cover
Contact Name
Mufarizuddin
Contact Email
codevelopmen@gmail.com
Phone
+6282165028412
Journal Mail Official
codevelopmen@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No. 23 Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27214990     EISSN : 27215008     DOI : https://doi.org/10.31004/cdj.v2i3.2897
ommunity Development Journal : Jurnal Pengabdian masyarakat di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlawan yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, Khususnya Universitas Pahlawan, yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Community Development Journal berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik oleh internal Universitas Pahlawan ataupun dari eksternal dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,523 Documents
PELATIHAN PENJUALAN TERHADAP PELAKU UMKM DI KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG Awalul Khairi; Jimmy Novrianto Sharma; Usman Usman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12354

Abstract

Bisnis UMKM saat ini menopang lebih dari 90 persen perekonomian Indonesia. Namun usaha UMKM masih mempunyai banyak kendala terutama dalam inovasi penjualan, ini disebabkan sebagian besar UMKM kurang mempelajari dan diskusi yang cukup mendalam mengenai hal tersebut. Di sisi lain pelaku UMKM telah memiliki cukup banyak pengalaman dalam dunia usaha sehingga jika diberikan pemahaman tentang inovasi penjualan maka pelaku UMKM dapat langsung mengaplikasikan ilmu tersebut pada usaha mereka. Saat ini bisnis yang mampu bertahan adalah bisnis yang selalu berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Dalam bisnis mereka yang mampu bertahan dalam persaingan bukan hanya mereka yang kuat namun juga yang paling mampu beradapatasi. Contohnya dapat kita lihat pada produsen telepon genggam Nokia yang begitu merajai bisnis telepon genggam selama puluhan tahun harus gulung tikar karena tidak adaptif terhadap perkembangan zaman.Melihat kondisi tersebut, kami Dosen UPI-YPTK Padang berinisiatif untuk melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam rangka berbagi ilmu yang kami miliki kepada pelaku UMKM di Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang. Diharapkan dengan kegiatan PKM ini dapat meningkatkan kemampuan berinovasi pelaku UMKM di lokasi kegiatan sehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian di daerah tersebut.
EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT HEPATITIS AKUT DARI IBU KE ANAK DALAM ERA COVID-19 Ira Purbosari; Prisma Trida Hardani; Intan Ayu Kusuma Pramushinta; Lailatul Badriyah; Robiatul Adawiyah; Sherly Sumarnita Yolanda; Rika Alifianti Hafsah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12356

Abstract

Pada awal 2020, dunia dikejutkan dengan mewabahnya pneumonia baru yang bermula dari Wuhan, Provinsi Hubei yang kemudian menyebar dengan cepat ke lebih dari 190 negara dan teritori. Wabah ini diberi nama coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Penyebaran penyakit ini telah memberikan dampak luas secara sosial dan ekonomi. Masih banyak kontroversi seputar penyakit ini, termasuk dalam aspek penegakkan diagnosis, tata laksana, hingga pencegahan. Setelah berjalannya waktu terdapat penyakit varian baru yang berkaitan dengan covid 19 yaitu Hepatitis Akut. Hepatitis merupakan kondisi peradangan hati atau liver. Hepatitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, bahan kimia, penyalahgunaan obat, pengobatan tertentu, dan gangguan kekebalan tubuh. Ada berbagai jenis hepatitis viral, termasuk yang paling umum dijumpai adalah hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C. Masing-masing jenis hepatitis viral tersebut disebabkan oleh virus sesuai penamaannya. Setiap jenis hepatitis viral disebarkan melalui metode yang berbeda, dan memerlukan terapi yang berbeda pula. Penyakit Hepatitis Akut yang sedang melanda dunia kini diduga telah masuk ke Indonesia. Hepatitis Akut Berat yang belum diketahui penyebabnya ini bukan ditimbulkan virus penyebab Hepatitis A, B, C, D dan E. Berdasarkan data, virus Hepatitis Akut ini lebih banyak menyerang anak-anak usia 1 bulan sampai 16 tahun.
SOCIOPRENEURSHIP CONCEPT DAN STORYNOMIC TOURISM SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN EKONOMI WISATA KAPAL BOSOK SERANG Vadilla Mutia Zahara; Cep Jandi Anwar; Stannia Cahaya Suci; Rah Adi Fahmi Ginanjar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12357

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk pengembangan dan optimalisasi objek wisata budaya Monumen Kapal Bosok Curugmanis Kota Serang yang mulai mengalami penurunan dikarenakan dampak lockdwn selama pandemi Covid-19 serta dikarenakan ketidaktahuan masyarakat tentang keberadaan objek wisata ini. Salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan metode sociopreneurship concept, yaitu melakukan kolaborasi dan sinergitas antar masyarakat desa, perangkat desa serta akademisi untuk menyelenggarakan kewirausahaan sosial untuk meningkatkan keterampilan, menemukan usaha baru serta melakukan inovasi produk yang sesuai dengan pasar seperti pelatihan pembuatan souvenir/oleh-oleh, melakukan inovasi dan diversifikasi produk pangan. Hal ini semata-mata bukan hanya mencari profit atau nilai tambah ekonomis, akan tetapi dapat menciptakan masyarakat yang memiliki skill baru untuk nantinya dapat dimanfaatkan baik untuk diri sendiri maupun masyarakat sekitar objek wisata. Selanjutnya digunakan pula metode storynomic tourism sebagai solusi terkait permasalahan penurunan jumlah wisatawan. Metode ini kembali populer sejak adanya pandemi Covid-19, metode ini mulai digunakan Kemenparekraf Indonesia sebagai sebuah strategi baru untuk mempromosikan pariwisata dan akan dikembangkan di 244 desa wisata di Indonesia yang melibatkan komunitas lokal, BUMDes dan masyarakat, dengan metode ini objek wisata dapat diangkat melalui cerita budaya, mitos, sejarah dan sebagainya yang dituangkan dalam bentuk video cerita terkait sejarah asli objek wisata tersebut, sehingga diharapkan nantinya wisatawan tertarik untuk berkunjung berdasarkan cerita budayanya.
SOSIALISASI PEMETAAN LOKASI PEREMAJAAN KELAPA SAWIT RAKYAT (PSR) DINAS PERKEBUNAN KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI ACEH Iwandikasyah Putra; Yulia Dewi Fazlina; Muhammad Jalil; Irvan Subandar; Jekki Irawan; Teuku Athaillah; Iwan Saputra; T. Saiful Bahri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12362

Abstract

Peremajaan sawit rakyat (PSR) merupakan salah satu kegiatan strategi nasional yang masuk ke dalam kegiatan sarana dan prasarana. Program ini merupakan program pemerintah dalam membantu masyarakat yang berkecimpung di dalam perkebunan sawit agar perkebunan kelapa sawit rakyat lebih berkualitas serta mengurangi resiko pembukaan lahan illegal. Namun, di dalam pelaksanaannya, masih banyak ditemukan proses verifikasi dana untuk peremajaan sawit tidak dapat dipertanggungjawabkan, selain itu terdapatnya tumpang tindih atas hak lahan para pengusul ataupun penerima manfaat pada kegiatan ini. Agar terhindar dari terjadinya tumpang tindih atas hak lahan maka perlu dilakukan pemetaan atas lokasi yang diusulkan. Pemanfaatan sistem informasi geografis memudahkan dalam pelakukan kegiatan pemetaan tersebut. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan kunjungan lapangan untuk melakukan perekaman titik koordinat pada lokasi yang menjadi usulan calon lahan kegiatan peremajaan sawit rakyat. Hasil penelitian berupa peta lokasi calon lahan, sehingga diharapkan kegiatan peremajaan sawit rakyat (PSR) di Kabupaten Nagan Raya dapat berlangsung dengan optimal.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS MELALUI FUN WITH ENGLISH PONDOK PESANTREN NURUL UMMAH-MOROWALI Husnaini Husnaini; Amalia Yahya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12363

Abstract

Pengabdian ini berfokus pada kurangnya motivasi, kemampuan berbahasa Inggris, dan minat siswa terhadap pentingnya penggunaan bahasa Internasional, khususnya sekolah Islam yaitu pondok pesantren pada tingkatan Madrasah Aliyah yang setelahnya akan dihadapkan pada persaingan lapangan pekerjaan dengan tuntutan kecakapan diberbagai bidang, terutama bahasa bahasa Inggris. Tujuan pengabdian ini yaitu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa melalui kegiatan yang menyenangkan yaitu Fun with English. Metode pengabdian ini mengaplikasikan metode pembelajaran serta pengajaran. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa siswa dapat meningkatkan motivasi, kesadaran dan kemampuan bahasa Inggris yang berdampak pada meningkatkan atensi siswa terhadap bahasa Internasional. Implikasi pengabdian ini adalah sebagai rujukan bagi para praktisi pendidikan dalam upaya peningkatan kecakapan siswa dalam bahasa Inggris
LEMARI PENDINGIN PORTABLE SEBAGAI SOLUSI PENINGKATAN KUALITAS HASIL TANGKAPAN NELAYAN ALUE NAGA Sarika Zuhri; Rahmat Agus Mawardi; Ulfani Ulfani; Muhammad Rais; Azkar Maulana; Muhammad Irfan; Muhammad Heru Arie Edytia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12364

Abstract

Inovasi produk lemari pendingin portable merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan hasil kualitas hasil tangkapan ikan nelayan di desa Alue Naga. Kegiatan ini dilakukan menyelesaikan permasalahan dan mengatasi keluhan yang dialami oleh nelayan Alue naga akibat hasil tangkapan ikan segar dilaut menurun kualitas dan kesegarannya ketika dibawa kedarat. Salah satu faktor yang mempengaruhi permasalahan tersebut adalah teknik refrigerasi (pendinginan) yang digunakan masih manual yaitu menggunakan es batu dan cold storage yang belum stabil dan manual. Para nelayan biasanya menggunakan box es yang didalamnya terdapat es batu. Agar kestabilan dingin tetap terjaga nelayan harus mengganti es batu dua kali dalam sehari. Sehingga nelayan juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pembelian es batu setiap harinya serta selalu menganti es agar kesetabilan dingin pada box tetap terjaga. Sehingga untuk menyelesaikan permasalahan tersebut perlu adanya perbaikan teknik serta peningkatan kualitas cold storage dan teknik refrigerasi untuk tetap menjaga kesegaran dan kualitas ikan lebih lama. Oleh karena itu kelompok PKM berusaha memberikan solusi kepada nelayan dengan menciptakan inovasi produk lemari pendingin portable yang diberi nama “Nagalu Box”. Kegiatan penciptaan inovasi produk ini telah dilakukan kurang lebih selama 2 (dua) bulan dengan mitra dari kegiatan ini adalah nelayan di desa Alue Naga. Penerapan teknologi ini kami terapkan kepada nelayan, karena pada umumnya nelayan masih menggunakan ice box yang didalamnya di masukan es batu untuk menyegarkan hasil tangkapan. Setelah dilakukan uji coba selama 3 (tiga) hari, nelayan merasa sangat puas dengan inovasi produk yang telah diciptakan oleh kelompok PKM. dikarenakan produk ini ternyata memang benar-benar dapat menjaga kualitas ikan hasil tangkapan nelayan Alue Naga.
KEGIATAN PENYULUHAN STUNTING PADA IBU BALITA DI DESA GADING SARI KECAMATAN TAPUNG Rizki Rahmawati Lestari; Zurrahmi Zurrahmi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12365

Abstract

Masa balita merupakan masa kehidupan yang sangat penting yang mana berlangsung proses tumbuh kembang sangat pesat yaitu pertumbuhan fisik dan perkembangan psikomotorik, mental, dan sosial. Dalam mendukung pertumbuhan fisik balita perlu petunjuk praktis makanan dengan gizi seimbang salah satunya dengan makan aneka ragam makanan yang memenuhi kecukupan gizi. Permasalahan gizi pada balita yang hingga saat ini masih cukup besar dan belum terselesaikan yaitu stunting. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 prevalensi stunting sebesar 30,8% yang terdiri dari 11,5% sangat pendek dan 19,3% pendek. Stunting lebih banyak terjadi pada anak laki-laki (38,1%) dibandingkan dengan anak perempuan (36,2%). Salah satu Puskesmas yang memiliki lokus di Kabupaten Kampar adalah UPT BLUD Puskesmas Tapung dengan prevalensi balita stunting tahun 2019 sebanyak 335 orang (6,4%). Untuk daerah lokus stunting di UPT BLUD Tapung tahun 2020 yaitu Desa Gading Sari sebanyak 5 orang dari sasaran balita 152 orang. Pada tahun 2021 prevalensi balita stunting mengalami peningkatan menjadi 577 orang (13,5%). Stunting dipengaruhi oleh dua faktor yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Faktor secara tidak langsung adalah pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, dan status ekonomi. Faktor secara langsung yaitu penyakit infeksi, asupan makan, dan berat badan lahir, praktik pemberian MP-ASI, dan ASI Eksklusif (Pengan, 2015). Kegiatan ini diawali dengan melakukan pengisian data diri terlebih dahulu dan setelah itu dilakukan penyuluhan tentang stunting. Pada sesi penyampaian materi, ternyata banyak ibu balita yang kurang memahami bahaya stunting. Hal ini tercermin dari pertanyaan yang diajukan. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat diperlukan.
PEMBUATAN BEDAK DINGIN AROMATHERAPY DI DESA WIRING TASI KECAMATAN SUPPA KABUPATEN PINRANG Vina Purnamasari M; Iskandar Zulkarnain; Mirawati Mirawati; Aztriana Aztriana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12366

Abstract

Salah satu bentuk usaha yang berpeluang besar dilakukan oleh ibu rumah tangga adalah dengan berwirausaha membuat bedak dingin. Produk olahan berbahan dasar beras dipilih sebagai usaha untuk berwirausaha karena memiliki prospek yang baik. Beras merupakan komoditas utama di desa wiring tasi kecamatan suppa kabupaten pinrang. Beras hanya dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat saja namun untuk penggunaan lain sangat kurang sehingga tujuan kegiatan ini adalah melatih masyarakat desa wiring tasi kecamatan suppa kabupaten pinrang untuk membuat bedak dingin aromatherapy berbahan dasar beras dengan campuran kencur, kunyit dan bengkoang, dimana bahan baku yang mudah didapatkan dan ada disekitar mereka sehingga dapat menambah penghasilan rumah tangga. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah dan praktik. Pada kegiatan ini dilakukan pelaksanaan sosialisasi kegiatan dan edukasi tentang pemanfaatan tanaman lokal sebagai bahan aromatherapy, Pelaksanaan praktik pelatihan kepada mitra dalam pembuatan bedak dingin berbahan dasar beras dengan campuran kencur, kunyit dan bengkoang sebagai kosmetik bedak dingin yang memberikan berjuta manfaat bagi kulit, Pelaksanaan praktik pelatihan pengemasan bedak dingin aromatherapy kemasan modern siap saji kepada mitra dan selanjutnya dilaksanakan evaluasi dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan pengabdian ini karena dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk menambah penghasilan dengan membuat bedak dingin aromatherapy berjuta manfaat dengan tambahan campuran kencur, kunyit dan bengkoang yang dikemas secara modern.
DEMONSTRASI PEMBUATAN JAMU CEKOK DAN MAKANAN FUNGSIONAL BERBAHAN KELOR UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Sunarmi Sunarmi; Suhendriyo Suhendriyo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.11319

Abstract

Jamu merupakan obat tradisional Indonesia. Jamu telah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kebugaran dan pengobatan pada berbagai masalah kesehatan. Berdasarkan penjajakan awal dengan kader kesehatan di Dk. Kalibajing, Pakahan, Kec. Jogonalan, Klaten, masih ditemukan adanya stunting di wilayah tersebut dan kurangnya nafsu makan anak. Pemberian jamu cekok pada anak-anak umum dilakukan pada masyarakat di Jawa untuk mengatasi kurangnya nafsu makan anak. Pemberian makanan yang kaya nutrisi turut membantu dalam meningkatkan status gizi anak. Kelor merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat kaya akan gizi dengan kandungan protein yang tinggi serta berbagai vitamin, dan mineral. Kader kesehatan di wilayah tersebut membutuhkan adanya materi untuk dapat memanfaatkan bahan alam untuk mengatasi stunting pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Ibu-Ibu PKK Dk. Kalibajing, Pakahan, Kec. Jogonalan, Klaten dalam pengolahan dan pemanfaatan tanaman obat, khususnya untuk membantu mengatasi stunting pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan tentang stunting dan kelor, praktik pembuatan jamu cekok dan es krim kelor, praktik pembuatan coklat kelor dan nugget kelor. Kegiatan tersebut diikuti oleh 35 orang ibu-ibu PKK yang terbagi menjadi 4 kelompokmasing-masing membuat sediaan jamu cekok dan sediaan pangan berupa es krim kelor, cokelat kelor dan nugget kelor. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat bermanfaat dalam meningatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan bahan alam untuk membantu mengatasi stunting pada anak.
ESKALASI KEMAMPUAN MENGOLAH DATA BAGI KADER DESA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI Ratih Ardiati Ningrum; Chandrawati Putri Wulandari; Mohammad Ghani; Dwi Rantini; Fikri Arif Abdillah; Adam Maurizio Winata
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12130

Abstract

Peran penting pengolahan data semakin disadari karena diperlukan untuk memberikan gambaran dan informasi penting tentang suatu kumpulan data. Pengolahan data yang tepat dapat menjadi pedoman dalam pembuatan kebijakan. Perkembangan teknologi yang sangat pesat mendorong hampir semua lingkungan untuk memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal. Menggunakan data kependudukan dapat membantu mengidentifikasi kondisi sosial-demografi desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader desa dalam menggunakan Google Data Studio dan Microsoft Excel untuk mendukung analisis data dalam pengelolaan data kependudukan. Kegiatan berlangsung pada bulan Agustus 2022 dengan melibatkan 25 orang kader desa sebagai peserta pelatihan. Peningkatan kemampuan peserta kegiatan ditunjukkan oleh peningkatan skor post-test dibandingkan dengan skor pre-test. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader desa di bidang teknologi informasi. Adanya kegiatan ini juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) pada indikator ke-4 dan ke-10 yaitu pendidikan bermutu dan berkurangnya kesenjangan. Oleh karena itu diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini para kader dapat mengolah atau menganalisis data kependudukan lebih cepat dan akurat dengan visualisasi yang tepat untuk membantu mereka mengambil keputusan.

Page 79 of 553 | Total Record : 5523