cover
Contact Name
Lukman Hakim Husnan
Contact Email
elha@stiqlathifiyyah.ac.id
Phone
+628115701309
Journal Mail Official
stiqlathifiyyah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Basuki Rahmat, Lrg. Zuriah, No. 173 Kel. Talang Aman, Kec, Kemuning, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Al-Dirayah
ISSN : 2621315X     EISSN : 27212580     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Al-Dirayah adalah Jurnal Studi Al-Quran dan Al-Hadits yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Al-Lathifiyyah Palembang. Memuat berbagai naskah akademik yang berkaitan dengan Ilmu Al-Quran dan Ilmu Hadits berupa: (1) Hasil penelitian; (2) Naskah Opini, (3) Resensi Buku, atau artikel-artikel keagamaan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 92 Documents
NON MUSLILM SELAMAT DIL AKHILRAT (Studi Komparatif Tafsir Q.S. Al-Baqarah: 62 dan Al-Maidah: 69 dalam At-Tahrir wa Tanwir dan Al-Manar) M. Khai Hanif Yuli Edi Z; Deden Mula Saputra
Al-Dirayah Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Q.S al-Baqarah ayat 62 dan al-Maildah ayat 69 mengilsyaratkan bahwa non muslilm akan mendapatkankeselamatan dil akhilrat. Oleh karena iltu muncul berbagail macam pertanyaan-pertanyaan dil dalam pilkilran kilta. Nonmuslilm yang sepertil apa yang mendapat keselamatan dil akhilrat? Apa saja krilterilanya? alpalkalh ilnil bersilfalt umumuntuk non muslilm sebelum Nalbil Muhalmmald SAlW dilutus daln setelalh Nalbil dilutus? Dal alm alrtilkel ilnil penulils alkalnmemfokuskaln paldal palndalngaln Muhalmmald Albduh, Ralsyild rildhal daln Ilbnu alsyur. Metode dal alm peneliltilaln ilnilalnal ilsils kepustalkalaln yalng menggunalkaln pendekaltaln kual iltaltilf. Peneliltilaln ilnil bertujualn untuk memberilkalnwalwalsaln mendal alm mengenalil perspektilf yalng beralgalm terkalilt keselalmaltaln alkhilralt balgil non-Muslilm,sebalgalilmalnal dilalrtilkaln oleh dual talfsilr yalng memegalng peraln pentilng dal alm traldilsil Ilslalm. Talfsilr Talhrilr wal Talnwilrdaln Talfsilr Al -Malnalr dilalnggalp sebalgalil kalryal-kalryal klalsilk modern yalng mewalkil il pemalhalmaln kontekstual, hilstorils,daln filosofils dalril alyalt-alyalt tersebut. Halsil dalril peneliltilaln ilnil balhwal Muhalmmald Albduh, Ralsyild Rildhal daln IlbnuAlsyur aldal kesepalkaltaln balhwal non muslilm yalng selalmalt dil alkhilralt sebelum Nalbil Muhalmmald SAlW dilutus aldal alhsilalpal saljal yalng mengilkutil Nalbil-nalbil terdalhulu yalng memil ilkil perilncilaln krilterilal yaliltu (Merekal berilmaln kepaldal Allalhdengaln ilmaln yalng lurus benalr sesualil aljalraln Ilslalm, Merekal berilmaln kepaldal kiltalb Ilslalm, yaliltu kiltalb-kiltalb yalngdilturunkaln Allalh Swt kepaldal nalbilnyal malsilng-malsilng, Berilmaln secalral keseluruhaln daln benalr terhaldalp kiltalb yalngdilturunkaln kepaldal nalbil merekal, Bersilkalp Khusu’ terhaldalp aljalraln yalng dilbalwal oleh nalbil merekal sebalgalil bualhaldalnyal ilmaln yalng benalr dal alm daldal daln perbualtaln merekal, tildalk menukalr altalu melalkukaln jual belil terhaldalpalyalt-alyalt Allalh dengaln kesenalngaln kehildupaln dunilal). Dengaln demilkilaln, alrtilkel ilnil berfungsil sebalgalil sumbalngalnkonstruktilf untuk memalhalmil daln mengalpresilalsil keralgalmaln keyalkilnaln dal alm Ilslalm.
Kaidah Qira’at Imam Nafi’ Riwayat Warsy dan Penerapannya di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Putri Al-Lathifiyyah Palembang Lailatul Mu'jizat
Al-Dirayah Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Volume 6, Nomor 2, Tahun 2020Kaidah Qira’at Imam Nafi’ Riwayat Warsy dan Penerapannya diPondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Putri Al-Lathifiyyah PalembangLailatul Mu’jizatSekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al-Lathifiyyah PalembangEmail: lailatulmukjizat70@gmail.comABSTRACTThis research is motivated by the emergence of Qira'at knowledge which mustbe studied and practiced so that it is not lost and considered foreign by Muslims. Thistype of research is a field research (field research). While the type of data used isqualitative data. Sources of data used in this study are primary data sources andsecondary data sources. In analyzing data using three procedures, namely datareduction, data presentation, and data verification or drawing conclusions. Qira'at is ascience that studies the different ways of pronouncing al-Qur'an which is adopted byone of the Imams based on the sanad-sanad which is continued to the ProphetMuhammad. In order to carry out the teachings of the Prophet, the leadership of theAl-Lathifiyyah Islamic Boarding School for the daughter of Al- Lathifiyyah inPalembang carried out the agenda of grounding the Qira'at, in this case the Qira'atImam Nafi 'History of Warsy. There are several things that become the reference forthis research, namely: What is the rule of Qira'at Imam Nafi from Warsy?, how are theefforts to implement the Qira'at Imam Nafi History of Warsy at Pondok PesantrenTahfizhul Qur'an Putri Al-Lathifiyyah Palembang? And what are the problemsexperienced by students in understanding Qira'at Imam Nafi, according to Warsy inthe Islamic boarding school Tahfizhul Qur'an Putri Al-Lathifiyyah Palembang ?. Theresults of this study concluded that the rules of Qira'at Imam Nafi from Warsy's historywere to use the ushuliyyah rule and the Farsyul letter rule. Meanwhile, the applicationof the learning process of Qira'at Nafi 'in Warsy's history is to use a variety of readingBi al-ifrad (Mufrod Method), namely Qori' reading qira'at by specifying the variety ofreadings from one narration. The history used is Imam Nafi's history 'Warsy's history.Talaqqi and sima'i systems and with a Tadwir tempo. The problems experienced bySantriwati in Qira'at learning at the Tahfidzul Qur'an Putri Al-Lathifiyyah IslamicBoarding School in Palembang include: shortness of breath, due to age, lack of interestin learning Qira'at, laziness, difficulties in the rules and limited time in learningQira'at.
AL-MALIK DALAM TELAAH I’JĀZ AL-QUR’AN (Analisis Semantik Toshihiko Izutsu Terhadap Kata Al-Malik) Handayani, Tri; Muhammad Soleh Susanto
Al-Dirayah Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan telaah mendalam terhadap konsep Al-Malik dalam kajian I`jaz al-Qur`an, dengan fokus pada analisis semantik Toshihiko Izutsu. Konsep ini memiliki signifikansi penting dalam pemahaman al-Qur`an. Karna di dalam al-Qur`an kata yang menunjukkan Raja/ Penguasa tidak hanya menggunakan kata Malik juga terdapat kata lainnya, seperti Fir`aun yang digunakan al-Qur`an dalam kisah Nabi Musa. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan menggunakan data primer dari perpustakaan. Berdasarkan analisis semantik Toshihiko Izutsu, ditemukan beberapa i’jaz Al-Qur’an pada gelar al-malik tersebut. Yang pertama, dari sisi ketelitian kosa kata, sosok tersebut digelari Al-Malik karena memiliki perangai yang berbeda dengan Firaun. Sebaliknya, Firaun adalah penguasa yang kejam. Kedua, dari sisi isyarat ilmiah, Al-Malik tidak digelari dengan ‘firaun’ sebagaimana umumnya penguasa Mesir kuno karena ia bukan orang Mesir
KECURANGAN DALAM TRANSAKSI JUAL BELI MENURUT QS. AL-MUTHAFFIFIN:1-6 (STUDI ANALISIS FENOMENA ONLINE SHOP) Moudy Khansa Putri; Deden Mula Saputra
Al-Dirayah Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan transaksi jual beli yang dilakukan secara daring di berbagai platform media sosial marak terjadi di Tengah Masyarakat. Transaksi ini disinyalir memberikan kemudahan karena tidak terbatas jarak dan waktu. Namun, disamping kemudahan tersebut masih banyak ditemui praktik kecurangan dalam transaksi online shop yang seringkali dianggap remeh dan biasa tanpa memikirkan akibat yang akan ditanggung setelahnya. Dan praktik kecurangan dalam transaksi jual beli sebenarnya bukan suatu hal yang baru melainkan sudah terjadi sejak zaman dahulu, sebagaimana hal tersebut telah termaktub dalam kitab suci Q.S Al-Muthaffifin: 1-6. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kecurangan dalam transaksi jual beli menurut QS. Al-Muthaffifin: 1-6 (studi analisis fenomena online shop). Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian library research dan bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan penafsiran al-Qur’an metode analisis (tahlili) yang berusaha menerangkan kandungan ayat alquran dari berbagai sisi, Selain itu teori yang dipakai yakni teori fraud triangle, fraud scale dan muamalah maliyah sebagai kerangka teori untuk kemudahan dalam proses memahami masalah yang dibahas. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu kecurangan dalam transaksi online shop termasuk perbuatan yang terancam akan mendapatkan kecelakaan, kebinasaan, kehinaan baik di dunia maupun di akhirat, sehingga Allah SWT melarang praktik kecurangan tersebut. Sebagaimana kecurangan dalam QS. Al-Muthaffifin 1-6 secara garis besar, dapat diperluas dengan berbagai aspek, sehingga praktik kecurangan dan penipuan pada online shop dapat disebut sebagai muthaffifin.
SENI RUPA DALAM AL-QUR’AN (QS, SABA’: 13) Ahmad Arif Utama; Nurul Ahmadi
Al-Dirayah Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian skripsi ini bertema SENI RUPA DALAM ALQUR’AN (TAFSIR TAHLILI QS, SABA’: 13). Skripsi ini di latar belakangi mengenai bagaimana seni rupa terbentuk dari perkembangan zamannya terutama di dalam .Al-Qur’an, sehingga dengan melihat perkembangan seni rupa ini menjadikan solusi pandangan bahwa bisa jadi seni rupa itu sendiri bisa membawa kebaikan maupun membawa keburukan. Dalam penelitian ini, seni rupa merupakan cabang dari seni. Seni rupa merupakan suatu karya seni yang diwujudkan secaranampak dapat memberikan keindahan, rasa dan kepuasan bagi para penikmat. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa di zaman Nabi Sulaiman pernah membuat karya seni rupa yakni dalam Qs, Saba’: 13. Seni rupa dalam Al- Qur’an dijelaskan bawah sudah ada sejak zaman Nabi Sulaiman, hal ini dijelaskan dalam Qs, Saba’:13 bahwa para jin yang diperintah oleh Nabi Sulaiman untuk membuat berupa maharib (gedung-gedung, rumah, masjid), tamatsil (patung, gambar-gambar), jifan (piringpiring), qudurirrosiyat (periuk-periuk untuk memasak), kesemua ini termasuk kedalam bidang seni rupa, bahwasanya seni rupa merupakan bentuk yang diciptakan secara nampak. seni rupa dalam Qs, Saba’:13 menjelaskan bahwa seni rupa pada zaman Nabi Sulaiman sangat berpengaruh dalam keberhasilan terhadap sosial budaya, antara lain membuat keindahan bagi kota Yerussalem.
RELASI ANTARA JIN DAN MANUSIA MENURUT AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Maudhu’i) Anisah Azzahra; Andy Hariyono
Al-Dirayah Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami penafsiran mufassir tentang ayat-ayat yang menjelaskan relasi antara manusia dan jin dalam Al-Qur’an. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan kualitatif tafsir melalui tematik maudhu’i. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis data mengalir (Flow Model), yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi antara manusia dan jin memiliki dua bentuk, yaitu relasi asosiatif dan disosiatif. Relasi asosiatif terdapat dalam surah al-Zariyat ayat 56, yang menggambarkan hubungan baik antara jin dan manusia dalam konteks ibadah. Sedangkan relasi disosiatif terdapat dalam surah al-An’am ayat 128, yang menggambarkan hubungan buruk, di mana jin dan manusia berkolaborasi dalam kemaksiatan. Surah al-Jin ayat 6 juga menjelaskan tentang relasi buruk, di mana manusia meminta perlindungan kepada jin, yang mengarah pada kesyirikan. Selain itu, surah al-Nas ayat 6 menunjukkan kerja sama antara jin dan manusia dalam menyesatkan umat manusia, dengan keduanya berperan sebagai setan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa relasi antara jin dan manusia dapat memberikan dampak baik maupun buruk. Dampak positifnya adalah memperkuat keimanan kepada Allah SWT, sementara dampak negatifnya dapat berupa gangguan, kesulitan, kesyirikan, dan kerugian sosial. Untuk menghindari gangguan jin, manusia disarankan untuk beristighfar, berdzikir, dan menjauhi langkah-langkah setan.
RESEPSI TAFSIR AL-QUR’ANUL HAKIM (AL-MANAR) RASYID RIDHO Yuni Padhila; Agung Kurniawan
Al-Dirayah Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasyid Ridha dalam tafsirnya menekankan pentingnya pemahaman rasional dan kontekstual terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, menjadikan tafsir ini berorientasi pada pembaruan pemikiran umat Islam, jaminan dari takhayul, serta pembentukan masyarakat yang berkeadilan berdasarkan nilai-nilai Islam. Tafsir ini menggunakan pendekatan tematik dan analitis, kesesuaian ayat-ayat Al-Qur'an dengan realitas sosial, politik. Salah satu ciri utama tafsir ini adalah penggunaan metode kritik terhadap tradisi tafsir klasik yang dianggap kurang aplikatif terhadap konteks modern, serta semangat untuk menyatukan umat Islam dalam menghadapi imperialisme dan kekerasan. Meski menuai banyak pujian, tafsir ini juga tidak luput dari kritik, terutama terkait dengan metode rasionalnya yang dianggap oleh sebagian ulama.
MENELAAH TAFSIR AL-QUR'AN MELALUI LENSA ANALISIS WACANA KRITIS Annisa, Ayu; Idrus Alkaf; Halimatussa’diyah
Al-Dirayah Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to explore the interpretation of the Qur'an through the Critical Discourse Analysis (CDA) approach. The Qur'an, as a sacred text in Islam, plays a crucial role in providing spiritual guidance and laws for Muslims. However, traditional understandings of the Qur'an often limit the expression of holistic and relevant meanings in the context of modern times. In an effort to attain a deeper and contextual understanding, this research proposes the use of CDA as an interpretative lens. CDA offers a critical and reflective framework for analyzing texts, revealing power structures, ideologies, and conflicts contained within. Through this approach, the research aims to open new interpretative spaces for the Qur'an, enabling a more comprehensive and relevant understanding of its messages. The research methodology involves analyzing selected Qur'anic texts using the CDA framework, focusing on the revelation of power structures, conflicts, and ideologies within the texts. It is expected that the results of this research will significantly contribute to the development of Islamic religious thought and strengthen the relevance of the Qur'an in the context of modern life.
KONTEKSTUALISASI TAFSIR AL-AZHAR DAN KEHIDUPAN ISLAMI ERA DIGITAL Prio Dwi Atmojo
Al-Dirayah Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada nilai-nilai Islami di zaman modern dalamTafsir Al-Azhar, dengan tujuan untuk memahami bagaimana tafsir klasik ini dapatberfungsi sebagai panduan dalam era digital. Pertanyaan utama yang diangkatadalah bagaimana Tafsir Al-Azhar dapat berfungsi sebagai panduan dalam eradigital. Penelitian ini juga ingin mengetahui nilai-nilai Islami yang digali dari TafsirAl-Azhar yang relevan untuk konteks zaman modern. Penelitian ini bertujuan untukmembahas nilai-nilai Islami di zaman modern dalam Tafsir Al-Azhar sebagai panduan dalam era digital. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif yangditerapkan dalam penelitian ini terdiri dari dua pendekatan utama. Studi Literaturdilakukan dengan menganalisis teks Tafsir Al-Azhar secara mendalam untukmemahami metodologi tafsir, nilai-nilai Islami, dan ajaran yang terkandung didalamnya. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensifmengenai konten dan konteks Tafsir Al-Azhar sebagai dasar teori penelitian ini.Selanjutnya, Analisis Konten akan dilakukan dengan memeriksa isi konten digitalyang terkait dengan Tafsir Al-Azhar, seperti media sosial, blog, dan platform online.Tujuannya adalah untuk menilai bagaimana Tafsir Al-Azhar diterapkan dandipahami dalam konteks digital, serta mengidentifikasi peran dan dampaknya diplatform-platform tersebut. Penelitian ini menyoroti bahwa Tafsir Al-Azhar dapatberfungsi sebagai panduan moral dan etika dalam era digital. Tafsir Al-Azhar, salahsatu karya tafsir Al-Qur'an yang terkenal, mengandung ajaran yang relevan untukkonteks modern, termasuk menghadapi tantangan teknologi digital. Salah satuprinsip utama dalam tafsir ini adalah kejujuran. Kejujuran sangat penting dalampenggunaan media sosial, di mana pengguna harus menyampaikan informasi yangbenar dan menghindari penyebaran hoaks. Dalam perdagangan online, kejujuranmenjaga kepercayaan antara penjual dan pembeli, dengan penjual memberikaninformasi akurat tentang produk dan pembeli memberikan ulasan yang jujur.
REINTERPRETASI PEMIKIRAN TASAWUF AL-GHAZALI DALAM KONTEKS TAFSIR MODERN: RELEVANSINYA TERHADAP NILAI-NILAI MORAL DAN KEMANUSIAAN Lukman Hakim; Siti Alfiatun Hasanah
Al-Dirayah Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Ghazali sebagai salah satu tokoh utama dalam tradisi tasawuf Islam, menawarkan pandangan yang spesifik mengenai hubungan antara manusia dengan Tuhan, diri sendiri, dan sesama. Melalui pendekatan spiritual dan etika tasawufnya, al-Ghazali mengajarkan pentingnya pembersihan hati, dan pengendalian diri untuk mencapai kebahagiaan hidup yang hakiki. Dalam tafsir modern, pendekatan ini memiliki potensi besar untuk memberikan perspektif yang lebih humanis dan inklusif, yang dapat membantu merespons tantangan-tantangan social, moral dan kemanusiaan yang dihadapi umat manusia saat ini, seperti ketidakadilan, konflik sosial, dan marginalisasi. Adapun beberapa konsep etika tasawuf alGhazali yang dapat dijadikan pijakan untuk membangun tafsir yang lebih sensitif terhadap nilai-nilai moral dan kemanusiaan di antaranya tafakku, muraqabah dan muhasabah, sabar, al-itsar, mahabbah, tawadhu’, riyadhah dan mujahadah.

Page 9 of 10 | Total Record : 92