Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH METODE QUANTUM LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Angga Prayoga; Darlen Sikumbang; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 1, No 4 (2013): bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on observations in SMA Negeri 1 Purbolinggo, creative thinking skills by students haven’t been developed yet optimally. Alternative is the use of quantum learning. This study aimed to determine the effect of the use of quantum learning method the ability to think creatively by students in the major subject Human Motion Systems. This research is an experimental non-equivalent pretest-posttest-design study. The sample was XI IPA1 and XI IPA2 which was selected from the population using purposive sampling selected. Quantitative data obtained from the average value of pretest, posttest and N-gain. Qualitative data were in form of students’ learning activities, and students' responses to quantum learning method. The results demonstrate the ability to think creatively in high experimental class. The conclusion of the study is that there is a significant influence of quantum learning method toward creative thinking abilities of students in the material at the Human Motion Systems at SMA Negeri 1 Purbolinggo. Berdasarkan observasi di SMA Negeri 1 Purbolinggo, kemampuan berpikir kreatif oleh siswa belum dikembangkan optimal. Alternatif  yang digunakan yaitu penggunaan metode quantum learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode quantum learning terhadap kemampuan berpikir kreatif oleh siswa pada materi pokok Sistem Gerak Pada Manusia. Penelitian merupakan studi eksperimen dengan desain pretes postes non-equivalen. Sampel penelitian  siswa kelas XI IPA1 dan XI IPA2 yang dipilih dari populasi secara purposive sampling. Data kuantitatif diperoleh dari  rata-rata nilai pretes, postes, N-gain. Data kualitatif berupa aktivitas belajar siswa, dan  tanggapan siswa terhadap metode quantum learning. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen tinggi. Kesimpulan dari penelitian adalah terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan metode quantum learning terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi Sistem Gerak pada Manusia SMA Negeri 1 Purbolinggo. Kata kunci : kemampuan berpikir kreatif, metode quantum learning, sistem gerak pada manusia. 
PENGARUH PERILAKU BELAJAR, KECERDASAN EMOSIONAL DAN BUDAYA TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN AKUNTANSI (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang) Prayoga, Angga; Dongoran, Parlindungan; Widayati, Neneng
EKONOMI BISNIS Vol. 28 No. 1 (2022): EKONOMI BISNIS
Publisher : Universitas Islam Syekh-Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jeb.v28i1.2396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris apakah perilaku belajar, kecerdasan emosional dan budaya berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Perilaku belajar meliputi kebiasaan mengikuti pelajaran, kebiasaan membaca buku, kunjungan keperpustakaan, dan kebiasaan mengikuti ujian, kecerdasan emosional diukur berdasarkan lima komponen yaitu pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial, selanjutnya variabel budaya menggunakan perbedaan budaya serta budaya non jawa dan jawa. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Variabel yang digunakan adalah tingkat pemahaman akuntansi, perilaku belajar, kecerdasan emosional dan budaya. Uji yang digunakan adalah analisis linear berganda dengan menggunakan aplikasi program SPSS 25.0. Hasil analisis menunjukan pengaruh perilaku belajar, kecerdasan emosional dan budaya berpengaruh postif terhadap tingkat pemahaman akuntansi terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Secara simultan hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel perilaku belajar, kecerdasan emosional, dan budaya berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Analisis Komunikasi Interpersonal Guru dengan Siswa dalam Menciptakan Minat Belajar Pada SMK Muhammdiyah 13 Sibolga Simamora, Fauziah Nur; Siregar, Yani Sukriah; Purnamasari, Editha Dewi; Hasibuan, Yenni Rosyinah; Prayoga, Angga; Ayuni, Dinda; Nasution, Faiz Pahrizan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25491

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami pola komunikasi antara guru dan siswa SMK 13 Muhammdiyah sibolga. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pola komunikasi interpersonal antara guru dan siswa serta bagaimana pola tersebut berpengaruh pada minat belajar siswa. Subjek penelitian adalah guru dan siswa SMK Kelas XI. Objek penelitian adalah pola komunikasi interpersonal antara guru dan siswa dalam menciptakan minat belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pola komunikasi antara guru dan siswa dengan pengaruhnya dapat menciptakan minat belajar. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi pola-pola komunikasi yang muncul dalam interaksi antara guru dan siswa, kemudian memberikan kesimpulan tentang bagaimana pola-pola tersebut berperan dalam menciptakan minat belajar agar semakin baik lagi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya komunikasi interpersonal dalam menciptakan kemauan, minat belajar bagi siswa yang menjadi tantangan tersendiri bagi guru yang profesional, serta memberikan masukan yang berharga bagi pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif bagi siswa kelas XI SMK 13 Muhammdiyah Sibolga. Komunikasi interpersonal menekankan pentingnya menunjukkan simbol-simbol interaksi secara langsung agar siswa dapat memahami dan meniru dengan benar. Faktor Psikologis juga perlu di Perhatian, Guru mempersiapkan media yang telah ditetapkan beserta segala sesuatu yang dibutuhkan dalam penerapan media. Dalam menciptakan minat belajar siswa ,pola komunikasi nonverbal guru juga memegang peran penting dalam pendekatan. Dengan menggunakan pendekatan komunikasi interpersonal, guru di SMK 13 Muhammdiyah berusaha menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung perkembangan kemauan minat belajar yang akan bermuara pada hasil belajar siswa melalui media belajar
CAS-Plan: Civitas Academic of School - Differentiated Learning to Optimize Science Learning Oriented to Increasing Scientific Literacy in Class VII-B of SMP IT Ar Raihan Bandar Lampung Prayoga, Angga; Romli, Sunaryo; Agustiawan, Agustiawan; Yusuf, Eka Yustian; Misuri, Misuri
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 11, No 2 (2023): Jurnal bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of using CAS-Plan to improve students' scientific literacy skills in science learning. This Classroom Action Research was carried out on students in class VII-B SMP IT Ar Raihan Bandar Lampung which consisted of 24 students. Data on mastery of scientific literacy was collected using scientific literacy test instruments using test instruments that have been tested for validity, and reliability and have good distinguishing power. PTK is carried out in 2 cycles. In each cycle, there are two learning meetings. This research is declared successful if it meets all the specified criteria, namely (1) the student's scientific literacy test results increase from the previous cycle, (2) the student's mastery of scientific literacy skills is ≥ 75, class completion reaches ≥ 85% and the average score class ≥ 80. The results showed that 9 out of 24 students completed the scientific literacy of students before the action (pre-cycle) (37.5%), the class average was 58.0. After the action was taken, the results of the scientific literacy test showed that 22 students had completed it (91.6%), with a class average of 87.5. So, based on the research results, it can be concluded that the use of CAS-Plan in science learning has proven effective in increasing students' scientific literacy.
Penguatan Jiwa Kewirausahaan melalui Green School Movement bagi Siswa SMK Muhammadiyah 11 Sibuluan, Tapanuli Tengah Simamora, Fauziah Nur; Baroroh, Riski; Simamora, Mukti; Hutagalung, Heriyawan; Prayoga, Angga; Fadilah, Nia
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JAMSI - September 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1986

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan berwawasan lingkungan (green entrepreneurship) di kalangan siswa SMK Swasta Muhammadiyah 11 Sibuluan. SMK Swasta Muhammadiyah 11 Sibuluan berada di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah yang memiliki potensi sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpeluang besar untuk dapat dikembangkan melalui pendekatan wirausaha hijau. Program wirausaha hijau dapat berangkat dari tantangan utama di sekolah, yaitu rendahnya kesadaran lingkungan serta terbatasnya peluang usaha kreatif bagi siswa. Padahal, siswa SMK memiliki potensi untuk diarahkan menjadi wirausahawan muda yang inovatif dan peduli lingkungan. Melalui pendekatan Green School Movement, pengabdian tidak hanya mengedukasi tentang lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan seperti kreativitas, tanggung jawab, kerja sama, dan inovasi. Selain itu, siswa tidak hanya belajar teori dan bahkan langsung praktek dengan mengikuti pelatihan, workshop, dan proyek kewirausahaan kecil yang menghasilkan produk ramah lingkungan. Pendampingan yang dilakukan secara intensif siswa dapat menumbuhkan berpikir kreatif dalam memanfaatkan limbah menjadi barang bernilai ekonomis, membangun brand sederhana, dan memasarkan produk dalam skala sekolah. Proses pengabdian ditutup dengan melakukan pameran mini sebagai bentuk apresiasi dan evaluasi hasil kerja siswa, sekaligus membangun kepercayaan diri siswa sebagai calon pelaku usaha. Setelah dilakukan pengabdian, program diharapkan menjadi model inspiratif bagi sekolah lain di wilayah Tapanuli Tengah dan mampu memicu tumbuhnya budaya sekolah hijau yang mandiri secara ekonomi dan ramah lingkungan.
Pemberdayaan Masyarakat Desa yang Mandiri dalam Mengembangkan Potensi Lokal Menuju Desa Tegalwangi yang Berkelanjutan Wisri, Wisri; Novianti, Cucum; Abdurrohman, Abdurrohman; Firmansyah, Putra; Lismawati, Lismawati; Indri, Indri; Noviyanti, Mirana; Sofyan, Mohamad; Ningsih, Nia Kurnia; Melina, Gita; Prayoga, Angga; Sholeh, Mohamad Agus; Syifa, Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3144

Abstract

Kegiatan kuliah pengabdian masyarakat (KPM) bertujuan untuk  pemberdayaan masyarakat desa yang mandiri dalam mengembangkan potensi lokal menuju desa Tegalwangi  yang berkelanjutan. Kegiatan KPM ini sejalan dengan Tri Dharma perguruan tinggi dan memberikan pengetahuan sekaligus kinerja kepada mahasiswa melalui program-program pemberdayaan masyarakat desa Tegalwangi, kecamatan Weru, kabupaten Cirebon, provinsi Jawa Barat. Dilihat dari letak geografis desa tersebut, oleh karena itu dimanfaatkan sebagai nilai untuk dikembangkan serta memberikan wawasan baru kepada masyarakat di desa Tegalwangi, kecamatan Weru, kabupaten Cirebon, provinsi Jawa Barat. Objek sasaran beserta mahasiswa KPM dibimbing oleh dosen pembimbing lapangan dalam pelaksanaan KPM secara kolektif. Program yang diselenggarakan yaitu mencakup bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang ekonomi, bidang lingkungan, serta bidang sosial dan keagamaan. Hasil program kuliah pengabdian masyarakat melalui kegiatan KPM telah memberikan kontribusi positif terhadap kehidupan masyarakat.
ANALISIS PENANAMAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS V DI SDN 04 SINGKAWANG Angga Prayoga; Wahyuni Oktavia; Safrihady
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.28523

Abstract

This study aims to: (1) Environmental Care Attitude of grade V students at SDN 04 Singkawang (2) factors that influence the cultivation of environmental care attitudes through IPAS learning in grade V students of SDN 04 Singkawang. This research is a qualitative research, with questionnaire, interview and documentation methods. The subjects in this study were 34 people which included 1 educator from 33 students from class V SDN 04 Singkawang. The reason the researcher made class V as an informant is because they are at a stage of cognitive, social, and moral development that allows them to understand, respond, and express attitudes towards environmental issues quite well. In addition, they have obtained relevant learning materials, so they are considered appropriate and strategic in exploring the environmental care attitudes of elementary school students. The results showed that (1) Environmental Care Attitude of grade V students at SDN 04 Singkawang showed a level of concern for the environment. Their behavior shows five main indicators, namely, hard work, initiative, respect for cleanliness, responsibility, and wise use of resources. To build a strong and consistent attitude of environmental care, strengthening through habituation, continuous education, and the active role of parents and teachers are still needed; (2) factors that influence the cultivation of environmental care attitudes through IPAS learning in grade V students of SDN 04 Singkawang are 2, namely, supporting factors and inhibiting factors. In the supporting factors there is the role of the teacher, Active and Contextual Learning Methods, Adequate Facilities and Infrastructure, Parental Involvement, and Habituation and Routine Activities. While the inhibiting factors are the lack of individual student awareness, the surrounding environment, limited facilities, and limited IPAS learning time / hours.
PEMBUKUAN SEDERHANA PADA KELOMPOK KULINER PONDOKAN KELANA Sandra, Evita; Furbani, Adelya Dwi; Prayoga, Angga; Syah, Ardian; Rahmawati, Debby Ayu; Elfadira, Meidina; Fadillah, Muhammad Rahmat; Dewi, Novika Lias; Bella, Nur Zhaza; Alifta, Siti Nur; Kamal, Tiara Syafira
Jurnal Pengabdian, Pembelajaran dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (JP3EM) Vol 2 No 3: Juli 2025
Publisher : P3M STIE Pembangunan Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This service aims to provide knowledge about simple bookkeeping for members of the Pondokan Kelana Culinary Group in Penaga Village, Bintan Regency. The method used is a mentoring method in the form of training. In the process of making this simple bookkeeping, there is a recording of financial reports to help mothers make it easier to manage business finances. The analysis carried out focuses on the problems of Business Bookkeeping. This analysis resulted in solving the problem in the form of a program that we carried out, namely "Assistance in Making Simple Bookkeeping for the Pondokan Kelana Culinary Group" in Penaga Village and conducting training on simple bookkeeping for UMKM.
Analisis Heterogenitas Spasial Tingkat Pengangguran Terbuka di Pulau Jawa Tahun 2024: Pendekatan Geographically Weighted Regression Prayoga, Angga; Maulana, Alfarizi Rehan; Falson, Jauzie
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2025 No 1 (2025): Seminar Nasional Official Statistics 2025
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2025i1.2418

Abstract

Java Island is the center of the Indonesian economy with its largest contribution and high population density. However, unemployment remains a problem, and each region has different local characteristics. The indicator for measuring unemployment is the Open Unemployment Rate (TPT). Therefore, this study aims to determine the overview and factors influencing unemployment in districts/cities on Java Island, taking into account spatial heterogeneity in 2024. The data used are sourced from the Statistics Indonesia (BPS). The analytical method used is Geographically Weighted Regression (GWR). The results show that unemployment in each district/city is influenced by different factors. The TPAK and UMK have the greatest influence on the TPT in districts/cities on Java Island in 2024. The government needs to take a broader and more comprehensive approach to addressing unemployment, taking into account the specific conditions of each region.
The Influence of Child, Households, and Villages/Sub-Districts Characteristics on The Working Status of Children in East Nusa Tenggara Province 2024 Prayoga, Angga; ., Budiasih
Proceedings of The International Conference on Data Science and Official Statistics Vol. 2025 No. 1 (2025): Proceedings of 2025 International Conference on Data Science and Official St
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34123/icdsos.v2025i1.629

Abstract

The percentage of the poor population in East Nusa Tenggara Province is being thefourth highest in Indonesia in 2024, but the highest percentage of child labor in Indonesia. Thepurpose of this study is to find out the picture, influencing factors, and trends of factors affectingchild labor in East Nusa Tenggara Province in 2024. The unit of analysis was children aged 10-17 years who were unmarried and not as head of household with a sample of 9,117 children from6,123 households and 1,165 villages/sub-districts. The data used are Susenas Kor and ModulesMarch, as well as Podes 2024 sourced from BPS. The analysis method in this study is multilevelbinary logistics regression. The results of the study show that children who work are boys aged15-17 years. The child lives in households with a low level of head of households’ education andhousehold work in the agricultural sector, a small number member of productive age, and havemicro and small enterprises, and live in villages/sub-districts with many micro and smallindustries and the main source of income for most of the population in the agricultural sector.