cover
Contact Name
Fajry Sub'haan Syah Sinaga
Contact Email
fajry.sinaga@fbs.unp.ac.id
Phone
+6285647718448
Journal Mail Official
fajry.sinaga@fbs.unp.ac.id
Editorial Address
Jalan Belibis No.21 A , Air Tawar Barat, Padang Utara, Kota Padang - Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik
ISSN : -     EISSN : 26570599     DOI : https://doi.org/10.24036/musikolastika
Core Subject : Art,
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Musik Jurusan Sendratasik FBS UNP sebagai media untuk menyalurkan pemikiran dan hasil penelitian pada domain: (1) Pertunjukan Musik; (2) Pendidikan Musik; (3) Musikologi; dan (4) Etnomusikologi dalam format artikel penelitian, artikel telaah/studi literatur, laporan kasus, serta artikel konseptual atau kebijakan.
Articles 93 Documents
Peningkatan Kompetensi Guru Seni Musik Melalui Pembelajaran Berbasis Literasi Menggunakan Pendekatan Kontekstual Irdhan Epria Darma Putra; Rudi Nofindra; Agung Dwi Putra
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v2i2.45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru seni budaya (musik) berbasis literasi yang mengedepankan pembelajaran humanistik dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Melalui pembelajaran literasi dengan memasukkan unsur kearifan lokal, diharapkan mampu mendorong guru untuk menggunakan strategi pembelajaran kontekstual agar relevan dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kepustakaan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan seni dan budaya di sekolah menjadi sangat terbatas, salah satunya karena keterbatasan literasi. literasi yang dimaksud dapat dilakukan dengan jalan observasi, selain itu dapat pula dilakukan dengan melakukan aktivitas konkret atas realitas yang dihadapi peserta didik dan hasilnya dipaparkan dalam bentuk tulisan atau karya seni. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran khususnya pada mata pelajaran seni dan budaya.
Pemanfaatan Perangkat Teknologi dalam Pembelajaran Musik Berbasis Tematik sebagai Peningkatan Keterampilan Abad 21 Bagi Guru Sekolah Dasar Ardipal Ardipal
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v2i2.47

Abstract

Pemanfaatan teknologi merupakan salah satu keterampilan yang diperlukan di era abad 21 ini, tak terkecuali diperlukan oleh guru. Pemanfaatan teknologi oleh guru dalam proses pembelajaran, menjadikan proses pembelajaran tersebut lebih berkualitas dan bermakna, antara lain dapat meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa penggunaan teknologi dapat meningkatkan kemampuan yang berkaitan dengan pemrosesan informasi, berpikir reflektif dan kritis, kreativitas dan, secara umum meningkatkan keterampilan metakognitif. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi perangkat teknologi yang digunakan oleh guru dalam mengajar musik berbasis tematik di sekolah dasar. Sebanyak 27 guru dari 9 sekolah dasar di kota Padang, Sumatera Barat disurvei menggunakan kuesioner. Selain itu, guru diwawancarai terkait pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran musik berbasis tematik. Temuan studi ini menunjukkan bahwa sebanyak 48,1 % (13 guru) menggunakan smart-phone dalam proses pembelajaran musik berbasis tematik; 33,3 % (9 guru) menggunakan notebook; dan 18,5 % (5 guru) tidak menggunakan perangkat teknologi. Langkah-langkah yang direkomendasikan untuk memperbaiki situasi saat ini adalah dapat memberikan edukasi dan wawasan pada guru di sekolah dasar dalam pemanfaatan perangkat teknologi yang terbukti berguna untuk pertimbangan global.
Metode Pengumpulan Data Penelitian Musik Berbasis Observasi Auditif Ichsan Ichsan; Arhamudin Ali
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v2i2.48

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan potensi pengetahuan auditif sebagai teknik observasi dalam suatu penelitian musik. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan kajian musikologi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa teknik observasi auditif merupakan sebuah tawaran teknik observasi pada suatu penelitian yang dapat digunakan bukan hanya pada domain penelitian musik, akan tetapi dapat juga digunakan pada jenis penelitian lainnya yang bersifat antropologis dan fenomenologis. Teknik observasi merupakan teknik yang sangat lazim digunakan dalam penelitian kualitatif. Penelitian berbasis teknik observasi dalam suatu penelitian telah lama didominasi oleh observasi secara visual dibandingkan secara auditif yang sampai saat ini jarang sekali digunakan.
Analisis Tekstual Koyunbaba Karya Carlo Domeniconi: Bentuk dan Struktur Bagian I Moderato Birul Walidaini
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v2i2.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan struktur musik bagian I Moderato dari Koyunbaba karya Carlo Domeniconi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu teks atau partitur lagu Koyunbaba (Suite Für Gitarre Op.19) karya Carlo Domeniconi. Penelitian difokuskan pada bentuk dan struktur musik dari koyunbaba bagian pertama yaitu I Moderato. Data utama dalam penelitian ini adalah teks atau partitur dari koyunbaba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah birama dalam bagian pertama I Moderato ini adalah empat puluh dua birama. Setelah dianalisis strukturnya berdasarkan ilmu bentuk dan analisis musik, maka terdapat delapanperiode atau kalimat yang didalam setiap periode berisikan anak kalimat dan motif. Pada bagian pertama I Moderato, motif-motif yang dituliskan merupakan motif yang berpotensi diulang pada bagian-bagian selanjutnya. Bagian pertama ini juga berfungsi sebagai introduction atau pengenalan terhadap karya koyunbaba ini. Dalam bagian pertama ini ditemukan motif-motif yang cukup beragam karena dalam sejarahnya karya ini merupakan hasil improvisasi yang dituliskan ke dalam partitur.
Apresiasi Lintas Genre Musik Indonesia Melalui Synchronize Festival Dadang Dwi Septiyan
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v3i1.57

Abstract

Synchronize Festival merupakan festival musik multi-genre tahunan berskala nasional yang mengundang puluhan ribu audiens untuk merayakan keberagaman jenis musik hidup di lima panggung selama tiga hari, tiga malam, menikmati suguhan 100-an pertunjukan terkurasi dari artis-artis terbaik tanah air yang datang dari dekade 1970-an, 1980-an, 1990-an hingga 2000-an. Melihat popularitas Synchronize Festival yang digandrungi oleh penikmat musik lintas genre di Indonesia, maka penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi deskriptif tentang kontribusi yang diberikan Synchronize Festival terhadap pendidikan apresiasi musik lintas genre musik. Hasil penelitan menunjukan bahwa, Synchronize Festival dapat meng-capture industri musik tanah air dan berupaya memfasilitasi seluruh genre musik, termasuk musik-musik yang dianggap “norak”. Salah satu karakter Synchronize Festival yaitu mengundang musik-musik yang kesannya sudah tertinggal kemudian dikenalkan kembali kepada penonton, yang pada akhirnya mengedukasi penonton yang sebelumnya tidak mengetahui menjadi banyak pengetahuan baru yang didapat setelah hadir dalam Synchronize Festival.
Video Interaktif Materi Tangga Nada Sebagai Media Pembelajaran di Era Pandemi Covid-19 Arta Mulya Budi; Heni Siswantari
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v3i1.58

Abstract

Pada era pandemi Covid-19 ini, pemanfaatan teknologi memiliki dampak baik bagi peserta didik sekolah dasar maupun guru. Pembelajaran pada era pandemi mengalami beberapa perubahan yang salah satunya adalah pembelajaran daring atau online. Pemanfaatan teknologi berupa media video interaktif pembelajaran dapat mempermudah peserta didik untuk memahami materi yang diajarkan meskipun tidak melakukan pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subyek peserta didik kelas V sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket dan observasi. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui penerapan media video interaktif kedalam pembelajaran SBdP secara online selama pandemi berlangsung. Hasil akhir pada penelitian ini adalah media video interaktif yang dijalankan sesuai dengan prosedur penggunaan dapat diterapkan dengan baik dalam pembelajaran SBdP di era pandemi Covid-19.
Dialektika Musik Tradisi atas Musik Modern pada Musik Hybrid di Keraton Yogyakarta Michael Hari Sasongko; Supriyadi Supriyadi
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v3i1.59

Abstract

Pemikiran modern bersifat anti-tradisi,akan tetapi di dalam musik Mars Tradisional Keraton Yogyakarta bertemu dan berdialektika dengan musik Barat (yang melahirkan pemikiran modern sejak Renaisans. Melalui metode dialektika ala Hegel yang dikembangkan Arato Gebhardt, pertemuan ini menghasilkan sintesis, yakni lagu hybridKeraton, baik instrumen maupun tangga nada dimana kedua unsur kebudayaan hadir bersamaan dalam sebuah pertunjukan musik. Dialektika ini pada hakikatnya adalah“rekonsiliasi”. ​Fenomena inimerupakan perjuangan atas "kesetaraan kekuasaan" sebagai strategi kebudayaan dalam menghadapi dominasi penjajah. Dominasi penjajah ini meliputi segala aspek dari ekonomi, politik, sosial, kebudayaan, dan sebagainya, yang membuat bangsa Indonesia (Boemi Poetera) tidak dapat bergerak.
Kreativitas Guru dalam Pembelajaran Karawitan Jawa Christina Dwi Hartanti
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v3i1.60

Abstract

Karawitan Jawa (Javanese Gamelan Orchestra) masih diminati sebagian orang Jawa. Dari perspektif pendidikan musik, orang-orang Jawa tidak mengalami banyak kesulitan dalam bermain gamelan sebab musik tersebut sudah menjadi bagian dari tradisi mereka. Namun tidak demikian bagi mereka yang tidak terbiasa dengan musik Jawa, terutama jika dikaitkan dengan istilah-istilah Jawa itu sendiri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kata/istilah dalam gamelan Jawa tidak hanya berhenti pada makna, tetapi lebih dari itu menjadi stimulus, sedemikian rupa, sehingga pembelajar/pemain gamelan merespons stimulus tersebut menjadi perilaku musikal. Penelitian ini berada dalam ranah konseptual dengan beberapa pendekatan psikologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, antusiasme akan mendorong pembelajar untuk mendalami karawitan dengan lebih dalam, terutama nilai-nilai yang terkandung di dalam kesenian Jawa tersebut (behind the text) seperti nilai filosofis, sosial, kebijakan lokal, norma kemanusiaan, nilai keugaharian, nilai kerohanian, dan terutama untuk memperoleh ‘roso’ yang merupakan ‘roh’ dari estetika Karawitan Jawa.
Makna Semiotik Kesenian Buncis Angklung bagi Masyarakat Desa Tanggeran di Banyumas Rifiana Abdul Razzak
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v3i1.64

Abstract

Seni dikatakan sebagai sebuah ekspresi manusia yang bersifat estetis dalam kehidupan masyarakat memiliki makna semiotik yang beragam. Buncis Angklung merupakan kesenian tradisional yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Desa Tanggeran dan memiliki makna semiotik bagi masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, menjelaskan, dan mendeskripsikan perwujudan makna semiotik kesenian Buncis Angklung yang berasal dari Desa Tanggeran Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan interdisipliner. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data seni dilakukan pada aspek intra dan ekstraestetik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kesenian Buncis Angklung memiliki rangkaian tahapan pertunjukan, yaitu tahap sebelum pertunjukan, saat pertunjukan, dan setelah pertunjukan. Pertunjukannya berupa tarian yang penarinya memainkan angklung sebagai iringan tarinya. (2) Dalam teks pertunjukan Buncis Angklung ditemukan adanya makna religius dan makna relasi.
Analisis Musik Iringan Lagu Aneuk Yatim Ciptaan Rafly Kande Haria Nanda Pratama; Abdul Rozak; Rico Gusmanto
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v3i1.66

Abstract

Lagu Aneuk Yatim merupakan karya musik bergenre pop ciptaan Rafly pada tahun 1999 yang menceritakan tentang keadaan sosial kehidupan anak-anak di Aceh terkait peristiwa konflik dan tsunami di tahun 2004, dan mencapai puncak popularitasnya baik secara lokal maupun nasional. Lagu Aneuk Yatim memiliki penggunaan instrumen dan harmoni iringan yang khas dalam kalimat lagu dengan harmoni iringan dan tangganada konvensional (background harmony). Hal tersebut menjadi rangkaian pendukung melodi yang dimainkan untuk menciptakan kesan dan pesan pada lagu. Penelitian ini mencoba untuk menguraikan dan mengidentifikasi penggunaan instrumen musik dan harmoni iringan pada lagu Aneuk Yatim, yang nantinya bisa dijadikan rujukan bagi peneliti dalam menganalisis karya musik lagu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Selanjutnya, pendekatan yang dilakukan untuk mempermudah pencarian data dilakukan dengan etik dan emik agar tercapainya kelancaran dalam proses pencarian sampai dengan pengelolaan data untuk mengindentifikasi penggunaan instrumen musik dan harmoni iringan pada lagu Aneuk Yatim. Metodologi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data yang terkait subjek maupun objek dengan cara berinteraksi langsung melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan partisipan. Penggunaan instrumen dalam lagu Aneuk Yatim terdiri dari accoustic guitar, keyboard, electric bass, dan drum set. Instrumen acoustic guitar, keyboard, dan electric bass merupakan instrumen melodis dan instrumen harmonis yang digunakan sebagai instrumen dalam memainkan melodi pada interlude, serta instrumen harmonis yang memainkan akor sebagai iringan pada melodi pokok. Harmoni iringan dan tangganada pada lagu Aneuk Yatim ini, seperti tangganada minor asli maupun minor harmonis, serta harmoni yang dipakai seperti akor I-IV-V (G-C-D

Page 3 of 10 | Total Record : 93