cover
Contact Name
Akhyarnis Febrialdi
Contact Email
febrialdi1@umb-bungo.ac.id
Phone
+628117408799
Journal Mail Official
febrialdi1@umb-bungo.ac.id
Editorial Address
Kampus 1 Universitas Muara Bungo, Jl. Lintas Sumatera, Sungai Binjai Muara Bungo
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Sains Agro
ISSN : -     EISSN : 25800744     DOI : 10.36355
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Sains Agro Merupakan media yang bertujuan untuk mempublikasikan artikel dari peneliti yang berkaitan dengan ilmu Pertanian. Ruang Lingkup Jurnal Sains Agro adalah kajian ilmu agronomi, hortikultura, pembibitan, Ilmu Tanah, agroforestri, perlindungan tanaman, keanekaragaman tanaman dan lingkungannya
Articles 193 Documents
Analisis Strategi Pengembangan Urban Farming pada Kelompok Wanita Tani Guyup Rukun di Kabupaten Bantul Tanaya Niscala Hanan Armi; Agus Wartapa; Siti Nurlaela Nurlaela
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.2072

Abstract

Program urban farming merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat yang berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan, mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan, serta mendukung kesejahteraan rumah tangga di wilayah perkotaan. Namun, pelaksanaannya pada berbagai kelompok tani masih menghadapi kendala berupa rendahnya partisipasi anggota, lemahnya kelembagaan kelompok, dan belum optimalnya keberlanjutan program. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan program urban farming, mengkaji strategi pemberdayaan petani yang diterapkan, serta merumuskan strategi prioritas untuk mendukung keberlanjutan program. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Guyup Rukun, Padukuhan Sonopakis Lor, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan melibatkan tujuh anggota sebagai informan utama. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, kemudian dilanjutkan dengan analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS serta penentuan strategi prioritas menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan petani dilakukan melalui peningkatan partisipasi anggota, kepemimpinan partisipatif, penguatan kelembagaan, pembelajaran berkelanjutan, dan pengembangan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Analisis SWOT menempatkan KWT Guyup Rukun pada Kuadran I (Growth Strategy) dengan nilai IFAS 2,67 dan EFAS 2,70. Analisis QSPM menghasilkan strategi prioritas berupa peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan, pendampingan budidaya, pengolahan hasil, dan penguatan kelembagaan dengan nilai Total Attractiveness Score (TAS) sebesar 6,28. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis SWOT dan QSPM dalam penyusunan strategi pemberdayaan petani pada tingkat Kelompok Wanita Tani. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah bagi penelitian selanjutnya serta mendukung penyusunan kebijakan pengembangan urban farming yang berkelanjutan. 
Respon Jagung Hibrida (Zea Mays L.) Terhadap Fly Ash Batu Bara Dan Kompos Limbah Tanaman Jagung Erlina E; Widodo Haryoko; Jamilah j; M. Zulman Harja Utama; Sunadi S; Milda Ernita
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.2077

Abstract

Penelitian bertujuan mendapatkan respon jagung hibrida diameliorasi fly ash batu bara dan kompos limbah tanaman jagung dilakukan di Nagari Lubuk Basung Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam dari Oktober 2025 – Januari 2026 dengan jenis tanah inceptisol. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dua faktor.  Faktor pertama adalah Fly ash batu bara dosis 0, 2, dan 4 t ha⁻¹ dan faktor kedua adalah kompos limbah tanaman jagung dosis 0, 5, dan 10 t ha⁻¹. Hasil percobaan menunjukkan 1) amelioran fly ash batu bara dengan kompos limbah tanaman jagung memperlihatkan interaksi terhadap laju tumbuh relatif, laju assimilasi bersih, umur berbunga jantan dan bobot tongkol per tanaman, 2) Fly Ash batu bara dosis 2 t ha-1  meningkatkan hasil jagung dengan produksi 7.07 t  ha-1, dan 3) kompos limbah tanaman jagung dosis 10 t ha-1. meningkatkan produksi jagung 7.07 t ha-1..
Aklimatisasi Bibit Nanas (Ananas comosus L.) Hasil Kultur In Vitro Melalui Variasi Media Tanam Rini Suryani; Venti Novita Sari; Darwan Effendi; Meko Gustian
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.2083

Abstract

Penggunaan media tanam yang tepat selama proses aklimatisasi tanaman yang bearsal dari kulur jarigan sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman khususnya pada tanaman Nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan bibit  nanas (Ananas comosus L.) hasil kultur in vitro pada tahap aklimatisasi dan menentukan media tanam yang paling efektif dalam mendukung pertumbuhan bibit nanas (Ananas comosus L.) hasil kultur in vitro pada tahap  aklimatisasi.  Penelitian  dilaksanakan di Green House Universitas Pat Petulai  Rejang Lebong. Rancangan yang digunakan adalah  Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu jenis media tanam yaitu media kompos kulit kopi (K), media sekam padi bakar (S), media  cocopeat (C), media tanah (T). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Pada setiap ulangan digunakan 5 sampel bibit, sehingga total bibit nanas yang diamati berjumlah 80 bibit.  Variabel yang digunakan adalah  tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun  dan tinkat kehijauan daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan media memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan tingkat kehijauan daun.   Media kompos kulit kopi menunjukkan pertumbuhan terbaik pada hampir seluruh parameter yang diamati. Tinggi tanaman mencapai 8,55 cm, jumlah daun 17 helai, lebar daun 1,56 cm, panjang daun 6,51 cm, dan tingkat kehijauan daun 36,87. Aklimtisasi pada tanaman nanas sebaiknya menggunakan media kompos kulit kopi dan untuk penelitian selanjutnya dibutuhkan penambahan pupuk NPK atau pupuk POC supaya diperoleh pertumbuhan yang obtimal