cover
Contact Name
Isma Masrofah
Contact Email
isma.masrofah@unsur.ac.id
Phone
+62263-283578
Journal Mail Official
jmtsi@unsur.ac.id
Editorial Address
Universitas Suryakancana, Gd. Fakultas Teknik Jl. Pasir Gede Raya, Cianjur 43216 Tel / fax : (0263) 283 578
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri
ISSN : 25810561     EISSN : 25810529     DOI : https://doi.org/10.35194/jmtsi.v4i1.844
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri (JMTSI) is a publication media for papers with the scope of industrial-engineering field and other relevant fields such as and not limited to: Industrial systems Manufacturing systems Systems Engineering & Ergonomics Industrial Management Supply Chain and Logistics
Articles 124 Documents
Kelelahan Mata dan Keluhan MSDs Perkuliahan Daring Selama Pandemi COVID-19 pada Mahasiswa di Tiga Fakultas Universitas Sari Mulia (Program Studi Teknik Industri, D-IV Promosi Kesehatan dan Program Studi Manajemen) Tambun, Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija; Oktaviannoor, Husda
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v5i2.1427

Abstract

The spread of COVID-19 cases is very fast, affecting all sectors. One of these sectors is educational institutions. In order for the learning process to continue, an online  learning system was implemented. Online  learning causes an increase in sitting rather than standing, activity in front of a smartphone or laptop. The purpose of this study is to identify eye fatigue and MSDs complaints in students at three study programs, Industrial Engineering, DIV-Health Promotion and Management. The data was collected through an online  survey of students. This study used a descriptive analysis research design with a cross sectional approach with the number of respondents 55 students. The results showed that eye fatigue was mostly experienced with sore eyes as many as 35 students (63.63%). Then followed by headaches as many as 34 people (61.81%) and watery eyes as many as 23 people (41.81%). Meanwhile, the majority of MSDs complaints among students were at the waist as many as 34 people (61.8%), on the upper neck as many as 33 people (60%) and on the lower neck as many as 25 people (45.5%). Penyebaran yang kasus COVID-19 yang sangat cepat, berdampak terhadap semua sektor. Salah satu sektor tersebut adalah institusi pendidikan. Agar proses pembelajaran tetap berjalan, maka dilaksanakan sistem pembelajaran daring. Pembelajaran daring menyebabkan terjadinya peningkatan aktivitas duduk daripada berdiri, aktivitas di depan smartphone atau laptop. Selain itu, pembelajaran daring dapat meningkatkan kelelahan mata karena aktivitas di depan smartphone atau laptop. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi kelelahan mata dan keluhan MSDs pada mahasiswa di tiga program studi yaitu Program Studi Teknik Industri, Program Studi DIV-Promosi Kesehatan dan Program Studi Manajemen. Pengumpulan data dilakukan melalui survei secara daring terhadap mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah responden 55 orang mahasiswa. Hasil penelitian didapatkan keluhan kelelahan mata yang paling banyak dialami oleh responden adalah mata perih sebanyak 35 orang mahasiswa (63,63%). Kemudian diikuti keluhan sakit kepala sebanyak 34 orang (61,81%) dan mata berair sebanyak 23 orang (41,81%). Sedangkan untuk keluhan MSDs pada mahasiswa adalah  mayoritas pada bagian pinggang sebanyak 34 orang (61,8%), pada bagian leher atas sebanyak 33 orang ( 60%) dan pada bagian leher bawah sebanyak 25 orang (45,5%).
Penerapan Model Manajemen Pengetahuan pada Sektor Pemerintahan (Studi Kasus: Bappeda Cianjur) Putro, Bramantiyo Eko; Nurhiqmah, Ajizah
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v5i2.1431

Abstract

BAPPEDA is a regional government supporting element that has the task of assisting the Mayor in determining policies in the field of development planning in the regions and their evaluation and implementation. Regional Development Planning Bodies are formed based on the needs, developments and advances in the Government Sector as well as current technological advances, in order to assist regional governments in implementing development, especially in the Government Sector. This research was conducted to determine what factors influence the application of knowledge management at BAPPEDA and what factors are most important in the application of knowledge management at BAPPEDA. Knowledge management is important to be applied to an organization, as well as BAPPEDA needs to apply knowledge management to conduct training and education to improve employee performance. Data were collected by distributing questionnaires directly to 50 respondents of Bappeda employees. The variables in the study were strategic planning, organizational structure, organizational culture, management support, perceived benefits, user ease of use, mimetic pressure, information technology infrastructure, adoption intention, knowledge management practices, organizational learning and non-financial performance. This research model was tested empirically using the SEM method with the help of PLS-SEM software. The results showed that the variables of organizational culture and adoption intention had a positive influence on knowledge management practices. Knowledge management practice variables have a positive influence on organizational learning variables and organizational learning has a significant positive effect on non-financial performance. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dibentuk berdasarkan kebutuhan, perkembangan dan kemajuan di bidang Pemerintahan serta kemajuan teknologi dalam rangka membantu pemerintah daerah melaksanakan pembangunan. Manajemen pengetahuan penting untuk diterapkan pada suatu organisasi, begitu juga dengan BAPPEDA perlu menerapkan manajemen pengetahuan untuk melakukan pelatihan dan pendidikan untuk menyempurnakan kinerja pegawainya. Berdasarkan hasil wawancara, pemanfaatan sistem manajemen pengetahuan yang belum maksimal oleh pegawai Bappeda membuat tidak tercapainya tujuan organisasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi penerapan manajemen pengetahuan di BAPPEDA dan faktor apa yang paling penting dalam penerapan manajemen pengetahuan di BAPPEDA. Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner secara langsung terhadap 50 responden pegawai Bappeda. Variabel dalam penelitian adalah perencanaan strategi, struktur organisasi, budaya organisasi, dukungan manajemen, manfaat yang dirasakan, kemudahan pengguna, tekanan mimetik, infrastruktur teknologi informasi, niat adopsi, praktik manajemen pengetahuan, pembelajaran organisasi dan kinerja non-keuangan. Model penelitian ini diuji secara empiris dengan menggunakan metode SEM dengan bantuan software PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan variabel budaya organisasi dengan effect size 0,383 dan niat adopsi memiliki pengaruh positif  dengan effect size 0,553 terhadap praktik manajemen pengetahuan. Variabel praktik manajemen pengetahuan memberikan pengaruh positif dengan effect size 0,672 terhadap variabel pembelajaran organisasi dan pembelajaran organisasi memiliki pengaruh positif dengan effect size 0,650 yang signifikan terhadap kinerja non-keuangan. Faktor yang paling penting dalam penerapan manajemen pengetahuan di Bappeda dan berdampak pada kinerja adalah pembelajaran organisasi dengan nilai effect size sebesar 0,732.
Peningkatan Efektivitas Mesin Susu Kental Manis dengan Metode Overall Equipment Effectiveness dan Diagram Ishikawa Sugiono, Mohammad Cipto
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v5i2.1428

Abstract

PT. X is an industrial company that runs in milk processing which manufactured variety products of its derivative. The problem that PT. X has are the high rate of breakdown and planned downtime that happened in sweetened condensed milk sachet filling machine, resulting a low value of availability rate in 2020. These problems can be solved by using Overall Equipment Effectiveess (OEE) method as an identification of those problems and Ishikawa’s Diagram as a proposed further improvement. The average measurement result of OEE in sweetened condensed milk sachet filling machine in the year of 2020 is 71.90%. This result shows us that the percentage of OEE still hasn’t reached the company’s target which is 75%. That low achievement of OEE is caused by one dominated factor which is the value of availability rate. According to Ishikawa’s Diagram, the main cause of the low value of availability rate are preventive maintenance, autonomous maintenance and predictive maintenance which become the cause of the recent breakdown. In conclusion, if the maintenance is done properly and thoroughly, the breakdown will certainly happen rarely, so that the value of the availability rate will also rise. PT. X adalah perusahaan industri yang bergerak di bidang pengolahan susu yang memproduksi berbagai produk turunannya. Masalah yang terjadi di PT. X adalah tingginya tingkat kerusakan dan downtime terencana yang terjadi pada mesin pengisi sachet susu kental manis, sehingga mengakibatkan rendahnya nilai availability rate pada tahun 2020. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveess (OEE) sebagai identifikasi permasalahan tersebut. Hasil pengukuran rata-rata OEE pada mesin pengisi susu kental manis sachet tahun 2020 adalah 71,90%. Hasil ini menunjukkan bahwa persentase OEE masih belum mencapai target perusahaan yaitu 75%. Rendahnya pencapaian OEE tersebut disebabkan oleh salah satu faktor yang mendominasi yaitu nilai availability rate. Menurut diagram Ishikawa, penyebab utama rendahnya nilai tingkat ketersediaan adalah maintenance preventive, maintenance otonom, dan maintenance prediktif yang menjadi penyebab kerusakan mesin.
Interval Waktu Pemeliharaan Berdasarkan Reliability Centered Maintanance (RCM) Pada Kinerja Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) Perusahaan Listrik Negara Fernando, Very; Hernadewita, Hernadewita; Purba, Humiras Hardi
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v5i2.1459

Abstract

The State Electricity Company (PLN) serves all Indonesian people from Sabang to Merauke with overhead lines and cable lines. The frequency of blackouts in an area due to disturbances in the channel. PLN seeks to suppress disturbances by carrying out maintenance, namely turning it off or without being extinguished. Medium Voltage Air Lines (SUTM) are more frequent disturbances. The worst damage happened to the conductors, Jumpers, and insulators. Damage will often occur if it is not predictable. In order to find out when damage occurs, a method based on Predictive Maintenance is used, namely maintenance based on historical disturbance data statistics. Predictive Maintenance can be realized by using Reliability Centered Maintenance (RCM). From the results of RCM calculations and statistical data on one PLN unit, there is a new value for predictive maintenance time intervals, for conductors maintenance schedule must be carried out every 2 days, Jumpers every 12 days, and isolators every 16 days before serious damage occurs and widespread blackout Perusahaan Listrik Negara (PLN) melayani seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan saluran udara dan saluran kabel. Frekuensi terjadi pemadaman pada suatu wilayah karena adanya gangguan pada saluran tersebut. PLN berupaya untuk menekan gangguan dengan melakukan pemeliharaan, yaitu dipadamkan atau tanpa dipadamkan. Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) lebih sering terjadi gangguan. Kerusakan terparah ternyata terjadi pada konduktor, Jumper dan isolator. Kerusakan akan sering terjadi apabila tidak mampu diprediksi. Untuk dapat mengetahui kapan akan terjadi kerusakan digunakan metode berbasis Predictive Maintanance, yaitu pemeliharaan berdasarkan statistik data historis gangguan. Predictive Maintenance dapat terwujud dengan menggunakan  Relliability Centered Maintanance (RCM). Dari hasil perhitungan RCM dan data statsik pada salah satu unit PLN, maka terdapat nilai baru intuk interval waktu pemeliharaan secara predictive, untuk konduktor harus dilakukan penjadwalan pemeliharaan setiap 2 hari, Jumper setiap 12 hari, dan Isolator setiap 16 hari sebelum terjadi kerusakan yang parah dan pemadaman meluas.
Usulan Perbaikan Proses Bisnis Departemen J20 di PT Indorama Synthetics Tbk dengan Menggunakan Metode Business Process Reengineering Oetomo, Dedy Setyo; Ramdhani, Rizky Fajar
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v5i2.1416

Abstract

The business process of the J20 production department is currently experiencing obstacles in terms of information delivery, production report, maintenance report, and problem information that causes decision making is often irrelevant. This is due to the use of paper media with a long bureaucratic flow so that the cycle time becomes inefficient. This study used business process reengineering, modeling business process in business process modeling notation (BPMN), and supporting research problem analysis used fishbone diagram. The result showed changes in a process flow, job desk, unit elimination, and proposed design of information systems in the form of application software as a solution to the problems studied, so that it is expected to obtain process time efficiency of 65.1% and cycle time of 99.2% of the previous total time. Proses bisnis departemen produksi J20 saat ini mengalami hambatan dalam hal penyampaian informasi, laporan hasil produksi, laporan maintenance, serta informasi problem, yang menyebabkan pengambilan keputusan sering kali terjadi bias. Hal ini di sebabkan oleh penggunaan media kertas dengan alur birokrasi yang panjang sehingga waktu siklus menjadi tidak efisien. Pada penelitian ini digunakan metode Business Process Reengineering, dengan memodelkan bisnis proses dalam Business Process Modelling Notation (BPMN), serta pendukung analisa masalah penelitian digunakan diagram tulang ikan. Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan alur proses, jobdesk, eliminasi unit, serta usulan perancangan sistem informasi berupa software aplikasi sebagai solusi dari permasalahan yang diteliti, sehingga diharapkan dapat diperoleh efisiensi waktu proses sebesar 65,1% dan waktu siklus sebesar 99,2% dari total waktu sebelumnya.
Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa XYZ Terhadap Program PERMATA-SAKTI Tahun 2020 dengan Metode HEdPERF dan HiEDQUAL Febriani, Nabilah Dwi; Fathoni, Muhammad Zainuddin; Ismiyah, Elly
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v6i1.1457

Abstract

Kepuasan mahasiswa merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam peningkatan kualitas layanan dalam perguruan tinggi. Kepuasan mahasiswa terbentuk apabila seluruh kebutuhan mahasiswa selama menempuh perkuliahan dapat dipenuhi dengan baik oleh perguruan tinggi. Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud dalam rangka mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai bidang keilmuan. Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) memiliki berbagai macam program salah satunya yaitu pertukaran pelajar. PERMATA-SAKTI merupakan salah satu bentuk implementasi dari pertukaran pelajar. Pada tahun-tahun sebelumnya, PERMATA-SAKTI dilakukan secara offline dengan mendatangi kampus pertukaran. Namun, pada 2020 program PERMATA-SAKTI dilakukan secara online akibat pandemi COVID-19 yang melanda seluruh Indonesia. Dalam implementasinya, tentu tidak semulus tahun-tahun sebelumnya karena adanya peralihan dari offline ke online sehingga membutuhkan penyesuaian. Adanya penyesuaikan tersebut paling tidak dapat mempengaruhi kepuasan mahasiswa terhadap program PERMATA-SAKTI. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan mahasiswa XYZ terhadap Program PERMATA-SAKTI tahun 2020. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa serta memberikan usulan terkait kualitas pelayanan pada Program PERMATA-SAKTI yang ada di Universitas XYZ. Metode yang digunakan adalah HEdPERF dan HiEDQUAL. Metode HEdPERF dan HiEDQUAL memiliki dasar konsep yang sama dengan metode SERVQUAL yaitu mengukur kepuasan berdasarkan nilai gap antara persepsi dan harapan. Hasil yang didapat adalah terdapat 20 atribut yang memiliki nilai gap negatif atau sebesar 68,9% dari keseluruhan atribut dimana berasal dari atribut yang terkait dengan PT Pengirim sebesar 37,9% dan PT Penerima sebesar 31,03% sedangkan untuk atribut yang terkait dengan belmawa seluruhnya memiliki nilai gap yang positif. Nilai gap terbesar adalah terletak pada atribut ke 28 sebesar -0,39 yaitu “ketersediaan layanan kesehatan bagi mahasiswa PERMATA-SAKTI dari PT Pengirim”. Usulan yang diberikan adalah memberikan treatment khusus kepada mahasiswa PERMATA-SAKTI berupa konsultasi kesehatan secara berkala sehingga kesehatan fisik dapat tetap terjaga selama mengikuti kuliah pertukaran. Secara keseluruhan, kepuasan mahasiswa XYZ terhadap Program PERMATA-SAKTI tahun 2020 masih belum begitu tinggi sehingga perlu dilakukan perbaikan-perbaikan utamanya untuk atribut yang memiliki nilai gap negatif terbesar.Kata kunci— Kepuasan Mahasiswa; Program PERMATA-SAKTI; HEdPERF dan HiEDQUAL 
Simulated Annealing untuk Perancangan Tata Letak Industri Furniture dengan Model Single dan Double Row Layout Kusumaningsih, Devita Ayuni; Azim, Ahmad Fadhil; Albab, Disya Amalia Ikhsani Ulil; Hans, Feishal Rey; Korin, Filbert; Pohan, Rafi Naufal Al Mochtari; Ananta, Vhysnu Satya; Rifai, Achmad Pratama
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v6i1.1773

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are promising contributors to national economic growth. One of the significant components in a business is the layout  aspect of production facilities. This study aims to produce an optimal layout  for an MSME engaged in furniture production, namely UD Bazooka in Yogyakarta. Currently, the layout  type used by UD Bazooka is a process layout  to produce a large variety of products. The use of simple process layout  affects on inefficient material movement, thus causing longer travelled distance and higher material handling cost as relative to the total production cost. Therefore, this research aims to improve the layout  of UD Bazooka with minimizing total travelled distance as the objective. The data collection is performed by observing the production line at UD Bazooka which will be translated into relationship data or REL charts, from-to-charts, and space requirements. In this study, the layout  of the facility is modelled into single and double-row layout  problems. This study developed a Simulated Annealing (SA) algorithm to solve the two models. Furthermore, Modified Spanning Tree (MST) is used as a benchmark method. To evaluate the best layout , we use total travelled distance and adjacency weight as the objective function. The results showed that the best layout  with minimum total travelled distance was the output of the double row layout  model solved using the Simulated Annealing. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kontributor yang cukup signifikan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Salah satu komponen penting dalam sebuah bisnis adalah aspek tata letak fasilitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan tata letak optimal sebuah UMKM yang bergerak dalam bidang produksi furniture yaitu UD Bazooka yang berlokasi di Yogyakarta. Jenis tata letak yang digunakan oleh UD Bazooka saat ini adalah tipe process layout . Penggunaan tata letak fasilitas berupa process layout  yang sederhana menyebabkan perpindahan material dan komponen yang tidak efisien, sehingga menyebabkan waktu dan biaya perpindahan yang relatif tinggi dibandingkan dengan total biaya produksi. Dengan demikian, penelitian ini melakukan perancangan ulang tata letak fasilitas dengan tujuan meminimasi total travelled distance. Data diperoleh dengan mengobservasi lini produksi UD Bazooka yang kemudian akan diterjemahkan dalam data relationship atau REL chart, from-to-chart, dan space requirement. Pada penelitian ini, tata letak fasilitas dimodelkan menjadi single dan double row layout  problem. Penelitian ini mengembangkan algoritma Simulated Annealing (SA) untuk menyelesaikan kedua model tersebut. Selanjutnya, Modified Spanning Tree (MST) digunakan sebagai metode pembanding. Untuk mengevaluasi tata letak terbaik, digunakan total traveled distance dan adjacency weight sebagai fungsi tujuan. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa layout  terbaik dengan total travelled distance paling rendah adalah output model double row layout  yang diselesaikan dengan Simulated Annealing.
Analisa Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode HIRARC di PT. INHUTANI 1 UMI GRESIKHUTANI 1 UMI GRESIK Santoso, Dimas Oki; Kurniawan, Moh. Dian; Hidayat, Hidayat
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v6i1.1580

Abstract

The industrial revolution 4.0 has a big impact on the country, which is to advance Indonesia by building human resources and increasing production patterns to be more automated and digital. But the challenge today is the quality of Indonesian human resources. Activities that can be done to improve the quality of HUMAN RESOURCES is the implementation of Occupational Health and Safety Management System (OHSM). This research was conducted at PT. Inhutani 1 UMI Gresik located at Jl. Captain Darmosugondo XXI, Gresik and is a follow-up company from PN Perhutani East Kalimantan engaged in the management of natural forest products which then carried  out several processes until it was determined that the product results were suitable for use and ready to be sent. In the production process using various types of machines, namely cross cut, multi trip, single rip, double palnner, moulding and sanding. With work activities in the field, employees will always be in contact with the condition of the machine on a large scale, hot and dangerous for occupational health and safety. PT. Inhutani 1 UMI Gresik as a company engaged in forest wood processing activities must certainly have an effective Occupational Health and Safety (OHS) program. Based on the results of observations and interviews company leaders, it was found that the implementation of OHS has not been fully implemented. This is because the still found facilities and infrastructure to implement OHS is still inadequate such as the absence of a special team, employees ignore safety when working by not using PPE and there is no special rebuke from the company. The purpose of this study is to identify hazards and risk assessments that arise in the workplace and be given control of risk using Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) method then from existing risks given a risk control that has the goal of minimizing work accidents and can create a safe and comfortable work environment for the workforce. HIRARC method is one of the risk management methods that contain hazard identification, risk assessment and control of risks that occur and has the aim to reduce the level of risk that occurs somewhere. This study has the results of 4 main activities and 1 maintenance activity, where 13 potential hazards were found. The classification as follows 1 potential danger categorized as extreme risk level, 1 potential danger categorized as high risk level, 7 potential danger categorized as moderate risk level and as many as 4 potential dangers categorized as low risk levels.  Revolusi industri 4.0 mempunyai dampak yang besar bagi Negara yaitu memajukan Indonesia dengan cara membangun Sumber Daya Manusia dan meningkatkan pola produksi menjadi lebih otomatis dan digital. Namun tantangan saat ini yaitu kualitas SDM Indonesia. Kegiatan yang bisa dilakukan untuk peningkatan kualitas SDM adalah dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Adapun penelitian ini dilakukan di PT. Inhutani 1 UMI Gresik yang berlokasi di Jl. Kapten Darmosugondo XXI, Gresik dan merupakan perusahaan lanjutan dari PN Perhutani Kalimantan Timur yang bergerak di bidang pengelolaan hasil hutan alam yang kemudian dilakukan beberapa proses sampai ditentukan bahwa hasil produk layak untuk digunakan dan siap dikirim. Adapun dalam proses produksi menggunakan berbagai macam jenis mesin yaitu cross cut, multi trip, single rip, double palnner, moulding dan sanding. Dengan kegiatan kerja dibidang tersebut maka karyawan akan selalu berhubungan dengan kondisi mesin dalam skala besar, panas dan berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan  kerja. PT. Inhutani 1 UMI Gresik sebagai perusahaan yang bergerak dalam kegiatan pengolahan kayu hasil hutan tentu harus memiliki program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang efektif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap tenaga kerja dan pimpinan perusahaan didapatkan hasil bahwa penerapan K3 belum sepenuhnya diterapkan. Hal ini disebabkan karena masih ditemukannya sarana dan prasarana untuk menerapkan K3 masih belum memadai seperti tidak adanya tim khusus, karyawan mengabaikan keselamatan saat bekerja dengan tidak memakai APD serta tidak ada teguran khusus dari perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi bahaya dan penilaian risiko yang muncul di tempat kerja serta diberikan pengendalian dari risiko menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) kemudian dari risiko yang ada diberikan suatu pengendalian risiko yang memiliki tujuan meminimalisir terjadi kecelakaan kerja serta dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi tenaga kerja. Metode HIRARC merupakan salah satu metode manajemen risiko yang termuat identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian atas risiko yang terjadi dan memiliki tujuan untuk menekan tingkat risiko yang terjadi di suatu tempat. Penelitian ini memiliki hasil yaitu terdapat 4 aktivitas utama dan 1 aktivitas maintenance, di mana  ditemukan 13 potensi bahaya. Adapun klasifikasinya sebagai berikut 1 potensi bahaya dikategorikan sebagai level risiko extreme, 1 potensi bahaya dikategorikan sebagai level risiko high, 7 potensi bahaya dikategorikan sebagai level risiko moderate dan sebanyak 4 potensi bahaya dikategorikan sebagai level risiko low.
Penggunaan Jaringan Syaraf Tiruan – Backpropagation dalam Memprediksi Jumlah Mahasiswa Baru Suahati, Ajrina Febri; Nurrahman, Ahmad Arif; Rukmana, Otong
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v6i1.1589

Abstract

Educational data is important information owned by a university. Large amounts of data can be used to identify specific patterns. This study aims to predict the number of new students by identifying data patterns using an artificial neural network (ANN). ANN is an artificial intelligence that has characteristics such as biological neural networks and works as an information processing system, one of the types is backpropagation model. Backpropagation trains the network to be able to recognize and identify patterns that are given during training and provide a response in the form of predicting similar patterns, therefore backpropagation can be used in the field of forecasting. Data that uses as input for the training is new student data from 2000 to 2020, and the expected output is the number of new students in the following tear, which is 2021. This study tested 4 different ANN architecture models, with MSE 0.0001, learning rate 0.01, with a maximum of 1000 iterations. The training process uses a combination of the tansig-purelin and logsig-purelin as the activation functions, and traingdx, traingda traingdm as the acceleration functions. Result of the training process, it was found that the best network architecture is the 12-8-1 pattern, which means using 12 inputs, 8 hidden neurons, and 1 output. The pattern uses the logsig-purelin activation function, the traingda acceleration function, with the MSE result of 0.0001 after going through 94 iterations. Data mahasiswa merupakan informasi penting yang dimiliki oleh suatu perguruan tinggi. Data dalam jumlah besar dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu pola tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi jumlah mahasiswa baru yang akan datang dengan mengidentifikasi pola data menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST). JST merupakan suatu kecerdasan buatan yang memiliki karakteristik seperti jaringan syaraf biologi dan berfungsi sebagai sistem pemroses informasi, salah satunya adalah model backpropagation. Backpropagation melatih jaringan agar mampu mengenali dan mengidentifikasi pola yang diberikan pada saat pelatihan dan memberikan respon berupa prediksi terhadap pola serupa, oleh karena itu backpropagation dapat digunakan dengan baik dalam bidang peramalan. Data masukan yang digunakan untuk pelatihan adalah data mahasiswa baru pada tahun 2000 sampai 2020, keluaran yang diinginkan adalah jumlah mahasiswa baru pada tahun berikutnya. Penelitian ini menguji 4 model arsitektur JST berbeda, dengan MSE 0.0001, learning rate 0.01, dengan maksimal 1000 iterasi. Proses pelatihan menggunakan kombinasi fungsi aktivasi tansig-purelin dan logsig-purelin, serta fungsi percepatan traingdx, traingda, dan traingdm. Dari pelatihan yang dilakukan, didapatkan bahwa arsitektur jaringan terbaik adalah pola 12-8-1 yang berarti menggunakan 12 masukan, 8 hidden neuron, dan 1 keluaran. Pola tersebut menggunakan fungsi aktivasi logsig-purelin, fungsi percepatan traingda, dengan hasil MSE 0.0001 setelah melalui 94 iterasi.
Identifikasi Waste Menggunakan Waste Assessment Model (WAM) di Warehouse Raw Material PT. XYZ Naziihah, Afifah; Arifin, Jauhari; Nugraha, Billy
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v6i1.1599

Abstract

Warehouse of Raw Materials in PT. XYZ show an increase in the storage of the good, if is not offset by good performance, then the goods will be experiencing delays in handling. This study aims to identify the waste that occurs in the Warehouse of Raw Materials in PT. XYZ. The focus  of this research is to identify the 7 wastes in the Warehouse raw materials with the lean manufacturing approach using the method of Waste Assessment Model (WAM). The process of waste identification is performed by using Seven Waste Relationship, Waste Relationship Matrix (WRM) and Waste Assessment Questionnaire (WAQ) later in the analysis using a Fishbone Diagram to determine the root cause of the problem so we get the proposal improves then the priority of the improvement obtained by using the table of priorities that is done by way of brainstorming. The study was conducted for 1 month starting March 24-April 23, 2021. The results showed the ranking of waste ranging from the largest to the smallest Defect of 22.70%, Overproduction of 18.32%, Inventory of 17.56%, Motion by 14.12%, Transportation of 13.10%, Waiting by 9.68% and the Process by 4.52%. The results of the waste with the largest percentage is Defect.Warehouse Raw Material di PT. XYZ menunjukkan peningkatan pada penyimpanan barang, jika tidak diimbangi dengan kinerja yang baik, maka barang yang masuk akan mengalami keterlambatan dalam penanganan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan yang terjadi di Warehouse Raw Material di PT. XYZ. Fokus kajian penelitian ini adalah mengidentifikasi 7 waste yang ada di Warehouse Raw Material dengan pendekatan lean manufacturing menggunakan metode Waste Assessment Model (WAM). Proses identifikasi waste dilakukan dengan menggunakan Seven Waste Relationship, Waste Relationship Matrix (WRM) dan Waste Assessment Questionnaire (WAQ) yang kemudian di analisis menggunakan Fishbone Diagram untuk mengetahui akar penyebab masalah sehingga didapatkan usulan perbaikan yang kemudian prioritas perbaikan didapat dengan menggunkan tabel skala prioritas yang dilakukan dengan cara brainstorming. Penelitian dilakukan selama 1 bulan mulai tanggal 24 Maret-23 April 2021. Hasil penelitian menunjukkan peringkat waste mulai dari terbesar sampai terkecil yaitu Defect sebesar 22.70%, Overproduction sebesar 18.32%, Inventory sebesar 17.56%, Motion sebesar 14.12%, Transportation sebesar 13.10%, Waiting sebesar 9.68% dan Process sebesar 4.52%. Hasil waste dengan persentase terbesar adalah Defect.

Page 7 of 13 | Total Record : 124