cover
Contact Name
Nasib Tua Lumban Gaol
Contact Email
nasib.t.lumbangaol@gmail.com
Phone
+6285362996917
Journal Mail Official
junssihotang@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Christian Humaniora
ISSN : 25986317     EISSN : 25991965     DOI : 10.46965
Jurnal Christian Humaniora Jurnal Christian Humaniora (JCH) merupakan salah satu media publikasi yang menghimpun karya ilmiah berkaitan dengan ilmu sosial humaniora yang berbasiskan kekristenan. JCH diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Dalam satu tahun, JCH menerbitkan 10 artikel pada masing-masing terbitan di bulan Mei dan November. Scope Pendidikan Agama Kristen, Sosiologi Kristen, Manajemen Pendidikan Kristen, Musik Gerejawi, Filsafat Kristen, Psikologi Kristen, Pastoral Konseling, dan Kepemimpinan Kristen.
Articles 179 Documents
Kemampuan Pengunaan Media Panggung Boneka Interkatif Oleh Guru Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak Pendidikan Usia Dini Rosmey Meriaty Br.Sormin
Jurnal Christian Humaniora Vol 4, No 2 (2020): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v4i2.333

Abstract

The purpose of this paper is to determine how the ability of PAUD teachers in using the Puppet Stage to increase interest in learning PAUD children. PAUD teachers' abilities include storytelling skills, the ability to mobilize puppet stage skills, voice intonation skills, and the Psychological Needs ability of PAUD children. With interest in learning, PAUD children have good character knowledge. The research method used is a quantitative method, by analyzing several literatures
SEPULUH PILAR MENUJU GEREJA YANG SEHAT Sampitmo Habeahan; Delilitnaria Tarigan
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.687

Abstract

Abstract Jesus Christ has prophesied the presence of church. The church is a collection of believers who have received salvation. Refers to the fact that He wants His job done perfectly same as He is perfect too. Have the local churches exemplified the early Christian way of life in faith and service? Because Jesus Christ has built the church and given His words therefore the church should be healthy. However, the fact that there are many churches aren’t healthy where it can be seen there is no growth in quality and quantity. The objective of this research is to dig what pillars of healthy church based on the bible is. The method of this research is literature study. The result of this research is described to ten pillars towards the health of church as follows : 1. Centered on the God’s word; 2. Epository sermons; 3. Making discipleship; 4. Doing evangelism; 5. Praying church; 6. The church involving the laity; 7. A vision – driven church; 8. The church on the mission; 9. The balance of multiple divine mandates ; 10. Maintaining the holiness.Key words: Pillar, the healthy church
ANALISIS PENGIMPLEMENTASIAN PAIKEM OLEH GURU PAK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KECAMATAN SIPOHOLON Damayanti Nababan
Jurnal Christian Humaniora Vol 4, No 2 (2020): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v4i2.162

Abstract

The purpose of this study is to analyze the Implementation of Active, Innovative, Creative, Effective and Enjoyable Learning (PAIKEM) by Christian Religious Education Teachers to Improve Learning Motivation of Class VIII Students of SMP Negeri Sipoholon District in 2018. The hypothesis of this study is the Implementation of Active, Innovative, Creative Learning, Effective and Enjoyable (PAIKEM) by Christian Religious Education Teachers to Improve Learning Motivation of Class VIII Students of State Junior High School in Sipoholon in 2018 ≥ 70% of what was expected, with a research sample of 45 people. Data were collected by a closed questionnaire and validity and reliability were tested. The results of the data analysis show that the Implementation of Active, Innovative, Creative, Effective and Enjoyable Learning (PAIKEM) by Christian Religious Education Teachers to Improve Learning Motivation of Class VIII Students of the State Junior High School in Sipoholon in 2018 ≥ 70% than expected, this is evidenced by the results of a good analysis of 80, 01% and count t table of 3.143 1.684 and. thus Ho is rejected and Ha is accepted. The implication is that if it increases student motivation, teachers must implement Active, Innovative, Creative, Effective and Enjoyable Learning (PAIKEM) in the learning process.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengimplementasian pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) oleh guru pak untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri sekecamatan Sipoholon Tahun 2018. Hipotesa penelitian ini adalah pengimplementasian pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) oleh guru pak untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri sekecamatan Sipoholon Tahun 2018 ≥ 70% dari yang diharapkan, dengan sampel penelitian berjumlah 45 orang. Data dikumpulkan dengan angket tertutup dan telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengimplementasian pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) oleh guru pak untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri sekecamatan Sipoholon Tahun 2018 ≥ 70% dari yang diharapkan,  hal ini dibuktikan hasil analisisnya baik sebesar 80,01% dan thitungttabel sebesar 3,143 1,684 dan. dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Implikasinya jika akan meningkatkan motivasi belajar siswa guru harus mengimplementasikan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif Dan Menyenangkan (PAIKEM) dalam proses pembelajaran.
Pengaruh Penggunaan Media Visual dalam Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar PAK (study kasus pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Tarutung Tahun Ajaran 2019/2020) Frainskoy Rio Naibaho
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 1 (2021): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i1.368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media visual dalam pembelajaran, terhadap motivasi belajar PAK pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara tahun ajaran 2019/2020. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara tahun ajaran 2019/2020 dengan jumlah 245 orang. Sampel penelitian sebanyak 48 orang. Angket  diujicobakan kepada 30 siswa di luar sampel penelitian. Uji pengaruh: a) Persamaan regresi: =41,79+0,27X menunjukkan bahwa setiap penambahan variabel X (penggunaan media visual) sebesar satu satuan unit maka terjadi penambahan variabel Y (motivasi belajar PAK siswa) sebesar 0,27 dari nilai variabel X. b) Uji koefisien determinasi regresi (r2) = 0,0778 dan persentase pengaruh yang positif antara penggunaan media visual terhadap motivasi belajar PAK siswa kelas VII SMP Negeri 3 Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara tahun ajaran 2019/2020 7,78%. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara penggunaan media visual dalam pembelajaran terhadap motivasi belajar PAK, siswa kelas VII SMP Negeri 3 Tarutung tahun ajaran 2019/2020.
Bentuk dan Type Media Pembelajaran Rabi Hasudungan Simatupang
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.365

Abstract

Abstract:This study aims to find out how the Holy Scriptures view about learning media based on the Rabbinical of Jesus. To answer this problem, it is necessary to conduct research through topical methods after exploring the biblical information that is used to gain knowledge about the forms and types of learning media based on the Rabbinic of Jesus. The results of this study turned out to show that the Rabbi's learning media was used as a physical means to concretize the language of God's word which was too abstract by using learning facilities in physical form consisting of symbols, symbols, signs, paintings/pictures and original and imitation tools to participate in efficiency and activate a series of Rabbi learning processes. Thus, learning media is a tool used to channel messages or material content that can stimulate thinking, influence feelings, attract attention so that it can streamline the teaching and learning process. The urgency of learning media is very central to mastering learning objectives. For this reason, it is absolutely necessary to use or utilize it every time there is a learning activity. Keywords: form, type of learning media, rabbiAbstrak:Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan Holy Scripture tentang media pembelajaran berdasarkan Kerabian Yesus. Untuk menjawab masalah tersebut, perlu melakukan penelitian melalui metode topikal setelah mengeksplor informasi Alkitabiah yang dipergunakan untuk memperoleh pengetahuan tentang bentuk dan type media pembelajaran berdasarkan Kerabian Yesus. Hasil penelitian ini ternyata mengemuka bahwa media pembelajaran Rabi dimanfaatkan sebagai sarana fisik untuk mengkonkritkan  bahasa firman Tuhan yang terlalu abstrak dilakukan dengan cara penggunaan sarana belajar dalam bentuk fisik terdiri dari lambang, simbol, tanda, lukisan/gambar dan alat asli dan tiruan turut serta mengefisiensi dan mengektivitaskan serangkaian proses pembelajaran Rabi. Dengan demikian, media pembelajaran merupakan alat bantu yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi materi yang dapat merangsang berpikir, mempengaruhi perasaan, menarik perhatian sehingga dapat mengefektifkan proses belajar mengajar. Urgensi media pembelajaran sangat sentral untuk menguasai tujuan pembelajaran. Untuk itu menjadi mutlak menggunakan atau memanfaatkannya setiap terjadi kegiatan pembelajaran. Kata kunci: bentuk, type media pembelajaran, rabi
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Beragama Kristen Pada Sekolah Sekuler Alki Firton Tambunan; Abai Manupak Tambunan
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 1 (2021): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i1.373

Abstract

AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan bagaimana gaya kepempimpinan seorang kepalasekolah beragama kristen pada sekolah sekuler, gambaran pada kepemimpinantersebut secara langsung maupun tidak langsung mengimplementasikan beberapa nilai-nilai Alkitabiah. Mendapatkan hasil yang otentik dan mendalam, penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan peran peneliti sebagai instrumen kunci. Ditemukan kesimpulan bahwa gaya kepemimpinan seorang kepala sekolah turut dipengaruhi ajaran agama yang dianutnya, dalam kontek tersebut kepala sekolah berpeluang memperkenalkan ajaran kristen yang dianutnya pada orang-orang disekitar tempat kerjanya.Katakunci :  Agama, Gaya kepemimpinan, Kepala Sekolah. Abstractthis research describes how leadership style of principal of a Christian in a seculer Schooll  and It is explained that the direct or indirect off leadership to implement values of biblical  and to get results that are authentic and profound, the research executed with the analysis of the qualitative and case study approach with the role of the researcher as the key instrument,in this study found the conclusion   or result  that leadership style of school off principal affected the teachings of religion in him believe in the context of the head of school has an opportunity to introduce of christian religion to the surrounding. Keywords: Religion, leadership style, Principal. 
Pendidikan Jemaat Misional Menurut Matius 28:16-20: Rekonstruksi Teologi Misi Sebagai Bagian Pedagogis dalam Kehidupan Berjemaat Grets Janialdi Apner
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.653

Abstract

Era pandemi Covid-19 di tahun 2020 telah menuntut masyarakat global untuk melakukan adaptasi secara cepat dan menyeluruh di segala aspek kehidupan, termasuk beragama. Gereja, secara khusus di Indonesia, juga perlu memikirkan ulang model kehidupan bergereja dan kelangsungan eksistensinya sejak pandemi. Diperlukan konsep dan metode yang mampu menolong gereja untuk tetap hidup dan berdampak, secara khusus mewujudkan karakter misionalnya sebagai rekan kerja Allah dalam missio Dei. Tulisan ini pun menawarkan sebuah rekonstruksi teologi misi-pedagogis untuk membangun jemaat misional. Rekonstruksi teologi misi-pedagogis merupakan sebuah pendekatan misional melalui praktik pendidikan Kristiani di gereja yang dapat dikembangkan untuk menciptakan kehidupan berjemaat yang menghasilkan jemaat misional. Jemaat misional pun menjadi sebuah model bermisi yang dapat gereja kembangkan yang relevan dengan situasi dan kondisi akibat pandemi Covid-19.
Analisis Tingkat Gaya Hidup Mahasiswa Dalam Menggunakan Dana Bantuan Bidik Missi Mahasiswa IAKN Tarutung Tahun 2019 Ratna Saragih
Jurnal Christian Humaniora Vol 4, No 2 (2020): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v4i2.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar  persentase analisis Tingkat Gaya Hidup Mahasiswa  Dalam Menggunakan Dana Bantuan Bidik Missi Mahasiswa IAKN Tarutung Tahun 2019. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa penerima bidik missi IAKN Tarutung sebanyak 97 orang. Sampel dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa penerima bidik missi dan merupakan penelitian populasi. Instrumen penelitian ini berupa angket tertutup dengan empat option jawaban yaitu selalu, sering, kadang-kadang dan tidak pernah. Berdasarkan hasil analisis : 1) Tingkat gaya hidup mahasiswa  dalam menggunakan dana bantuan bidik missi Mahasiswa IAKN Tarutung Tahun 2019, bahwa 10,10 % bergaya hidup modern, 92,34 % bergaya hidup hemat, 98,28% bergaya hidup sehat dan 8,45% bergaya hidup bebas. 2) Dari hasil uji tdiketahui bahwa thitung = 21,394 kemudian dibandingkan dengan ttabel 97-1,α=0,05%, = 1,658 dimana thitung ttabel yaitu 21,394 1,658. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Analisis tingkat tingkat gaya hidup mahasiswa penerima bidik missi adalah ≥ 75 % dari yang diharapkan yaitu 85 %. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Analisis tingkat tingkat gaya hidup mahasiswa penerima bidik missi adalah ≥ 75 % dari yang diharapkan yaitu 85 %. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Kata Kunci : Tingkat Gaya Hidup Mahasiswa
Strategi Misi Rasul Paulus Dalam Pekabaran Injil Maria Widiastuti
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.703

Abstract

Abstract:The mission of evangelism is to share or give the good news to others. The good news is that Jesus Christ was given by the church that He died and rose from the dead for the redemption of sinners. Strategy means, the plan in its entirety, the principles or ways in which the means will be used in the task. While the mission according to strategy is, “the way the body of Christ strives to obey God and fulfill the goals He has set.” So, the mission strategy is a plan that enables the ministry of the church to achieve its goal of making all ethnic groups become disciples of Christ (Matt. 28:18-20). The Strategy of Paul's approach to the mission of evangelizing in this discussion is: First: Paul serves contextually and is sensitive to the local culture that is his target. He adapted himself to the local culture and used their language in his mission. Second: geographically Paul looks for big cities as priority targets in his missions. Third: Paul builds a work team in evangelism and discipleship then sends out to areas. Keywords: mission, strategy, paul  Abstrak:Misi pekabaran Injil adalah membagi atau memberitakan kabar baik kepada orang lain. Kabar Baik tersebut ialah Yesus Kristus yang diberitakan oleh gereja bahwa Ia telah mati dan bangkit dari antara orang mati bagi penebusan manusia berdosa. Strategi berarti, rencana dalam keseluruhannya, prinsip-prinsip atau cara-cara di mana sarana-sarana yang akan dipergunakan dalam tugas. Sedangkan strategi misi menurut kekristenan adalah, “cara Tubuh Kristus mengupayakan dalam mentaati Tuhan dan menggenapi tujuan-tujuan yang telah ditetapkan-Nya.” Jadi, strategi misi sebagai rencana yang memungkinkan pelayanan gereja meraih sasarannya yaitu menjadikan segala suku bangsa menjadi murid Kristus (Mat. 28:18-20). Strategi pendekatan Paulus dalam misi pekabaran Injil di dalam pembahasan ini adalah Pertama: Paulus melayani secara kontekstual dan sensitif terhadap budaya lokal yng menjadi sasrannya. Paulus juga menyesuaikan diri terhadap budaya lokal dan menggunakan bahasa mereka dalam pelayanan misinya. Kedua: secara geografis Paulus mencari kota-kota yang besar sebagai sasaran prioritas dalam misi-misinya. Ketiga: Paulus membangun tim kerja dalam penginjilan dan memuridkan kemudian mengutus ke daerah-daerah. Kata kunci: misi, strategi, paulus 
Peran Agama Dalam Memaknai Sila Persatuan Indonesia: Persperktif Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons Ery Ricardo Nababan
Jurnal Christian Humaniora Vol 6, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v6i1.1484

Abstract

AbstrakSila Persatuan Indonesia dirumuskan dan ditetapkan sebagai solusi sekaligus konsep bersama atas kenyataan keragaman Indonesia sejak awal dicetuskannya menjadi sebuah negara yang merdeka. Sila Persatuan Indonesia khususnya dan Pancasila secara keseluruhan mengikat seluruh warga negara Indonesia dalam sebuah sistem yang statis sebagai sebuah dasar negara, namun juga yang dinamis di dalam perjalanan kebangsaan dan menghadapi tantangan serta peluang zaman. Agama, yang juga menjadi realita keberagaman Indonesia tak ayal juga dituntut untuk memaknai diri (agama tersebut) di dalam bingkai Pancasila khususnya sila Persatuan Indonesia yang merupakan sila ketiga. Dengan menggunakan pendekatan teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons, artikel ini mencoba untuk menganalisis peran agama dalam memaknai sila Persatuan Indonesia dalam sepanjang sejarah keberadaannya. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka serta menggabungkannya dengan eksplorasi dari beberapa sumber sebagai referensi dan digabungkan dengan informasi-informasi terkait kajian ini.Katakunci : Peran Agama; Pancasila; Struktural Fungsional; Talcott Parsons AbstractPrecepts of Indonesian Unity were formulated and established as a solution as well as a common concept for the reality of Indonesia's diversity since its inception as an independent country. The precepts of Indonesian Unity in particular and Pancasila as a whole bind all Indonesian citizens in a system that is static as the basis of the state, but which is also dynamic in the course of nationalism and facing the challenges and opportunities of the times. Religion, which is also the reality of Indonesia's diversity, is no doubt also required to interpret itself (religion) within the framework of Pancasila, especially the principle of Indonesian Unity which is the third principle.Using Talcott Parsons' structural functionalism theory approach, this article attempts to analyze the role of religion in interpreting the precepts of Indonesian Unity throughout its history. This study uses the literature study method and combines it with exploration from several sources as a reference and is combined with information related to this study. Keywords : Religion, Indonesian Unity Precepts, Ta

Page 9 of 18 | Total Record : 179