cover
Contact Name
Ahmadhanif
Contact Email
akademika.faiunisla@unisla.ac.id
Phone
+6285706923121
Journal Mail Official
akademika.faiunisla@unisla.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran No. 53A Lamongan
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Akademika
ISSN : 20857470     EISSN : 26218828     DOI : 10.30736
Akademika: Jurnal Studi Islam merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Lamongan. Jurnal ini memiliki P-ISSN (2085-7470) dan E-ISSN (2621-8828) yang terbit dua kali setahun ini, bulan Juni dan Desember, berisi kajian-kajian keislaman baik dalam bidang pendidikan, hukum, keagamaan maupun ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 223 Documents
PENGARUH MENGHAFAL AL-QUR’AN TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SANTRI KOMPLEK DARUL AMIN DI PP ROUDLOTUL QUR’AN TLOGOANYAR LAMONGAN Rokim Rokim; Farhatun Ni’mah
Akademika Vol 16, No 1 (2022): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v16i1.913

Abstract

This research was motivated by how to develop emotional intelligence to achieve success with EQ (Emotional Quotient) using Al-Qur'an memorization as a method. The formulation of the problem is 1) How to memorize al-Qur'an for students of the Darul Amin complex in PP Roudlotul Qur'an. 2) How is the emotional intelligence of the students of the Darul Amin complex in PP Roudlotul Qur'an. 3) Ho the effect of memorizing al-Qur'an on the emotional intelligence of the Darul Amin complex students in PP Roudlotul Qur'an. This research uses quantitative methods and the type of research was descriptive quantitative. As for the results of the research are as follows: 1) Memorizing al-Qur'an students of the Darul Amin complex in PP Roudlotul Qur'an was considered good. With the percentage obtained results of 71.93%, this value was categorized with the score interpretation criteria and the between of interval value was 51%-75% which means it was included in good criteria. 2) The emotional intelligence students of Darul Amin complex in PP Roudlotul Qur'an was classified as good With the percentage obtained results of 74,57%, the value was categorized by the score interpretation criteria and the between of interval value was 51% -75% good criteria. 3) From the calculation results using a simple linear regression formula. There wasa significant effect of memorizing al-Qur'an on the emotional intelligence of students in the Darul Amin complex in PP Roudlotul Qur'an, obtaining the results of calculations with a very strong level of effectiveness.
PERILAKU KONSUMSI MAHASANTRI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Fadllillah Waru Sidoarjo Dan Al-Jihad Wonocolo Surabaya) Achmad Fageh; Elnisa Salicha; Mugiyati Mugiyati
Akademika Vol 16, No 1 (2022): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v16i1.716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku konsumsi Mahasantri  Pondok Pesantren Fadllillah Waru Sidoarjo dan Al-Jihad Wonocolo Surabaya dengan analisis  perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi komparatif dengan jenis penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informannya adalah Ketua Yayasan, Pengurus Pondok, serta Mahasantri. Teknik pengolahan data dilakukan melalui editing, organizing, dan analyzing. Sedangkan untuk menguji keabsahan data melalui triangulasi. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Perilaku konsumsi Mahasantri Fadllillah dan Al-Jihad masih banyak yang belum mampu menempatkan sesuai dengan kebutuhannya, hal ini dikarenakan masih banyak terdapat Mahasantri yang berperilaku konsumtif, yakni masih mengedepankan selera keinginan mereka dalam berkonsumsi. 
Islam Moderat Perspektif Wahbah Al-Zuhaily: Tipologi dan Pemahaman Terhadap Syariat Islam Dwi Aprilianto; Anfasa Naufal Reza Irsali; Ahmad Suyuthi
Akademika Vol 16, No 1 (2022): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v16i1.757

Abstract

Artikel ini membahas tentang tipologi dan pemahaman Islam moderat berdasarkan pandangan Wahbah al-Zuhayli, seorang ulama berkebangsaan Suriah. Jenis penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis). Adapun pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan sosiologi. Dalam tulisan ini dapat disimpulkan bahwa Wahbah al-Zuhayli merupakan salah satu intelektual Muslim yang mempunyai integritas keilmuan di berbagai bidang, terutama di bidang hukum Islam. Pemikiran-pemikirannya, dituangkan ke dalam sebuah buku, dijadikan referensi dan rujukan oleh para akademisi dan masyarakat pada umumnya. Akar pemikiran wacana moderasi Islam Wahbah al-Zuhayli pada dasarnya didasarkan pada konsep Maqa>s}id al-Syari@‘ah yang menghendaki adanya fleksibilitas dalam hukum Islam, adanya pembaruan atau ijtihad dalam hukum Islam, dan tidak fanatik terhadap suatu mazhab atau pendapat dalam hukum Islam.
Implementasi Tasawuf di Majelis Taklim Karang Anyar Desa Plakpak Pamekasan (Studi Atas Penanaman Nilai-nilai Spiritual Masyarakat) Mohammad Fikri; Sudirman Sudirman; Abdul Gafur
Akademika Vol 16, No 1 (2022): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v16i1.985

Abstract

: The problem faced by humans today is the void of faith and morals along with the development and progress of science and technology. In this case, Sufism is brought to society as a solution to overcome and anticipate humans’ psychological problems in the rethinking of Islamic values. This research was conducted at the Islamic Forum of Karang Anyar, Plakpak Pamekasan Village, which implements Sufism in instilling spiritual values in the society. This study aims to describe (1) the implementation of Sufism in the Islamic Forum of Karang Anyar, Plakpak Pamekasan Village. (2) The implications of Sufism on the spiritual character of the society in the Islamic Forum of Karang Anyar, Plakpak Pamekasan Village. This is field research with a qualitative descriptive approach using a phenomenological type. The results of this study indicate that: (1) The implementation of Sufism in the Islamic Forum of Karang Anyar in Plakpak Pamekasan Village through a process of reflection carried out in isitighasah activities. (2) The implications of Sufism on the spiritual character of the society in the Islamic Forum of Karang Anyar, Plakpak Pamekasan Village are repentance, increased worship, and better behavior.
IMAN DAN KEADILAN GENDER: Menjawab Legitimasi Pemikiran Kaum Feminis Liberal Tentang Ketidakadilan Gender dalam Islam Nur Sari Wangi; A. Halil Thahir
Akademika Vol 16, No 1 (2022): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v16i1.691

Abstract

Tulisan ini mencoba membahas keadilan gender dalam Islamic Worldview (pandangan dunia Islam) terkait dengan wacana kontemporer yang berkembang tentang isu kesetaraan gender. Apakah kesetaraan itu sejalan dengan misi Islam di dalam al-Qur’an. Karena tidak dapat dipungkiri, banyak ayat al-Qur’an yang mengangkat masalah kedudukan antara laki-laki dan perempuan adalah sama, namun tidak berarti persamaan tersebut bermaksud kesetaraan antara keduanya dalam segala aspek. Bagaimanakah para ulama Islam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an yang dianggap sebagai argumentasi kesetaraan. Karena memang konsep kesetaraan itu sendiri masih menjadi perdebatan panjang sampai saat ini. Tujuannya agar tulisan ini dapat merumuskan kembali (reformulasi) Gender dalam bingkai sudut pandang Islam yang jauh dari bias isme-isme yang bukan berasal dari Islam. Dalam Islam, pemberdayaan wanita muslimah dan perempuan pada umumnya merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas ketakwaan dalam makna yang seluas-luasnya. Ada atau tidak adanya konsep gender, dan tentu saja bukan atas nama gender. Makna gender bagi kaum feminis liberal dilihat dalam perspektif keimanan, mencoba mensiasati untuk menjawab legitimasi pemikiran kaum feminis liberal karena bisa jadi istilah gender bukanlah sekedar kata atau istilah belaka, tetapi merupakan konsep yang terkandung di dalamnya misi, filosofi, dan ideologi tertentu, dan ini berkaitan dengan keimanan seseorang.
TRADISI SEDEKAH LAUT MASYARAKAT PANTURA JAWA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Nur Iftitahul Husiyah; Victor Imaduddin Ahmad
Akademika Vol 16, No 1 (2022): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v16i1.914

Abstract

Masyarakat Jawa adalah suku di Indonesia yang memiliki berbagai macam tradisi serta adat yang bertahan dan berkembang dari zaman dahulu sampai sekarang. Salah satunya adalah upacara tradisi sedekah laut. Tradisi sedekah laut merupakan tradisi zaman dahulu, sudah lama dan masih menjadi panutan masyarakat nelayan, fungsinya sebagai wujud rasa syukur atas hasil melaut yang didapatkan. Di Indonesia pada saat Islam masuk ke pulau Jawa, ajaran Hindu dan ajaran Budha tersebut sudah ada dan melekat pada masyarakat Indonesia kemudian mempunyai budaya yang kemudian memuat nilai dan berpangkal pada kepercayaan animisme dan dinamisme. Terjadinya sinkronisasi antara unsur-unsur pra Hindu, Hindu-Budha dan Islam saat itulah Islam masuk, kemudian dengan adanya sinkronisasi tersebut, maka nilai-nilai budaya dan Islam saling mempengaruhi sehingga menimbulkan terjadinya interaksi manusia yang satu dengan lainnya dan memungkinkan bertemunya unsur- unsur budaya yang ada dan saling berpengaruh, kedua secara alamiah sifat dari budaya itu pada hakekatnya terbuka untuk menerima budaya lain, dan faktor tersebut yang mendorong dengan cepat.Tradisi juga membuat norma yang terbentuk dalam struktur masyarakat. Keberadaan tradisi dalam perspektif pendidikan Islam merupakan unsur budaya lokal (local wisdom). Dalam era modernisasi, tradisi lokal harus tetap lestari sejalan dengan tuntunan Islam. sedekah laut itu sampai sekarang masih terus dilestarikan di Masyarakat Desa Kawasan Pantura Pulau Jawa. Karena sifat dari upacara tradisi sedekah laut itu sendiri yang fleksibel sehingga dapat berbaur dengan perkembangan budaya yang berkembang. Terlebih jika upacara tradisi sedekah laut itu dilihat dari pendidikan Islam. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, fokus penelitian yang penulis sajikan antara lain: 1) Bagaimana praktik tradisi sedekah laut masyarakat Pantura Pulau Jawa ? 2) Bagaimana perspektif pendidikan Islam dalam tradisi sedekah laut masyarakat Pantura Pulau Jawa ? ?Penelitian ini berhasil menemukan bahwa praktik tradisi upacara sedekah laut di Pantai Utara Laut Jawa bermakna ucapan rasa syukur manusia atau masyarakat setempat kepada Allah SWT,. Jadi upacara tradisi sedekah laut itu memang layak untuk selalu dijaga dan dilestarikan keberadaannya, karena tradisi tersebut adalah salah satu media untuk pembelajaran dan komunikasi warga desa.
Fungsi Manajemen Controling dalam Prespektif Al Qur’an dan Hadits Maskun Maskun; M. Furqon Wahyudi; Abdul Manan
Akademika Vol 16, No 1 (2022): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v16i1.971

Abstract

pengawasan sering dipakai oleh organisasi sebagai bahan dalam melihat kinerja, serta digunakan sebagai seorang pemimpin perushaan atau lembaga sebagai usaha dalam menemukan kesalahan. Pengawasan jika kita pahami lebih dalam tekait fungsinya adalah sebagai bentuk kekuatan tersendiri untuk melakukan perbaikan dalam menempuh hasil yang di inginkan dalam sebuah organisasi. Setiap organisasi pasti memiliki SOP masing-masing.Dalam hal ini penulis memberikan tawaran sebuah konsep yang menarik terkait fungsi manajemen controling dalam presktif Al-Quran dan Hadits, dalam fungsi manajemen controling disebutkan ada tiga hal penting yang perlu digaris bawahi yaitu, sebagai bahan pengawasa, sebagai bahan peringatan serta sebagai bahan evaluasi. Ketiga hal ini dijadikan sebagai evaluasi perbandingan dengan ayat-ayat qur’an dan hadits sehinggah keluar hasil sebagaimana dipaparkan dalam hasil pembahasan.
Studi Syiah: dalam Tinjauan Historis, Teologis, Hingga Analisis Materi Kesyiahan di Perguruan Tinggi Islam Thoriq Aziz Jayana
Akademika Vol 16, No 1 (2022): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v16i1.855

Abstract

Syiah merupakan bagian dari mazhab-mazhab dalam Islam yang boleh dipelajari, diikuti, atau dijadikan perbandingan hukum. Mempelajari Syiah yang beraliran moderat (bukan ghulat) akan membuka pemahaman, kesadaran, dan menghilangkan stigmatisasi buruk terhadapnya. Dalam kajian ini menunjukkan bahwa secara historis, Syiah lahir dari peradaban Islam, dan Syiah adalah bagian dari Islam. Secara teologis, Syiah tidak bertentangan dengan paham Sunni, meski terdapat beberapa perbedaan yang kecil. Juga, pentingnya materi kesyiahan diajarkan di perguruan tinggi Islam sebagaimana materi kesunnian untuk memperluas khazanah keilmuan Islam, menciptakan iklim akademik yang mapan, dan menanamkan sikap moderat, plural, dan toleran.
URGENSI KAJIAN KEISLAMAN DENGAN PENDEKATAN MULTIDISIPLINER DALAM MENGHADAPI ISU-ISU KONTEMPORER Sholikah Sholikah; Nurotun Mumtahanah; Ahmad Hanif Fahruddin
Akademika Vol 16, No 1 (2022): Vol 16, No 1 (2022) Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v16i1.915

Abstract

Nowadays, the fundamental problem is the growing tradition of Islamic thought, which is accepted dogmatically. This causes the closure of creativity and innovation to develop these traditions under the human experience development so that contemporary issues are not resolved. Therefore, it is necessary to have a critical methodology that uses a multidisciplinary approach, namely understanding Islam using various scientific disciplines, including philosophy of science, socio-social science, and natural sciences (science). With this multidisciplinary approach, Islamic studies are expected to accept criticism from various parties, both insiders and outsiders. An Islamic civilization that is cosmopolitan, full of love, tolerant, and upholds pluralism, human rights, and women's dignity will be realized.
Ulama in Indonesian Politics: Analysis on the Attitudes of The Majelis Ulama Indonesia (MUI) on the General Elections Muhammad Asad
Akademika Vol 16, No 1 (2022): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v16i1.764

Abstract

This article discusses the attitudes of Majelis Ulama Indonesia (MUI) on Indonesian general elections. It will compare the attitudes of the MUI in the general elections in the New Order and post-New Order era. There are six elections that are to be examined in this article, from 1977 to 2009. This article is based on qualitative research by using a comparative approach, specifically when searching for the difference in the attitude of the MUI in the New Order era and the MUI post-New Order. The data of this research is taken from the official magazine of MUI, Mimbar Ulama from the time it was published in 1975 to 2009. This article argues that the MUI in post-New Order times tried to be a player in the political context while in the New Order era the MUI took a safer stance. Under the New Order regime, the MUI could be regarded as playing safely by supporting the government. This standing is different from the post-New Order period where the MUI attitudes in the general elections are determined by political developments. The MUI changed its attitude both by distancing itself