Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Korelasi Hematokrit dengan SGOT dan SGPT pada Pasien Demam Berdarah Dengue Dewasa di Rumah Sakit Salak Kota Bogor Tahun 2022 Ayomi, Ariana Aida Istiqa; Annamayra, Ajeng; Jusuf, Mutiara Nabilla
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang umumnya terjadi di negara daerah tropis dan subtropis disebabkan oleh vector nyamuk betina yang menularkan virus melalui Aedes aegypti ataupun Aedes albopictus. Penelitian ini didasari data yang diperoleh melalui Dinas Kesehatan Jawa Barat angka kejadian DBD mengalami peningkatan terutama pada dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis korelasi antara kadar Hematokrit dengan SGOT dan SGPT pada pasien DBD dewasa di Rumah Sakit Salak Kota Bogor Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain cross - sectional serta pendekatan secara retrospektif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari rekam medis pasien DBD usia dewasa di Rumah Sakit Salak Kota Bogor Tahun 2022. Jumlah sampel minimal yang dibutuhkan adalah 106 sampel. Rerata usia sampel secara keseluruhan adalah 30,99 ± 11,949 tahun dengan kelompok usia terbanyak adalah 18 - 45 tahun, yakni sebanyak 84%. Dengan gambaran kadar SGOT dan SGPT, meningkat sebanyak 77,3% pada parameter pemeriksaan SGOT dan kadar SGPT yang meningkat sebanyak 63,2%. Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara Hematokrit dengan SGOT pada DBD dewasa (r = 0,078, p = 0,426) dan Hematokrit dengan SGPT pada DBD dewasa (r = 0,100, p = 0,307).
Effectiveness of Tactical Games Model Based on Teaching by Invitation for Enhance Learning Motivation and Physical Activity in Primary School Students Nur, Lutfi; Muslihin, Heri Yusuf; Stephani, Mesa Rahmi; Wibowo, Ricky; Mustaqim, Ridha; Sianturi, Risbon; Annamayra, Ajeng; Malik, Arief Abdul; Nilan, Fariha
JUMORA: Jurnal Moderasi Olahraga Vol 4 No 1 (2024): JUMORA: Jurnal Moderasi Olahraga
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/mor.v4i1.1143

Abstract

The aim of this research was to examine the effectiveness of the Tactical Games learning model combined with the Teaching by Invitation technique in boosting both learning motivation and physical activity among elementary school students. This quasi-experimental study included three groups: the first group utilized the Tactical Games model integrated with the Teaching by Invitation technique, the second group applied solely the Tactical Games learning model, and the third group, serving as the control, followed the conventional learning model. Participants were fifth-grade students from three different schools in Tasikmalaya, Indonesia. To measure outcomes, three research instruments were employed: the Electronic Rubric for Motivation in Physical Education (eRMoPE) to assess learning motivation, the Polar GPS RC3, and the Polar Heart Rate Sensor H3 to evaluate the category of students' physical activity. Findings indicated that while all three approaches effectively enhanced learning motivation and physical activity, the combination of the Tactical Games model with the Teaching by Invitation technique yielded superior improvements. This integrative method grants students the autonomy to select skills they wish to learn and master, aligning with their abilities and understanding of game tactics adapted to specific game situations and environments. This freedom fosters a more engaging and personalized learning experience, ultimately enhancing both motivation and physical activity levels among students. The study highlights the potential benefits of blending tactical learning strategies with motivational techniques, suggesting a valuable approach for educators aiming to improve physical education outcomes in elementary schools
Perbandingan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku tentang HIV/AIDS pada Mahasiswa Universitas Pasundan Yusmizahrah, Hanifa; Annamayra, Ajeng; Suriaatmadja, Steffi Rifasa Tohir
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v6i2.13564

Abstract

AbstrakGenerasi muda sangat rentan terhadap HIV, lebih dari setengah semua infeksi baru di seluruh dunia kalangan remaja antara usia 15 tahun sampai 24 tahun. Penting untuk menilai pengetahuan, sikap, maupun perilaku mahasiswa tentang HIV/AIDS sebelum merencanakan tindakan pencegahan. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan harus berperan dalam aspek preventif dan promotif untuk pelayanan kesehatan di masa yang akan datang. Begitu juga mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang akan menjadi seorang guru harus mampu memposisikan diri secara profesional dalam kegiatan pendidikan dan bertindak sebagai agen perubahan. Cara guru menyampaikan informasi baik materi kepada pelajar atau remaja, sedangkan remaja sampai usia produktif termasuk ke dalam rentang usia terkena HIV. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap HIV/AIDS pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data menggunakan Independent T-test. Penelitian dilakukan terhadap 136 mahasiswa dari tiap-tiap Fakultas selama periode bulan Juli–September 2023. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran (mean 83,8) dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (mean 78,7). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata sikap mahasiswa pada Fakultas Kedokteran (mean 19,9) dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (mean 20,3). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata perilaku mahasiswa pada Fakultas Kedokteran dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan. Simpulan penelitian ini terdapat perbedaan rerata pengetahuan antara mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, sedangkan rerata sikap dan perilaku antara mahasiswa pada Fakultas Kedokteran dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan tidak berbeda.Comparison of Knowledge Attitude and Behavior towards HIV/AIDS among Students of Pasundan UniversityAbstractThe younger generation is susceptible to HIV, with more than half of all new infections are among teenagers aged 15 to 24 years. It is important to assess students' knowledge, attitudes and behavior towards HIV/AIDS, before planning preventive actions. Pasundan University Faculty of Medicine students must play a role in preventive and promotive aspects of health services in the future. Likewise, students from the Faculty of Teacher Training and Education who wish to become teachers must be able to position themselves professionally in educational activities and act as agents of change. The way teachers convey information, whether to students or teenagers, while teenagers are included in the age range affected by HIV. The purpose of this research is to determine the comparison of knowledge, attitudes and behavior towards HIV/AIDS among students at the Faculty of Medicine and the Faculty of Teaching and Education, Pasundan University. The method used is a quantitative approach with data analysis using the Independent T-test. The research was conducted on 136 students from each faculty during July until September 2023. The research results obtained show that there is a significant difference between the average knowledge of students at the Faculty of Medicine (mean 83.8) and the Faculty of Teacher Education (mean 78.7). There is no significant difference between the average attitude of students at the Faculty of Medicine (mean 19.9) and the Faculty of Teacher Education (mean 20.3), there is no significant difference between the average behavior of students at the Faculty of Medicine and the Faculty of Teacher Training and Education. The conclusion of this research is that there is a difference between the average knowledge of students at the Faculty of Medicine and the Faculty of Teaching and Education Sciences, there is no difference between the average attitudes and behavior of students at the Faculty of Medicine and the Faculty of Teaching and Education Sciences.
Sosialisasi Penerapan Aplikasi Physical Literacy (Fit-Lit) Berbasis Android dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas (SDG’s) Nur, Lutfi; Hidayat, Teten; Purwati, Purwati; Kusdinar, Yopi; Hamidi, Ahmad; Guntara, Rangga Gelar; Nugraha, Muhammad Rizki; Friskawati, Gita Febria; Ardha, Muchamad Arif Al; Chaeroni, Ahmad; Nilan, Fariha; Malik, Arief Abdul; Bakhri, Rafdlal Saeful; Arhesa, Sandra; Annamayra, Ajeng
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1228

Abstract

Sosialisasi penerapan aplikasi Physical Literacy (Fit-Lit) berbasis Android dilaksanakan sebagai upaya inovatif dalam mendukung implementasi pembelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) khususnya poin ke-4, yaitu Quality Education. Aplikasi Fit-Lit dirancang untuk membantu guru dalam menilai dan memantau perkembangan literasi fisik peserta didik secara digital, interaktif, dan terukur. Melalui penerapan aplikasi ini, diharapkan guru dapat melaksanakan pembelajaran Penjas yang lebih adaptif terhadap teknologi, kontekstual, serta mampu menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya aktivitas fisik dan gaya hidup sehat. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep literasi fisik berbasis teknologi dan memberikan pelatihan teknis kepada guru olahraga Sekolah Dasar agar mampu mengintegrasikan aplikasi Fit-Lit dalam proses pembelajaran. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi/seminar dan praktek simulasi penggunaan aplikasi. Sasaran kegiatan ini meliputi guru olahraga SD. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep literasi fisik serta kemampuan mereka dalam menggunakan aplikasi Fit-Lit sebagai alat bantu dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara UPI Kampus Tasikmalaya dengan IGORNAS Kota Tasikmalaya dalam pengembangan inovasi pembelajaran olahraga berbasis teknologi. Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pendidikan jasmani yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan sesuai semangat SDG’s.
Peningkatan kadar kortisol serum pada mahasiswi obesitas setelah latihan akut intensitas sedang Puspitorini, Wahyuningtyas; Soemardiawan, Soemardiawan; Annamayra, Ajeng; Suharto, Taufik Hidayat; Pranoto, Adi
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 9 No 2 (2023): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v9i2.20034

Abstract

Obesity is a condition that can cause metabolic stress by activating the HPA axis, which impacts increasing stress levels characterized by increased cortisol secretion. The present research aims to investigate the impact of moderate-intensity acute exercise on decreasing cortisol levels among obese female students. A true-experimental method with a pretest-posttest control group design was utilized to conduct the study. A total of 20 female students between the ages of 20 and 23, with a BMI ranging from 25-28 kg/m2, voluntarily participated in the research. The participants were divided into two groups: control (n=10) and exercise (n=10) - the latter group being exposed to moderate-intensity acute exercise once as an intervention, with 40-minute sessions and an intensity level of 60-70% HRmax using the Treadmill Life Fitness equipment. The serum cortisol levels were measured through the ELISA 30 minutes pre-exercise and 6 hours post-exercise. The collected data were analyzed using an independent sample t-test with a 5% significance level. The study's findings will help compare the mean serum cortisol levels between the control and exercise groups. Based on the results of the study, it was found it can be concluded that moderate-intensity acute exercise carried out for 40 minutes/exercise session was effective in reducing serum cortisol levels in obese female students. We recommend exercise to overcome stress-related metabolic health problems in individuals with obesity.