cover
Contact Name
Erlan Muliadi
Contact Email
erlanmuliadi@uinmataram.ac.id
Phone
+6285338578081
Journal Mail Official
jurnal.elhikmah@uinmataram.ac.id
Editorial Address
https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/elhikmah/about/editorialTeam
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam
Core Subject : Religion, Education,
el-Hikmah: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam (e-ISSN 2527-4651, p-ISSN 2086-3594) adalah jurnal ilmiah peer-review dan open access yang dikelola dan diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN ) Mataram. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi platform jurnal akses terbuka yang menerbitkan dan menyebarkan gagasan kajian dan penelitian tentang Pendidikan Islam. Fokusnya adalah mempublikasikan kajian dan penelitian asli (penelitian kualitatif, penelitian tindakan kelas, penelitian pengembangan/desain), analisis perpustakaan, dan book review tentang kajian pendidikan Islam, bagaimana peserta didik belajar PAI, dan bagaimana PAI diajarkan di tingkat sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi. Ruang lingkup (scope) kajian el-Hikmah meliputi: Nilai-nilai dalam pengajaran dan pembelajaran PAI Skup ini berkaitan dengan nilai-nilai seperti keyakinan, sikap, emosi yang berpengaruh/berhubungan dengan pengajaran dan pembelajaran PAI. Pengembangan kompetensi guru/calon guru PAI Skup ini untuk mendukung kompetensi guru/calon guru PAI dalam mengembangkan nilai-nilai, dan pengetahuan konten teknologi/pedagogis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 128 Documents
Integration of Science and Parental Involvement in Islamic School Curriculum: A Review on Al-Azhar Islamic School Indonesia Dardiri, Muhammad Amiruddin
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 18 No. 2 (2024): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v18i2.11031

Abstract

This article examines the integration of science and parental involvement within the Islamic school curriculum, with a particular focus on the implementation of Islamic Religious Education (Ind: Pendidikan Agama Islam [PAI]) at Al-Azhar Islamic School Solo Baru. The study employs a qualitative approach with a case study of Al-Azhar Islamic School Solo Baru. Data collection methods include interviews with religious education teachers, direct observations by the researcher, and documentation. After validating the data, an interactive analysis approach is used. The findings reveal that Al-Azhar Islamic School, as a pioneer in the modernisation of Islamic education in the 21st century, has successfully integrated religious and general education in a harmonious manner. The school does not merely use religion as a promotional tool, but actively implements and lives religious education in daily life. This achievement is particularly significant, considering that madrasas and Islamic boarding schools have traditionally focused on religious education and have yet to fully accommodate general education at the beginning of the 21st century. Abstrak: Artikel ini mengkaji integrasi sains dan keterlibatan orang tua dalam kurikulum sekolah Islam, dengan fokus pada implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Islam Al-Azhar Solo Baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Sekolah Islam Al-Azhar Solo Baru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru agama, observasi langsung oleh peneliti, dan dokumentasi. Setelah data diuji validitasnya, analisis dilakukan menggunakan pendekatan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Islam Al-Azhar, sebagai pelopor modernisasi pendidikan Islam abad ke-21, berhasil mengintegrasikan pendidikan agama dan pendidikan umum secara harmonis. Sekolah ini tidak hanya menjadikan agama sebagai alat promosi, tetapi juga mengimplementasikan dan menghidupkan pendidikan agama dalam kehidupan sehari-hari. Pencapaian ini sangat signifikan, mengingat bahwa madrasah dan pesantren masih cenderung fokus pada pendidikan agama dan belum sepenuhnya mengakomodasi pendidikan umum pada awal abad ke-21.
Religious Educational Patterns of The Millennial Generation Trough Ngopi Senja Activities Lestari, Chika Putri; Kurnianto, Rido; Syam, Aldo Redho; Arifin, Syamsul
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 18 No. 2 (2024): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v18i2.11128

Abstract

This study aims to describe the Islamic education strategy of the NDO community in Trenggalek Regency in shaping the religiosity of the millennial generation through Ngopi Senja and explore the implications of the activities of the NDO community in Trenggalek Regency on Islamic education and the religious attitudes of the millennial generation through Ngopi Senja. This study uses a case study approach with a qualitative method, namely collecting data through interviews with the committee and participants of the activity, direct observation of the Ngopi Senja activity, and documentation in the form of images and documents related to the focus of the research. The data analysis method in this study is based on the steps of Miles and Huberman, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions to find the best results. The findings of this study include: 1) the Islamic education strategy used in the Ngopi Senja activity to shape the religiosity of the millennial generation is packaged through several stages, namely a) planning consists of formulating objectives, determining targets, themes, speakers, and facilities and infrastructure; b) implementation consists of the accuracy of the material with the target problems by utilizing digital technology; and c) evaluation of activities is carried out through comparison of target performance and monitoring through face-to-face and online; and 2) the implications of the activity strategies used by the NDO community in the Ngopi Senja activity have succeeded in shaping Islamic education and the religious attitudes of the millennial generation. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pendidikan Islam komunitas NDO Kabupaten Trenggalek dalam membentuk religiusitas generasi milenial melalui Ngopi Senja dan eksplorasi implikasi kegiatan komunitas NDO Kabupaten Trenggalek terhadap pendidikan Islam dan sikap religiusitas generasi milenial melalui Ngopi Senja. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kualitatif, yaitu mengumpulkan data melalui wawancara kepada panitia dan peserta kegiatan, pengamatan langsung terhadap kegiatan Ngopi Senja, dan dokumentasi berbentuk gambar dan dokumen terkait fokus penelitian. Metode analisis data dalam penelitian ini sesuai dengan langkah-langkah dari Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mencari hasil yang terbaik. Temuan penelitian ini meliputi: 1) strategi pendidikan Islam yang digunakan dalam kegiatan Ngopi Senja untuk membentuk religiusitas generasi milenial dikemas melalui beberapa tahapan, yakni a) perencanaan terdiri dari merumuskan tujuan, menentukan sasaran, tema, pembicara, serta sarana dan prasarana; b) pelaksanaan terdiri dari ketepatan materi dengan problematika sasaran dengan memanfaatkan teknologi digital; dan c) evaluasi kegiatan dilakukan melalui perbandingan performa sasaran dan pemantauan melalui tatap muka dan daring; dan 2) implikasi dari strategi kegiatan yang digunakan komunitas NDO dalam kegiatan Ngopi Senja telah berhasil membentuk pendidikan Islam dan sikap religiusitas generasi milenial.
Development of an Evaluation Instrument Based on the Educational Game Blooket for the Subject of SKI Phase E: The Development of Islam during the Khulafaur Rashidin Era ulufiyah, siti nahdatul; Aziz, Su'udin; Khoiriyah, Siti
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 18 No. 2 (2024): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v18i2.11160

Abstract

In the rapidly advancing era of globalisation, information and communication technology have had a significant impact, including in the field of education. The development of innovative learning media is crucial to enrich the teaching and learning process. Although many schools have provided IT media for education, there are still educators who underutilise these resources, particularly as tools for evaluating students. This research adopts a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model, which includes five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. This study aims to assess the implementation of the educational game Blooket as an evaluation instrument for the subject SKI at MA Miftahul Ulum Sitiaji. The research subjects were the students, and data were collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using normality tests, reliability tests, and t-tests. The results indicate that the validity of the Blooket website as an educational game-based evaluation instrument is excellent, with validation percentages of 71.2% from subject matter experts, 68.5% from Islamic Religious Education teachers, and 94% from media experts. The students' responses to the instrument were also very positive, with an average percentage of 87%. In conclusion, the educational game-based evaluation instrument Blooket is deemed appropriate and effective for use in the learning process. Abstrak: Dalam era globalisasi yang berkembang pesat ini, teknologi informasi dan komunikasi telah membawa dampak signifikan, termasuk dalam sektor pendidikan. Pengembangan media pembelajaran yang inovatif menjadi penting untuk memperkaya proses belajar mengajar. Meskipun banyak sekolah yang sudah menyediakan media IT untuk pembelajaran, masih terdapat pendidik yang kurang memanfaatkannya, terutama sebagai instrumen evaluasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang mencakup lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan game edukasi Blooket sebagai instrumen evaluasi pada mata pelajaran SKI di MA Miftahul Ulum Sitiaji. Subjek penelitian adalah peserta didik, dan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, reliabilitas, dan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas website Blooket sebagai instrumen evaluasi berbasis game edukasi sangat baik, dengan persentase validasi dari ahli materi sebesar 71,2%, 68,5% dari guru Pendidikan Agama Islam, dan 94% dari ahli media. Respon peserta didik terhadap instrumen ini juga sangat positif, dengan rata-rata persentase 87%. Kesimpulannya, instrumen evaluasi berbasis game edukasi Blooket layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran.
Evaluation of the 2013 Curriculum in Islamic Religious Education at SMPN 1 Labuapi: A CIPP Model Analysis (Context, Input, Process, Product) Khalil, Y Satria Hafizil Khalil; Zainudin; Mukhlis
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 18 No. 2 (2024): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v18i2.11187

Abstract

This article aims to examine the implementation evaluation of the 2013 Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) at SMPN 1 Labuapi using the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product). Adopting a qualitative descriptive approach, the study systematically and factually outlines the PAI learning process. The Context evaluation reveals that the curriculum is relevant to current developments and student needs, focusing on improving educational quality and reinforcing character development. The Input evaluation indicates that the readiness of students, facilities, infrastructure, and teaching materials support the success of the learning process, although there are challenges related to student motivation that require further attention. The Process evaluation shows that the learning process is well-implemented, with educators effectively utilising technology, although conventional methods remain dominant. The Product evaluation demonstrates that learning outcomes are being achieved effectively, with students displaying a deep understanding of Islam and a strong character in line with religious and social norms. This research recommends enhancing the quality of PAI learning at SMPN 1 Labuapi by focusing on the development of teaching methods, the utilisation of technology, and the improvement of student motivation to achieve more optimal educational outcomes. Abstrak: artikel ini bertujuan untuk membahas evaluasi implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 1 Labuapi menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggambarkan secara sistematis dan faktual proses pembelajaran PAI. Hasil evaluasi Context menunjukkan bahwa kurikulum ini relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa, serta berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan karakter. Evaluasi Input mengindikasikan kesiapan siswa, sarana, prasarana, dan materi pembelajaran yang mendukung keberhasilan pembelajaran, meskipun ada tantangan terkait dengan motivasi siswa yang perlu perhatian lebih lanjut. Evaluasi Process menunjukkan bahwa pembelajaran dilaksanakan dengan baik, dengan pendidik yang terampil memanfaatkan teknologi, meskipun masih dominan penggunaan metode konvensional. Evaluasi Product menunjukkan hasil pembelajaran yang tercapai dengan baik, dengan siswa menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang Islam dan karakter yang kuat sesuai dengan norma agama dan sosial. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMPN 1 Labuapi dengan fokus pada pengembangan metode pengajaran, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan motivasi siswa, untuk mencapai hasil pendidikan yang lebih optimal.
The Challenges Faced by Muslim Female Students in Maintaining Appearance and Validity of Wudhu: A Study on the Use of Waterproof Makeup Ilmi, Maharani Nurul; Rahmani, Ridha Ariandini; Dwi Yanti, Teni; Faqihuddin, Achmad
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 18 No. 2 (2024): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v18i2.11575

Abstract

This study examines the challenges faced by Muslim female students in maintaining their physical appearance while ensuring the validity of their ablution (wudhu), specifically regarding the use of waterproof makeup. A qualitative approach was employed, combining a literature review and survey data collected from 23 Muslim female respondents. The results reveal that most respondents prefer regular makeup over waterproof makeup, with 56.5% disliking waterproof makeup and 43.5% using it infrequently. A significant portion of participants expressed inconsistency in removing makeup, particularly mascara, before performing wudhu, with 60.9% uncertain about the implications of not removing makeup. Despite the benefits of waterproof makeup in terms of longevity, most respondents favoured products that are easier to remove for the sake of convenience during wudhu, although they acknowledged the need for touch-ups afterward. Furthermore, 87% of respondents were aware that wudhu is invalid if water does not reach the skin, and 95.7% recognised the importance of removing waterproof makeup to ensure valid wudhu. These findings highlight the difficulties Muslim female students face in balancing appearance with religious obligations. Abstrak: Studi ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh mahasiswi Muslim dalam menjaga penampilan fisik mereka sambil memastikan keabsahan wudhu, khususnya terkait penggunaan makeup waterproof. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian pustaka dan pengumpulan data melalui survei yang disebarkan menggunakan Google Form. Sebanyak 23 responden yang merupakan mahasiswi Muslimah berpartisipasi dalam survei ini. Hasilnya mengungkapkan bahwa sebagian besar responden lebih menyukai riasan biasa daripada riasan tahan air, dengan 56,5% tidak menyukai riasan tahan air dan 43,5% jarang menggunakannya. Sebagian besar peserta menyatakan ketidakkonsistenan dalam menghapus riasan, terutama maskara, sebelum berwudhu, dengan 60,9% tidak yakin tentang implikasi dari tidak menghapus riasan. Terlepas dari manfaat riasan tahan air dalam hal keawetan, sebagian besar responden lebih menyukai produk yang lebih mudah dihapus demi kenyamanan selama berwudhu, meskipun mereka mengakui perlunya sentuhan ulang setelahnya. Lebih lanjut, 87% responden menyadari bahwa wudhu tidak sah jika air tidak mengenai kulit, dan 95,7% mengakui pentingnya menghapus riasan tahan air untuk memastikan wudhu yang sah. Temuan ini menyoroti kesulitan yang dihadapi siswi Muslim dalam menyeimbangkan penampilan dengan kewajiban agama.
The Implementation of the Angel's Responsibility Toward the Duties of Teachers in the Modern Era Zamzami, Alza Nabiel; Nafisa, Elly Zakiatin; Masrur, Masrur; Abdullah, Shodiq
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 18 No. 2 (2024): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v18i2.11964

Abstract

This research aims to examine how the values of faith in angels, especially in terms of responsibility, can be applied in more holistic educational practices in the modern era. This research uses a qualitative method with a literature approach. The analysis technique goes through three stages: Data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study show that the implementation of angels' responsibility in carrying out their duties as teachers is very relevant and has a positive impact on the quality of education, both in terms of students' academic results and their character building. Trustworthiness in carrying out tasks, unconditional obedience, sincerity in every task, justice in carrying out tasks, and patience in carrying out heavy tasks are important elements that help teachers face various challenges that arise in the modern era. Teachers who emulate the nature of angels, who have integrity, sincerity, and a sense of responsibility, will be able to create a conducive learning environment and guide students to develop not only in knowledge but also in the formation of a strong character. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai keimanan kepada malaikat, khususnya dalam hal tanggung jawab dapat diterapkan dalam praktik pendidikan yang lebih holistik di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Teknik analisis melalui tiga tahapan: Kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi sifat tanggung jawab malaikat dalam menjalankan tugas sebagai guru sangat relevan dan memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan, baik dalam hal hasil akademik siswa maupun pembentukan karakter mereka. Amanah dalam menjalankan tugas, kepatuhan tanpa syarat, keikhlasan dalam setiap tugas, keadilan dalam menjalankan tugas, dan kesabaran dalam menjalankan tugas berat merupakan elemen-elemen penting yang membantu guru dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul di era modern. Guru yang meneladani sifat malaikat, yang memiliki integritas, kesungguhan, dan rasa tanggung jawab, akan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, serta membimbing siswa untuk berkembang tidak hanya dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam pembentukan karakter yang kuat.
Religious Education in Indonesia: Between Tolerance and Ideological Contestation Fitriani, Mohamad Iwan; Nazar Naamy
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 18 No. 2 (2024): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v18i2.12723

Abstract

This study focuses on how religious education contributes to build tolerance behavior and prevent or minimize ideological contestation. Therefore, this study answers a research question, namely; What are the relevant models of religious education to promote  religious tolerance?. Using a qualitative approach, data were collected through documentation and interviews with informants from several selected schools and madrasas in West Lombok-West Nusa Tenggara. Data collection was also strengthened with Focus Group Discussion. Then, the data analysis used was a thematic analysis. The study found that; The relevant model of religious education to build ideal tolerance is a model of religious education characterized by components (goals, teachers, content and methods) support inclusive values and behaviors. Without inclusivism in each of these components, religious education will lead to ideological contestation, a contest of truth based on the ideology believed by each adherent of a certain belief or religion.
Moderate Character Education in Sasak Cultural Institutions: An Islamic Education Perspective Baiq Mulianah
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 18 No. 2 (2024): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v18i2.13066

Abstract

This study explores moderate character education within the cultural institutions of the Sasak community from the perspective of Islamic Religious Education. In Sasak society, the values of religious moderation have long been embedded through various traditions and social institutions that reflect attitudes of tolerance, balance (wasatiyyah), and inclusivity. Islamic education, particularly within pesantren and madrasah, plays a strategic role in strengthening the moderate character within society. This study employs a qualitative approach, utilizing literature reviews and observations of local cultural practices that contribute to fostering a moderate religious mindset. The findings indicate that moderate character education within the Sasak community is reflected in traditions such as begibung, nyongkolan, and customary law practices (awig-awig), which instill values of solidarity and social harmony. Furthermore, the role of Tuan Guru in educating santri about Islam as rahmatan lil ‘alamin (a mercy to all creation) is crucial in maintaining a balance between Islamic teachings and local wisdom. However, contemporary challenges such as uncontrolled digital information flow and the rise of extremist discourse on social media necessitate adaptive strategies in Islamic education. Therefore, strengthening moderation-based curricula, leveraging technology for Islamic education and dakwah, and fostering collaboration between pesantren and higher education institutions are essential strategies to sustain moderation values in the digital era. In conclusion, moderate character education within Sasak cultural institutions represents an integration of Islam and local wisdom that fosters an inclusive and harmonious society. Synergy between Islamic educational institutions, religious scholars (ulama), and the government is crucial in reinforcing an education system based on moderation values to address the challenges posed by globalization and technological advancements. Abstrak: Penelitian ini membahas pendidikan karakter moderasi dalam pranata budaya Sasak dari perspektif Pendidikan Agama Islam. Dalam masyarakat Sasak, nilai-nilai moderasi beragama telah lama tertanam melalui berbagai tradisi dan pranata sosial yang mencerminkan sikap toleransi, keseimbangan (wasatiyyah), dan inklusivitas. Pendidikan Islam, khususnya dalam lingkungan pesantren dan madrasah, memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter moderasi di tengah masyarakat. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan observasi terhadap praktik-praktik budaya lokal yang berkontribusi dalam membangun sikap moderat dalam beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter moderasi di masyarakat Sasak terefleksikan dalam tradisi begibung, nyongkolan, dan praktik hukum adat (awig-awig), yang mengajarkan nilai kebersamaan dan harmoni sosial. Selain itu, peran Tuan Guru dalam mendidik santri tentang Islam yang rahmatan lil ‘alamin menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara ajaran Islam dan kearifan budaya lokal. Namun, tantangan modern seperti arus informasi digital yang tidak terkontrol dan meningkatnya wacana ekstremisme di media sosial mengharuskan adaptasi dalam pendidikan Islam. Oleh karena itu, penguatan kurikulum berbasis moderasi, pemanfaatan teknologi dalam dakwah dan pembelajaran, serta kolaborasi antara pesantren dan institusi pendidikan tinggi menjadi strategi utama dalam menjaga nilai-nilai moderasi di era digital. Kesimpulannya, pendidikan karakter moderasi dalam budaya Sasak merupakan model integrasi antara Islam dan kearifan lokal yang mampu membentuk masyarakat yang inklusif dan harmonis. Sinergi antara lembaga pendidikan Islam, ulama, dan pemerintah sangat diperlukan untuk memperkuat sistem pendidikan berbasis nilai-nilai moderasi guna menghadapi tantangan globalisasi dan teknologi. Keywords: Character education, religious moderation, Sasak cultural institutions, Islamic education, digital transformation.
Collective Digitalisation System (SiDiK): Digital Transformation of Thohir Yasin Islamic Boarding School, East Lombok Hidayah, Hairul; Muhammad; Ahyar
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 19 No. 1 (2025): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v19i1.12646

Abstract

Abstrak: Inovasi digital berupa SiDiK (Sistem Digital Kolektif) di Pondok Pesantren Thohir Yasin ini memberikan ruang baru bagi pesantren dan menjawab tantangan era digital. SiDiK ini menciptakan transparansi pengelolaan keuangan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang transformasi digital di pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sistem digital kolektif (SiDiK) adalah term yang mengatasnamakan transformasi digital pesantren dalam pengelolaan pesantren. Implementasinya berupa aplikasi dan kartu seperti ID card santri untuk presensi dan transaksi. Trasnformasi digital SiDiK ini berimplikasi pada penyelenggaraan lembaga pendidikan Islam yang transparan (nilai sifat Sidik) dan akuntabel (nilai sifat amanah dan tabligh). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pesantren Thohir Yasin telah merubah pola pengelolaan dari tradisional yang cenderung tertutup kepada digital transaparan. Hasil studi ini dapat membantah teori Terry T. Williams dan M. Natsir yang berpendapat bahwa pesantren di Indonesia cenderung memiliki sistem manajemen yang tertutup dan dominansi kiyai. Kata Kunci: Sistem Digitalisasi Kolektif, Transformasi Digital, Pondok Pesantren Thohir Yasin Abstract: Digital innovation in the form of SiDiK (Collective Digitalisation System) at Thohir Yasin Islamic Boarding School provides new opportunities for Islamic boarding schools and addresses the challenges of the digital era. SiDiK enhances transparency in financial management. This study aims to describe the digital transformation within Islamic boarding schools. The research employed a qualitative-descriptive method, using observation, interviews, and documentation techniques. The findings indicate that the Collective Digitalisation System (SiDiK) represents the digital transformation of boarding school management. Its implementation includes applications and student identification cards used for attendance and financial transactions. The digital transformation through SiDiK has significant implications for the organisation of Islamic education, fostering transparency (reflecting the value of ṣidq) and accountability (reflecting the values of trustworthiness and tablīgh). The study concludes that Thohir Yasin Islamic Boarding School has shifted its management pattern from a traditional, closed system to one characterised by digital transparency. These findings challenge the theory of Terry T. Williams and M. Natsir, who argue that Indonesian Islamic boarding schools tend to maintain closed management systems dominated by the authority of the kiai.
Strategi Kolaboratif Guru dalam Mengatasi Functional Illiteracy pada Generasi Alpha: Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Unggulan Kota Gorontalo junus, Nurmin; Kasim Yahiji; Najamuddin Petta Solong
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 19 No. 1 (2025): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v19i1.12548

Abstract

Abstrak: Functional illiteracy adalah ketidakmampuan individu menggunakan keterampilan literasi dasar secara efektif dalam kehidupan sehari-hari, sebuah fenomena yang paradoksal di tengah tingginya akses informasi digital Generasi Alpha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kolaboratif guru di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Unggulan Kota Gorontalo dalam mengatasi masalah tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini menggali bagaimana sinergi antar-pendidik diterapkan di lingkungan madrasah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru kelas (Bahasa Indonesia dan Matematika), serta orang tua, dilengkapi dengan observasi partisipatif dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menerapkan strategi holistik melalui tiga pilar utama: (1) kontekstualisasi pembelajaran bahasa berbasis kearifan lokal untuk mendekatkan teks dengan realitas siswa, (2) integrasi logika literasi dalam pembelajaran numerasi, dan (3) penguatan ekosistem literasi keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengentasan functional illiteracy di madrasah tidak bertumpu pada satu mata pelajaran semata, melainkan pada orkestrasi peran guru yang memadukan pendekatan pedagogis kontekstual dengan nilai-nilai humanis. Abstract: Functional illiteracy refers to an individual’s inability to use basic literacy skills effectively in everyday life, a paradoxical phenomenon amid the high level of digital information access enjoyed by Generation Alpha. This study aims to analyse the collaborative strategies employed by teachers at Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Unggulan, Gorontalo City, in addressing this issue. Using a qualitative approach with a case study design, the research explores how synergy among educators is enacted within the madrasah environment. Data were collected through in-depth interviews with the headteacher, classroom teachers (Indonesian Language and Mathematics), and parents, complemented by participant observation and document analysis. The findings indicate that the school implements a holistic strategy through three main pillars: (1) contextualising language learning based on local wisdom to bring texts closer to pupils’ lived realities, (2) integrating literacy logic within numeracy instruction, and (3) strengthening the family literacy ecosystem. The study concludes that tackling functional illiteracy in madrasah settings does not rely on a single subject alone, but rather on the orchestration of teachers’ roles that blend contextual pedagogical approaches with humanistic values.

Page 12 of 13 | Total Record : 128