pekerja, serta mempengaruhi efisiensi proses produksi. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan kuantitatif melalui tahapan perancangan filter, pengukuran kecepatan aliran udara, perhitungan luas penampang, perhitungan debit udara, serta pengujian efisiensi penyaringan debu. Material filter dirancang menggunakan mild steel dan pipa besi yang disesuaikan dengan kebutuhan sistem dust collector. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem menghasilkan kecepatan aliran udara sebesar 1,6 m/s dengan debit udara mencapai 1852,05 m³/h. Pengujian efisiensi pengendalian debu menunjukkan nilai efisiensi sebesar 20,8% hingga 23,2% pada variasi pengujian yang dilakukan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rancangan filter dan pengaturan aliran udara berpengaruh terhadap peningkatan efektivitas penyaringan debu. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem dust collector yang lebih efisien dan mendukung peningkatan kualitas lingkungan kerja industri
Rancang Bangun Starter Biometrik Sidik Jari Untuk Meningkatkan Keamanan Kendaraan Adik Mursalin; Tata Kostaman
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10i1.12475.g%g

Abstract

Sistem starter biometrik sidik jari dirancang untuk meningkatkan keamanan kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, dengan memanfaatkan teknologi identifikasi sidik jari. Sistem ini menggantikan starter konvensional yang rentan terhadap pencurian, dengan memastikan hanya pengguna yang terdaftar yang dapat menghidupkan mesin kendaraan. Menggunakan sensor sidik jari, Arduino, dan modul relay, sistem ini juga dilengkapi dengan algoritma untuk mencegah pemalsuan sidik jari. Pengujian menunjukkan bahwa sistem ini efektif dalam mengenali sidik jari dengan cepat dan akurat, meskipun terdapat tantangan dalam kondisi lingkungan yang ekstrem. Evaluasi keamanan sistem menunjukkan hasil yang memuaskan dalam mencegah akses tidak sah, namun pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan keandalan sensor dalam berbagai kondisi. Secara keseluruhan, sistem starter biometrik sidik jari menawarkan solusi yang inovatif dan lebih aman untuk mencegah pencurian kendaraan, sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna.
Analisa Kerusakan Pompa Progressive Cavity Pada Pengoperasian di Kolam Lumpur Scum Dengan Posisi Suction Lift Riki Candra; Jamaludin Jamaludin
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 9 No. 4 (2025): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v9i4.14794

Abstract

This study aims to determine the causes of damage to a progressive cavity pump operated in a scum waste pond. The pump is installed in a suction lift position, which is a position where the pump is above the liquid surface with a height of 4 meters and a liquid viscosity equivalent to a density of 6.5%. In this pump position, the pump is required to suck the liquid before the liquid enters the stator cavity and is then pushed to the discharge pipe. A Progressive Cavity Pump, abbreviated as PCP, is a type of pump that uses the Moineau principle to work. When the rotor rotates in the stator cavities, a vacuum condition will occur in the suction pipe, so that the liquid below the pump can move into the pipe towards the stator. However, because the suction lift height is too large exceeding the standard factory specification value of 2.5 meters, and the viscosity exceeds 5%, the speed of the liquid entering the stator cavity is reduced, resulting in the pump operating in dry running conditions for a fairly long time and the stator becoming hot due to friction with the rotor. This causes the elastomer in the stator to be damaged and the pump performance becomes less than optimal
Analisis Perbandingan Konsumsi Pelumas Engine CFM56 Dan V2500 Pada Pesawat Terbang Airbus A320 Antonius Budi Prasetyo; Yafid Effendi; Muhamad Safi’i
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10.i1.16589

Abstract

Pelumas engine pesawat terbang dalam bentuk oli memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga kinerja engine dan keawetannya dengan cara melumasi dan mendinginkan bagian-bagian logam yang bergesekan. Masing-masing engine memiliki sistem pelumasan dan karakteristik konsumsi pelumas yang berbeda. Pesawat terbang Airbus A320 memiliki dua pilihan engine yang dapat digunakan, yaitu CFM56 dan V2500. Penelitian ini bertujuan menghitung konsumsi rata-rata pelumas engine CFM56 dan V2500 yang terpasang pada pesawat terbang Airbus A320 serta melakukan analisis perbandingan konsumsi rata-rata pelumas di antara kedua jenis engine. Metode penelitian yang digunakan adalah pengambilan data sekunder konsumsi pelumas dalam rentang waktu tiga bulan, kemudian melakukan kalkulasi konsumsi rata-rata pelumas dan melakukan analisis perbandingan konsumsi rata-rata pelumas di antara kedua engine. Kesimpulan yang didapat adalah konsumsi rata-rata pelumas engine CFM56 berkisar antara 0,185 sampai dengan 0,201 quarts perjam sedangkan untuk  engine V2500 berkisar antara 0,031 sampai dengan 0,045 quarts per jam. Dengan demikian, konsumsi rata-rata pelumas engine V2500 lebih efisien dibandingkan dengan engine CFM56 dengan perbandingan secara kuantitatif dalam rentang 18,18% sampai dengan 20,10%.
PENGARUH VARIASI KETEBALAN ISOLASI MINERAL WOOL TERHADAP KEHILANGAN PANAS PADA PIPA UAP MENGGUNAKAN CFD Syahrul Huda Mauludana; Muhamad Safi’i; Althesa Androva
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10i1.16627.g%g

Abstract

Pipa uap merupakan komponen penting dalam sistem distribusi energi termal di industri. Perbedaan temperatur antara uap di dalam pipa dan lingkungan menyebabkan terjadinya kehilangan panas (heat loss) yang dapat menurunkan efisiensi sistem. Salah satu upaya untuk mengurangi kehilangan panas adalah penggunaan isolasi termal, seperti mineral wool. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi ketebalan isolasi mineral wool terhadap kehilangan panas pada pipa uap menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan perangkat lunak ANSYS Fluent. Variasi ketebalan isolasi yang digunakan adalah 50 mm, 75 mm, dan 100 mm. Simulasi dilakukan pada temperatur uap 423,15 K, temperatur lingkungan 308,15 K, dan koefisien perpindahan panas konveksi 10 W/m²K. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan isolasi menyebabkan penurunan heat loss. Nilai heat loss yang diperoleh berturut-turut sebesar 342,43 W, 264,34 W, dan 223,35 W untuk ketebalan isolasi 50 mm, 75 mm, dan 100 mm. Ketebalan isolasi 100 mm mampu menurunkan kehilangan panas sebesar 34,77% dibandingkan ketebalan 50 mm, sehingga efektif dalam meningkatkan efisiensi termal sistem perpipaan uap. Uji independensi grid dilakukan untuk memverifikasi kualitas mesh, dan validasi terhadap solusi analitik menunjukkan kecenderungan penurunan heat loss yang konsisten seiring bertambahnya ketebalan isolasi. Kata kunci: mineral wool, heat loss, isolasi termal, pipa uap, CFD
PENGARUH KETEBALAN HEATSINK TERHADAP DISTRIBUSI SUHU PADA CPU MENGGUNAKAN CFD   Muhammad Ridho AlHafizh; Muhamad Safi&#039;i; Althesa Androva
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10i1.16628.g%g

Abstract

Perkembangan teknologi pada computer menyebabkan beban berlebih pada kinerja computer dan heatsink memiliki peran penting dalam aspek pendinginan pada computer. Metode Computational Fluid Dynamics (CFD) menjadi pilihan dalam menyelesaikan kasus perpindahan kalor karena cepat, murah, dan efisien. Penelitian ini mengkaji efek ketebalan sirip heatsink terhadap performal termal dan hidrolik pada heatsink dengan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan memvariasikan ketebalan sirip heatsink 3 mm, 4 mm, dan 5 mm dengan mode konveksi bebas. Material paduan Aluminium 6061-T6 diaplikasikan dalam riset ini. Heatsink yang digunakan memiliki ukuran 65 x 54 x 40 mm, dan tebal plat dasar 3 mm. Studi numerik dilakukan dengan menggunakan daya panas konstan sebesar 65 watt pada suhu lingkungan sebesar 293 Kelvin, dan koefisien konveksi sebesar 100 W/m2K. Hasilnya, ketebalan sirip 3 mm menghasilkan suhu tertinggi 30,6°C dan terendah 27,1°C, ketebalan 4 mm menghasilkan suhu tertinggi 31,3°C dan terendah 28,1°C, sedangkan ketebalan 5 mm menghasilkan suhu tertinggi 32,4°C dan terendah 29,3°C. Berdasarkan hasil tersebut, peningkatan ketebalan sirip yang diiringi dengan pengurangan jumlah sirip menyebabkan kenaikan suhu maksimum pada heatsink. Ketebalan sirip 3 mm memberikan hasil pendinginan terbaik dalam kondisi simulasi yang sudah diujicobakan.   Kata kunci: CFD, Heatsink, Suhu
Kaji Eksperimental Efek Presentase Penguat Serbuk SiC (Silicon Carbida), Mg (Magnesium) pada Pengolahan Limbah Alumunium dengan Metode Stir Casting Muhammad Faesal Febriandyono; Hisyam Ma&#039;mun; Muhammad Budi Haryono; Muhamad Safi&#039;i; Rizki Dwi Ardika
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10i1.16809.g%g

Abstract

Abstrak Penggunaan material Alumunium pada dunia industri manufaktur terutama otomotif serta berbagai kebutuhan masyarakat seperti kendaraan bermotor, komponen mesin, dan bidang lainnya. Penggunaan material Alumunium memberikan berbagai dampak, baik dampak positif maupun negatif. Dampak positif penggunaan material Alumunium seperti materialnya yang ringan, tahan karat, dan dapat didaur ulang, membuatnya berguna di berbagai aplikasi seperti konstruksi, transportasi, dan pengemasan. Namun, dampak negatifnya, produksinya dapat berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan, terutama dalam hal pemanasan global, konsumsi air, dan potensi toksisitas yang menyebabkannya menjadi limbah. Riset sebelumnya di fokuskan pada analisa peleburan material Alumunium dengan metode stir casting terhadap pengaruh variasi temperatur, kecepatan pemutaran, presentase fraksi massa SiC, SiO2, Mg, dan waktu pengadukan terhadap peningkatan kekuatan tarik, kekuatan impact, serta struktur makro dan mikro material Alumunium. Selain itu tidak ada studi eksperimen tentang pemanfaatan, pengolahan, dan peleburan limbah material Alumunium bekas komponen kendaraan dengan metode stir casting. Variasi penambahan serbuk SiC (silicon carbida) dan Mg (magnesium) sebesar 5 g dan 7,5 g pada rentang temperatur 600ºC, 700ºC, dan 800ºC pada kecepatan putaran stir konstan sebesar 600 Rpm dan waktu aduk selama 15 menit di usulkan dalam riset ini guna untuk meningkatkan kekuatan tarik, struktur makro, struktur mikro, dan pengurangan efek porositas material Alumunium. Untuk mengetahui sifat fisik material Alumunium dilakukan uji tarik dan uji NDT. Hasil riset menunjukkan material komposit Alumunium AlSiCMg dengan variasi temperatur tuang 800ºC memiliki hasil optimal ditinjau dari nilai kekuatan dan kekerasan material, hasil tersebut dapat direkomendasikan dan diterapkan pada aplikasi praktis di lapangan.   Kata kunci : Alumunium, Casting, Kekuatan, Stir, Kekerasan.
ANALISIS NUMERIK PENGARUH PERUBAHAN JARAK PITCH TERHADAP CAPAIAN TORSI PADA TURBIN ULIR PORTABEL MENGGUNAKAN SIMULASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) Maulana Abdi Ardiyansyah; Muhamad Safi’i; Althesa Androva
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10i1.16832.g%g

Abstract

Turbin ulir Archimedes merupakan salah satu teknologi yang sesuai untuk pembangkit listrik tenaga air dengan head rendah karena memiliki konstruksi sederhana dan mampu beroperasi pada debit aliran yang relatif kecil. Namun, penelitian mengenai pengaruh variasi pitch terhadap performa turbin ulir portabel masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi pitch terhadap capaian torsi turbin ulir portabel menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Simulasi dilakukan pada model turbin satu bilah dengan sudut kemiringan 45° dan kecepatan aliran masuk 1 m/s. Variasi pitch yang dianalisis adalah 60 mm dan 90 mm menggunakan model turbulensi k-ω SST. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pitch 60 mm menghasilkan torsi tertinggi sebesar 2,083 Nm, sedangkan pitch 90 mm menghasilkan torsi sebesar 1,337 Nm. Pitch 60 mm menghasilkan distribusi tekanan yang lebih merata dan karakteristik aliran yang lebih stabil sehingga interaksi fluida dengan sudu menjadi lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pitch berpengaruh signifikan terhadap performa turbin ulir portabel, dan konfigurasi pitch 60 mm direkomendasikan untuk aplikasi mikrohidro ber-head rendah Kata Kunci:Turbin Ulir Portabel, Turbin Ulir Archimedes, Variasi Pitch, Computational Fluid Dynamics, Torsi
SIMULASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) PADA PENGARUH MATERIAL SIRIP TERHADAP LAJU PERPINDAHAN PANAS PADA HEAT SINK Dwi Suryo Wicaksono; Muhamad Safi&#039;i; Althesa Androva
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10i1.16836.g%g

Abstract

Abstrak  Heat sink merupakan komponen penting dalam sistem pendinginan perangkat elektronik yang berfungsi meningkatkan pelepasan panas ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi material sirip terhadap performa perpindahan panas pada heat sink menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Simulasi dilakukan menggunakan material sirip tembaga, aluminium, kuningan, dan stainless steel dengan geometri serta kondisi operasi yang sama. Hasil menunjukkan bahwa material dengan konduktivitas termal lebih tinggi menghasilkan performa pendinginan yang lebih baik. Tembaga memberikan performa terbaik dengan temperatur rata-rata terendah sebesar 298,5 K dan selisih temperatur (ΔT) terkecil sebesar 9,0 K, diikuti aluminium (302,1 K), kuningan (307,8 K), dan stainless steel (315,4 K). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan material sirip berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pendinginan heat sink dengan urutan performa termal tembaga > aluminium > kuningan > stainless steel. Kata kunci: Computational Fluid Dynamics (CFD), heat sink, material sirip, perpindahan panas, distribusi temperatur.