Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga
Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat, Jurnal ini terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, berisi artikel hasil penelitian dan kajian analisis kritis setara dengan hasil penelitian bidang Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Jurnal Multilateral Pendidikan Jasmani dan Olahraga berfokus pada Analisis Pembelajaran, Penelitian dalam pendidikan jasmani dan Olahraga serta masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang olahraga sebagai berikut: 1. Pendidikan Olahraga 2. Kepelatihan Olahraga 3. Olahraga Rekreasi 4. Olahraga Tradisional Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat peminat pembaca adalah dari kalangan aktivis olahraga dan guru Pendidikan Jasmani.
Articles
323 Documents
Analisis star excursion balance test untuk pengukuran fungsional ankle menggunakan elastic resistance band dan wobble board pada pemain futsal
Vika Ariesti Audini;
Muchsin Doewes;
Sri Santoso Sabarini;
Slamet Riyadi
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 22, No 4 (2023): Special Issue National Conference: Inovasi Pembelajaran & Kepelatihan Olahraga
Publisher : Lambung Mangkurat University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/multilateral.v22i4.16421
Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis star excursion balance test untuk pengukuran fungsional ankle menggunakan elastic resistance band dan wobble board pada pemain futsal. Sampel penelitian ini merupakan individu yang aktif berolahraga dan pernah atau sedang mengalami cedera ankle lebih dari 1 kali yang berjumlah 10 orang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran yaitu menggunakan tes star excursion balance test. Analisis data menggunakan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan Rerata nilai SEBT awal dan akhir kelompok I yaitu 81,41 ± 7,05 dan 94,41 ± 8,30. Rerata nilai SEBT awal dan akhir kelompok II yaitu 88,28 ± 11,38 dan 99,01 ± 9,70. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan rerata pada kelompok test. Maka perlu adanya latihan menggunakan elastic resistance band dan wobble board pada pemain futsal. Karena fleksibilitas memiliki manfaat mengurangi rasa sakit, menurunkan risiko dan penyembuhan cedera, meningkatkan kemampuan bergerak secara bebas dan mudah, serta meningkatkan performa olahraga.
Integrasi model pembelajaran project-based learning dengan gaya mengajar inklusi dalam pembelajaran keterampilan bola voli
Muhammad Yudhi Ardinnata;
Mashud Mashud
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 22, No 4 (2023): Special Issue National Conference: Inovasi Pembelajaran & Kepelatihan Olahraga
Publisher : Lambung Mangkurat University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/multilateral.v22i4.16399
Pendidikan Jasmani memiliki peranan penting dalam proses pendidikan. Melalui prosesnya, siswa diharapkan dapat menguasai keterampilan pada aspek psikomotornya. Namun tanpa melupakan aspek kognitif dan sosial sebagai tujuan dari pembentukan karakter siswa itu sendiri. Kemampuan psikomotor yang disajikan mempunyai ruang lingkup luas. Salah satunya adalah keterampilan bola voli yang terdiri dari teknik dasar servis, passing, smash dan blocking. Pemilihan model pembelajaran yang tepat akan dapat menentukan hasil akhir dari tujuan sebuah pembelajaran. Model pembelajaran yang dirasakan tepat pada sekarang ini adalah model pembelajaran yang terpusat pada siswa. Model pembelajaran project based learning membantu siswa dalam pengembangan kemampuan secara mandiri. Proyek yang dikerjakan mengarahkan siswa untuk menemukan pemecahan masalah yang sedang dihadapi. Pengaturan jadwal pelaksanaan disepakati pada awal pembelajaran sehingga target penyelesaian dapat ditentukan. Model pembelajaran lainnya adalah gaya mengajar inklusi. Gaya mengajar ini memiliki ciri khas yakni terdapat tes awal serta penentuan level-level dalam aktifitas geraknya. Selanjutnya, diperlukan inovasi baru terhadap model pembelajaran. Integrasi dari kedua model tersebut adalah salah satu solusi yang efektif. Sehingga pada paper ini bertujuan untuk mengkaji integrasi model project based learning dan gaya mengajar inklusi khususnya dalam pembelajaran keterampilan bola voli.
Penerapan pembelajaran diferensiasi mengoptimalkan minat dan bakat murid dalam pembelajaran pjok smp al azhar mandiri palu
Adisjam Adisjam;
Andi Saparia
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 22, No 4 (2023): Special Issue National Conference: Inovasi Pembelajaran & Kepelatihan Olahraga
Publisher : Lambung Mangkurat University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/multilateral.v22i4.16571
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan minat dan bakat siswa SMP Al Azhar Mandiri Palu melalui sistem pembelajaran diferensiasi. Penelitian ini mengkaji tentang Pembelajaran Diferensiasi. Pembelajaran diferensiasi terdiri atas diferensiasi konten, proses dan produk. Kita dapat menerapkan sekaligus ke-3 diferensiasi tersebut apabila telah menguasai tehnik dan siap dengan rancangan pembelajaran serta media yang dibutuhkan. pembelajaran berdiferensiasi adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berpusat kepada siswa, dengan memperhatikan segala aspek yang dibutuhkan oleh siswa karena sebelum pembelajaran kita telah melakukan analisis terhadap kebutuhan dan latar belakang. Pemetaan awal terhadap kebutuhan siswa serta profil siswa dapat dibuat melalui angket atau wawancara secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah memudahkan pelaksanaan proses pembelajaran guru dengan mengkondisikan siswa dengan konten yang telah disiapkan sesuai dengan karegori yang disenangi oleh siswa SMP Al Azhar Palu, begitu pula dalam proses pembelajaran siswa sudah dikelompokkan sesuai dengan profilnya sehingga guru bisa membuat beberapa cara penyampaian materi yang sesuai dengan kelompok siswa tersebut. Dengan penerapan inovasi pembelajaran berdiferensiasi ini dapat mendorong minat dan bakat siswa SMP Al Azhar Mandiri Palu dalam berolahraga.
Tinggi badan, kekuatan otot lengan, dan keterampilan servis atas bola voli: sebuah tinjaun singkat
Selpianus Dimi;
Sutoro Sutoro;
Miftah Fariz Prima Putra;
Yos Wandik;
Daniel Womsiwor;
Evi Sinaga
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 22, No 4 (2023): Special Issue National Conference: Inovasi Pembelajaran & Kepelatihan Olahraga
Publisher : Lambung Mangkurat University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/multilateral.v22i4.16475
Artikel ini bertujuan untuk mengulas secara kritis dan singkat terkait tinggi badan, kekuatan otot lengan, dan keterampilan servis atas bola voli serta memberikan dukungan empirik berkaitan dengan studi variabel tersbut. Secara sederhana, tinggi badan dapat dipahami sebagi jarak antara alas kaki sampai titik tertinggi pada kepala dengan posisi berdiri tegak yang diukur dengan stadiometer dalam satuan centimeter. Kekuatan otot lengan adalah kemampuan seseorang untuk mengerahkan kekuatan lengan semaksimal mungkin untuk mengatasi sebuah tahanan. Umumnya, kekuatan otot lengan diukur dengan push-hup. Keterampilan servis atas adalah cara memukul bola dengan menggunakan tangan dari atas kepala dengan laju bola tidak mengandung putaran, sebagai usaha untuk mengarahkan bola dengan tepat pada sasaran. Pengukuran kemampuan servis atas, umumnya, dilakukan dengan malkukan tes servis atas sebanyak 10 kali pukulan. Saat bola jatuh pada kotak sasaran, angka dalam kotak tersebut dijumlahkan dan dianggap sebagai hasil kemampuan servis atas. Hasil studi menunjukkan bahwa aspek tinggi badan dan kekuatan otot lengan menjadi dimensi yang penting dalam kaitanya dengan keterampilan servis atas permainan bola voli.
Inovasi model latihan gerak pencak silat untuk anak usia 9 – 12 tahun
Ayu Febrianti Sugiharto;
Hendriana Sri Rejeki
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 22, No 4 (2023): Special Issue National Conference: Inovasi Pembelajaran & Kepelatihan Olahraga
Publisher : Lambung Mangkurat University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/multilateral.v22i4.16576
Penelitian ini bertujuan untuk mengembang model latihan gerak pencak silat usia 9 – 12 tahun yang disesuaikan dengan komponen biomotor untuk olahraga pencak silat. Pengenalan pada cabang olahraga pencak silat yang dilakukan di Indonesia umumnya berasal dari perguruan. Perguruan merupakan dasar dari cabang olahraga pencak silat. Setiap perguruan memiliki pelatih yang mempunyai persepsi berbeda terhadap pembentukan gerak, khususnya pada anak usia 9-12 tahun. Hampir semua pelatih memberikan model latihan yang seharusnya diberikan kepada atlet remaja/dewasa, namun diberikan terhadap anak usia 9-12 tahun. Permasalahan ini kemudian menimbulkan tingkat kebosanan dalam proses latihan sehingga menjadikan anak enggan melanjutkan latihan menjadi seorang atlet yang handal. Pembentukan gerakan yang tepat dan sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan anak akan sangat menentukan hasil keterampilan seorang anak terhadap kemampuan geraknya. Sedangkan materi yang dapat diterima anak usia 9-12 tahun tidak lain adalah bagaimana konsep dalam olahraga pencak silat dapat tersampaikan dan diterima melalui aktivitas bermain oleh karena itu penelitian ini mengkaji tentang pengembangan model latihan gerak pencak silat untuk anak usia 9–12 tahun yang bertujuan untuk memudahkan dalam proses melatih gerak pencak silat. Penelitian pengembangan model latihan gerak pencak silat ini menggunakan studi literatur dari berbagai sumber tertulis seperti artikel, jurnal, dan dokumen yang relevan dengan kajian pada penelitian ini. Penerapan inovasi pengembangan model latihan ke dalam gerak pencak silat harus terdapat aspek kognitif, afektif dan psikomotor, sehingga pengembangan model latihan tersebut efektif untuk digunakan. Produk penelitian pengembangan ini dapat dijadikan sebagai alternatif model latihan dalam melatih gerak pencak silat untuk anak usia 9–12 tahun. Pengembangan model latihan gerak pencak silat ini dapat diterapkan dalam proses melatih sehingga menarik minat anak usia 9–12 tahun untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan gerak silatnya.
Gaya mengajar resiprokal dalam pembelajaran variasi lari pada siswa kelas IV-A SDN sungai jingah 5 banjarmasin
Panji Rifqi Maulana;
Rahmadi Rahmadi;
Nor Raini Syaripah
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 22, No 4 (2023): Special Issue National Conference: Inovasi Pembelajaran & Kepelatihan Olahraga
Publisher : Lambung Mangkurat University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/multilateral.v22i4.16346
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar variasi lari dengan menggunakan gaya mengajar resiprokal. Rancangan penelitian mengunakan model Kurt Lewin yang terdiri dari empat tahapan yaitu 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, 3) observasi dan 4) refleksi. Instrumen dalam penelitian ini adalah pengumpulan data tes unjuk kerja. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan pendekatan gaya mengajar resiprokal. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IVa SDN Sungai Jingah 5 Banjarmasin yang berjumlah 27 orang, terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Berdasarkan analisis data menunjukkan hasil belajar variasi lari pada siklus I sebesar 36% (9 orang) kemudian pada siklus II meningkat sebesar 72% (18 orang) dinyatakan tuntas Hasil analisis menunjukkan ketuntasan hasil belajar variasi lari dengan penerapan gaya mengajar resiprokal pada siklus I ke siklus II mengalami perbaikan dan perubahan peningkatan ketuntasan secara individual maupun secara keseluruhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa melalui gaya mengajar resiprokal dapat meningkatkan hasil belajar variasi lari pada siswa kelas IVa SDN Sungai jingah 5 Banjarmasin
Sport recovery penunjang prestasi yang sering dilupakan
Abdul Jabbar Amar;
Tri Setyo Guntoro;
Tery Wanena;
Yos Wandik;
Miftah Fariz Prima Putra
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 22, No 4 (2023): Special Issue National Conference: Inovasi Pembelajaran & Kepelatihan Olahraga
Publisher : Lambung Mangkurat University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/multilateral.v22i4.16469
Latihan merupakan salah satu cara menjaga performa atlet agar tetap stabil dan terus meningkat. Di sisi lain latihan juga menuntut beban berat bagi atlet baik fisik maupun mental yang dapat berakibat turunnya kinerja. Namun, keadaan penururan kinerja ini dapat terjadi sebaliknya bila teknik dan masa pemulihan yang memadai dilakukan. Teknik tersebut adalah sport recovery yang akan membuat atlet terhindar dari kelelahan, over reaching (melampaui batas) dan overtraining (latihan berlebihan). Tujuan artikel ini adalah mengulas secara singkat tentang pemulihan dan massase dalam konteks olahraga. Atlet mendapatkan banyak beban dikarenakan latihan yang melebihi ambang fisiologisnya. Akibatnya atlet mengalami kelelahan yang mengakibatkan penurunan performa atau overreaching. Fenomena yang umumnya terkait dengan kelelahan akibat latihan adalah overreaching dan overtraining yang dapat mempengaruhi seorang atlet untuk mengerahkan kapasitas kekuatan mereka. Overtraining tersebut diakibatkan oleh overreaching yang tidak ditangani dengan baik sehingga menyebabkan sindroma overtraining. Keadaan kelelahan ini harus di imbangi dengan pemulihan supaya keseimbangan fungsional organisme diperoleh kembali dengan membangun kembali sumber daya berupa kemampuan fisiologis dan psikologis. Salah satu pemulihan yang bisa diterapkan adalah menggunakan metode masase. Pada kesimpulannya masase dapat membantu memperlancar aliran darah di otot sehingga dapat digunakan saat latihan dan pemulihan.
Kombinasi metode hurdle drill dan ladder drill dalam latihan tendangan nare chagi pada atlet taekwondo junior
Tahta Syam Utama Persada;
Mashud Mashud;
Ma’ruful Kahri
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 22, No 4 (2023): Special Issue National Conference: Inovasi Pembelajaran & Kepelatihan Olahraga
Publisher : Lambung Mangkurat University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/multilateral.v22i4.16651
Taekwondo adalah beladiri dari Korea Selatan yang terdiri dari tiga kata yaitu Tae, kwon dan do. Tae berarti kaki atau menghancurkan dengan kaki, Kwon yang berarti tangan atau menghantam dan mempertahankan diri dengan tangan serta Do sebagai seni atau cara untuk mendisiplinkan diri. Maka jika diartikan secara sederhana, Tae Kwon Do berarti seni atau cara mendisiplinkan diri atau seni bela diri yang menggunakan teknik kaki dan tangan kosong. Salah satu Teknik kaki adalah Teknik tendangan nare chagi. Tendangan Nare chagi dipakai untuk serangan tendangan melompat di udara dengan satu kaki sebagai pancingan dan kai kedua sebagai tendagan ke sasaran yang cepat dan kuat. Metode Latihan yang digunakan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan tendangan nare chagi. Metode Hurdle Drill fungsinya untuk lompatan di udara saat melakukan tendangan nare chagi agar lebih baik dan kuat , Metode lain yang digunakan adalah Ladder Drill fungsinya untuk melakukan tendangan nare chagi dengan cepat, serta kombinasi metode Hurdle drill dan Ladder Drill fungsinya untuk melakukan tendaangan melompat di udara dengan cepat dan kuat. Sehingga dalam Paper ini penulis bertujuan untuk mengjkaji Kombinasi Metode Hurdle Drill dan Ladder Drill dengan harapan dapat memperbaiki keterampilan tendangan Nare Chagi. Dari situasi demikian, penulis mencoba untuk Menyusun penulisan tentang teknik tendangan khususnya Nare chagi dengan menggunakan metode hurdle dan ladder drill pada atlit Taekwondo Junior. Penyusun akan berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan teknik tendangan tersebut, sehingga tujuan dan Prestasi yang diinginkan akan tercapai.
Analisis hubungan antropometri terhadap kemampuan pukulan atlit tinju
Dody Tri Iwandana
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 22, No 4 (2023): Special Issue National Conference: Inovasi Pembelajaran & Kepelatihan Olahraga
Publisher : Lambung Mangkurat University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/multilateral.v22i4.16418
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui analisis faktor antropometri terhadap kemampuan pukulan atlit tinju di Kabupaten Bantul. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode korelasi. Populasi penelitian ini adalah atlit tinju Kabupaten Bantul, dengan jumlah sampel 12 atlit yang diambil secara total sampling. Analisis data menggunakan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan linier antara keterampilan memukul dengan tinggi badan dengan nilai signifikansinya adalah 0,847 > 0,05. Terdapat hubungan linear antara kemampuan pukulan dan berat badan dengan nilai signifikansi yaitu 0,400 > 0,05. Terdapat hubungan linear antara kemampuan pukulan dan panjang lengan dengan nilai signifikansi yaitu 0,123 > 0,05.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linear antara tinggi badan, berat badan, dan panjang lengan terhadap kemampuan pukulan atlit tinju. Diharapkan bagi pelatih tinju dapat memperhatikan faktor antrophometri dalam pencarian bibit atlit tinju agar kelak ketika dilatih atlit tersebut dapat berkembang dan bisa berprestasi.
Gerak dasar dan permainan tradisional
Ivon Marlin Dike;
Miftah Fariz Prima Putra;
Yos Wandik
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 22, No 4 (2023): Special Issue National Conference: Inovasi Pembelajaran & Kepelatihan Olahraga
Publisher : Lambung Mangkurat University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/multilateral.v22i4.16466
Salah satu tujuan pelaksanaan pendidikan jasmani, Olahraga dan Kesehatan di sekolah dasar adalah meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar siswa. Gerak dasar jalan, lari dan lompat merupakan gerak dasar lokomotor yang perlu dikembangkan di sekolah dasar (SD) disamping gerak dasar lainnya. Gerak dasar lokomotor merupakan salah satu domain dari gerak dasar fundamental (fundamental basic movement), di samping gerak dasar non-lokomotor dan gerak dasar manipulatif, gerak dasar lokomotor yang merupakan pokok bahasan yang diajarkan disekolah dasar (SD). Gerak dasar mempunyai peran penting dalam pembelajaran pendidikan jasmani, terutama cabang olahraga yang menuntut perpindahan tempat atau titik berat badan seperti lari cepat, lompat jauh, lompat tinggi dan cabang olahraga lainnya. Kemampuan gerak dasar dapat diterapkan dalam aneka permainan, olahraga, dan aktivitas jasmani yang dilakukan sehari-hari. Permainan tradisional merupakan salah satu jenis permainan yang dapat memberikan manfaat untuk perkembangan pertumbuhan anak. Permainan tradisional mempunyai hubungan yang erat dengan perkembangan intelektual, sosial, serta karakter anak.