cover
Contact Name
Dr. Intan Dwi Hastuti
Contact Email
jurnal.jpin@gmail.com
Phone
+6281216119880
Journal Mail Official
intancendekiamataram@gmail.com
Editorial Address
Perum Elit Kota Mataram Asri Blok Q 11 Ling. Geguntur Kelurahan Jempong Baru Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JPIn : Jurnal Pendidik Indonesia
ISSN : 27228134     EISSN : 26208466     DOI : https://doi.org/10.47165/jpin
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) mempublikasikan artikel kajian teori atau penelitian terkait dengan Pendidikan. JPIn menerima publikasi dari guru-guru (PAUD, SD, SMP, SMA), Dosen, serta dari pemerhati dan peneliti pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 276 Documents
Potensi dan Strategi Pengembangan Etnotourism Desa Sambori Bima NTB Zulharman Zulharman; Mochamad Noeryoko
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 2: Oktober 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i2.173

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui potensi etnowisata yang dapat dikembangkan di Desa Sambori dan Mengetahui strategi yang tepat untuk pengembangan etnowisata berbasis di Desa Sambori. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan teknik survey dan observasi. Sedangkan untuk menentukan strategi pengembangan etnowisata di Desa Sambori digunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan Desa Sambori memiliki 30 jenis atraksi budaya yang unik. Atraksi budaya dan tradisi masyarakat sambori merupakan suatu hasil interaksi antara alam dan budaya sehingga budaya dan alam menjadi sesuatu yang tak terpisahkan, potensi ekotourism dan etnotourism desa sambori sangat besar untuk dikembangkan karena didukung daerah Bima sebagai daerah segitiga emas kunjungan wisatawanserta potensi lansekap yang sangat layak sebagai obyek daya tarik wisata. Strategi pengembangan etnowisata Desa Sambori kedepan antara lain dengan mengoptimalisasi potensi etnowisata dengan baik, Meningkatkan Partisipasi aktif dari masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat dalam merawat dan memelihara bentang alam dan pemadangan desa Sambori. Mengembangkan potensi kerajinan masyarakat desa Sambori dengan mningkatkan partisipasi pemerintah dalam pengembangan ketrampilan masyarakat, Meningkatkan daya tarik keunikan sambori yang dingin dan keunikan flora fauna agar kompetitif, Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam promosi etnowisata, Meningkatkan kuantitas inventarisasi potensi wisata pendukung etnowisata dan Meningkatkan perhatian pemerintah pada etnowisata dan ekowisata Sambori. Kata Kunci: Etnowisata, Sambori, Strategi
Sejelo Nyambang Desa Sebagai Solusi Melemahnya Sistem Pelayanan Publik di Kecamatan Lingsar Lombok Barat Taufiqqurrahman Taufiqqurrahman; Amriani Amriani
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 2: Oktober 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i2.241

Abstract

Pelayanan merupakan tugas utama bagi aparatur negara sebagai abdi negera dan abdi masyarakat, tugas ini secara jelas telah digambarkan dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke 4 yang berbunyi “ suatu pemerintahan negera indonesia yang melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan sumbangan dalam kajian ilmu komunikasi khususnya yang berkaitan dengan penggunaan strategi komunikasi (perencanaan komunikasi dan menejemen komunikasi) dalam mengimplementasikan suatu program kemasyarakatan terutama program-program yang berbasis pelayanan publik. Untuk informan dipilih dengan cara purposive sampling, adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif untuk mendapatkan datanya, kemudian untuk pengumpulan datanya menggunakan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini peneliti menemukan bahwa ada strategi komunikasi organisasi yang dilakukan oleh camat lingsar, strategi itu didapati dari proses prencanaan, penyususnan program, penganggaran, aksi komunikasi dan adanya evaluasi selama proses pelaksanaan program sejelo nyambang desa ini dilakukan.
Analisis Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar di MI NW Tanak Beak Ahmad Zainul Irfan; Ni Ketut Alit Suarti; M. Samsul Hadi
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 2: Oktober 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i2.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar di MI NW Tanak Beak, mendeskripsikan hambatan pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar, mendeskripsikan usaha-usaha yang dilakukan sekolah untuk mengatasi hambatan perpustakaan sebagai sumber belajar di SD MI NW Tanak Beak Batukliang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek Kepala Sekolah, Pengelola Perpustakaan, Guru dan Siswa. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data digunakan uji kredibilitas dengan tringulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar di MI NW Tanak Beak terlaksana dengan cukup baik, hal tersebut didukung adanya sarana dan prasarana perpustakaan yang cukup memadai, pelayanan perpustakaan sekolah, dan sumber daya manusia. Pelaksanaan pengelolaan perpustakaan sekolah telah menjadi sumber belajar yang dilakukan oleh guru dan siswa dengan adanya program kunjungan wajib kelas. Hambatan dalam pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar di MI NW Tanak Beak ada hambatan internal dan hambatan eksternal. Usaha-usaha untuk mengatasi hambatan pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar MI NW Tanak Beak dapat diatasi dengan cara: pertama, sekolah melakukan kunjungan kelas pada jam istirahat untuk berkunjung ke perpustakaan untuk membaca. Kedua, bekerja sama dengan orang tua siswa yang berada diluar untuk ke perpustakaan. Ketiga, memaksimalkan tenaga untuk mengelola perpustakaan oleh guru. Keempat, mengajak siswa untuk gemar membaca. Kemudian siswa yang malas ke perpustakaan diusahakan pemberian motivasi dan adanya reward. Kelima, penambahan koleksi bahan pustaka yaitu buku penunjang.
Strategi dan Implikasi Manajemen Public Relation Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di RA Ar Raihan Bantul Yogyakarta Khaerani Saputri Nimran
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 2: Oktober 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i2.232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi manajemen public relation dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di RA Ar Raihan Bantul Yogyakarta, bagaimana strategi manajemen public relation dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di RA Ar Raihan Bantul Yogyakarta dan apa implikasi manajemen public relation dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di RA Ar Raihan Bantul Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif guna mengetahui manajemen public relation dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di RA Ar Raihan Bantul Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap implemetasi manajemen public relation dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di RA Ar Raihan Bantul Yogyakarta adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Adapaun strategi yang digunakan adalah: Menjalin hubungan baik dengan publik internal, b). Menjalin hubungan baik dengan orang tua/wali murid. c), Menawarkan program yang berkualitas. d), Melalui program untuk meningkatkan kepercayaan wali murid. e), Menjalin kerjasama yang baik dengan masyarakat luas. Beberapa implikasi manajemen public relation di RA Ar Raihan Bantul antara lain sebagai berikut: a). Meningkatnya jumlah peserta didik. b). Terciptanya hubungan yang harmonis dengan masyarakat internal. c). Meningkatkan kepercayaan dan partisipasi publik eksternal.
Ekspetasi Kinerja Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Menangani Perilaku Agresif Pada Siswa Yang Mengalami Broken Home Di SMPN 3 Narmada Herlina Fitriana; Nurul Alidia Wahyuni
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 2: Oktober 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i2.227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan melihat apakah kinerja atau peran guru bimbingan dan konseling dalam menangani perilaku agresif pada siswa broken home di SMPN 3 Narmada telah berjalan sesuai dengan ekspetasi kinerja guru BK atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tehnik pengumpulan data observasi dan wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru BK, wali kelas dan siswa yang memiliki perilaku agresif yang berasal dari keluarga broken home, serta wali murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru BK dalam menangani prilaku agresif pada siswa broken home di SMPN 3 Narmada sudah sesuai dengan ekspetasi. Guru BK melakukan konseling individu dan membantu siswa dalam menyusun dan merencanakan pencapaian tujuan tertentu, melakukan kolaborasi atau kerjasama dengan wali kelas dalam memberikan arahan pada siswa untuk dapat menekan perilaku agresifnya serta membantu siswa dalam mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Guru BK juga melakukan konseling home visit untuk mengetahui permasalahan apa yang mungkin terjadi dilingkungan siswa yang memiliki perilaku agresif dan guru BK juga menjadi mediator atau berperan sebagai penengah disaat terjadi konflik antar siswa hingga masalah diantara mereka terselesaikan. Adapun perilaku agresif yang seringkali muncul adalalah perilaku agresif secara verbal (sering berkata kasar, sengaja ingin menyakiti hati teman) dan secara fisik (Memukul, adu fisik, merusak fasilitas kelas, dll). Faktor penyebab munculnya prilaku agresif siswa adalah pengaruh keluarga, teman dan lingkungan tempat tinggalnya.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa pada Materi Bangun Datar Segitiga dan Segiempat Rohana Rohana; Syarifuddin Syarifuddin; Mutmainah Mutmainah
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 2: Oktober 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i2.171

Abstract

Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi segitiga dan segiempat. Subjek penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIII B SMP Negeri 11 Kota Bima yang dilhat dari tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Analisis kemampuan berpikir kritis mengacu pada indikator kemampuan berpikir kritis menurut Facioner yaitu: menginterpretasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menginferensi. Pemilihan subjek ini adalah menggunakan soal tes kemampuan berpikir kritis, tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan tes kemampuan berpikir kritis dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) subjek yang berkemampuan berpikir kritis tinggi mampu mamahami masalah, mampu menganalisis, mampu menggunakan strategi yang tepat dan benar, dan mampu memberikan buah kesimpulan yang benar dan baik; (2) subjek yang berkemampuan berpikir kritis sedang mampu memahami masalah, mampu menganalisis, kurang mampu menggunakan strategi yang tepat dan jelas, dan mampu membuat kesimpulan; (3) subjek berkemapuan berpikir kritis rendah mampu memahami masalah dengan menuliskan diketahui dan ditanyakan, kurang mampu menganalisisis, kurang mampu menggunakan strategi yang baik dan benar, dan kurang mampu memberikan kesimpulan yang benar.
Pengaruh Faktor Kualitas Pelayanan Tenaga Administrasi Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Sigerongan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Syatriawan Perdana Putra; Rahmawati Rahmawati; Muhamad Adnan; I Made Putu Sudiartha Hartawan
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 2: Oktober 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i2.211

Abstract

Kepuasan merupakan suatu hal yang dapat memengaruhi harapan pelanggan, ketika pelanggan merasa puas maka akan menggunakan produk tersebut, dan ketika pelanggan merasa tidak puas maka pelanggan akan menuntut perbaikan atau komplain terhadap suatu produk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh signifikan Reliability, Responsivennes, Assurance, Empaty dan Tangible Tenaga Administrasi Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Sigerongan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik, yakni penelitian yang mencoba menggali persepsi pasien rawat jalan pada pelayanan kesehatan dengan jumlah populasi 15.259 dari total jumlah kunjungan dan menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling sejumlah 99 orang pasien yang menjadi responden. Pada penelitian ini menggunakan analisis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Reliability, Responsiveness, Empathy Tenaga Administrasi Kesehatan memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap Kepuasan Pasien. Sedangkan pada dimensi Assurance dan Tangible Tenaga Administrasi Kesehatan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Sigerongan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.
Pengaruh Media di Dalam Perkembangan Olahraga Lalu Moh Yudha Isnaini; Wahyu Hananingsih
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 2: Oktober 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i2.177

Abstract

Media adalah hasil perubahan ikon dari perubahan sosial, ekonomi dan teknologi yang masing-masing memiliki pengembangkan secara luas dan pesat sebagai industri global utama. Media olaharaga dapat mempengaruhi berbagai aspek nilai hidup dan kehidupan manusia baik nilai ekonomi, sosial, moral politik, dan pendidikan.Tujuandalampenelitianpengaruh media dalamperkembangan olahraga. Metodepenelitianeksperimen. Populasidan sampel penelitiansebanyak 100 orang. Hasilpenelitian media memainkan peran penting dalam penataan dan menginformasikan kehidupan masyarakat dalam olahraga. Masing-masing memiliki ruang lingkup baik lokal dan telah struktur dalam praktek kehidupan. Media dan olahraga merupakan industri yang sama-sama memiliki jaringan yang kompleks dalam hubungan, sejarah dan dinamika. Media olahraga memiliki pengaruh terhadap struktur dan tingkat aktivitas media. Aktivitas olahraga telah memberi pengaruh pada kehidupan manusia baik kehidupan mengisi waktu luang rekreasi, pendidikan dan prestasi. Bahkan dalam perkembanganganya olahraga telah mempunyai pengaruh terhadap agama, bisnis, hiburan, moral, transfer teknologi keperkasaan dan deklarasi politik. Olahraga tidak bisa hidup tanpa media dan media tidak akan berkembang tanpa bantuan olahraga. Membangun sinergi antara media dan perkembangan olahraga memerlukan komitmen bersama sebagai suatu kekuatan bangsa untuk membangun prestasi olahraga. Kata kunci: Media, Olahraga, Perkembangan, social dan budaya
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Pada Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 Faradiba Jabnabillah
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 2: Oktober 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i2.200

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan pengaruh buruk terhadap berbagai bidang kehidupan sosial. Salah satunya ialah bidang pendidikan. Hal ini menyebabkan pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka harus dialihkan menjadi pembelajaran daring. Masalah ini dapat mempengaruhi motivasi dan kemandirian belajar mahasiswa khususnya dalam pembelajaran Matematika. Adapun tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pengaruh motivasi belajar terhadap kemadirian belajar mahasiswa pada pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan metode uji t, analisis regresi sederhana dan koefisien determinasi. Hasil pada penelitian ini menjelaskan bahwa motivasi belajar berpengaruh terhadap kemandirian belajar secara signifikan. Sementara itu, pengaruh dari variabel motivasi belajar terhadap kemandirian belajar bernilai positif yang artinya jika motivasi belajar meningkat maka kemandirian belajar juga akan mengalami peningkatan. Sedangkan pada koefisien determinasi menunjukkan hasil bahwa motivasi belajar memiliki proporsi pengaruh terhadap kemandirian belajar sebesar 51,6% pada pembelajaran daring di masa pandemi covid-19.
Identifikasi Kesulitan Siswa Slow Learner Pada Proses Conjecturing Dalam Pemecahan Masalah Generalisasi Pola Sutarto Sutarto; Intan Dwi Hastuti
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 2: Oktober 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i2.233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kesulitan siswa slow learner pada proses conjecturing dalam pemecahan masalah generalisasi pola. Jenis penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Mataram, dengan pemilihan subjek dilakukan secara terus menerus hingga memperoleh kejenuhan data. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen bantu yaitu lembar masalah generalisasi pola (LMGP) dan wawancara. Setelah subjek menyelesaikan LMGP selanjutnya di wawancara berdasarkan lembar jawaban masing-masing subjek untuk mengetahui kesulitan siswa pada proses conjecturing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa slow learner pada proses conjecturing dalam pemecahan masalah generalisasi pola terjadi setelah siswa melewati tahapan mengamati kasus, mengorganisir kasus, mencari dan memprediksi pola. Pada tahap mencari dan memprediksi pola, siswa telah menemukan beda dari pola yang terbentuk. Namun untuk melanjutkan ke tahapan merumuskan konjektur siswa mengalami kesulitan, karena tidak dapat menghubungkan antara beda dengan rumus umum. Sehingga untuk tahapan memvalidasi konjektur, generalisasi konjektur dan membenarkan generalisasi tidak dilakukan oleh siswa.