cover
Contact Name
Akhyarnis Febrialdi
Contact Email
febrialdi1@umb-bungo.ac.id
Phone
+628117408799
Journal Mail Official
febrialdi1@umb-bungo.ac.id
Editorial Address
Kampus 1 Universitas Muara Bungo, Jl. Lintas Sumatera, Sungai Binjai Muara Bungo
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Sains Agro
ISSN : -     EISSN : 25800744     DOI : 10.36355
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Sains Agro Merupakan media yang bertujuan untuk mempublikasikan artikel dari peneliti yang berkaitan dengan ilmu Pertanian. Ruang Lingkup Jurnal Sains Agro adalah kajian ilmu agronomi, hortikultura, pembibitan, Ilmu Tanah, agroforestri, perlindungan tanaman, keanekaragaman tanaman dan lingkungannya
Articles 176 Documents
Pemantauan Kadar Hara Makro, Silika dan Logam Berat Melalui Aplikasi Fly Ash Pada Lahan Sawah Lenin, Ismon; Hermansah, Hermansah; Agustian, Agustian; Syarif, Auzar; Dariah, Ai
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1908

Abstract

Fly ash berpotensi digunakan sebagai pembenah tanah dan  sumber hara tanaman, karena bersifat basa (pH 8-12), kadar hara silika tinggi, mengandung hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi fly ash terhadap  kadar hara makro, silika dan logam berat pada tanah, tanaman, dan gabah padi sawah.  Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni-Desember 2024. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok  9 ulangan dan  3 perlakuan (Tanpa fly ash, 5 ton fly ash+1 ton pupuk kandang/ha, dan 5 ton fly ash/ha). Variabel yang dimati yaitu: 1) sifat kimia tanah dan kandungan logam berat sebelum dan sesudah perlakuan, 2) kadar hara makro, silika dan logam berat  dalam jaringan tanaman dan gabah, 3) pertumbuhan tanaman, komponen hasil, dan hasil/ha. Hasil penelitian menujukkan bahwa tanah di lokasi penelitian mengandung C-organik,  P-total,  P-tersedia, Si-tersedia dan loagam berat tergolong rendah.  Apliasi fly ash meningkatkan kandungan C-organik, P-tersedia, Si-tersedia, KTK, Ca-dd dan Mg-dd serta menurunkan kadar logam berat Pb dan menekan kadar Cd, As, Hg sampai batas tidak terdeteksi. Kadar Si tanaman meningkat, kadar logam berat dalam tanaman dan gabah berkurang dan hasil meningkat. Hasil tertinggi (8 t GKP/ha) didapatkan pada perlakuan 5 ton fly ash + 1 ton pupuk kandang/ha.
Produktivitas Tumbuhan Biofarmaka Tahun 2020 – 2024 Di Nusa Tenggara Timur Syifa, Khozanah; Wulandari, Reny; Safira, Doani Anggi
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1888

Abstract

Tanaman biofarmaka memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Indonesia. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan tanaman biofarmaka semakin berkembang dan mulai disejajarkan dengan obat konvensional. Tanaman biofarmaka di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional, tetapi juga sebagai bumbu dapur yang menunjang kebutuhan sehari-hari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan potensi tanaman biofarmaka di NTT serta kontribusinya terhadap pemanfaatan pengobatan tradisional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur periode tahun 2020–2024. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil statistik produksi tanaman biofarmaka dengan studi kasus serta jurnal ilmiah yang relevan dan membahas topik sejenis. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa jenis tanaman biofarmaka memiliki tingkat produktivitas yang relatif tinggi, di antaranya jahe, kunyit, laos, jeruk nipis, dan serai. Tanaman-tanaman tersebut banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pengobatan tradisional sekaligus bumbu dapur. Lidah buaya memiliki potensi pengembangan yang besar, namun saat ini produktivitasnya masih tergolong rendah. Rendahnya produktivitas lidah buaya menjadi tantangan sekaligus peluang, mengingat meningkatnya tren industri kecantikan yang memanfaatkan bahan alami berbasis tanaman biofarmaka. Oleh karena itu, pengembangan dan peningkatan produktivitas tanaman lidah buaya perlu mendapat perhatian lebih lanjut agar dapat memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung diversifikasi pemanfaatan tanaman biofarmaka di Nusa Tenggara Timur. 
Keanekaragaman Cendawan Pada Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis MULL. ARG.) Berdasarkan Pola Tanam Di Kabupaten Bulukumba Musdalifah, Nurul; Mukrimin, Mukrimin; Rupang, Maya Sari; Malesi, Wa Ode Asryanti Wida; Barus, Rizki Al Khairi; Endrawati, Tri; Yusuf, Mani
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1909

Abstract

Pohon karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) adalah tanaman yang telah berhasil dikembangkan, terutama di dunia industri. Kebun karet tersebar luas di berbagai provinsi di Indonesia, misalnya di Kabupaten Bulukumba, dengan pola tanam monokultur dan agroforestri. Pertumbuhan karet dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti air, iklim, tanah, hama, dan penyakit. Penyakit pada tanaman karet meliputi bintik-bintik hitam kecokelatan pada batang, jamur akar putih, dan gugur daun akibat jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi genus jamur yang terkait dengan tanaman karet berdasarkan pola penanaman dan status pemanenan. Tahap isolasi pada jaringan tanaman menggunakan metode langsung (sterilisasi permukaan), sedangkan sampel tanah menggunakan pengenceran berlapis. Hasil isolasi menunjukkan perbedaan signifikan antara jumlah isolat berdasarkan pola penanaman, sementara berdasarkan status penyadapan, tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Keanekaragaman vegetasi dapat mempengaruhi jumlah isolat yang diisolasi. Indeks Keanekaragaman Jamur (H') pada tanaman karet menunjukkan nilai 1.97 dengan kriteria sedang. Jumlah koloni yang diisolasi sebanyak 101 isolat yang termasuk dalam 10 genus, yaitu Penicillium sp., Trichoderma sp., Aspergillus sp., Cunninghamella sp., Gliocladium sp., Gongronella sp., Paecilomyces sp., Cylindrocladiella sp., Rhizoctonia sp., dan Mucor sp.
Optimasi Konsentrasi Nutrisi Terhadap Karakter Pertumbuhan Vegetatif Dan Akumulasi Biomassa Tanaman Mint (Mentha piperita L.) Pada Sistem Hidroponik Rakit Apung Mutia, Yopa Dwi; Rizki, Rizki; Rasdanelwati, Rasdanelwati; Darlis, Olivia; Haryoko, Widodo
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1928

Abstract

Tanaman mint (Mentha piperita L.) merupakan tanaman daun aromatik bernilai ekonomi tinggi yang produktivitasnya berkaitan erat dengan pertumbuhan vegetatif dan ketersediaan nutrisi. Sistem hidroponik rakit apung memungkinkan pengelolaan nutrisi secara presisi, namun informasi mengenai konsentrasi nutrisi optimal untuk budidaya tanaman mint masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai konsentrasi nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan vegetatif dan biomassa tanaman mint yang dibudidayakan pada sistem hidroponik rakit apung. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima taraf konsentrasi nutrisi AB Mix (100, 400, 700, 1000, dan 1300 ppm) dan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi luas daun, jumlah daun, jumlah cabang produktif, berat basah, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi nutrisi hingga tingkat optimum secara nyata meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan akumulasi biomassa, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi tidak memberikan peningkatan tambahan. Jumlah cabang produktif tertinggi diperoleh pada konsentrasi 1000 ppm dan menurun pada konsentrasi yang lebih tinggi. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan kuat antara jumlah daun dan biomassa segar, sedangkan luas daun dan jumlah cabang produktif berkontribusi nyata terhadap biomassa kering. Secara keseluruhan, konsentrasi nutrisi 1000 ppm direkomendasikan sebagai tingkat nutrisi yang optimal secara fisiologis untuk budidaya tanaman mint pada sistem hidroponik rakit apung.
Optimalisasi Jumlah Bibit Per Lubang Tanam Terhadap Peningkatan Produksi Padi Sawah Gustian, Meko; Utami, Rizky Septika; Wulandari, Ajeng Putri
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1900

Abstract

Produksi padi sawah merupakan salah satu sektor strategis dalam keberlanjutan ketahanan pangan nasional, namun masih terdapat penurunan produksi yang salah satunya dapat disebabkan oleh faktor dari jumlah bibit per lubang tanaman, oleh karena penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas variasi jumlah bibit per lubang dalam meningkatkan produksi padi sawah sehingga dapat direkomendasi penanaman yang optimal untuk kondisi lokal. Penelitian ini dilakukan menggunakan polybag yang dirancang menggunakan sistem percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu jumlah bibit per lubang tanaman dengan perlakuan P1 (satu batang per lubang); P2 (dua batang per lubang); P3 (tiga batang per lubang); P4 (empat batang per lubang); P5 (lima batang per lubang); P6 (enam batang per lubang), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 ulangan. Setiap percobaan dilakukan pengamatan terhadap Jumlah Anakan, Jumlah Anakan Produktif, Jumlah Anakan tidak Produktif, dan Bobot Malai. Berdasarkan hasil analisis varian menunjukkan bahwa perbedaan jumlah bibit per lubang tanam memiliki pengaruh yang sangat nyata terhadap Jumlah Anakan dan Anakan Produktif. Jumlah Anakan Produktif P3 (23,75) tidak berbeda nyata terhadap P4 (25,75) dan P5(26,50), akan tetapi P3 meliliki nilai Bobot Malai tertinggi (60,26) dibanding dengan perlakuan yang lain walaupun tidak berbeda nyata secara statistik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa P3 merupakan jumlah bibit yang paling bagus dalam peningkatan produksi tanaman padi sawah
Karakterisasi Edible Coating Berbasis Pati Sagu Dan Minyak Atsiri Biji Pala Kuliahsari, Dessy Eka; Syamsul, Muhammad Ayyub
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik edible coating berbasis pati sagu dan minyak atsiri biji pala sebagai solusi pengurangan kerusakan pascapanen. Perlakuan yang digunakan meliputi perbedaan konsentrasi pati sagu (2%, 3%, 4%) dan minyak atsiri biji pala (0,5%; 1%; 1,5%). Analisis yan digunakan adalah uji viskositas, kestabilan emulsi, ketebalan, transparansi, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan adanaya perbedaana karakteristik untuk setiap sampel. Edible coating dengan perbedaan konsentrasi pati sagu dapat mempengaruhi viskositas dan ketebalan edible coating yang dihasilkan. Semakin tinggi konsentrasi pati sagu yang ditambahkan, maka nilai viskosita dan ketebalan akan semakin meningkat pula. Sedangkan, perbedaan konsentrasi minyak atsiri biji pala mempengaruhi nilai pH (derajat keasaman) dari edible coating yang dhasilkan. Dimana, semakin tinggi konsentrasi minyak atsiri biji pala, maka akan semakin turun pula nilai pH yang dihasilkan. Dari parameter transparansi, perbedaan konsentrasi pati sagu dan minyak atsiri biji pala tidak mempengaruhi karakteristik edible yang dihasilkan.